Baby Face, Luhan part 10

Author:

@aprelaputri

Cast :

Xi LuHan as Luhan (main cast)

And all Exo K and Exo M member

Genre: Friendship, comedy

Ratting: PG-13

Title : Because I miss you…

Summary :

Apakah wajah Baby face LuHan menipu semua orang…? Inilah hidup seorang namja berusia 23 tahun… 23 tahun? Dia terlihat seperti 15 tahun… bersama orang – orang yang jauh lebih muda darinya tapi anehnya ia harus memanggil mereka dengan sebutan ‘hyung~’ sekarang dimulailah perjuangan Luhan dan ke 11 member exo selama mjd trainee.

Baby Face Luhan Part 10

Luhan POV

Aku terbangun tempat ini terasa asing dan keras sekali. Oh… iya aku baru ingat aku semalam tidur di sauna bersama Kris. Aku mengusap mataku dan menguap panjang sambil memanggkat kedua tanganku. Kris dia kemana? Aku berkeliling mencari di mana Kris. Apa dia pergi meninggalkan ku sendiri di sini… ah tidak mungkin Kris bukan orang setega itu. Aku meminum air putih yang di belikan Kris kemarin. Aku melihat seorang namja bertubuh tinggi sedang bersama seorang anak kecil laki – laki yang kira – kira berusia 6 tahun. Saat namja itu berbalik ternyata itu Kris. Kris terlihat sangat akrab dengan anak kecil itu.

Kris yang kelihatannya dingin dan kejam itu sangat menyanyangi anak kecil, aku hampir tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Kris seperti dengan anak kandungnya sendiri. Aku mendekati Kris dan anak itu.

“hyung… sudah bangun?” tanya Kris sambil menggendong anak itu.

“ne… annyeong nama hyung Luhan, adik kecil siapa namamu?” tanya ku ramah pada anak itu.

“ini yoogeun, ayo beri salam pada hyung…” kata kris sambil mengangkat satu tangan anak bernama yoogeun. Kris terlihat seperti seorang ayah.

“yoogeun imnida” jawab singkat anak kecil itu, dia sangat cute.

“ini anak siapa Kris?”

“anak temanku, sudah lama kami tidak bertemu. Dia menitipkan yoogeun padaku sebentar dia sedang mengurus admistrasi di kasir,” jelas kris. Yoogeun sepertinya merindukan ibunya, tiba – tiba ia menangis. Kris mulai panik kemudian menenangkan yoogeun dengan menepuk pundaknya. Dan bilang “uljimma… uljimmaa…”

“eommaa… huuaa….”

“yoogeunnie… buuingg- buuiingg” kataku sambil menaruh kedua kepalan tanganku di pipi sambil memasang muka paling cute. Tapi yoogeun tetap menangis.

“menari 3 bears hyung‼ kau masih ingat liriknya kan?”

“kau gila? Ini tempat umum Kris…”

“ayolah hyung… kumohon,”

“iya… iya…” aku bersiap – siap untuk menari dan bernyanyi 3 beruang seperti Song Hyekyo di Full House. Aku pernah menunjukkan ini di depan teman – teman dulu saat camping. Semua tertawa, aku jadi rindu dengan tawa mereka. Mengingat mereka aku jadi sedih… kalau boleh aku ingin membuat mereka tertawa sekali lagi…… 😦

“hyung… kenapa diam?”

“ah.. iya…!”

Ini akan sangat memalukan di tambah banyak yang melihatku. Tapi demi yoogeun akan ku lakukan semua ini.

kom sema-ri-ga 
han chi-be-yi-so
appa gom
omma gom
ae-gi gom
appa gommun tung-tung-hae
omma gommun nal-shin-hae
ae-gi gommun na bul-gwi-yo-wo
hishuk hishuk cha-rhan-da

Seluruh orang memandangiku dengan tatapan aneh. Ah… ini sangat memalukan. Tapi yang penting Yoogeun sekarang tertawa dan tidak menangis lagi. Tak lama ibu Yoogeun datang.

