BaekYoung Couple ::: Ring Ding Dong (Ficlet)

Ring Ding Dong

Author : Sasphire

Main cast : Byun Baek Hyun EXO, Han Mi Young (OC)

Ratting : Teen, General

Genre : Romance

Length : Ficlet (2371 word)

Contact : FB | Twitter | Wallpaper Gallery | Blog

Okeh para pemirsah (?)
Ini sebenernya cerpen yang aku kirim ke lomba di >>>
Galaxy Cinta

aku kirim 3 cerita disini, judulnya “Time Machine”, “Ring Ding Dong” sama “You and I”

kelihatannya ketiga cerita ini gak lolos tahap berikutnya (secara, saingannya 3ribu dan aku cuma ngirim 3 -__-)

ada yang ikut lomba serupa?

aku publish disini daripada nganggur, daripada cuma aku baca sendiri di komputer, hehe… mending aku share disini, lagian di blog itu sendiri udah mengeluarkan nominasi tahap 1 part 1 #ribet#

dan gak ada satupun judul cerpenku disana #sadis#

okeh… cukup curcol-nya…. cekidot 😀
Note :: Maaf kalo judulnya gak sesuai sama jalan cerita, dan banyak typo, misalnya nyempil nama Indonesia ato istilah Indonesia disini… males edit  ._.v

            “Aaah…” Mi Young menjerit saat ia merasakan sesuatu menjatuhi punggungnya ketika ia baru masuk ke kos-an-nya.

“Maaf.. Maaf…” ucap lelaki yang telah menjatuhkan kue tart ke punggung Mi Young. “Adikku yang tinggal disini berulang tahun hari ini., aku berniat untuk memberi kejutan untuknya.”

Mi Young mendesah dan melepas topi hitamnya, lalu membalikkan tubuhnya, menatap lelaki itu dengan kesal.

Lelaki itu terkejut melihat wajah Mi Young.

“Dasar lelaki bodoh,” ucap Mi Young, lalu berpaling.

Lelaki itu tetap terpaku melihat Mi Young. “Butterfly,” gumamnya.

“Kak Baek Hyun,” Nara membuyarkan lamunan kakaknya.

“Eh, Nara… Maaf, tadi aku berniat memberi kejutan untukmu, tapi ada sedikit…”

“Tak apa,” Nara memotong, “Aku tahu. Kakak kan orang yang teledor.”

“Dasar,” Baek Hyun menjitak kepala Nara.

“Aw…” Nara mengelus kepalanya, “tapi itu kenyataan kak…”

“iya… iya..” Baek Hyun tersenyum kecut. “Eh iya, temanmu yang tinggal di sini itu, namanya siapa?”

“temanku yang tinggal di sini banyak kak…, yang kakak maksud itu siapa?”

Baek Hyun mengingat-ingat. “Rambutnya hitam, bergelombang kecil seperti habis dipilin..”

“Oh.. Mi Young..”

“Apa?”

“Yang kakak maksud itu Mi Young…”

“oh…” Jawab Baek Hyun. “Butterfly..”

~***~

            Baek Hyun dan Nara merayakan Ulang tahun Nara hingga malam. Lalu Baek Hyun pun pulang ke rumahnya setelah membelikan boneka beruang besar untuk Nara. Sepanjang perjalanan, Baek Hyun tak bisa melupakan pertemuan singkatnya dengan Mi Young.

“Dasar Bodoh!” Ucapnya.

Ia ingat kenangannya saat SMP.

~***~

            Saat itu, Baek Hyun dan teman-temannya berkumpul di kantin sekolahnya.

“Ingat kata-kataku ya,” ucap Baek Hyun sambil mencomot blueberry muffin yang ada di piring temannya. “Kalian yang jadi saksi.”

“Bahwa kau telah mencuri pisang gorengkublueberry muffin-ku?” ucap temannya sedikit kesal.

“Bukan itu,” Baek Hyun menyanggah. “Aku berjanji, aku tak akan jatuh cinta hanya karena wajah, alias Jatuh cinta pada pandangan pertama.”

“hah?” ucap teman-temannya terkejut.

“Serius?” Tanya salah satu teman yang lain.

Baek Hyun mengangguk mantap.

~***~

            Baek Hyun memutuskan untuk menenangkan pikirannya dengan membeli air mineral di minimarket terdekat.

Saat ia membuka pintu minimarket…

“Selamat datang….” Ucap kasir itu tersenyum.

