Confession (2 of 2 END)

Tittle :: “Confession”

Author :: beyawagril a.k.a hyun mi

Cast :: Lee Jin Ki ( Onew ), Lee Ji Eun ( IU )

Support Cast: Kim Ki Bum ( Key ), Kang Min Hyuk, Seohyun

Cameo :: Jang Wooyoung, Jung Yong Hwa

Length ::  Twoshot

Gendre :: Friendship, romance [??]

 Note :: ini pertama kalinya aku bikin FF dengan 2 permasalahan, mianhae jika ngerasa bingung sama alurnya. Namanya juga pertama kali.. kekeke… mohon maaf jika kurang berkenan. Happy reading ^^. Don’t be silent riders

LIDERONYU used to be Choi_Jinhya NOTE: Annyeoooooong…..berhubung aku lagi hiatus nulis, jadi sekarang ini aku publish FF punya temenku, sedangkan disini aku cuman jadi beta reader aja, hanya sekedar merevisi typo kekeke. Hmm.. kebetulan banget nih castnya 2 biasku Onew dan IU, karena waktu itu pernah ada reader yang minta pairing Onew-IU, sekarang ini aku kasih recomend FF ini buat para readers, dijamin ceritanya menarik dan seru!! Selamat membaca~^^

PREV PART
+++++++++

“ kau benar-benar tidak ada janji lain lagi hari ini?” Tanya Jin Ki memastikan sebelum mereka memasuki  bioskop.

“ ne… hari ini aku tidak akan meninggalkan mu lagi.”janji Ji Eun, Jin ki pun tersenyum mendengar kata-kata Ji Eun. Tapi cerita berkata lain, saat asyik menonton tiba-tiba Ji Eun mendapat panggilan dari Wooyoung, dan seperti yang Jin Ki tau bahw sebentar lagi Ji Eun akan meninggalkan Jin Ki sendiri LAGI!

“ pergilah…” ucap Jin Ki bahkan sebelum ji Eun mengucapkan apapun. Ji eun hanya menatap sedih kea rah jin Ki yang tidak menatap dirinya saat bicara. Jin ki menggenggam erat soft drink ditangannya. Jin ki berlari keluar mencari Ji Eun, mencoba untuk mencegahnya pergi. Tapi kini Ji Eun benar  – benar pergi. Jin ki terlihat meneteskan air mata ditengah kerumunan orang yang berlalu lalang.

Part 2~

Seharusnya kau menahanku lebih cepat. Kau bahkan tidak memberiku kesempatan bicara. Lee Jin Ki~ah`, seperti inikah kau saat aku meninggalkanmu? Berlari mencari ku, berusaha menahanku walau terlambat? Menangis seorang diri tanpa aku yang menyeka air matamu? Minahae… jeongmal mianhae Jin Ki~ah”  Ji Eun menangis di balik tembok, bersembunyi menatap Jin Ki yang juga menangis di tengah keramaian. Ji Eun tidak benar-benar meninggalkan Lee Jin Ki saat itu.

******

“ Aku sibuk, kembalilah lain waktu” ucap Wooyoung tanpa menatap kearah Ji Eun saat Ji Eun menghampiri Wooyoung di kantornya.

“Aku tidak akan kembali lain waktu. Aku kemari hanya mengembalikan ini” ujar Ji Eun seraya menyerahkan cincin dan kalung pemberian Wooyoung. Namja berwajah imut itu pun bingung dengan apa yang dilakukan Ji Eun.

“Aku rasa hubungan kita cukup sampai disini, hubungan? Enntahlah ini bisa disebut hubungan atau tidak, tapi cerita kita berakhir sekarang” ujar Ji Eun lagi

