Warrior [Ending]

Author : Karra & Darkclouds

Title : WARRIOR

Main Cast :

  • All member B.A.P
  •  Song Ji Eun Secret as Ji Eun
  •  Hyosung Secret as Hyosung

Disclaimer : Ini murni hasil pemikiran Karra dan Darkclouds. jadi jangan copy paste tanpa seijin kami berdua ya. gamsa…

-preview-

“Kita akan tetap menjadi kawan. Apapun yang terjadi.” Kata Dae Hyun sambil mengacak-acak rambut Zelo. Dae Hyun berusaha tersenyum walau dirinya juga tidak menginginkan pertempuran yang memaksanya untuk melawan Zelo.

Young Jae dan Jong Up ikut melepas pelukkan mereka pada Zelo. “Kau tetap salah satu dari kami.” Kata Young Jae sambil tersenyum.

Jong Up mengangkat tangan kanannya. Menanti Zelo menyambut tangan kanannya. Zelo hendak menyambut tangan Jong Up ketika mendadak suara jeritan terdengar dimana-mana. Dan tanpa sadar, Zelo menangkis tangan Jong Up hingga Jong Up terjatuh di pinggir jalan aspal.

Himchan melepas ciumannya pada Hyosung saat gadis itu mendorongnya dengan keras dan membuatnya terjatuh setelah membentur pohon. Himchan mengerang dan melihat Hyosung kini telah berubah menjadi sosok aneh.

Dae Hyun dan Young Jae segera menolong Himchan dan Jong Up. Keempatnya memandang dua falkon yang kini telah berada di depan mereka. Sosok seperti elang, dengan sayap besar berwarna kecoklatan dan berwajah Zelo dan Hyosung!!!

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7  -B.A.P- 

Hyosung mengepakan sayapnya yang berwarna cokelat. Begitu pula dengan Zelo. Dua orang yang mereka kenal kini sudah benar-benar menjelma sebagai falkon. Memaksa mereka berempat segera bersiaga.

Orang-orang mulai berteriak kecang dan berlarian ke segala arah saat Hyosung menunjuk tanah dan mengeluarkan cahaya seperti cahaya laser sehingga membuat tanah yang terkena cahaya laser dari Hyosung langsung menyembur kemana-mana. Zelo membuat bola-bola air dari kedua tangannya. Kedua matanya terarah lurus pada empat warrior yang sudah siap berada di posisi masing-masing.

Himchan berusaha menghubungi Yong Guk menggunakan telepati. Disaat genting seperti inilah, kekuatan-kekuatan mereka akan muncul. Himchan melihat Yong Guk yang berlari setelah mendapat panggilan darurat darinya.

Dae Hyun dan Jong Up berusaha mengalihkan perhatian Zelo. Young Jae berusaha menyerang Hyosung dengan tangan kanannya yang kini mengeluarkan bola cahaya  berwarna kuning. Bertubi-tubi Young Jae menyerang Hyosung. Namun dengan sigap gadis itu segera menghindar dari serangan Young Jae.

Hyosung yang memiliki kekuatan lebih karena mendapat transferan tenaga dari seseorang yang ikut memandangi pertempuran sengit antara falkon dan warrior. Hyosung terus menyerang Young Jae hingga laki-laki itu terjerembab di atas tanah. Darah segar mengucur dari sudut bibir kirinya.

Himchan segera menolong Young Jae. Dalam hatinya dia merutuk keterlambatan Yong Guk. Dari ekor matanya, Himchan menatap Yong Guk yang muncul. Dia tidak sendirian. Bersama gadis bernama Ji Eun! “YA! APA KAU TIDAK BISA MENINGGALKAN URUSAN PRIBADIMU?” Teriak Himchan yang membuat tanah seolah-olah bergetar.

Hyosung dan Zelo bahkan harus mengangkat kakinya agar tidak terkena dampak dari teriakan Himchan yang begitu menggelegar. Yong Guk melepas tangan Ji Eun yang terus di genggamnya sejak tadi.

