Triangle Love #7 – END

Poster By Hannie@fanfictionloverz.wordpress.com

Author : AltRiseSilver

Cast :

Kim Kibum Super Junior

Zhoumi Super Junior M

Han Taerin (OC)

Genre : Fantasy, Romance

Rating : PG 17

Prolog | Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6

Kibum memandang Zhoumi dalam diam. Kesukarelaan Zhoumi menyumbangkan raganya untuk Taerin membuatnya menajamkan pandangannya.

Changmin ikut memandang keduanya. “Jadi siapa yang akan memberikan raganya?” suara menggelegar Dewa Kematian mengejutkan ketiganya seakan tahu apa yang mereka pikirkan. Kibum mengalihkan pandangannya dari Zhoumi. “Ijinkan kami berunding. Kumohon jangan bawa dia dulu,” ujar Kibum bergetar.

Airmatanya bahkan tergenang dipelupuk matanya saat menghampiri Changmin dan Zhoumi. “Aku tidak akan membiarkanmu memberikan ragamu pada Taerin,” ucap Kibum mengawali pembicaraan mereka.

Zhoumi tercengang. “Kalau bukan aku lalu siapa?! Aku tidak bisa melihatnya mati karena kesalahan yang kubuat!” pekiknya. Changmin yang bingung ingin melakukan apa memilih diam tanpa harus membuat suasana menjadi lebih memanas.

“Jangan katakan ini kesalahanmu dan membuatku semakin merasa bersalah. Aku yang membuatnya bereinkarnasi seperti ini, aku yang seharusnya bertanggungjawab,” suara Kibum bergetar. Terlihat sekali ia menahan semua emosinya.

Badan Zhoumi melemas, ia tidak tahu lagi harus melakukan apa. Kibum memandang Changmin yang sudah memandangnya. “Kau tidak akan melakukannya kan?” tanya Changmin yang tahu apa yang akan dilakukan Kibum. Ia berharap sahabatnya itu menjawab tidak.

“Aku harus melakukannya.” Seluruh persendian Changmin ikut melemas. Ia jatuh terduduk disamping Zhoumi. “Kumohon. Jangan kau yang melakukan ini. Kumohon,” Zhoumi yang terisak mencoba membujuk Kibum lagi. “Lalu siapa yang akan melakukannya? Kau? Aku rasa Herse akan merasa kehilangan dirimu.”

“Lalu kau pikir Herse akan merelakan kepergianmu!?”

Zhoumi bangkit dari duduknya lalu mencengkram leher Kibum. Perkataan Kibum menurutnya hanya menjadi omong kosong saja. Ia tahu Herse pasti akan menangisi kepergiannya sepanjang hidupnya. “Bodoh! Kau tidak menyadari kalau Herse lebih membutuhkanmu bahkan sebelum dia bereinkarnasi?”

Zhoumi mengendurkan cengkramannya dan memandang Kibum tak percaya. “Aku tidak mengerti maksudmu.”

“Ingat saat kau tidak menemuinya? Ditiap tidurnya dia selalu menyebut namamu. Dan ingat saat dia lebih percaya padamu dibanding aku padahal ia tahu kalau kau telah membohonginya dan ia bahkan menyelamatkanmu dari seranganku?”

Zhoumi bergeming ditempatnya. Kepalanya sibuk memutar kenangan saat ia melakukan kebohongan hanya untuk mendapatkan Herse. “Kumohon jaga dia saat aku tidak ada. Ingat, aku tidak pernah benar-benar pergi. Raga Herse adalah ragaku,” ucapnya sambil tersenyum.

Zhoumi menahan langkah Kibum yang hendak menghampiri Dewa Kematian dan menyerahkan raganya. “Terimakasih. Terimakasih untuk kebaikanmu,” ucapnya masih sambil terisak. Kibum hanya tersenyum dan mengangguk sebelum melanjutkan langkahnya lagi.

Dewa Kematian yang menunggu mereka memandangi langkah Kibum. “Kau sudah yakin?”

Kibum mengangguk, “Aku boleh menyampaikan sesuatu untuk Herse?” tanya Kibum. Dewa Kematian mengangguk, “Jangan lama-lama. Waktunya tinggal sedikit lagi.”

Kibum tersenyum lalu melangkah mendekati tubuh Herse yang terbujur kaku. Dia tidak akan menyianyiakan kesempatan terakhirnya ini. Dibungkukannya badannya lalu membisikkan sesuatu ditelinga Herse.

“Aku pergi dulu. Kau jangan bersedih ya, aku tidak benar-benar menghilang dari hidupmu. Aku mencintaimu sama seperti perasaan Triton untukmu. Kenanglah aku sepanjang hidupmu,” Kibum memandang Taerin lalu mengecup bibir gadis itu.

“Waktumu habis Ouranus!” Kibum melepas kecupan hangatnya lalu pergi mengikuti langkah Dewa Kematian.

