A Thousand Miles [SHONEN AI – FICLET]

title: a thousand miles

author: lightless_star /Jung Jinra

Genre: fluff (i hope)

rated: general

length: ficlet

Cast:

  • Park Chanyeol (EXO-K’s Chanyeol)
  • Wu Yi Fan (EXO-M’s Kris)

A Thousand Miles

-lightless_star-

XXX

DISCLAIMERS: I don’t own the cast. I only own the story. This just a fiction, so it doesn’t happen to the character in their real life. I don’t take financial profit based on this story.

WARNING: SHONEN-AI, PLOTLESS, DON’T BASH ME BECAUSE OF THE PAIRING

XXX

It’s always time like these

When i think of you

and i wonder if you ever think of me

cause everything’s so wrong

and i don’t belong living in your precious memory

(Vanessa Carlton – A Thousand Miles)

XXX

Malam ini dingin.

Mata pemuda berambut cokelat itu memandang keluar jendela kamarnya yang terletak dilantai atas, jendela yang dibasahi titik-titik air itu. Rinai gerimis memanja pendengarannya sedaritadi. Membuat lampu-lampu jalan dibawah sana berpendar lebih indah. Sedikit cahayanya merambat ke jalanan yang biasanya berdebu itu. Sekalipun ini sudah tengah malam, masih banyak saja kendaraan yang berlalu-lalang diluar sana. Sesekali, juga nampak orang yang berjalan kaki sambil membawa payung.

Ada resah yang terpeta diwajahnya. Ada sesuatu yang mengusik pikirannya. Sesuatu yang terasa mengganjal dihatinya.

Rasa rindu itu.

Mereka baru sekitar sebulan tidak bertemu. Park Chanyeol—pemuda itu—sadar kalau Kris—yang ia rindu—juga pasti punya kesibukan sendiri disana. Dia sendiri juga punya jadwal yang sangat padat setiap hari dan baginya sangat melelahkan. Kris juga sama sepertinya. Dan ia mengerti. Namun ia berharap pemuda itu mau meluangkan waktu lebih sering untuk menanyainya kabar atau bicara apapun padanya.

Belakangan, Kris mulai jarang meneleponnya. Mungkin saja, jadwalnya sedang sangat padat dan saat kembali ke dorm ia sudah lelah sehingga ia jarang menelepon Chanyeol. EXO-K pun sama sebenarnya, sekarang saja Baekhyun yang sekamar dengan Chanyeol sudah berada di alam mimpi dan sama sekali tidak sadar kalau Chanyeol belum tidur daritadi.

Suara gerimis masih riuh-rendah diluar sana, suara konstan detik jarum jam masih menemaninya.

Pikirannya masih berada jauh disana. Hingga dering ponselnya berbunyi.

Kris. Nama yang ia tunggu daritadi.

Sebuah cengiran lebar terkembang diwajah Chanyeol.

“Yeoboseyo?” sapanya riang. Disambut tawa kecil dari seberang sana.

“Chanyeol-ah?”

“Kris-hyung!” sahutnya, lalu menutup mulut dengan sebelah telapak tangannya. Sadar kalau suaranya terlalu keras dan bisa-bisa membangunkan Baekhyun yang sedang tertidur.

“Ini sudah lewat tengah malam. Kenapa kau belum tidur?” tanya Kris. Ada sedikit nada khawatir dalam suaranya.

Chanyeol menggeleng, seakan Kris bisa melihatnya, “Belum, hyung. Aku tidak mengantuk.”

Ada jeda sesaat. Senyum itu belum lepas dari wajahnya, tapi ia tak tahu harus berkata apa.

“Bukankah jadwalmu padat sekali? Kau harus istirahat, Chanyeol-ah,” ucap Kris, mengakhiri jeda singkat itu.

“Aku bilang aku belum mengantuk. Jadi tidurnya nanti saja. Ng… Hyung, kapan kalian kembali ke Korea lagi?” tanyanya panjang lebar. Dan ia bisa mendengar suara gumaman Kris dari seberang telepon.

“Minggu depan. Hahaha. Aku ingin cepat-cepat bertemu kalian semua.”

Mata hitamnya membulat, ”Minggu depan itu masih lama, Hyung! Aku ingin bertemu denganmu!”

“Satu minggu itu tidak lama, Chanyeol,” ucap Kris tenang. Chanyeol mengerucutkan bibirnya, seakan Kris ada disini dan berbicara langsung dengannya.

Kalau mereka bertemu nanti, ia ingin segera memeluk tubuh itu lalu menggandeng tangannya saat mereka berjalan bersebelahan. Seperti yang sering ia lakukan sebelum mereka dipisahkan di dua sub-group berbeda setelah debut seperti ini.

“Hyung, kau menyuruhku tidur. Tapi kenapa kau sendiri tidak tidur? Kau juga harus istirahat.”

Jendela kaca yang berada dihadapannya sedikit mengabur karena tetes hujan, sama seperti cahaya lampu kamar yang temaram. Seakan membawanya kembali ke saat-saat orang itu ada disampingnya. Membawanya sedikit lari dari keadaan sekitarnya. Merasakan Kris berada disini, dekat dengannya.

“Aku tidak bisa tidur, Chanyeol-ah,”

Suaranya begitu hangat terdengar ditelinga Chanyeol. Membuatnya benar-benar menginginkan sosok itu ada disini saat ini juga.

