My Angel (part 2)

My angel part 2

Cast:

Kwon yuri

Lee donghae

Lee taemin

Seo joo hyun

Cho Kyuhyun

Byun Baekhyun

Oh Sehun

Genre: love (maybe), comedy(little)

PLAGIAT? GO AWAY

Aku membisikkan sesuatu ditelinga Donghae. Yap, rencanaku! Donghae terlihat ragu dengan rencanaku. Tapi, aku sangat yakin!

Part 2

“Kau yakin dengan rencanamu itu Yul?” tanya Donghae ragu. Aku mengangguk yakin dan tersenyum.

“Kau tidak suka dengan rencanaku itu? Heh?” tanyaku.

Donghae tersenyum. “Bukan begitu… hanya saja…” perkataan Donghae terputus karena aku menepuk bahunya. “Sudahlah Hae, ini akan berjalan dengan baik, percayalah padaku” aku tersenyum. Hatiku senang sekali melihat Donghae membalas senyumku.

“Oh ya, ikan pendek… hmmm… besok, adik sepupuku akan datang dan tinggal dirumahku selama beberapa tahun ini. so, jangan kaget bila kau datang dan dia yang membukakan pintunya, oke?” ucapku pada Donghae.

“Oke… adik sepupumu itu laki-laki atau perempuan?” tanya Donghae. “Laki-laki… tenang saja dia tampan, kok… hahaha, lebih tampan darimu” jawabku sambil meledek Donghae.

Wajah donghae berubah kesal. Dia langsung menjitak kepalaku. “AW! Sakit, pabo!” teriakku sambil menjitaknya balik. Donghae tertawa lebar. “Hahahaha… rasain tuh, asal kau tau, ya… pria paling tampan didunia itu adalah aku! Hahha”

“OH!” aku hanya menjawab singkat.

“Yul, kalau boleh tau… siapa nama adik sepupumu itu?” tanya Donghae. “Byun Baekhyun dan Oh  Sehun….” jawabku.

“dua orang?” tanya Donghae. “Ne” jawabku malas.

“Oh” ucap Donghae singkat. Sangat singkat malah. Aku hanya tersenyum sinis ke arahnya dan dibalas dengan senyum indah yang ia punya.

“Oh iya, kok kamu menyendiri gitu sih di sekolah?” tanyaku. “Mungkin karena penampilanku yang kuper. Aku juga punya julukan dikelas” jawab Donghae.

“Apa?” tanyaku. “Buku berjalan” jawab Donghae. Aku tertawa singkat. “kenapa kau berpenampilan seperti itu?” tanyaku lagi. “Taemin” jawab Donghae.

“Maksudmu?” tanyaku berkali-kali.

“Taemin penyebabnya! Dia memerintahku untuk tutup mulut tentang hubungan kami berdua sebagai kakak-adik. Dia juga memerintahku untuk bergaya seperti itu di sekolah” jawab Donghae.

“Sekejam itu kah Taemin? Waw! Besok, kau harus bergaya seperti ini, jangan seperti orang kuper lagi. oke?” ucapku.

“Ani, kau tidak tau apa hukuman yang kuterima nanti kalau menuruti perkataanmu tadi. Ania!!!” kata Donghae sambil berdiri.

“Ya sudah, istirahat besok… kita ke tempat rahasiamu itu ya!! Hehehe… disana sangat menyenangkan! Maukah kau berbagi tempat itu denganku?” kataku sambil tersenyum kepada Donghae.

“Hm? Oke… anggap saja itu tempat rahasia seekor monyet ramping dan seorang yang tampan” ucap Donghae sambil memasang tampang sombong. Cih, tampang itu sangat menjijikkan.

“Hmm… terserah apa katamu! Jadi kita sepakat bahwa itu adalah tempat rahasia kita berdua?” ucapku sambil mengangkat jari kelingkingku. Donghae tersenyum dan membalas jari kelingkingku dengan jari kelingkingnya  sehingga jari kelingking kami berkaitan satu sama lain.

Aku tersenyum bahagia. “Oh ya… jangan sampai ada orang yang tau tentang tempat itu kecuali kita. Oke?” kata Donghae. “Tenang… aku tidak selicik itu” ucapku. Donghae tertawa sambil mengacak-acak rambutku.

