My Lovely Fat Part 9

Author ::  autumnsnowers

Genre   ::  Friendship, Romance, Little bit humour

Rate       ::  G

Length  ::  1-11

Cast       ::

  • Kim Heera
  • Shim Changmin
  • Choi Jonghun “FT.Island”
  • Kim Jaejoong
  • Kim Heechul, andyou’ll find the others cast by your self

Desclaimer         ::  FF geje ini murni hasil dari pemikiran aku^^

Previous   >> Part 8a | Part 8b

Hallooo…. kalian bisa panggil aku Eka. dan bagi yang PENASARAN pernah ada apa antara Jaejoong dan Heera, bisa baca di part 3 ga tau part 4, aku lupa xP /ditabok

~~~****~~~

Heera’s POV

Bosan. Itu yang ku rasakan. Tidak ada Heechul oppa dan yang lain sibuk dengan urusan mereka masing-masing, menyebalkan.

Aku menyenderkan punggung ku pada sandaran sofa, mengulas senyum dengan tatapan menerawang mengingat pertemuan ku dengan Jaejoong oppa saat kembali dari Paris. Sama seperti waktu itu, dia selalu memukau. Saking terlarut dalam pikiran ku sendiri aku tak menyadari kehadiran sesuatu -lebih tepatnya seseorang-.

Mata ku membulat sempurna saat melihat boneka beruang berukuran besar yang berada tepat dihadapan wajah ku.

“Kyaaaa!!!! Terima kasih onisan!!!!” ucap ku senang saat melihat sosok Jonghun onisan yang muncul di balik boneka itu sambil tersenyum senang.

Boneka beruang yang sangat lucu. Aku memeluk boneka yang memiliki tinggi 1 meter  itu erat-erat. Mendekapnya seakan tak mau kehilangan. Aku menatap boneka beruang itu dengan intens, mengabaikan sang pemberi lalu terkekeh saat menyadari sesuatu. Apakah dulu aku terlihat seperti beruang ini? tanya ku dalam hati.

“Kenapa hanya beruang itu yang kau peluk? Kau tidak ingin memeluk ku, hm?” tegur Jonghun onisan dengan alis terangkat.

“Tentu saja tidak. Terima kasih banyak.” Ucap ku setelah melemparkan tubuh ku ke dalam dekapan pria itu.

“Ada yang ingin kau katakan?” tanyanya sambil memeluk ku hangat.

“Mmm… terima kasih.”

“Hanya itu?” Jonghun onisan melonggarkan pelukannya dan manik matanya menatap ku intens.

“Ahahaha baiklah. Aku sayang onisan, semaaaaakin sayang. Ah ani, semakin jatuh hati pada mu. Bagaimana, kau puas?” ujar ku sambil tersenyum lebar, membuat Jonghun onisan terkekeh sambil mengacak-ngacak rambut ku.

Heera’s POV End

 

Author’s POV

Heechul hanya mendengus geli saat melihat MMS yang baru saja dikirimkan Heera.

From :: yeoja^^gendut

Otthe? Lucu kan? Beberapa hari yang lalu onisan memberikan ku ini ❤

 

To :: Yeoja^^gendut

Mengingatkan mu akan masa lalu kan? Haha >:)

Memang lucu, sangat lucu. Boneka nya.

 

From :: Yeoja^^gendut

Aish, sialan kau Kim Heechul.

Kenapa begitu susah jika kau ingin mengatakan aku lucu, hm?

Kau kalah dengan onisan. Kau jarang memberiku apa-apa.

 

To :: Yeoja^^gendut

Cih, tingkat percaya diri mu sangat tinggi yeoja gendut.

Kau mau hadiah? Baiklah. Nanti setelah aku tiba di Korea kau akan mendapatkan kecupan mesra dari ku 😉

 

From :: Yeoja^^gendut

Yaiks… menjijikan.

Lebih baik aku dicium oleh choco –anjing milik onisan-

 

Heechul menaruh ponsel miliknya di atas meja sambil tersenyum, senyum yang memiliki banyak makna di dalamnya.

Aku ingin tahu seberapa lama kau akan tetap bertahan menyembunyikan semua itu Ra-ya ucap Heechul dalam hati lalu meregangkan tubuhnya, bersiap untuk kembali berkutat mengecek keadaan restaurant keluarga mereka.

~~~****~~~

Heera mematut dirinya di depan cermin dan tersenyum lebar saat memastikan bahwa semuanya terlihat sempurna. Ia  meraih tas tangan miliknya lalu melangkah pergi untuk menemui seseorang.

***

Lonceng kecil itu berdenting saat pintu cafe di buka oleh seseorang, Heera. Dia mengamati seluruh cafe ini dan tersenyum lebar saat pandangannya berhasil menangkap sesosok pria yang kini telah melambai padanya.

“Maaf aku terlambat. Sudah menunggu lama?” tanya Heera setelah duduk di hadapan pria itu.

“Tidak masalah. Lalu, kenapa kau ingin kita berkunjung ke sini? Tidak ke cafe milikmu?” ujar pria itu sambil menatap Heera dengan tatapan heran setelah gadis itu memesan sebuah latte art.

“Kenapa? Kau melarang ku oppa?” Heera balas bertanya.

“Hahahah sama seperti terakhir kali kita bertemu. Kau masih polos.” Ujar pria itu sambil menatap Heera intens dengan senyum lebar yang menghiasi wajah tampannya yang mempesona.

“Berhenti menatap ku dan tersenyum seperti itu oppa. Kau bisa membuat ku kembali jatuh cinta pada mu dalam hitungan detik.” Sungut Heera sambil mengerucutkan bibir.

“Aku yakin kau masih mencintai ku.” Ucap pria itu percaya diri.

“Kim Jaejoong.” Heera menatap pria yang bernama Jaejoong itu penuh peringatan.

“Ahahaha baiklah, baiklah.” Sahut Jaejoong dengan tangan terangkat, menyerah menghadapi gadis yang duduk di hadapannya.

***

Changmin melangkahkan memasuki sebuah cafe dengan langkah ringan. Tapi tubuhnya langsung terasa kaku saat melihat seseorang yang dia kenal, Heera bersama Jaejoong?

Kening Changmin semakin berkerut saat melihat mereka berbincang akrab di selingi tawa. Membuat Changmin merutuk kenapa Heera bisa tertawa selepas itu di hadapan Jaejoong. Dan yang paling membuatnya kesal adalah kenyataan bahwa gadis itu tertawa di sana karena Jaejoong.

Changmin menghampiri meja mereka dengan langkah pasti. Menyentuh bahu Heera hingga membuat gadis itu menoleh dan membulatkan matanya terkejut akan kehadiran sosok pria itu.

“Sedang apa kau di sini? Bukankah sekarang kau seharusnya kencan dengan ku?” ucap Changmin yakin sambil menatap mata hitam Heera, berusaha menyelami manik mata itu.

“Ya, apa yang kau katakan Changmin-ah?” tanya Heera dengan ekspresi heran yang tergambar jelas di wajahnya.

“Apa kau lupa? Kita akan berkencan hari ini. Kajja, permisi Jaejoong-ssi” ujar Changmin sambil menarik tangan Heera agar berdiri, mengabaikan ekspresi heran gadis itu.

“Tunggu. Ku rasa ini tidak benar. Dia sekarang sedang bertemu dengan ku.” Cegah Jaejoong sambil beranjak berdiri, menahan pergelangan tangan Heera.

“Ku rasa tak ada salahnya jika dia akan berkencan dengan seseorang. Memangnya anda siapa hingga mengaturnya?”

“Oppa” lirih Heera seolah minta pertolongan pada Jaejoong.

“Kim Heera, ku rasa kau berhutang penjelasan pada ku.” Ucap Jaejoong tegas, menatap Heera dengan tatapannya yang tajam. Menatap punggung gadis itu yang sesekali menoleh ke belekang, membiarkan Heera ditarik keluar oleh Changmin.

