Wedding Betrayer

Author : Asuchi aka @hotachii

Cast :

*) 2 member SM Town, see on poster

*) Cha Iseul [OC]

*) Choi Jooeun [OC]

Genre: AU, OOC, Romance, Angst

Length : Oneshot [2000+ words]

Disclaimer: Aku gak punya keempatnya, aku gak bisa miliki keempatnya juga (?). mereka milik diri mereka sendiri. Aku cuma pinjem cast yg OC dari temen2 yg punya itu nama-nama, cast para namja’a pinjem dari member SM Town, karakter disesuaikan untuk kebutuhan cerita karena aku yg punya ini cerita.

a/n : Pas denger salah satu lagu Panic! At The Disco terus keingetan sama MV’a, akhirnya aku kepikiran bikin epep kaya gini. wkwkwk, tapi beneran gak ada hubungannya. Happy reading ^^

“ISEUL…”

“DE..”

“AKU INGIN MENGATAKAN HAL YANG PENTING PADAMU…”

“NE, APA ITU?”

“WILL YOU MARRY ME..???”

“MWO?”

“MAU TIDAK KAU MENIKAH DENGANKU??”

“JEONGMAL? KENAPA KAU MELAMARKU DI TEMPAT SEPERTI INI?”

“KARENA AKU INGIN MELAMARMU DENGAN CARA YANG ISTIMEWA..! JADI MAUKAH KAU MENERIMAKU?”

“AKU MAU MENJAWABNYA TANPA BERTERIAK! KAU CEPAT SUSUL AKU!”

“ARASSEO. AKU AKAN SEGERA DATANG ISEUL SAYANG.”

Cho Kyuhyun mulai menapaki lagi bebatuan yang menjulang ke atas sana, menyusul kekasihnya yang hampir sampai di puncak.

Cho Kyuhyun dan Cha Iseul kini sedang berada di salah satu puncak dari anak (Gunung) Bukanshan. Mereka baru saja selesai melakukan pendakian, yang merupakan hobi dari keduanya.

Kyuhyun melihat Iseul sedang menghirup udara di puncak Bukanshan. Dia yang baru saja sampai di puncak langsung melepaskan perlengkapan mendakinya lalu menghampiri kekasihnya itu.

“Jadi apa jawabanmu?” Tanya Kyuhyun sambil memeluk tubuh kekasihnya dari belakang.

Iseul sedikit kaget karena tidak siap menerima pelukan Kyuhyun. “Kau selalu saja tanpa basa-basi.” Komentar Iseul kemudian.

Kyuhyun tersenyum. “Aku hanya ingin tahu jawabannya dengan cepat.” Kata Kyuhyun. “Jawablah. Kau sudah lihat kan aku naik kemari lebih cepat? Hanya untuk mendengar jawaban darimu.” Tambahnya.

“Selalu tidak sabaran.” Kata Iseul. Dia kemudian membalikkan tubuhnya, menghadap ke arah kekasihnya. “Mana cincinnya?” Tanya Iseul sambil menadahkan kedua tangannya. “Kau tahu kan kalau melamar itu harus menggunakan cincin?” Iseul bertanya lagi saat melihat ekspresi bingung Kyuhyun.

“A.. Aku tidak membawanya.” Kata Kyuhyun. “Aku tidak berencana melamarmu tadi. Tapi aku merasa tadi waktunya cocok untuk melamarmu. Tapi aku sudah membeli cincinnya, dan menyimpannya di rumah.” Terangnya.

Iseul terlihat memajukan bibirnya. “Kau melamar tanpa cincin?” Tanyanya kemudian mencebik. Iseul berjalan menjauhi Kyuhyun. “Aku tidak akan menerimamu kalau begitu.” Katanya mengacuhkan Kyuhyun.