Baek Hyun terkejut. “Mi Young?”

Mi Young mengernyit. “Anda mengenalku?”

“Kau lupa? Aku yang menjatuhkan kue tart ke punggungmu.”

“Ah.. iya..” Ucap Mi Young. Ia duduk. “hanya buang-buang waktu mengingat-ingat lelaki sepertimu.”

Baek Hyun tersenyum santai.

Kasir lain, yang juga teman Mi Young, menghampiri Mi Young. “jangan ketus pada pelanggan. Kau tak takut dimarahi bos?”

Mi Young mendesah. “iya. Aku tahu.”

Setelah mengambil sebotol air mineral yang ada dalam lemari pendingin, ia berjalan menu kasir.

Mi Young berdiri. “harganya empat ribu lima ratus.”

Baek Hyun tersenyum, lalu menyodorkan selembar uang lima ribuan.

“Uang anda lima ribu, kembali lima ratus.”

“Ya…”ucap Baek Hyun.

Mi Young memasukkan botol air mineral itu ke plastik. “jangan datang kesini lagi.”

Baek Hyun tersenyum. “Baiklah.”

Baek Hyun mengambil air mineral yang ia beli, lalu keluar. Mi Young menghela nafas.

~***~

            Pukul 02.00 dini hari.

Saat Mi Young keluar dari minimarket, ia melihat Baek Hyun berdiri di samping mobil merah marun-nya sambil melambaikan tangan. “Hai.”

Mi Young berpaling dan berjalan menuju halte bus. Baek Hyun mengikuti Mi Young dari belakang. Mi Young tetap mengacuhkan Baek Hyun. Namun Baek Hyun tak peduli. Ia pun mengikuti ritme langkah Mi Young.

“Namaku Baek Hyun. Umurku 21 tahun.” Baek Hyun membuka pembicaraan. Mi Young tetap tak peduli.

“Sebenarnya…” ucap Baek Hyun. “Aku telah tertarik padamu. Sejak pertemuan pertama kita, karaktermu yang kuat dan sikapmu yang tegas, walaupun sedikit angkuh padaku… itu.. telah membuatku kagum.”

Mi Young berhenti.

“Akhirnya kau berhenti juga,” ucap Baek Hyun senang.

“Halte bus-nya memang disini kan?” Ucap Mi Young dingin.

Baek Hyun memperhatikan sekelilingnya. “Ah, iya,” ia menggaruk kepalanya.

Mi Young berdiri. Baek Hyun pun berjalan mendekati Mi Young, lalu berdiri tepat di samping Mi Young.

“Apa kau tak punya kerjaan lain selain menggangguku?” Ucap Mi Young kesal.

“Tidak,” Ucap Baek Hyun, memasang wajah innocent.

“berhentilah menggangguku,” ucap Mi Young.

“Kalau tidak?” Baek Hyun menggoda.

Mi Young membanting tubuh Baek Hyun. Di saat yang bersamaan, bus yang Mi Young tunggu datang.

“Ah… “ teriak Baek Hyun. Baek Hyun pun bangkit. Saat Mi Young akan menaiki bus, ia berteriak, “kenapa kau begitu benci padaku?”

Mi Young terdiam sejenak. Terdengar teguran dari kernet bus, “cepat nona…”

Mi Young menoleh pada Baek Hyun. “semua laki-laki itu menyedihkan.”

Baek Hyun terkejut. Mi Young pun memasuki bus dan pulang.

~***~

            Pagi hari itu, Mi Young berangkat kerja ke sebuah restoran melewati jalan pintas yang belum pernah ia lewati.

“Aduh… sudah jam 7, bisa dimarahi Mr. Choi lagi….” Gerutu Mi Young. Tiba-tiba, ia dihadang segerombolan perampok.

“Jika ingin lewat, beri kami uangmu…” ucap salah satu perampok sambil menodongkan pisau.

Mi Young tersenyum sinis. “Aku tak mau. “

“Huh… sok sekali…” ucap perampok lain. “Kalau kau tidak mau menyerahkan harta yang kau bawa sekarang, kami akan…”

“Membunuhmu? Atau.. mencincangmu habis-habisan?” potong Mi Young. “itu kata-kata yang basi. Bisa cari kata ancaman lain?”

“Kurang Ajar!!!”

