Love Sigh [FIght~4]

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Cho Kyuhyun

Nam Hyen Hyo

Lee Donghae

Choi Riechan

Lee Hyuk Jae

Lee Jonghyun

Lee Taemin

Jang Hye Ri

Title : Love Sigh [Fight~4]

Length : Chaptered on Going

Genre : Romance

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Note : Mulai sekarang, pada setiap babaknya, akan Nisa cantumkan hari ke— Nam Hyen Hyo tinggal di Seoul dan Menetap di rumah Cho Kyuhyun

===============================================================

Day 23

“Kau cantik. Dan tetap terlihat seperti itu kapanpun” –Lee Hyuk Jae

Gadis berkebangsaan Russia yang menetap di Korea itu masih tertawa, menahan perutnya agar tidak merasakan sakit. Sementara dua pria lainnya terus berusaha untuk memperolok salah satu teman mereka yang sedang dilingkupi hawa emosi.

“Sial! Kalian bukannya menyemangatiku, malah memperolokku. Kalian ini temanku atau bukan sih?!” Marah Lee Jonghyun kepada ketiga temannya.

“Hahaha sebentar, hyung. Ini konyol! Sudah berapa kali kau ditolak wanita hah? Kita bertiga ini walaupun tampan, tapi sejak dulu selalu saja ditolak wanita. Kau tidak boleh mendahului kami berdua, bodoh!” Seru Taemin sambil memukul kepala Jonghyun. Jonghyun menangkis tangan Taemin dan kembali diam. Matanya menerawang ke jalanan di depan, mengamati setiap hilir mudik kendaraan yang lewat. Sial, lagi-lagi dirinya harus dipermalukan di depan umum.

“Sudah sudah! Aku ada kabar penting untuk kalian, mau dengar tidak?” Seru Hyen memecah pertikaian konyol ketiga temannya. Pria berambut blonde dengan sigap langsung menghampiri gadis itu dan duduk di sebelahnya. Berebut dengan Taemin, mungkin itu lebih tepat.

“Hyung, hyung. Bangun atau kau mati!” Ancam Taemin sambil menarik kerah leher Eunhyuk. Namun pria itu tetap diam di tempatnya, tidak ingin pindah. Hyen Hyo menggeser tempat duduknya semakin dekat dengan Eunhyuk dan menepuk bangku sebelah kirinya yang kosong.

“Disini saja Taemin~ah” Pria itu menurut dan akhirnya duduk.

“Ada berita apa, Hyen?” Tanya Jonghyun langsung.

“Lusa aku akan pergi”

“Kemana?” Tanya mereka bertiga bersama-sama.

“Aish, kalian ini. Ke London, bersama Kyuhyun” Eunhyuk menggeser duduknya 90 derajat. Hyen menoleh karena mendapati dengan ekor matanya akan pergeseran duduk teman di sebelahnya itu.

“Berdua saja? Kyuhyun bermaksud untuk menculikmu? Atau…”

“Bodoh!” Hyen menjambak rambut blonde milik Eunhyuk, raut wajahnya benar-benar konyol, sambil tangannya membereskan kembali rambutnya yang acak-acakkan. Gadis itu menyelipkan rambutnya ke belakang daun telinga sebelum berbicara. Hidungnya menghirup dalam-dalam udara dingin yang mulai menyelimuti negara gingseng itu.

“Aku menemaninya disana. Menghadiri acara besar. Yaaa, karena selama ini aku sudah difasilitasi segalanya oleh dia, termasuk uang yang selalu dia berikan untukku berbelanja. Jadi, aku rasa, aku terlalu egois untuk menolak bantuannya. Bukankah begitu?”

“Tapi Hyen, kau sama sekali tidak curiga? Maksudku, Kyuhyun itu pria, dan dia bisa saja..”

“Tenang saja Tae~ah, aku bisa bela diri. Akan aku buat dia mati kalau dia berani macam-macam denganku” Gadis itu tersenyum simpul kepada tiga sahabatnya. Jonghyun turun dari motornya dan menghampiri Hyen Hyo. Berjongkok di hadapannya dengan mata yang disipitkan karena langit yang masih memancarkan cahaya matahari.

“Kapan kau akan berangkat?” Tanya Jonghyun pada gadis itu.

“Sudah kubilang, lusa” Jawab Hyen Hyo gemas. Eunhyuk menggigit bibirnya, dahinya mengernyit, dengan kepala yang tertunduk, ketiga manusia yang ada disekitarnya mana mungkin mengetahui ekspresinya yang aneh itu.

“Ya sudah..” Jonghyun berdiri, tangannya Ia masukkan ke dalam saku celana, sambil menengok ke arah kanan dan kiri, kemudian Ia kembali memokuskan matanya pada gadis di hadapannya. Hyen mendongak melihat wajah Jonghyun dan kemudian tersenyum.

“Hati-hati disana. Jaga dirimu baik-baik, aku tidak mau kau kenapa-kenapa. Mengerti?” Dia mengusap puncak kepala gadis itu dengan lembut, disertai dengan senyuman simpul dari pipi gadis itu yang membuat bulatan besar di pipinya terlihat semakin menonjol.

“Bukan hanya dia Hyen, tapi aku juga” Sergap Taemin langsung. Gadis itu tertawa terbahak-bahak sambil memukuli paha Taemin berkali-kali.

“Wajahnya konyol!” Ledeknya.

“Umm.. Sepertinya aku akan mengkhawatirkanmu. Kau serius akan ikut kesana? Umm, maksudku, kalau ada sesuatu hal yang bisa membuatmu menjadi tidak berdaya bagaimana? Sementara kami bertiga disini benar-benar tidak bisa menjagamu secara langsung. Apakah harus aku ikut kesana untuk menjagamu?” Lagi-lagi tawa menggelegar keluar dari mulut Hyen Hyo dengan lepas. Membuat para pejalan kaki yang berlalu lalang melihatinya dengan aneh. Gadis seorang diri dengan tiga pria dan tertawa selebar itu. Setelah menyadarinya, Ia menutup mulutnya dengan tangan lalu menoyorkan dahi pria berambut blonde itu.