“Ya! Cha Iseul. Ayo lah. Anggap saja ini lamaran tidak resmi. Aku akan melamarmu lagi dengan cincin nanti, tapi kau jawab dulu dengan benar apakah kau mau menikah denganku?” Kata Kyuhyun.

Iseul menoleh. “Jawabannya nanti setelah cincinnya ada di depanku.” Katanya kemudian tersenyum.

Kyuhyun mengacak rambutnya. Frustasi. “Ara ara.” Katanya kemudian. Dia menghampiri Iseul dan merangkul pundak kekasihnya sambil menatap pemandangan kota dari puncak sana. “Tapi boleh aku tahu apa jawabanmu saat aku memberikan cincin itu?” Tanyanya.

Iseul diam. Dia tampak sedang berpikir. “Emm… Nan mollaseo.” Jawabnya.

Kyuhyun menarik kepala Iseul ke dada bidangnya. “Apa kau tidak mau menjadi istriku?” Tanyanya lagi.

Iseul hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Ayo lah. Kau hanya menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’, itu saja.” Pinta Kyuhyun sedikit memaksa.

Iseul melepaskan dirinya dari Kyuhyun kemudian berjalan lagi, menuju tanah lapang yang berada tak jauh dari tempatnya berada. “Aku memilih atau.” Jawab Iseul enteng.

“Aish, kau ini.” Kyuhyun mengejar Iseul. Menarik tangan kekasihnya dan menyematkan sebuah cincin emas putih ke jari kekasihnya itu. “Sekarang, apa jawabanmu?” Tanya Kyuhyun sambil menatap Iseul dengan tatapan ‘menuntut’ jawaban.

Iseul tersenyum penuh makna. “I do.” Jawabnya.

-o0o-

“Kau yakin akan menikah? Aku tak percaya akan mendengar kabar ini begitu cepat.” Tanya Choi Jooeun.

Iseul meminum jus di hadapannya. Dia dengan Jooeun sedang berada di sebuah food court di salah satu mall. “Aku yang akan menjalaninya saja tidak percaya. Entah lah. Aku agak ragu.” Jawab Iseul santai.

“M.. mwo? Lantas kenapa kau menerima lamarannya jika kau ragu?” Tanya Jooeun lagi. Tak percaya dengan reaksi teman di hadapannya itu.

Iseul mengangkat kedua bahunya.

“Lantas, bagaimana dengan namja itu?” Jooeun kini bertanya dengan mimik sangat serius.
Iseul langsung membeku. Pikirannya langsung melayani pada sosok namja yang ditanyakan Jooeun. Mengingat ‘namja itu’ membuat hatinya melenguh sakit. Sakit karena kerinduan yang teramat sangat.

“Mana mungkin dia hadir lagi di kehidupanku. Sudahlah Jooeun. Kita anggap saja kalau dia itu sudah mati. Atau mungkin dia memang sudah mati saat ini.” Kata Iseul kemudian. Bibirnya mengatakan hal seperti itu, tapi hatinya berharap sebaliknya. Dia masih sangat berharap namja itu muncul lagi. Setidaknya untuk mengatakan maaf karena sudah meninggalkannya tanpa alasan.

-o0o-

Tak butuh waktu lama untuk mempersiapkan pernikahan Cho Kyuhyun dan Cha Iseul. Kyuhyun begitu ingin segera meminang Iseul. Makanya dia langsung mempersiapkan semuanya secepat mungkin. Hanya butuh waktu dua bulan setelah lamaran di puncak anak Bukanshan untuk semuanya. Bantuan wedding organizer memang sangat membantu. Tinggal tiga hari menjelang pernikahan keduanya.

“Aku ragu. Sangat ragu.” Kata Iseul lewat telepon.

“Aish, jinjja. Kau harus mengingat sebaik apa Kyuhyun padamu, seberapa cinta dia padamu.” Nasehat Jooeun.