Waeyo?” Tanya Wooyoung yang sekarang menatap wajah Ji Eun

“Kenapa katamu? Hubungan kita hanya sebuah status, itu sungguh tidak nyaman. Kau bahkan tidak pernah menelpon ku sekedar menanyakan apa aku sudah makan? sedang apa? Atau apa aku baik-baik saja? Kau selalu menelpon hanya untuk sesuatu yang penting. Mengajakku makan dengan klien, atau menemani mu membelikan hadiah untuk klien. Aku ini bukan barang yang bisa kau pamerkan kesana kemari. Kau bahkan tidak tahu satu orang pun temanku. Kau tidak pernah perduli tentang hidupku, tentang diriku. Kau hanya perduli pada hidupmu sendiri. Aku bodoh melepaskan kau yang sudah mapan sebagai calon suamiku, tapi akan lebih bodoh lagi jika aku terus bersamamu. Aku selalu mengerti dan memahami mu, jadi ku mohon kali ini mengerti aku. Aku lelah” jelas Ji Eun. Wooyoung hanya menatap sendu kearah Ji Eun.

arraseomianhae, aku selalu berpikir bagaimana bisa menjadi sukses. Bukan untuk diriku, tapi untuk kita. Mungkin caraku salah, maafkan aku” ucap wooyoung lirih.

“kau sudah sukses dalam karir mu, hanya saja kau belum sukses dalam cara membahagiakan wanita. tidak selamanya materi menjadi kebahagiaan untuk wanita” kata Ji Eun lagi. Wooyoung hanya mengangguk dan menawarkan mengantar Ji eun pulang.

******************************

“Ini sudah satu tahun dia kembali ke Korea, apa belum terlambat untuk menghubunginya lagi?” ucap key pada minhyuk di studio music tempat mereka biasa latihan.

“tentu saja terlambat!!! Dan akan lebih lambat lagi jika kau tidak menghubungi nya sekarang. Waktu terus berjalan hyung,” kata Minhyuk sambil membersihkan Drum kesayangannya.

“lalu aku harus bagaimana? Aku merasa bersalah atas kejadian 3 tahun lalu. Seandainya aku bisa menahan perasaanku saat itu” ucap key dengan penuh penyesalan

“ memang apa yang kau lakukan saat itu?” Tanya minhyuk

“ kau belum cukup dewasa untuk tau hal itu” elak key

“YA!!! Apa kau melakukan sesuatu yang terlarang?” tuduh minhyuk

“YA Kang Minhyuk!!! Apa yang ada dipikiranmu huh?” seru key seraya memukul kepala Minhyuk

“lalu apa???” desak minhyuk sambil mengusap kepalanya

“aku hanya menciumnya “ sahut key pelan

MWO??? 3 tahun yang lalu?? Kau bahkan saat itu di tingkat 2 SMA. Otakmu yadong ternyata hyung” ujar minhyuk

“ah.. itu karena aku tidak tahu bagaimana caranya mengungkapkan perasaanku. Aku terlalu takut saat itu, takut kalau ia akan menolakku dan benar-benar pergi meningalkanku.” Ucap key lirih sambil memetik senar gitar yang di pegangnya

“jadi kau juga belum mengungkapkan perasaanmu? Bahkan setelah kau menciumnya?” selidik Minhyuk

ne“ kata key

“LALU APA BEDANYA KAU DENGAN JIN KI HYUNG???? Kalian berdua sama-sama pengecut!!!” teriak Minhyk geram

“memang.. aku memang tidak ada bedanya dengan Jin ki hyung, arrrhk…jika ia tahu cerita sebenarnya jika aku belum menyatakan cintaku pada Seohyun. Aku pasti mati di makan olehnya” ucap key sambil bergidik ngeri membayangkan kemurkaan Jin ki.

aigoo…. Apa hanya aku lelaki sejati disini??” ujar minhyuk sambil memandangi wajahnya di cermin.

“ YAA!!! Solusi untuk masalahku apa??” Tanya key pada minhyuk.

*******************

Noona, Ini aku Key, lama tidak bertemu. Apa kau baik-baik  saja?aku harap begitu.” Dengan saran Minhyuk, Key memberanikan diri untuk mengirim pesan kepada Seohyun.

aish…. Ini memalukan. Sms ku tidak mendapat balasan. Aku malu kang minhyuk~ah” ujar Key seraya menjambak-jambak kepala Minhyuk.tiba-tiba handpone Key berbunyi, ada telpon dari nomor yang tidak terdaftar. Key lalu menyuruh Minhyuk untuk mengangkat telpon karena mood key sedang kacau. Key menyuruh minhyuk untuk mengatakan jika key sedang tidak berada di tempat.