“Lupakan saja. Aku pasti baik-baik saja! Hahaha, ayo kita pulang! Aku akan mati jika sampai di rumah setelah Kyuhyun pulang. Sebentar lagi dia pulang, dia sudah mengabariku tadi” Hyen langsung berdiri, menyingkup rok pendeknya ke bawah karena terlalu pendek. Ia menarik pergelangan tangan Taemin dan menyeret pria itu ke motor sportnya yang hitam. Setelah mengenakan helm untuk dirinya sendiri, Taemin memberikan satu lagi helm untuk Hyen Hyo pakai. Gadis itu langsung saja duduk sambil memeluk pinggang Taemin. Yang ganjal, pria berambut blonde itu masih saja terduduk di bangku taman pinggir kota sambil terdiam.

“Hyuk! Cepat!” Teriak Hyen Hyo dari motor Taemin.

“Iya.. Hyen, firasatku mengatakan, kau akan ada masalah disana. Entah itu yang akan menyangkut fisikmu, atau hatimu”

“Konyol!” Teriak gadis itu, sedetik kemudian, motor Taemin sudah meluncur meninggalkan kedua temannya yang masih terdiam disana—Jonghyun dan Eunhyuk—

                                                                        ***

“Apa ini?” Tanya Kyuhyun sambil mengacungkan sebuah kalung bermata satu yang Ia temukan di laci kamar Donghae. Donghae yang semula sedang menyiapkan segala kebutuhannya untuk beberapa hari kedepan menoleh, hatinya terenyuh. Tanpa menjawab, Ia langsung menarik kalung yang semula ada di genggaman Kyu dan menaruhnya kembali di dalam laci.

“Hei, aku tanya itu apa?” Kyuhyun berjalan mundur, duduk di ujung kasur Donghae sambil melepaskan sepatunya.

“Kau tidak tau itu apa? Itu kalung” Jawab Donghae sinis. Tidak biasanya dia berbicara sinis, pikir Kyuhyun.

“Punya Riechan?” Lagi-lagi Kyuhyun harus menyebutkan nama yang sepenuhnya sudah hampir Ia lupakan belakangan ini. Kyuhyun menhembuskan nafas panjang, mencoba untuk mencari hawa positif yang kembali melingkupi dirinya dan memusatkan otaknya pada hal-hal yang menyenangkan. Sekalipun sudah ada Hyen Hyo yang setidaknya bisa mengalihkan pikirannya dari Riechan, tetap saja, gadis itu adalah cinta pertamanya. Ia juga sudah memendam perasaan terlalu lama pada Riechan. Tapi semuanya hancur begitu saja. Kyuhyun merebahkan tubuhnya, menatap langit-langit kamar, menggambarkan wajah Hyen Hyo terhias di sana dengan alamnya sendiri. Setidaknya, ini adalah obat penetralisir—baginya—

“Bukan. Jam berapa sekarang? Aku mengambil penerbangan jam 17:00” Seru Donghae seraya mengalihkan pembicaraan. Kyuhyun melihat jam tangannya dan berseru.

“Baiklah, sekarang temani aku ke apartement Riechan” Ajak Donghae sambil menarik dasi Kyuhyun. Pria itu menangkis tangan sahabatnya dan segera bangkit, lagi-lagi Ia harus berhubungan dengan gadis itu lagi. Sampai kapan hidupnya akan terus terbayangi dengan semua itu? Melupakannya ternyata bukan sesuatu hal yang mudah, semudah Ia menutup matanya sendiri.

“Dan setelah itu kau akan langsung menuju bandara?” Tanya Kyuhyun. Sahabatnya yang sekaligus menjadi asisten pribadinya itu memang akan datang lebih awal di London untuk mengurusi segala kebutuhan Kyuhyun selama 3 hari disana. Dari mulai berkas-berkas penting yang akan menjadi bahan presentasi, sampai kehidupan yang layak bagi atasannya.

“Tentu saja. Kau ingin aku tetap di Korea dan tidak ke London? Riechan menyuruhku menjemputnya, dia ingin mengantar keberangkatanku” Kyuhyun meng-oh-kan dalam hati. Menyadari seberapa beruntungnya pria ini. Pria tampan yang memiliki kepribadian bagus dengan semua sikapnya yang selalu membuat hati para gadis tersentuh hangat.

                                                                        ***

“Oppa!” Riechan langsung melingkarkan kedua tangannya di tubuh Donghae setelah membukakan pintu. Kyuhyun yang melihatnya langsung merasakan sentakan hebat di dadanya. Ia mengalihkan pandangan, matanya panas. Hari ini benar-benar sial, menurutnya.

Donghae mengelus rambut Riechan sambil tersenyum, mendorong tubuhnya untuk segera masuk.

“Hey, Kyuhyun. Ayo masuk!” Alih-alih langsung masuk menuruti ajakan sahabatnya, tangannya malah merogoh saku celana. Mengambil sebuah benda berbentuk persegi panjang dengan layar sentuhnya. Sambil berjalan, Ia menunggu sambungan diterima oleh gadis di seberangnya yang sedang dihubungi. Ia mendudukkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu, tidak ingin terlihat benar-benar ada masalah antara dirinya dengan Riechan di hadapan Donghae. Gadis itu menatap Kyuhyun semu, namun lagi-lagi Kyuhyun membuang pandangannya. Sejak kejadian di mobil beberapa hari lalu, hubungannya dengan Riechan memang semakin memburuk. Tidak ada komunikasi, tidak ada pertemuan yang berlangsung, dan tidak ada percakapan apapun lagi.

