[Part 10/End] Secret Marriage

Secret Marriage

Written By Gladevicious (@_devi496)

Cast :

  • Jessica Jung
  • Kim Jonghyun

Disclaimer : I do own the plot.

 

Tok…tok…tok…

Key meletakkan bukunya di atas meja belajarnya . Key melepas kacamatanya dan berjalan ke arah pintu kamarnya.

Cklek…

Ia membuka pintu kamarnya dan sekarang di hadapannya sudah berdiri Kim Jonghyun dengan cengiran jahilnya.

Ia memutar kedua bola matanya dan sejurus kemudian menatap Jonghyun dengan dinginnya.

“Ada apa kau kesini ?!” tanyanya dingin.

Jonghyun kembali memperlebar cengiran jahilnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“AKu hanya ingin minta maaf.” Papar Jonghyun

Key tertawa sinis “Hahaha… minta maaf ? minta maaf untuk apa ?!” tanya Key dengan nada sakarstik.

“Karena tidak mempercayaimu … well kau tahu aku sangat menyesal. Maaf.”

Key memutar kedua bola matanya “Jadi sekarang kau menyesal ? kau sudah percaya padaku.”

Jonghyun hanya mengangguk dengan wajah bersalahnya.

“Baguslah kalau begitu.” Kata Key singkat sambil menutup pintu kamarnya , namun Jonghyun dengan cepat langsung menahan pintu kamar Key.

“Tunggu dulu…!” sergahnya

“Apalagi ?” tanya Key sebal

“Kau memaafkanku kan ?” tanya Jonghyun penuh harap

Key melipat kedua tangannya di depan dada sambil tertawa ringan “Bagaimana bisa aku memaafkanmu.” Papar Key datar

Manik mata Jonghyun membulat “Aku bisa melakukan dan memberikan apapun yang kau mau asalkan kau memaafkanku.” Pintanya memelas

Key terkekeh sambil berkacak pinggang “Bagaimana jika aku menginginkan Jessica ?” tanya Key

Membuat Jonghyun tersentak namun tak dapat menjawab.

Key kembali tertawa “Uh oh aku hanya bercanda Mr. Kim ehm well aku hanya ingin kau pergi dari sini. Kau tahu aku sedang banyak tugas.” Jelas Key.

Jonghyun menatap penuh harap “tapi kau memaafkanku kan ?”

“Oh ok kalau aku memaafkanmu apakah kau akan pergi ? Aku masih memiliki segudang tugas dari kampusku.” Key melirik ke arah meja belajarnya.

Jonghyun menyunggingkan senyumannya dan kemudian mengacungkan jari kelingkingnya “Janji , kau memaafkanku ?”

Key menghela nafas malas dan menautkan jari kelingkingnya pada Jonghyun “Ne yaksokhae.” Paparnya . Well mereka terlihat seperti anak kecil sekarang.

Jonghyun kembali menyengir tak jelas dan Key memutar bola matanya “Bisakah kau pergi ?” tanya Key seraya menarik jari kelingkingnya dan segera menutup pintu kamarnya.

Dari dalam kamar ia mendengar derap langkah kaki Jonghyun yang menjauh.

Key duduk ada tempat semula , ia kemudian kembali memasang kacamatanya dan mengambil bukunya. Ia mulai membaca lagi namun belum sampai satu menit ia sudah meletakkan kacamata dan bukunya ke atas meja lagi.

It’s not a kidding. I really want her… I really want Jessica. It’s because I really fall with her.”

 

***

 

Jessica saat ini tengah berdua dengan Nyonya Kim. Ia tengah mencoba berbagai daster ibu hamil dari Nyonya Kim.

“Ingat Sica. Jika kandunganmu sudah mencapai usai tiga atau empat bulan errr pokoknya jika perutmu sudah mulai membesar kau harus mengenakan pakaian-pakaian ini, kau tahu ini sangat berguna.” Jelas nyonya Kim Panjang lebar.

“Ah ne oemma , aku tahu itu. Aku akan selalu mengingatnya.” Papar Jessica.

Nyonya Kim tersenyum “Nah Sica aku akan meletakkan baju ini di lemari yang bagian sebelah sini ya , kebetulan tempatnya kosong.”