***

“Lepaskan. Ku bilang lepaskan!!” teriak Heera sambil menghempaskan tangan Changmin dengan sekuat tenaga.

“Hah, ucapan mu sangat lucu Shim Changmin. Hebat. Sangat hebat!! hingga membuat ku muak.” Umpat Heera sambil menatap Changmin dengan tatapan menantang.

“Aku tidak tahu sifatnya yang sekarang Heera. Apa aku salah jika mengkhawatirkan mu yang kini kembali dekat dengannya?” ucap Changmin dengan nada serius.

“Jangan berkata yang tidak-tidak tentang Jaejoong oppa! Kau tidak tahu tentangnya! Jangan ikut campur jika kau ingin tetap berhubungan baik dengan ku.” Bentak Heera lalu berjalan meninggalkan Changmin.

Changmin hanya bisa memperhatikan punggung Heera yang semakin menjauh. Menghembuskan nafas seolah-olah beban besar tengah menghimpitnya.

~~~****~~~

Jaejoong menyesap ekpressonya dengan perlahan, menatap sosok pria yang duduk di hadapannya dengan tersenyum lebar.

“Jadi bagaimana Jonghun-ah? Kau berhasil?” tanya Jaejoong bertanya pada sosok itu, Choi Jonghun.

“Seperti yang kau lihat, berjalan dengan lancar. Kini giliran mu untuk menyelesaikan urusan mu ini. Ku rasa tak akan semudah itu.” Papar Jonghun sambil mengotak-ngatik kamera miliknya, membuat Jaejoong mengetuk-ngetukkan jemari lentiknya di atas meja.

~~~****~~~

Heera memijat pelipisnya pelan, menghembuskan nafas secara perlahan saat mengingat betapa sulitnya untuk menjelaskan semuanya pada Jaejoong.

Heera menoleh menatap boneka beruang yang berada di sampingnya, memeluknya erat seperti yang dikatakan Jonghun, ‘Peluk boneka ini jika kau  merindukan ku.’

Jujur Heera merindukannya. Merindukan sosok Jonghun yang biasa dijadikan tempatnya bersandar. Merindukan Jonghun yang kini sedang berkutat dengan kesibukannya hingga dering ponsel mengembalikan kesadarannya.

“Halo,” ucap Heera setelah mengangkat ponselnya.

“Apa kau sedang sibuk?” tanya seorang pria.

“Tidak. Ada apa?”

“Bagus. Bagaimana kalau kau membantu ku memasak? Aku sedang membuat menu baru.”

“Tentu saja Chef Jaejoong. Tunggu aku 30 menit lagi.” Jawab Heera sumringah. Senang karena dia masih memiliki kesibukan, tidak sendirian tak ada teman.

***

Heera menggelembungkan pipi kesal, menopang dagunya di meja dapur dengan tatapan bosan. Sesekali memperhatikan sosok pria itu dengan tatapan ingin membunuh.

“Menyebalkan. Jadi kau menyuruh ku ke sini hanya untuk meminta pendapat ku tentang bumbu yang kurang? Tega-teganya kau tidak membiarkan ku membantu mu. Kau ingin mati Kim Jaejoong?!! Dan lihat ini, aku sudah mengenakan seragam chef tapi hanya duduk manis di sini? Menggelikan.” Sungut Heera sambil menempelkan pipinya pada meja marmer di sana, membuat pria itu terkekeh.

“Pendapat mu sangat berarti untuk ku nona Kim. Kau sangat berjasa, itu sudah cukup.” Hibur Jaejoong sambil tersenyum mempesona.

“Aish, ku maafkan kau karena kau sangat mempesona oppa.” Dengus Heera sambil memperhatikan penampilan Jaejoong. Seragam chef berwarna putih yang membalut tubuh rampingnya, topi chef yang dia kenakan, kepiawaian tangannya yang bergerak lincah, membuat Jaejoong semakin mempesona.

“Kau harus bersyukur karena biasanya aku tidak suka ditemani oleh orang lain saat memasak.” Papar Jaejoong.

“Kalau begitu kau mulai terpikat oleh pesona ku oppa” Ucap Heera sambil tertawa lebar.

“Kau yang terpikat oleh ku.” Jaejoong tak mau kalah.

“Mwo? Aku terpikat oleh sosok yang seperti ini?” tanya Heera sambil melemparkan tepung tepat mengenai wajah Jaejoong, membuat wajah pria tampan itu belepotan tepung.

“Nona Kim.”

“Muahahaha kau baru terlihat tampan oppa” ucap Heera sambil tertawa puas, tapi bibirnya langsung terkatup rapat saat Jaejoong menghujami wajahnya dengan tepung.

“Ya!!” bentak Heera sambil menggenggam tepung dengan ke dua tangannya, berlari mengejar Jaejoong yang mulai menjauh.

Akhirnya mereka saling mengejar dan melempar tepung. Masakan menu baru Jaejoong? Tentu saja gagal dibuat karena insiden ini.

***

Heera kini sedang memperhatikan sebuah hidangan yang tersaji di depan matanya dengan tatapan berbinar dan tersenyum senang pada Jaejoong yang duduk di hadapannya setelah memastikan bahwa penampilan makanan itu terlihat sempurna.

“Otthe?” tanya Jaejoong dengan wajah cemas saat melihat Heera mulai memakan hasil masakannya.

“Mmm… mashita!!” jawab Heera sambil mengacungkan ibu jarinya.

“Mwo? Andwaeyo. Aku tadi sudah bersusah payah membersihkan dapur ini dari tepung dan membantu mu memasak. Jadi ini semua untuk ku,” Ucap Heera sambil melingkarkan tangannya seolah melindungi makanan itu saat Jaejoong mengulurkan tangannya berniat mencicipi masakannya.

“Ya, kau hanya membuang sampah, Nona Kim.” Jaejoong berkata dengan lantang tak terima saat  dirinya seolah-olah menjadi terdakwa. Pria itu menarik piring makanan itu dari Heera, mengangkatnya tinggi-tinggi agar jauh dari jangkauan gadis itu.

“Oppa, aku lapar~” rengek Heera dengan mimik muka hampir menangis sambil menggigit sendok yang dia pegang.

“Aaa” ujar Jaejoong sambil mengangsurkan sendok yang penuh dengan masakannya pada gadis itu, berniat menyuapi Heera.

“Sudah. Aku bisa sendiri. Jangan perlakukan aku seperti anak kecil.” Gerutu Heera saat Jaejoong terus menerus menyuapinya seperti bayi.