“Bodoh, lama sekali kau mengangkatnya! Kalau aku sedang sekarat, mungkin aku akan mati dulu sebelum kau mengangkat telfonnya!” Marah Kyuhyun langsung saat sudah tidak mendengar lagi suara sambungan di telfonnya. Gadis yang sedang dihubunginya menjauhkan ponsel dari telinganya, ini benar-benar penyakit baru yang bisa membuat telinga orang menjadi tuli.

“Kau sudah ada di rumah?” Donghae tersenyum setelahnya, sahabatnya yang satu ini pasti sedang menelfon gadis yang hidup serumah dengannya itu.

“Aku akan pulang jam 5” Lanjut Kyuhyun setelah jeda sebentar, membiarkan gadis itu menjawab pertanyaannya.

“Iya, maafkan aku. Aku melupakan jadwal keberangkatan temanku hari ini. Kalau tidak mengantarnya ke bandara, aku sudah pulang daritadi seharusnya. Kau bermain dengan tiga pria monyet itu lagi?”

“Kau sudah mau berangkat sekarang, oppa?” Tanya Riechan pada Donghae. Ekor mata Kyuhyun meliriknya sebentar, otaknya berusaha keras untuk mengalihkan perhatiannya pada Hyen Hyo dari telfon, tapi ini benar-benar susah. Ditambah Donghae dan Riechan yang ada di hadapannya ini sedari tadi selalu saja berbicara kata-kata yang dapat menghujam hati Kyuhyun lebih dalam lagi.

“Hahaha, yang benar saja Hyen! Ya ampun! Dasar gadis bodoh. Iya iya, ya sudah, nanti aku akan pulang. Aku merindukanmu” Demi mengalihkan perhatian dari kedua sahabatnya, Kyuhyun berbicara sendiri ditelfon yang sebenarnya sedari tadi sudah mati.

“Kau tidak bermimpi huh? Kau bilang kau merindukan Hyen itu? Hahaha, aku rasa kau mulai jatuh cinta padanya!” Komentar Donghae yang langsung membuat Kyuhyun dan Riechan saling menatap dengan ragu.

“Sudahlah, ayo berangkat sekarang! Aku tidak ingin meninggalkan gadisku di rumah lebih lama lagi. Kasian dia” Kata Kyuhyun dengan penuh penekanan pada kata ‘gadisku’, tentu saja ini ditujukan untuk membuat Riechan mendengar perkataannya dengan jelas.

“Tumben sekali kalian berdua berdiaman” Donghae bangkit dari kursinya dan menarik tangan Riechan. Tidak ada jawaban yang terlontar dari keduanya, hanya suara dehaman dari Riechan yang menjadi jawaban. Donghae mengernyitkan dahinya bingung, baru kali ini Ia melihat kedua makhluk ini berdiaman. Benar-benar awkward.

                                                                        ***

Pria itu menyandarkan kepalanya pada kursi, matanya memandang lurus ke arah jendela sambil sesekali lidahnya mendecak kesal. Ingatannya tentang gadis itu sesungguhnya telah habis seluruhnya, tapi pihak yang tidak terlibat malah kembali memasang ingatan itu di memori otaknya. Sebagaimana perasaannya waktu dulu, sudah tidak bisa Ia gambarkan lagi. Meninggalkannya secara diam memang menyakitkan, tapi pria ini berpikir, jika Ia harus meninggalkan gadis itu dengan berpamitan, mungkin akan terasa menyakitkan saat melihat sebulir air mata jatuh membasahi pipinya.

Lee Donghae menggaruk rambutnya kasar, matanya mencoba untuk terpejam. Dengan telinga yang disumbat oleh alat pendengar musik, dunianya kembali pada beberapa tahun silam. Di khayalnya. Untuk Fershiannie Nam.

                                                                        ***

“Hm” Kyuhyun berdeham, gadis mungil di sampingnya menoleh secara refleks, mata mereka bertemu untuk sesaat, namun lebih cepat untuk membuang pandangan masing-masing saat mereka menyadarinya.

“Kau.. Pulang dengan siapa?” Tanya Kyuhyun pada gadis yang pernah menarik minatnya. Atau mungkin.. masih? Cih, lagi-lagi hatinya merasa getir dan nyeri.

“Aku bisa memanggil taksi. Um, Cho Kyuhyun, aku rasa aku harus pulang sekarang. Sampai jumpa di lain waktu, aku ada pemotretan!” Gadis itu membenarkan posisi tas yang tergantung di bahunya. Seiring dengan langkah kakinya yang kecil, pria di belakangnya mengikuti, otaknya berputar memikirkan apa yang seharusnya Ia lakukan. Tiba-tiba saja, tangannya sudah meraih pergelangan gadis di hadapannya sambil menarik paksa.

“Cho Kyuhyun! Lepas!” Gadis itu memberontak, tapi Kyuhyun tetap diam, tidak memperdulikan, bahkan tidak ingin mendengar. Mendengar teriakan Riechan masuk ke dalam telinganya bagaikan Ia menyiksa dirinya sendiri. Suara teriakannya terdengar seperti rintihan, dan itu sama halnya seperti dia menyakiti gadis yang Ia sayang dengan tangannya sendiri.

“Aku bisa pulang sendiri!” Bentak gadis itu, pergelangan tangannya berhasil terlepas dari genggaman Kyuhyun akibat hentakannya yang keras. Langkah kaki pria itu terhenti, begitupun dengan gadis di belakangnya yang terseret-seret sebelumnya. Matanya menatap sinis pada Kyuhyun, namun tidak dapat ditutupi lagi, air matanya juga menggenang disana. Tidak pernah terbayangkan, pria yang sejak kecil sudah sangat Ia sayangi ternyata malah menyakiti dirinya sampai bagian terdalam.

“Oh..” Tenang Kyuhyun, mencoba untuk meredam emosinya yang memuncak. Wajahnya menampakkan siratan merah yang menyala. Sambil berjalan mendekat pada gadis itu dengan langkah kaki tertahan, Ia mencoba untuk menetralisirkan lagi segalanya. Sampai akhirnya tangannya bisa menyentuh belakang kepala gadis itu dan menariknya hingga masuk ke dekapannya.