Jessica mengangguk “Ne oemma.”

Cklek…

Pintu kamar Jessica terbuka , Jessica dan Nyonya Kim secara bersamaan menoleh ke arah pintu.

“Jjong ada perlu apa ?” tanya Jessica

“Apa yang oemma dan kau lakukan ?” ia tak menjawab pertanyaan Jessica dan malah balik bertanya .

“Hanya sedikit melakukan perombakan pada lemari Jessica.” Papar Nyonya Kim sambil menyunggingkan senyumnya.

Jonghyun menaikkan sebelah alisnya dan berjalan masuk ke dalam “Perombakan ? aku tidak mengerti.”

Jessica terkekeh “Oemma itu sedang mempersiapkan beberapa pakaian ibu hamil untukku.” Jelasnya

Jonghyun membulatkan bibirnya “O… arraso.” Dia lantas mengangguk mengerti

Jessica mencubit lengan Jonghyun “Ya! Kau belum menjawab pertanyaanku tadi.” Tandasnya

Jonghyun terkekeh “Hihihi sorry babe… errr aku mau mengajakmu jalan-jalan nanti siang apa kau mau ?” tanya Jonghyun

“Nanti siang ?” ulang Jessica pelan sambil berfikir.

“Tidak boleh.” Kata Nyonya Kim

“Oemma ? Kenapa tidak boleh ?” tanya Jonghyun sedikit kesal

“Jessica itu sedang hamil Jonghyun , kalau siang dia harus tidur biar Jessica mendapat cukup istirahat.” Jelas Nyonya Kim “Kalau mau mengajaknya jalan-jalan sore saja .” kata Nyonya Kim memberi saran.

“Hmmm… baiklah , terserah oemma saja.” Katanya acuh seraya kemudian beranjak dari ranjang Jessica

“Mau kemana ?” tanya Jessica kalem

“Mau tidur , aku kan juga peru istirahat.” Jawab Jonghyun dengan nada sakarstik membuat NYonya Kim dan Jessica tertawa bersamaan.

 

***

Keadaan kota seoul siang hari ini terlihat begitu padat , hiruk pikuk pejalan kaki dan pengendara mobil memadati jalanan kota Seoul. Sesosok laki-laki dengan mengenakan pakaian serba hitam berjalan di antara ratusan pejalan kaki itu , tidak ada yang menyadari kehadirannya , yap siapa yang mau peduli dengan orang aneh seperti dirinya –karena mengenakan pakaian serba hitam.

 

 

 

Laki-laki itu kemudian menapakkan kakinya menuju sebuah café yang berada sekitar 5 meter darinya. Ia melangkah dengan santai menuju café itu dan saat ia masuk ke dalam café tersebut , kedua manik mata hitamnya berhasil menangkap sosok yang memerlukan dirinya.

Ia menyeringai seraya melangkah menghampiri sosok itu , sosok yang kini tengah duduk di pojok ruangan sambil menikmati secangkir teh ginseng.

“Jadi apa yang harus ku lakukan Mr. Park ?” laki-laki itu bertanya secara to the point dan duduk di hadapan Tuan Park dengan tenang.

Tuan Park menyeringai “Kau sudah datang ternyata ‘K’ .”

“Jangan basa-basi cepat katakan saja apa yang harus ku lakukan .” tandasnya.

Tuan Park tersenyum “Ok…” katanya sambil merogoh sesuatu di balik jasnya. Setelah ia berhasil mengambil barang yang terdapat di balik jasnya ia langsung melemparkan benda yang berupa amplop besar berwarna coklat itu di hadapan laki-laki berinisial “K” Tersebut.

Laki-laki itu menatap benda berwarna coklat itu tajam , seraya kemudian mengambilnya dan mulai membukanya. Mengambil sesuatu yang terdapat di dalamnya dan memperhatikannya dengan seksama.

“Jadi apa yang harus kulakukan terhadapnya ?” tanya K dengan sebegitu datarnya

Tuan Kim menyeringai “Bunuh dia.”

 

***


“Jessica kau sudah siap ?” Tanya Jonghyun dengan suara cukup keras dari luar kamar Jessica.

“Ne…” balas Jessica keras namun kalem dan bersamaan dengan itu pintu kamar Jessica terbuka.

