{Ficlet} 오빠불러줘(Call Me Oppa)

Author   : syipoh and elftodie21

Cast       : Cho Kyuhyun, Lee Hyora, Lee Donghae, Kim Hyunri, Eunhyuk

Rate       : PG13

Genre     : comedy, romance, married life, family, friendship.

Kkkkk….. Kembali dengan ficlet. Hadiah untuk para kkumers yang udah pada mau komen… Dan salah satu kekuatan kami untuk terus menulis adalah komen-komen dari kalian yang bikin kami semangat nulis karena kalian yang masih setia menunggu karya kami sampai kapanpun kami mau publish.^^ Oh, ya. P.O.V nya pake author ya…

*****

“Lee Hyuk Jae ini… Selalu saja paling telat datangnya.” gerutu Donghae sambil melihat ke arah jam tangannya. Kyuhyun yang duduk di sampingnya pun hanya menggumam pelan sambil mengetuk-ngetukkan jarinya tak sabar.

“Donghae Oppa~…” panggil Hyunri pada Donghae sambil membawa nampan pesanan Donghae. Donghae langsung saja memasang senyumnya setelah gerutuan tadi. Hari ini Kyuhyun, Donghae, dan Eunhyuk memang membuat janji untuk bertemu, karena Hyora sedang berlatih yoga dan pilates bersama Ahra dan Boram.

Jadi, Kyuhyun pun memutuskan untuk menghubungi ke dua hyung-nya itu. Selain karena mereka yang sudah jarang bertemu, Donghae juga sering sekali pergi keluar negeri untuk meliput beberapa acara untuk kedutaan besar Korea. Sedangkan Eunhyuk, dia sudah mulai sibuk dengan bisnis yang dilimpahkan appanya di perusahaan keluarganya. Kyuhyun sendiri? Kalian tahu sendiri kalau dia dan Hyora baru saja menyelesaikan sidang skripsi-nya, bukan?

“Kau sudah selesai shift kan?” tanya Donghae saat Hyunri selesai menaruh semua makanan di atas meja. Kyuhyun segera mencomot kentang goreng dan memakannya dengan muka bosan. Melihat Hyung-nya yang sedang menatap sahabat semasa SMA-nya itu dengan tatapan memuja membuatnya mual.

“Ne…” jawab Hyunri lembut.

“Kalau begitu, aku akan mengantarmu setelah ini.”

“Arasseo… Aku akan ganti baju dulu, Oppa.”

“Eo! Pallihae…” senyum Donghae Hyung pun semakin terkembang saat Hyunri memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’.

“Mashigedeuseyo… (Selamat menikmati)” sambung Hyunri yang kemudian meninggalkan Kyuhyun dan Donghae.

“Ah~ johta!!” seru Donghae sambil menyeruput jusnya.

“Mwonde?” tanya Kyuhyun bingung.

“Setiap kali Hyunri memanggilku Oppa Oppa… Aku jadi semakin bersemangat.” jawab Donghae dengan muka berbinar.

“Jeongmariya? (benarkah?)” Kyuhyun mengernyitkan alisnya. Dia merasa heran. Kenapa hyung-nya itu suka sekali dengan panggilan yang menurutnya menjijikkan itu.

“Jeongmariya… Ah, iya. Aku lupa. Kau dan Hyora seumuran, kan? Jadi, kalian hanya memanggil nama dan jjangmyeon myeonjjang saja, ya?” Donghae mengelus dagunya dengan ujung jarinya, membuat pose seolah dia sedang berpikir keras.

“Ne, Hyung…” Kyuhyun masih mencoba mencerna otaknya tentang perkataan Donghae.

‘Bagian mananya yang membuat kalimat Oppa itu terdengar seperti sebuah ucapan semangat?’ pikir Kyuhyun tak mengerti.

“Kau tak pernah menyuruh dia memanggilmu Oppa?” tanya Donghae yang dibalas dengan gelengan kepala dari Kyuhyun. Donghae pun mendecakkan lidahnya.