“Aku mencintaimu. Aku memikirkanmu setiap malam dan aku peduli padamu. Tapi mungkin akan lebih baik jika kita tidak pernah bertemu lagi setelah ini. Aku akan melupakanmu. Terima kasih untuk semuanya”

                                                                        ***

Day 25

“Seburuk apapun orang yang kita cintai, pada akhirnya tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kita tetap menaruh hati padanya” –Lee Jonghyun

“Ihh Cho Kyuhyun, kenapa kau menyuruhku terus sih?! Beli saja sendiri!” dengus Hyen Hyo sebal. Ia menarik koper merahnya menjauh dari Kyuhyun. Berdekatan dengan pria itu memang tidak pernah membuat dirinya menjadi tenang, setenang air tanpa ada yang mengusik.

Gadis berperawakan kecil yang dibalut dengan pakaian sederhana namun mewah itu mendudukkan dirinya di salah satu kursi seraya menunggu jadwal keberangkatannya tiba. Kyuhyun menghampiri, sudah lengkap dengan kedua tangannya yang membawa kopi hangat untuk mereka nikmati di malam yang dingin menyeruak sampai ke tulang itu.

“Nih untukmu, gadis jelek! Dasar pemalas! Disuruh membeli kopi saja susah! Cih” Ketus Kyuhyun.

“Urusanmu?” Juteknya.

                                                                        ***

“Jonghyun-ah!” Pekik Taemin. Namun pria yang dipanggil tetap diam, matanya lurus menatap pemandangan yang ada di hadapannya. Jang Hye Ri dengan pria lain.

“Cih” Air mukanya berubah menjadi ganas, lalu membalikkan tubuhnya. Ia menyikut lengan Taemin dan mengajaknya untuk segera pergi darisana. Menyakitkan. Mungkin itu yang bisa dideskripsikan dari pemandangan yang baru saja dilihatnya.

“Dia memberikanku harapan. Tapi dia juga memberikan pria lain harapan.  Wanita murahan!” Marahnya.

                                                                        ***

Derap langkah kaki ratusan manusia terdengar bising di area bandara malam ini, namun hentakan sepatu dengan lantai 2 manusia yang satu ini terdengar begitu kental daripada yang lainnya. Pria dan wanita ini berjalan bersama, bagaikan pangeran dan putri yang ingin berjalan ke altar. Begitu serasi dan terlihat sempurna memukau. Dengan rambut gadis itu yang coklat tergerai, tertiup angin malam yang lembut menerpa, benar-benar pemandangan yang mengesankan. Ditambah dengan pria di sampingnya yang berjalan tegap tegas dan badan yang dibalut oleh jas mewah, membuat mata orang-orang yang ada di sekitarnya mau tidak mau harus menoleh dan mengagumi mereka berdua. Wajah mereka angkuh, benar-benar angkuh. Bahkan didongakkan.

“Semua orang menatap kita” Bisik Hyen Hyo pada Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum picik. Hal seperti ini sudah biasa baginya.

“Itu karena kita terlihat mengesankan” Jawab Kyuhyun dengan tenang. Gadis di sebelahnya hanya tersenyum sambil menyikut perut samping pria di sebelahnya.

“Jadi, kira-kira kita akan sampai di sana jam berapa?” Gadis itu memulai pembicaraan lagi setelah hening menerpa mereka selama beberapa menit. Sekarang posisi mereka sudah berada di dalam pesawat yang akan membawanya ke London. Untuk acara besok malam.

“Tidak usah banyak tanya. Kau hanya perlu tidur, istirahat. Karena kau akan lelah besok” Suruh Kyuhyun sambil menahan dahi gadis di sampingnya dengan telapak tangan.

“Cih! Jangan menyentuhku!” Kyuhyun melepaskan tangannya setelah mendapat geplakan.

“Cho Kyuhyun..” Hyen menggamit lengan Kyuhyun. Ia menoleh namun tidak menjawab.

“Itu pria di sampingmu, lihat. Dia menatapku tajam sekali daritadi” Kepalanya dengan cepat menengok pada kursi di seberangnya. Benar, ada pria yang menatapnya dengan tajam. Kyuhyun tersenyum tipis sambil menyapa.

“Hai” Seru Kyuhyun.

“Hai, itu siapa?” Tanyanya lagi.

“Gadis di sebelahku ini?” Tanya Kyuhyun memastikan. Pria itu mengangguk. Kyuhyun menelan ludahnya sebelum menjawab. Ia sudah memikirkan jawaban yang pas agar pria ini tidak lagi menatapnya dengan tajam. Tapi setelahnya, dia tidak yakin kalau kepalanya akan selamat untuk keseratus kalinya.

“Wanitaku” Jawab Kyuhyun langsung. Mata Hyen terbelalak kaget. Baru saja tangannya terangkat untuk memukul kepala Kyuhyun, Kyuhyun sudah menapisnya dan berbisik sedikit.

“Supaya dia tidak menatapmu dengan tajam lagi” Ujar Kyuhyun menenangkan. Hyen mengangguk mengerti dan kemudian terdiam. Kyuhyun kembali pada pria di seberangnya. Pria itu tersenyum.

“Oh, maaf, dia mirip dengan almarhum istriku saat muda”

                                                                        ***

Day 26

“Menyakitkan. Saat kau sadar bahwa seseorang yang kau sukai akan hidup dalam dunianya sendiri apabila nama orang yang dicintainya disebut. Dan sisanya, bagaikan sampah” –Lee Taemin

“Riechan!” Panggil Taemin. Pria itu berlari sambil memegangi tas sampingnya di sebelah kiri menuju gadis yang Ia tuju. Gadis itu berhenti dan membalik, detik berikutnya, Ia tersenyum.

