(Dooyoon moment) I really want to marry you #2(end)

(sekuel from love in the same sight | Chapter1)

Author : Dwlee87

Rating : PG-15

Genre : Romance

Length : Chapter

Main Casts : Yoon Doojoon, Heo Gayoon

Disclaimer : nama diatas milik mereka sendiri, saya hanya memiliki ceritanya

Authors note : ff ini pernah di publish di fan3less dan blog pribadi dooyooncouple

CHAPTER 2

My exhausted heart beats once again
My weak heart has found light again
I want to hold your hand and walk like this forever
Together with the person I love in a world just for the two of us

(forever – snsd)

Gayoon POV

Kenyataan yang kuhadapi sekarang, tepat di depan mataku,  kakiku dipegang oleh namja yang kucintai membuat sakit di kakiku tak kurasakan sama sekali. Doojoon dengan hati-hati mengompres kakiku dan membersihkannya. Diperbannya kakiku dengan cekatan, pandangan matanya yang tampak khawatir membuatku semakin merasa bersalah.

“ Sementara istirahatlah dulu…jangan jalan-jalan, biarkan aku yang membantu mereka. Sudah tak apa-apa kan?”

Aku hanya bisa mengangguk. Melihat doojoon yang akan meninggalkanku kutarik tangannya cepat

“Ada apa lagi? “

“Ehm…kau mau kemana?” tanyaku

“Aku ingin membantu mereka, kenapa?”

“Ehm…kau tak marah padaku kan?”

Doojoon kembali duduk di sampingku dan menatapku.Dia hanya menghela nafas dan terdiam. Sesekali memandang wajahku kemudian menunduk. Aku menelan ludahku bersiap dengan ledakan kemarahannya. Aku hanya bisa menunduk terdiam menanti kata-kata keluar dari namja didepanku.

“Marah…..sangat marah…..kau tak tahu betapa khawatirnya kami mencarimu? Aku hampir gila karenamu.”

Kulihat wajahnya sekilas….dia menopangkan dagunya dan menghela nafas, seperti ada kelegaan atas kekhawatirannya. Apa dia betul-betul khawatir padaku?

“kau mengkhawatirkanku atau pernikahan kita?” ucapku ragu-ragu, aku tak ingin dia hanya mengejarku karena tak mau malu akibat undangan yang sudah terlanjur disebar. Sangat tidak lucu kalau pernikahan itu tiba-tiba saja batal bukan?

Doojoon tertawa kecil menertawakan pertanyaanku kemudian membelai rambutku perlahan

“Babo….tentu saja aku mengkhawatirkanmu……., melihatmu seperti ini membuatku terlupa akan marahku…….syukurlah kau sehat-sehat saja.”

“Mianheyo……” aku menundukkan kepalaku, rasa malu dan rasa bersalah bercampur menjadi satu dalam benakku

“Kalau kau mau kita bisa membatalkan pernikahan ini.”

Kata-kata doojoon saat ini membuatku terkejut dan membelakkan mataku, membatalkan? Andwae!! Aku sangat menantikan pernikahan ini, kenapa dia tiba-tiba ingin membatalkannya? Apakah karena kesalahanku tiba-tiba dia berubah pikiran? Dia melihatku tidak akan bisa menjadi istri yang baik? Aku menggeleng cepat pertanda tak setuju dengan perkataannya, entah kenapa aku tidak bisa berkata-kata, bingung dengan ucapan apa yang kupilih untuk menolak kata-katanya itu

“Apa maksudmu menggeleng? Kau ingin pernikahan kita tetap berjalan begitu? Kau tidak ingin aku membatalkannya?”

Aku mengangguk sekali….melihat wajah doojoon yang kebingungan, aku menundukkan kepalaku memikirkan kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaannya yang bisa kutebak akan diucapkannya

“Sebenarnya kau ini kenapa? Boleh aku tahu…..apa kau yang terbebani dengan pernikahan kita?”

“A….ani….tidak seperti itu…..aku…….aku tidak keberatan dengan pernikahan kita kok….Cuma…..”

”Lalu kenapa kau pake acara kabur segala? Cuma apa…??” doojoon menatap lurus wajahku tanpa mengalihkan perhatiannya sedikitpun

“Aku hanya ingin menyiapkan hatiku saja…..lagipula….aku menggantikan bomi sebagai istrimu, aku masih merasa belum pantas menggantikan tempatnya.”

