SEVEN YEARS OF LOVE [SHINEE’s LOVE SERIES : TAEMIN]

Author : @joovirginiaaa

Casts : Lee Taemin, Jong Rin Tae, Park Yun Hae

Support casts : SHINee members

Length : one shoot

Genre : Romance

Disclaimer : this fanfic belongs to ME, the casts belong to GOD! ;;)

Annyeonghaseyoooo readers! ini ff yang baru aku bikin kemaren soreee~ mianhae kalau jelek yaa hihi aku buat sesusahpayahku loooohhh *apaurusanamareaders?*

hehehe, please read like comment yaa!!! 😀 ini SHINee’s love series : TAEMIN, nanti aku mau buat untuk KEY JJONG MINHO sama ONEW yaa 😀 untuk JJONG aku udah ketemu pasangannyaa, ada yang mau request pasangan sama KEY MINHO atau ONEW? kalau mau comment ya! nanti aku pasangin deh :p

Mencintaimu mungkin adalah kesalahan terbesar bagiku, namun aku akan tetap menunggumu walau kau tetap menunggunya.

Taemin’s POV

Yunhae, bagaimana kabarmu? Kau sedang apa? Aku yakin, kau masih di sebelahkukan? Aku mencintaimu Yunhae, maafkan aku karena pernah menyakitimu, Yunhae, aku benar-benar mencintaimu. Kembalilah padaku..

“DORR!” Jjong hyung mengagetkanku.

“Ah, hyung..” jawabku asal.

“Kau sedang melamun apa? Yunhae?” Jjong hyung menyebutkan nama itu, yeoja yang sangat kurindukan.

“Eum..”

“Sudahlah Taemin,iasudah meninggal, mau sampai kapan kau mengingatnya?” Jjong hyung menepuk punggungku pelan. Kata-katanya membuatku sakit.

“Ia belum meninggal hyung! Ia masih ada di sebelahku, aku tahu itu! YakanYunhae?” aku menengok ke sekelilingku. Aku yakin, Yunhae sedang memperhatikanku, dan aku yakin ia belum meninggal, aku percaya itu!

“Taemin, aku serius, sebentar lagi kau akan gila apabila kau seperti ini terus” Key hyung duduk di sebelahku dan menasehatiku.

Mengapa semua tidak ada yang mempedulikan perasaanku? Yunhae belum meninggal, yakansayang? Kau masih adakan?

“Taemin, tolong jangan begini terus, kami tahu perasaanmu, tapi aku tidak mau kau seperti ini” Onew hyung ikut menasehatiku. Mengapa sih semua tidak ada yang percaya bahwa Yunhae masih hidup? Aku yakin saat itu hanyalah mimpi!

Flashback

22 May 2011

“Taemin! Taemin!”  teriakan seseorang dari luar dorm. Siapa yang malam-malam seperti ini menggedor pintu dorm? Tak tahukah ia bahwa kami baru saja sampai?

“Ne,ne” aku membuka pintu dorm. Kulihat ahjumma didepanku, sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi dimana ya?

“Taemin, kudengar, kau adalah.. namja dari anakkukan?” ahjumma itu melihatku dengan tatapan yang tidak bisa kumengerti. Namja dari anaknya?

Apakah ia.. eomma Yunhae? Tapi mengapa wajahnya tidak mirip dengannya?

“Ahjumma, adalah eomma Yunhae?”

“Ne, kita sudah tidak ada waktu, cepat bantu saya!” ia menarikku keluar dorm. Hyung-hyungku melihatku dengan bingung. Aku hanya mengangguk pelan dan segera mengikuti eomma Yunhae. Rumah Yunhae memang tidak begitu jauh dari rumahku. Tidak lama kami pun sampai ke rumah Yunhae. Tapi, dimana Yunhae?

“Tolong Taemin, cepat bawa Yunhae ke rumah sakit!” ahjumma meminta tolong padaku. Yunhae? Ke rumah sakit? Apa yang terjadi?

Lagi-lagi ahjumma menarikku , sekarang menuju kamar mandi. Pintu kamar mandi terbuka dan..

YUNHAE?!

Aku segera menggendongnya dan berlari ke luar, eomma Yunhae pun masuk ke mobilnya dan aku masuk ke belakang.

Eomma Yunhae segera mengendarai mobil menuju Rumah Sakit.

Yunhae? Apa yang kau lakukan?!

Kulihat pergelangan tangannya yang penuh darah, Yunhae, mengapa kau lakukan ini? Apa kau sudah tidak mau bersama denganku?!