Minhyuk :: “ Yeobseo

Minhyuk :: “ nuguya?? Key Hyung?? Ah… sayang sekali Key hyung sedang tidak di tempat. Telpon saja lain kali. Annyeong Seohyun Noona

Mendengar nama Seohyun, Key langsung berlari kearah Minhyuk untuk mengambil telpon genggamnya, saat Key mengambil kembali ponselnya ternyata panggilannya sudah terputus.

“kenapa kau matikan????!!!” teriak Key geram

“bukankah kau sendiri yang bilang jika ada yang mencarimu katakan jika kau tidak ada??” sahut minhyuk polos

babo!!!!!!! Bagaimana bisa kau juga mengatakan itu pada seohyun noona. Kau ini!“ key melingkarkan lengannya ke leher minhyuk, membuat namja imut itu susah bernafas.

“telpon balik saja, apa susahnya?  Baboya!” ucap minhyuk di sela-sela nafasnya. Key pun langsung melepaskan lengannya dan lalu mencium minhyuk.

“ah.. kau pintar sekali” ucap key girang lalu menjauh dari minhyuk untuk menelpon Seohyun lagi. Sementara Minhyuk sibuk membersihkan wajahnya yang dicium oleh key.

******************

Jin ki sekarang berada tidak jauh dari rumah Ji Eun, ia menunggu Ji Eun pulang untuk menyatakan perasaannya. Sebuah mobil berwarna hitam melintas di depan Jin Ki dan berhenti tepat di muka rumah Ji Eun. Jin ki yang sedari tadi berdiri mematung mulai menggerakkan kakinya untuk mendekati rumah Ji Eun. Saat dilihatnya Jang Wooyoung  turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Ji Eun, Jin Ki kembali menghentikan langkahnya dan mematung melihat keduanya berjabat tangan.

Jin ki menggenggam erat dada-nya yang penuh sesak oleh perasaan cemburu dan sakit hati. Terlihat Ji Eun membenarkan letak dasi Wooyoung sebelum akhirnya Ji Eun meletakkan tangannya di dada Wooyoung. Jin Ki melihat kearah dadanya sendiri, mengharap Ji Eun menyentuh dadanya yang terasa sakit itu.

Walau dengan mata terpejam, air mata Jin Ki tetap bisa mengalir saat ia melihat Wooyoung memeluk dan mencium kening Ji Eun. Jin ki merasa hatinya hancur berantakan. Ia berbalik dan menjauh pergi dari sana.

************

“tidak apa-apa jika aku memelukmu? Terakhir kali sebagai seorang kekasih?” Tanya Wooyoung kepada Ji Eun. Ji Eun hanya mengangguk dan mendekapkan tubuhnya kepada Wooyoung. Wooyoung memejamkan mata, menahan air mata yang ingin sekali ia tumpahkan.

“Ji eun~ah… akan sangat sulit untuk benar-benar menjauh darimu, apa kita masih bisa bertemu sesekali? Hanya sebagai Oppa dan dongsaeng saja?” Tanya wooyoung saat dalam pelukan. Ji eun kembali mengangguk dan wooyoung semakin erat memeluk Ji Eun.

“Lee Ji Eun… saranghae” ucap Wooyoung dengan air mata di pelupuk matanya, ia lalu mencium kening Ji Eun dan menunggu beberapa saat kalau saja Ji eun membalas ucapannya. Ternyata tidak, Ji eun hanya menghapus air mata yang jatuh dari mata Wooyoung. Wooyoung berbalik masuk kedalam mobil dan pergi. Ji eun menatap dengan sedih kepergian Wooyoung.  “mianhae” gumam Ji eun lirih.

**********************

Key berada di sebuah coffe shop tempat ia dan seohyun janji untuk bertemu.

*flash back*

Key :: “ye-yeobseo”

Seohyun :: “ki bum ah~ “

Key :: “Noona… bagaimana kabarmu?”

Seohyun :: “tentu saja baik, aku harap kau juga begitu”

Key :: “tentu saja. Ini sudah setahun, apa aku terlambat untuk mengucapkan welcome back?”