“Sepertinya kau banyak salah paham soal perasaanku padamu ya?”

Doojoon terlihat marah menatapku, aigo….aku betul-betul tidak bisa berkutik, sekarang apalagi salahku? Salah paham? Apa maksudnya?

“Apa maksudmu menggantikan Bomi? Kau pikir aku mencintaimu sebagai pengganti Bomi? Kau pikir perasaanku padamu sedangkal itu? Hanya untuk mengisi rongga kekosongan perasaan di dadaku?”

“Lalu….aku harus mengartikan perasaanmu padaku seperti apa dan bagaimana? Aku sungguh tidak mengerti.”

“Memoriku bersama Bomi selalu kuingat dan itu tidak akan tergantikan dengan apapun, demikian pula perasaanku padanya. Walaupun pada awalnya kita dipertemukan karena Bomi, tapi perasaanku padamu murni terbentuk tanpa andilnya sama sekali. Aku tulus mencintaimu, dengan segala apapun yang ada pada dirimu. Lagipula kau yang ada di hadapanku sekarang, bukan Bomi, itu kenyataannya.”

Doojoon menghela nafas menatapku

“Mungkin kau terlalu menganggap segala sesuatu dengan menempatkan dirimu selalu di bawah, sesekali berpikirlah egois dan tempatkanlah dirimu di atas. Kau terlalu pusing memikirkan perasaan orang lain, tanpa memikirkan perasaanmu sendiri. Aku tak meminta apapun darimu, kau membalas perasaanku padamu dan mencintaiku bagiku itu sudah lebih dari cukup alasan kita untuk menikah dan menjadi pasangan yang saling mendukung satu sama lain nantinya. “

“Apa menurutmu aku sudah bisa menjadi istri yang baik? Aku…..tak yakin bisa……….,” ucapnya

doojoon mengangkat alisnya menatapku dan tertawa kecil

“Semuanya ada proses, kita saling mencintai kurasa itu sudah cukup, tak ada manusia yang sempurna, akupun belum yakin bisa menjadi suami yang baik untukmu tapi aku akan berusaha untuk itu, bagaimana denganmu?” ucapku

Aku menatapnya, menunduk , menggigit bibir bawahku

“Atau…kau masih meragukanku untuk menjadi suamimu?”

Aku sontak menggeleng, “ Ani…I just think you’re too prefect to me, aku tak yakin bisa mengimbangimu.”

“Hey…….kau pikir 2 tahun aku ke jepang untuk apa? Kau yang terlalu sempurna untukku dan akulah yang harus mengimbangimu, kenapa kau harus berpikir macam-macam sih?”

“Kau…menganggapku seperti itu?” tanyaku ragu

“ne! kau seperti bunga di ujung gunung yang sangat suit untuk diraih dan disejajarkan? Kaupikir perjuanganku selama ini untuk apa?”

Kurasakan beban pikiranku yang seketika hilang entah kemana. Sungguh aku begitu ingin menikah dengan namja di hadapanku ini. Pandangannya yang begitu dewasa dengan mudahnya menuntun segala kegalauanku.Tiba-tiba saja badanku terasa begitu hangat dan…omo…aku ada di pelukannya!!! Baru kusadari lengannya yang merengkuh badanku begitu erat.

“Ah….bicara serius seperti ini bukan gayaku sama sekali……Sebenarnya kenyataan yang harus kauhadapi sekarang hanya satu heo gayoon. Aku begitu merindukanmu setengah mati dan kau harus tanggung jawab sekarang!”

Kurasakan pelukannya begitu nyaman dan membuatku begitu menikmatinya. Kusandarkan kepalaku di bahunya

“Tanggung jawab apa?”

“Apa kau tak tahu? Hatiku begitu terbakar melihatmu berjalan berdua dengan namja tadi. “

“Dia hanya teman, itupun aku baru mengenalnya dua minggu ini, masa begitu saja kau cemburu?”

“Ya! Apa kau tak bisa melihat pandangan matanya? Dia menyukaimu! Kau ini kenapa pula terlalu cantik sih?”

“Lalu kau ingin punya istri jelek? Kau ingin aku oplas biar kau tak bisa cemburu lagi?” tanyaku emosi

“Bukan itu………aku hanya ingin sebuah bukti lisan perasaanmu padaku……. Katakan padaku kalau kau mencintaiku….bisakah?itu akan sangat melegakanku, setidaknya dengan kata-kata itu aku bisa yakin pernikahan kita akan berjalan lancar.”