“Ckckc. Bilang padanya untuk memanggilmu ‘Oppa~’… Bukankah itu menyenangkan?”

“Eiii, Hyung itu menjijikan…”

“Aniyaaa… Tak ada yang menolak kan kalau dipanggil Oppa? Haebwa… Minta dia untuk memanggilmu dengan aegyo-nya.” Mendengar kata aegyo, Kyuhyun pun mendadak bersemangat.

“Mwo? Jinjja?” Mata Kyuhyun membulat. Mendengar kata aegyo terucap dari bibir Donghae, Kyuhyun pun mendadak bersemangat.

“Eheiii… Kau tidak tahu ya, kalau adikku itu pintar ber-aegyo?”

“Yooo!!! Mian aku terlambat!” Suara khas itu memutuskan perbincangan Kyuhyun dan Donghae Hyung.

“Hyung!! Eottigasseo?? Lama sekali!” gerutu Kyuhyun saat Eunhyuk muncul sambil membawa kotak besar di tangannya.

“Aku ada meeting mendadaka tadi. Mianhae… Jadi, aku terlambat…“

“Keuge mwoya?” tanya Donghae penasaran dengan bawaan Eunhyuk. Tidak biasanya Eunhyuk mau membawa barang kemana-mana.

“Eiitsss… Jangan menyentuhnya. Aku akan menunjukkannya pada kalian nanti saja. Sekarang, kita makan dulu saja. ” katanya sambil memandang Kyuhyun misterius.

‘Dasar. Hyung yang aneh.’ pikir Kyuhyun yang kini mulai melahap Taiwanesse Fried Chicken miliknya dengan lahap.

—–

“Jadi apa isi box itu, Hyung?” tanya Kyuhyun yang ikut pulang dalam mobil Eunhyuk. Sedangkan Donghae, dia mengantarkan Hyunri dengan motornya.

“Kkkkk… Nanti saja kau lihat.” Eunhyuk tersenyum misterius ke arah Kyuhyun, membuatnya semakin penasaran.

Kyuhyun melirik ke arah box yang ada di jok belakang. Dia sedikit curiga dengan Hyung-nya yang terlihat aneh ini.

“Syuu~…” Tiba-tiba, ada secarik kertas yang jatuh. Kyuhyun pun memicingkan matanya yang menangkap sebuah kertas seperti sebuah kuitansi pembelian barang. Matanya langsung melebar saat melihat tulisan yang ada di kuitansi itu. DIABLO 3 game seri terbaru yang baru saja diluncurkan dan Kyuhyun selalu kehabisan ketika memesan game ini.

‘Sial! Hyuk Hyung sudah punya!’ umpat Kyuhyun.

Kyuhyun pun mendengus saat mendengar Eunhyuk yang malah bernyanyi pelan mengikuti irama lagu yang terputar di mobilnya, seolah sedang mengejeknya. Kyuhyun mulai mengeluarkan seringaiannya saat dirasa dia telah mendapatkan ide bagus untuk merampok game yang baru dibeli Hyung-nya itu dengan paksa karena dia tahu Hyung-nya itu tidak akan membiarkannya untuk meminjamkannya.

“Ja! Sudah sampai… Neo oleun ka! (Sudah sana. Cepat pergi!)” Kyuhyun membuka seat-belt dan membuka sedikit pintu mobil Eunhyuk yang masih belum menyadari kalau game yang baru dibelinya itu terancam bahaya besar.

“Eh, kau belum memberi tahu apa yang ada di kotak ini, Hyung?” tanya Kyuhyun polos, berusaha untuk menahan tangannya yang sudah gatal ingin membawa kabur game itu dari tangan Hyung-nya.

“Ah, iya benar. Jadi ini adalah…..” Eunhyuk mengambil box berisi game itu dari jok belakang dan dengan gummy smile-nya. Dia kemudian berteriak, “Tadaaa… DIABLO 3!”