-MINNAMHOSPITAL

Yunhae segera dilarikan ke ruang ICU, aku pun mengikutinya namun dicegah sampai depan pintu ICU.

“Maaf, keluarga pasien silahkan tunggu diluar”

Aku dan eomma Yunhae memutuskan untuk menunggu di depan.

“Ahjumma, bisa aku tahu mengapa Yunhae melakukan ini?” tanyaku pelan.

“Kau masih bertanya huh?” ahjumma melotot padaku.

Apakah ini salahku?

“Kau.. sebenarnya daritadi.. aku ingin memarahimu! Kau tahu? Kau penyebabnya melakukan bunuh diri! Kalau kau mau tahu, aku tidak pernah setuju Yunhae pacaran denganmu! Kau adalah artis dan kau pasti tak punya waktu untuknya! Kau hanya akan mempermainkan perasaannya, sampai terjadi sesuatu dengan Yunhae, aku tidak akan memaafkanmu!” ahjumma berteriak di lorong rumah sakit.

Semuanya.. terjadi karenaku? Apakah aku terlalu sibuk sehingga melupakannya?

“M..mianhae ahjumma, karenaku?”

“Ne! kau lihat ini!” ahjumma menyerahkan sebuah buku diary. Tampaknya ini diary milik Yunhae.

10 December 2009

Wah! Ini hari pertama aku bertemu dengan namja, dan namja ini mirip sekali dengan Taemin  SHINee, atau mungkin memang dirinya? Aku berharap lain kali bisa bertemu dengannya dan berkenalan dengannya! Aku sungguh senang hari ini diary, aku bertemu dengannya di sebuah toko buku, aku tak sengaja menabraknya dan dengan santainya, ia hanya melewatiku. Tapi aku senang, aku bisa bertemu dengannya. Doakan aku ya diary, pasti aku akan mendapatkannya!

25 December 2009

Hari ini adalah hari natal, dan aku pergi ke gereja. Hari ini aku sungguh bersyukur! Tahukah kau diary? Aku bertemu lagi dengan namja itu! dan ternyata ia memangTaemin SHINee,iamengenaliku saat aku berjalan didepannya. Ia berkata ‘Kau.. yang waktu itu menabrakku di toko bukukan?’ ternyata ia masih ingat diary! Aku tak menyangka, kupikir ia benar-benar tidak melihatku! Diary, biarkan kebahagiaan ini berlanjut ya.

31 December 2009

Diary, sepertinya aku benar-benar berjodoh dengannya! Aku bertemu untuk yang ketiga kalinya dengan Taemin oppa di taman hari ini, kata eomma, taman ini adalah tempat dimana ia melahirkanku. Senang sekali rasanya, ia mengajakku berkenalan. Tidak kusangka artis sepertinya bisa mengajakku berkenalan. Aku sungguh senang! Ia meminta nomor handphoneku! Tapi sampai saat ini ia belum juga menghubungiku, padahal sekarang jam 11.00 ya? Tapi yasudahlah, mungkin besok ia akan menghubungiku, aku harus optimiskan?!

01 January 2010

Hari ini adalah tahun baru, seperti harapan ku kemarin, Taemin benar-benar menghubungiku! Aku benar-benar, berkenalan dengan Taemin SHINee! ^^ aku tidak tahu bagaimana harus mengucapkannya diary, tapi aku sungguh senang! Kuharap aku bisa semakin dekat dan menjadi pacarnya *aku tahu ini hanya mimpi. Good night diary! Aku harus tidur sekarang, eomma telah marah!

10 December 2010

Apa kabar diary? Sudah lama sekali aku tidak menulis diary. Maaf diary, bukannya aku sombong atau tidak ingat padamu, aku selalu ingat padamu, kaukansatu-satunya yang tahu semua rahasia dan masalahku, tapi diary, aku benar-benar senang! Aku benar-benar telah dekat dengan Taemin oppa, bahkan hari ini, ia mengajakku untuk berpacaran, dimana hari ini tepat satu tahun aku berkenalan dengannya, ia ingat juga diary! Aku sungguh senang! Sudah dulu ya diary, love you!

10 May 2011

Diary, sudah hampir setengah tahun aku tidak menuliskan cerita apapun di atas kertasmu, maafkan aku diary, aku benar-benar sibuk, diary, sebentar lagi ulang tahunku tiba, kau masih ingatkan? Aku ulang tahun tanggal 20 May! Aku harap, Taemin oppa tidak lupa seperti tahun-tahun sebelumnya, ia pacarku tapi lupa pada ulang tahunku, ckckck! Tapi tak apa, aku tetap menyayanginya. Oh ya diary, eomma tidak setuju hubunganku dengannya, apa yang harus kulakukan? Aku sungguh bingung diary! Tolong beri aku petunjuk!