“Eh…?Kenapa?” kali ini permintaannya betul-betul membuatku terkejut

“Seumur-umur aku yang selalu mengatakan itu padamu, kau hanya mengatakan padaku sekali, ketika kau hampir menangis di malam pertunangan hara dengan junhyung.Aku ingin memperbaiki memori itu.”

“ Menyatakan perasaanku? Aku begitu malu……..tak bisakah saat kita menikah saja? Toh aku pasti mengucapkannya.”

Jangankan mengucapkannya, memikirkannya saja sudah membuat telingaku memerah

“Aish….kau itu selalu saja bisa mengelak……kalau tidak kucium nih…..ehm…tapi jangan deh…tempatnya tidak memungkinkan…”

Sejenak kusadari kami sedang berduaan di kamar dan di atas tempat tidur. Kulepaskan badanku cepat dari pelukan doojoon dan aksiku membuatnya tertawa terpingkal-pingkal menyadari wajahku yang menjadi begitu merah sampai ke kedua telingaku.

“Bwahahahaha….wajahmu itu….wajah salah tingkahmu itu…..! Sudah lama aku tak melihatnya!” Doojoon tetap menertawakanku, memegang perutnya dan berguling-guling di lantai

“Kau! Dasar yobeo babo…!!!!!!!!!!!!! “ kulemparkan beberapa bantal bertubi tubi ke arahnya sehingga membuatnya cepat mengambil langkah seribu keluar dari kamarku.

“Aku membantu Omma dan Appa dulu ya….eits lebih baik pintunya dikunci, takutnya kau kuapa-apakan saat ti..” Kudaratkan lagi bantal dan guling sekaligus di wajahnya

Terdengar tawanya yang tak kunjung berhenti menjauh dari kamar tempatku sekarang. Namja itu…dasar sial! Kapan aku bisa membalasnya? Sepertinya menjadi istrinya bisa membuat umurku makin pendek. Kejahilannya itu….ternyata aku merindukannya. 2 minggu tanpa senyum dan tingkah jahilnya ternyata betul-betul membuatku kesepian. Bomi-ya…apa wajar orang suka dijahili sepertiku?

 

DOOJOON POV

Kupapah gayoon menuju tempat duduk yang disediakan untuk kami. Kami sangat menikmati acara demi acara yang disajikan oleh para pengisi acara di festival desa, walau sebenarnya pandanganku sibuk mengamati wajah gayoon yang nampak begitu gembira dengan tangannya yang tak bisa berhenti bertepuk tangan ketika setiap performer selesai unjuk kebolehan.

“Ya….panggungnya di sana! Kenapa menatapku terus??” tanya gayoon yang tersadar dengan pandanganku

“Aku lebih terhibur kalau menatapmu, tak boleh?” kataku mengangkat alis

“Aish…sifat gombalmu tidak hilang juga ya?”

“kaupikir bagaimana perasaanku? 2 minggu tak mendengar suaramu…tak melihatmu….. apa hanya aku yang begitu rindu? Kau tidak rindu padaku?”

Gayoon hanya menatapku sebentar kemudian mengalihkan pandangannya dari tatapanku

“Ya…jangan menghindar !”

Aku begitu kaget melihat wajahnya tampak begitu merah dan dia mati-matian menyembunyikannya di depanku

“Kenapa wajahmu merah sekali? Sakit?”

“Ani….…aku masih tidak tahu harus menanggapimu seperti apa. 2 minggu tidak bertemu sepertinya jantungku tidak bersahabat kalo menatapmu” katanya mengerucutkan bibir

Ya! Yoja ini minta diapakan sih?kenapa dia selalu mengatakan hal-hal yang membuatku gemas?

“Apa kau tahu? Perkataanmu itu bisa membuat namja sepertiku hilang akal.”

“Eh? Memangnya aku berkata apa?”

Aku tersenyum menatap wajahnya yang kebingungan, kupegang tangannya erat untuk menahan keinginanku menciumnya. Bagaimanapun aku tak ingin membuatnya tak nyaman.

