Dongho Babo!!

Tittle : Dongho Babo!!

Author : Sicafiramin @Sicafira

Main cast : Park Jiyeon, Shin Dongho, Choi Sulli,

Support Cast : Lee Taemin/Park Taemin

Genre : Romance, Friendship

Length : Oneshot

Nih, aku padukan Jiyeon T-ara dengan Dongho U-kiss, aku mencoba buat segalau mungkin(?). Disini Taemin marganya park yah aku udah tanya ke Taemin dia bilang boleh(?) ^_^. Happy ending ehh happy reading ~~~

Jiyeon POV

“Jiyeon ssi~ aku menyukaimu, apa kau mau menjadi pacarku?” Tanya Donghotiba-tiba saat aku sedang melahap makan siangku di kantin, Tentu saja aku tersedak mendengar Seorang Dongho berbicara seperti itu!!

“uhukk!!.. Kau ini bicara apa sih? Jangan ngelantur ahh…”Kataku tidak percaya

“Aku serius bodoh, mana mungkin aku bercanda… mau tidak ?” Tanyanya

      Aku terdiam, hueee aku harus bagaimana? Sebenernya Dongho memang tampan, dan aku menyukainya. Tapi masalahnya dia itu mantan Sulli sahabatku… Jadi aku kaget saat ia tiba-tiba menyatakan cintanya.

“Ya~ aku kesini untuk mendengar kau berkata Ya atau tidak, bukan untuk melihatmu cengo seperti itu..” Kata Dongho sedikit berteriak.

Aash dia benar2 menyebalkan… Tapi aigoo~ jangan menatapku seperti itu, aku semakin menyukaimu Shin Dongho!!

“Ne…” Kataku

Dhuaarr!!! Serasa ada petir yang menjitak kepalaku Haaa Bagaimana ini? Kenapa tiba-tiba bilang iya? Tapi ya sudahlah… huffh selamat Dongho, kau menjadi pacar pertama ku.

         Dongho Mulai Gila, ia tersenyum senyum sendiri dasar gila.
“Kita Resmi Pacaran… Yes!!! saranghae Park Jiyeon!!!!” teriaknya membuat semua orang di kantin menoleh pada kami… Hah kenapa berteriak?!! Malah membuat aku malu!!!

“Dengar!! Aku sekarang Pacar  Park Jiyeon!! KITA RESMI PACARAN satu menit yang lalu!! Yeee~” Ia berteriak layak anak kecil, oke.. dia memang ke kanak-kanakan, dan wajahnya tampan sekaliii… Aku menyukainya saat pertama masuk SMA sekitar 2 setengah tahun yang lalu, lalu aku menggalau gila saat Sulli berpacaran dengan Dongho, saat itu aku mulai melupakan dongho demi Sulli. Yah saat itu sedang Dilema, Tapi sebulan saat Putus dengan Sulli ia menembakku. Dasar Kau Shin Dongho, awas saja kalau Kau mempermainkanku demi mendekati Sulli kembali!! Ku bunuh kau!!!

Aazzzz…. Kenapa aku berfikiran macam-macam, Dongho kan anak yang polos tidak mungkin ia bebrbuat seperti itu.

“Ciyeeee” Sorak teman-temanku di kantin.

“Jiyeon aku kekelas dulu ya, pulang sekolah kita pergi nonton… pai pai” ia melaimbai padaku lalu pergi.. Dasar !! Hanya itu? kemudian pergi?

*_*

       Sepulang sekolah ia menarikku ke motornya dan melesat cepat ke bioskop, apa tak ada tempat lain selain Bioskop? Kenapa orang pacaran pasti pergi ke Bioskop, Karnaval, atau café? Huh? Hmm tapi ini kencan pertama ku.

“Kau mau menonton apa?” Tanya Dongho

“Apa saja…” Kataku datar sambil menjilati ice cream yang barusan ku beli.

“Hmm ini saja,…” ia menunjuk Film barat yang entah apa aku tidak sempat melihat Judulnya, dan ternyata itu Film banyak adegan 17 tahun ke atas, untung kami sudah 17 tahun tapi tetap saja ini baru pertama kalinya bagiku menonton film seperti itu, biasanya aku menonton kartun hehe.

Setelah itu kami pergi ke Taman ia menjajaniku ice cream lagi. Yah tidak tahu kenapa aku dan Dongho sama-sama menyukai ice cream, menurutku Ice cream bisa membuat ku bahagia.

“Kau suka Film nya?” Tanyanya memulai pembicaraan

“Tidak!” Kataku datar

“Iya sih, memang tidak seru  hmm… kau mau pulang? Mau ku antar?” Tawarnya

“Boleh ” Kataku, entah kenapa aku malah merasa terlalu sinis padanya lidahku terasa kelu untuk mencurahkan semuanya, mungkin terlalu gugup.

Di perjalanan.. ia menggenggam tanganku erat

“Aku merasa nyaman saat kau pegang tanganku…” Kataku

“Benarkah? Baiklah.. aku akan memegang tanganmu sampai ke rumah. Hehe” Iya tersenyum manis, terlalu manis sampai-sampai ice cream yang sangat enak ini tidak terasa, oke aku berlebihan.