*******

                “Seohyunnie…” teriakku saat aku memasuki pintu gerbang sekolah dan melihat Seohyun yang sedang berjalan didepanku dengan seorang namja yang pastinya adalah Kyuhyun, oppa-nya Seohyun.

Seohyun dan Kyuhyun melihat ke arahku. “Yuri-ssi!!” sapa Seohyun sambil melambaikan tangannya padaku. Aku balas melambaikan tanganku pada Seohyun dan berlari menghampiri Seohyun.

“Annyeong Yuri-ya” sapa Kyuhyun dengan menunjukkan senyuman manisnya itu. “Annyeong Kyuhyun-ssi” aku balas menyapa Kyuhyun.

Setiap aku melangkahkan kakiku, aku selalu saja dilihat oleh orang-orang terutama yeoja dengan tatapan mengerikan. Tapi, aku mengabaikan hal itu.

“Oppa, tumben tidak menghindar dariku dan melayani fans-fans lebai itu?” tanya Seohyun.

“Tidak ada, aku lagi malas saja meladeni mereka” jawab Kyuhyun dengan wajah sok. Menjijikkan.

“Bukan gara-gara ada Yuri?” goda Seohyun. “Diam Seo!” ucap Kyuhyun sedikit dingin. Aku hanya mengernyitkan keningku melihat tingkah kakak beradik ini.  kami terus berjalan hingga sampai dikelas. Kami duduk dibangku masing-masing. Kulihat meja sebelahku, belum ada terletak tas disana. Yah, Donghae belum datang.

“Yuri, apa yang kau lihat? Kau merindukan Donghae?” tanya Seohyun sambil melambaikan tangannya didepanku. “Ani!” elakku cepat.

“Hm? Kau merindukan si freak itu?” tanya Kyuhyun yang duduk di belakangku. Freak katanya? “Diam! Dia tidak freak Cho Kyuhyun!” ucapku dingin pada Kyuhyun. Kulihat Seohyun dan Kyuhyun. Muka mereka berubah drastis. Dari tersenyum sekarang datar.

“Tau apa kau tentang dia, Kwon Yuri?” tanya Kyuhyun dengan nada jengkel. “Aku tau apa saja tentang Donghae dan tak perlu kuberi tau padamu apa saja yang kuketahui tentangnya! Kau mengerti? So, please… dont heat him! Jangan benci dia! Kumohon” jawabku sedikit berteriak. Untung saja hanya ada aku, Seohyun dan Kyuhyun di kelas.

“Kau membela Donghae? Hahaha… baru kali ini aku melihat ada yeoja yang membela Donghae mati-matian! Kau menyukai Donghae, Kwon Yuri?” ucap Kyuhyun dengan nada merendahkan. “Kalau aku menyukainya kenapa? Masalah buatmu, heh?” tanyaku. “Sudahlah… jangan berantam! Kalian ini! hanya karena Lee Donghae saja! Sudahlah… jangan bertengkar!” lerai Seohyun.

Aku menatap jijik ke arah Kyuhyun, begitu juga dengan Kyuhyun. Tepat pada saat itu, seorang namja berkaca mata masuk ke dalam kelas.

“Hae-ssi!!” teriakku senang. “Hai Yul!!” sapa Donghae sambil duduk di bangkunya yang terletak di sebelah bangkuku. Kyuhyun menatap jijik kearah Donghae. Menyebalkan!

“Oh iya, apakah sepupumu itu sudah datang?” tanya Donghae yang tetap duduk dibangkunya. Kyuhyun dan Seohyun juga masih diposisi masing-masing.

“Sepertinya belum. Biasanya mereka datang tiba-tiba… seperti 2 tahun yang lalu. Saat aku pulang sekolah, rumahku kosong… seperti tidak ada penghuni. Aku masuk kedalam kamarku dan tiba-tiba lampu kamarku mati. Lalu aku pergi keluar kamarku dan salah satu dari mereka keluar dari persembunyiannya dan hampir membuat jantungku copot. sungguh menyebalkan!” jawabku sambil bercerita tentang masa laluku.

“Hahaha…. mereka patut dicontoh! Lihat saja Yul… aku pasti akan mencontoh mereka. Apalagi kita bertemu dimalam hari. Pasti sangat seru! Aku akan keluar sebagai ghost! Hahaha…” tawa Donghae.