“Saranghae….”entah kenapa ucapan itu tiba-tiba saja meluncur dari mulutku tanpa kusadari. Gayoon mendengarnya dengan ekspresi terkejut dan menatapku lekat

“Hhh…..malah aku yang mengatakannya…sudahlah…….”kutatap lagi wajah yoja yang masih belum mendapatkan kesadarannya “Kamu tidak keberatan kan aku menjadi suamimu?”

Gayoon hanya menggeleng, sepertinya ia tidak bisa membalas kata-kataku dan hanya bisa menunduk. Aku tersenyum kecil. Gelengan itu sudah membuatku puas. Kualihkan pandanganku ke arah panggung tanpa melepaskan tangannya barang sedetikpun

“Yah…penonton!!!! Apa kalian masih mau yang lebih seru!!?????” Kudengar MC yang berteriak ke arah penonton dan mendapat sambutan YEEEAH yang luar biasa

“ Acara puncak! Katakan isi hatimu! Bagi siapa yang berminat langsung saja menaiki panggung!!!! Silahkan!!!”

Sontak penonton semakin ramai, aku yang belum melepaskan gamitan tanganku dari tangan gayoon begitu tertarik menantikan acara puncak ini

“Aku suka kamu joon jiyuuun!!!!!”

Seorang pemuda tak begitu tinggi dan rambut sedikit acak-acakan menunduk bergetar menanti jawaban dari yoja yang sekarang berdiri di hadapannya

“Mianheyo….”

“Huuuuuu”

“Gwencana!!!!!”

“Uljima!!!”

Teriakan-teriakan penyemangat keluar dari mulut penonton, aku hanya tersenyum kecil dan menikmati acara ini. Sesekali kualihkan pandanganku ke arah gayoon yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Ya! Nikmati saja acaranya, kau ini kenapa?”

Gayoon hanya menatapku sekilas kemudian tersenyum “ Ani…tanganmu…..”

”Kenapa? Risih tanganmu kupegang?tak suka?”

“Bukannya tak suka…….Cuma…”

“Nona HEOO!!!!!!!!!!”

Tiba-tiba kami berdua menolehkan pandangan kami ke arah panggung, siapa yang memanggil chagiku selantang itu??

“Saranghae….nomu saranghae…..saya suka nona Heo!!!!! Walau baru kenal 2 minggu saya sudah jatuh cinta dengan anda!!!!jongmal saranghae….!!!”

Namja yang kulihat tadi siang bersama gayoon sekarang berdiri tegap di atas panggung dengan kedua tangannya membuat simbol LOVE di atas kepalanya yang sukses membuat kami berdua menganga. Ya! Namja ini! Apa dia tidak tahu yoja yang disukainya itu akan menikah?

“Ya nona Heo!!! Silahkan anda menjawab isi hati Seuleong-ssi!silahkan anda ke depan!”teriak MC itu

“Ottokhae???” tanyanya bingung

“Tolak saja beres kan? Atau kamu tak mau menolaknya?” tanyaku

“ Saat seperti ini masih juga cemburu? aish! AUCH!!!!!” gayoon langsung berdiri cepat dan melupakan sakitnya, kupegang badannya cepat

“Butuh bantuan?” tanyaku

“Ani…berikan aku tongkatku saja…”

Aku mendengus kesal, tapi itu keputusannya, terserah, sampai dia tidak menolak namja itu, awas saja. Bisa-bisa wajah namja itu tak utuh ketika turun dari panggung. Aku heran kenapa posessifku terhadap yoja ini semakin besar saja

“Ya nona Heo, silahkan dijawab.”

Gayoon mengambil microphone dari tangan MC kemudian dia menatap namja di depannya dengan tersenyum.Jjangan tampakkan senyum itu! Jebal!

“Ehm….Seulong ssi…..kamsahe…aku sangat senang kau mempunyai perasaan itu terhadapku….tapi aku hanya menganggapmu teman….jongmal mianhe….”

Akupun tersenyum penuh kemenangan, tanpa kusadari aku sudah cukup puas dengan tatapan gayoon padaku yang bagiku merupakan segalanya. Aku tak perlu ungkapan cinta keluar dari mulutnya. Tingkah lakunya sudah menunjukkan dia mencintaiku dan itu lebih dari cukup.

“Nona Heo…ada yang ingin disampaikan lagi….??” Tanya MC itu

“Ehm…apa aku juga boleh mengungkapkan isi hatiku disini?”