“Kau tunggu disini. Jangan melakukan apapun.” Perintah Yong Guk sambil memegang bahu Ji Eun.

Ji Eun menatap Yong Guk nanar. Tidak melakukan apapun? Jika aku tidak melakukan apapun, kau yang akan mati! Pikir Ji Eun sambil menatap Yong Guk dan Himchan yang tengah berdebat.

Ji Eun merasa kakinya kaku. Sulit di gerakkan. Gadis itu berusaha mengangkat kakinya namun membuat tubuhnya goyah dan akhirnya terjatuh. Kakinya sungguh sulit di gerakkan. Kedua mata gadis itu menatap ke segala arah. Ji Eun menatap satu orang yang tengah berdiri di dekat sebuah pohon besar.

Senyum orang itu mengembang saat matanya bertemu dengan mata Ji Eun. Orang itu memegang tongkat. Ji Eun menoleh ke arah Yong Guk yang sedang mengobati Young Jae. Mendadak dia merasakan bibirnya kelu. Tidak dapat di gerakan. Suaranya pun tidak dapat keluar.

Yong Guk…. Raja Falkon mengintai kalian. Kumohon…. jangan hiraukan Hyosung dan Zelo. Kalian langsung saja menyerang Raja Falkon. Pinta Ji Eun dalam hati. Kedua matanya memanas. Air matanya keluar begitu saja tanpa bisa di cegah.

Tiba-tiba Yong Guk dan Himchan menoleh bersamaan ke arah Ji Eun. Ji Eun hanya mampu tersenyum ikhlas. Senyum perpisahan. Sebelum semuanya berakhir.

                                                                        -B.A.P-

“Noona… tongkat raja yang mempengaruhi kita!” bisik Zelo yang membuat Hyosung melirik ke tongkat raja falkon yang berdiri di samping pohon.

“Bagaimana kita bisa mengendalikan perintah raja?” bisik Hyosung frustasi. Dia sedikit cemas dengan serangannya yang membuat Young Jae terkapar. Dia berharap Young Jae masih hidup.

“Ji Eun noona…” kata Zelo saat melihat sosok Ji Eun yang terus menangis. Tangan kanan Zelo mendadak terangkat tanpa Zelo pinta. Bola-bola cahaya berwarna biru muncul di telapak tangan kanannya. Telapak tangannya terarah pada Ji Eun.

Kumohon Noona…. Kau harus menjauh dari situ. Pikir Zelo sambil meluncurkan bola-bola cahaya berwarna biru dan terarah langsung pada Ji Eun.

Ji Eun langsung memejamkan kedua matanya. Tidak berusaha melihat detik-detik terakhir kematiannya. Tidak bisa menghindari walaupun dia sebenarnya ingin menghindarinya. Dia masih ingin hidup bersama Yong Guk. Bersama laki-laki yang dicintainya.

Zelo memejamkan kedua matanya. Tidak sanggup melihat bola-bola cahaya berwarna biru yang di buatnya akan menghancurkan Ji Eun. Hyosung memekik tajam khas suara burung elang. Zelo membuka mata saat melihat Yong Guk menghancurkan bola-bola cahaya miliknya. Terima kasih Hyeong!

Yong Guk menatap Zelo dan Hyosung tajam. Kini kelima warrior sudah berformasi lengkap. Yong Guk berada di barisan paling depan. Di belakang Yong Guk terdapat Himchan dan Young Jae. Di belakang Himchan dan Young Jae terdapat Jong Up dan Dae Hyun.

Kelima warrior kini sudah berada di posisi masing-masing. Sudah saatnya menyelamatkan dunia. Sudah saatnya mempraktekan apa yang sudah di pelajari dari kakek masing-masing warrior.

Yong Guk menatap Ji Eun yang tengah menatapnya dengan air mata yang terus mengalir. “Percayalah padaku.” Kata Yong Guk sambil menyunggingkan senyumannya. Senyuman pertama yang ia tunjukkan pada Ji Eun setelah semuanya terjadi.