‘Jinjja babo, Lee Hyuk Jae. Aku kan sudah tahu isinya. Hahaha. Aish, aku harus berakting.’ Kyuhyun berusaha untuk berakting sebaik mungkin agar Hyung-nya itu tidak mengetahui niat buruknya.

“Woaaaaaa Hyungg!!! Kau dapat darimana??? Aku saja belum punyaaa… Daebak!!!” ucap Kyuhyun dengan nada kagum yang dibuat-buat.

“Hyung!! Aku mau lihatttttt!!!” Kyuhyun pura-pura melihatnya dan….

“Gomawo Diablonya, Hyunggggggggggggg…..” Kyuhyun pun cepat-cepat melarikan diri dari mobil Eunhyuk yang masih bengong memandangi Kyuhyun yang berlari secepat kilat.

—–

“Ah~ johtaaaa…” seru Kyuhyun sambil menempatkan kepalanya di paha istrinya yang sedang membaca majalah di sofa depan TV. Hyora sudah kembali dari latihan yoga dan pilates-nya bersama Ahra dan Boram.

“Ya~! Mengagetkan saja…” gerutu Hyora dengan suara yang lucu. Kyuhyun hanya memnyunggingkan deretan giginya dari bawah wajah Hyora.

“Myeonjjang~…” panggil Kyuhyun manja.

“Mwo?” Kyuhyun mendengus kesal karena merasa Hyora tidak peduli dengannya.

‘Huh! Lihat saja apa yang akan kupamerkan padanya.’ ucap Kyuhyun dalam hati.

“Aku baru saja merampok Diablo 3 dari Eunhyuk Hyung! Kkkk.”

“MWOOOO??!!!!” Kyuhyun yang melihat reaksi Hyora pun terkekeh. Mata Hyora pun membulat dan dia membuang majalahnya.

“Otte??” Kyuhyun memamerkan box game terbaru itu dengan seringaiannya. Tangannya menggapai ke meja tempat dia menaruh box game itu tadi, masih dengan posisi tidurnya itu.

“Kau merampok Eunhyuk Oppa?” tanya Hyora tak percaya.

“Tentu saja. Dia kan pelit. Mana mau dia memberiku? Jadi, aku rebut saja dari tangannya saat dia pamer padaku. Kkkkk.”

“Dasar… Geunde, aku tak mau memainkan Diablo.”

“Mwo? Wae?” Kyuhyun terdengar kaget mendengar reaksi Hyora yang tidak biasa itu.

“Museowo…”

“Huahahahha… karena karakternya?” tebak Kyuhyun.

“Eo!” Hyora mengangguk dan mengambil lagi majalahnya. Karakter di Diablo memang meyeramkan karena game ini bertema horror dan dark fantasy.

“Gwaenchanha… Na yeogi isseo (Tak apa. Aku ada disini).”

“Kau tak mau langsung memainkannya?” tanya Hyora.

“Nanti saja. Aku masih ingin disini bersamamu.” Jawab Kyuhyun sambil meletakkan box Diablo-nya di meja.

“Aishh jinjja… Waegeure neo? (Kau sedang kenapa?) Tiba-tiba saja mengatakan hal seperti itu?”

“Molla… Geunyang, kkkk… (Tak tahu… Ingin saja, kkkk…)”

“Cho Kyuhyun… Kau pasti menginginkan sesuatu. Keuji? (benar, kan?) Palli marhae (cepat katakan).” Hyora memicingkan matanya curiga.

“Aku minta ppoppo!” jawab Kyuhyun sambil menunjuk bibirku.

“Mwoya?? Shireo!!(Apa? Tidak mau!!)” Hyora menutup pandangan Kyuhyun dengan majalahnya.

“Tsk, Lee Hyora… Kau pelit sekali.” Kyuhyun pun memajukan bibirnya, merasa kesal karena godaan yang dilakukannya itu malah disambut amukan dari istrinya itu.

Tiba-tiba, Kyuhyun teringat dengan kata-kata Donghae di café tadi.