^_~

        Seminggu kemudian kami berpacaran dan Sulli dengan dongho tidak terjadi apa-apa huffh syukurlah ternyata Dongho benar-benar mencintaiku.

“Hubungan mu dengan Dongho bagaimana? Ia baik padamu?” Tanya Sulli saat kami sedang berjalan di Koridor sepi sambil memeluk buku pelajaran, aku tersenyum lalu terlintas wajah Dongho di otakku.

“iya, ia sangat baik… aku masih heran kenapa kau memutuskannya, padahal ia baik sekali.” Kataku.

Tiba-tiba ia menunduk

“Aku… tidak menyukainya saja, ia ke kanak-kanakan dan manja.. ehehehe” ia tertawa kecil

“Iya juga sih, tapi menurutku akhir-akhir ini ia tidak terlalu berisik seperti biasanya…” Ucapku

“Haha jinchaa? waah  Park Jiyeon sudah mulai memperhatikan pacarnya hehehe” Seorang Choi Sulli menggodaku, haduh

“Apa sih? Kau ini hahaha.. oh iya, Taemin menanyakan kabarmu tadi malam   sepertinya ia menyukaimu…” Kataku, oh ia Taemin itu kembaranku dia Namja aku Yeoja.

“Menyukaiku? Ahaha kalau aku pacaran dengan Taemin rasanya sama saja seperti aku bermain dengan mu hehehe” Tawanya

“Ah terserah Kau, eh itu Dongho ngapain nangkring depan kelas? Bukannya Masuk kelas…” Tunjukku lalu kami menghampirinya

“Jiyeon.. Sulli” Teriaknya

“Waeyo? Tidak masuk kelas?” Tanya ku

“Aku tidak akan masuk, aku di suruh sonsaengnim membuat persiapan untuk English club jadi, nanti pulang sekolah tunggu aku di gerbang belakang ya? Jangan kemana-mana aku mau mengajakmu main ke danau di taman hehe otte?” Ajak  Dongho

“otte” aku mengangguk lalu ia berlari pergi. Memberitahu itu kenapa harus sampai datang ke kelas segalanya? Kan bisa lewat sms ? Dongho Babo~

Bel pulang berbunyi, saatnya bermain dengan Dongho… Aku berlari menuju gerbang belakang dan berdiri di pinggir gerbang sendirian.

1 jam.. 2 jam.. 3 jam.. sudah malam..ia kemana?

       Aku takut kalau masuk lagi ke dalam sekolah. Berkali-kali  aku menelfonnya tapi tidak diangkat sms tidak di balas.. yaa~ Dongho!!! Kau ini!!!

         Akhirnya aku pulang jalan kaki karena aku lagi menangis, aku malu kalau naik bus dengan mata jelek gak bagus kya gini… Tiba-tiba saat di perjalanan aku melihat seseorang di Café sebrang, aku tau orang itu itu Sulli !!! ahh aku bisa curhat padanya sekarang.

        Saat aku akan menyebrang aku kaget saat melihat seseorang datang menghampiri Sulli… itu Dongho!! Ia Rapi, tampan, dan menyapa Sulli hangat seperti mau Kencan 😥

Nappeun!! Ternyata Benar kalau mereka menghianatiku di belakang… assh~ Jiyeon Babo!!

Aku pun berlari kencang menuju rumah, dan Brukk!! Saat aku membuka pintu Aku menabrak Taemin, kembaranku yang katanya lebih cantik dariku, oh ayolah di NAMJA dan aku YEOJA!!

“Ya~ Jiyeon, kau dari mana saja? Baru saja aku akan mencarimu…” Teriaknya di depan pintu , tapi aku langsung berlari ke dalam melewati umma dan appa dan

Blug!!!

Aku menutup Pintu kamarku keras lalu aku menangis… menangis sampai perih nih mata, tak peduli umma dan appa mentapku heran dan Taemin menggedor – gedor pintu kamarku. Aku sakit tahu!! Aku  sedang sakit hati.

Keesokan harinya…………

                    Aku melihat Sulli sedang makan di kantin, dan Dongho sedang mengerjakan PR di kantin… intinya mereka sedang bersama di satu bangku!! Semakin panas semakin cemburu, semakin kesal aku padanya.

“Haii” Sapaku Tersenyum lebar pada mereka.

“Jiyeon… kau kenapa? Sakit? Wajahmu pucat sekali”  kata Sulli, Iya!! Aku sakit karena kalian!!

Isshh~ berhenti bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

“iya, aku sedang sedang sakit..” Kataku

“Benarkah? Ayo kuantar ke UKS” Kata Dongho panik

“Ah tidak usah, ini sakitnya beda.. hehe” Tawaku

Hening..

Sulli mulai tidak nyaman, sepertinya ia mulai sadar kalau aku sedang Galau(?)

“Ehemm.. Dongho, kau tau gerbang belakang?” Tanyaku, ia mengangguk masih menulis PRnya.

“Tentu saja? Ada apa? Gerbang belakang sudah dibuka kah? Jadi kita bisa pulang?” Tanya Dongho. Aku menghela nafas dan keheranan kenapa pikirannya bisa sampai kesitu?