Kelima warrior berusaha mengumpulkan kekuatan mereka. Cahaya berwarna putih, merah, hijau, kuning dan dan pink mulai berkumpul. Membuat sebuah bola besar berwarna-warni. Ji Eun menatap bola cahaya warna-warni besar itu dengan pandangan takjub. Dia sempat melihat Raja Falkon memundurkan langkahnya.

Kan. Orang itu. Ji Eun mengucapkan sebuah kata. Berkali-kali ia lakukan, tapi suaranya tidak dapat keluar dari tenggorokkannya.

“Kumohon… sekali saja. Biarkan aku berbicara satu kata.” Pinta Ji Eun dalam hati sambil berusaha mengeluarkan suara dari mulutnya.

“Appa!” kata Ji Eun akhirnya. Suaranya lirih dan parau membuat aktivitas lima warrior terhenti total. Kan menatap Ji Eun dengan pandangan terkejut. Tanpa sadar Kan melepaskan manteranya untuk mempengaruhi Zelo dan Hyosung serta melepaskan mantera pada Ji Eun.

Tubuh Ji Eun langsung luruh ke tanah. Yong Guk berusaha menolong Ji Eun. Tapi genggaman tangan Himchan menyurutkan langkahnya. Yong Guk menatap Ji Eun yang menangis.

“Appa….” panggil Ji Eun dengan nada suara parau. Kan menatap Ji Eun dengan pandangan aneh. Ji Eun menatap Kan dengan tatapan khas seorang anak pada ayahnya. “Kau ayahku. Itu sebabnya kau tidak bisa membunuhku.” Kata Ji Eun sambil terisak.

Zelo dan Hyosung saling pandang. Kedua orang itu shock berat mendengar pengakuan mengejutkan dari Ji Eun. Zelo dan Hyosung segera mengumpulkan kekuatan mereka untuk memberontak pada Kan. Si Raja Falkon.

Kan terpana mendengar ucapan Ji Eun. “Bagaimana mungkin kau putriku?” seru Kan tajam.

Ji Eun menatap Kan. “Ji Hwa adalah ibuku. Dia meninggal dua tahun yang lalu.” Kata Ji Eun sambil terus terisak. Yong Guk dan yang lainnya masih menatap Ji Eun. “Sebelum meninggal, ibu memberiku pesan bahwa aku bukan manusia biasa. Aku merupakan anak dari seorang falkon.” Kata Ji Eun sambil terus terisak.

Kan menghampiri Ji Eun dengan langkah panjangnya. Laki-laki yang tampak seperti kakak bagi Ji Eun itu menghentikan langkahnya di depan wajah Ji Eun. “Apa maksudmu?” tanya Kan ketus sambil menunjuk wajah Ji Eun dengan tongkatnya yang kini berbentuk ular dan di atas kepala ular itu ada sebuah berlian berwarna ungu yang memancarkan cahaya.

“Ibuku menikah dengan manusia biasa karena terus menunggumu kembali. Tapi kau tidak kembali. Aku yang berada di perut Ibu semakin tumbuh besar. Ibu tidak menginginkanku lahir tanpa seorang ayah. Itu sebabnya ia menerima lamaran dari ayah tiriku.” Kata Ji Eun sambil terisak.

Kan terlihat sangat shock. Laki-laki itu menatap Ji Eun dengan pandangan aneh. Tangan Kan membelai wajah Ji Eun dengan perlahan. Memastikan gadis yang berada di depannya ini memang putrinya. “Itu sebabnya kau tidak bisa mati ditanganku?” tanya Kan.

Ji Eun mengangguk pelan. Air matanya masih menetes. “Tapi aku bisa menyelamatkan bumi dengan mengorbankan nyawaku.” Kata Ji Eun sambil merebut tongkat berbentuk ular milik Kan dan menghancurkan berlian ungu.

Ji Eun menatap Yong Guk yang mencegahnya berbuat nekat. Tapi Ji Eun tidak perduli. Dia hanya ingin melihat Yong Guk dan yang lainnya bahagia. Dengan sekali tusukan, Ji Eun terjatuh dengan bersimbah darah.