“gomawo, wufan ssi… sudah menjada anakku, maaf merepotkan…” kata ibu yoogeun.

“ah… Qian noona, sudah tidak apa – apa santai saja,”

“oh iya kamu temannya wufan ya? Aku Qian, kau siapa?”

“annyeonghaseyo Luhan imnida…”

“gomawo luhan ssi… kamu juga sudah membantu menjaga Yoogeun, wufan aku pulang dulu ya. Suamiku menunggu di rumah,” Wanita bernama Qian itu menggendong yoogeun dan pergi meninggalkan aku dan Kris. Aku melambaikan tangan pada yoogeun sambil tersenyum.

“yoogeun annyeong~~‼” seruku. Kemudian aku menatap Kris bingung, dia kembali menjadi Kris yang dingin aura di tubuhnya berubah sekejap saat yoogeun pergi.

“ganti baju, kita pulang ke dorm…” kata Kris. Aku tersenyum aku masih belum siap untuk pulang ke dorm aku mencoba merayunya, “Kris… minggu ini kan kita free,”

“so? What do you want now?”

“ijinkan minggu ini aku menginap di rumah jaehyo…”

“siapa jaehyo?”

“dia sepupuku… aku akan di sana dan baik – baik saja, aku akan kembali secepatnya…”

“tapi hyung…”

“jebal…” aku memohon pada Kris dengan Puppy eyes ku. Walau memasang wajah kesal Kris akhirnya setuju dan menagguk.

“tapi janji akan pulang secepatnya, jika lebih dari 3 hari aku akan menyeretmu pulang tanpa ampun…!”

“iya… siap! duizang…” aku tersenyum senang saat Kris mengijinkannya. Sebenarnya aku juga ingin pulang ke dorm bertemu teman – teman dan Sehun… tapi mereka masih marah padaku. Termasuk Sehun dia sangat marah padaku karena aku membohonginya selama ini. Aku akan pergi selama beberapa hari untuk menenangkan diri. Semoga saat aku kembali mereka bisa menerimaku apa adanya.

Luhan POV end

Di dorm EXO

Sehun merasa sangat kesepian sekarang, anak pendiam sepertinya sulit untuk akrab dan cocok dengan seseorang. Meski semua member sangat perhatian dan menyanyanginya tapi tidak ada yang bisa menggantikan perhatian dan kasih sayang Luhan untuknya. Sekarang Luhan sudah dua hari tidak menginap di dorm, entah ia tinggal di mana sekarang. Meski Sehun sangat penasaran dan khawatir ia tidak punya keberanian untuk menanyakannya pada Kris atau Suho.

Sehun menghela nafas panjang di saat seperti ini ia mencoba mencari kesibukan, ia teringat besok ada ulangan Matematika. Sehun mengambil buku matematika nya dan mengerjakan beberapa soal. Ada Kai di samping meja belajarnya. Kai sedang bermain game online di laptop.

“yeeeee menang lagi ^^‼!” seru Kai.

“jong in kamu gak belajar?” tanya sehun.

“enggak ah… males palingan juga remedial *sumpah ini author curhat lol*, percuma belajar…” jawab Kai santai sambil focus ke laptop di depannya.

“umm.. ya udah, jangan berisik ya. Itu di mute aja bisa enggak?”

“engga bisa sehunie, kalo ga ada suaranya engga asik… maaf ya,”

“oh… aku belajar di meja makan saja mungkin di sana lebih tenang…”

“selamat belajar sehunnie‼! Fighting‼” seru Kai semangat, Sehun hanya tersenyum simpul sambil membawa buku dan alat tulisnya.

Sehun berjalan menuju meja makan, di sana dia melihat Baekhyun dan Chanyeol meminum Bubble Tea  di sana. Sehun langsung teringat dengan Luhan, ia membayangkan kedua orang yang terlihat akrab duduk di sana adalah dia dan Luhan.

Sehun terdiam, matanya mulai berkaca – kaca. Bayangan Luhan terlihat dengan jelas dan tersenyum manis padanya. Baekhyun dan Chanyeol heran dengan Sehun kenapa ia terdiam di sana sambil menatap mereka dengan tatapan sendu nya itu.