“Kau tau Danau? English club, lalu Café, lalu sepulang sekolah?” Tanyaku, Sulli menatapku wajahnya nampak murung dan aku tak bisa mengartikan tatapan Dongho… kenapa? Kau panik? Tenang saja aku masih bersabar.

“Hmm? memang kenapa? “ Tanya Dongho, ia menutup bukunya lalu mentapku.

“Kenapa Jiyeon?” Tanya Dongho lagi. Aku tersenyum manis, menutupi rasa kecewaku padanya.

“Kita selesai” Kataku datar tak ber ekspresi lalu pergi.

“Mwo? Putus? Alasannya? Ya~!! Park Jiyeon!! Berikan alasan yg jelas dulu!! Ya~!!” Ia berlari ke arahku lalu menarik tanganku dengan keras.

“Sakit!! Lepaskan!!” Bentakku

“Wae? Mianhae jika aku ada salah…” Kata Dongho, lalu sulli berlari ke arah kami.

“Sebenarnya kau mengajak janjian dengan aku atau Sulli sih? Hah? Kalian ini!! Asshh!! Jahat..” Kataku lalu menangis. Ia memebelalakan matanya, sepertinya ia sudah ingat.

“Mianhae… kemarin aku pikir kalian sudah kencan jadi kami bertemu di café.” Jelas Sulli

“Aashh~ kemarin aku benar-benar lupa, tiba-tiba saja ibuku menyuruhku pulang setelah English Club dan… Hp ku rusak. Maafkan aku Jiyeon. kemarin aku bertemu Sulli karena aku menanyakan semua hal tentang mu, aku tidak mau jadi pacar yang tidak tau karakter mu… “ Tutur Dongho, aku tersenyum kecil.

Alasan klasik

“Kita selesai ya aku mau sendiri…” Kataku. Sulli menghampiri ku, wajahnya nampak sedih tapi aku lebih sedih lagi, di khianati Dongho dan Sulli.

“Jiyeon… Mian..” Kata Sulli menggenggam tanganku erat

“Gwenchana Sulli, aku tidak menyalahkanmu, aku memang belum waktunya memiliki pacar,  aku mau sendiri dulu…” Kataku

“Jiyeon!! apa kau? Mau mempermainkan aku Hah??” Bentak Dongho, kenapa dia marah? apa salah kita putus? Aku memang mau sendiri

“Aku… mau sendiri… aku bisa hidup tanpa kamu, dan aku mau kamu pergi.. kau mengerti!!” Aku menatapnya sekilas lalu berjalan pergi.

Aku Benci Dongho!!

           Setiap hari aku selalu sendiri, menghindari Dongho dan sulli, entah kenapa aku merasa Sulli dan Dongho semakin akrab, mereka Bahkan seperti pacaran kembali, huh untuk apa aku memikirkan itu. I DON’t CARE!!!

       Hari ini aku berjalan menuju Laboratorium. Aku di suruh membersihkan Lab oleh sonsaengnim. ini semua gara-gara aku melamun saat pelajaran, bagaimana tidak? Aku melihat Dongho sedang duduk termenung di luar, aku berfikir apa ia di hukum sehingga disuruh di luar? Saat aku berfikir tiba-tiba sebuah spidol mendarat di kepalaku.. sakit sumpah!!

Laboratorium,  menyeramkan sekali… Sepi, dingin, senyap, aah menyeramkan ! aku melihat jam tangan, sudah pukul 6 sore. Gila!! Sepi begini, biasanya masih banyak anak Osis bergentayangan di sekolah.

            Aku terus menggerutu sambil mengelap meja – meja. Tiba-tiba seseorang masuk, aku berjalan ke pintu untuk melihat siapa yang masuk dan ternyata itu…

“kau?” Kata kami serempak, heran dan kaget tepatnya.

“Sedang apa disini?” Tanya Dongho sambil menutup pintu Lab.

          Aku menelan ludah, menahan perasaanku yang hampir jungkir balik karena saat ini Dongho tampan sekali, tapi apa daya.. Dia mantanku. Bukan siapa-siapa lagi.

“Membersihkan Lab, kau sendiri?” Tanyaku sambil berjalan menuju meja yang sedang ku Lap tadi.

“Aku di hukum, jadi aku membersihkan Lab. Kebetulan sekali yah?” Tanya Dongho sambil mengambil sapu

“err.. iya” kataku Gugup

Hening… kami sibuk oleh pekerjaan masing-masing

“Kau masih benci aku?”Tanya Dongho

“tentu” Jawaban bodoh terucap dari mulutku

“ooh..” ia hanya ber oh ria

Hening…

Aku duduk di kursi lalu memperhatikan ia yang sedang sibuk dengan botol-botol kimia.

BRAKKK~

Tiba-tiba dongho terjatuh, aku terhenyak kaget dan langsung menghampirinya.

“Ada apa?” Tanyaku panik

“Sesak..” Ia Nampak sesak nafas, aku semakin panik, apa ia punya penyakit asma?sejak kapan?