‘Benar juga. Walau aku dan Hyora lahir di tahun yang sama, tapi bulan lahir kami cukup jauh. Jadi, dia harus memanggilku Oppa juga, bukan? Bukankan semua namja suka jika dipanggil Oppa?’ pikir Kyuhyun.

“Kyuhyun~ah…”

“Eo?” Hyora membangunkanku dari lamunanku.

“Wae? Kenapa melamun seperti itu?” tanya Hyora tanpa melepas pandangannya pada majalah yang ada di tangannya.

‘Ddo! Dia memanggilku dengan namaku saja.’ ucap Kyuhyun dalam hati.

“Aniya….” Pikiran Kyuhyun segera melayang ke momen-momen saat Hyora sedang memanggil namanya. ‘Kyuhyun~ah, Kyu~ya, Jjangmyeon~ah’. Hanya itu yang panggilan yang pernah Hyora lontarkan kepadanya. Kyuhyun pun berpikir bahwa dia juga ingin dipanggil Oppa oleh Hyora.

“Hyora~ya….” panggil Kyuhyun.

“Hmmm?”

“Bukankah kau lahir bulan Oktober tahun 88?”

“Eo.”

“Dan aku lahir bulan Februari tahun 88 juga?” Hyora menurunkan majalahnya, menatap Kyuhyun dengan pandangan aneh.

“Keuresseo? (lalu?)”

“Ehmmm… Oppa bulleojwo (Panggil aku Oppa)…” Kyuhyun bangun dari pangkuannya.

“Mwo?” Hyora menutup majalahnya dan memandang ke arah Kyuhyun kaget.

“Andeulyeo? (tidak dengar?) Oppa bulleojwo~…”

“Hahaha… Wae kkapjakiya (Kenapa tiba-tiba)….” Hyora memukul dada Kyuhyun dengan tangannya.

“Ani… geunyang….”

“Tsk…. Kau ini ada-ada saja, Kyuhyun~ah…” Hyora menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengalihkan perhatiannya ke majalah yang belum selesai dibacanya.

“Kyuhyun Oppa. Kau harus memanggilku seperti itu. Araji?”

“Shireo!” jawab Hyora singkat.

“Wae?”

“Shirltamariya (sudah kubilang aku tak mau). Aku akan memanggilmu Oppa pada momen tertentu saja.” Jawaban Hyora ini ternyata tidak memuaskan Kyuhyun.

“Ah iyaaa…. Kyuhyun~ah… Aku lupa persediaan makanan di kulkas sudah hampir habis. Kita harus belanja sekarang.” Kata Hyora tiba-tiba.

“Hah? Jigeum? (sekarang?)”

“Ne, Cho Kyuhyun ssi. Jigeumyo… Palli (Iya, Cho Kyuhyun ssi. Sekarang, cepatlah).”  Hyora pun segera menarik tangan Kyuhyun menuju kamar mereka untuk ganti baju.

—–

“Ehhmm… Kau mau makan apa untuk makan malam nanti?” Hyora bertanya saat Kyuhyun mulai mendorong troli di supermarket.

“Terserah kau saja.”

“Ehhm… Baiklah… Kalau begitu, kubuatkan sup ikan saja, ya? Aku baru saja menemukan resep untuk kombinasi sup ikan di internet. Ayo kita ke bagian ikan dulu.” ajak Hyora.

Hyora memilih bahan-bahan untuk makan malam nanti dan juga beberapa kebutuhan rumah tangga mereka untuk seminggu. Kyuhyun juga mengambil beberapa makanan ringan, minuman, ramen dan tak lupa jjajangmyeon instan.

“Kyuhyun~ah, kau mau ini?” Hyora menawarkan roti kepada Kyuhyun.

“Oppa, kau mau roti tawar ini?” Di sebelah mereka ada pasangan muda juga yang sedang membeli roti juga. Tapi bedanya, gadis itu memanggil Oppa pada pasangannya. Kyuhyun memandang mereka iri.

“Ya! Kau mau ini tidak?” Hyora menyenggol lengan Kyuhyun saat dirasakan pertanyaannya tidak mendapat respon darinya.