Seohyun :: “tentu saja terlambat!! Kau ini…”

Key :: “lalu, aku harus bagaimana?”

Seohyun :: “traktir aku coffe”

Key :: “coffe?? Baiklah, kapan??”

Seohyun :: “2 jam lagi”

*flash back end*

Key yang saat itu mengenakan jaket baseball berwarna kuning dengan lengan berwarna hitam, dipadu dengan jaket Hoodie dalamnya berwarna putih terlihat sedang menikmati coffe nya sambil sesekali melihat kearah jam yang menempel di dinding. Ia terlihat tidak sabar untuk segera bertemu, terbukti setiap kali ia melihat waktu, setiap kali itu juga ia menghela nafas panjang.

“pundak mu semakin lebar sekarang“ Seohyun mengagetkan Key dengan menyentuh pundak pria tampan itu.

noona” seru key dengan senyum lebar memamerkan gigi-gigi putihnya.

ne.. lama menunggu? Mianhae, aku ada urusan sedikit tadi” ujar Seohyun sambil menggeser kursi duduknya.

gwaenchana…” ucap key yang sudah mulai kebingungan mencari kata-kata.

“kau Nampak semakin dewasa dari 3 tahun yang lalu” puji Seohyun, key terlihat malu atas pujian tu.

mianhae” ucap key dengan wajah serius

mwo?” Tanya seohyun yang terkejut mendengar ucapan key

“3 tahun yang lalu, di bandara. Maafkan aku. Maaf karena aku baru bisa mengucapkannya sekarang” kata key sambil menatap lekat ke dalam mata Seohyun. Seohyun hanya tersenyum lembut dan memegang tangan Key,

“maafkan aku juga “ ucap seohyun, key memasang ekspresi bingung.

“untuk apa?” Tanya key, Seohyun terlihat mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

“jika ada waktu, ku mohon datanglah” ujar seohyun sambil menyerahkan sebuah undangan kepada key.

**************

“katakan jika kau mencintainya, itu tidak akan berarti lagi jika ia mengetahuinya dari orang lain dan bukan dari mulutmu sendiri” minhyuk menceramahi Jin ki kali ini.

“aku sudah ingin melakukan itu dua kali, tapi selalu saja gagal. Disaat yang tidak tepat, jang wooyoung selalu menelponnya dan ia selalu meninggalkan ku seorang diri tanpa berhasil mengutarakan perasaanku.” Ujar Jin Ki yang sedari datang ke kost-an minhyuk hanya tidur-tiduran saja.

“dan kau membiarkannya pergi begitu saja?” Tanya minhyuk

“apa lagi yang bisa aku lakukan?” jin ki balik bertanya

aaigoo…. Kill me God!! Yaa kau harus menahannya agar tidak pergi. Itu saja kau masih bertanya padaku. bagaimana kau lulus dari sekolah dengan otak ala kadarnya seperti ini?” jawab minhyuk penuh emosi.

“apa aku punya hak untuk menahannya?” Tanya jin ki lagi

“kau tidak punya hak untuk itu, tapi itu adalah KEWAJIBAN mu. Sebagai seorang Sahabat, sebagai seseorang yang menyukainya lebih dari 10 tahun yang lalu. Kau bilang jika Ji eun tidak bahagia saat bersama pacarnya, kenapa kau selalu membiarkannya bertemu pacarnya?” ujar minhyuk panjang lebar

“entahlah, terkadang ia terlihat bahagia… terkadang juga tidak” kata jin ki

“sekarang temui dia… ajak dia untuk kencan dan nyatakan perasaanmu. Jangan perdulikan pacarnya, kau cukup perdulikan perasaanmu saja. Dalam cinta, seseorang perlu sesekali bersikap egois” ujar minhyuk seraya menarik Jin ki menjauh dari tempat tidurnya.