Luka besar menganga di perut gadis itu. Kan berusaha menyadarkan putrinya. Tapi semuanya terlambat. Ji Eun sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Pengorbanan yang di lakukan oleh Ji Eun di lakukan dengan cepat.

Kan sudah tidak dapat berkuasa atas falkon lagi. Kekuatannya yang berada di dalam tongkatnya kini sudah hilang. Bercampur dengan darah Ji Eun. Kan menangis. Dia kini sudah menunjukkan sosok aslinya. Seorang laki-laki berumur empat puluh tiga tahun. Ketampannannya tadi seolah menghilang.

Yong Guk berlari menghampiri Ji Eun. Laki-laki itu menangis sambil berusaha menyadarkan Ji Eun. Ji Eun terkulai lemas di atas tangannya. Kedua mata gadis itu terpejam. Hanya satu yang dapat ditangkap oleh Yong Guk. Ji Eun tersenyum.

                                                                           -B.A.P-

Yong Guk melangkahkan kakinya menyusuri stasiun bawah tanah. Telinganya terpasang sepasang headset yang mengalunkan lagu favoritnya. Langkahnya yang panjang serta ekspresi wajahnya yang justru menunjukkan sikap dingin membuat beberapa gadis yang sedang melihatnya langsung terpana.

Yong Guk sama sekali tidak menyunggingkan senyumannya. Dia hanya berjalan lurus. Seolah di ujung lorong stasiun bawah tanah di sana merupakan tujuan akhirnya.

Kini ia sudah menjelma menjadi sosok yang sesungguhnya. Sosok pemuda berumur dua puluh dua tahun. Kini ia tidak terbalut lagi dengan seragam sekolah yang membuatnya muak karena harus bangun pagi-pagi dan membuatnya harus mengerjakan tugas yang sangat membosankan. Sudah dua kali ini dia menjadi murid sekolah. Itu yang membuatnya muak.

Kekuatannya juga sudah sepenuhnya hilang. Tidak bisa mengeluarkan cahaya lagi. Tidak dapat menyerang orang menggunakan kekuatan dari kakek mereka. Tapi hal pertama yang di rasakan Yong Guk adalah bahagia. Walaupun ada setoreh luka yang muncul saat bayangan gadisnya dulu. Ji Eun.

Yong Guk menyipitkan matanya saat memasuki kereta bawah tanah. Dia mengenali seseorang yang duduk di sudut gerbong kereta sambil membaca koran. Kan. Ayah Ji Eun? Bagaimana bisa seorang falkon hidup bersama manusia?

Yong Guk berniat menghampiri Kan, namun seseorang menubruknya hingga membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan dan akhirnya memaksa Yong Guk berpegangan pada tiang terdekat.

Yong Guk hampir saja menyumpahi orang itu. Namun saat melihat orang itu berlari menuju ke seseorang yang wajahnya sangat mirip dengan Kan, Yong Guk segera terpaku. Kedua matanya terus mengamati kedua orang yang terus berbicara sambil sesekali tertawa. Kedua tangan Yong Guk gemetar. Jantungnya berdegup kencang. Itu…..

                                                                      -B.A.P.-

Himchan merangkul Hyosung keluar dari warung tenda. Senyuman gembira merekah dari wajah keduanya. Himchan mengacak-acak rambut Hyosung yang membuat gadis itu marah-marah.

“Kau tahu berapa lama aku membetulkan rambutku?” omel Hyosung sambil menepis tangan Himchan yang langsung membuat Himchan tertawa renyah.

“Perlukah aku tahu? Yang aku tahu, kau juga mencintaiku.” Kata Himchan sambil mencubit pipi Hyosung yang meninggalkan bekas merah di pipi Hyosung.

“Kau cari mati?” omel Hyosung sambil berkacak pinggang dan menatap Himchan dengan tatapan laser.