Jonghyun yang tengah membenarkan letak Jamnya berbalik dan tercengang ketika mendapati Jessica.

Jessica menaikkan sebelah alisnya “Wae ? apakah ada yang salah denganku ?” tanyanya polos

Jonghyun tersenyum seraya menggeleng pelan “Aniyo… kau cantik sekali.” Pujinya tulus.

Yup , Jessica memang terlihat cantik saat ini. Dengan sebuah mini dress berwarna rose pastel dan sebuah bross berbentuk kupu-kupu yang terpasang di bagian dada sebelah kirinya membuatnya terlihat sederhana namun manis dan elegan , serta polesan make up yang tak terlalu tebal dan juga rambut blonde yang di gelung ke atas namun tetap menyisakan poninya well itu membuatnya terlihat semakin manis.

Jessica tersipu , ia membuang muka untuk menutupi wajahnya yang sudah mulai memerah seperti kepiting rebus.

Jonghyun terkekeh sambil berkacak pinggang , ia merangkul pundak Jessica dan menuruni tangga bersamanya.

Saat mereka baru mengijakkan tapak kaki mereka di lantai satu Nyonya Kim langsung berseru.

“Omona… ! Sica~ah!” pekiknya terkesima membuat Jessica sedikit salah tingakah.

“Ne oemma ? waeyeo ?” tanyanya polos sambil mengelus tengkuknya , merasa salah tingkah eh.

Nyonya Kim menghampirnya “Neomu yeppuda!” pujinya tulus sambil mencubit pipi Jessica.

Mata Jonghyun menyipit “Oemma , kau seperti melihat seorang anak kecil.” Titahnya

Nyonya Kim terkekeh “Mianhae… tapi tidak sepantasnya kau cemburu apalagi terhadap oemmamu sendiri Jjong~ah kkk~”

Jonghyun membulatkan matanya “Oemma…!” serunya

“Ah ne arraso…sudah lebih baik kalian segera pergi , jangan sampai kalian pulang kemalan ne ?”

Jessica mengangguk “Ne oemma , kami pergi dulu.” Pamit mereka berdua dan bersamaan keluar dari rumah.

 

***

 

Jonghyun dan Jessica masuk ke dalam mobil yang terparkir di depan rumah mereka , well mobil siapa lagi kalau bukan mobil Jonghyun. Mereka memasang seatbelt dan saling menyunggingkan senyum ke arah satu sama lain.

“Kau memakai kalungnya ?” tanya Jonghyun sumringah

Jessica mengangguk “Ne… kau bahkan sudah melihatnya tapi kau masih saja bertanya .” cibir Jessica , membuat Jonghyun memperdengarkan suara tawa renyahnya.

“Ne arraso…Kajja.” Jonghyun menyalakan mesin mobilnya dan membawa mobilnya melaju menuju sebuah tempat untuk kencan romantic mereka .

Tapi tanpa mereka sadari , sebuah mobil Hyundai berwarna hitam mengkilap tengah mengikuti mereka dan bahkan seseorang yang menjalankan mobil itu sudah sedari tadi memperhatikan mereka.

 

***

Tidak ada yang lebih baik dari Lottle World memang bagi Jonghyun. Yap taman hiburan itu adalah taman favorite Jonghyun , baginya tidak ada yang lebih baik dari itu. Ia sejak kecil memang sudah suka sekali pada tempat lagi terlebih jarak tempuh menuju lotte itu kurang dari satu.

“Lotte World ? Hey aku jadi ingat dengan pertengkaran kita waktu itu Jjong~ah.” Papar Jessica

Jonghyun memutar kedua bola matanya sambil melepas seatbeltnya “Ayolah , jangan mengingat hal itu lagi.”

Jessica terkekeh “Ne arraso…” Jessica segera turun dari mobil setelah seatbeltnya terlepas.

“Kemana kita akan pergi ?” tanyanya

“Kemana saja , yang penting ini bisa menjadi hiburan bagi kita.” Jawab Jonghyun

Jessica mengangguk “Ne arraso… well bagaimana kalau kita ke situ.” Jessica menunjuk ke sebuah bangunan yang terlihat menyeramkan namun di padati dengan petunjuk.

