Baby Face, Luhan part 9

Author:

@aprelaputri

Cast :

Xi LuHan as Luhan (main cast)

And all Exo K and Exo M member

Genre: Friendship, comedy

Ratting: PG-13

Title : I love you a thousand years, more… my friends :’)

Summary :

Apakah wajah Baby face LuHan menipu semua orang…? Inilah hidup seorang namja berusia 23 tahun… 23 tahun? Dia terlihat seperti 15 tahun… bersama orang – orang yang jauh lebih muda darinya tapi anehnya ia harus memanggil mereka dengan sebutan ‘hyung~’ sekarang dimulailah perjuangan Luhan dan ke 11 member exo selama mjd trainee.


Luhan POV

“jadi semua belum tau?” tanyaku heran, Suho hanya menggeleng.

“kenapa kau tidak memberitahu semua tentang umurku yang sebenarnya?”

“tidak, hufftt… sebenarnya aku juga belum yakin karena aku belum punya banyak bukti aku hanya tanya pada kepala sekolah mu dan tidak ada siswa bernama Luhan di sana maknya aku belum terlalu yakin, tapi kemarin malam waktu kau pingsan karena minum bersama Kris, kris mengajakku bicara dia memberitahu tentang usia Luhan hyung yd sebenarnya,” jelas Suho. Kris sudah member tahu Suho, apa dia akan member tahu member yang lain? Entahlah aku bisa gila memikirkan ini semua.

“Joonmyeon ssi… apa yang harus ku lakukan?”

“jujurlah! Pertama pada dirimu sendiri lalu pada teman – teman,” kata Suho sambil tersenyum ke padaku. Dia sama sekali tidak marah karena aku bohong aku heran dia manusia atau malaikat.

“kau… tidak marah padaku? Ata kesal mungkin?”

“buat apa hyung? Marah nya dilakukan anak kecil yang belum dewasa, tidak ada gunanya juga kan?”

“apa teman – teman akan marah denganku kalau aku memberitahu ini semua?”

“mungkin saja mereka marah, tapi itu kan bayaran yang setimpal untuk kebohonganmu itu hyung… tapi aku yakin tidak akan lama… aku akan selalu ada di sisimu dan membelamu!” kata – kata Suho membuatku tersentuh, dia memang lebih muda dariku tapi dia jauh lebih dewasa dariku. Dia sosok leader yang baik dan penuh kasih sayang. Aku mendekat ke arahnya kemudian memeluknya.

“gomawo Suho ssi~ kau baik sekali!”

“iya… sudah jangan di pikirkan. Sekarang pikirkan cara untuk member tahu semuanya tentang usiamu sebenarnya, ini bukan salahmu, hyung! Menejer kim yang memaksanya kan?”

“iya… tapi kau jangan bilang siapa – siapa ya, janji padaku?” suho tersenyum kemudian kami saling mengaitkan  jari kelingking.

……

Malam ini kami semua berkumpul di ruang tv setelah makan malam. Besok rekaman lagu pertama suara kami hasil latihn keras kami selama ini akan di rekam. Kami membentuk duduk di lantai dan membentuk  sebuah lingkaran. Lampu sengaja di matikan dan kami masing – masing membawa lilin. Entah apa tujuannya ini semua ide aneh Joonmeyon. Kai berdiri sambil membawa sebuah botol kemudian di taruh di tengah.

“apa maksud semua  ini?” tanya ku bingung.

“kita akan main truth or dare, lulu!” jawab joonmyeon. Truth or Dare itu kan permainan dimana saat botol itu mengarah ke padamu kau harus menjawab pertanyaan dengan jujur atau melakukan sebuah tantangan dari seseorang yang memutar botol itu.

“ah… lulu tidak tau truth or dare ya?” tanya Kai yang ada di sebelahku. Aku mengagguk dan tersenyum, “aku tau kok… sepertinya seru! Kita mulai sekarang…” joonmyeon/suho memutar botol itu pertama lalu botol itu berputar dan mengarah ke ke Xiumin.

“aku? Aku pilih dare saja…” kata Xiumin.

“ enaknya apa ya tantangan buat Baozi? Ah… aegyo seperti Sohee wonder girls di depan!” tantang joonmyeon.

“ah ga mau… kalian mau bilang aku kyak sohee lagi kan?” kata Xiumin dengan eskpressi lucu, kami semua memang setuju kalau min seok mirip dengan Sohee. Akhirnya setelah di paksa dia mau maju kedepan dan menunjukan aegyo di iringi lagu Nobody. Kami semua tertawa terbahak – bahak melihat tingkah min seok, dia ngedance nobody sambil sesekali menggembungkan pipinya.