“ ya!! Apa yang kau lakukan???” protes jin ki yang merasa terganggu

“ aku juga lelah hyung, baru saja pulang dari kampus tiba-tiba kau sudah muncul di dalam kamar kost ku. Aku juga lelah memberi nasehat kepada dua orang hyung yang sama payahnya. Yang satu menyukai wanita sudah lebih dari 10 tahun tapi tetap saja yidak berani mengungkapkannya. Yang satu juga begitu, menyukai wanita tapi tidak bernyali untuk mengungkapkannya.” Cerocos minhyuk

“siapa yang kau maksud dengan yang satunya?” Tanya Jin Ki

“key hyung lah.. siapa lagi?” minhyuk keceplosan

MWO??? Jadi dia juga belum menyatakan cinta pada Seohyun? Dia membohongi kita jika ia dan seohyun sudah putus, kapan pacarannya jika ia juga belum menyatakan cinta??? Arrrkh… kim ki bum, tamat riwayatmu jika bertemu nanti!” Jin ki mengomel sendiri

arraseo… sekarang pergilah hyung. Ku mohon, aku ingin tidur” pinta Minhyuk

**********************

“jika ada waktu, ku mohon datanglah” ujar seohyun sambil menyerahkan sebuah undangan kepada key.

“apa ini?” Tanya key sambil menggenggam erat undangan yang diberikan seohyun.

“undangan pernikahanku.” Jawab seohyun sedikit berbisik

wae??” Tanya key lagi

“apa yang kenapa? Harusnya aku yang bertanya kenapa padamu. Kenapa kau tidak menghubungi ku selama 3 tahun ini? Kenapa setelah kau menciumku, kau malah menghilang dari hidupku? Apa kau mempermainkan aku?” ujar seohyun

“kau tahu, aku pikir kau marah padaku atas ciuman itu”

“benar.. aku memang marah, kenapa kau lebih memilih untuk menciumku terlebih dahulu daripada kau mengungkapkan perasaanmu padaku? Aku mengharapkan sesuatu yang lain saat perpisahan kita, sesuatu yang selalu membuatku ingin pulang ke Seoul. Yaitu kau! Aku perlu sebuah pengakuan cinta.” Kata-kata seohyun menampar pikiran Key yang selama ini salah. Selama ini Key berpikir jika Seohyun benar-benar marah padanya, nyatanya tidak seperti itu. Seohyun hanya menunggu, menunggu key untuk menghubunginya dan menyatakan perasaannya yang sebenarnya.

“itu sudah tidak berguna lagi, aku dan Yong Hwa akan segera menikah. Mungkin harus seperti ini ceritanya, aku yang sangat ingin menikah muda tidak mungkin bisa menunggumu yang bahkan belum genap 3 tahun di bangku kuliah” Lanjut seohyun seraya bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar. Key terdiam menatap undangan yang bertuliskan nama Jung Yong Hwa & Seo Joo Hyun. Seohyun berjalan semakin jauh dari coffe shop dengan air mata di wajahnya.

“ Seohyun noona “ teriak key dari kejauhan memanggil Seohyun. Tapi seohyun tidak mendengar dan hanya berjalan lurus.

“ Seohyun sshi-“ Key terus saja memanggil nama Seohyun sambil berlari mengejarnya.

“ Seohyun ah~” teriakan Key kali ini terdengar samar oleh Seohyun yang segera menghentikan langkah kakinya dan tetap berdiri membelakangi Key yang terlihat lelah mengejarnya.

waeyo?” Tanya seohyun sambil berbalik, sesaat setelah ia menghapus air matanya.

“seohyun ah~ apa kau mencintaiku?” Tanya key sambil memegang kuat pundak seohyun.

“apa itu penting sekarang?” seohyun enggan menjawab

“katakan! Apa kau masih mencintaiku?” ujar key lagi

“tidak ada kata ‘Masih’ karena perasaan ini tetap sama seperti dulu” Seohyun menjawab pertanyaan Key dengan air mata di wajahnya. Key meraih Seohyun yang menangis kedalam pelukannya, key juga menangis saat itu.

“aku mencintaimu Seohyun ah~…. Dulu, sekarang dan nanti. Maafkan aku karena baru mengungkapkannya sekarang. Maaf” ucap key dalam tangisnya, membuat Seohyun semakin terpuruk dalam kesedihan.