Mereka menyerang Mi Young. Mi Young pun mengambil langkah tepat. Berbekal jurus taekwondo yang ia pelajari saat ia masih SMP, ia melawan para perampok bertubuh kekar itu tanpa rasa takut. Ia menendang tangan Kanan perampok yang memegang pisau, lalu melemparkan pisau itu sejauh mungkin, dan menendang perut perampok itu. Saat kawanan perampok lain akan menyerangnya dari belakang, ia segera menangkis tangan Mi Youngn perampok itu dan meninju perutnya. Ia terus menunmbangkan para perampok yang menyerangnya, hingga staminanya habis. Nafasnya tersengal-sengal. Keringat dingin bercucuran. Namun, ia tersenyum puas saat melihat para perampok itu terkapar di bawah kakinya.

“Sudah lama tak bertanding,” ucapnya puas. “untung saja masih ingat beberapa jurus.”

Terdengar suara tepuk tangan di belakangnya. “nyalimu cukup besar, gadis kecil.”

Mi Young menoleh ke belakang, mengikuti arah suara yang berat dan sedikit serak.

“Ke… Ket.. tua,…” ucap salah satu perampok yang terkapar, lalu pingsan.

Mi Young mendesah. “bagaimana ini?” Gumamnya. Nyalinya ciut saat ia melihat orang yang bertubuh kekar berjaket kulit tersebut. Tangan Mi Youngnnya membawa tongkat yang menjadi tumpuannya saat berjalan.

“Belum ada orang yang berani mengganggu wilayah kami,” ucapnya. Gemerutuk giginya terdengar jelas menandakan geramnya.

Mi Young menghela nafas. Dan menatap tajam mata lelaki itu, seolah memberi tahu pada ketua perampok, bahwa ia tak mungkin takut pada perampok seperti dia. Ia berusaha menakut-nakuti ketua perampok itu, walau sebenarnya yang takut adalah Mi Young. Nafasnya masih tersengal-sengal. Keringat dinginnya pun semakin deras bercucuran. “aku tak bisa melawannya. Kekuatanku sudah habis. Aku tak sanggup lagi,” ucapnya dalam hati. Ia pun teringatkan sesuatu. “Waduh…. hari ini aku terlambat kerja lagi. Gajiku dipotong tidak ya?”

“Sombong sekali kau, gadis kecil..” ucap ketua perampok saat melihat tatapan mata Mi Young. “kau harus rasakan akibatnya.” Lelaki tua itu mengayunkan tongkatnya.

Mi Young memejamkan matanya. “Pasrah aja deh…”

Tiba-tiba, Mi Young tersungkur ke bawah. Ia merasa ada yang mendorongnya hingga posisi membungkuk menyentuh tanah, dan mendekapnya.

“Oh.. romantika remaja…” ucap ketua perampok itu. “rasakan ini, pahlawan kesiangan!!!” ia mengayunkan tongkatnya sekuat tenaga kepada lelaki yang melindungi Mi Young.

“Arghh!!!” lelaki yang mendekap Mi Young berteriak kesakitan.

“Baek Hyun!!” ucap Mi Young, saat mendengar suara Baek Hyun. Ingin melihat wajah Baek Hyun, ia dalam posisi yang sulit untuk menggerakkan kepalanya. “bodoh!! Jangan lakukan ini!!!”

Saat mendengar ucapan Mi Young, Baek Hyun mempererat dekapannya. Tangannya mendekap kepala Mi Young, dan tubuhnya telungkup menutupi tubuh Mi Young. “aku senang, kau ingat suaraku.”

“Baek Hyun!!! Hentikan!! Aku yang buat masalah, kau tak perlu melindungiku!!”

“Tenanglah….” Bisik Baek Hyun.

Ketua perampok masih terus memukuli Baek Hyun tanpa ampun. “dasar pembuat masalah.”

“Baek Hyun!! Berhenti!!” ucap Mi Young berbisik.

Di tengah-tengah rintihan kesakitannya, ia tersenyum. “aku… mengikutimu.. tadi…” Baek Hyun merintih. Mi Young berusaha mengelak dari dekapan Baek Hyun, tapi dekapan Baek Hyun terlalu erat. “aku.. melihatmu… diserang… lalu… ku.. hubungi… polisi…”

Mi Young tertegun.

“bertahanlah… hanya.. sampai… polisi… datang..” Suara Baek Hyun nyaris tak terdengar.

“Harusnya aku yang bilang begitu, dasar bodoh!”