“Coba saja kalau berani. Kau tau? Selama ada Sehun dan Baekhyun dirumahku, kau tak akan selamat dari mereka jika kau mencoba menakut-nakuti aku” ujarku sembari mengulurkan lidahku ke arah Donghae.

“Hei! Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan dari tadi” kata kyuhyun buka mulut. “Sudahlah… kau tak akan mengerti!” ucapku. Kyuhyun mencibir kearahku. Aku hanya cekikikan melihatnya bertingkah seperti itu.

*****

                “Yuri-ya! Apa yang kau bicarakan dengan Donghae tadi? Aku sungguh tidak mengerti!” ucap Kyuhyun saat kami sedang istirahat.

Aku, Kyuhyun dan Seohyun sedang berada di kantin saat ini. “Aku tidak akan pernah memberi tahumu sebelum kau berteman baik dengan Donghae”.

“Oke! Kuakui dari hati yang paling dalam, Lee Donghae tidak seburuk yang kukira. Tapi, janji… kalau aku sudah berteman baik dengannya, kau harus memberitahuku semua yang telah terjadi antara kau dan Donghae. Oke?” ucap Kyuhyun.

“Oke” aku setuju dengan tawaran Kyuhyun. “Sudahlah… kalian ini daritadi berantem mulu… cepat makan! Nanti selesai lagi jam istirahatnya” lerai Seohyun lagi-lagi. aku dan Kyuhyun hanya menatap sinis masing-masing lalu melanjutkan makan.

“Annyeong! Boleh kami bergabung?” sapa seorang yeoja. “Annyeong Yoona-ssi, Taemin-ssi… gabung saja, makin banyak orang lebih enak” ucap Kyuhyun membalas sapaan Yoona tadi. Yoona dan Taemin segera duduk dibangku yang masih kosong. Aku dan Seohyun hanya tersenyum kepada mereka berdua.

Oh iya! Aku ada janji dengan Donghae ingin ketempat rahasia! Ya ampun, Yuri-ya! Pasti Donghae sudah lama menunggu!

“Oh, iya! Aku lupa, aku punya janji… aku permisi dulu, ya… bye!” ucapku pada Taemin, Yoona, Kyuhyun dan Seohyun. Mereka hanya menatap bingung dan menganggukkan kepala mereka tanda mereka setuju. Aku segera berlari keatas gedung sekolah ini. aku membuka pintu tempat rahasia itu. Dan benar saja, Donghae sudah berada disana.  Aku segera berlari menghampiri Donghae.

“Hae-ssi…. mianhae, aku terlambat” ucapku sambil duduk disebelahnya.

“Memang kau kira aku menunggumu?” tanya Donghae dengan nada menyebalkan. “Apa kau bilang? Ya sudah… lebih baik aku bergabung dengan Kyuhyun dan Seohyun saja lagi… wee” teriakku sambil pergi dan menjulurkan lidah kepada Donghae.

“Kau ini, tidak bisa dibawa bercanda! Tentu saja aku menunggumu! Dasar moram!” kata Donghae yang lagi-lagi dengan nada sangat-sangat menyebalkan.

“Kau juga, mau saja ditipu olehku! Mana mungkin aku turun dan begabung lagi dengan orang-orang itu. Malu! Masa, tadi aku udah cepat-cepat ninggaliin mereka aku langsung balik lagi? nggak lucu tau!” ucapku sambil kembali ke arah Donghae dan duduk disebelahnya.

“Oh” Donghae hanya menjawab singkat. Dasar menyebalkan!!!! Aku hanya bisa mencibir ke arahnya.

Dan… dimulailah pembicaraan kami sampai istirahat selesai. (Sorry readers… author lagi gak mood nulis percakapannya)

*****

                “Yuri!” teriak seorang namja dari arah belakangku. Aku segera memutar badanku untuk melihat kearah orang tersebut. Taemin. Sebenarnya aku ingin sekali lari dan mengacuhkan Taemin. Tapi, aku teringat misiku untuk menyelamatkan Donghae.

“Annyeong” sapaku saat Taemin sudah berada didepanku. “Annyeong! Mau pulang bersamaku?” sapa Taemin balik.

“Hmmm… sebenarnya sih aku mau plang bersamamu.. tapi aku sudah dijemput. Mianhae Taemin-ah” ucapku. “Hmm.. kalau begitu, nanti malam kau harus datang ke cafe lalalayeyeye, oke? Jam 19.00. aku menunggumu disana! Bye!” kata Taemin sambil pergi berlalu begitu saja.