“kenapa sehun? Anak itu semenjak tau usia Luhan yang sebenarnya jadi aneh…” bisik Chanyeol pada Baekhyun.

“kau benar… dia semakin pendiam, dan kata Suho hyung seranjang dengannya klo malam Sehun suka menangis sambil memandangi foto Luhan di hp nya…” kata Baekhyun pelan.

“dih… ini semua gara – gara Luhan itu… maknae kita jadi seperti ini, baekki kita hibur sehun, kita buktikan klo tanpa Luhan, Sehun pasti bisa….” Usul chanyeol.

“aku setuju… ayo kita hibur Sehun yang malang itu…” baekhyun tersenyum licik. Kemudian Baekhyun memanggil Sehun yang masih mematung di depan pintu.

Chanyeol memanggil Sehun sambil melambaikan tangganya dan tersenyum lebar, “sehunnie? Waeyo? Kesini, kau mau belajar kan?”

“sini aku ajari,” tambah Baekhyun. Sehun masih mematung otaknya seperti tidak konek dengan kedua hyung nya itu. Chanyeol berdiri dan menyeret Sehun ke meja makan, Sehun tidak melawan sama sekali.

“kau mau bubble tea? Hyung akan buatkan untukmu,” tawa Baekhyun, sehun menggeleng lemas.

“sehun kenapa? Sehun sakit atau lapar? Biar aku suruh kyungsoo membuat sesuatu untukmu…” kata Chanyeol khawatir. Sehun masih dengan ekspresi datarnya kemudian menjawab, “gwaenchana…” kemudian Sehun tersenyum tipis pada kedua hyung nya itu. Sehun mulai membuka buka Matematika yang ia bawa tadi. Chanyeol dan Baekhyun tau Sehun sedang merindukan Luhan tapi mereka sudah sepakat tidak membahas tentang Luhan lagi.

“bisa gak? Sini hyung ajari…” kata baekhyun, chanyeol menatap baekhyun aneh kemudian tertawa.

“emang kamu ngerti pelajaran matematika? Hahhahaa ga yakin…” chanyeol menertawakan Baekhyun.

“bisa dong… jangan mengejekku! Nilai matematika ku cukup tinggi tau… Emang aku kamu yang Cuma bisa jalan di catwalk…”

“iisshh… kamu pikir jalan di catwalk itu gampang?!” kata chanyeol kesal.

“apa susahnya? Cuma jalan doang kan?! Sambil senyum gak jelas atau sok sok an cool aku juga bisa…” kata baekhyun sambil melipat kedua tanggannya. Sehun melihat kedua hyung nya itu berdebat dengan tatapan kosong. Biasanya Luhan paling suka melihat Baekyeol sedang berdebat atau berkelahi, Luhan tidak pernah melerai mereka tertawa di belakang mereka. Sehun masih mengingat semua itu.

“kau pikir semudah itu profesi model? Kau harus berjalan lurus dan seimbang dan memakai baju yang mungkin kau tidak suka, kau juga harus menjaga bentuk tubuhmu, tidak makan seharian saat pemotretan, acting di depan camera… kau pikir itu mudah? Hah…‼” benatak Chanyeol pada Baekhyun, baekhyun hanya menatapnya sinis kemudian tersenyum licik. “tidak sulit… tidak sama sekali!”

“apa kau bilang? Aku tidak suka kau menghina profesi ku sebagai model!”

“siapa yang menghina? Aku kan hanya bilang apa sulitnya?!” baekhyun dan chanyeol berdebat semakin sengit. Sehun pun berdiri dari tempat duduknya sekarang, dia tersenyum simpul sambil membereskan buku nya. “aku belajar di ruang tamu saja… permisi…” kata Sehun pelan. Mereka pun menghentikan perdebatan mereka, dan sadar kalau ada Sehun di sana yang sedang belajar.

“tuh kan… Sehun malah pergi! Salahmu…” kata chanyeol kesal.

“kau yang mulai!”