“Terserah kau saja.” jawab Kyuhyun datar.

“Baiklah, kita beli ini… Sudah, kan? Ayo kita bayar.” ucap Hyora dengan santai.

Kyuhyun yang menggeram saat dirasakannya Hyora yang bernyanyi pelan menuju tempat kasir. Kyuhyun merasa Hyora adalah wanita paling tidak sensitif dengan perasaannya padahal Kyuhyun telah memperlihatkan wajah iri-nya pada pasangan tadi.

“Dan dia masih saja memanggilku dengan ‘Kyuhyun~ah’ atau ‘Ya! Ya!’ Aish! Hyora~ya… Tunggu aku.” umpat Kyuhyun sambil sedikit berlari saat dirasakannya Hyora yang sudah berjalan menjauh darinya.

“Kamsahamnidaaaaa….” Hyora mengucapkannya setelah  selesai membayar belanjaan mereka. Kyuhyun membawa barang belanjaan mereka menuju mobil meninggalkan Hyora yang beberapa langkah di belakangnya.

“Cho Kyuhyun…” panggil Hyora dengan riang sambil membenturkan pelan lengannya, beradu dengan lengan Kyuhyun.

“Mwo?” Kyuhyun menjawabnya dengan nada datar.

“Neo waegeure? Kau marah padaku?” Hyora yang sepertinya sadar kalau ada yang tidak beres dengan Kyuhyun pun menanyainya. Meskipun Kyuhyun tak menjawabnya.

“Eiii… Seolma… Maldo andweee (Mungkinkah? Tidak mungkiiiiiin…)” Hyora mulai melede Kyuhyun kemudian menggandeng lengan Kyuhyun.

“Hajimaaa… (berhentilah…) Nanti belanjaan kita jatuh, Lee Hyora!”

“Ahahahahaha… Kau jelek sekali jika sedang marah seperti itu, Kyu~…” Hyora mencubit pipinya dengan tangannya yang bebas.

“Aishh, jinjja!!”

“Kkkkkk… Kalau suka marah seperti itu, nanti akan cepat…….”

“Mwo? Katakan saja ya, Lee Hyora…”

Hyora tidak menjawabnya. Tapi, malah tersenyum kemudian berjalan beberapa langkah lebih cepat dari Kyuhyun. Hyora segera membukakan pintu mobil agar Kyuhyun bisa meletakkan barang belanjaan mereka dan menyunggingkan senyumannya saat Kyuhyun datang.

“Eo! Kyuhyun~ah aku ingin beli ddokboki.”

“Kita beli di tempat ahjumma saja.”

“Shireo… Aku ingin ddokboki yang ada di depan supermarket ini.”

“Memangnya di sekitar sini ada?”

“Tentu saja ada. Palli ka…” Hyora menggandeng lengan Kyuhyun dan menariknya ke kedai ddokboki terdekat.

“Ahjussi, bisa berikan kami seporsi ddokboki?” tanya Hyora.

“Ne~…”

“Anja (duduk)” Hyora menyuruh Kyuhyun duduk di kursi. Lalu, mengambilkan Kyuhyun air yang sudah disediakan disitu.

“Kau mau lagi, HeeSoo~ya?” Kyuhyun mendengar seorang namja menawarkan ddokboki lagi pada pacarnya.

“Eo, Oppa!” Pacarnya menjawab dengan aegyo. Tanpa sadar, Kyuhyun memandang mereka dan rasa iri itu pun datang lagi. Dia masih berandai-andai jika Hyora memanggilnya dengan sebutan oppa.

“Aaaaa~…” Si namja menyuapi yeoja itu. Dan sekarang si yeoja yang gentian menyuapi si namja.

“Massisseo Oppa?”

“Eo, neomuuuuuuu massitaaaa…” Mereka berdua sama-sama tersenyum senang.