Iseul menghela nafas panjang. Matanya terus terpaku pada sebuah foto yang dia simpan di sebuah notes. “Aku ragu apa aku benar-benar mencintai Kyuhyun? Hingga kini aku tak bisa menghilangkan sosok dia dari pikiranku. Aku takut nanti aku menyesal.” Kata Iseul lagi. Kini butiran air matanya mulai menggenang di pelupuk mata.

“Iseul-ah, kau sendiri yang bilang kalau dia sudah mati. Dia tak mungkin kembali. Sudah lah, jangan membuat orang yang tak ada itu mengacaukan hatimu lagi. Toh kalaupun dia kembali, belum tentu dia masih memiliki perasaan yang sama sepertimu. Ingat siapa yang selalu bersamamu dan mencintaimu selama ini! Kau tidak ingin membuat Kyuhyun patah hati kan?” Jooeun terus berusaha untuk memberikan nasehat pada Iseul.

Iseul diam. Merenungkan semua yang dikatakan oleh Jooeun. Akal sehatnya memang bisa menerima itu semua, tapi dia tidak yakin hatinya bisa.

-o0o-

Besoknya..

Iseul pergi menuju tempat pendakian tanpa sepengetahuan Kyuhyun. Dia memang mengatakan tak akan bertemu dengan Kyuhyun sampai besok, di hari pernikahan mereka.

Iseul menatap ke atas tebing di hadapannya. Dia lalu memejamkan kedua matanya lama-lama. Dia datang bukan untuk mendaki. Hanya ingin mendatangi tempat dimana dia pertama kali bertemu dengan namja itu.

Iseul menghampiri sebuah pohon yang agak besar tak jauh dari tempat pendakian. Menaiki pohon yang memang dipasang pijakan dari bambu, pijakan yang dibuat namja itu khusus untuknya. Iseul duduk di dahan pohon yang cukup lebar. Iseul ingat hari pertama dia berkencan dengan namja itu adalah di atas pohon yang sedang didudukinya saat itu.

“Besok aku akan menikah. Kau tahu? Bahkan sampai saat inipun aku masih belum bisa mencintai dengan tulus seorang Cho Kyuhyun. Sampai saat ini, aku masih berharap kalau kau orang yang bersamaku besok. Kau yang menyematkan cincin ke jariku. Kau yang akan selalu aku lihat saat aku bangun dari tidurku kemudian. Tapi aku tahu aku hanya berharap. Semuanya pada akhirnya tak akan pernah menjadi kenyataan.” Kata Iseul sambil sedikit terisak. Dia berharap namja itu bisa mendengar apa yang dikatakannya, walaupun dia tahu itu mustahil.

Hatinya terasa begitu sakit. Menjadi kekasih dari seorang Cho Kyuhyun hanya untuk menghilangkan rasa sedihnya karena ditinggalkan oleh orang yang sangat dicintainya. Menerima cinta Kyuhyun karena dia seolah melihat duplikasi namja yang sangat dicintainya dari diri Kyuhyun. Dia berharap akan mencintai Kyuhyun pada akhirnya dan melupakan namja yang meninggalkannya tanpa kata. Tapi tetap saja tidak bisa. Hatinya terpagut terlalu kencang pada namja itu.

Iseul menyesal. Menyesal dengan dua hal yang telah dilakukannya. Menyesal karena menerima cinta Kyuhyun, dan menyesal karena tak bisa memberikan cinta yang penuh pada namja yang akan resmi menjadi suaminya itu besok. Tapi Iseul tahu dia tidak memiliki pilihan lain. Dia harus menjalani kehidupannya. Menjalani takdir yang sudah terlihat sangat jelas di depannya, menjadi istri dari seorang Cho Kyuhyun.

-o0o-

Iseul menatap dirinya di depan cermin. Tubuhnya sudah terbalut gaun putih manis. Matanya yang sedikit cekung karena kurang tidur sudah tertutup make up. Iseul terlihat sangat cantik dan sempurna. Tak lama lagi dia akan berjalan di altar, mengucapkan janji suci untuk setia pada seorang Cho Kyuhyun.