“Shirro. Kau laparkan? Jadi ini satu-satunya cara agar kau bisa menikmati hasil masakan ku.” Jaejoong berkata sambil tersenyum geli, kembali menjejali mulut Heera dengan sendok penuh makanan.

~~~****~~~

Heera menghempaskan tubuhnya pada kursi kayu.  Mencoba mengatur nafasnya yang menderu tak stabil. Ia merogoh tas miliknya saat terdengar dering ponselnya. Tersenyum tipis saat tahu ID sang penelpon.

“Hallo onisan” sapa Heera dengan sedikit terengah.

“Hee-chan, kau kenapa?” tanya Jonghun.

“Hah.. akku… hah… tidak apa-apa, hanya terengah karena semua wahana ini.”

“Hahahah dasar sudah tua. Baru seperti itu saja lelah,” ledek Jonghun yang membuat Heera memberengut kesal.

“Aish menyebalkan. Kau tahu onisan? Aku sedang bersama Jaejoong oppa di Lotte World” ucap Heera girang.

“Jaejoong? Baik-baiklah di sana. Kau harus makan yang teratur, jangan terlalu lelah. Kau mengerti?”

“Ne~ onisan juga, okay?”

“Kau tenang saja. Maaf jika aku jarang menghubungi mu, aku benar-benar sibuk. Sampai jumpa Hee-chan”

“Tidak apa-apa. Sampai jumpa onisan” sahut Heera sebelum menutup telponnya.

Heera terpejam, bertekad jika Jaejoong telah kembali ke hadapannya dia akan menarik pria itu untuk keluar dari Lotte World. Adrenalinnya berpacu tanpa henti setelah mencoba Giant Loop, lalu Comet Express dan Gyro Swing.

Heera merasakan bangku yang dia duduki berderit pelan, menandakan ada orang yang duduk di sampingnya. Matanya terbuka secara perlahan dan melihat sosok Jaejoong.

***

Pria itu tak berhenti tertawa saat Heera menariknya ke luar dari Lotte World dengan paksa.

“Aish, berhenti tertawa. Ini semua salah mu oppa, kau salah menyusun rencana.. atau memang sengaja? Pertama kita ketempat ice skating lalu ke wahana-wahana itu. Aish, it’s adrenalin pomping. Harusnya kau mengajak ku ke wahana menyeramkan dulu baru ice skating,” gerutu Heera tanpa henti.

“Hahahaha mianhae, tapi ini sangat lucu hahahah” ucap Jaejoong sambil tertawa melihat wajah Heera yang masih pucat seperti mayat.

Aish dasar… minta maaf tapi masih tertawa, rutuk Heera dalam hati.

“Kajja. Kau harus membantu ku memasak lagi.” Ajak Jaejoong bersemangat, menarik tangan Heera agar mensejajari langkahnya yang lebar.

Membantu memasak? Yang benar aku hanya menemani, menilai dan mengatakan yang apa yang kurang pada masakannya, gerutu Heera dalam hati.

~~~****~~~

Changmin menutupi wajahnya dengan daftar menu milik restaurant itu saat ia melihat Jaejoong dan Jonghun berjalan memasuki restaurant, berusaha agar mereka tidak mengetahui keberadaannya.

Changmin menghela kecewa saat tahu bahwa Jaejoong dan Jonghun duduk di meja yang berada tidak terlalu jauh dari tempatnya, membuatnya sulit mendengarkan percakapan mereka dengan leluasa dan hanya mampu melihat gerak gerik mereka.

Pandangan Changmin tak pernah lepas dari 2 orang pria itu, sesekali menyesap kopi yang dia pesan. Gerakan tangannya terhenti di udara, tidak jadi menyesap kopi dan matanya terbelalak saat melihat Jaejoong yang menuliskan sesuatu pada secarik kertas lalu menyerahkannya pada Jonghun. Cek. Changmin yakin itu adalah selembar cek.

Keningnya berkerut samar,  Jonghun, Heera, cek pikir Changmin.

Mungkinkah dia dekat dengan Heera untuk membantu Jaejoong kembali dekat dengan gadis itu? Dia, di bayar? Tapi… ah entahlah!!!, umpat Changmin dalam hati lalu bergegas pergi kembali ke kantor setelah mendapatkan pesan masuk dari haraboeji.

~~~****~~~

Gusar. Itulah yang dirasakan Changmin.

Pria itu kini duduk di ruang tengah kediaman keluarga Kim. Rumah yang sudah tak terasa asing lagi baginya.

Tangannya menumpu di atas paha. Jari-jarinya saling bertaut dengan posisi tubuh yang sedikit membungkuk, menatap lantai seolah itu adalah hal yang paling menarik. Changmin langsung menoleh saat mendengar derap langkah yang semakin mendekat, Heera berjalan menghampirinya dengan mengenakan piyama tidur.

“Ada apa Changmin-ah?”

“Kau, aku tahu kau masih sering  menemui Jaejoong. Ku rasa kau harus menjauhi Jaejoong, lalu Jonghun. Ku rasa kau harus menjaga jarak dengannya. Tadi siang aku melihat mereka, Jaejoong menyerahkan cek pada Jonghun. Aku hanya takut jika Jaejoong…” ucapan Changmin terhenti, tidak mampu untuk mengatakan dugaan yang dia miliki.

“Hah, kau kembali  membahas masalah Jaejoong oppa?” dengus Heera tak percaya, menyembunyikan dugaan yang muncul di dalam hatinya yang ternyata salah.

“Max, sudah aku katakan pada mu… semuanya baik-baik saja. Kau tidak tahu apa-apa, belum mengetahuinya. Jadi kau jangan menduga yang tidak tidak tentang mereka apalagi menuduhnya. Terima kasih karena kau mengkhawatirkan ku, dan ini merupakan bentuk kekhawatiran mu. Kau terlihat seperti orang yang paranoid,” tutur Heera dengan suara pelan dan tenang.

“Ra-ya”

“Max” panggil Heera, menatap Changmin dengan tatapan tegas.

“Jika kau seperti ini maka akan sulit bagi ku. Kau menyulitkan ku. Jangan salahkan aku jika aku berbalik menjauhi mu.” Tubuh Changmin kaku saat mendengar ucapan Heera.

“Pulanglah, ini sudah larut malam. Kau baru pulang kantor kan? Istirahatlah,” ucap Heera dengan suara halus, atau mungkin melembut? Dia melihat Changmin yang masih dalam balutan kemeja kerja dan dasi yang terpasang longgar, serta jas yang tersampir di lengannya.

~~~****~~~

Changmin mengacak rambutnya frustasi, merutuki kebodohan dirinya. Dia memandang kosong ponsel miliknya yang masih menampilkan pesan dari Heera.

From :: Ra-a~

Berhenti Changmin-ah. Aku benar benar kesal pada mu.

Sedikit menyesal karena dia tidak mengindah ucapan Heera saat malam itu. Tadi Changmin mengirim pesan pada gadis itu, memintanya menjauhi Jaejoong dan Jonghun dan akhirnya menjadi seperti ini.

 

To :: Ra-ya~

Ra-ya~ bisa kah kita bertemu?

 

From :: Ra-ya~

Aku tidak ingin bertemu dengan mu.

 

***

Changmin hanya bisa pasrah saat mendengar ucapan Im ahjumma yang 1,5 tahun terakhir ini bekerja di kediaman Kim,“ Maaf tuan, nona tidak ingin menemui anda.”

Changmin hanya bisa bertanya-tanya dalam hati. Apakah dia memang terlihat seperti orang yang paranoid? Terlihat bodoh? Mungkin iya, tapi yang dia tahu yang membuat dia bertingkah seperti ini adalah karena perasaannya. Perasaannnya pada Heera, hanya ingin melindungi gadis itu. Tapi kenapa ini terasa sulit baginya?

~~~****~~~

Sudah 1,5 bulan sejak saat terakhir kali Changmin menghubungi Heera. Dia tidak menemui Heera, tidak menghubungi gadis itu. Changmin seperti menghilang, tapi menghilang bukan berarti tidak mengamatikan? Dia tahu apa yang dilakukan Heera, tentang gadis itu, kondisi gadis itu.

Tentang Heera yang masih sering bertemu dengan Jaejoong bahkan membantu pria itu membuat menu baru. Bagaimana dia bisa tahu? Tentu saja Cho Kyuhyun dan Park Miyoung. Hanya mereka yang Changmin harapkan, sahabatnya yang juga dekat dengan Heera.

Kenapa Miyoung bisa membantunya padahal saat itu Miyoung terlihat tidak menyukai kehadiran Changmin? Tentu saja setelah dia dan Kyuhyun meyakinkan bahwa Changmin dan Sooyoung tidak ada hubungan apa-apa, yang dia lihat semuanya hanya salah paham.

Tapi kalian salah jika Miyoung benar-benar memihaknya 100% , kini ada Jonghun. Dia berkata bahwa posisi Changmin dan Jonghun 50:50, dia mendukung siapa saja yang pada akhirnya akan bersama Heera.

Changmin berhutang terima kasih pada mereka, apalagi Kyuhyun. Laki-laki itu sudah mau membantunya di tengah-tengah kesibukan yang dia miliki.