“Oke Lee Taemin, lihat saja… kau akan menyesal berbuat jahat kepada Lee Donghae” ucapku sepelan mungkin agar orang-orang disekelilingku tidak menyangka aku sudah tidak waras lagi.

“Yuri-ssi!” ucap Seohyun sambil menepuk bahuku.

“Ne? Wae Seo?” tanyaku. “Bolehkah aku berkunjung ke rumahmu hari ini?” tanya Seohyun balik.

“Of course! Ayo… sekalian pulang denganku saja! Ayo!” jawabku senang sambil menarik tangan Seohyun ke arah mobil yang telah menjemputku. Sungguh! aku senang sekali mendengar Seoyun akan bermain ke rumahku.

Selama ini, belum ada temanku yang kuajak ataupun menawarkan diri untuk berkunjung ke rumahku. Kesepian? Tentu saja aku kesepian. Dirumah hanya ada pelayan-pelayan setiaku. Umma? Appa? Sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Mereka sering sekali pulang larut malam. Walaupun mereka tetap memperhatikan aku, tapi… tetap saja aku merasa tidak diperhatikan oleh mereka.

“Seohyunnie! Kita sudah samapai! Ayo kita masuk!” kataku riang dengan senyum lebar. Seohyun dan aku turun dari mobil dan memasuki rumahku. Aku segera mengajak Seohyun ke kamarku.

“Wah, ini kamarmu?” tanya Seohyun. “Ne” jawabku singkat. “besar kamarmu ini 2 kali lipat dari kamarku!” ucap Seohyun sambil menghempaskan tubuhnya keranjangku.

“Hahaha…. tak usah melebih-lebihkan Seohyunnie” tawaku.

“Oh iya! Baekhyun dan Sehun belum datang ya?” tanyaku pada diri sendiri. “Siapa mereka?” tanya Seohyun. “Sepupuku” jawabku.

Tiba-tiba lampu kamarku mati. Aku dan Seohyun segera keluar kamar. Dan….

“Noona!! We miss you!!” teriak dua orang namja didepanku. “Huh! Memakai trik lama lagi? tak mempan!” ucapku meremehkan.

“Ya! Apakah noona tidak merindukan kami?” kesal mereka berdua dengan wajah menyedihkan. “Untuk apa aku merindukan kalian?” ucapku masih dengan nada meremehkan.

“Noona… bbuing… bbuing…” Sehun bergaya aegyo bbuing bbuing miliknya itu. Ya ampun… anak ini…

“Hahahaha… tentu saja aku merindukan kalian!” tawaku sambil mencubit pipi Sehun dan Baekhyun.

“Hahahaha…. jurus aegyo-mu itu sangat berhasil Sehun-ah!” ucap Baekhyun.

“Oh, iya… ini Seo Hyun, teman noona… Seo, ini Baekyun dan Sehun, sepupuku” ucapku sambil memperkenalkan Baekhyun dan Sehun ke Seohyun dan Seohyun ke Baekhyun dan Sehun (?)

“Annyeong Seohyun noona” ucap Sehun dan Baekhyun bersamaan sambil menbungkukkan sedikit badannya.

“Annyeong Baekhyun, Sehun” ucap Seohyun. “Oh iya… Yuri noona! Chanyeol-ssi masih jadi tetangga kita kan?” tanya Baekhyun.

“Hm? Tidak… dia sudah pindah” jawabku. “Pindah? Kemana noona?” tanya Baekhyun lagi. “Balik papan” jawabku. “Mwo? Dia sudah… sudah… huaa!! Chanyeol-ah… kenapa kau pergi duluan? Tega-teganya kau meninggalkan aku didunia ini sedangkan kau di dunia lain… huhuhuhu” teriak Baekhyun.

Aku memasang tampang bingung. Dia sudah gila. “hei hei hei… kau kenapa? Huh” tanyaku pada Baekhyun.

“Noona bilang Chanyeol pindah ke balik papan… itu artinya Chanyeol sudah… dead!” jaab Baekhyun.

“Kau ini seperti anak kecil! Dia pindah ke Indonesia, tepatnya di kota Balik papan… bukan mati, babo!” ucapku dengan nada kesal. “Wah! Syukurlah!!” teriak Baekhyun kegirangan.