Himchan langsung tertawa. Begitu Hyosung akan berjalan mendekatinya, Himchan segera melarikan diri dari serangan Hyosung. Lemparan tas dan sepatu. Membuat barang-barang Hyosung berhamburan ke tanah.

Hyosung masih mengacungkan sepatu haknya yang sebelah saat Himchan mendekatinya. “Mau apa lagi kau?” omel Hyosung kesal sambil memunguti barang-barangnya yang terjatuh dari dalam tasnya.

Himchan masih tersenyum licik. Begitu berada di depan Hyosung, Himchan berjongkok dan membantu Hyosung memunguti barang-barangnya yang sering di hina oleh Himchan karena merasa barang yang di bawa Hyosung sangat tidak penting.

Himchan berbisik di depan Hyosung. “Jauhi Dae Hyun, dan kau akan aman bersamaku.” Kata Himchan. Pelan namun tajam. Membuat Hyosung menatap Himchan dan segera memukul Himchan menggunakan sepatunya.

“Kau pikir aku pedofil?” semprot Hyosung sambil memukul-mukul punggung Himchan dan membuat pemuda itu mengaduh-aduh kesakitan.

                                                                      -B.A.P.-

Zelo dan Jong Up keluar dari sebuah kedai ice cream. Keduanya membawa dua nampan yang berisi beberapa cup ice cream. Dae Hyun dan Young Jae membantu Zelo dan Jong Up mengambil cup ice cream milik mereka masing-masing.

Zelo duduk di salah satu bangku kosong di depan kedai ice cream. Sangat menyenangkan duduk di bangku ini saat menjelang malam. Jong Up sudah mulai menyendokkan ice cream ke mulutnya sambi l terus mengoceh.

“Permen kapas ini enak sekali!” kata seseorang yang membuat keempat sekawan itu menoleh ke sumber suara. Keempatnya terkejut saat melihat seseorang yang mereka kenal baik melintas di depan mereka sambil memakan permen kapas berwarna merah muda.

Jong Up sampai mengucek kedua matanya untuk memastikan sesuatu. Dae Hyun dan Young Jae sampi mengikuti arah langkah gadis yang baru saja melewati mereka berempat. “Ji Eun noona….” gumam mereka bebarengan.

“Hyeong!” seru Dae Hyun saat melihat Yong Guk yang ternyata mengikuti gadis yang sangat mirip dengan Ji Eun itu.

Yong Guk menoleh ke empat orang yang ternganga saat melihat Ji Eun. “Dia bukan halusinasiku?” tanya Yong Guk pelan.

“Kalau halusinasimu, bagaimana mungkin kami bisa melihatnya juga?” tanya Young Jae sambil terus menunjuk arah Ji Eun.

Kelima orang itu segera beranjak mengikuti langkah gadis yang sungguh mirip dengan Ji Eun. Tatapan kelima orang itu terpaku saat gadis yang mirip Ji Eun itu menghentikan langkahnya dan menoleh secara tiba-tiba.

Yong Guk terlihat salah tingkah. Dia langsung menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

Gadis yang mirip dengan Ji Eun itu kemudian melangkahkan kakinya lagi saat ia berpapasan dengan Himchan dan Hyosung yang juga menatap gadis itu dengan pandangan takjub. Gadis yang mirip Ji Eun itu segera bergidik kesal.

“YA!!! KENAPA KALIAN MENGIKUTIKU!” semprot gadis yang mirip dengan Ji Eun itu dengan nada tinggi.

Yong Guk segera berjalan menghampiri gadisnya. “Ji Eun….” panggil Yong Guk lembut. Sikap yang selama ini ia sembunyikan setelah kematian Ji Eun tiga bulan lalu.

Gadis yang mirip dengan Ji Eun itu memiringkan kepalanya. “Bagaimana kau tahu namaku Ji Eun?” tanya gadis itu polos.

Ketujuh pasang mata di depan gadis bernama Ji Eun itu langsung melotot kaget. Bagaimana bisa orang yang sudah mati bisa hidup lagi? Yong Guk langsung menyunggingkan senyum. Dia baru saja akan memeluk Ji Eun saat sebuah tangan menyambar gadis itu.