“Ada obatnya?” Tanyaku sambil meraba-raba sakunya

“Tidak… akkhh dadaku sakit Jiyeon… tolong aku… akkh” Iya memegangi dadanya

“Sebentar aku cari bantuan.” Kataku, saat aku berlari keluar, Pintu nya tertutup rapat , aku sampai susah bukanya.

“Dongho pintunya tertutup… Bagaimana? Hmm Handphone?” Aku segera mengambil handphone ku dan menelfon ambulance.

“Ambulance sebentar lagi datang, kau bertahan yaa…” Kataku sambil memelukku dongho yang nampak kesakitan, aku merasa tubuhnya panas, apa ia demam? Sebenarnya aku masih menyayangi Dongho, tapi aku terlalu sakit hati dengan kejadian itu, aku tahu aku kekanak-kanakan marah karena cemburu, ck~

“Jiyeon … jangan biarkan aku sendirian, aku takut..” Kata Dongho, aku mengangguk dan mempererat pelukanku padanya, Dongho kau kenapa? Kenapa aku merasa kalau dia sedang benar-benar menahan sakit.

@Rumah Sakit

Dongho tidak sadarkan diri saat turun dari ambulance, aku duduk di luar ruangan tempat dongho di rawat sekarang.

“Anda saudaranya ?” Tanya Dokter saat keluar dari dalam setelah memeriksa Dongho

“Bu … bukan dok, saya .. Temannya .” Jawabku

“Dongho, sudah lama tidak berobat, mungkin itu yang membuat ia menjadi ambruk dan semakin parah seperti ini…”

“Memang Dongho sakit apa?”

“Lekeumia, masih stadium 2 tapi kita harus waspada, penyakitnya semakin menyebar luas” Kata dokter.  Aku terdiam

Dongho? Punya penyakit? Apa tadi? le.. le..keu..lekeumia?

“Apa penyakit itu parah?” Tanyaku, kenapa aku jadi panik begini? walau aku tidak tahu penyakit apa itu tapi aku sangat khawatir.

“Tentu saja, lebih baik kau hubungi keluarganya. Waktu Dongho tidak lama lagi … baik saya permisi” Dokter itu pergi meninggalkan aku disini, sekarang aku harus bagaimana? Kenapa aku menangis? Kenapa aku menangisi orang yang sudah benar-benar menyakiti perasaan aku? Baik mulai sekarang aku tidak boleh egois lagi, masih banyak orang yang lebih tersakiti bila Dongho sakit seperti itu. Segera aku membuka handphone Dongho dan menghubungi keluarganya.

***

            Aku menatap dongho yang sedang terbaring tak berdaya, ya ampun wajahnya pucat, aku jadi merasa bersalah sudah benci padanya, apa aku keterlaluan ya? Dia sendiri kenapatidak bilang dari awal kalau sedang sakit? Huh~ penyakit apa sih itu? Leukemia? Waktunya tidak banyak lagi? Maksudnya apa tuh?

             Aku membuka laptopku dan memasangkan modem untuk browsing tentang penyakit itu, kenapa tidak  bisa WIFI-an di Rumah Sskit bagus kaya gini? huh pelit!

Hmm~ Google halmeoni!!! Cepet banget penelusurannya , nah ini dia Klik~

‘Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang blablabla~

Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal’

 nah bener itu ia tidak terlihat sakit.

Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia

Anemia, pendarahan, nyeri tulang dan persendian, kesulitan bernafas, blablabla~separah itu kah? Poor dongho

leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.

 Yakk? Apa – apaan ini? Jadi umur Dongho tidak lama lagi begitu?

          Aku menutup laptopku dan memasukannya kembali kedalam tas, aku menatap wajah Dongho kembali.

“Dongho, Mian…” gumamku pelan, Dongho bergerak dan matanya membuka perlahan, huh syukurlah dia sudah sadar.

“Jiyeon~a kau kenapa? Sendu sekali mukamu” Pertanyaan bodoh Dongho membuatku menghembuskan nafas kecil, tentu saja aku mengkhawatirkanmu, bagaimana kau bisa menyembunyikan penyakit separah itu?

“Wae? Kenapa tidak bilang dari awal?” Tanyaku, ia hanya tersenyum kecil

“Kau sudah tau? Mian Jiyeon~a …. Aku tidak bisa memberitahumu saat itu, aku takut, aku terlalu kecewa mendapat penyakit seperti ini” Kata Dongho, tak terasa aku memegang tangannya, aku bisa merasakan suhu tinggi di kulitnya ini.

“Kau sudah menghubungi Sulli?” Tanya Dongho, aku terdiam sejenak, nugu? Sulli?

“S..S..Su lli?” Tanyaku ragu, aku masih merasa cemburu padahal aku bertekad melupakan perasaanku pada Dongho

“Hmm, Suruh dia kemari ne?” Pinta Dongho

“Ah! Ne!!” Aku mengangguk lalu mengeluarkan Handphoneku dan aku menghubungi Sulli.

      Sulli sepertinya masih menyukai Dongho buktinya dari nada bicaranya barusan saat aku menelfonnya ia nampak sangat Khawatir.

Beberapa menit kemudian Sulli datang dengan wajah paniknya.