“harusnya kau datang lebih cepat dari sekarang. Aku mungkin rela mengorbankan harapanku menikah muda, asalkan itu bersamamu.” Seohyun bicara sambil memukul – mukul dada key yang masih menjadi sandaran kepalanya.

mianhaejeongmal mianhae” hanya itu kata-kata yang bisa key ucapkan. “bahagialah, aku akan selalu mendo’akan kebahagiaanmu noona.” Ujar key dengan senyum saat melepaskan pelukannya. Saat itu juga ia melepaskan seohyun dari hatinya. “aku pikir hari ini akan sangat menyenangkan karena aku bisa kembali bertemu denganmu. Aku juga ingin mengatakan perasaanku padamu hari ini, tapi ini sungguh tidak terduga. Hari ini luar biasa” lanjut key lagi.

“berjanjilah kau akan datang” ujar seohyun sambil membersihkan sisa air mata di wajahnya.

“tentu saja aku akan datang.” Key tersenyum cerah untuk meyakinkan seohyun.

************

Jin ki mengajak Ji eun bertemu, kali ini Jin ki sengaja menjemput Ji Eun di rumahnya. Ji eun penasaran kemana ia akan di ajak Jin ki pergi, tapi Jin ki hanya diam membisu sampai akhirnya mereka tiba di sebuah tempat yang terdapat banyak gembok bertuliskan nama setiap pasangan, yaa… mereka ada di namsan tower.

“apa yang akan kita lakukan disini?” Tanya ji eun penasaran, belum lagi Jin Ki menjawab pertanyaan Ji eun. Ponsel Ji Eun berbunyi dan itu telpon dari Jang wooyoung lagi. Jin ki yang mengetahui itu dari wooyoung, langsung mengambil beberapa langkah menjauh dari Ji Eun, memberinya waktu untuk bicara dengan Wooyoung.

“wooyoung memintaku untuk menemuinya sekarang, aku harus mengambil barang yang tertinggal di tempatnya” ujar Ji eun saat menghampiri Jin ki. Jin ki hanya diam sambil memandang Ji eun.

“aku akan segera kembali” Ji eun mencoba untuk menghibur Jin ki. Ji eun berbalik hendak pergi, tapi langkahnya terhenti karena Jin ki memegang erat lengan Ji Eun.

“ angan pergi!”  ujar Jin ki sambil menatap tajam ke mata Ji eun. “bisakah kau jangan pergi?” ujar jin ki lagi.

Ji eun tersenyum senang dan mengangguk. “harusnya kau lakukan ini sejak dulu. Dasar Lee Jin Ki bodoh”

Ji eun kembali mengulang pertanyaannya tadi

“untuk apa bertanya lagi? apa yang biasa orang lakukan disini?” jawab Jin Ki seraya mengeluarkan sebuah gembok dengan kertas  berwarna pink yang menempel di atasnya.  Lee Ji eun membaca tulisan yang ada di kertas itu, Lee Jin Ki & Lee Ji Eun. Ji eun tersenyum melihatnya. Jin ki mengaitkan gembok itu di sela-sela gembok lainnya dan meminta Ji Eun untuk membuang kuncinya.

“ kenapa tidak terpikir olehku untuk mengunci nama kita berdua disini. Kita pasti bisa jadi sahabat selamanya, sampai aku tua dan jelek, aku akan tetap menjadi sahabat Lee Jin Ki” ujar Ji eun seraya tersenyum manis kearah Jin ki, sejenak kemudian ia berbalik dan berjalan pergi dengan ekspresi wajah yang muram.

“Ji eun~ah“ suara Jin ki menghetikan langkah kaki Ji Eun

“sebelumnya boleh aku mengatakan sesuatu?” lanjut Jin ki dengan memandang punggung Ji Eun yang membelakanginya.

“tentu saja” ujar Ji Eun seraya membalikkan badannya.

“pengakuanku hari ini! tolong jangan pernah lupakan ini. Aku mencintaimu.. sebagai seoang sahabat, teman dan sebagai seorang pria. Aku mencintaimu, tidak ada kata – kata lain yang ingin aku ucapkan. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Lebih dari semua kata yang ada.” Jin ki kembali menatap mata Ji eun dalam, Ji eun membisu karena rasa terkejutnya.