Kurasa anak ini memang sudah benar-benar tidak waras. “Yuri noona… biarkan saja, dia memang sudah tidak waras. Dia bilang dia sangat merindukanmu, sampai dia menjadi gila seperti ini. menggelikan” ucap Sehun santai sambil menatap jijik ke arah Baekhyun.

“Ne, ne… i know that…” ucapku. “Hm… Yuri-ah, sepertinya aku sudah dijemput Kyuhyun, aku pulang dulu ya… bye!” kata Seohyun.

“Mwo? Cepat sekali…” ucapku . seohyun hanya tertawa. Aku, Baekhyun dan Sehun ikut mengantar Seohyun sampai ke mobil yang dikendarai Kyuhyun. Sebenarnya aku malas bertemu Kyuhyun, tapi tidak sopan bila membiarkan Seohyun tidak diantar sampai mobilnya.

“Annyeong Yuri-ssi!!” sapa Kyuhyun didalam mobilnya. “Diam!” bentakku sambil memalingkan mukaku dari Kyuhyun.

“Masih marah? Ya sudah… siapa yang peduli denganmu?” ucap Kyuhyun meremehkan. “Sudah kubilang, kan? Kau diam saja… jangan berbicara denganku sebelm kau menjadi teman baik Donghae dengan tulus. Mengerti?” ujarku dingin.

“Oke, kau kira aku mau berbicara denganmu? Membosankan!” ucap Kyuhyun. “Hei! Kau kira kau tidak membosankan? Dasar menggelikan!” aku masih saja tidak menatap wajahnya.

“hmm… annyeong! Aku Baekhyun dan ini Sehun… kami sepupu Yuri noona, salam kenal… hyung” ucap Baekhyun dengan senyum manisnya.

“Baekhyun… jagan menyapa orang sok dan egois seperti dia” ucapku datar tanpa ekspresi.

“Annyeong Baekhyun-ssi, Sehun-ssi… Kyuhyun imnida. Jangan dengarkan noona kalian itu ya… aku ini orang baik, imut, dan ganteng. Sedangakan noona kalian, yeoja jahat, tidak imut dan jelek, mengerikan!” kata Kyuhyun yang memamerkan senyum evil menjijikkan khas miliknya itu.

“Hahaha… Kyuhyun-hyung lucu sekali” tawa Baekhyun dan Sehun bersamaan. “Aku memang unyu” ucap Kyuhyun dengan nada menjijikkan.

“Tapi…” kata Baekhyun dan Sehun berbarengan dengan nada menyeramkan membuat susana menjadi sangat mencekam. “kau harus tau prinsip kami… Jika ada oranag yang mencela Yuri noona kami sekali saja, maka bersiap-siaplah… hidup orang itu tidak akan selamat” sambung Baekhyun dan Sehun bersamaan. dan saat itu juga Kyuhyun memasang muka kesal dan memerintah Seohyun langsung masuk ke mobil dan pergi begitu saja.

“Hahaha… kalian memang sepupu terbaik yang pernah ada… thanks! I love you two so much!” tawaku sambil mengacak-acak rambut mereka berdua. Kami bertiga segera masuk ke rumah dan duduk di sofa ruang keluarga dan menghidupkan TV.

“Yuri noona..” panggil Sehun saat sedang menonton TV. “Ne? Waeyo?” tanyaku. “Seo noona… cantik ya” ucap Sehun dengan muka mulai memerah. Ya ampun.

“Kau suka dengannya Sehunnie?” tanyaku. “Sepertinya” jawab Sehun dengan nada melu-malu.

“Hahaha… kau tetap menyukainya walaupun oppanya musuh Yuri noona? Sepupu macam apa kau ini?” ucap Baekhyun dengan nada meremehkan.

“Hahaha… sudahlah Baekki, walaupun oppanya seperti itu, tapi Seo lembut dan manis.” Ucapku sambil menepuk bahu Baekhyun. “Ne, aku tau noona…. tapi bagiku, Yuri noona adalah orang terlembut dan termanis bagiku, hehehe” kata Baekhyun.

“Kau ini… mau menggobali noonamu sendiri? Tidak waras!” ucapku. “Hahaha… aku serius noona, soalnya tidak ada yeoja lain yang dekat denganku selain noona. Jadi yeoja yang tercantik terlembut dan termanis bagiku adalah noona. Kalau aku menyukai yeoja lain, posisi noona sebagai yeoja termanis akan tergantikan” ucap Baekhyun.