—–

“Massigedeuseyo…” Sepiring ddokboki disajikan di depan mereka. Tapi, Kyuhyun masih saja memandangi pasangan mesra di sebelahnya. Hyora memandang mereka juga. Tapi, kemudian menyenggol lengan suaminya dan mereka makan dalam kesunyian. Hyora mempelajari situasi yang sekarang sedang dia hadapi dan kemudian menyadari bahwa Kyuhyun benar-benar marah karena hal sepele. Hanya karena dia tidak mau memanggilnya Oppa. Hyora masih berpikir apa masalah dari semua ini. Jika dia menurut logikanya ini adalah pikiran kekanakan dari seorang Cho Kyuhyun.

Wajah Kyuhyun masih saja di tekuk. Bahkan, setelah Hyora menceritakan hal-hal lucu di mobil. Sesampainya di dalam apartemen, Kyuhyun segera meletakan belanjaannya dan berjalan menuju depan laptopnya untuk memainkan Diablo yang baru saja dia ambil dari Eunhyuk.

“Tsk… Dasar Cho Kyuhyun babo. Hanya karena ingin dipanggil Oppa, dia marah seperti itu. Ckckckck…” Hyora menggumam sambil memakai apron-nya dan mulai memasukkan belanjaan tadi di kulkas dilanjutkan dengan memasak.

—–

Bau masakan Hyora sudah tercium olah Kyuhyun yang bimbang karena perutnya lapar, tapi dirinya masih ingin bermain. Dia akhirnya memilih mem-pause permainannya. Masakan Hyora terlalu enak untuk dilewatkan, begitulah menurutnya.

Padahal, dulu dia lebih baik tidak makan daripada menghentikan permainannya. Dan satu alasan lagi, Hyora pasti marah jika dia tidak mendengarkan perintahnya.

“Ya~… Cho Kyuhyun.” panggil Hyora. “Bab meokjaaaaaaaa (ayo makan)…”

Dan akhirnya, Kyuhyun berdiri dari kursinya dan menuju meja makan. Hyora meletakkan mangkuk yang berisi sup ikan yang mengepul di sebelah mangkuk nasi Kyuhyun.

“Manhi meokgo (makanlah yang banyak)…”

“Jalmeokgoseumnida…” kata Kyuhyun yang langsung saja menyantap makanan di depannya dengan lahap. Dia mulai menyeruput pelan sup buatan istrinya.

“Eotte? Massisseo? (Bagaimana? Enak?)” tanya Hyora. Tapi, Kyuhyun hanya menjawabnya dengan dehaman saja.

“Pasti enak, kan? Kau tidak bisa kalau tidak makan masakanku. Keuji Kyuhyun…… Oppa?”

‘Buuuuuuurrrr…’

Spontan, Kyuhyun yang kini sedang minum air putih itu menyemburkan air yang hampir diteguknya itu.

“Uhuk uhuk…” Kyuhyun terbatuk.

“…………” Hyora menggigit bibir bawahnya menahan geram. Dia menutup matanya kencang-kencang dan menahan nafasnya. Seluruh wajahnya terkena semburan air dari Kyuhyun.

“YA!!! CHO KYUHYUNNNNNNNNNNNNNN!!!!!!”

“Omo!! Hyora~ya!!!” Kyuhyun segera sadar dengan apa yang terjadi. Dia segera berlari mengambil tissue.

“Mi…mianhae… Myeonjjang~ah (Ma…maaf… Myeonjjang~ah)” Kyuhyun kembali lalu berlutut sambil membersihkan wajah Hyora.

“Dwaesseo? (Kau sudah puas?) Naega arasseo (aku sudah tahu). Hal seperti ini pasti akan terjadi…” jawab Hyora.

“Mianhaeeeeee… Lagipula kau ke..kenapa tiba-tiba memanggilku seperti itu? I….itu terlalu mendadak.” ucap Kyuhyun gugup.

“Bukankah itu yang kau inginkan? Dari tadi kau menekuk wajahmu seperti itu. Marah padaku hanya karena hal ini, kan?”

“Mi…mianhaesseo…”

“Keurohke joha? (Kau suka yang seperti itu?)”

“Mwo?”

“Kenapa kau ingin dipanggil Oppa?”