~~~****~~~

Changmin mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil. Tatapannya terpaku pada sepasang manusia yang berada di dalam cafe, tepat di dekat jendela. Jaejoong dan seorang gadis, bukan Heera.

Changmin mencengkram kemudi dengan erat saat melihat Jaejoong dan gadis itu terlihat… mesra?

***

Jaejoong’s POV

Kini aku berada di sebuah cafe, tersenyum memandangi gadis yang sedang melahap es krim pesanannya di hadapan ku. Dia hobae ku saat di universitas dan kini menjadi asisten ku, Jung Yuuri.

“Hahaha santailah sedikit. Kau seperti anak kecil, blepotan.” Ujar ku sambil terkekeh.

Aku memiringkan wajah ku saat ku rasakan dia mulai salah tingkah saat aku mengusap noda es krim yang ada di sekitar mulutnya dengan tangan ku. Hahaha lucu.

“Bagaimana oppa? Sejauh mana menu baru milik mu?” tanyanya penuh minat.

“Untuk apa kau bertanya? Bukankah kau tahu?” aku balik bertanya, membuatnya berdecak kesal.

“Aku tahu tapi aku tidak benar-benar tahu. Kau tahu aku sekarang sibuk.”

“Hmm tidak cocok untuk jadi asisten. Mungkin kau akan mempertimbangkan untuk memecat mu.” Jawab ku sambil memasang wajah serius.

Aku menyembunyikan senyum ku saat melihatnya hanya memberengut, menghempaskan tubuhnya pada kursi dengan tangan yang bersedekap di depan dada, dia ngambek.

“Hahahaha becanda Yuu” ucap ku sambil menyondongkan tubuh ku ke arahnya, mengacak rambutnya pelan.

“Kajja, kita jalan-jalan. Kau jarang memiliki waktu luangkan sekarang?” ajak ku sambil mengulurkan tangan padanya, menunggu dia menerima uluran tangan ku dan menggenggamnya, mengajaknya keluar.

***

Aku memeperhatikan dirinya yang berdiri beberapa langkah di hadapan ku, berdiri ditepian sungai Han yang memantulkan warna-warni cahaya yang berasal dari gedung-gedung yang berdiri kokoh.

Hembusan angin malam menyibakkan rambutnya yang tergerai indah. Tangannya terulur memegang jepitan rambut berwarna biru muda yang disematkan di samping kepalanya, jepitan yang sengaja ku belikan untuknya.

“Kau kenapa?” tanya ku terkekeh geli saat menyadari tubuh Yuuri menjadi kaku karena perlakuan ku. Aku berdiri di belakangnya, menyibak rambutnya, merapihkannya dan mengikatnya dengan sapu tangan milik ku.

“Sapu tangan?” tanyanya sambil mendongak menatap ku.

“Hmm… wae?” tanya ku sambil menyentil keningnya, membuatnya meringis.

Aku berjalan mensejajari posisinya, berdiri di samping Yuuri dengan membenamkan tangan ku ke dalam saku celana, memandangi sungai Han yang membentang di hadapan ku.

“Bagaimana Heera?” tanyanya tanpa menatap ku.

“Baik.”

“Kau pasti tahu walaupun dia baru terjun di dunia kuliner tapi dia sudah dikenal di kalangan para chef dan golongan tertentu. Kau harus memperlakukannya dengan baik karena…”

“Tentu saja. Aku sudah tahu apa yang harus ku lakukan, dasar bawel.” Sergah ku memotong ucapannya, kau tahu apa yang akan dia katakan.

“Ayo, kau mau masih di sini? Tapi sayangnya kau harus pulang Yuu. Ini sudah larut malam.” Ujar ku lalu menggaet lehernya dengan lengan ku, menariknya untuk berjalan tanpa mendengar jawabannya terlebih dahulu.

~~~****~~~

“MWOYA?!!! Tidak! tidak Changmin-ah, aku sudah cukup membantu mu. Jika aku mengatakan ucapan mu pada Heera apa kau pikir dia tidak akan marah pada ku? Lalu dia menjauhi ku dan itu otomatis membuat mu sulit untuk mengetahui kabar tentangnya.” Kyuhyun menolah mentah-mentah permintaan Changmin.

“Ayolah Kyu, aku memang melihat Jaejoong bersama seorang gadis dan mereka terlihat mesra. Bagaimana jika Heera tersakiti? Aku tidak masalah jika dia akan semakin marah pada ku.” Changmin masih terus berusaha membujuk Kyuhyun untuk menyampaikan ucapannya pada Heera.

“Kau gila? Dijauhi seperti ini saja sudah membuat mu uring-uringan apalagi jika dia semakin menjauhi mu? Kau akan gila. Tidak Changmin-ah, ini demi diri mu juga untuk ku. Aku tidak ingin kecipratan amukannya. Kau lupa? Dia terkadang seperti setan, seperti kakaknya” ucap Kyuhyun panjang lebar sambil bergidik ngeri.

“Kau setannya bodoh. aku baru tahu setan takut pada setan,” sahut Changmin sambil  menatap sinis wajah sahabatnya itu.

“Sialan kau. Tapi kau tahu? Sudah 1 bulan lebih ini aku dan Miyoung tidak menemui Heera, gadis itu menolak untuk  bertemu dan hanya bersedia dihubungi lewat ponsel.” Celetuk Kyuhyun sambil mengernyit heran.

~~~****~~~

Heechul mengetuk-ngetuk kakinya dengan kesal. Sudah 1 jam dia tiba di Incheon tapi adiknya itu belum juga datang menjemputnya. Dia mendial nomor seseorang dengan tergesa.

“KIM HEERAA!!!! Kemana kau hah? Cepat datang ke sini atau ku cincang kau nanti?!!” umpat Heechul pada adiknya itu. Memaksa adiknya untuk menjemputnya. Ingin dijemput oleh adik sendiri tidak masalah bukan?

“Kau naik taxi saja oppa, atau meminta Kyuhyun, Miyoung, Changmin, atau Onisan menjemput mu?” Heera memberikan penawaran dan tentu saja, ditolak.

“Tidak, tidak, tidak. Aku akan tetap menunggu mu di sini.”

“Terus saja menunggu. Kau sudah 1 jam di sana kan? Silahkan menjadi security dadakan di sana,”

“Kim Heera!!! baiklah. Nampaknya hadiah yang ku belikan untuk  mu, juga hadiah dari appa dan eomma untuk mu akan ku buang.”

“Mwo?? Andwae!!!!!!!”

“Sekarang kau ke sini. Cepat. Ke sini naik taxi saja. Awas kau tidak datang, habis riwayat mu.” Bisik Heechul dengan nada berbahaya.

“Baiklah” jawab Heera lemah, merasakan aura negatif menyelubungi tubuhnya.

~~~****~~~

Heera memberengut menatap Heechul yang sejak tadi tak berhenti tertawa dengan tangan memegangi perutnya. Mengabaikan adiknya yang kini sedang berurai air mata.

“Diam. Suara mu jelek.” Ujar Heera singkat dengan suara serak dan melilitkan syal yang dikenakan Heechul untuk membekap mulut pria itu.

“Aish sialan kau,” umpat Heechul sambil melepas syal yang membelit mulutnya.

“Ah jadi ini yang membuat mu tidak ingin menemui Kyuhyun dan Miyoung?” lanjut Heechul sambil mengangguk-ngangguk paham.

“Oppaaaaa!!!!!!!!!!!” pekik Heera membahana di dalam taxi, membuat supir taxi melirik mereka melalui kaca spion.

“Lihat… lihat…” Heechul mengangsurkan ponsel miliknya, menunjukkan foto Heera yang tadi dia potret.

“Huaaa oppa kenapa kau memotret ku?? Huaaaa hiks… hiks… itu terlalu di zoom!!” tangis Heera pecah. Dia memalingkan wajahnya tak mau melihat foto dirinya, membuat Heechul kembali terbahak-bahak melihat tingkah adiknya.

“Kau tidak terlalu gendut Ra-ya, ini masih pas dengan tinggi mu. Percaya pada oppa” ucap Heechul setelah tawanya mereda.

“Huaaa… apa kau sadar oppa? Kau baru saja bertingkah layaknya seorang oppa” celetuk Heera sambil menyenderkan kepalanya pada bahu Heechul. Meringis kecil saat Heechul menjitak kepalanya.