“Dongho? Ck~ Babo!! Sudah kubilang istirahat!! kalau sudah begini bagaimana?” Sulli mengomel seperti ibuku.

“Ne~ kau tidak perlu khawatir lagi” Jawab Dongho, Sulli sudah tau kalau Dongho sakit, jadi hanya aku yang tidak tau? Ya~ kenapa aku masih cemburu, ayolah Park Jiyeon Dongho itu mantanmu.

“Jiyeon~a! Gwenchana?” Tanya Sulli, aku tersenyum tapi kenapa aku mau menangis, ah dasar Jiyeon cengeng.

“Ne?” Tanyaku pelan menahan air mataku jatuh melihat Sulli begitu perhatian pada Dongho.

“Jiyeon, kau belum pulang sekolah? Kau masih mengenakan seragam” Tanya Dongho.

Pulang? Bagaimana aku bisa pulang jika kondisimu seperti itu.

“Keluargamu pasti mengkhawatirkanmu” Tambah Sulli, secara tidak langsung mereka mengusirku? Ah kalian mau berduaan? Baiklah baiklah!!

AKU PULANG SEKARANG!!

“Baik,aku pulang dulu” Aku tersenyum kecil pada mereka lalu berbalik keluar kamar rawat Dongho.

Handphoneku bergetar mungkin sudah ratusan KALINYA, baik aku berlebihan, tapi Si Taemin itu terus menerus menghubungiku.

Aku berjalan keluar rumah sakit sambil mengangkat telfon dari Taemin.

“Wae?” Tanyaku ketus

“KENAPA BELUM PULANG? SMS TIDAK DI BALAS, AKU MENELFON TIDAK DI ANGKAT!!! DIMANA SEKARANG? TIDAK TAHU KALAU INI SUDAH LARUT HAHHH?” Omel Taemin memekik kencang, assh~ cerewet

“Dongho sakit jadi aku mengantarnya ke rumah sakit, ini aku sedang di jalan sekarang”

“KENAPA TIDAK BILANG DARI TADI? KAU TAHU? UMMA DAN APPA KHAWATIR TAU!! AKU JUGA JADI KHAWATIR, BAHAYA YEOJA BERKELIARAN MALAM-MALAM, KALAU DI GODA PREMAN JELEK GIMANA?” Ia masih berteriak, apa kembaranku hobi berteriak huh?

“BERISIK!!! YANG BAHAYA BERKELIARAN MALAM-MALAM ITU KAMU!!! KAMU KAN CANTIK, SELAIN PREMAN SUPIR BUS PUN PASTI MENGGODAMU TAEMIN!!” Balasku saking kesalnya, aku tidak peduli orang-orang menatapku aneh di halte sini.

“MWO?? KAU~~~~”

PIP

                Aku memutuskan sambungan telfon dari Taemin, aku masih sedih, aku memikirkan Dongho, bagaimana bisa ia menyembunyikan penyakitnya dariku sementara dari Sulli tidak? Lalu tadi Dongho tidak mengucapkan terimakasih apapun padaku, aku yang susah payah membawanya ke rumah sakit, aku yang menugguinya sampai selarut ini, dan secara tidak langsung mereka mengusirku, aduh sakit hati.

Aku berjalan menuju kamar dengan lunglai, aku mau tidur.

“Jiyeon!” Seru Taemin, aku terus berjalan menuju kamar tak menghiraukannya dan Taemin mengikutiku.

“Jiyeon, kau kenapa?” Tanya taeminpelan, aku pikir ia akan berteriak lagi.

“Taemin, Dongho dan Sulli, kenapa mereka jahat sekali padaku?” Aku terisak pelan dan Taemin reflek memelukku.

“Aku tidak tahu masalahnya tapi sepertinya aku bisa mengerti, kalau iya Dongho dan Sulli balikan lagi, sepertinya kita saudara kembar yang sama-sama patah hati” Gumam Taemin, aku tidak mengerti maksud omongannya apa, aku meneruskan tangisku

“TAPI TETAP SAJA AKU KHAWATIR BODOH!!” Pekik Taemin Kencang

‘Blammm’

Aku menutup pintu dengan keras sebelum Taemin mengomel lebih banyak lagi.

~_*

         Aku sudah berfikir semalaman, aku tidak boleh egois, jangan terlalu memikirkan perasaanku sendiri, yang harus aku pikirkan sekarang adalah Dongho, kalau memang ia lebih mencintai Sulli aku bisa terima itu, bukankah cinta tidak harus memiliki? Taemin bilang cinta sejati itu merelakan orang yang kita cintai bahagia walau bukan bersama kita. Aku tidak tahu anak itu bisa berfikiran sampai ke situ, biasanya aku yang menceramahi dia.

“Jiyeon~a!!!” tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang, aku sudah tidak asing lagi dengan suaranya, itu Sulli.

“Kau mengagetkanku” Kataku sambil tersenyum manis, sulli kemudian duduk disebelahku, perpustakaan sepi, makanya Sulli bisa berteriak seperti itu.

“Kau masih marah padaku Jiyeon~a?” Tanya Sulli

“Coba kau berada di sudut pandangku, bagaimana perasaanmu hmm?” Aku bertanya balik.

