The Shooters: TEASER

Title : The Shooters [TEASER]

Author : Joonisa (@Joonisa or @AuthorJoonisa)

Rating : PG 15

Genre : Mix

Length : One shot compilation

Cast    :          

  • MBLAQ

Disclaimer: The casts are belong to God.

Note:

Just enjoy this FF. Dibuat karena kangen ama MBLAQ 😀

***

Yang Seung Ho

Seung Ho sedang sibuk. Sibuk menghitung domba di dalam pikirannya karena penyakit insomnianya kambuh. Saat ini sudah domba yang ke 1001 tapi rasa kantuk belum juga menghampirinya. Seung Ho akhirnya bangun lalu duduk di tepi ranjang. Ia melirik ke arah jam weker digitalnya yang menunjukkan pukul 02.12 am.

“Ck!” Seung Ho berdecak kesal sambil mengacak rambutnya. Ia mulai menyerah untuk berusaha tidur. Seung Ho pun keluar dari kamarnya dan turun menuju ke dapur. Mungkin segelas susu hangat bisa membuatnya cepat tidur,pikirnya.

[KLEK!]

Seung Ho menekan tombol lampu dapur. Sebelum membuka lemari makanan, ada sesuatu di atas meja makan yang menarik perhatiannya. Sebuah kotak yang cukup besar berwarna cokelat dan dengan pita berwarna senada.

Rasa penasaran Seung Ho pun muncul, apalagi ketika ia membaca kartu yang ada di atas kotak itu bertuliskan TO: YANG SEUNG HO.

“Dari siapa ya? Kenapa aku baru melihatnya?” gumam Seung Ho sambil menimang kotak itu. Dengan hati-hati Seung Ho membuka kotak itu. Alisnya terangkat begitu melihat isi kotak itu.

“Jas?”

Seung Ho mengeluarkan jas dari kotak itu dan menggelarnya di atas meja makan. Sesaat Seung Ho berdecak kagum melihat stelan jas itu, tapi pandangannya tiba-tiba tertuju pada sebuah benda yang ada di dalam saku jas tersebut. Seung Ho pun mengeluarkan benda itu, dan ia semakin bertambah bingung.

“Hmm? Pistol?”

Seung Ho meletakkan pistol itu ke atas meja, lalu kembali membuka-buka setiap celah yang ada di jas itu. Ia berharap menemukan surat atau semacamnya yang menjelaskan siapa pengirim benda-benda itu. Usahanya tidak sia-sia, ia menemukan secarik kertas di bagian dasar kotak itu. Seung Ho membaca tulisan di kertas itu dengan seksama.

“Ah!” Seung Ho menepuk keningnya, “Aku baru ingat kalau aku memesan jas 2 minggu yang lalu saat belanja online!”

Seung Ho meletakkan kertas – yang ternyata adalah nota belanja – itu ke atas meja makan tepat di sebelah kotak. Seung Ho awalnya sudah ingin mengambil jasnya, tapi tidak jadi karena ia tiba-tiba penasaran dengan pistol yang dikirim bersama dengan jas itu.

“Ini pistol apa? Apa pistol mainan?” Seung Ho menimbang-nimbang pistol itu dengan kedua tangannya. “Tapi beratnya seperti pistol sungguhan. Aku coba ah!”

Seung Ho membuka pintu geser yang ada di dapur dan keluar menuju ke halaman belakang rumahnya. Seung Ho yang memang memiliki tempat untuk berlatih menembak – karena ayahnya dan dia sendiri memiliki hobi menembak –  langsung mengarahkan pistolnya ke arah salah satu papan sasaran.

[DOR!]

Mata Seung Ho refleks membelalak.

“MWOYA?”

***

G.O

“Tes… Tes…”

G.O mengamati mic yang baru saja dicobanya. Ia menggeleng, lalu meletakkan kembali mic itu ke rak.

“Mungkin aku harus membeli yang agak mahal.”

G.O memegang erat tali tas yang tersampir di bahunya. Ia lantas beralih dari mic yang berjejer di rak menuju ke mic yang dipajang di etalase khusus. Ada sebuah mic yang menarik perhatiannya.

“Permisi…”

Baru saja G.O ingin mengambil mic itu, tiba-tiba ada seorang namja yang menepuk bahunya. G.O pun menoleh.

“Ne?”

“Apakah benar anda yang bernama G.O?” tanya namja itu.

G.O mengangguk. “Ne, aku G.O.”

“Ini…” namja itu menyerahkan sebuah kotak besar berwarna cokelat pada G.O. “Ada titipan untuk anda.”