12 May 2011

Lagi-lagi eomma memarahiku, mengapa eomma tidak suka aku berpacaran dengan Taemin oppa? Mengapa ia seperti ini? apakah ia tidak senang aku memiliki pacar? Aku sungguh mencintai Taemin oppa! Walaupun Taemin oppa sering tidak menghubungiku, tapi aku tetap mencintainya..

18 May 2011

Diary, sudah 6hari Taemin tidak menghubungiku, apa ia sudah melupakanku? Apa ini yang  eomma maksud mengapa ia tidak menyetujuiku dengan Taemin oppa? Apa Taemin oppa sudah memiliki yeoja baru? Banyak artis yang cantik, tidak sepertiku hanya yeoja jelek yang beruntung bisa mendapatkannya.

20 May 2011

Hari ini adalah hari ulang tahunku, sekarang aku berumur 18 tahun menurut umurKorea, Taemin oppa belum juga menghubungiku, apa ia terlalu sibuk? Atau ia lupa lagi dengan ulang tahunku? Sms ku sampai sekarang belum dibalas, padahal aku sungguh menginginkan ucapan darinya.

21 May 2011

Aku rasa aku sudah tidak ada gunanya lagi di dunia ini, Taemin oppa menghubungiku dengan jawaban pendek. Sepertinya ia sudah benar-benar lupa bahwa aku adalah pacarnya, mungkin eomma benar, aku memang tidak pantas dengannya, mungkin aku terlalu berharap banyak padanya. Diary, aku sungguh mencintainya, jika aku pergi, tolong katakan padanya aku mencintainya.

22 May 2011

Ini sudah pukul 09.00 PM, diary, aku ingin pamit padamu, aku sudah benar-benar tidak berarti lagi baginya. Aku tahu ia sibuk, tapi aku tidak bisa seperti ini, biarlah kau sampaikansuratini untuknya ya.

To : My Taemin Oppa ^^

Hey Taemin oppa, apa kabar? Apakah kau lupa padaku? Aku selalu disini loh untukmu ^^

Aku benar-benar mencintaimu, kalausuratini sampai padamu, mungkin aku sudah tiada, atau mungkin aku kritis?

Hihihi, maafkan aku oppa, aku tidak sanggup seperti ini terus.

Kau sungguh lupa padaku sepertinya, dan juga eommaku tidak setuju.

Jadi lebih baik, aku miliki mu dari dunia yang berbeda, sehingga tidak ada yang bisa memisahkan kita ^^

I love you Taemin oppa 🙂

NB : Eomma, kalau eomma menemukan tulisan ini, itu berarti aku telah tiada, jangan marah pada Taemin oppa ku ya eomma, aku benar-benar mencintainya, dan tolong sampaikan surat ini pada dorm Taemin oppa, alamatnya terlampir dibelakang, I love you eomma, Taemin oppa ^^

Air mataku menetes pelan. Aku tidak sadar bahwa selama ini sms dari Yunhae hanya kubaca dan lupa kubalas. Apa yang harus kulakukan? Ia benar-benar melakukan ini semua karenaku. Seharusnya aku yang mati!

“Ingat ya, sampai terjadi sesuatu dengan anakku, aku tidak akan pernah memaafkanmu!” eomma Yunhae menyadarkanku.

“M..mianhaeyo ahjumma, jeongmal mianhaeyo” aku berlutut di hadapannya.

Seketika ruangan ICU terbuka, dokter pun keluar dengan raut wajah yang sudah kumengerti.

“Maaf, kami sudah melakukan semaksimal kemampuan kami, tapi kalian sudah terlambat membawa ke rumah sakit ini, jika kalian membawanya lebih cepat lagi” dokter itu menggeleng pelan kemudian berjalan melaluiku. Aku memaku, tepat didepan pintu ICU. Sementara eomma Yunhae segera masuk melihat anaknya.

Yunhae, kau bercanda kan?  Yunhae, kumohon!

PLAAAK!

Sebuah tamparan mendarat di pipiku. Tapi rasa perih itu tidak seperih rasa sakit hati ini.

“Kau, jangan pernah lagi kau muncul di hadapanku! Kau pembunuh anakku! Aku benci kau!” eomma Yunhae mengusirku, mendorongku untuk segera pergi.