“Sudah ku bilang jangan pergi sendirian!” omel wanita paruh baya yang terlihat sangat cantik dengan gaun panjang putih yang sangat tidak cocok di kenakan saat musim semi seperti ini.

Gadis bernama Ji Eun itu tersenyum pada ketujuh orang di depannya. “Eomma! Kajja! Kita pergi. Aku sudah lapar!” kata Ji Eun sambil menggandeng tangan ibunya dengan erat.

“Ji Eun?” ujar Himchan dan Hyosung bersamaan. Kedua langsung saling tatap dan tersenyum.

Jong Up dan Dae Hyun segera menarik tangan Yong Guk yang masih terpaku. “Kajja, Hyeong! Kita juga pulang!” kata Dae Hyun sambil menarik tangan Yong Guk.

Yong Guk tersenyum miris. Senyuman Ji Eun berbeda. Berarti dia bukan Ji Eun gadisnya. Yong Guk tertawa sumbang dalam hati. Manusia tidak ada yang bisa hidup kembali. Lagipula tadi ia melihat gadis bernama Ji Eun itu bersama Kan. Mesra pula. Jika itu adalah Ji Eun gadisnya, tidak akan berani Ji Eun berbuat macam-macam.

“Yong Guk-ssi!!! Saranghae!!!” pekik seseorang yang membuat Yong Guk menghentikan langkahnya dan langsung menoleh ke belakang. Suara Ji Eun? Tapi sosok Ji Eun sudah tidak terlihat lagi.

“Hyeong! Kajja!” kata Young Jae sambil mendorong tubuh besar Yong Guk mengikuti Himchan dan Hyosung yang berjalan menuju kedai ice cream.

Ji Eun-ah…. Nado…. gumam Yong Guk dalam hati sambil memejamkan mata. Merasakan hembusan angin yang seolah memberinya kekuatan.

-FIN-

Gamsahamnida ya yang udah ngikutin FF Warrior ini dari awal sampe ending....
Gamsa yaaa
Tunggu fanfiction saya yang lain yah....
Advertisements

35 responses to “Warrior [Ending]

  1. Aah~ ending deh akhirnya. Hiks~
    FF ini bener2 DAEBAK, Bagus banget^^)b
    Ceritanya enggak terduga, fantasi ringan yg sarat pesan di baliknya. Endingnya beneran enggak ketebak. Sm kyk komen2 sebelumnya, ffnya bikin pembaca mikir ini mikir itu dan ujungnya hampir semua melenceng. Bahasa, penulisan, cerita, gambaran karakter B.A.Pnya dapet semua, dn semuanya bagus. b^^)b
    B.Y.G aBang’ku, aku suka end-nya, tetaplah bahagia. 🙂
    My Channie-Hyosung, sumpa jelous sangaaaaat!!! -3- *lari ke Young Jae minta peluk* #maksudlo
    DaeJae, UpZe, Ah pairing yg terus bersama. Sukaaaaaaa~ XD
    Ngomong2 boleh tu sekuelnya. Keep write^^)9
    Oh ya, B.A.P-B2ST, BOLEH banget dong di buatin-pan uda nawarin tuh- dan segera di post. XD
    Keep write^^)9
    *semangatin bareng all member B.A.P-B2ST*