Selanjutnya ujung botol itu mengarah ke Sehun.

“truth saja hyung,”

“sehunnie sekarang jawab jika di kami semua adalah wanita, siapa yang kau jadikan noona, adik, eomma/ibu, ahjumma/bibi, dan istri? Jawab jujur!” kata Xiumin

“aku akan menjadikan suho hyung dan kyungsoo hyung sebagai eomma karena dia sangat sabar dan baik dan dio hyung jago masak seperti ibuku di rumah, lalu Kai sebagai noona karena dia sangat sexy, Tao sebagai adik perempuan yang manja, dan Baekhyun hyung ahjumma dia sangat cocok karena dia sangat cerewet, maaf hyung…” kata Sehun dengan ekspresi polosnya itu.

“aku emang kayak ahjumma ya? Aku kan pendiam… cerewet kadang sih, oh iya Lalu siapa yang akan kau jadikan istri?” tanya Baekhyun.

“Luhan, karena dia sangat perhatian dan manis… dia selalu ada saat aku sedih dan membutuhkan seseorang. Aku sangat menyanyangi Luhan… aku memilihnya menjadi istriku” jawab sehun malu – malu. Dia juga sukses membuat mukaku menjadi merah.

“cieee…… mesra sekali bikin envy ihikkk ihiikk~~” kata Chanyeol menggoda kami.

“kalian long last ya ^^” tambah Tao.

“semoga hunhan bertahan sampai kiamat dan bisa merebut best couple di SM‼” seru Suho.

“hunhan jjang‼! Aku fans fanantik HunHan!” kata Kai.

“termakasih… sekarang permainan bisa bi lanjutkan?” Sehun memutar botol itu dan berhenti tepat ke arah Baekhyun.

“aku ingin truth saja… hyung mau tanya apa sekarang?” kata Baekhyun kalem.

“hmmm… apa ya? Di antara kami semua siapa yang paling menyebalkan?” tanya Sehun.

Baekhyun seperti melihat kami satu persatu, kemudian menghela nafas, “chanyeol…”. Aku tidak kaget pasti Chanyeol yang paling menyebalkan di antara kami. Chanyeol segera memotong kalimat baekhyun.

“kau memilihku byun? Kau jahat‼ aku sudah lebih baik padamu kan akhir – akhir ini?! Ternyata kau masih tidak menyukaiku!” teriak Chanyeol kesal. Suho menenangkannya.

“kau bahkan belum member kesempatan untukku menjelaskan alasannya, kau terlihat semakin menyebalkan sekarang… kau menyebalkan karena aku menyukaimu sekarang!” kata Baekhyun dengan lantang. Kami semua memasang wajah tidak percaya. Chanyeol menatap Baekhyun kaget kemudia tersenyum malu. Jadi mereka sudah damai? Yah… jadi tidak seru lagi, padahal pertengkaran mereka menjadi moment dimana kami berkumpul dan menjadi sebuah keluarga.

“baek hyung salah minum obat ya?” tanya Kai, baekhyun menggeleng sambil tersenyum.

“gomawo~ Baekhyun… aku juga sekarang menyukaimu, aku janji tidak jahil lagi,” kata Chanyeol. Baekhyun menundukkan wajahnya, dia seperti menahan tawa.

“hyung kau kenapa?” tanya Sehun sambil menggoyang kan tubuh Baekhyun.

“tapi aku bohong hahahahahhahaa…… sekarang siapa yang bodoh! Chanyeol wajahmu jelek dan terlihat bodoh… apa? aku meyukaimu juga byun…..! menjijikan‼! Hahahha 😀 ” kata Baekhyun sambil tertawa terbahak – bahak. Chanyeol menjadi marah, seakan ada api berkobar di sekeliling tubuhnya.

“KAU! BYUN BAEKHYUN‼! AWAS KAU… KAU AKAN MATI‼‼” teriak chanyeol suho dan chen menarik tubuhnya yang seakan ingin menerkam Baekhyun. Sementara Baekhyun terus tertawa puas. Ah… jadi kacau lagi mereka berdua memang iseng sekali. Dan sangat kekanak – kanakan. Akhirnya Chanyeol tenang juga setelah Suho mati – matian membujuknya.

Permainan di lanjutkan Baekhyun memutar botol itu dan berhenti di Kris.

“aku pilih truth,” kata Kris.