Kata-kata gayoon yang terdengar dari pengeras suara berhasil mengembalikanku dari lamunanku. Pandanganku sekarang fokus ke arah panggung yang tak terlalu jauh dari tempat dudukku. Kulihat gayoon tengah memegang microphonenya dengan gugup dan menempatkan dirinya di tengah panggung

“Ehm…..mianheyo sebelumnya…..saya bukan penduduk lokal sini….hanya saja saya sedang berkunjung. Kota ini sudah memberiku banyak ketenangan, saya sungguh berterimakasih pada penduduk sekitar, jongmal kamsaheyo…” Gayoon membungkuk disertai dengan tepuk tangan riuh penonton

“Jika bukan karena mendiang teman saya dan keluarganya, saya tidak akan mengenal kota ini, saya sangat senang bisa ada di kota ini dan saya bangga bisa menikmati keindahan kota ini. Sekali lagi saya berterimakasih.”

Gayoon sedikit terdiam dan kembali melanjutkan perkataannya

“Ehm…berkat dia pula aku bertemu dengan seorang namja yang sangat berarti bagiku, yang sangat memperhatikanku, yang menuruti keegoisanku dan yang selalu bisa kubanggakan. Sampai sekarang aku tidak menyangka namja itu bisa mencintaiku bahkan kami akan menikah dalam waktu dekat ini.”

Kata-kata chukhae, haengbokhae keluar dari beberapa sudut tempat duduk penonton, tapi itu tak mengalihkan keseriusanku menatap yoja yang tengah berdiri di panggung itu.

“Terus terang aku tak yakin apakah aku yoja yang pantas dan bisa menjadi istri yang baik baginya, tapi aku ingin memastikan perasaanku padanya. Aku sangat berterimakasih dia bisa menerimaku dan sangat menjagaku, aku tak bisa mengungkapkannya selain dengan kata-kata ini….”

Kunantikan kata demi kata yang keluar dari mulut yoja itu. Dia sedikit menarik nafasnya dan menatapku lurus dengan bibirnya yang bergetar.

“Yoon doojoon, naeui yeobo….terimakasih kau mengiginkanku menjadi istrimu, terimakasih telah mencintaiku dengan sifatku yang seperti ini, na do………saranghae…..”

Aku menarik nafasku dalam, seperti ada beban yang terlepas dari hatiku, entah apapun itu. Aku berjalan ke atas panggung ditengah riuh penonton yang tak ada tanda akan berhenti. Kupeluk tubuh yoja itu tanpa meminta persetujuan darinya.

“Begini lebih baik untuk menutupi wajah merahmu kan?”

Kulihat telinganya yang sudah memerah akibat malu yang teramat sangat. Kuraih microphone dari tangannya

“Yorobun….doakan pernikahan kami lancar..”

Riuh penonton semakin keras ketika aku menggendong gayoon dengan bridal style untuk menuruni panggung. Gayoon hanya bisa menutupi wajahnya yang tidak tahu sudah semerah apa. Aku berjalan menjauhi arah festival , mencari tempat yang cukup sepi untuk kami berdua. Kududukkan dia di atas pasir pantai yang cukup bersih. Kemudian kurebahkan badanku di sampingnya menikmati angin pantai yang saat itu berhembus kencang. Hatiku gembira, sungguh,sangat gembira sampai aku tak tahu lagi harus berkata apa. Hatiku seakan begitu penuh dengan kebahagiaan yang baru saja kudapatkan. Senyum mengembang di wajahku tanpa kusadari sedari tadi.

“Gomawo…….”ucapku

 

Gayoon POV

Jantungku terus menerus berdegup dengan begitu kencang tanpa tanda-tanda berhenti. Kurasakan badanku diturunkan dari gendongannya diatas pasir pantai. Kubuka tangan yang menutupi mukaku yang panas sedari tadi. Doojoon merebahkan dirinya disampingku dengan senyum mengambang di wajahnya.

“Gomawo…..” ucapnya padaku

“Johayo?(suka?) “ tanyaku

“Nomu joha……(sangat suka…..) aku tak sangka kamu bisa mengucapkannya di depan banyak orang seperti tadi. Hey…kenapa wajahmu masih merah? Masih malu?”

“Kau pikir mudah mengucapkannya di depan banyak orang seperti itu? Tentu saja aku malu…”

Doojoon tertawa mengikik, kupuaskan diriku melihat tawa yang kurindukan itu.