~~~****~~~

“KIM HEERA!!!!! cepat bersiap-siap!!!!” teriak Heechul sambil menggedor pintu kamar.

“Shirro!!! Aku tidak mau pergi!!!!” balas Heera sambil berteriak. Menolak ajakan Heechul untuk menghadiri pesta yang dibuat Maeri dan Siwon yang diadakan di salah satu hotel di Seoul.

“Cepat atau kau mau Maeri sendiri yang menyeret mu datang ke pestanya!!!” seruan Heechul membuat tubuh Heera terdiam. Itu bisa saja terjadi karena dia tahu Maeri bukan tipe orang yang mudah menyerah, selalu mendapatkan apa yang dia mau.

“Shirro oppaa!!!!” teriak Heera sambil membenamkan tubuhnya ke dalam selimut dengan santai. Kenapa? Karena dia mengunci kamarnya hingga dia yakin Heechul tidak mungkin bisa masuk ke dalam kamarnya.

Baru saja Heera terpejam tapi bulu kuduknya meremang saat mendengar bisikan halus, “ Cepat bangun atau kau mau ku seret?”

Heera membelalakkan matanya tak percaya saat melihat Heechul telah berada di kamarnya dengan pintu kamar yang terbuka lebar.

“Kunci cadangan. Kau lupa?” jawab Heechul bangga seolah tahu apa yang dipikirkan adiknya.

“Cepat bangun!!!! Bersiaplah!!” perintah Heechul sambil menarik tubuh Heera untuk bangun dari tempat tidur.

~~~****~~~

Heera mengangkat clutch miliknya menutupi wajah, berjalan dengan kepala tertunduk mengikuti langkah Heechul hingga tubuhnya menabrak seseorang. Dia mendongak dan ternyata… Cho Kyuhyun!!!!

Kyuhyun membelalakan matanya dengan jari yang terangkat menunjuk Heera.

“Ssst…. diam bodoh,” bisik Heera sambil membekap mulut Kyuhyun.

“Kau kenapa? Pipi mu seperti mochi,” ucap Kyuhyun sambil menahan tawa, lalu meringis kecil saat 2 pukulan mendarat di tubuhnya. Miyoung dan Changmin memukulnya.

“Kau tetap cantik Ra-ya~” ucap Miyoung sambil tersenyum menatap sahabatnya itu.

“Ne~ kau tetap terlihat cantik,” sahut Changmin membenarkan ucapan Miyoung. Tatapan mata mereka bertemu dan Heera memalingkan wajahnya. Membuat Miyoung dan Kyuhyun saling melempar pandangan penuh tanya.

“Ah, aku menemui Maeri eonni dan Siwon oppa dulu,” ucap Heera lalu menghampiri Heechul yang sedang mengobrol dengan pasangan suami istri itu.

“Oppa!!! Eonni!!!!” pekik Heera sambil menyeruak diantara Siwon dan Maeri, kebiasaan Heera yang tak pernah bisa berubah.

“Aish anak ini.” gerutu Maeri dan terkejut saat melihat Heera.

“Diam, tidak usah berkomentar. Nanti aku akan memulai diet lagi.” Sambar Heera cepat sebelum Maeri membuka suara.

“Memangnya siapa yang menyuruh mu diet, hah? Ini masih wajar,” sahut Maeri sambil memperhatikan penampilan Heera baik-baik.

“Oppa, mana Soora?”

“Dia ke Paris. Sungmin sedang sakit di sana,” sahut Siwon sambil tersenyum, senyum pangeran. Itu lah pendapat para yeoja yang selalu dia dan Soora dengar setiap kali mereka berjalan-jalan bersama Siwon.

“Aish Lee Sungmin. Kenapa kalian memilik acara di waktu yang tidak tepat? Selalu saja Soora sedang menemui Sungmin oppa. Nanti biar aku saja yang mengatur jika kalian mengadakan pesta.” Sungut Heera sambil mengerucutkan bibir.

PLAK

“Aish appo. Jangan permalukan aku di tempat umum Kin Heechul!! Kau merusak dandanan ku!!” rutuk Heera dengan suara tertahan, tidak mau merusak pesta pasangan itu.

“Seenaknya kau berbicara, memangnya kau yang akan mengadakan pesta? Cepat sana cicipi makanan yang dihidangkan. Itu semua disediakan oleh Applephard,” ucap Heechul sambil mendorong tubuh Heera menjauh.

Heechul, Siwon, dan Maeri hanya memperhatikan punggung Heera yang menjauh. Gadis itu tetap menutupi wajahnya dengan clutch hingga Jonghun menghampiri Heera dan menurunkan clutch yang menutupi wajah gadis itu dan akhirnya? Heera tidak menutupi wajahnya dengan clutch lagi. Hal itu membuat Heechul, Siwon, dan Maeri saling melirik. Heechul dan Siwon tersenyum dan Maeri hanya mengangkat bahu.

“Urusan anak muda. Kau juga seharusnya mencari yeoja, oppa” ucap Maeri menyindir Heechul lalu menarik Siwon untuk kabur menjauh meninggalkan pria itu.

~~~****~~~

“Hee-chan” sapa Jonghun menghampiri Heera yang sedang memilih hidangan yang akan dia cicipi.

“Onisan” sapa Heera tersenyum riang.

“Kenapa wajah mu ditutupi clutch?” tanya Jonghun sambil menurunkan clutch yang menutupi wajah Heera.

“Pipi ku tembab,” sahut Heera sambil mengerucutkan bibirnya kesal.

“Tembab bukan berarti gemuk. Ayolah, kau terlihat cantik. Jangan tutupi wajah mu lagi, mengerti?”

“Baiklah,” sahut Heera sambil tersenyum manis.