“Mwo ?!” pekik Jonghyun

Jessica tersenyum “Ne… kajja!” dan tanpa menunggu persetujuan Jonghyun ia langsung menarik suaminya itu menuju tempat itu.

***

“Hahaha bukankah itu tadi seru ?” celoteh Jessica riang.

“Aku benci harus berada di dalam sana.” Hardik Jonghyun kesal , seraya menunjukkan ekspressi yang begitu dingin.

Jessica terkekeh “Jangan marah , sekarang ayo kita kesana.” Kali ini Jessica menunjuk ke arah sebuah roler coaster. Jonghyun memutar kedua bola matanya “Yeah… as your wish babe.”

Jessica menyunggingkan cengiran jahilnya dan menarik Jonghyun menuju tempat di mana roler coaster itu berada.

Well ini bukan menjadi kencan romantis tapi ini lebih seperti kencan buta , yap kencan romantis yang di impikan Jonghyun menjadi seperti sebuah kencan buta. Namun sekarang ia tak memperdulikan itu , yang penting ia bisa merasakan kebahagiaan sekarang walau hanya sekali dan untuk yang terakhir. Hey apa maksud dari itu ?!

Seusai mereka mencicipi wahana roler coaster mereka langsung mencicipi berbagai wahana yang lainnya sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk naik bianglala raksasa di Lotte tersebut.

Bianglala yang di naiki Jonghyun dan Jessica mulai berputar naik . Keduanya kemudian melihat keluar jendela untuk menyaksikan keindahan kota Seoul di sore hari . Kota Seoul yang terlihat berwarna kemerah-merahan karena di terpa sinar matahari yang hendak kembali ke tempat peraduaannya.

Jessica tiba-tiba saja mengalihkan pandangannya dari pemandangan indah di bawah sana, ia menyandarkan punggungnya pada bangku yang ia duduki dan wajahnya terlihat begitu gelisah. Jonghyun menatap Jessica dengan bingung dan alisnya kembali naik terangkat .

“Kau kenapa ? Terlihat gelisah seperti ada sesuatu yang mengganjal . Ada masalah ?” tanya Jonghyun cemas.

Jessica menghela nafas dan menggeleng pelan “Aku tidak tahu. Hanya saja aku merasa…” Jessica menggantungkan kalimatnya tak yakin harus mengatakannya atau tidak pada Jonghyun.

Jonghyun mengerutkan keningnya dan menatap Jessica penasaran “Merasa apa ?” tanyanya dengan nada yang benar-benar memperdengarkan rasa penasarannya.

“Gelisah dan tak enak.” Jelasnya

Jonghyun tersenyum dan mengelus rambut Jessica “Mungkin itu hanya perasaanmu saja , tenanglah.” Kata Jonghyun mencoba menghiburnya . Jessica mengangguk dan mencoba menuruti sugesti Jonghyun untuk tenang.

“Sica…” panggil Jonghyun

Jessica mendongak “Ne ?”

Dan dengan seketika bibir Jonghyun langsung menempel di bibirnya , menyapu lembur bibir pinknya. Ciuman lembut yang di berikan Jonghyun memang memberikan sensasi berbeda padanya , membuatnya merasa bahagia. Namun ia menangis , memberikan sensasi basah pada ciuman mereka. Well ia sendiri tidak tahu mengapa ia menangis .

 

***

 

Jonghyun dan Jessica sudah berada di pelataran taman bermain terbesar di Seoul tersebut. Dan Bersiap untuk pulang namun tiba-tiba Jessica merasakan bahwa ada sesuatu dalam dirinya yang terasa aneh , ia ingin makan ice cream.

“Jjong…” panggilnya

“Ne ?” tanya Jonghyun

“Bisakah kau membelikan ku ice cream di seberang sana ?” tanya Jessica dengan memasang puppy eyesnya “Ne ?” tanya Jonghyun tak yakin “Please…” Jessica memainkan puppy eyesnya.

Jonghyun tersenyum lembut dan mengacak rambut Jessica pelan “Baiklah , akan ku belikan . Kau tunggu disini.” Pinta Jonghyun seraya kemudian beranjak pergi meninggalkan Jessica namun entah mengapa bersamaan dengan itu perasaan Jessica berubah menjadi sangat tidak enak. Ia mengikuti Jonghyun sampai kepinggir jalan dan membiarkan Jonghyun melintasi jalanan , kebetulan juga lampu pejalan kaki sudah menyala.