“YA! Baekki! Berhenti berbicara seperti itu! Kau tau? Itu sangat menjijikkan bagiku!” teriakku sambil mencubit hidungnya.

“Hahaha… ne noona, aku hanya bercanda” tawa Baekhyun meledak.

“So, kalian akan sekolah dimana?” tanyaku.

“Di sekolah noona!” jawab mereka bersamaan. seperti anak kecil.

“Wah… good!” teriakku sambil bertepuk tangan kegirangan. Kurasa aku sudah seperti orang gila.

“Oh iya, Baekki… Sehunnie, nanti malam aku akan traktir kalian! kita ke cafe lalalayeyeye” ujarku. “Wah! Gomawo noona! Noona is the best!!” kata mereka. Oh iya, by the way… aku akan hanya tinggal bertiga dengan Baekki dan Sehunnie selama beberapa bulan kedepan. Soalnya orangtuaku sibuk di luar kota. Menyedihkan!

Tiba-tiba I-phone ku berbunyi. Aku tak kenal nomor ini. siapa ya? Aku mengangkatnya.

“Annyeong Yuri-ssi… ini aku Taemin, jangan lupa nanti malam! Ku tunggu kau di cafe lalalayeyeye jam 19.00, jangan sampai lupa!” ucap orang yang menelepon. Ternyata Taemin.

“Kau dapat nomorku dari mana?” tanyaku sinis. “Kau tak perlu tau! Oke, jangan lupa! Bye” jawab Taemin. “oke, bye… oh ya, kau masih dirumah?” ucapku masih sinis. “Ani.. aku sedang di jalan” jawab Taemin. “Oh oke” Menyebalkan!

Ini semua pasti ulah Lee Donghae. Dia pasti memberikan nomorku pada Taemin. Ya! Lee Donghae… kau menyebalkan!!!!

“siapa noona?” tanya Sehun. “Tidak… hanya teman” jawabku sambil tersenyum.

“Baekki, Sehunnie… tunggu sebentar ya, noona keluar dulu” ucapku. “Ne noona” ujar mereka.

Aku pergi keluar rumahku dn berjalan kearah halam rumahku yang berada disebelah kamar Donghae. Aku melihat jelas bahwa Donghae sedang berada di kamarnya. Saat yang tepat untuk memarahinya.

“Hae-ssi!!” teriakku sekeras-kerasnya agar Donghae melihat ke arahku. Dan hanya dalam satu kali teriakan, Donghae langsung melihatku dengan tatapan seperti ‘kau ini kenapa? Sudah tidak waras?’

“Aish… Yuri-ah! kenapa kau teriak-teriak seperti orang gila?” omel Donghae sambil membuka kaca jendelanya dan keluar dari kamarnya melalui jendela itu.

“Kau… pasti kau yang memberi nomorku pada Taemin!” ucapku. “Ani! Bukan aku! Kenapa kau menuduhku?” kata Donghae yang tidak mau disalahkan.

“Karena disekolah itu… yang tau nomorku Cuma kau!” jawabku dengan nada benar-benar kesal.

“Ani! Bukan aku pelakunya! Aku tidak tau apa-apa Yul! Aku tidak pernah memberi nomormu ke orang lain! Suer!” kata Donghae menyakinkanku.

“Kalau bukan kau, siapa lagi?” tanyaku bingung. “Ah! yuri-ya! Aku tau! Kau tau Kai? Kim Jong In? Kau tau kan? Dia pernah memaksaku untuk memberikan nomor mu, tapi aku tidak memberi taunya. Lalu dia langsung mengambil handphone ku dan mencatat nomormu. Aku yakin pasti dia yang memberi Taemin nomormu. Dia dan Taemin sudah bersahabat sejak kecil” ucap Donghae.

“Mwoya? OMO! Kenapa bisa jadi seperti ini? kau Taemin… kau harus mengahpus nomorku dari HP Taemin. Kalau tidak, kau pasti menyesal!” teriakku. Memang aku sangat terlihat seperti orang tidak waras.