“Kau tidak ada jadwal hari ini, ya? Tumben sekali masuk” Seru Taemin saat dirinya sudah berhadapan dengan gadis yang Ia incar selama ini. Tidak pernah menyerah walaupun selalu ditolak ataupun gadis ini sudah mencintai pria lain dengan serius.

“Iya. Ngomong-ngomong, kemana dua temanmu itu? Biasanya kalian selalu bersama-sama”

“Mereka? Bunuh diri, mungkin? Hahaha. Dua-duanya sama-sama sedang patah hati, kau tau? Memangnya Hye Ri tidak memberitahumu kalau dia menolak Jonghyun, uhm?” Mereka berjalan beriringan menuju kelas mereka di ujung koridor. Suasana pagi ini benar-benar sejuk namun menyelimuti diri. Mendekati musim dingin.

“Aku tidak bertemu dia lagi setelah itu. Dia juga tidak mengatakan apapun padaku saat kemaren aku menelfonnya” Taemin mengangguk. Dua-duanya menaruh tas mereka di atas kursi dan langsung melesat pergi lagi. Riechan meremas kedua tangannya lalu meniupnya dengan pelan, berharap mendapatkan kehangatan. Dia sedang tidak enak badan hari ini. Dimanapun Ia berada, Ia merasakan dingin menyentuh kulit, bahkan sampai masuk ke dalam tulang. Meskipun sang matahari sudah timbul dan menyinari bumi, tetap saja kehangatannya tidak terasa bagi gadis ini.

“Kau sakit? Kedinginan? Riechan~ah, apakah kau sangat mencintai Donghaemu itu?”

“Tentu saja iya! Bahkan aku sangat berharap dapat menikah dengannya” Gadis itu tersenyum, menunjukkan eyesmilenya yang bagus. Hati pria di sebelahnya terasa mencelos dan hilang begitu saja. Ia menatap lantai yang Ia pijak sesaat.

“Banyak sekali gadis yang suka padanya. Kadang aku merasa kesal, aku takut nanti Donghae~oppa akan beralih pada mereka. Maka dari itu aku ingin kita segera menikah, agar aku tidak merasa takut lagi”

“Bukankah umurmu masih muda? Kau yakin Donghae sudah bisa menghidupimu?”

“Umurku sudah 23 tahun, Taemin~ah, bukankah sudah cukup? Sekalipun Donghae~oppa belum bisa menghidupiku, kita akan berusaha untuk menghidupi kita berdua. Kau tenang saja”

“Oh”

“Kau sudah punya gadis yang kau sukai belum sekarang?” Mereka terduduk di kursi taman yang panjang, bersama dengan anak-anak lainnya yang juga sedang mengobrol bersama.

“Ada”

“Siapa? Kau jahat sekali tidak memberitahuku. Kita berteman sudah lama Taemin~ah, bahkan kau adalah teman dekatku, ya kan?!”

“Siapa? Kau mau tau?” Gadis itu mengangguk sambil menepuk bahu Taemin.

“Tentu saja!”

“Aku menyukaimu” Lagi-lagi senyuman cerah muncul dari bibir gadis itu. Air mukanya benar-benar bahagia konyol.

“Maksudku, selain aku! Kau ini!” Bukan sekali ini Taemin menyatakan perasaannya pada Riechan, maka dari itu hal seperti ini sudah biasa baginya. Ia tahu, Ia menyakitinya. Tapi jika tidak begini, mungkin akan lebih menyakitkan Taemin. Karena yang Ia tahu, Taemin tidak pernah ingin jauh-jauh darinya.

“Tidak ada”

                                                                        ***

Day 27

“Cinta itu penuh misteri, saat kita mengejarnya dengan sekuat tenaga sampai jatuh bangun, dia tidak akan datang semudah saat kita sudah tidak mengejarnya lagi” –Nam Hyen Hyo

@ London

“Kita berangkat sekarang?” Tanya Hyen Hyo yang sedari tadi sudah merasa suntuk menunggu di lobby untuk kedatangan Kyuhyun. Pria mewah itu mengangguk dan kemudian gadis anggun di hadapannya berdiri. Dengan gaun merahnya yang sangat minim dan bibir ranum yang seksi, matanya yang besar dan kulitnya yang putih, tidak lupa dengan rambutnya yang terjuntai indah kebawah bergelombang coklat manis, membuat dua manusia ini terlihat sempurna untuk menjadi sepasang kekasih.

“Asistenku sudah ada disana ternyata, ayo kita berangkat!” Limousine sudah terparkir di depan hotel untuk mengantar pria muda kaya raya ini menuju sebuah gedung mewah yang menjadi puncak acaranya di London. Gadis itu hanya mengikutinya dari belakang, dengan hak tingginya, Ia terlihat sangat feminin saat berjalan. Tas tangannya yang kecil juga cukup mewah untuk dipandang. Beberapa wartawan asal London memoto mereka saat keduanya keluar dari hotel, kilatan cahaya yang memancar ke wajah mereka sudah tidak asing lagi baginya, hal ini sudah sering kali mereka temui sejak kaki mereka menginjak tanah London.

Berbagai kata bertabrakan masuk ke dalam telinga Kyuhyun dan Hyen Hyo. Semuanya berbicara, semuanya bertanya dan semuanya meminta jawaban. Namun kedua sejoli itu tetap bungkam dan dengan pengawalan ketat berhasil masuk ke dalam Limousine dengan aman. Gadis itu menghembuskan nafasnya lega, lagi-lagi menyalahkan pria di sampingnya. “Kau selalu saja membuatku susah!”

                                                                        ***

“Sir, it’s almost arrive in the building” Kyuhyun merapihkan dasi dan jasnya setelah mendengar kata itu. Dengan bahasa koreanya, Ia berbicara pada gadis di sebelahnya.

“Sudah hampir sampai, aku ingin kau berubah menjadi gadis mewah yang memegang teguh etika, kau mengerti?” Hyen Hyo mengerucutkan bibirnya tidak menjawab.