    • wkwkwkw.. iyakah? makasih dear… ini kami lagi mikirin sequelnya. hahahaha…. soalnya author satunya lagi kkn jadi ke pending dah ini ff. 🙂
      awalnya kami juga ga mau bikin couple sih. cuma kok kayakna kasihan banget kalo ga happy end. hahaha… ya udah kasihlah dua couple itu. walau himchan sama hyo aq sukaaaa… #langsung ngepairing itu bias. wkwkkww

      ff bap ama b2st ntu sebenre udah ada di blog pribadi ku. cuma karena aq dah resign jadina aq ga bsa posting disini lagi.
      yg 214 love itu juga make karakterna yong guk, gi kwang, jihyun ama hyosung lagi. hahahaha…
      ga full bap ama b2st

      makasih dear udah ngasih feedback…. 🙂

  2. Kyaaaaa!! Mian thor gk komen di previous part, keasikan baca sih :3

    Kkk~ overall aku suka bangeeett!! Aku agak kaget sih ternyata Zelo endingny malah gk tega ngelawan Hyung hyungnya itu.. Paling ngakak pas Himchan malah naksir sama hyosung.. Gak nyangka banget jieun anakny raja falkon, tapi kok rajanya kagak tau ya? .-. Ngerasa Jieun mirip atau gimana.. Hahahaha..

    Lucu pas bagian Hyosung ngeluarin jurusnya, eh ternyata ngelempar sepatu dan tas.. Buakakakak XD kasian hime..

    Happy ending dah ^^ horeeee!!!,

    • nggak apa2 dear. 🙂

      iya…. awalnya mau bua Zelo jahat sekalian. cuma nggak jadi. nggak tega bikin Zelo jadi jahat. #ditabok

      makasih ya dear….

  3. Salam kenal thor saya baru nemu ini ff dan langsung baca tanpa coment di chapter2 sebelumnya coz ngga afdol kalo ngga baca dulu baru komen di akhir hahahahah, aku suka banget sama ff ini pemerannya bap pula wahh keren thor hebat deh *clap* hehe maaf ya thor hanya ninggalin jejak di akhirnya 😦 🙂 😀

  4. T.T jieun mati demi semua org yg disayang. duhhh daebakk ceritanya . Tapi kayanya baru kali ini owe baca ff yg castnya song jieun ampe THE END biasanya selalu gantung wkwkwk . Kapan2 bkin lagi yaaaa yg castnya songji soalnya dia biasss oweeee *-*

  5. wks~ sorry banget saya baru baca + komen FF ini sekarang. Saya memutuskan untuk ber-komen cuma di chapter ini karena aku baca yanhg part 1-ending-nya juga barusan beberapa menit yang lalu.

    Oooookaaaaay…*tariknafas* INI KENAPA ENDINGNYA YONGGUK NYESEK??!! Padahal udah enak banget bacanya pas si Yongguk sama Jieun ketemu lagi. serius, ini ceritanya bagus banget. aku suka tuh waktu si Jieun ngaku, kalo dianya itu anaknya si raja Falkon, terus mati. berasanya gimanaaaa gitu, deg-degan tapi juga seneng gatau kenapa. Tapi aku masih ga mudeng maksud bagian ini :
    ‘Yong Guk tersenyum miris. Senyuman Ji Eun berbeda. Berarti dia bukan Ji Eun gadisnya. Yong Guk tertawa sumbang dalam hati. Manusia tidak ada yang bisa hidup kembali. Lagipula tadi ia melihat gadis bernama Ji Eun itu bersama Kan. Mesra pula. Jika itu adalah Ji Eun gadisnya, tidak akan berani Ji Eun berbuat macam-macam.’ Bukannya Jieun itu anaknya Kan ya?

    Sekali lagi maap buat komen gue yang kurang berisi, kepanjangan, dan telat pula. ini soalnya emang bener baru saya baca sekarang. plis mohon maafkan reader se-gaje saya ini. /.\

    • wah… makasih ya udah menyempatkan kasih komentar….

      Hihihi… soal yang kamu pertanyakan ntu sebenarnya seperti reinkarnasi gitu. tapi itu bukan reinkarnasi menjadi manusia. tetapi reinkarnasi roh gitu. (berat banget ini bahasanya)
      soalnya disana yong Guk masih belum rela ‘melepas’ Ji Eun. itu sebabnya Ji Eun ‘muncul’ dengan cara yang berbeda dan mengisyaratkan dia bahagia. gitu…. 🙂

      dimafkan kok…. hahaha
      malah berterima kasih udah mau baca ff ini. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s