“ini semua seperti mimpi. Kau yang datang kepadaku, terasa seperti mimpi… Lee Jin ki ah~ nado saranghae” ucap Ji Eun setelah beberapa saat membisu.

******************

MWOOOO??? MENIKAH???? BESOK???” minhyuk shock mendengar cerita Key tentang pertemuannya dengan seohyun  kemarin

“YAA!!! Kenapa kau yang histeris? Iya.. besok” ujar Key santai.

“kau datang hyung?” Tanya minhyu

“apa kau gila?? Tentu saja….. tidak!!!!!” jawab key seraya meremas undangan pernikahan seohyun

“bukankah kau bilang padanya bahwa kau akan datang?” Tanya minhyuk lagi.

“kau harus mendaftarkan ku ke rumah sakit jiwa setelah dari pernikahan seohyun. Aku tidak sanggup”

“ckckck… cinta memang rumit. Apa kau sakit hati hyung?”

“jika ada kata yang bisa melebihi kata sakit hati, maka itulah perasaanku sekarang”  ujar key

“apa kau masih menginginkannya?” lagi dan lagi minhyuk bertanya pada key

ani… memang sulit, tapi aku akan mencoba dengan perlahan” kata key

“ Kim Ki Bum Hyungfighting!!!” seru minhyuk penuh semangat, keduanya lalu tertawa.

Key mengirim pesan pada Seohyun malam sebelum pernikahannya esok hari.

“Noona… maaf aku tidak bisa menepati janjiku, aku memang pengecut. Maafkan aku, dari sini aku mendo’akan untuk kebahagiaanmu. Noona kau harus bahagia, arraseo =)) selamat malam.”

***************

“ in Ki~ah`… sekarang aku mengakui hatiku untukmu. Hanya surga yang tahu isi hatiku.” Ucap Ji Eun saat berada dalam pelukan Jin Ki

“saat aku melukaimu dengan kesalahanku, sekali pun kau tidak pernah menyalahkan ku. Kau selalu tersenyum, kau bilang semua baik – baik saja. Saat aku membuatmu marah karena selalu meninggalkanmu sendiri, kau bisa saja marah padaku, tapi kau justru mempercayaiku dan bilang jangan khawatir.” Lanjut Ji Eun lagi

“apa kau percaya jika aku katakan semua itu karena cinta?” ujar Jin Ki sambil membelai lembut rambut ji eun yang ada dalam pelukannya.

“apa cinta sehebat itu?” Tanya ji eun

“tentu saja… cinta lah yang mampu membuatku bertahan selama 10 tahun lebih kepadamu, cinta juga lah yang membuatku berani menyatakan perasaan padamu” jawab jin ki

“dan cinta juga lah yang akhirnya membuatku menyerahkan hatiku kepadamu” kata Ji eun, mendengar itu jin ki tersenyum lalu mencium kening ji eun.

“aku egois jika berharap hatimu akan tetap sama selamanya. Setiap hari aku akan melakukan yang terbaik hanya untukmu. Aku berjanji” ucap Jin Ki sambil menatap ke wajah yeojachingu nya yang manis itu. Mereka saling memandang satu sama lain sambil tersenyum, kemudian Ji Eun kembali memeluk erat pria penyuka ayam di depannya itu.

-The End –

Advertisements

14 responses to “Confession (2 of 2 END)

  1. pada akhirnya si jinki bisa juga nyatain perasaannya
    itu minhyuk jadi biro jodoh bgt ya dia .
    kesian key di tinggal nikah seohyun sabar ya key sabar

    daebak ini ff

    JINKI – JIEUN …

    pokonya daebak ini ff suka sama castnya my bias IU n SHINee

  2. *plok plok plok* bagus thor..
    ff ini keren bgt, meski di lain sisi ada yg sakit hati..
    key oppa hwaiting!!!

  3. SUKAA BANGET. Seandainya ceritanya dibikin rada rumit dan partnya lebih panjang pasti seru. Dapet banget feelnya, pas si Jinki sakit hati berasa bangettt. Daebak thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s