“Tersenyum, dan jangan kacaukan semuanya, kau mengerti?”

“Iya”

“Gandeng tanganku saat kita turun dari Limousine ini dan jangan canggung”

“Iya”

“Tatap mataku dengan intens dan jangan memicingkannya! Ini akan membawa nama kita naik. Semua butuh foto kita dengan mesra, agar mereka semuanya percaya bahwa kau adalah wanitaku”

“Iya”

“Genggam tanganku saat berbicara dengan mereka dan jangan sampai dilepaskan sebelum acara selesai”

“Iya”

“Satu lagi! Jangan berontak atau menunjukkan ekspresi aneh saat aku mengecup keningmu nanti!”

“WHAT?!”

“Menurutku pengalamanku yang sudah-sudah, saat di dalam gedung pun masih ada paparazzi yang mengintai. Semua pasangan berakting mesra di hadapannya. Tidak jarang juga mereka melakukan skinship”

“Oh”

“You can go down, sir” Seorang pria dengan jasnya yang ketat membukakan pintu Limousine, setelahnya Kyuhyun menurunkan kakinya dan menggandeng Hyen Hyo untuk membantunya turun dari mobil. Karpet merah tergelar mewah sampai pintu gedung pencakar langit itu. Di pinggirnya penuh dengan orang-orang yang membawa kamera atau perekam suara dan catatan kecilnya.

Gadis itu memeluk lengan Kyuhyun dan tersenyum ke arah mereka. Mereka berdua terdiam sesaat di tempatnya, bibirnya mengulas sebuah senyuman indah untuk membiarkan para wartawan itu memoto mereka dengan leluasa. Detik berikutnya, mereka melangkahkan kaki mereka dengan pelan, masih dengan senyuman yang bertengger di bibirnya. Sampai akhirnya mereka sampai di depan pintu yang langsung di bukakan oleh penjaganya dan kemudian mengucapkan terima kasih. Dan disitulah gadis itu bisa menghembuskan nafasnya dengan asal.

“Jangan menghembuskan nafas seperti itu, bodoh” Bisik Kyuhyun dengan bahasa Koreanya. Wajahnya terus tersenyum kepada pengusaha-pengusaha kaya raya yang lainnya—yang menatapnya—kemudian mereka mencari tempat duduk yang memang sudah dipesankan untuk mereka.

“Dimana asistenmu itu?” Tanya Hyen Hyo sambil menyesap minuman yang ada di meja bulatnya.

“Lee Donghae maksudmu?”

“Apa? Siapa namanya?” Kaget gadis itu. Kyuhyun melipat bibirnya kesal, lalu menoleh ke sekitarnya.

“Sudah kubilang, jaga etikamu, Nyonya Nam” Gadis itu meminta maaf setelahnya. Raut wajahnya sudah berubah sedetik setelah nama itu terekam bagus di otaknya. Lee Donghae katanya? Bagaimana bisa? Tidak mungkin, pasti ini berbeda orang.

“Lee Donghae, iya. Tapi aku yakin ini bukan Lee Donghaemu, tenang saja!” Gadis itu baru bisa bernafas dengan lega setelah Kyuhyun berkata seperti itu. Ia kembali menyesap minumannya dengan pelan dan santai, bak seorang putri yang ada di dalam kerajaan. Semua yang dilakukan harus penuh sopan santun dan etika yang baik.

“Itu dia Lee Donghae!” Kyuhyun melambaikan tangan. Sontak gadis itu pun mengikuti arah lambaian tangan Kyuhyun. Matanya mengerjap beberapa kali, tidak percaya dengan pemandangan yang ada di hadapannya. Seorang pria yang tidak terlalu tinggi dengan setelan jas dan tas hitam yang Ia bawa, pria itu benar…

Gadis itu langsung berdiri dan menyapanya, “Donghae~ya?” pria itu juga sama. Sama-sama kaget dan merasa tidak percaya.

“Kau Adrian Lee kan? Lee Donghae?” Ulang Hyen Hyo lagi.

“Fershi? Kau.. Sedang apa disini?”

“Kalian saling mengenal?” Tanya Kyuhyun. Gadis itu terduduk kembali dan berbisik pada pria di sampingnya.

“Dia itu Lee Donghae yang selama ini aku cari! Kau tau?” Wajah berseri-seri tampak di muka Hyen Hyo, berbeda dengan Donghae yang mulai kalang kabut mengingat semua kejadiannya. Jikalau waktu itu Ia tidak gegabah untuk melupakan Fershiannie Nam dan mencoba untuk mencari pelampiasan—Choi Riechan—mungkin sekarang yang Ia rasakan adalah perasaan bahagia terharu. Bukan perasaan bimbang dan bingung. Ia akui, perasaan itu masih ada..

“Jadi, ini adalah gadis yang selama ini tinggal bersamamu?” Tanya Donghae dengan lemas, Kyuhyun mengangguk masih tidak mengerti.

“Aku tidak pernah menyadarinya. Kyuhyun selalu saja memanggil dengan nama koreamu. Nam Hyen Hyo. Menyebutnya berkali-kali. Ratusan bahkan ribuan kali nama itu masuk ke dalam telingaku setiap minggunya, tapi aku benar-benar tidak menyangka bahwa nama korea itu adalah namamu, Fershi..” Jelas Donghae, wanita itu tersenyum lebar, matanya berkilau basah dengan air mata yang menggenang. Ingin sekali rasanya sekarang Ia berlari dan memeluk tubuh pria ini dengan erat dan tidak ingin lepas lagi, agar pria ini tidak bisa jauh lagi darinya.

Ada hawa tidak enak yang keluar dari diri Kyuhyun, entah itu karena merasa di cuekkan atau bagaimana. Yang pasti, dari raut wajahnya, benar-benar tergambarkan air wajah tidak suka.