Mereka tak menyadari tatapan dari 2 penjuru yang berbeda, 3 pasang mata yang menatap penuh rasa penasaran dan 1 pasang mata yang menatap tidak suka, Shim Changmin.

~~~****~~~

Mereka berkumpul di sini. Heechul, Heera dan Changmin sekarang sedang berada di taman di dekat pintu masuk. Mereka tak menyadari Kyuhyun dan Miyoung yang bersembunyi di balik pohon.

“Untuk apa kita di sini bodoh? kenapa kita tidak menghampirinya langsung?” umpat Kyuhyun sambil mengumpat tertahan pada Miyoung.

“Aish, diamlah.” Miyoung melotot pada Kyuhyun, memasang telinga baik-baik untuk dapat mendengar semuanya.

“Sudahlah Max, apa semuanya kurang jelas bagi mu?” ucap Heera sambil membuang muka.

“Heera!!” tegur Heechul tak suka melihat tingkah adiknya.

“Apa yang mau kau katakan Max?” tanya Heechul serius.

“Tentang Jaejoong dan Jonghun. Jaejoong kembali menemui Heera. Aku hanya khawatir dengan kedekatan mereka karena aku tidak tahu sifat Jaejoong kini seperti apa. Lalu Jonghun, aku melihat Jaejoong dan Jonghun sangat akrab dan aku sempat melihat Jaejoong memberikan cek pada Jonghun. Aku tahu mungkin aku terlihat  paranoid, tapi paranoid akan kondisi seseorang itu apakah salah?” papar Changmin, mengeluarkan semua hal-hal yang terus berputar dalam pikirannya.

“Tunggu,” ucap Heechul lalu merogoh saku celananya untuk mengeluarkan ponsel miliknya, mendial nomor seseorang.

“Jonghun-ah, temui aku di taman yang di dekat pintu masuk. Ada yang harus kau klarifikasi di sini,” ujar Heechul lalu kembali melesakkan ponsel miliknya ke dalam saku celananya.

“Lalu kekhawatiran ku meningkat saat aku melihat Jaejoong bersama seorang gadis dan mereka terlihat mesra. Dan kau tahu hyung? Heera menjauhi ku karena dia tidak terima saat mendengar ucapan ku tentang Jonghun dan Jaejoong. Jadi aku memantau semua kegiatan dan kondisinya dari Miyoung dan Kyuhyun,” papar Changmin dan berhasil membuat Heera membelalakkan matanya sempurna.

“Itu dia, gadis itu yang aku lihat bersama Jaejoong” ujar Changmin sambil menunjuk Jaejoong yang baru tiba dengan seorang gadis cantik yang berjalan di sisinya.

“Hah? kau tahu? Itu tunangannya!!!” pekik Heera menatap Changmin kesal lalu dia berbalik dan memanggil Jaejoong dan Yuuri untuk menghampiri mereka.

“Annyeong Hyung,”

“ Annyeong oppa,”

Kening Changmin berkerut samar saat melihat Jaejoong dan gadis yang bernama Yuuri itu menyapa Heechul, semuanya terlihat…. baik-baik saja.

“Seperti yang kau lihat, semuanya baik-baik saja. Kejadian saat itu sudah berakhir,” ucap Heera langsung.

BRAK

“Aish, kenapa kau mendorong ku bodoh? badan mu berat tahu,”

“Kau yang bodoh!! kenapa bersembunyi di dekat pohon? banyak semut kau tahu?”

Kyuhyun dan Miyoung saling mengumpat dengan berbisik tanpa menghiraukan beberapa pasang mata yang memandangi mereka.

“Kyu?”

“Youngi?”

“Jika kalian ingin bermesraan jangan di sini”

Suara Changmin, Heera dan teguran Heechul menyadarkan mereka. Kyuhyun dan Miyoung hanya tersenyum kaku, dan semakin salah tingkah dengan posisi mereka. Mereka jatuh terjerambab dengan posisi Kyuhyun yang menindih tubuh Miyoung.

“Silahkan lanjutkan percakapan kalian,” ujar Kyuhyun sambil menggaruk tengkuknya.

“Ada apa hyung?” tanya Jonghun yang kini telah datang menghampiri mereka, bertanya-tanya kenapa semua berkumpul di sini padahal pestanya di dalam gedung.

“Ah onisan. Tunggu sebentar, aku harus menjelaskan sesuatu pada Changmin dulu.” Ujar Heera pasti saat melihat kedatangan Jonghun.

“Semuanya baik-baik saja Max. Hubungan kami sudah membaik. Aku tidak akan menceritakan secara details tapi hubungan ku membaik saat aku berada di Jepang, aku kembali bertemu dengan Jaejoong oppa. Dia meminta maaf dan menyesal tentang masalah yang waktu itu, lalu kenapa dia dekat dengan Heechul oppa? Karena Heechul oppa sudah memaafkan kejadian waktu itu, atas desakan aku dan orang tua ku yang sudah memaafkan perlakuan Jaejoong oppa dan keluarganya. Dan kedekatan ku dengan Jaejoong juga ada  hubungannya dengan Jonghun onisan, dia yang membantu ku berbaikan dengan Jaejoong oppa.” Penuturan Heera seolah menghantam telak pada Changmin, pria itu hanya terdiam.

“Dan gadis yang kau lihat. Dia Jung Yuuri, tunangan Jaejoong oppa. Kami sudah saling mengenal, mereka sudah ku anggap seperti kakak ku sendiri. Jadi tanggapan mu tentang Jaejoong oppa tidak terbukti.” Lanjut Heera dengan suara lelah.

“Lalu mengenai Jaejoong dan Jonghun, mengenai cek. Ku rasa mereka yang harus menjelaskannya,” papar Heechul yang telah menceritakan apa yang terjadi pada Jonghun.

“Kau salah paham Max, aku dan Jaejoong memang saling mengenal. Dan soal cek itu, dia membayar hasil foto ku yang dia beli padahal foto itu akan aku pajang di pameran foto ku yang akan ku laksanakan 1 minggu lagi.” Singkat, dengan sangat singkat Jonghun menjelaskan apa yang terjadi pada Changmin dan membuat pria itu kembali tertohok.

“Asal kau tahu. Jika aku berani macam-macam atau menyakiti Heera, maka Yuuri merupakan orang yang akan pertama kali menghajar ku. Dia sangat menyayangi Heera, aku sangat hafal apa yang selalu dia katakan jika kita sedang membahas Heera, ‘Kau harus memperlakukannya dengan baik karena dia merupakan gadis yang baik. Memaafkan perlakuan buruk yang pernah keluarga kalian lakukan padanya dulu.’ Aku pasti akan selalu mengingat dan menepatinya.” Sahut Jaejoong sambil tersenyum lebar, mempererat rangkulannya pada Yuuri yang hanya terdiam menyaksikan ini semua.

“Kajja, ayo  masuk ke dalam. Nanti sang tuan rumah bingung mencari para tamunya,” ujar Heechul sambil bertepuk tangan, menyuruh semuanya kembali masuk ke dalam.

“Jangan terlalu percaya dengan apa yang kau lihat karena itu tidak menjelaskan semuanya. Menuduh tanpa dasar yang jelas, mengabaikan ucapan ku. Kau lihat? Kau hanya mempersulit diri mu sendiri Max,” ucap Heera sebelum berjalan menyusul Kyuhyun dan Miyoung yang telah terlebih dahulu berjalan memasuki gedung.

Ucapan Heera sontak membuat Changmin terdiam. Bukan hanya Changmin, tapi Heechul, Jonghun, Jaejoong dan juga Yuuri yang masih berada di sana.

Heechul dan Jonghun hanya terdiam, tak tahu harus mengatakan apa. Lalu mereka berbalik dan berjalan memasuki gedung.

“Bertahanlah,” ujar suara lembut yang membuat Changmin mendongak. Yuuri menepuk bahunya dan tersenyum menatapnya, mencoba memberi dukungan.

“Terima kasih. Dan maaf karena menuduh yang tidak tidak tentang kalian, terutama kau Jaejoong-ssi” ucap Changmin tersenyum hambar lalu membungkuk meminta maaf.

“Sudahlah. Wajar kalau kau khawatir karena dulu aku memang pernah menyakitinya,” ujar Jaejoong sambil menepuk bahu Changmin lalu menggenggam tangan kanan Yuuri dan menuntunnya memasuki gedung.

Changmin hanya menatap kepergian mereka lalu tersenyum saat melihat Yuuri menoleh ke arahnya dan mengangkat tangan kirinya yang terkepal seolah-olah mengatakan ‘fighting!!’

~~~****~~~

Heera meneguk segelas wine dalam sekali teguk, mencoba untuk mengontrol emosinya. Dia menoleh saat seseorang merebut gelas miliknya, Kim Heechul, dan Jonghun yang berada di belakang kakaknya.

“Berhenti minum. Aku kecewa pada mu Ra-ya, kau tak menghargainya. Kata-kata itu sangat tidak pantas kau ucapkan pada Changmin. Dia benar-benar mengkhawatirkan mu. Alasannya untuk bertingkah seperti itu karena rasa khawatirnya pada mu. Tuduhan tak berdasar. Jelas-jelas kau tahu apa yang menjadi alasannya hingga seperti itu, dia mengkhawatirkan mu. Tak ada salahnya jika mengkhawatirkan orang yang kita cintai. Aku benar-benar kecewa pada mu Heera, kau keterlaluan.” papar Heechul dengan suara tegas, membuat Heera yakin jika kakaknya benar-benar marah padanya.