Dan saat Jonghyun tengah melintasi jalan itu sebuah mobil Hyundai berwarna hitam mengkilap melaju dari arah selatan dengan kencang. Manik mata Jessica yang melihat sinar lampu mobil tersebut spontan membuat Jessica berlari ke arah Jonghyun.

“Jonghyun~a!!!!!!”

Jonghyun berbalik dan menyunggingakan sebuah senyum pada Jessica, namun ketika ia merasakan wajahnya di terpa cahaya yang begitu terang ia merasakan tubuhnya mendadak lemas dan bersamaan itu ia merasakan seseorang memeluknya.

Duaghhhh!!!!

Bunyi keras yang terdengar seperti hantaman itu menggelegar di jalanan kota Seoul saat ini. Mobil Hyundai yang menjadi penyebab keluarnya suara keras itu langsung melesat kencang dari jalanan itu sebelum ada yang berhasil melihat nomor plat mobil tersebut.

Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu segera menghambur menuju jalanan, mencoba untuk menyelamatkan dua orang yang sudah terhampar di jalanan sejauh lima meter dengan keadaan bersimbah darah.

 

***

 

“Jonghyun~a…” suara itu terdengar begitu sulit keluar dari mulut wanita itu. Wanita itu meringis kesakitan seraya menarik kalung dengan bandul berinisalkan “JJ” dari lehernya. Ia memegang kalung itu dengan erat dan air matanya mulai mengalir , mengalir dan bercampur dengan darah yang berasal dari kepalanya.

“Jessica…” kali ini terdengar suara laki-laki yang terkulai lemah di sampingnya, di atas ambulance.

Jessica tersenyum dan tangannya mencoba meraih tangan Jonghyun, begitu pula sebaliknya. Begitu sulit untuk menyatukan tangan mereka, butuh perjuangan yang begitu keras sampai pada akhirnya mereka bisa saling menautkan tangan mereka satu sama lain.

“Sa…saranghaeyo.” Dengan sedikit perjuangan akhirnya kalimat itu berhasil terlontar dari mulutnya –salah satu dari mereka- dan ia pun menghembuskan nafas terakhirnya.

 

***

6 Years Later

Semua ini memang terasa menyakitkan …

Baru saja pernikahan kita di ketahui dan di setujui…

Dan juga baru saja aku dinyatakan tengah mengandung anak darimu .

Kau justru pergi begitu saja setelahnya …

Pergi ke tempat yang sangat jauh dan tak akan pernah kembali…

Meninggalkanku berdua dengan jagoan kecil kita…

Jessica menyeka air matanya saat menatapi batu nisan di hadapannya , batu nisan yang bertuliskan dengan besar nama Kim Jonghyun.

Kim Jonghyun , orang yang sangat ia cintai . Raganya telah bersemayam dengan tenang di bawah sana , dan mungkin jiwanya telah tenang di alam sana. Ia benar-benar tak nyana bahwa kisah hidupnya akan menjadi seperti ini.

Di saat kebahagiaan datang menghampiri semua itu berlalu dengan sangat singkat . Dalam hitungan hari saja kebahagiaan menghampirinya namun kesedihan menghampirinya dengan waktu yang sangat lama.

“Oemma…” Kyungsan menarik pergelangan tangan Jessica.

Jessica menyeka air matanya “Ne kyungsan~a waeyo ?” tanya Jessica terisak.

“Apakah appa ada berada di dalam sana ? apakah appa tidak akan kembali ?” tanya bocah berusia enam tahun itu dengan polosnya.

Jessica menangis kembali dan memeluk Kyungsan “Ne Kyungsan~a… appa tidak akan kembali.” Lirihnya dan saat itu terasa sekali air mata putra kesayangannya membasahi jaketnya.

“Kyungsan~a uljimma…” Jessica menyeka air mata putranya

“Kau tidak boleh menangis , kau kan jagoan kecil appa dan oemma .” Titah Jessica “Dan ingat bahwa jagoan kecil oemma tak boleh menangis.” Jelasnya sambil menangkupkan kedua tangannya di setiap sisi wajah Kyungsan.