G.O menyambut kotak itu lalu mengamati kartu dari sang pengirim dengan seksama.

“Baju untuk menyanyi?” G.O mengerutkan alis. Baru saja ia ingin bertanya pada namja yang mengantarkan kotak tadi tentang siapa yang mengirimkan kotak itu, tapi namja itu suda menghilang dari hadapannya.

“Loh ke mana namja itu?” G.O celingukan, tapi hasilnya nihil. Namja itu tidak ada di mana-mana. G.O menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Karena penasaran, G.O pun akhirnya memilih untuk segera membuka kotak itu.

“Woow! Keren sekali!”

G.O mengangkat tinggi-tinggi stelan jas yang ia keluarkan dari kotak berwarna cokelat itu. Selama beberapa saat ia mengagumi jas itu, tapi kemudian ia tersadar kalau ia telah menjatuhkan sesuatu. G.O pun meletakkan kembali jas itu ke dalam kotaknya dan mengambil benda yang terjatuh di bawah meja.

“Pistol?”

G.O menatap pistol itu lekat-lekat. Ia kembali terkagum-kagum karena wujud pistol itu.

“Pistol sungguhan pasti lebih keren daripada pistol ini! Wah daebak!”

G.O mengarahkan pistol itu ke sembarang arah. Ia berlagak seperti detektif terkenal yang berlogo 007, bahkan G.O mencoba menarik pelatuk pistol itu dan…

“AAAAAAAAAAA!”

***

Lee Joon

“Joon! Lee Joon!”

“Ne?” Lee Joon yang sedang sibuk push up  hanya menjawab pendek panggilan Eomma-nya. Peluh menetes dari setiap inchi tubuhnya, membuat ia terlihat seperti mandi keringat. Eomma-nya yang merasa diacuhkan karena jawaban pendek Lee Joon langsung masuk ke kamar Lee Joon.

“Joon-ah! Kau bilang kau tidak akan hadir, kenapa memesan jas?”

Lee Joon menghentikan kegiatannya, lalu menatap Eomma-nya bingung. “Mwo? Jas?”

Eomma-nya menyerahkan sebuah kotak berwarna cokelat pada Lee Joon. Lee Joon menatap heran kotak itu.

“Aku tidak memesannya, Eomma.”

“Tapi ini tulisannya…” Eomma-nya menunjukkan kartu dari si pengirim. “Untuk L-E-E J-O-O-N.”

“Paling ini dari tempat fitness. Kemarin ada yang promosi jas.” Lee Joon menerima kotak sambil mengelap keringatnya.

“Oh begitu..” Eomma-nya mengangguk-angguk. “Ya sudah, Eomma lanjut masak lagi ya.”

“Ne. Selamat memasak, Eomma yang cantik!”

Lee Joon segera menutup pintu kamarnya, lalu melemparkan kotak itu ke atas tempat tidur sampai isinya berserakan. Ia sudah bersiap akan melakukan push up lagi, tapi sesuatu yang menyembul dari tumpukan jas yang ada di atas tempat tidurnya itu menarik perhatiannya.

“Apa ini? Promosi jas sampai memberi bonus pistol? Apa mereka mau membuat film?”

Lee Joon mengambil pistol itu dan tanpa ragu menarik pelatuknya.

“Hmmm?”

Lee Joon terdiam sampai akhirnya ia menyadari kalau keadaan di sekitarnya berubah.

“Tidak mungkin!!!”

***

Thunder

TING! TONG!

Thunder yang sedang membaca buku di ayunan yang ada di teras samping rumahnya melongokkan kepala. Ia kemudian kembali lagi ke posisinya semula, membaca buku sambil berayun-ayun.

TING! TONG!

Thunder kembali melongokkan kepalanya. Sebenarnya ia sangat berharap kalau ada seseorang yang akan membuka pintu untuk orang yang sedari tadi memencet bel itu. Posisi Thunder sudah sangat pewe jadi ia malas bergerak. Tapi apa boleh buat, bunyi bel itu sedikit mengganggu konsentrasi membacanya. Thunder pun bangkit dari ayunan menuju ke pintu depan rumahnya.

“Loh? Tidak ada orang?” Thunder menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Siapa yang memencet bel tadi?”

Thunder celingukan kesana-kemari mencari si pemencet bel, tapi ia tidak menemukan siapa-siapa. Tiba-tiba kakinya menabrak sesuatu di depan pintu.

“Hmm? Apa ini?”

Thunder mengangkat sebuah kotak berwarna cokelat yang berada tepat di depan kakinya. Karena di atas kotak itu ada tulisan namanya, ia pun lantas membuka kotak itu tanpa ragu.