Mata Heera berkaca-kaca saat mendengar ucapan Heechul. Apakah aku keterlaluan? Pikir Heera dalam hati.

“Temui dia dan minta maaf.” Perintah Heechul, membuat Heera mendongak dan mendapati manik mata Heechul yang memandangnya defensif.

“A-apakah ak-ku harus?” tanya Heera terbata, membuat Heechul mendengus.

“Astaga Kim Heera, aku benar-benar kecewa pada mu.” Ujar Heechul geram sambil pergi meninggalkan Heera, tepat saat air mata gadis itu menetes.

Heera mendongak saat seseorang menepuk-nepuk kepalanya, Jonghun.

“Kau akan memarahi ku? Menyuruh ku meminta maaf? Apakah aku harus menemuinya?” tanya Heera bertubi-tubi disertai pipinya yang basah karena air matanya yang kini mengalir entah karena apa, gadis itu pun tidak tahu dengan pasti.

“Aku tidak akan memarahi mu. Kau sudah dewasa, bisa memutuskan bagaimana harus bersikap. Dan aku tidak membenarkan tindakan mu pada Changmin, sama seperti Heechul hyung. Temui dia, minta maaflah. Kau harus menghargai perasaannya Heera” ujar Jonghun lembut namun tegas.

~~~****~~~

Changmin duduk di bangku taman. Mengacak rambutnya frustasi, menarik dasinya yang seakan-akan mencekiknya.

Bingung memikirkan langkah apa yang nanti seharusnya dia ambil. Dia tak menyadari jika ada seseorang yang berdiri di belakangnya, mondar-mandir karena ragu.

~~~****~~~

Heera’s POV

Bagaimana ini? apa aku benar-benar keterlaluan? Aku tahu memang aku salah, tapi haruskah aku menemuinya? Apa yang nanti harus ku katakan?

Aku mengikuti kaki ku yang melangkah menuju taman dan seketika langkah ku terhenti saat melihat sosok itu, Changmin sedang duduk di bangku taman.

Aku berjalan hilir mudik, antara kembali ke dalam gedung atau menemui dia. Aku menggigit bibir bawah ku saat melihat Changmin yang terlihat kacau.

Kau harus menghadapinya Heera, ini kesalahan mu. FIGHTING!! Gumam ku dalam hati, menyemangati diri ku sendiri sambil mengangkat tangan ku yang terkepal.

 

Author’s POV

Changmin menumpu tangannya pada paha, menunduk sambil memegang kepalanya yang seakan akan meledak. Dia terdiam saat melihat sepasang kaki yang berdiri di hadapannya.

“Changmin-ah” Changmin langsung mendongak saat mendengar suara yang sangat dia hafal. Heera berdiri di hadapannya.

“Maafkan aku, aku tahu aku salah. Aku menarik kata-kata yang tadi ku ucapakan, kata-kata yang tidak pantas ku ucapkan pada mu. Maafkan aku karena menyakiti mu,” papar Heera dengan wajah menunduk, memandangi jari-jemarinya yang saling meremas.

“Duduklah,” ucap Changmin sambil menepuk ruang kosong di sisi nya.

“Tidak apa-apa, ucapan mu memang benar. Memang aku yang salah,” ucap Changmin sambil menerawang, dan entah kenapa Heera merasa tertohok.

“Aku yang salah Changmin-ah, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk  menebus ucapan ku yang tidak pantas. Jadi, aku akan mengabulkan permintaan mu.” Ujar Heera sambil memperhatikan wajah Changmin. Wajah yang sudah lama tidak dia perhatikan dengan seksama. Wajah yang sekarang terlihat lelah.

“Bagaiman jika aku ingin memiliki aegi dengan mu, hm?” tanya Changmin sambil melirik Heera.

“Aish kau malah memulainya lagi. Kau hanya boleh meminta hal yang tidak melanggar hak asasi dan melanggar hukum.” Jawab Heera sambil menatap gemas pada Changmin, bisa-bisanya laki-laki itu menjahilinya di saat sedang serius.

“Ijinkan aku memeluk mu.” Pinta Changmin tepat memandang manik mata Heera, gadis itu hanya mengangguk mengiyakan.

Changmin memeluk Heera dengan erat seolah-olah ingin menyalurkan perasaannya pada gadis itu. Lengan kekarnya mendekap Heera dengan kuat, terasa hangat dan nyaman. Heera mendengarnya, Heera mendengar degup jantung Changmin yang memburu.

Secara perlahan, tanpa disadarinya… Heera melingkarkan tangannya pada pinggang Changmin, memeluk pria itu. Heera menyenderkan dagunya pada bahu Changmin sedangkan pria itu menempatkan dagunya tepat di puncak kepala Heera.

“Mungkin ini saat aku untuk… menyerah,” ucap Changmin dengan mata terpejam, masih dalam posisi yang sama.

“Tidak.” Jawab Heera langsung, terlalu cepat untuk menyanggah.

Mereka hanya terdiam tak berusaha untuk membahas lebih jauh, dekapan Changmin semakin erat dan membuat Heera takut. Takut jika pria itu mendengar degup jantungnya yang entah sejak kapan mulai menggila.

Changmin melonggarkan pelukannya agar dapat memandang Heera. Menatap manik mata yang menjadi favoritnya.

“Terima kasih atas semuanya,” ucap Changmin sambil melepas pelukannya. Menatap ke depan dengan pandangan kosong.

“Hah, kau tau Changmin-ah? Posisi Yuuri eonni itu lebih special di bandingkan dengan ku di mata Jaejoong oppa. Jaejoong oppa itu tipe pemasak yang menyendiri. Dia tidak ingin ada orang di dekatnya jika sedang memasak dan aku hanya menemaninya  memasak, memandangi kepiawaiannya, menilai masakannya. Sedangkan Yuuri eonni? Dia bahkan ikut membantu Jaejoong oppa memasak, mereka memasak bersama. Asisten yang sukses hahaha” papar Heera sambil terkekeh.

“Kenapa pipi mu jadi tembab?” tanya Changmin sambil memiringkan wajahnya.

“Ini? karena restaurant kami akhirnya bekerja sama dan akan menerbitkan sebuah buku resep kerjasama Applephard dan restaurant milik keluarga Jaejoong oppa. Sudah lebih dari 1 bulan aku selalu menemani Jae oppa memasak dan aku yang mencicipi masakannya. Akhirnya aku gendut.” Ucap Heera sambil menekan kedua pipinya, membuat bibirnya mengerucut.

“Hahaha kau cantik. Tetap terlihat cantik, tetaplah seperti ini. Ku rasa aku akan selalu mencubit pipi mu jika aku dekat dengan mu,” ujar Changmin sambil tersenyum lesu, senyum yang tak pernah Heera sukai.

“Jadi, kau menyerah?” tanya Heera menatap Changmin intens.

“Awalnya iya. Tapi seteleh Yuuri noona menyemangati ku, dan keberadaan mu di sini. Ini menyadarkan ku jika aku tidak bisa melepas mu, semakin besar aku mengekang perasaan ku semakin besar pula aku sulit melepas mu. Jadi Kim Heera… bersiaplah karena aku akan mencuri hati mu, membuat mu hanya menatap ku.”

“Tentu saja. Aku terima tantangan mu,” sahut Heera sambil tersenyum lebar.

“Boleh aku menanyakan sesuatu?” tanya Changmin dan hanya dijawab anggukan oleh gadis itu.

“Apa hubungan mu dengan Jonghun? Lalu kenapa kau selalu bertingkah manja pada mereka? Jonghun, Jaejoong. Apa kau tidak takut jika orang-orang mencap mu sebagai wanita genit?” tanya Changmin dengan wajah serius.