“Ah……ini iphonemu, mianhe aku membukanya untuk mencari petunjuk ketika mencarimu.”

“Mwo!!!??? Kau membukanya….?????”

“Ne….aku tak tahu kau begitu menyukaiku, sepertinya fotoku banyak sekali tersimpan disana.” Ucapnya menggodaku

“Ya!” kuraih paksa iphoneku dari tangannya, apa tingkahku begitu lucu? Kenapa dia selalu menertawakanku?

“Sudah ke makam bomi?” tanyaku

“Tentu saja sudah, karena itu aku tahu kamu disini……kau mau pulang kapan? Pernikahan kita tinggal 5 hari lagi….”

“Besok……..kita bersama ke makam bomi ya?” ujarku

“Ne……”

Aku terdiam…kunikmati angin pantai yang berhembus ke arah kami. Kesunyian ini membuatku gugup, kenapa Doojoon juga diam? Kucuri pandanganku ke arahnya. Doojoon yang semula berbaring sekarang ada di posisi duduk, sedikit sejajar denganku.

“Boleh kucium?”

Pertanyaannya yang tiba-tiba membuatku kaget setengah mati.

“Wae?”

“Ingin saja……sepertinya sudah lama aku tak menciummu” ucapnya

Aku menggeleng ringan

“Wae…….?” Tanyanya tak terima

“Aku ingin menciummu ketika pernikahan kita, kurasa itu akan lebih berkesan.”ucapku tersenyum

“Kau itu selalu saja bisa menghindar,” ucapnya dengan tersenyum simpul

Aku balas tersenyum, kulihat wajah yang menikmati angin laut itu. Kucium pipi kirinya perlahan, dia terlihat sedikit kaget dan menatapku

“sementara popo dulu ya?” kusandarkan kepalaku di pundaknya tanpa melihat reaksi darinya. Aku hanya merasakan rambutku yang diusapnya lembut

******

“Bomi ya….kita pulang hari ini…..ehm…maaf merepotkanmu dari dulu” ucapku

“Bomi ya…..doakan kami….” Ucap doojoon singkat

“Kalian sudah mau pulang ya?” ucap haraboji

“Sering-sering main kesini ya.” Ucap yoon omma

“Ne omma….gomawo selama ini sudah banyak merepotkan…” ucapku membungkukkan badanku

“Jaga dia baik-baik.”ucap yoon appa

“Ne…tentu saja, terimakasih sudah menjaganya selama aku tak ada,chagi…ayo,” ucap doojoon

“Ne……” kumasuki mobilnya tepat di tempat duduk samping pengemudi, sedangkan mobilku dikendarai oleh sekertaris doojoon.

“Kau yakin sudah siap? Tidak akan kabur lagi?” tanyanya

“Apa sih? Pernyataanku kemarin tidak cukup ya?” tanyaku sembari memukul ringan lengannya

Doojoonpun menancap gas mobilnya  dengan tertawa mengikik. Kamipun pulang menuju kota Seoul

FIN

Pertanyaan klasik…butuh sekuel?? :p, please RCL ya……

16 responses to “(Dooyoon moment) I really want to marry you #2(end)

  1. Hihihi….. Lcu deh ending.a…. Doojoon msih ja smpet nge-jailin gayoon pdahal mka.a dah merah bgt…
    Sequel??? Btuh deh, pnasaran ma lnjutan.a

  2. aq langsung komen disini yah,, td udah baca dua2’y…. romantis bgt,, suka bgt sama kata2 “memantapkan hati” hehe
    mau sequelnya jarang ada yang bikin dooyoon couple niih,,,
    dukungan 1000% buat author,,,

    • iyah!!! gomawo2 *deep bowing
      makasih dukungannya…udah bikin si…cuman berasa kurang feelnya, mau diperbaikin~~~ X3

  3. bguusss,bguuss, krenn, keren, keren critanyaaaa :)) *big smile*
    Tp yaaah, kok agak mnggantung ? Ktnyaa kn mw nikah, kq nikahx blum tp dah hbiisss ?
    Yaaaa, btuuh, btuh, butuuh skaliii sekuel nyaaaaaaaa .. Autor bkind pnsaran aja .
    D tnggu yaaaa sekuel nya 😉 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s