Triton dan Aether hanya memandang kepergian mereka dengan airmata. Sahabat mereka tak akan pernah kembali lagi.

-ooOOoo-

Herse duduk dipinggir sungai tempat favoritnya dengan Ouranus. Ia menunggu kedatangan kekasihnya itu. “Herse,” panggil Ouranus yang baru saja datang. Herse menoleh lalu beranjak dan memeluk dewa itu erat. “Aku merindukanmu.”

Ouranus diam. Ia tidak membalas sama sekali pelukan itu. “Kau tidak merindukanku?” tanya Herse yang sekarang memandangi kekasihnya dalam diam. “Aku harus pergi Herse. Relakan aku,” ucapnya getir membuat Herse membuka mulutnya tak percaya.

“Ap-Apa maksudmu?”

“Aku harus pergi tapi aku tidak pernah benar-benar pergi. Kalau kau bisa merasakannya pasti kau tahu dimana aku berada,” ucap Ouranus pelan membuat Herse menitikkan airmatanya. “Aku tidak mau kau pergi, aku membutuhkanmu,” ucapnya dengan nada bergetar.

Ouranus tersenyum lalu mengecup lembut kening Herse. “Kau akan lebih bahagia dengan Triton,” Ouranus perlahan berjalan meninggalkan Herse yang masih menangis, bahkan sekarang dewi cantik itu meraung memanggil nama Ouranus yang menghilang ditelan cahaya putih yang menyilaukannya matanya.

Taerin mengerjap-ngerjapkan matanya yang terhalau sinar mentari yang masuk melewati jendela kamarnya. Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah tatapan sedih Zhoumi dan Changmin. Taerin berusaha bangkit dari posisinya dan kembali mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan berharap sosok yang dicarinya tiba-tiba muncul.

“Triton, dimana Ouranus?” tanya Taerin saat tak menemukan Kibum didalam ruangan itu. Ia takut apa yang dilihatnya didalam mimpi kini menjadi kenyataan.

Zhoumi menghela nafasnya berat. Taerin memindahkan pandangannya menatap Changmin. “Aether, katakan padaku dimana Ouranus sekarang!” paksanya setengah memekik namun reaksi yang ditunjukkan Changmin sama seperti Zhoumi.

Taerin bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri Zhoumi. “Katakan padaku Triton,” Taerin memandang wajah Zhoumi memelas berharap dewa dihadapannya itu memberitahunya. Zhoumi merengkuh pundak Taerin dan memandang kedalam mata gadis itu seolah menjawab semua pertanyaan darinya.

“Ia menyerahkan raganya untuk menyelamatkanmu.”

Seluruh persendian Taerin melemas mendengar jawaban dari Zhoumi, mimpi buruknya menjadi kenyataan sekarang. Airmatanya perlahan mengalir membentuk sungai kecil dipipinya. Diantara Zhoumi dan Changmin tak ada yang berniat menghentikan tangis Taerin. Mereka juga merasakan hal yang sama. Mereka kehilangan orang yang sama. Ouranus.

-ooOOoo-

EPILOG

Semilir angin menerpa wajah Herse yang menutup matanya seakan membiarkan angin itu menyapu wajahnya. Masih ada kesedihan yang tersisa dihatinya kala mengenang kepergian Ouranus dari hidupnya.

Zeus tak bisa melakukan banyak hal, dia memang dewa terkuat sekaligus pemimpin Olympus namun ia bukan pencipta takdir yang mampu menghidupkan atau mematikan seorang dewa. Herse membuka matanya perlahan saat semilir angin berhenti menerpa wajahnya.

Airmatanya kemudian menggenang di pelupuk matanya. “Aku merindukanmu lebih dari apapun Ouranus.”

“Harusnya aku yang mati saat itu, bukan kau. Kenapa kau membiarkan aku menyesali kehidupan baruku seperti ini?” airmatanya mulai mengalir di pipinya, isakan kecil mulai terdengar membuat Triton yang memandangnya sejak tadi mulai menitikkan airmatanya.

Ia tidak bisa berbuat banyak. Walaupun Herse juga mencintainya namun didalam hati dewi itu masih ada nama Ouranus yang akan selalu membayangi dirinya. Ia tidak marah, sedikitpun tidak. Ouranus telah merelakan satu-satunya yang berharga baginya. Membiarkan Herse mengenang dewa itu tidak akan membuatnya kehilangan apa yang diberikan Ouranus.

Triton memberanikan dirinya mendekati Herse yang menutup wajahnya. Dipeluknya dewi itu dari belakang dan menyandarkan kepalanya dipundak dewi itu membuat Herse terkejut dan mengangkat kepalanya.

“Menangislah sepuasmu tapi kumohon, jangan tinggalkan aku lagi,” bisik Triton.

Herse menyentuh tangan Triton yang melingkar di tubuhnya. Senyum perlahan terkembang di tengah derai airmatanya. “Terimakasih kau masih berada disini.”

THE END

4 responses to “Triangle Love #7 – END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s