“Kau sudah siap? Appamu sebentar lagi datang.” Tanya Jooeun saat dia masuk ke ruangan Iseul.

Mereka sudah berada di gedung tempat pernikahan akan dilangsungkan.

Jooeun tersenyum melihat Iseul yang terlihat sangat cantik. “Kyuhyun pasti bahagia bisa menjadi suami dari Cha Iseul. Chukkae!”

Iseul menoleh ke arah Jooeun. “Aku mau minta tolong padamu.” Katanya dengan wajah serius.

-o0o-

Kyuhyun tak berhenti menebar senyumannya. Dia tak bisa menutupi rasa bahagianya. Hanya beberapa menit lagi dia akan resmi menjadi suami yeoja yang sangat dicintainya.

Kyuhyun sudah berdiri di depan pendeta yang akan memberkati pernikahannya. Hanya tinggal menunggu Iseul datang. Cha Seungwon, ayah Iseul, sudah menjemput Iseul di ruangannya.

Kyuhyun terus menatap pintu. Tempat dimana nanti Iseul yang digandeng Seungwon datang menghampirinya.

Musik khas pernikahan sudah mulai mengalun. Pertanda Iseul dan ayahnya sudah datang.

Kyuhyun melihatnya. Yeoja yang menyampirkan lengannya di lengan Cha Seungwon. Senyum bahagia makin terkembang di wajah Kyuhyun.

Jarak Iseul dan Kyuhyun hanya tinggal satu langkah. Tangan Kyuhyun sudah terulur untuk menyambut tangan Iseul.

Iseul bergeming.

Tatapan mata seluruh orang di gedung tertuju pada Iseul.

Iseul menurunkan lengannya dari ayahnya. Dia kemudian berbalik pada seluruh tamu.

Iseul membungkuk. “Mianhae. Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini.” Katanya. Iseul lalu menoleh ke arah Kyuhyun. “Mianhae Kyuhyun-a. Aku tak bisa menikah denganmu. Mianhae. Benci aku kalau kau mau. Tapi aku benar-benar tak bisa melanjutkannya.” Kata Iseul dengan mata berair. “Aboji, Eommonim, Eonni mianhae.” Katanya pada kedua orang tua dan kakak Kyuhyun yang berdiri di depan kursi tepat di samping kanan Iseul. “Appa, Eomma, mianhae.” Katanya pada orang tuanya.

Iseul kemudian mengangkat gaun pengantinnya dan berlari meninggalkan gedung.

Gedung tempat pernikahan Iseul berada di lantai satu. Jadi dia hanya menuruni satu lantai untuk sampai di lobi gedung itu. Sebuah mobil sudah menunggunya di depan gedung. Jooeun keluar dari mobil itu dan menyerahkan kunci mobilnya.

“Ahjusshi dan ahjumma mungkin akan membunuhku. Tapi kalau memang ini akan membuatmu bahagia, pergilah.” Kata Jooeun sambil memeluk Iseul.

Iseul mengangguk. “Ne, gomawo Jooeun-ah.” Kata Iseul kemudian membuka pintu kemudi.

“ISEUL-AH..!!!!!!” Teriak Kyuhyun sambil berjalan menghampiri Iseul.

Tangan Iseul masih memegang pintu mobil. Dia belum sempat masuk.

“Mianhae Kyuhyun-a. Tapi aku mencintai orang lain. Dan aku tak bisa menikah denganmu.” Kata Iseul kemudian masuk ke dalam mobilnya.

Kyuhyun meminta Iseul untuk keluar dari mobilnya. Tapi Iseul sudah membulatkan tekadnya. Dia menatap Kyuhyun yang berdiri di samping. Air matanya menghapus make up di wajahnya. Iseul menggeleng. Setelah menggumamkan kata maaf, Iseul menginjak gas mobilnya.