“baiklah sekarang jawab jujur, di siapa di antara kami yang paling aneh?” tanya Baekhyun penuh semangat.

“hampir semuanya aneh… tapi Tao yang paling aneh,” jawab Kris santai.

“Duiizang kau bilang aku aneh?” kata Tao sambil cemberut.

“bukan begitu ku rasa kau punya dua kepribadian yang aneh, kadang kau diam dengan tatapan mata yang menyeramkan dan kadang kau seperti seorang adik yang manja dan berisik, kau sangat membingungkan tapi kau adik yang manis kok…” jelas Kris, Tao tersenyum lebar mendengarnya. Sekarang giliran Kris yang memutar botol itu, dan berhenti tepat di depanku. Aku kaget saat ujung botol itu mengarah tepat ke tempatku sekarang. Aku bingung harus memilih Truth atau dare, aku melirik ke arah Suho dia berbisik dan menyuruhku memilih truth. Baiklah aku akan menjawab, “aku pilih truth,” aku yakin Kris akan bertanya soal umurku, aku harus siap dengan semua pertanyaan yang kris tanyakan.

“katakan apa saja yang ingin kau katakan tentang kami?” tanya Kris. Kenapa dia tidak menanyakan umurku yang sebenarnya? Bukannya ini kesempatan untuknya untuk membongkar rahasiaku, aku tidak mengerti. Lebih baik aku menjawab pertanyaan nya sekarang.

“saranghamnida~” jawabku singkat sambil membentuk love dengan kedua tanganku.

“hanya itu?” kata Lay heran.

“aku mencintai kalian semua, karena aku tidak bisa merangkai kata – kata yang bisa aku rasakan sekarang. Selama di sini aku merasa kalian sudah seperti keluargaku sendiri, aku sangat mencintai keluargaku lebih dari apapun,” aku tersenyum, Sehun yang di sebelahku terus melihatku saat aku berbicara. Wajahnya terlihat sangat polos. Aku memutar botol untuk terakhir kalinya dan berhenti pada Lay.

“aku suka tantangan jadi aku pilih dare,”

“mainkan gitar dan bernyannyi untuk kami,” kata ku sambil menunjuk gitar di atas sofa.

“main gitar…?”

“kenapa? Aku pernah melihat mu di dalam studio memainkan gitar, aku ingin mendengarnya sekali lagi…”

“kalau itu maumu baiklah…” Lay mengambil gitar dan mulai memetik senar gitar dengan jari – jari lentiknya.

When I see your face
There’s not a thing that I would change
Cause you’re amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you’re amazing
Just the way you are

 

Malam yang indah di tutup dengan petikan gitar dari Zhang Yi Xing. Malam ini menjadi salah satu malam yang terindah dalam hidupku. Teman – teman terima kasih selama ini. Maafkan aku telah membohongi kalian. Aku janji besok tidak ada kebohongan di antara kita lagi agar tidak ada perasaan mengganjal dan bersalah lagi dalam hatiku seperti ini.

Pagi hari nya aku duduk di meja makan berdua dengan sehun sambil minum bubble tea dengannya. Biasanya sambil minum bubble tea kami membicarakan banyak hal, mulai dari latihan sampai bercerita tentang sekolah. Hampir tiap ada waktu luang kami selalu minum tea bersama.

“sehun, Luhan sekarang saatnya pergi ke studio, cepat bersiap!” Suho menyuruh kami berdua bersiap untuk pergi ke studio music sekarang.

“baik hyung…” sehun berdiri, tapi aku menarik tangannya.

“changkamanyo~”

“waeyo lulu?”

“annio…” aku melepas tangannya.

“ya sudah… aku mau siap – siap dulu,”

“sehunnie kau mau berjanji kan? Apa pun yang terjadi kau masih mau menjadi sahabatku?”

“apa pun yang terjadi kau tetap sahabat terbaikku lulu,” katanya sambil mengacak sedikit rambutku.

“janji? Jangan berubah apa pun yang terjadi?”

“tentu saja? Kenapa kau menanyakan hal seperti itu? Apa ada yg terjadi…”

“tidak ada aku hanya bertanya, kau boleh pergi sekarang.” Sehun tersenyum tipis. Semoga dia benar – benar menapati janji nya sampai aku memberitahu tentang umurku yang sebenarnya. Sehun ku pegang janjimu.