                                                                        ***

Day 28

“Menemukan cinta yang hilang adalah saat kita kembali bertemu, saling mengingatkan, dan saling berusaha untuk membuka lembaran yang baru” –Nam Hyen Hyo

 

@ Flower Plant, London

“Aku sudah melupakan semuanya” Mereka berjalan beriringan, sang gadis memulai pembicaraan.

“Melupakan apa?” Tanya Donghae bingung. Langkahnya terhenti, tangannya terlipat di depan dada sembari telapak tangannya mengelus lengan lawan tangannya agar merasa hangat. Sementara Donghae tetap diam sambil tangannya masuk ke dalam saku celana.

“Aku sudah melupakan bagaimana sakitnya saat kau meninggalkanku begitu saja. Maksudku, kejadian bertahun-tahun lalu itu, lupakan saja. Jadi, bagaimana jika kita membuat lembaran baru saja?”

“Maksudmu?”

“Ya, aku menyukaimu, kau juga kan Adrian?”

                                                                        ***

Day 29

“Saat kau merasakan getir di hatimu semakin mendalam, maka pada saat itu lah kau semakin melakukan banyak hal bodoh karena cinta” –Cho Kyuhyun

Hyen Hyo berjalan menuju meja bundar yang Kyuhyun duduki untuk melakukan breakfast. Kyuhyun terdiam sebentar menunggu kedatangannya. Matanya terpusat pada kegelapan yang tertera di bawah mata gadis itu. Selalu saja terlihat jelas saat dia baru saja menangis atau kurang tidur.

“Kau kurang tidur lagi, rupanya. Jangan mengelak!” Seru Kyuhyun sambil mengambil makanan yang terhidang banyak di hadapannya.

“Aku begadang semalaman”  Tandas wanita itu dengan cepat. Matanya mencari sosok pria satunya lagi yang Ia harapkan ada di sini sekarang.

“Kau mencari Lee Donghae? Dia sudah aku suruh pulang baru saja. Aku langsung belikan tiket untuknya”

“Kenapa?” Hyen menghentikan aktivitasnya, matanya menatap Kyuhyun tajam.

“Kau pikir dia tidak memiliki pekerjaan lain? Dia asistenku, selama aku di London, sudah kewajiban dia untuk mengatur perusahaanku di Korea jika disini dia sudah tidak ada keperluan!” Nada suaranya terdengar meninggi, tentu saja pria ini sedang emosi.

“Tapi..”

“Kau butuh Lee Donghaemu? Kau pulang saja ke Korea sekarang. Kau pikir aku keberatan? Bukan masalah untukku jika kau tidak ada! Menyusahkan!” Kyuhyun menggeser kursinya ke belakang dan kemudian berlalu pergi dengan kedua tangan yang Ia masukkan ke dalam celana. Jalannya terhuyung. Bukan karena mabuk, tapi karena Ia sedang bingung. Yang ada di pikirannya, Mengapa pria yang memiliki level lebih rendah daripadanya bisa merebut segalanya yang Ia sukai? Sial! Tidak bisa dibiarkan.

                                                                        ***

“Bodoh, kau ada dimana?!” Panik Kyuhyun lewat ponselnya. Gadis itu tidak ada di kamar hotelnya. Ini benar-benar keterlaluan, gadis itu ternyata menuruti apa yang Kyuhyun bicarakan pagi tadi. Padahal kalimat itu keluar dengan tidak sengaja dari mulutnya.

“Bisa tidak sih kau itu hidup tidak menyusahkanku, huh?!” Kesal Kyuhyun. Setengah lari, Ia mengambil jasnya yang tergantung dan langsung memakainya. Ponselnya tetap standby pada telinga kanan, terus mendengar cerita dari gadis di seberangnya.

“Kau tunggu disana. Cari tempat yang sekiranya aku mudah untuk mencarimu!”

“Oke, stasiun!”

                                                                        ***

“Bodoh, apa yang kau lakukan sih?” Geram Kyuhyun sambil menarik pergelangan tangan gadis itu dengan erat. Langkah kakinya sengaja Ia perkecil dan perlambat agar tidak mengulang kesalahan yang sama pada saat Ia menarik pergelangan tangan Riechan di bandara beberapa hari lalu. Mengingat hal itu bagaikan Ia menidurkan diri di atas paku berkarat.

“Aku ingin pulang ke Korea” Jawab gadis itu sambil terus mengikuti langkah kaki Kyuhyun.

“Lusa kita akan pulang! Aku sudah membeli tiket pesawatnya!” Seru pria itu tanpa menoleh ke belakang—gadis itu—

“Kau selalu saja mengambil kesempatan untuk dekat-dekat denganku. Cih!” Gadis itu menyentakkan pergelangan tangannya, menyebabkan mereka terlepas kontak dan pria itu berhenti melangkah, sama seperti gadis di belakangnya yang juga sedang diam sambil memegangi pergelangan tangannya yang lumayan sakit.

“Siapa yang mengambil kesempatan, nenek lampir?” Tanya Kyuhyun sambil berbalik.

“Kau, Cho Kyuhyun!” Jari telunjuknya menuding hidung mancung Kyuhyun. Pria itu tersenyum tipis dan sedikit membungkuk untuk menyatarakan mata mereka berdua.

“Kau pulang karena perkataanku tadi pagi?”

“Kurang lebih” Sinisnya lagi.

“Kau sebegitunya mengejar Lee Donghae?” Kini nada suaranya terdengar lebih tinggi dari sebelumnya, tapi Ia berusaha untuk tetap tenang. Ia juga sudah tidak membungkukkan badannya lagi. Kedua tangannya memegang dasi, membereskan mungkin lebih tepat.

“Tentu saja” Jawab gadis itu dengan cepat.

“Cih, seperti wanita murahan saja” Umpat Kyuhyun sambil terus berjalan menuju Limousine yang sudah menunggu mereka di depan stasiun. Gadis itu mengikutinya dengan sedikit berlari karena langkah Kyuhyun yang besar dan cepat.