“kau duluan‼ yang merendahkan profesi model…! Siapa yang tidak kesal”

“sudahlah! Aku muak berdebat hal tidak penting,”

Sehun berjalan menuju ruang tamu di sana ada Chen, Lay, dan Xiumin yang sepertinya menonton sesuatu di laptop. Sehun mendekatinya dan melihat apa yang sedang mereka tonton. Ternyata mereka menonton video latihan dance mereka sewaktu latihan minggu lalu.

“hahhahhaa… jongdae (chen) salah terus!” Xiumin menertawakan Chen yang melakukan mistake saat latihan.

“ya maklum aja kan baru latihan…” kata Chen sambil tersenyum ramah seperti biasa.

“eh… ada sehun, annyeong sehun…” sapa Lay.

“annyeong hyung nim… apa aku mengganggu?”

“engga kok, sini kau mau belajar ya?” tanya Chen.

“iya aku mau belajar, besok ada ulangan… kalian lihat apa sih?”

“ini video dari camera nya jongdae lucu deh…” jawab Xiumin.

“oh iya video sehun sama Yixing juga ada… kalian ada project berdua kan?” kata chen sambil mencari video  yang ia maksud.

“iya hyung itu latihan buat syuting teaser,” jawab Sehun. Akhirnya video itu ditemukan dan mereka berdua dengan serius melihat video itu. Saat video itu selesai di putar tiba – tiba video Luhan saat camping dan menari 3 beruang di putar. Luhan menari dan menyanyi dengan sangat lucu, Chen waktu itu sengaja merekam Luhan. Ekspresi sehun langsung berubah darastis saat melihat Luhan.

“kau masih menyimpan video ini jongdae? Aku merindukan Beruang Lulu maksudku Luhan hyung…” kata Lay dengan ekspresi sedih.

“video ini sangat lucu kan? Sekarang dia ada di mana ya?”

“kenapa dia harus membohongi semuanya ya?” tanya Xiumin.

“entahlah… sebenarnya aku sudah memaafkannya, pasti ada alasan di balik ini semua,” Chen tersenyum sambil menepuk pundak Lay dan Xiumin. Sehun terlihat sedang menahan tangis, ia kemudian berlari dan masuk ke kamarnya.

Sehun memasuki kamarnya yang kosong saat itu karena semua roommate nya termasuk Suho sedang di luar. Sehun duduk di ujung tempat tidurnya, mencoba menahan tangisnya. Dia sangat merindukan Luhan terlebih saat melihat video Luhan di laptop Chen tadi. Tak lama kemudian Baekhyun dan Chanyeol masuk ke kamar Sehun.

“sehunnie kau kenapa?” tanya Chanyeol duduk di sebelah sehun sedangkan Baekhyun berdiri sambil melipat kedua tanggannya.

“aku engga apa-apa kok,” kata sehun sambil memalingkan wajah.

“bohong!” kata baekhyun kesal.

“kalian tau kan kenapa? Kenapa masi bertanya?! Aku benci kalian berdua~” kata Sehun marah dan membuang muka.

“jadi kau marah pada kami? Ok…” kata Chanyeol sambil cemberut. Kemudian chanyeol membisikkan sesuatu pada Baekhyun.

“kau gila?”

“sudah lakukan?!”

“ehmm… iya deh…” kata Baekhyun pasrah, ia mundur beberapa langkah kemudian menyanyi lagu anak – anak 3 beruang dengan meniru gaya Luhan.

kom sema-ri-ga 
han chi-be-yi-so
appa gom
omma gom
ae-gi gom
appa gommun tung-tung-hae
omma gommun nal-shin-hae
ae-gi gommun na bul-gwi-yo-wo
hishuk hishuk cha-rhan-da

Chanyeol tertawa terbahak – bahak sambil bertepuk tangan melihat Baekhyun bergaya aegyo seperti itu. Sehun melihat Baekhyun menirukan gaya Luhan ia menjadi sangat kesal dan marah, bibir sehun mulai bergetar air matanya pun akhirnya jatuh juga. Sehun benar – benar menangis saat itu.