“Donghae Hyung bilang dia akan lebih bersemangat jika Hyunri memanggilnya Oppa.” Kyuhyun menunduk menyesal. Dia masih berlutut di depan istrinya itu.

“Keuresseo? (lalu?)”

“Keuresseo…..keuge….(lalu… itu…)” Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

“Mengapa aku suka memanggil namamu saja? Itu karena aku sangat menyukai namamu. Ara? Aku juga menyukai panggilan kita Jjangmyeon-Myeonjjang, karena kita yang menciptakannya. Apa panggilan Oppa begitu penting bagimu? Apakah aku di sampingmu tidak cukup juga? Sehingga kau………”

Kalimat hyora terhenti ketika Kyuhyun mengulurkan tangannya ke kedua sisi pipi Hyora dan menghentikan omelannya dengan ciuman di bibirnya.

“Mianhae…” katanya setelah beberapa saat mereka berciuman.

“Tchh…”

“Naega jalmothaesseo, Myeonjjang~ah (Aku bersalah, Myeonjjang~ah)… Kau boleh memanggilku apa saja sekarang. Aku hanya perlu kau disampingku. Araji?” Kyuhyun mengacak rambut Hyora dan mengecup bibirnya sekali lagi.

“Babo….” gumam Hyora setelah Kyuhyun berdiri hendak kembali ke tempat duduknya.

“Mwo?”

“Kau bilang aku boleh memanggilmu apa saja.”

“Dan kau panggil aku apa?”

“Babo… Cho Kyuhyun Babo…”

“Keurom… Naega baboya~ (Baiklah… Aku memang bodoh).” jawab Kyuhyun sambil tersenyum membelai pipi Hyora. Saat mereka bertatapan, tiba-tiba wajah Hyora memerah. Dia pun segera memalingkan wajahnya.

“Mwoya? Kenapa wajahmu memerah, eo? Huahahahhaa…” Kyuhyun gantian meledeknya.

“Ishhh!! Ssikeurwooo!! (Berisik!!!) Palli meokgo…. (cepat makan).” Hyora mendorong Kyuhyun kembali ke tempat duduknya.

Kyuhyun pun kembali meledek Hyora yang masih terlihat seperti kepiting rebus sampai makan malam mereka berakhir.

“Cho Kyuhyun jinjja Babonikka…” gumam Hyora sambil tersenyum kecil saat melihat Kyuhyun yang kini mulai sibuk kembali dengan makanannya.

*****

Hoaaa.. Ficlet macam apa in? Tidak ada mesum-mesum nya sama sekali! #plak *digetokesaeonni*. Nah, loh. Cecunguk is back. Cecunguk is back. Haha. Masih dikit, sih. But, tunggu aja. Kemunculan mereka akan semakin sering kok.

Mianhae, esa eonni. I can’t edit this quickly because my aegi get sick. Yes, my laptop. Hiks. Gak tau kenapa pas kemarin nonton drama, tiba-tiba laptop aku jadi ngeblur dan pas aku tanya ke senior aku ternyata LCD lappy aku rusak. TT_TT. Ga bisa liat gambar Kyuhyun yang egal-egol bokongnya lagi deh. Nae aegi, lappy-ku tersayang. Cepatlah sembuh, sayang…

Your comment and likes are welcoming by us. Salam cup cup ah~

Advertisements

14 responses to “{Ficlet} 오빠불러줘(Call Me Oppa)

  1. akhirnya kluar 🙂

    omo . kyu , sebegitu maunya dipanggil oppa . kkk ~
    panggilan jjangmyeon-myeonjjang kn lebih istimewa ..

    suka deh pertengkaran2 mreka gini .
    kalo ntar uda punya anak kn susah mau brantem (?)

    omo . cepet sembuh ya aeginya ..
    ditunggu kyura moment yg slanjutnya ..

  2. hahaha….seorang Kyu mw dipanggil oppa??
    mustahil bin tidak mungkin bgt
    emang Donghae oppa wkwkwkwk……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s