Baek Hyun masih tersenyum. “Aku.. senang.. kau.. peduli…”

Mi Young memegang aspal jalan dengan erat, setiap kali ia merasakan pukulan menghujam tubuh Baek Hyun. Berkat Baek Hyun, ia tak terluka sama sekali. Namun, ia menangis. Ia merasa bersalah telah membiarkan Baek Hyun terluka hanya demi melindunginya, gadis yang tak berani membuka hatinya pada setiap lelaki. Membiarkan Baek Hyun melindungi gadis yang selalu mengacuhkannya.

“jangan… menangis…” ucap Baek Hyun, mendengar isak tangis Mi Young. “dasar.. cengeng…”

Apa yang dilakukan Baek Hyun telah membuka mata hati Mi Young tentang kekeliruannya menilai lelaki.

Tak lama kemudian, sirine polisi terdengar. Ketua perampok itu kebingungan, dan akhirnya kabur, meninggalkan Baek Hyun dan Mi Young.

Baek Hyun telentang. Punggungnya penuh dengan darah. Mi Young duduk. Ia menangis melihat keadaan Baek Hyun. Ia segera menghubungi rumah sakit terdekat.

“Aku.. senang… sudah.. berakhir…” Baek Hyun tersenyum.

“Bodoh!!!” bentak Mi Young. Ia mendengarkan nada tunggu telepon dengan gelisah.

“kau… tak apa kan?” ucap Baek Hyun.

Mi Young mengangguk.

“Syukurlah… kau… tidak.. apa… apa…”

Baek Hyun memejamkan matanya. Mi Young mengguncang tubuh Baek Hyun sambil terus memanggil namanya. “Baek Hyun.. Baek Hyun…”

~***~

            “Aku dimana?” Itulah kalimat pertama yang Baek Hyun ucapkan saat siuman.

“Di rumah sakit, bodoh,” ucap Mi Young ketus. Ia masih sesengukan.

“Kenapa menangis?” Tanya Baek Hyun.

“Gara-gara kau., aku jadi merasa bersalah!! Kau tahu? Kukira, kau akan mati gara-gara aku,” Mi Young kembali menangis.

Baek Hyun tersenyum. Ia menghapus air mata Mi Young dengan tangannya, mengusap pipinya dengan perlahan. “Jangan menangis lagi.”

“Enteng kau bilang begitu,” bentak Mi Young. “Kata Dokter, beberapa tulang punggungmu ada yang retak, butuh perawatan khusus!! Dasar kau ini!! Untung perampok cap kapak itu tidak memukul kepalamu!!”

Baek Hyun tertawa melihat Mi Young. Mi Young menatap Baek Hyun dengan tajam. Baek Hyun berhenti tertawa.

“Kenapa kau lakukan itu?” Tanya Mi Young.

“Karena aku mencintaimu,” jawab Baek Hyun santai.

Mi Young diam.

Baek Hyun pun bertanya,”lagipula, kenapa kau membenciku? Aku tidak jahat kan? Aku juga mencintaimu dengan tulus, walau tidak mengenalmu lebih jauh.”

Mi Young diam, bingung menjawab apa.

“Yah, kalau kau tak mau menjawab, tak apa.”

“Ayahku.” Ucap Mi Young. Ia menatap sudut ruangan dengan pandangan mata kosong. “Dia….”

Baek Hyun diam. Menebak-nebak apa yang akan dikatakan Mi Young.

“Ayahku… selalu menyiksaku, menyiksa ibuku, menimbun hutang, berjudi, mabuk-mabukan, menjadi ketua mafia, membunuh ibuku…”

Baek Hyun tertegun.

“dan mati tertembak polisi.”

Hening.

Beberapa saat kemudian, Mi Young mengalihkan pembicaraan, “Eh iya, jika tadi polisi tidak datang, bagaimana? Apa yang akan kau lakukan? Kau mau mati mengenaskan seperti itu?”

Baek Hyun menggaruk kepala,”Waduh, nggak tahu deh.”

Mi Young tersenyum mengejek.

“Tapi, yang jelas, kita tak akan menyesal, jika bisa mengambil tndakan terbaik yang bisa dilakukan saat itu, apapun situasinya.”

Mi Young merenungi kata-kata Baek Hyun. “benar juga sih.”

“Lagipula aku yakin, setelah ini, kau pasti akan paham perasaanku yang benar-benar tulus untukmu.”

“huh…” Mi Young tersenyum sinis. “kepercayaan diri yang tak berdasar itu datangnya dari mana sih?”