“Ne… aku akan menghapusnya Yuri-ssi, karena ini memang salahku. Mianhaeyo” ujar Donghae lirih. “Sudahlah Donghae… kau tidak akan menyesal bila tidak menghapusnya. Aku hanya bercanda. Jangan sedih!” ucapku sambil menepuk-nepuk bahunya pelan. Ya! Yuri babo! Kau terlalu emosi!

“Thanks Yuri-ah… oh iya! Apakah sepupumu itu sudah datang?” tanya Donghae. “Ne, mereka sedang menonton TV di ruang keluarga” jawabku.

“Siapa bilang? Yang benar adalah… kami sedang menonton kalian di halaman” ucap seorang namja yang kuketahui itu adalah Sehun. “YA Sehun! Kau ini polos sekali… padahal kita sudah diam-diam tadi, tapi kau menghancurkan semuanya! Babo!” teriak Baekhyun kesal.

“Ah! annyeong, Donghae imnida” sapa Donghae. “Annyeong… Sehun imnida” kata Sehun dan begitu juga dengan Baekki.

“Kalian sepupu Yuri?” tanya Donghae. “Ne” jawab mereka singkat!. “Ya! Anak-anak nakal! Darimana kalian belajar menguping pembicaraan orang? Huh?” teriakku.

“Mianhae noona, noona tau sendiri, kan? Kami tidak akan membiarkan noona mendapat masalah. Jadi, semua masalah yang noona punya, kami harus tau!” ucap Sehun polos.

“Sudah, jangan berlebihan! Lain kali, jangan lakukan itu lagi! kau kalian melakukannya lagi, aku akan membenci kalian seumur hidupku” ujarku yang diselingi dengan anggukan kecil Baekki dan Sehun.

“Yuri-ya! Kau galak sekali dengan anak-anak manis ini” ucap Donghae. “Seperti itulah aku, Lee Donghae… oh ya, nanti malam, tunggu telfonku baru kau datang ya…” ucapku. “Oke” Donghae menyetujui.

Donghae masuk kedalam rumahnya. Begitu juga aku, Baekhyun dan Sehun.

*****

Jam menunjukkan pukul 18.00. aku, Baekhyun dan Sehun sudah siap untuk pergi ke cafe lalalayeyeye. Kami segera masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Baekhyun. Tak lama, kami sampai di cafe lalalayeyeye.

Ada SMS masuk.

To: Yuri

From: Taemin

Yuri-ssi… aku sudah menunggumu di meja nomor 9, cepat ya

Taemin

Aku segera mencari meja nomor 9. Dan benar saja, Taemin sudah duduk disana. Aku mengajak Baekhyun dan Sehun ke arah Taemin.

“Annyeong Taemin-ah… sudah lama menunggu?” sapaku dengan memamerkan senyumku.

“Annyeong Yuri-ssi! Silahkan duduk….” sapa Taemin balik. Aku, Baekhyun dan Sehun segera duduk di bangku yang telah disediakan.

“Wait! Kau membawa dua namja! Seharusnya kau datang sendiri Yuri-a” ucap Taemin.

“Hei, kau tidak bilang kalau aku harus datang sendiri. So, aku bawa saja dua orang ini. bukan salahku Lee Taemin” ucapku dengan nada yang dibuat-buat. Ayo Lee Taemin. Ini baru permulaan. Masih banyak permainan lain yang akan kau rasakan.

TO BE CONTINUED

Balik lagi dengan my angel part 2 nya

Gimana? Garing? Of course ini sangat garing

FF gaje

Oke, happy reading

RCL please

11 responses to “My Angel (part 2)

  1. ChanYeol pindah ke BalikPapan??? lol sumpah ngakak mbacanya…. >o< ngapain disana coba??? ckck

    SeHun ma Baek kya jadi nyamuk gitu, ngikut noona nya trus… ckck

    jangan-jangan TaeMin nge-stalk Yuri yya? bisa tau nomernya gitu… hmm… ya kan? ya kan? #plakk

    btw keren thor… kocak beud… #lebay

    ditunggu next chapnya… 😀

  2. wkwkwkwk… ngakak thor baca nama cafenya… hahaha
    critanya masih belum ketahuan konfliknya thor.. mian 😀
    hehehhe

  3. wow, nama cafenya panjang juga ya? hohoho 😀
    btw itu rencana yuri apa ya? penasaran deh..
    dan itu baek-hun beneran dah, sepupu yg edan tapi smoga aja bisa bantu rencana yuri jg..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s