Rekaman hari ini berakhir sampai jam 11 malam. Sangat lelah tapi aku masih bisa melihat senyum di antara wajah lelah mereka.  Aku memanggil mereka semua, tapi mereka terlalu sibuk dengan kegiatan masing – masing. Aku mengambil mic dan berdiri di atas panggung, aku mencoba mengeraskan suaraku.

“teman – teman… aku ingin bicara sesuatu, tolong dengarkan aku‼!” seru ku dengan penuh keyakinan. Akhirnya mereka semua melihat ke arahku.

“lulu? Ada apa?” tanya Sehun kaget.

“bicara apa ayo cepat habis ini kita akan pulang,” tambah xiumin.

“apa kau bicara di dorm saja?” usul chen. Aku segera menolaknya.

“tidak… jangan di sini saja, aku hanya ingin bilang kalau aku bukan Xi Luhan yanggg……” kalimat ku terpotong, lidahku rasanya sulit untuk mengucapkannya. Dadaku juga terasa sedikit sakit, tanganku gemetaran seluruh tubuhku mengeluarkan keringat dingin.

“apa maksudmu?” tanya Kai dengan ekspresi bingung. Semua tampak menatapku aneh. Kris dan Suho hanya melirik sambil sesekali tersenyum ke arahku. Suho membisikan “katakan sekarang…! Lulu hyung pasti bisa‼!”. Aku menelan ludahku kemudian mulai melajutkan kalimatku. Kali ini aku akan lebih tegas.

“maafkan aku teman – teman semua! Aku bukan Luhan yang berusia 16 tahun aku Luhan 24 tahun. Maafkan aku selama ini aku menjadi maknae palsu… aku menipu mekalian semua…… sebelum debut aku ingin mengakui ini semua,aku sangat menyesal… maafkan aku…” kataku lantang sambil membungkukan badan, mereka tampak berbisik dan bingung.

“kau bercanda?” tanya Chen kaget.

“tidak… aku memang sudah 24 tahun,”

“ini tidak lucu…” kata xiumin.

“kenapa kau berbohong? Jadi selama ini kau pura – pura jadi member yang paling muda?‼” kata chanyeol marah.

“maafkan aku?” kataku sambil membungkukkan badan.

“maaf? Apa dengan maaf semua nya akan baik – baik saja?” kata Baekhyun.

“hah… kepalaku jadi pusing… lalu kita harus bagaimana?” kata kai menggaruk kepalanya.

“suho hyung kris hyung kenapa kalian diam saja?!” tambah Dio.

“kris gege kenapa juga diam?” tanya Lay.

“aku hanya ingin jujur dan terus terang saja… kumohon maafkan aku teman teman. Suho dan kris sudah tau tentang semua ini,”

“mwo???”

“benar aku dan Kris sudah mengetahui umur Luhan yang sebenarnya. Ku harap kalian bisa memaafkan Luhan hyung,” kata Suho kalem. Semua terlihat memasang wajah kesal dan jengkel. Aku bingung harus bilang apa lagi apa yang harus aku katakan? Bantu aku…

Aku melihat ke arah sehun, dia menundukkan muka jangan – jangan ia menangis. Aku berlari mendekatinya, aku melihat wajahnya. Benar dia menangis.

“sehunnie maafkan aku…” kataku sambil menahan tangis. Dia diam saja, aku memegang bahunya.

“pembohong! Aku benci dengan pembohong sepertimu! Lepaskan tanganku itu‼!” sehun menepis tanganku kasar hingga aku hampir terjatuh Suho memegangiku.

“sehunnie…”

“jangan panggil namaku seperti itu lagi‼! Aku membencimu!” sehun keluar dari studio dan member lain mengikutinya. Aku hanya bisa terdiam sambil menahan tangis mereka semua melirikku sinis. Tidak apa – apa Luhan… ini adalah konsekuensi semua kebohongan selama ini. Suho dan kris masih menjagaku memegangiku agar tidak jatuh.

“sabar hyung semua akan kembali seperti semula… don’t worry ok…” kata Kris sambil menepuk bahu ku, aku mengangguk lemas.

“sudah semua akan baik – baik saja!” suho terus menghiburku dengan kata – kata manisnya. Mungkin jika tidak ada suho dan kris aku tidak akan sanggup melewati ini sendiri.

Luhan POV end

Beberapa hari semenjak pengakuan luhan tentang usia aslinya, semua tidak berjalan baik – baik saja. Mereka semua menjauhi luhan dan tidak mau berbicara dengan luhan. Hanya kris dan suho yang ada sisi luhan untuk menghibur hati pria berwajah imut itu. Kadang luhan merasa kesepian dan sendiri sekarang, sehun yang selalu di sampingnya kini mendiamkannya. Dia marah karena Luhan membohonginya selama ini. Kata maaf sudah ribuan kali ia ucapkan tapi itu tidak membuatnya dimaafkan.