“Mian, mianhae~” Sulli menunduk, aku beranjak pergi tapi Sulli tiba-tiba memegang tanganku.

“Jangan pergi, dengarkan dulu” Kata Sulli

“Aku masih sakit hati Sulli, aku mau sendiri dulu … “ Pintaku

“Jangan menghindariku terus park Jiyeon, aku cape!! Yang sakit disini itu aku, kamu tahu? Dongho berpacaran denganku karena ia ingin mendekatimu”

Aku diam.. menunggu ia meneruskan ceritanya.

“aku tahu aku kecewa mendengar perkataannya saat itu, tapi aku relakan dia demi kamu Jiiyeon~ kau tahu bagaimana sakitnya aku saat itu? Aku ingin sekali marah pada Dongho tapi Dongho berbicara seperti itu saat ia sedang berada di rumah sakit, penyakitnya tparah dan usianya tidak lama lagi. Bagaimana kalau kamu berada di posisiku? Hiks, aku sakit hati Jiyeon, sangat … tolong jangan menghindariku lagi, dan maaf aku menyembunyikannya darimu karena aku sayang pada kalian” Tutur Sulli, ia menangis dan tak terasa air mataku mengalir mendengar pernyataannya itu. Aku salah, ternyata aku salah paham.

“Sulli~ Mian” Kataku terisak, tiba-tiba Sulli memelukku, aku terlalu egois karena cinta aku jadi begini, aku tidak memikirkan perasaan Sulli, Babo.

“Mianhae Jiyeon~a” Bisik Sulli aku mengangguk di dalam pelukannya.

^_*

Aku mengunjungi Dongho di rumah sakit, ia sudah tidak sekolah selama 3 hari.

“Kenapa baru mengunjungiku?” Tanya Dongho cemberut, ahahah wajahnya seperti anak kecil.

“Mian, banyak sekali tugas menumpuk” aku berbohong, padahal aku sibuk mengumpulkan mental untuk membuat hatiku seperti semula.

“Tentang Sulli, itu .. err~” Ia nampak kebingungan

“Ada apa?” Heranku.

“Hmm~ aku dan Sulli hanya teman sungguh, yang waktu itu, hmmm~ aku pingsan dan di bawa ke rumah sakit, saat itu kau menunggu di gerbang belakang bukan? Aku di bawa ke rumah sakit lewat gerbang depan, saat aku sadar, aku tidak ingat kalau aku ada janji denganmu, mianhae~ aku pikir kamu sudah pulang. Aku ingin menghubungimu tapi handphoneku rusak, maka dari itu aku dating ke kelasmu hanya untuk member tahu itu, lalu aku menemui Sulli untuk meminta maaf padanya lagi, aku tahu ia terlalu sakit hati karena aku menghindarinya saat aku berpacaran denganmu, aku ingin berteman baik dengannya lagi” Tuturnya, menatapnya tidak percaya. Aku salah paham lagi…

“hmm kau bisa mengerti ceritaku?” Tanya Dongho, aku tersenyum lalu mengangguk.

“Kalau begitu, ayo kita ke Danau, bukankah aku sudah berjanji untuk mengajakmu kesana?” Tanya Dongho

“Kamu kan sedang sakit”

“Jebal~”

“Baiklah, bagaimana kalau besok? Besok hari minggu kan?”

“Ah~ baiklah” Dongho tersenyum lalu ia memegang tanganku erat, rasanya sama seperti kencan pertamaku dengannya.

“Makan dulu yah” Kataku dan mengambil nampan berisi makanan di meja

“Suapin~” Pintanya manja

“Gak! makan sendiri kamu kan punya tangan” Ia cemberut tapi aku malah tersenyum melihatnya seperti itu.

*Keesokan harinya

“Wah, cantiknya!!!” Puji Appa saat aku duduk di ruang makan, umma menghampiri sambil membawa sepiring ayam goreng.

“Kau mau kemana Jiyeon? Tumben hari minggu keluar rumah? Berdandan lagi, biasanya kan Hibernasi” Kata Umma, aissh~ hibernasi tak berlaku untuk sekarang. Sekarang waktunya kencan Umma anakmu ini sudah besar.

“Aku mau mengunjungi Dongho di rumah sakit” Jawabku riang gembira

“Halah, kemarin sedih sekarang bahagia begitu” Taemin datang menghampiri, eh? Ia juga berdandan rapi sekali, dan Manly sekali.

“Mau kemana? Tumben cakep?” Tanyaku,

aww ia menjitakku haduh~ rese nih Taemin, aku kan memuji kenapa di jitak?

“Aku ada kencan dengan Sulli” Bisik Taemin

“Huh? Kemarin patah hati sekarang kencan dengan Sulli juga hahahah” Aku tertawa terbahak

“Diam kau!!” Protesnya, setelah sarapan aku pergi ke Rumah sakit, sepanjang jalan aku terus merapikan Dress yang ku kenakan. Aku membuka pintu kamar rawat Dongho, dan kulihat Dongho tersenyum manis padaku.

“Pagi-pagi sekali? ini masih jam 8 lho, tumben sudah bangun dan cantik seperti itu” Tanyanya, aish~ kalimat itu pujian atau ejekan sih? Huh.