“sehunnie… jangan menangis, tadi hyung hanya menghiburmu dan melupakan Luhan saja… uljimaaa….” Chanyeol menepuk – nepuk pundak Sehun dengan panik, ia takut kalo suho tau ia akan di marahi karena membuat sehun menangis.

“sehunnie… uljimaaa… hyung minta maaf, hyung gak maksud apa – apa… beneran!” tambah baekhyun dengan tampang memelas tapi sehun tetap menangis. Tiba – tiba pintu kamar terbuka, Suho mendengar keributan di kamar dia masuk kamar. Dia melihat Sehun menangis langsung memeluknya dan menepuk pundak Sehun.

“kalian apakan sehun?” tanya Suho dengan nada sinis.

“engga hyung!” kata BaekYeol kompak.

“kami Cuma menghibur sehun tapi sehum malah nangis? Ah.. aku bingung…”  Chanyeol menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“benar kata chanyeol, hyung percaya pada kami…”

“baiklah… kali ini aku percaya, kalian boleh meninggalkan ruangan ini…” kata Suho dengan nada tegas,Baekyeol pun meninggalkan kamar itu. Suho mengambil tisu di meja dan mengelap air mata sehun yang mengalir deras di pipinya.

“kok dongsaeng hyung yang paling ganteng nangis sih?” tanya Suho kalem.

“eenggaa… aapppa – apaa kok hyunggg… aku cumaa pusingg samaa capek ajaaa…” jawab sehun sambil terisak. Suho tau sehun sedang berbohong. Tapi dia diam saja dan tersenyum.

“udah.. jangan nangis lagi ya,” suho memeluk Sehun kemudian mengusap usap punggung Sehun.

“terimakasih joonmyeon hyung…”

“iya sama – sama, kata ibuku kalau di usap seperti ini perasaan akan lebih lega… sudah lupakan semua akan kembali seperti semula, percaya padaku…” Suho terus mengusap punggung sehun sambil menenangkan dongsaengnya yang paling sensitive dan cengeng itu.

Suho jadi makin merasa EXO sudah tidak solid lagi. Mereka sering bertengkar, berbeda pendapat kadang suka bad mood karena jadwal latihan yang terlalu gila. Suho selama ini sudah mencoba menjadi leader yang baik dan bertanggung jawab. Tapi ini berat karena untuk mengatur dan mengontrol diri nya sendiri itu sangat sulit dan sekarang ia di tunjuk bersama Kris untuk menjadi leader dan menjaga 10 orang lainnya, itu sangat berat. Di tambah lagi masalah usia Luhan yang sudah di ketahui semuanya, tidak menyangka mereka akan semarah ini pada Luhan. Sudah dua hari Luhan tidak kembali ke dorm, saat pulang latihan ia tidak tidur di dorm tapi menginap di rumah temannya.

Suho jadi teringat kejadian tadi siang, saat semua mengambil makan siang di yang di berikan menejer. Luhan dengan senyum ramah bergabung dengan mereka untuk makan siang. Tapi dengan kejamnya mereka semua berdiri dan menjauhi Luhan. Untung saja waktu itu tidak ada Sehun dan Kai karena mereka sekolah, Sehun pasti sedih melihat Luhan di kucilkan seperti itu. Suho saat itu hanya diam percuma dia bicara tidak ada yang mendengarkannya. Luhan dengan wajah sedih makan sendirian tapi dia tetap memaksa kan diri untuk tersenyum, saat itu Kris datang dan menemani Luhan makan siang bersama.

Apa hanya sampai disini persahabat selama ini? Mereka senang, sedih, kesal, lelah, jenuh, tersenyum, menderita bersama… dan seakan hanya karena kebohongan kecil semua jadi seerti ini. Suho merasa gagal sebagai leader.

Saat Sehun tertidur Suho menemui Kris empat mata di sebuah cafe, ia bicara banyak tentang masalah Luhan. Sempat terjadi selisih pendapat di antara kedua leader ini. Suho ingin bilang ke member yang lain yang sebenarnya kalau Luhan berbohong karena di paksa menejer kim. Namun Kris menolaknya karena Luhan tidak mau kalau menejer kim nanti yang di salahkan.