“Lalu.. Mi Young…,” ucap Baek Hyun mengalihkan pembicaraan. “soal ayahmu,,.. tidak semua laki-laki seperti itu kan?”

“Ya,” ucap Mi Young. “kau sudah menyadarkanku. Trimakasih.”

Baek Hyun tersenyum. “ini.” Ia menyodorkan kotak kecil berwarna pink bergambar boneka teddy bear.

Mi Young menatap Baek Hyun. “apa?”

“Bukalah…”

Mi Young membukanya. Ia melihat liontin berbentuk lonceng berwarna emas didalamnya. Di dasar kotak itupun terdapat kertas putih. Mi Young mengambilnya, lalu membuka lipatan kertas itu dan membaca tulisan di dalamnya.

Walaupun hanya membaca sekilas, Mi Young tersenyum.

“Suka tidak?” Tanya Baek Hyun, “Itu English translation dari…”

“Ring Ding Dong milik Shinee kan?” potong Mi Young. “aku juga suka lagu itu.”

Baek Hyun tak percaya akan apa yang ia dengarkan. “benarkah?” tanyanya meyakinkan.

Mi Young hanya mengangguk. “kenapa kau mencatatkan lagu itu untukku?”

“oh…” ucap Baek Hyun. “saat bertemu denganmu, aku merasa, lagu yang sesuai denganku adalah lagu itu. Saat melihatmu pertama kali, waktu seperti berhenti, dan di telingaku seperti terdengar bunyi ‘Ding Dong’,” Baek Hyun membayangkan pertemuan pertamanya dengan Mi Young.

“Wah… padahal saat itu, kau malah meninggalkan kesan buruk di pikiranku,” goda Mi Young.

Pipi Baek Hyun memerah. “yang jelek jangan di ingat dong.”

Mi Young tertawa. Lalu, ia melepas gelang rantainya dan memasangkan liontin lonceng itu pada gelangnya, lalu memakai kembali gelangnya. “aku tidak punya kalung, makanya lonceng ini kupakaikan di gelangku.” Mi Young membolak-balikkan tangannya. Setiap kali Mi Young menggerakkan tangannya, terdengar gemerincing lonceng yang lucu. “Bagus. Cocok untukku.”

Baek Hyun tersenyum melihat tingkah laku Mi Young yang tak pernah ia lihat. Kali ini, Mi Young terlihat seperti gadis periang.

“Baek Hyun.”

“ya?” Baek Hyun bertanya-tanya di benaknya.

“berat mengatakannya… tapi….”

Hening sesaat.

“Trimakasih untuk hari ini…,” Kata Mi Young, lalu mengatupkan bibirnya rapat-rapat, lalu meneruskan perkataannya. “dan maaf….”

Baek Hyun tersenyum. “iya.”

Mi Young balas tersenyum.

Baek Hyun bernyanyi, “Baby, Nae gaseumeul meomchool su oh crazy, Neomu yeppeo gyeondil su oh crazy, Neo animyeon pilyoeopda crazy, Na wae irae?(1)

Mi Young hanya tertawa. “Ternyata lelaki bodoh bisa bernyanyi.”

“iya, tapi tadi, aku menembakmu.”

“Apa?”

“Kau mau jawab apa?” Baek Hyun balik bertanya, tak menghiraukan pertanyaan Mi Young.

“Bodoh!!” Mi Young menjitak kepala Baek Hyun. “mana mungkin aku langsung menjawab pertanyaanmu itu? Kita kan baru kenal…”

“Hei, aku sedang sakit,” ucap Baek Hyun. “apa jawabannya?”

Mi Young menghela nafas. “Aku pulang ya.” Mi Young melangkahkan kaki meninggalkan ruangan.

“Kau tidak boleh menolakku. Aku yakin, satu-satunya lelaki yang mencintaimu dengan tulus hanya aku.”

Mi Young tak menghiraukannya.

“Don’t be silly, girl, You’re my miracle, Neoman gajil su itdamyeon
Naegaen da pilyoeopneun geol….(2)” Baek Hyun bernyanyi sekali lagi.

Mi Young berhenti. “bagaimana dia bisa tahu bagian yang paling kusukai? Apa Nara memberitahunya?” gumam Mi Young. Ia pun membalikkan badan dan tersenyum pada Baek Hyun. “yah… melihat usahamu yang gigih itu…”

Mi Young menghela nafas, lalu memetikkan jari. “kita ikuti arus air saja.”