“Kenapa? Kau belum mandi?” Godaku

“Sudah tau!!” Protesnya, ia pun bangkit dari kasurnya walau ia sempat memegangi kepalanya tapi ia malah tersenyum lagi padaku.

“Yakin tidak apa-apa?” Tanyaku cemas

“Ne~ kajja” Ia menggenggam erat tanganku, lalu kami pun keluar dari rumah sakit, Dongho masih menggunakan Piyama pasien tapi aku tidak risih akan hal itu, kami memilih menaiki bus ia bilang agar bisa menikmati dunia ini, apa-apaan itu?

*_*

            Hah, Danau di Seoul benar-benar indah, selain tempatnya yang bersih, suasana saat ini benar-benar sepi. Kami duduk di bangku pinggir danau lalu menatap indahnya tempat ini.

“Indah bukan?” Tanya Dongho

“Sangat~ haaah” Aku menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskannya, Dongho bersandar di bahuku.

“Kenapa? Sakit lagi kah?” Tanyaku

“Kau benar-benar ingin aku pergi dari sisimu?” Tanya Dongho, tak menjawab pertanyaanku barusan.

“Eoh? Apa yang kau bicarakan? Tentu saja tidak” aku mulai tidak mengerti jalan pembicaraan Dongho sekarang.

“Tapi saat itu kau bilang..” Tiba-tiba aku teringat kata-kataku saat aku memutuskan hubungan kita. Aku…mau sendiri.. aku bisa hidup tanpa kamu,dan aku mau kamu pergi… kau mengerti..” Aku terbelalak kaget mengingat ucapanku saat itu, kenapa aku kejam sekali.

“Permintaan mu pasti terkabul Jiyeon~a aku akan pergi tidak lama lagi” Kata Dongho pelan

“Saat itu, aku sedang marah.. Mianhae~” Aku menatapnya nanar, ia hanya tersenyum lalu memelukku.

“Harusnya aku yang meminta maaf park jiyeon, aku sangat jahat, aku sudah menyakiti perasaan banyak orang terutama kau Park Jiyeon maaf, aku sungguh orang bodoh karena sudah membuat orang sebaikmu menangis dan kecewa” Kata Dongho

“Sudahlah ini bukan sepenuhnya kesalahanmu… jangan seperti ini, aku jadi takut” Kataku, ia melepaskan pelukanku

“Aku akan pergi park jiyeon” Ia beralih menatap Danau di depan, aku menatapnya, apa yang bicarakan sebenarnya? Kematian?

“Jangan, kumohon… aku… aku menyayangimu Dongho”

“Aku harus pergi ke Jepang, aku akan melakukan operasi transpalasi sumsum tulang belakang disana. Itu perintah Umma”

“Benarkah? Tapi.. kau akan kembali..?”

“Jika operasi ku lancar, jika tidak … aku akan mati” Kata Dongho, aku memegang tangannya erat.

“Aku yakin operasi itu berhasil, teknologi kedokteran jepang sangat hebat bukan?” Aku mencoba menahan tangisku saat melihat Dongho seperti ini. Ia mengangguk.

“Saranghae” Kata Dongho

tes tes tes Darah mengalir dari hidung Dongho mengotori piyama yang Dongho kenakan.

“OMO!! Dongho? Gwenchana?” Tanyaku, aku sangat khawatir lalu mengelapnya dengan Tisue dari dalam tasku.

“Ini sudah biasa Jiyeon~a tenang saja …” Kata Dongho

“BABO!! Aku khawatir, bagaimana bisa aku tenang?” Tiba-tiba aku menangis sambil mengelap darah yang mengalir tanpa berhenti.

“Uljima~” bisiknya lemah , aku mengangguk pelan.

*_*

             Hari ini Dongho pergi ke jepang, Dongho sudah berjanji akan kembali demi aku, ia juga memintaku jangan menangis dan terus menghubunginya.

              Selama ia disana aku tidak bisa berhubungan lewat telfon atau internet itu bisa membuat radiasi dan memperluas kanker. Lewat surat pun sangat sulit sepertinya melihat keadaan Dongho yang seperti itu, ia sudah sering bilang masih stadium 2 dan bisa di sembuhkan tapi, tetap saja itu penyakit yang mematikan.

“Kau sudah mendengar semua pesanku sebelum aku pergi?” Tanya Dongho, aku terdiam, bandara incheon serasa jembatan perpisahanku dengan Dongho, aku menoleh ke belakang, ada Sulli dan Taemin tersenyum padaku. Aku tidak mau melepaskan Dongho, aku takut, sangat takut.

“Umma bilang akan menghubungimu dan memberitahu keadaanku” Kata Dongho, lalu aku memeluknya dan menangis  entah sudah berapakali aku menangis.

“Aku akan menunggumu Dongho .” Kataku, Dongho mengangkat wajahku dan chu~ ia mencium keningku, Hmm hanya di kening? ayolah padahal di bibir juga bisa kan? Biar seperti di drama-drama.

“Saranghae” Bisik Dongho, dan ia pun terbang ke jepang.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

2 bulan kemudian.