“Hubungan ku dengan Jonghun onisan? Apakah itu penting? Dia menempati posisi tersendiri untuk ku. Aku tidak masalah jika orang-orang menganggap ku wanita genit, aku merasa dekat dengan mereka, akrab dengan mereka. Skinship tak ada salahnya. Ah, ku rasa aku tertular Siwon oppa, dia kan penganut skinship.” Papar Heera lalu memukul-mukul kepalanya geram.

“Hentikan. Kau boleh manja, tapi jangan melewati batas. Aku hanya tidak ingin orang-orang mencap mu jelek,” ujar Changmin sambil menghentikan tangan Heera yang memukul-mukul kepalanya sendiri.

“Mwo? Memangnya kau siapa? Kau belum berhasil mencuri hati ku Changmin-ah, jadi jangan banyak menuntut,” ujar Heera sambil menepis tangan Changmin, menatap pria itu sinis lalu tertawa terbahak-bahak.

“Sialan kau Ra-ya” umpat Changmin sambil mengacak-ngacak rambut Heera.

“Apakah aku boleh meminta foto mu?” tanya Changmin dengan cemas saat melihat Heera butuh waktu lama untuk berfikir.

“Baiklah. 2x ku rasa tak masalah,” jawab Heera setelah terdiam cukup lama.

Changmin tersenyum puas memandangi foto Heera yang ada di ponsel hitam miliknya.

“Aaaaa jelek. Sini aku kirim foto ku yang cantik,” Heera langsung mengirim MMS ke Changmin.

“Mengirimkan foto mu yang cantik. Apa kau ingin aku terus memandangi foto mu, begitu?” ujar Changmin sambil terkekeh dan memandang Heera jahil.

“Shim Changmin sialan, bukan itu maksud ku. Sini biar ku hapus,” sungut Heera sambil berusaha merebut ponsel milik Changmin tapi pria itu bergerak lebih cepat, dia menjauhkan ponsel miliknya dari jangkauan Heera.

“Biarkan saja. Dasar pelit,” seru Changmin sambil mengacak-ngacak rambut Heera. Tertawa lebar saat melihat ekspresi kesal gadis itu.

Heera tersenyum samar, tersenyum setidaknya sekarang Changmin lebih baik. Pria itu mulai tersenyum, itu lebih baik.

Mereka tak menyadari jika ada beberapa pasang mata yang mengawasi mereka dari dalam gedung. Heechul tersenyum penuh arti, berdoa semoga ini semua cepat berakhir.

~TBC~

Halloooo… gimana? makin geje ya? -___-” mianhae *bow*

Apakah ada typo? *ambil luv* ini udah aku edit loh hoho /pamer /DUAGH

Bentar lagi FF ini tamat loh, tinggal 2 part lagi 😀

Tapiii…. maaf klo nanti kalian ga puas di-ending-nya 😥

Ayo dikomen, dikomen, dikomen!! aku nunggu komen dari kalian loh. setidaknya hargain karya ku dalam part-part terakhir ini 😥

Thanks all 🙂 *bow*

12 responses to “My Lovely Fat Part 9

  1. waahhhh akhirnya nongol jg part 9 nya hehehehe
    akhirnya jaejong sma keluarga heera baikan n bekerja sama, seneng deh liat smwnya baikan.. hehehehe
    makin seru deh.. tp gak geje kok bneran deh.. ffnya bgus kok 🙂
    kayaknya heera bkalan sma changmin deh.. sebenrnya aku lebih suka heera sma jonghun, tp klo heera sma changmin jg gpp alna kasian jg liat changmin frustasi di tinggal heera kekekekeke
    next chapter nya jgn lama2 yaaa.. alna udah pnasaran tingkat tgi nihh
    see u on the next chapter, i’ll for it.. 🙂
    keep writing n fighting \^^/

    • halloo hallooo… ga geje nih bener? syukurlah hahah 😀
      changmin frustasi? hahah bisa aj nih… ayoooo pilih mana? changhee atau jonghee ? ;p
      next chapter? sip sip… kalau enggak besok ya hari jum’at, itu juga klo lg ga sibuk 🙂
      mksh yaa^^

      • hai hai hehehhe
        bner kok gak gaje sma sekali..keren bgt kok ^^
        sejujurnya sih aku lebih milih jonghee… abis jonghun keren beeeuuuud.. #leader FT.Island getooohhh
        hihihihihiihi

        sma2 😀
        tp kayaknya aku juga harus terima kasih deh soalnya gara2 baca ff ini stress q langsung hilang..hehehehe
        😀

  2. Wuaaa,senangnya uda publish^^
    Tuh bener kan,Max cuma salah sangka
    Eon,Heera itu ulzzang Kim Shin Yeong kan ya? :3 Aku ngepensss… >.<
    Ada typo gak ya….Kayanya engga deh
    Kok uda mau ending sih…Padahal seru :3
    Sama siapa ya Heera,Max ato Jonghun..Aku nebak sm Max deh..kkk~
    Aku puas baca ini,puas lagi yg part 8 😀
    Eonni,aku mau ngubek2 blognya eonni boleh ya?kkk~
    Aku sbenernya,ada ga ngeh di beberapa bagian sih .-.
    Tapi overall,itu ga masalah ^^
    Bingung eon,gabisa komen lagi..
    Saking bagusnya^^ Aku tunggu bgt 2part terakhir.Dibikinin Sequel ya eon,jeballl /puppy eyes/

    • Haii^^
      nah itu dia, nama ulzzang nya itu Kim Shin Yeong 😀
      aku juga ngefans sama dia loh >< *tos*

      iya nih, mau ending dan itu sebenernya di paksain buat tamat -____-" jadi maaf maaf aja klo nnti endingnya mengecewakan, maksa banget, tidak memuaskan, geje ;__________;

      heera sama siapa yaa? hmm ga tau deh :p
      part mana yg bikin puas? part ini atau part 8?
      MAU NGUBEK-NGUBEK WP KU? o.O gpp sih, aku seneng malah. tapi di WP ku ga ada apa-apa, FF ku blum semuanya di publish di WP pribadi ku… tapi FF ku yang paling lengkap itu ada di WP obizienka 🙂

      Kamu ga ngeh di bagian mananya saeng? klo mau nanya ya gpp 🙂
      Afstor? pasti adaa 😀 aku usahain ada karena buat nebus part terakhir yang sumpah mengecewakan bgt 😦
      tp afstornya mungkin nnti, soalnya aku sibuk buat ikut semester pendek 🙂

      kmsh yaaa^^

    • wuaah sempet ngira gituu? aku sukses bikin sesuatu yg ga ketebak dong yaaa 😀 *slametan*
      okee okee^^

      kok readersnya banyak yg ngedukung changmin sama heera???? ._.?
      ga ngerestuin heera jonghun nih?

      tapiii… liat di next nya aja yaaa hoho

  3. Pingback: My Lovely Fat Part 10 | FFindo·

  4. Changmin salah duga…
    Kasian changmin ampe stress gtu wkwkwk…
    Seharusnya heera tdk bersikap seperti itu, jika changmin mengutarakan pendapatnya ttg jungho dan jaejoong dan heera gk suka, seharusnya dr awal heera sdh menceritakan detail nya kyk td, kan bagaimanapun changmin tdk tau yg terjadi sebenarnya. Klo diceritakan didpn byk org dan didpn orgnya kan tentu saja changmin merasa malu dan bersalah krn telah menduga duga yg gk bener. Pdhl dia hanya tdk ingin heera tersakiti kembali.
    Tp untungnya heera dan changmin sdh baikan. Xixixi
    Tdnya aku ngira klo changmin bakal nyerah beneran! Dgn bgtu heera akan merasa kehilangan..ehh..tebakanku salah kekeke….
    FF nya kereeeennnnn!!!
    Lanjut ne bacanya
    gumawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s