“Kriss kumohon… ini demi kebaikan kita semua,” kata Suho.

“Luhan sudah menanggap menejer kim sebagai saudaranya sendiri… dia tidak ingin kalau nama menejer nya itu jelek di mata semua orang termasuk Sooman ahjussi…”

“tapi Kris sampai kapan teman – teman yang lain akan seperti ini? Mereka terus memperlakukan Luhan dengan buruk dan Sehun menangis setiap malam karena merindukannya… kau pikir aku tidak sakit melihatnya! Untuk apa kita terlihat kompak di luar tapi di dalam kita saling memusuhi seperti ini?! ? Aku gagal Kris aku bukan leader yang baik buat grup ini!” kata Suho dengan ekspresi sedih dan tertekan. Ekspresi Kris yang cool berubah menjadi iba, dia menghela nafas panjang dan mengangguk.

“baiklah kalo itu terbaik untuk semuanya…”

“terimakasih Kris… besok aku akan mengumumkannya pada semuanya,” suho tersenyum penuh harapan.

“aku juga akan memberitahumu sebuah kabar buruk…”

“apa?”

“Luhan… dia akan pergi,,,”

Suho menyuruh semua member berkumpul di ruang tamu untuk membicarakan sesuatu sepulang latihan. Suho ingin menjelaskan pada semuanya, tentang semua salah paham yang terjadi selama ini.

“jadi… selama ini Luhan berbohong karena di suruh menejer kim?!” kata chanyeol keget.

“benar… Luhan di suruh memalsukan usia agar kita bisa lebih akrab dengan kalian yang lebih muda darinya…” jelas Suho.

“kenapa hyung baru menjelaskannya sekarang? Aku jadi merasa bersalah padanya…” kata dio.

“iya hyung… aku merasa jahat sekali,” tambah Baekhyun.

“luhan hyung melarang ku menjelaskan ini semua, tapi aku tidak bisa membiarkan kalian membenci nya terlalu lama aku terpaksa bilang ini semua…” kata Suho sambil melihat sehun yang dari tadi masih diam saja.

“sudah tidak ada guna nya kita menyesali ini semua lebih baik kita minta maaf pada Luan hyung dan menyuruhnya pulang,” kata Chen.

“benar kata jongdae…” tambah Xiumin.

“Kris gege juga tau?” tanya Tao pada Suho, Kris tidak ada di sana.

“iya… Tao, Kris tau ini semua,” jawab Suho sambil menepuk pundak Tao.

Tiba – tiba Sehun angkat bicara, “hyung… dia dimana sekarang?”

“siapa?”

“Luhan dia sekarang dimana?!” kata Sehun cemas.

“Kris dan Luhan di bandara…” jawab Suho, ekspresi Sehun langsung berubah.

“bandara?!” teriak semua orang.

“hyung Luhan mau pergi kemana?” Tanya Sehun dengan mata berkaca – kaca.

“luhan pulang ke Beijing……”

Luhan POV

Rasa strawberry atau chocolate ya? Aku bingung… tapi Sehun suka rasa chocolate. Baiklah aku pesan yang rasa Choclate saja.

“aku 1 skup ice cream rasa chocolate ya, oh iya satu lagi 1 skup yang rasa vanilla…” kata ku pada penjual ice cream di bandara. Sambil menunggu pemberangkatan aku memesan ice cream. Aku melihat jam tanganku, 1 jam lagi aku akan pergi meninggalkan korea. Kenapa mereka tidak mengucapkan selamat tinggal padaku? Pasti mereka sudah melupakanku…

“Kris aku membelikan mu ice cream,”

“gomawo hyung…”

Teman – teman aku selalu memikirkan dan merindukan kalian. Apa kalian tidak merindukanku? Pasti tidak… aku hanya seorang pembohong kan di mata kalian.

“yya! Hyung kenapa melamun! Ice cream mu mencair…” kata Kris membuyarkan lamunanku.