“Izinkan aku untuk melihat Yunhae, ahjumma” aku berlutut di hadapannya. Ia menendangku.

“Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah biarkan kau melihat Yunhae lagi, kau pembunuh! Pergi kau!” eomma Yunhae sekali lagi mengusirku.

Yunhae, mengapa kau meninggalkanku? Ini sungguh salahku, jika aku tidak sibuk, kau tidak akan seperti ini, Yunhae, kumohon kembalilah..

-Flashback end-

Dan sekarang mimpi itu telah kembali terngiang di kepalaku.

Taemin babo! Yunhae memang sudah meninggalkanmu! Dan dia, dia meninggal karenamu!

Ah, aku benar-benar juga harus meninggalkan hidupku!

“Taemin, kau mau kemana?” aku mengacuhkan Minho hyung dan keluar dari dorm.

Aku berjalan menuju Seoul Bridge, tempat ini, tempat aku dan Yunhae makan es krim bersama, dan tempat kami selalu bersama.

Rintae’s POV

Ah, mengapa cuaca sangat panas? Benar-benar panas! Rasanya tadi aku kedinginan. Kalau saja aku tidak di luar rumah, mungkin saja aku akan mengganti pakaianku! Kulihat seorang namja, ingin melompat dari Seoul Bridge!

Ah, apa namja itu sudah gila? Dan mengapa tidak ada satu orangpun yang melihatnya?

Aku segera berlari menuju namja itu. aku memeluknya kuat dari belakang.

“Yunhae? Aku tahu kau kembali!” ia segera berbalik tanpa melihatku dan memelukku.

Yunhae? Apa namja ini sudah benar gila?

“Ya! Lepaskan! Apakah kau ingin mencuri kesempatan?” ia segera melepas pelukannya dan melihatku dengan tatapan sinis.

“Siapa kau?” katanya, sungguh sinis. Ia, bukankah ia Taemin SHINee?

Mengapa, idolaku ada di depanku dan.. ingin mencoba bunuh diri?!

“A..aku..”

“Sudahlah, aku tidak perlu tahu siapa dirimu, pergi kau, dan jangan coba untuk dekatiku!” ia ingin mencoba untuk bunuh diri lagi, aku menariknya kuat-kuat.

“Taemin op..” ia membekap mulutku kasar.

“Jangan teriakkan namaku disini!” ia menarikku pergi dari Seoul Bridge, kemanakah ia ingin membawaku pergi?

Tapi baguslah, setidaknya daripada ia melakukan bunuh diri, aku tidak bisa membayangkannya, betapa aku mencintainya dan idolaku meninggal, tepat didepanku. Ia membawaku ke sebuah taman, ia mengambil kacamata hitamnya dari dalam tas dan memakainya, juga topi rajut yang unik, terdapat inisial TY di topi rajut tersebut.

“Jangan pernah katakan pada siapapun bahwa aku ingin melakukan bunuh diri..”

Wajahnya tepat di depan wajahku dan matanya menatapku tajam di balik kacamata hitamnya.

“B..baiklah” jawabku gugup.

“Eum.. aku punya sebuah ide..” katanya dingin.

“Ne?”

“Maukah kau menjadi yeojaku?” Taemin oppa mengajakku berpacaran? Apa aku tidak salah mendengar? Bahkan ia belum mengetahui siapa namaku, juga baru bertemu denganku kurang dari 1 jam!

“O..oppa… kau sudah gila?” tanyaku heran.

“Tidak, aku benar-benar serius, maukah kau menjadi yeojaku?” ulangnya. Tidak ada keraguan sedikit pun dari nadanya. Apa ia benar serius? Ah tidak mungkin! Kami benar-benar baru beberapa menit berkenalan!

“Ta..tapi..”

“Kau suka padaku kan? Aku tahu dari pertama kau melihatku tadi..”

“T..Tapi..”

“Kau mau atau tidak?” desaknya.

Menjadi pacar Taemin oppa? Idolaku? Aku akan berpacaran dengan namja yang kusukai dari tiga tahun lalu? Dari ketika aku berumur 15 tahun?

“N..ne”

“Daritadi menjawab seperti itu apa susahnya?” tanyanya kesal. Aku menunduk.

“M..mian oppa”

“Ayo cepat ikut aku” Taemin oppa segera pergi meninggalkanku.

Inikah namja yang baru saja kuterima jadi pacarku?

Aku mengikutinya, berlari kecil untuk menyeimbangi langkahnya.

