Your Heart is My Favorite

Author : Vankyu (@bluavania)

Main Cast : You / Reader & your Bias

Genre : Romance

Rating : PG-15

Length : Ficlet

Catatan Author:  Annyeong chingudeul~ Vankyu hadir lagi. Mianhae, bukannya ngepost lanjutan My Dandelion, eh malah bikin ficlet gaje kayak gini hehehe. FF kali ini tokoh utamanya para reader sekalian dan lewat sudut pandang bias masing-masing (jangan ngebayangin yang nggak2 sama bias ya ^^). Nanti di akhir cerita baru ketahuan siapa cast cerita ini.

Oh iya, cerita ini murni dari imajinasi author, jadi kalau ada kesamaan cerita jangan salahin author :p *ditimpuk reader*

Selamat membaca dan berimajinasi bersama bias 😀 *bow with Kyu*

******************************

Sinar matahari pagi menyusup dari antar celah tirai kamarku, mengusik mataku yang terpejam. Perlahan kubuka kedua mataku. Senyum terpampang jelas di wajahku. Aku menggeser tubuhku sedikit dan berbaring menyamping. Telunjukku menyusuri dahi yeoja di hadapanku, berusaha menghilangkan anak-anak rambut yang terlihat mengganggu.

Telunjukku turun mengelus pipinya. Wajah ini. Wajah yang selalu kusukai. Wajah terakhir yang selalu ingin kulihat sebelum menutup hari dan wajah pertama yang kupandang saat aku membuka mata. Telunjukku beralih dari pipinya menuju matanya yang terpejam.

Mata ini. Mata terindah yang pernah kutatap. Bola matanya yang berwarna cokelat hazel mampu menusuk langsung ke dalam hatiku. Hangat namun tajam. Mata ini candu untukku. Sehari saja tidak menatapnya bisa membuatku gila. Tatapannya bagaikan blackhole untukku, menghisapku untuk terus menatap mata itu. Tak bisa berpaling.

Aku memang menyukai mata ini. Sangat menyukainya. Namun tidak dengan airmatanya. Aku masih mengingat jelas saat dimana dia mengeluarkan tetesan bening dari matanya. Semua karena kebodohanku, hingga akhirnya airmata itu turun mengotori pipinya. Aku sangat hancur. Hatiku terasa diiris. Kenapa aku menyakitinya? Kenapa aku bisa membuat yeojaku ini menangis. Hanya untuk kesenangan sesaat, aku tega membuat yeojaku ini mengeluarkan airmatanya. Mulai detik itu aku bersumpah kepada diriku sendiri, tidak akan pernah membiarkan tetesan airmata turun membasahi pipinya. Tidak akan pernah.

Perlahan telunjukku turun ke bibirnya. Aku ingat saat pertama kali bibirku menyentuh bibir mungil ini. Memang bukan ciuman pertamaku, namun kupastikan saat itu juga bibir ini adalah bibir terakhir yang akan kukecup di akhir hayatku.

Kupandangi kembali wajah yeojaku. Sebuah senyuman terlukis indah di bibirnya. Senyum ini. Akan kutukar semua kepunyaanku, semua kebahagiaanku, agar senyum itu terlukis abadi. Senyum yang mampu mencerahkan hatiku disaat awan kelabu berlomba-lomba menggelapkan hatiku. Senyum yang membuat jantungku berdetak 2 kali lebih cepat saat memandangnya.

Kini jemariku menyusup di antara jemari tangannya. Jemari yang selalu ada di saat aku membutuhkan bantuannya. Jemari yang selalu memelukku disaat aku membutuhkan tempat untuk bersandar. Jemari yang selalu menyentuhku dengan halus dan lembut. Jemari yang selalu menggandengku di saat aku gelisah.

Perlahan aku mendekati wajahnya. Kukecup pelan bibirnya. Tidak lama kemudian dia membuka matanya. Dia menatapku bingung, “ada apa chagi?” tanyanya pelan sambil mengucek matanya. Aku mengelus pelan rambutnya dan mengecup puncak kepalanya, aroma shampoo yang kusukai langsung menyapa hidungku. “Tidak apa-apa chagi, hanya sekedar morning kiss,” ucapku. Dia tertawa pelan dan memelukku. Yeojaku menyenderkan kepalanya di dadaku.

Aku menyukai semua bagian dalam diri yeoja ini. Tetapi favoritku adalah hatinya. Hatinya yang mau menerima segala kekuranganku. Hati yang mencintaiku dengan tulus, apa adanya. Hati yang membuatku menemukan rumah yang sebenarnya. Hati untuk kembali pulang.

Yeoja ini adalah segalanya untukku. Dia adalah nafas kehidupanku. Vitaminku setiap hari. Tanpanya aku bukan siapa-siapa. Yeoja ini adalah hatiku, tempat menautkan cintaku. Setiap detakan jantungku hanya untuk yeoja ini. Betapa bahagianya aku memiliki dirimu. Jangan pernah pergi dari sisiku.

Yeojaku menggeliat sebentar dan melepaskan pelukanku. Dia menatap mataku. “Saranghae…. Lee Donghae.” Aku tersenyum. Hanya tiga kata namun mampu membuat aliran darahku berdesir kencang. “Nado saranghae chagiya,” ucapku sambil mengecup bibirnya sekali lagi.

The End

*************

Yaaaaa ketahuan deh, author pake Lee Donghae buat jadi cast di FF ini. Gak tau kenapa pas bikin FF ini yang ada di pikiran author abang ikan 🙂 Maaf ya Kyu kalo author selingkuh :p *dipeluk Hae* *ditendang Kyu*

Tapi terserah para reader ngebayanginnya siapa. Ada yang ngebayangin si Abang Ikan juga gak? hehehe.

FF ini juga aku post di blog pribadiku Kyutiramisu.wordpress.com dan jangan lupa tinggalin jejak ya 🙂

Sekali lagi gomawo udah sempetin baca FF ini 🙂

Advertisements

15 responses to “Your Heart is My Favorite

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s