Malam itu luhan jalan – jalan sendirian di taman dekat rumah orang tua angkatnya, dia terus berjalan hingga depan toko ayah angkatnya, ia mengintip sedikit. Toko mau tutup, ia ingin berkunjung tapi takut mengganggu. Luhan ingin curhat dengan ayah angkatnya, tapi sepertinya dia sedang sibuk. Luhan tersenyum tipis, kemudian berjalan menuju halte bus. Dia akhirnya pulang ke dorm.

Di dalam dorm mereka semua sedang makan malam tanpa luhan. Hari ini Suho membeli banyak makanan untuk adik – adiknya. Mereka makan dengan lahap tapi sehun masih diam menatap mangkok nasi di depannya. Ia masih memikirkan luhan di luar sudah makan atau belum, tapi di sisi lain ia juga marah pada Luhan.

“sehun kenapa tidak makan… nanti nasi nya dingin,” kata chen pada sehun.

“aku tidak nafsu makan…” kata Sehun.

“maknae ayo makan nanti kamu sakit… aku suapi ya… ayoo aaa… buka mulutmu!” kata baekhyun sambil mengambil daging dengan sumpitnya kemudian menyuapi sehun. Sehun teringat dengan Luhan yang dulu juga sering membujuknya makan dan menyuapinya seperti itu. Raut wajah sehun langsung berubah menjadi sedih.

Tiba – tiba pintu terbuka Luhan datang, ia menyapa teman temannya yang sedang makan malam.

“annyeonghaseyo… selamat malam,” sapa ramah Luhan, dengan senyum menghiasi wajahnya. Ekspresi semua terlihat kesal melihat luhan datang.

“kenapa kau masih di sini!” kata Dio.

“yya‼ kyungsoo jangan omonganmu! Luhan kau belum makan kan? Ayo makan malam sama kami,” bujuk Suho.

“annio… aku sudah makan malam tadi, trimakasih. Kalian bisa melanjutkan makan malam kalian…”

“bohong kau belum makan tadi siang, cepat kesini” Suho menarik tangan Luhan dan mengajaknya ke meja makan. Hal itu menbuat tidak nyaman member yang lainnya. Luhan di paksa oleh Suho akhirnya duduk bersama member lainnya. Suho mengambilkan Luhan semangkuk nasi. Semua member menatap luhan sinis. Sehun tidak melihat ke arah Luhan sedikitpun.

“kau membuat nafsu makanku hilang!”keluh chanyeol.

“aku malas makan bersama penipu sepertimu!” kata baekhyun sambil meninggalkan meja makan. Di susul chanyeol dan beberapa member lainnya. Luhan hanya menundukkan wajah. Kris menatap Luhan iba. Sehun masih duduk dia tidak bergeming.

“YYA‼! Kalian kembali duduk di meja makan sekarang‼!” kata Suho kesal.

“sudah hyung jangan pedulikan mereka…” suho menepuk pundak Luhan.

“aku merusak suasana ya? aku mengganggu makan malam kalian ya? Memang pembohong seperti ku tidak pantas untuk makan malam bersama kalian… maafkan aku…”

“sudah jangan bilang seperti itu mereka semua belum dewasa dan masih anak – anak sebentar lagi mereka akan memaafkanmu, sabar saja…” aku mengangguk lemas. Tiba – tiba sehun berdiri.

“aku permisi dulu… aku mau tidur,”

“yya sehunnie kau bahkan belum makan sedikitpun!” kata suho.

“aku tidak lapar…” kata sehun. Kemudian meninggalkan aku suho dan kris.

“bahkan sekarang sehun meninggalkanku…” kata Luhan dalam hati.

Suho menegur member yang lainnya karena terus memusuhi Luhan. Tapi tak ada yang mendengarkan leader yang satu ini. Akhirnya Suho menyerah dan kembali ke dapur.

Kris membisikan sesuatu pada suho.

“mwo? Luhan pergi???”

“jangan keras – keras nanti menejer bangun dan menjadi masalah besar,”

“kita cari dia sekarang…”

Hujan turun sangat deras, luhan membiarkan seluruh tubuhnya basah. Dia duduk sendirian di sebuah bangku taman tidak jauh dari dorm. Luhan menangis namun karena air hujan yang turun membuat air matanya tak terlihat. Tubuh kecilnya itu mengigil kedinginan, sempat ada pikiran untuk mengundurkan diri dan kembali ke Beijing, tapi itu sama saja mengubur impian nya dari kecil untuk menjadi seorang penyanyi.