Kyungsan mengangguk “Ne oemma…” Bocah kecil itu terisak.

Jessica tertawa dan mengacak pelan rambut Kyungsan “Itu baru anak Oemma dan appa , sekarang mari kita berdoa untuk appa dan pulang.”

Jessica dan Kyungsan megepalkan kedua tangan mereka menjadi satu dan berdoa dalam hati dengan begitu mendalam. Dan sesaat kemudian Jessica berdiri sambil memegang tangan Kyungsan erat.

“Jonghyun~a , kami pulang dulu. Minggu depan kami akan kembali lagi . Annyeong.” Pamit Jessica seraya berbalik dan melangkahkan kakinya menjauh namun sesaat kemudian ia berjongkok dan mencium kedua pipi Kyungsan.

“Tunggu di sini sayang.” Pintanya seraya berdiri dan berjalan menghampiri tempat peristirahatan Jonghyun. Jessica memegang batu nisan itu dan mengecupnya pelan sambil menangis “Saranghae…” ucapnya lirih dan terdengar pelan nyaris berbisik. Ia kemudian berdiri dan kembali menyeka air matanya , seraya kemudian menghampiri Kyungsan.

“Ayo sayang… kita pulang.” Ajak Jessica seraya kemudian berjalan meninggalkan pemakaman ini sambil menggandeng Kyungsan.

Dan tanpa mereka berdua sadari sesosok yang tak terlihat kini tengah berdiri di dekat nisan Jonghyun sambil memandangi punggung mereka dengan sebuah senyum manis.

***

Jessica berjalan menuruni ceruk- ceruk anak tangga di pemakaman ini dengan hati-hati bersama Kyungsan dan saat ia sudah berada di anak tangga nomor dua dari bawah ia tak sengaja menabrak seseorang.

“Ah mianhae…” gumamnya pelan

Orang itu tersenyum “Gwenchana…”

Jessica termangu sesaat ketika laki-laki itu baru saja kembali melanjutkan langkahnya untuk menaiki anak tangga.

“Jonghyun!” pekik Jessica

Laki-laki itu berhenti dan menorehkan kepalanya kebelakang “Hey! Dari mana kau tahu namaku ?!”

 

FIN

Fin, akhirnya selesai juga nih ff . Well endingnya sinetron banget yak wkwkwk.

Ok aku gak tahu kenapa sebenernya dari awal bikin ff ini gak pernah kepikiran bakal bikin endingnya jadi sad kaya gini apalagi ini fic ttg Jongsica so I always want this pairing have a happy ending , tapi pas lagi ngerain part 9nya aku tiba-tiba dapat ide buat bikin endingnya sad lagian aku juga belum pernah bikin fic yang endingnya sad so akhirnya saya pun mencoba ending sad di ff ini hahahaha. Buat reader tolong maklum ya hehe dan jangan rajam saya karena endingnya bener-bener gantung , mulai dari seorang pembunuh bayaran berinisial “K” terus seseorang yang di panggil Jessica Jonghyun dan blah blah blah please jangan rajam saya karena hal-hal aneh tersebut wkwkwk. Maaf kalau ada typonya dan alurnya kecepatan *alur emg cepet cyin. Thanks , keep RCL babe~

49 responses to “[Part 10/End] Secret Marriage

  1. Hyaaaaaaaaaa !!!!!!!!!!!! Jjongie Oppa , !!!!!!!!!!! 😥
    Kok, sad ending sih ?? tadinya aku kira Jesicca yang pergii. eh taunya Jjongie Oppa !!
    tapii baguss kok, Keep Writing !!!!!!!
    Buat yang JogSica Lagii yahh !!!!!!!

  2. Pyuhh *lap keringat
    ngebut baca dri part 1 dan cuman sempet coment di part 6 😀
    mian baru coment di sini,
    ide ceritanya bagus, cuman knpa jonghyun appanya kyungsun meninggal !? Momen jessica,jonghyun juga kurang TT
    *mian banyak kritik * #readerBawel 😀 🙂

  3. baru sempet komen ._. soalnya lewat hp agak ribet ._. mana hpku rada lemot *curcol
    FFnya gantung ._. bikin lagi :v terlalu gantung ffnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s