“Kenapa? Banyak pikiran sampai tidak bisa tidur?” tanyanya lagi. Kris tidak langsung menjawab.

Jeda lagi. Kali ini Chanyeol mengernyitkan dahinya, bingung.

“Aku memikirkanmu,” ada seulas senyum yang bisa ditangkap dari nada suara diseberang sana. Membawa Chanyeol kembali mengingat senyum itu, senyum yang mengubah kesan dingin diwajah Kris. Agak aneh, namun manis dan malah membuatnya sulit untuk dilupakan.

Dan Chanyeol menyukainya.

Karena dia tahu senyum itu miliknya. Senyum yang ia rindu itu.

“Kenapa memikirkanku, heh?” tanyanya, iseng. Padahal dia mestinya tahu kenapa.

Kris tertawa kecil diseberang sana, tawa yang terdengar renyah sekalipun suaranya agak berat.

“Kenapa tertawa, hyung?”

“Tidak ada. Mestinya kau tahu kenapa, Chanyeol.”

“Kenapa?”

“Rindu.”

Chanyeol diam. Ada perasaan senang yang meledak dihatinya.

Kris juga memikirkannya. Kris juga merindunya. Sama seperti yang ia lakukan dalam tiap hembus nafasnya, dalam tiap langkah yang dilaluinya. Merindukannya kapanpun.

Detik berikutnya, seulas senyum cerah merekah dibibir manis pemuda itu. Senyum yang sering Kris bilang sebagai yang paling manis yang pernah ia lihat.

“Chanyeol?” suara berat itu memanggil namanya lagi. Mungkin meminta Chanyeol bicara setelah ia hanya menanggapi ucapan Kris sebelumnya dengan senyuman.

“Ya, Hyung?”

“Aku tidak bisa menelepon terlalu lama. Ini sudah malam, besok pagi kami punya jadwal dan Chen sudah menyuruhku tidur daritadi,” ucapnya, ia bahkan tak bertanya apakan Chanyeol juga merindukannya atau tidak. Ada nada menggantung pada akhir kalimatnya. Nampak seperti masih ada yang ingin ia ucapkan, namun ia berhenti bicara.

“Tidurlah, Hyung. Jangan sampai besok yang lain harus sulit membangunkanmu. Hahaha,” ucap Chanyeol lagi, kemudian ia meringis karena dingin yang menyapa kulitnya.

Ada jeda lagi disini.

“Hyung.”

“Ya?”

“Aku juga merindukanmu.”

Dan ia bisa bayangkan bagaimana ekspresi wajah Kris disana.

Sleep well, Kris-hyung,” ucapnya lagi. Kemudian menjepit ponsel diantara pundak dan telinganya, sementara kedua telapak tangannya ia gosokkan menahan dingin.

Kris tertawa kecil sekali lagi. Namun bukannya kesal, Chanyeol justru akan dengan senang hati mendengarkan tawa itu.

You too, Chanyeollie,” ucap Kris dari seberang sana, suaranya lembut. Entah kenapa, Chanyeol merasa ada sesuatu yang hangat menyapa kulitnya. Menggantikan dingin yang mengganggu sedaritadi.

Chanyeol tahu kalau sekarang Kris pasti sedang tersenyum disana. Senyum yang khas namun membuatnya sulit untuk dilupakan. Seperti yang dikatakannya tadi.

Kris tidak berbicara, tapi ia belum menutup telepon.

Wo ai ni, Park Chanyeol,” ucapnya kemudian, hangat. Bahasa mandarin Chanyeol memang tidak terlalu bagus, tapi setidaknya dia bisa mengerti arti kalimat itu.

Chanyeol tersenyum lembut mendengar ucapan tadi. Lalu beranjak dari tempat duduknya didekat jendela dan berjalan mendekat ke ranjangnya.

Malam memang masih dingin. Namun bagi Chanyeol bisa sedikit menghangat saat pemikiran-pemikiran tentang orang yang dicinta itu terlintas dikepalanya lagi.

Dan dia tahu, Kris disana juga memikirkannya. Dan Kris baik-baik saja. Dengan itu, ia bisa merasa tenang.

Untuknya, Jarak tidak berarti apa-apa saat seseorang berarti segalanya.

Wo ye ai ni, Wu Yi Fan.”

……..

And I don’t want to let you know  
I drown in your memory 
I don’t want to let this go 
I don’t.

(Vanessa Carlton – A Thousand Miles)

-FIN-

author’s note: 

*cepet-cepet lari karena fic nya abal maksimal*

hakhakhak KrisYeol. yessh. oh yess. \o/

masih dalam rangka memerangi WB, yang ternyata belum sembuh juga. ga mau main scene di fic ini, mau coba perbaiki diksi sama penataan kalimat, sih niatnya tadi. wdyt? .__.a

fic ini ditulis kira-kira 3 jam waktu saya lagi sendirian ga ada kerjaan di perpustakaan Soeman HS Pekanbaru-__- enak sih nulis di situ. wkwk. adem rasanya.

udah ah. thanks for reading, mind to leave comment?

i love you~

sign,

jung jinra.

26 responses to “A Thousand Miles [SHONEN AI – FICLET]

  1. mian blunt komen …
    mmm gmn y ???
    keren nie ff.a
    isa ngegambarin keadaan cast dg jelas
    lbiii keren lgi lox chanyeol d ganti lay
    #abaikan
    tpi ntar crita.a jd beda y
    kris ma lay kn satu dorm
    hehehehe
    maklum KRAY shipper

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s