“Apa katamu?!” Teriak gadis itu dari belakang. Pria itu tidak menjawab, Ia langsung masuk ke dalam Limousine yang pintunya memang sudah di bukakan oleh yang mengendarai, begitupun dengan gadis di belakangnya. Setelah tersenyum, Ia masuk ke dalam Limousine dan mendengar jawaban dari Kyuhyun yang menyakitkan.

“Mengejar pria sampai seperti itu. Seperti wanita murahan!”

PLAK! Seketika Kyuhyun merasakan perih di pipi sebelah kirinya. Hyen menampar pipinya dengan keras, menimbulkan sedikit bercak merah. Namun pria itu tetap tenang sambil terus terfokus pada jalanan di depannya. Tidak menyetir, hanya mencoba untuk mempelajari jalanan yang sedang dilewati.

“Aku tidak butuh komentarmu, Tuan!” Sinisnya.

“Aku juga tidak butuh nama Lee Donghae atau Adrian keluar dari mulutmu dan masuk ke dalam telingaku” Balas Cho Kyuhyun dengan emosi yang sudah berkembang di dalam tubuhnya. Udara dingin London rasanya sudah tidak bisa lagi menembus tubuh pria itu, yang Ia rasakan saat ini hanya hawa panas akibat puncak emosinya yang tinggi.

“Kenapa?”

“Karena aku tidak suka kau menyebut nama itu. Bisa tidak kau diam dan lupakan sejenak pria brengsek itu?” Seru Kyuhyun sambil menatap mata gadis di sampingnya dengan tajam.

“Pria brengsek?” Gadis itu memicingkan matanya.

“Ya, menurutku” Ujar Kyuhyun. Ia mengalihkan pandangannya dari gadis itu dan lebih memilih untuk memandangi jalanan seperti tadi.

“Dalam konteks apa, huh? Sudah pasti dia adalah pria baik-baik” Tandasnya tidak terima.

“Sudah kubilang, diam! Tidak usah memujinya, kau bisa?!” Bentak Kyuhyun.

“Kau cemburu, huh?” Nada suaranya terdengar lebih pelan. Kyuhyun langsung menolehkan kepalanya pada gadis itu dan tersenyum sinis.

“Aku? Cemburu? Sepertinya aku harus membawamu ke brain wash sekarang”

Tbc—

Nb : Jadi, kalian mau ngeroyok aku pake apa kali ini? -___-

Iya, maaf ya ngepostnya telaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat banget~ aku kan waktu itu ujian, sampe tanggal 11, setelahnya aku tegang buat bagi raport tanggal 23, setelah lega dapet hasilnya, aku bingung mau ngelanjutin ceritanya gimana -_____-

Dan, ya begini aja lah jadinya. Ga ngerti harus dibuat kaya gimana ._. gimana menurut kalian? Haduh, mati deh kayanya aku. Beliin kain kafan gih –“

Maaf yaaa udah telat lama banget, hasilnya jelek lagi wkwkwkwk akunya abis jalan-jalan sama Donghae ke Canada, jadi pikirannya masih sama diaaa aja. KyuHyen udah nyelem ke laut Selatan^^v jadi tinggal bangke wkwkwkwkwk

Komentarnya ya~ untuk Fight~5 ga janji bakalan cepet :p mungkin sebagian latarnya masih di London entar, tapi sedikit aja ah -_- rebek!

Untuk Madagaskar Day 2.. lupain aja ya #kaburrr hahahaha

38 responses to “Love Sigh [FIght~4]

  1. Waah ceritanya makin menarik aja, kapan Nam Hyen Hyo jatuh cinta ama kyuhyun ya, pdhl si kyuhyun dh mulai suka walaupun sedikit. penasaran nieh kelanjutannya..

  2. Konfliknya tambah rumit.kyu mulai suka sama hyen.hyen ketemu sama donghae.donghae bingung.kasian riechan,cuma dijadikan pelampiasan sama donghae u.u

  3. annyoeng,, 🙂
    ak bru ingat klo ad ini ff..
    ak udh lama gg liat nie ff ak kira udh gg publish lagi..
    atw mgkn akny yg jrng main ke ff indo ..
    haha 😀

    ceritanya makin seru,, di tmbh si hyen udh ktmu donghae,, gmna ntar klo hyen tw si hae udh pnya yoejachingu ??
    ckckck poor hyen.. 🙂
    lanjuttt 😀

  4. Annyoeng.. 🙂
    ak udh lupa eh klo ad nie ff.. ku kira udh gg di publish lagi..
    atw aknya yg jarang main ke ffinfo ?? hehehe 🙂

    ceritanya seru.. si hyen udh ketemu hae.. trus si kyu suka gg sh ke hyen abis koq kyknya gtu amat.. haha 😀
    kasian hyen klo tw si hae udh pnya yoejachingu…
    ckckck poor hyen..
    lanjut 🙂

  5. kyaaaaaa……….
    saeng yg bikin ff kesangan akuuuuuu… Im coming!!!!!
    mian deh ya sblmnya, sumpah aku sibuk banget. ^^ v
    ni aku baru buka setelah hampir 1-2 bulan g buka ni FF… huwaaa, kangenn #childish,inget umur woi!..
    aku g bisa komen apa2 sih ya.. anytime aja aku kasih.. aku aja g sempet baca LIP, maaf bgt deh aku ingkar janji bakal ikut berpartisipasi baca FF.. huh #Kyu ambil lap keringet
    huft… ak aja masih ngutang ff buat reader ak sndr. *plak *jder *duagh

  6. suka banget pas kyu ga suka/cemburu kalo hyen deket sama cowo lain hihihi
    makin penasaran aja sama lanjutannya saeng 🙂
    semoga part selanjutnya hyen hyo udah mulai ada rasa sama kyuhyun yaa #saran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s