Tiba – tiba ada seseorang yang memayunginya, luhan melihat ke atas. Seorang namja bertubuh tinggi berdiri di depannya.

“kris…”

“apa yang kau lakukan di sini… bodoh! Ayo pulang… suho sangat mengkhawatirkanmu!”

“tidak… aku tidak mau pulang ke dorm… aku tidak bisa aku hanya mengganggu ke saja…”

“coba waktu itu kau tidak berbohong seperti ini… berdiri! Kau tidak bisa seperti ini, sebenatar lagi kita debut… kau sudah tidak bisa melarikan diri lagi…”

“kenapa sekarang kau jadi banyak bicara seperti itu? Kau belum pernah… bukan kau tidak merasakan apa yang aku rasakan sekarang! Jadi diam saja dan kembali ke dorm…‼” bentak luhan, kemudian meninggalkan Kris.

“fine… aku tidak akan mengajakmu pulang ke dorm! Tapi setidaknya keringkan tubuhmu… makanlah sesuatu yang hangat!”

“kau mau mengajakku ke mana?”

Kris mengajak Luhan ke sauna, di sana mereka mengganti baju mereka yang basah. Dan makan ramen berdua.

“kris terimakasih…”

“iya hyung…”

“sudah nanti mie mu mengembang…… aku yakin mereka akan memaafkanmu besok… jangan menangis lagi…”

……

Sehun tidak bisa tidur mala mini dia mengambil hp dan melihat gantungan hp nya itu kado ulang tahun Luhan untuknya. Gantungan hp berbentuk kupu – kupu terbuat dari kaca, sangat indah. Setiap melihatanya Sehun selalu teringat dengan Luhan. Tapi perasaannya masih sakit karena Luhan selama ini membohonginya. Sehun mebuka gallery foro di hp nya, banyak sekali selca yang ia ambil bersama Luhan. Ia menjadi semakin merindukan Luhan……

“lulu I miss you…” kata Sehun lirih.

Di Sauna Luhan duduk sendirian sambil memeluk kakinya, Kris sudah tertidur di sebelahnya. Luhan tiba – tiba memikirkan Sehun. Ia rindu tawa polos sehun dan Lisp sehun ketika berbicara. Ia juga rindu mata mengantuk Sehun… apa yang sehun lakukan sekarang? Luhan terus memikirkan namja yang sudah seperti adiknya sendiri itu…… Luhan sangat merindukan Sehun….

“sehunnie… I miss you…” kata Luhan lirih.

TBC

/// preview next part////

Baekhyun dan Chanyeol memakai meja yang biasa di pakai Sehun dan Luhan untuk minum bubble tea bersama. sehun sangat kesal melihatnya, setiap langkahnya ia teringat luhan…

sehun menjadi sangat pemurung semenjak Luhan luhan memberi tahu usia aslinya. ia masih marah pada Luhan… Baekhyun mencoba menghibur Sehun yang sedih dengan menyanyi dan menari Tiga Beruang dengan gaya luhan, chanyeol tertawa terbahak – bahak melihat Baekhyun sangat aegyo. Sehun malah semakin marah dan akhirnya menangis sendirian di kamarnya…

“luhan kemana?” tanya sehun panik.

“ia kembali ke beijing…”

/////

hei… semua #tabarbungamawar

ada yang kangen sama aprela? *engga*

ya udah… :(((

mianne ya udah 2 minggu lebih sehari ff ni ga bisa di post tpt pada waktunya 🙂 aprela waktu itu lagi UKK… ini aja belum selesai tp nekat OL demi readers tercinta :*

mianne ya klo banyak yang typo aprela lg sibuk sekali nih… ga sempet edit macem – macem. Typo itu seni #myquote 😛 #plakkk

the last

102 responses to “Baby Face, Luhan part 9

  1. Haduh Luhan kenapa kau lucu sekali? Padahal kau tua. Kau tidak bisa menutupi wajah imutmu dgn usiamu yg tua

  2. Annyeong, joneun Hanna imnida..
    Author ini ff pling keren yg pernah aku bca, ceritanya bgus bgt.. kasian Luhan gege nya di jauhin sma member lain.. feelnya dpet bgt, terus berkarya thor.. aku dukung semua karyamu..

    #maaf klo gk sopan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s