Baek Hyun terkejut. “hah?”

Mi Young mengangguk mantap. “Ya… mengalir bersama air. Kita biarkan waktu berjalan,….”

“Apa maksudnya?”

Mi Young berjalan menghampiri Baek Hyun, menepuk bahu Baek Hyun, membungkukkan badannya, lalu berbisik, “Kita jalani dengan apa adanya….”

“Maksudmu?”

Mi Young berdiri dan tersenyum. “ya… aku belum menyukaimu sih… tapi… melihat kebaikanmu, dan melihat kepercayaan dirimu… itu sudah menjadi alasan yang kuat untukku menerimamu.”

Baek Hyun tersenyum bahagia.

“Baiklah, aku pulang,.”

Mi Young meninggalkan Baek Hyun sendirian. Baek Hyun tetap tersenyum puas. “Finally, that’s butterfly is mine….”

~***~

(1)       Sayangku, aku idak bisa menghentikan hatiku, ini gila, Kau terlalu manis, aku tidak bisa menggapainya, ini gila, jika gadis yang kumiliki bukanlah kau, aku tak membutuhkannya, kenapa aku seperti ini?

(2)       Jangan menjadi gadis yang bodoh, kau adalah keajaibanku, jika pada akhirnya aku dapat memilikimu, aku tak membutuhkan yang lainnya.

Gaje? tapi menurut aku bagus kok ._. #plakkk
diantara ketiga cerpen yang aku kirim, paling bagus ini…..
ah ya… pengen lihat 2 cerpen-ku yang lain? kalo iya, aku publish, BaekYoung ver…
kecuali Time Machine, soalnya itu bersaudara… gak ada lope-lopenya (?)
okeh… RCL jangan Lupa ^^

Series :

Oneshoot

OS EXO in Love Series

BaekHyun | Sehun | ChanYeol | Suho | Kai | D.O | Luhan | Xiumin | Kris | Lay | Chen | other >>> process

15 responses to “BaekYoung Couple ::: Ring Ding Dong (Ficlet)

  1. wow.. daebak.. choa choa choa (?)

    kutunggu jandamu thor.. eh, ff author yg lain mksdnya .-.
    post aja thor.. drpda nganggur, dan tak ada peminat yg membacanya /plak ._.v

    eh.. jgn lupa exo in love nya yah thor.. hhehe^^

    keep writing^^

    • ehahaha (?)

      iyah…. hehe… bakal aku post

      eh… penggemar (?) Exo In Love jga? waaa…. ternyata banyak ya… penggemar FFku yang satu itu #Ge’eR akut #abaikan

      makasih ^^

    • oh? yang di EIL pasangannya Baekhyun bukan Mi Young, tapi Jung Su…. hehe ._.v

      makasih komennya ^^

  2. Eonni… dikira tadi sad ending… ternyata enggak… eon gasuka sihh…#plakk
    Coba sekali-kali sad ending dong eon…. Nyari suasana baruu.. 😀
    Enak happy ending sihh… tapi kalo awal storynya sedih trus seneng akhirnya, readers yg mau nangis jadi gajadi kan?? ===> SAYA
    Salut sama Baekki… so sweet banget cara nglindunginyaa… aaa… coba ada cowo kgitu beneraannn… so sweetttt…. Makhluk langka itu #plakk
    Ditunggu FF yg lain eon…. 😀 😀 😉

    • loh? mang dari deskripsi-nya keliatan kalo sad ending ya? ._.

      lah…. yang Love u to death itu sad ending… yang not love her itu juga sad ending….

      Lu kata Baekhyun apaan? makhluk langka -_-”

      oke deh… makasih saeng 😀

  3. duh, baekhyun keren banget deh ngelindunginnya walau terlihat sedikit pabbo /bugbugbug *ditimpuk baekhyun* awalnya aku pikir aja hubungan judul ama ceritanya ternyata dari potongan lagunya toh..hehehe
    dtunggu exo in love nya nih sama LITGF ^^

  4. So Sweet……..
    Mi Young bodoh ditembak BaekHyun kok nggak langsung diterima aja ,kalau aku sih langsung kuterima dengan senang hati He He He ^^

  5. uwoooo~ ada ff bermain cast si bacon lagi nihhh :p
    si bacon ngalamin cinta pada pandangan pertama tuh..
    hahaha 😀
    cerita selanjutnya ditunggu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s