Luhan POV end

Sehun terlihat sangat panik di dalam Taxi yang ia naiki untuk menuju ke bandara. Dia ingin mencegah Luhan pergi, ia tidak ingin Luhan pergi jauh apa lagi sampai meninggalkan korea. Perjalan ke bandara Incheon sempat terhambat karena macet.

“ahjussi? Kapan jalan? Aku bisa terlambat?!” kata Sehun tidak sabar.

“sabar… ini jam segini jalan macet, bandara tidak jauh lagi… kira – kira hanya 500m dari sini…”

“benarkah? Baiklah aku akan lari saja… trimakasih ahjussi…” sehun keluar dari Taxi dan berlari menuju bandara sambil terus melihat jam tangannya.

“lulu kau tidak boleh pergi… tidak boleh!” kata sehun dalam hati. Setelah berlari akhirnya Sehun sampai di bandara. Di bandara sangat banyak orang Sehun terus mencari Luhan tanpa lelah meski ia tau bandara ini bukan tempat yang kecil. Sesekali Sehun menabrak orang dan membuat waktunya banyak terbuang.

“tuan mana passport anda?” tanya seorang petugas di bandara pada Luhan. Luhan menyerahkan pasort itu dengan tampan melasnya tapi ia tidak mau melepas passport itu.

“maaf tolong lepaskan…” kata petugas itu. Luhan menggeleng cepat.

“jika aku melepasnya maka… aku akan pergi jauh…”

“hyung lepaskan passport itu,” Kris menarik tangan Luhan agar mau melepas passport nya.

“kenapa kau melepasnya?! Dari awal kau memang begitu Kris… aku tidak pernah mengerti perasaanku,”

“hyung jangan seperti ini,”

“15 menit lagi aku pergi, dan tidak ada yang mencegahku atau setidaknya mengucapkan selamat tinggal…” kata Luhan dengan menahan tangisnya.

“jangan berkata seperti itu… hyung…” Kris memeluk Luhan. Kini luhan tidak kuat menahan tangisnya lagi.

“sudah hyung… jangan menangis,” Kris menepuk – nepuk punggung Luhan. Kris melihat seseorang yang sedang kebingungan dan orang itu sangat mirip dangan Sehun. Kris mencoba melihat lebih jelas, dan benar orang itu adalah Sehun.

“Kris hyung…” kata Sehun saat kontak mata dengan Kris. Kris segera melepas pelukannya. Luhan menutupi mukanya dan terus menangis. Sehun mendekat ke arah Kris dan Luhan…

“luhan hyung, buka matamu…”

“andwae… aku pasti jelek kalau sedang menangis….”

“lulu…” kata Sehun tanpa ekspressi, Luhan kaget saat mendengar suara Sehun. ia berfikir kalau itu hanya imajinasi saja. Luhan membuka matanya perlahan…

“OH SEHUN!!!!!!!”

TBC

/// preview next part///

“jangan pergi lama – lama ya!” ancam sehun.

“tidak akan lama,”

Luhan kembali dari beijing dan di sambut dengan pesta meriah oleh teman – temannya.

“Luhan hyung maafkan kami~!!!!” seru semua member EXO sambil membungkuk 90 derajad.

“iya, aku juga minta maaf sama kalian karena tidak jujur sejak awal…”

“EXO – M akan pindah dorm?!! ANDWAEEE~~~~” teriak sehun kaget.

/////

wohohoho akhirnya part 10 selesai juga, kkkk~

mianne ya readers semua aku telat post nya 😦 coz aku lagi stress berat mikirin nilai yg gak tuntas sama rapor takut gak naik kelas huhuhuhu T,T klo stress aku gak ada inspirasi sama mood buat nulis 😦 tapi alhamdulillah aku naik kelas meski nilai biasa ajee hehehehe 😀 #okcurhatsampedisitu

yang kangen bisa mention kok di @aprelaputri follow ya 😀 mention nanti pasti aku folbek 😛

56 responses to “Baby Face, Luhan part 10

  1. Ga nyangka Luhan begitu. Ga nyangka bakal begini. Ga nyangka bakal terjadi. Dan ga nyangka kalo Luhan pergi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s