Kyuhyun memandang lemas mobil yang melaju menjauhinya. Dia kemudian terduduk di aspal sambil menangis. Meratapi kepergian calon istrinya.

-o0o-

Iseul melamun. Mengingat kenangan kencan pertamanya.

“Kalau kau mau memberikan aku kesempatan. Aku pasti tidak akan membuatmu sedih lagi.”

Iseul tersadar dari lamunannya. Matanya langsung menoleh ke bawah. Di bawah sana sudah ada seorang namja yang sedang menatapnya.

Iseul mengerjapkan matanya berkali-kali. Meyakinkan diri kalau dia tidak bermimpi.
“Yunho…” Ucap Iseul memanggil nama namja itu.

Namja yang bernama Yunho mengangguk dan tersenyum.

seul buru-buru turun dari atas pohon. Namun dia terlalu terburu-buru. Iseul terjatuh karena kakinya terpeleset. Tangan Yunho dengan sigap menangkap tubuh Iseul yang terjatuh. Iseul mendarat tepat dalam bopongan Yunho.

“Ini benar kamu?” Tanya Iseul sambil memegang kedua pipi Yunho.

Yunho tersenyum dan mengangguk. Air mata Iseul jatuh tanpa dikomando. Kedua tangannya langsung melingkar di leher Yunho. Dia memeluk erat Yunho.

Yunho menurunkan tubuh Iseul. Yunho agak menunduk karena perbedaan tinggi mereka dan tangan Iseul tetap melingkar kuat di lehernya. Yunho membalas memeluk Iseul.

“Jika aku bermimpi. Lebih baik aku tidak bangun selamanya.” Kata Iseul setengah terisak.

“Anni. Kau sama sekali tidak sedang bermimpi. Aku nyata dan ini semua nyata.” Kata Yunho.

Iseul melepaskan pelukannya dan menatap dalam mata namja yang selalu mengisi hatinya itu.

Yunho mengusap air mata di pipi Iseul. Membalas tatapan dalam Iseul.

Keduanya tersenyum kemudian menautkan bibir keduanya. Iseul dan Yunho saling melepaskan kerinduan yang tak tersampaikan sejak sekian lama.

“Jadi, kemana saja kau selama ini?”

“Waktu itu aku melakukan pendakian di salah satu gunung di Hokkaido. Aku melakukan pendakian sendiri dan tidak memberitahu siapapun. Lalu aku mengalami kecelakaan dan koma selama tiga tahun. Saat aku bangun, aku tak bisa menggerakan tubuhku dengan leluasa, mungkin efek dari koma panjangku, entah. Butuh waktu enam bulan untuk memulihkan tubuhku. Seorang kakek membiayai semua perawatanku. Dia juga memberikan aku tempat tinggal pasca keluar dari Rumah Sakit. Aku tak bisa meninggalkannya karena dia hidup sendiri. Akhirnya aku memutuskan untuk tetap tinggal bersamanya. Saat aku kembali ke Korea, aku mendengar kau sudah memiliki tunangan dan akan segera menikah. Jujur aku tak tahu harus berbuat apa saat itu. Kupikir aku patah hati. Tapi saat mendengar ucapanmu tadi, aku jadi tak ingin melepaskanmu. Aku tak ingin membiarkanmu menikah bersama orang lain. Jadi, maukah kau pergi bersamaku? Menikah denganku.”

“Ne, aku mau. Karena kenyataannya memang selalu kau yang menjadi mimpi untuk masa depanku.”

-end-

Komen penting banget buat saia, tapi gak pernah maksa buat komen kok…

-chii-

Advertisements

31 responses to “Wedding Betrayer

  1. Huaaa..
    Kasian kyuhyun..
    Duh isseul jangan terima dong kalau gitu *ngomel sendiri *miann
    But, keren thor!! 😀
    Lanjut nulis yaaa !! Fighting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s