“MIAWWWW!!”

BRAK!

“Aigoo dadoong-ah, hati-hati!” Thunder memperingatkan kucingnya yang baru saja melompat ke atas kotak yang dipegang Thunder hingga membuat kotak itu jatuh dan isinya berserakan.

“Jas? Pistol?”

Thunder memunguti kedua benda itu bersamaan, tapi sepertinya ia lebih tertarik dengan pistol. Sambil berjalan menuju ke ayunan, Thunder menembak-nembakkan pistol itu ke udara, lalu menembakkan ke arah pohon apel di depan rumahnya.

“EH?”

***

MIR

“Hoaehm!”

Untuk ke sekian kalinya Mir menguap. Setiap kali habis menguap, wajahnya selalu cemberut. Ia merutuki dirinya sendiri kenapa tadi siang ia justru lebih memilih untuk main game daripada tidur siang, padahal ia sudah tahu betul kalau malam ini adalah jadwalnya untuk jaga malam.

Mir menyeruput kopi kentalnya, lalu kemudian ia menguap lagi.

“Sial! Sudah gelas ketiga masih mengantuk juga?” gerutu Mir pada gelas kopinya. Merasa kesal pada gelas itu, Mir pun melemparnya ke tempat sampah terdekat.

“Daripada perutku sakit karena minum kopi terus lebih baik aku berkeliling saja!”

Mir mempersiapkan peralatan ronda kelilingnya. Pentungan, borgol, dan sebuah senter sudah berada di tangan dan saku bajunya.

“Berangkat!”

Mir menyalakan senter dan mengarahkannya ke segala arah. Saat Mir mengarahkan senter itu ke arah kaki fosil dinosaurus, ada sebuah benda yang menarik perhatiannya. Benda itu berupa sebuah kotak berwarna cokelat lengkap dengan pita di atasnya.

Mir mendekat ke arah kotak itu. Betapa terkejutnya ia ketika melihat ada tulisan namanya di atas kotak itu.

“Untukku? Dari siapa? Kenapa ada di sini?”

Mir bergegas membuka kotak itu untuk mengetahui apa isinya. Begitu ia melihat isinya, ia diam sebentar, mencoba mengingat sesuatu.

“Ah! Mungkin ini jas untuk kugunakan di acara peresmian gedung baru!” seru Mir. Ia pun mengeluarkan jas itu dari kotaknya dan menemukan benda lain di bawah jas itu.

“Wah! Aku sampai diberi pistol baru! Daebak!!”

Mir mengacuhkan jas yang baru dikeluarkannya dan lebih memilih mengambil pistol itu. Mir mengecek pistol itu, memastikan kalau di dalamnya tidak ada peluru.

“Sip! Tidak ada pelurunya!”

Mir mengarahkan pistol itu ke arah pintu keluar dan menarik pelatuknya dengan mantap.

[DOR!]

Mir terkejut mendengar bunyi yang dikeluarkan pistol itu. Tapi rasa terkejutnya hilang ketika ia melihat sesuatu yang ada di depannya.

” WHOAAAAAA!!!”

Yaay ^o^ Akhirnya bikin ff MBLAQ lagi setelah sekian lama. Kali ini ff’nya santai kok. Puyeng juga nulis ff yang serius mulu, jadi ff oneshot compilation yang MBLAQ sama yang INFINITE  buat selingan santai :D.

FF ini juga bakal dipublish di WP pribadi author : http://www.authorjoonisa.wordpress.com

RCL – nya yaah ^^

 

Coming up next:

First Shooter – G.O

 

32 responses to “The Shooters: TEASER

  1. keren!!!
    thor, aku mau tanya author yang buat ff my wife my best friend kan? kok ngak dilanjutin sih? aku seneng banget sama ff itu, dan aku rada kecewa kenapa itu ff ngak dilanjutin!!!??? padahalkan ceritanya bagus dan responya juga bagus!!! tolong dong dilanjutin itu ff salah satu fovorite ku!! maaf kalau aku banyak permintaan ato bacot!!!
    gumawo

  2. omo ! seru eon !
    suka suka suka .
    wew ._. seungho suka nembak ? sampe ada tempat latihannya .
    pas part thundernya dadoong jg nyempil , kk ~

    itu kn gaada pelurunya .
    trus yg bikin mreka kaget apa ? ada jin yg kluar dari pistolny ? ._. LOL
    waaw , ditunggu ya eon …

  3. waduu,…
    jd penasaran tingkat akut.

    jd nanti cerita nya dbikin masing2 individu ya??
    daebak.

    jgn lama2 yaa… 🙂
    lanjjuuuuttt,…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s