“Fans Taemin membuatku ingin menendangnya satu-satu” Keluh Sulli yang tiba-tiba duduk di sebelahku di bangku taman kota. Oh ya, Taemin memiliki banyak penggemar karena ia Ulzzang.

“Sabarlah Sulli… Taemin kan cinta mati padamu” Aku mencoba menghiburnya

“Hmm~ ah? Aku ada les memasak!! Aku pergi dulu” Sulli melesat pergi, aku hanya tersenyum melihat tingkah Taemin dan Sulli, sungguh membuatku semakin merindukan Dongho, baru seminggu lalu Umma nya Dongho menelfonku dan bilang bahwa Dongho selesai di operasi tapi Dongho masih belum sadar katanya. Aku khawatirrrr~

Tiba-tiba Handphoneku bergetar, Taemin? Untuk apa ia menelfonku? Ini kan masih siang.

“Ne?” Tanyaku

“Jiyeon~a, ada hal ingin aku beritahukan padamu…” Kata Taemin setengah berteriak.

“Wae?”

“Tentang Dongho… aku mendapat kabar bahwa Dongho…”

“Kenapa dengannya? Ayo jangan buat aku panik!!” Teriakku, ku dengar ia menghela nafas pelan.

“Dongho meninggal, operasinya berjalan lancar namun kondisinya menurun”

Degg~

handphone yang ku pegang terjatuh dan air mata ku pun terjatuh mengalir membasahi pipiku.

“yoboseyo yoboseyoo” Terdengar Taemin memanggilku, tapi aku tak bisa bergerak, aku hanya menunduk dan menangis, semua serasa kaku.

Tiba-tiba seseorang menutup mataku, tapi ia mengangkatnya lagi.

Kenapa? Mataku basah? aku bisa merasakan tangan lembut itu, itu pasti Sulli… saat aku berbalik aku kaget, ternyata itu Dongho.?????

“Hantuuuu” Aku berteriak di depannya

“Mana?” Tanyanya, saat pikiranku waras kembali, aku tersenyum lalu memeluknya. Ia ada disini….

“Dongho ya~ Taemin bilang kau meninggal” Aku menangis di pelukannya, ia mengerutkan keningnya.

“Mwo? Saat aku kerumahmu Taemin bilang kau di taman, aku tidak berbicara apa-apa lagi.” Jelas Dongho, Dasar Taemin Jelek!! Berani sekali mengerjaiku seperti ini.

“Jangan menangis, jebal…” Pinta Dongho

“Bagaimana keadaanmu?” Tanyaku sambil mengusap air mataku

“Aku baik-baik saja, tapi aku masih harus menjalani Chemotherapy selama 1 tahun…” jelas Dongho

“Eoh~ bogoshipooo” Kataku manja

“Nado…” Kata Dongho kami pun tersenyum lalu duduk di bangku taman.

Hening..

“Jiyeon~a, ada yang ingin aku sampaikan.. Aku sudah berfikir bahwa aku harus jujur padamu” Kata Dongho, raut wajahnya menjadi serius, aku menatapnya “Tapi kumohon kau jangan kaget mendengarnya… hmm….” Ia menggaruk tengkuknya yang aku yakin tidak gatal.

“Ayo katakan” Pintaku penasaran.

“Hmmm~ sebenarnya… aku.. aku menyukai saudaramu” Kata Dongho, aku terdiam. Saudara? jangan bilang

“Aku menyukai Taemin” Kata Dongho, aku terbelalak kaget.

“HAH? TAEMIIN???? ” Kagetku. “Kau? Gay?” Teriakku tak percayan

“Ne, aku mendekatimu agar aku bisa dekat dengannya bukan sulli” Dongho tertunduk, ha? Pernyataan bodoh apalagi ini? Ternyata aku kalah cantik dengan Taemin. benar-benar bisa membuatku gila.

“Mian” Kata Dongho, aku terdiam tak berani menatapnya, masih takpercaya, masih kaget dan shock! beberapa detik kemudian ia tertawa.

Aku melirik sinis, oh!! Baiklah Dongho sudah ketularan Taemin. Jadi ia berbohong padaku.

“YAKKK~!!! KAU MENGERJAIKU YA??? AAAAAA~ NAPEUN” Aku memukuli punggungnya saking kesalnya.

“A~ aaaahh Appoh appooh” Ia memegangi tanganku untuk berhenti.

“Yaaaaa tidak Lucu!!!”

“Hahahah sudah – sudah appoh!! Bekas operasi kemarin ini, haduhh… sakit” Keluhnya, aku berhenti memukulinya.

“Babo!” Aku cemberut

“Ku traktir ice cream ya?” Ajak Dongho, hmm ice cream? sudah lama aku tidak makan ice cream, aku tersenyum lalu mengangguk.

“Wajah kagetmu lucu sekali Park Jiyeon!! Huahahahahah gila saja kalau aku Yaoi hahahahah” Ia masih tertawa, aku memukul punggungnya lagi ia amsih mengejekku.

“AWWW!!! Ya!~ ku bilang sakit!!!” Protesnya sambil mengelus pinggangnya.

FIN~

Advertisements

19 responses to “Dongho Babo!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s