“Oppa, jangan terlalu cepat, kau mau kemana sih?”

“Jangan banyak bicara, ikut saja” ternyata ia menuju sebuah restoran, ia pun masuk diikuti olehku, kami duduk di pojok ruangan, restoran ini sedang tidak ramai sehingga hanya kami berdua yang ada di dalam restoran.

“Ahjussi, aku pesan seperti biasa” Taemin oppa berkata pada salah satu pelayan yang sudah tua. Sepertinya mereka sudah mengenal baik, ahjumma itu mengangguk tanda mengerti dan segera menuju dapur.

“Jangan terlalu bangga karena aku menjadikanmu pacarku, aku hanya ingin kau menemaniku” kata Taemin oppa, dan lagi-lagi dengan nada datar dan wajah tanpa ekspresi.

“Ne” aku menunduk. Sepertinya aku hanya yeoja kurang beruntung, aku bertemu dengan idolaku dan aku diperlakukan seperti ini, seharusnya aku membencinya, tapi mengapa aku tidak memutuskannya? Mengapa aku senang?

“Dan oh ya, jangan sekali-kali menyukaiku, sebab kau hanya pelarian untukku, ah, lebih baik kalau kita membuat kontrak” ia mengeluarkan secarik kertas dan menuliskan sesuatu. Bahkan ia telah berkata bahwa aku hanya pelariannya dan aku tidak marah? Sebodoh itukah diriku?

“Ini, kau harus baca” tepat setelah ia menyerahkan kertas itu, makanannya datang.

“Baiklah, aku ingin makan, segera baca kontrak itu dan tandatangan sementara aku makan, jangan lama ya karena aku tidak pernah makan lama”

SURAT PERJANJIAN

1.. Kau harus selalu menemaniku kemanapun aku pergi TANPA PROTES.

2.. Kau hanya PACAR KONTRAK.

3.. Setelah ini, aku akan membebaskanmu dan tidak akan pernah mengganggumu

4.. Tidak boleh ada orang yang tahu selain kami berdua.

5.. Apapun yang terjadi jika tidak sesuai 7 TAHUN, yang bisa memutuskan kontrak ini HANYALAH AKU

Tandatangan :

Lee Taemin                                                                                                   (Tulis namamu dan ttd)

Aku segera menulis namaku dan menandatangani surat perjanjian itu. Betapa bodohnya diriku! Selamat ya Rintae! Mulai sekarang kau akan menjadi pacar Lee Taemin, seperti impianmu biasanya!

Taemin oppa merebut kertas itu dariku, ia melihatnya dengan satu alis terangkat.

“Jadi namamu Jong Rin Tae” ia mengangguk-angguk.

“Ne..”

“Okay, sehabis ini temani aku ke club”

“Club? Tapi..”

“Kau sudah baca kontrak atau langsung mendatangani sih? Tidak baca? Aturan pertama, TANPA PROTES” teriaknya kesal.

“Ne, ne, mian..” aku menunduk. Ternyata Taemin oppa yang asli sungguh berbeda dengan sifat yang dijabarkan oleh Wikipedia dan kawan-kawannya. Taemin oppa memang sungguh terlihat polos, namun pribadinya sepertinya sangat keras.

Taemin oppa melipat surat perjanjian kami dan memasukkannya ke dalam sakunya.

“Ahjussi, aku sudah selesai, ini 25000 won, ambil saja kembaliannya seperti biasa” Taemin oppa segera berdiri dan keluar dari restoran, lagi-lagi, ia meninggalkanku seenaknya.

Apakah aku adalah patung baginya?

“Ya! lambat sekali kau ini!” ia menarikku ke pinggir jalan. Aku mendengus kesal.

“Aku tahu, aku ini hanya pacar kontrakmu, walaupun aku mengidolakanmu, dan aku senang bisa berkenalan denganmu, bukan berarti kau bisa seenaknya” aku berhenti sebentar, nafasku tersengal karena asmaku mulai kambuh. Satu alisnya terangkat, ia menatapku seakan-akan aku adalah orang aneh.

“Aku memang menyukai Lee Taemin, tapi yang kubaca dari internet adalah kau namja yang polos dan baik, tidak seperti ini. Mengapa kau jadi pemaksa dan jahat? Kau sama sekali bukan seperti Lee Taemin, atau jangan-jangan.. kau adalah salah satu fans nya dan merubah dirimu seperti dia?!” aku meneruskan kalimatku, Taemin oppa terlihat terperangah dan mengatupkan rahangnya keras-keras.

“Peduli apa kau soal perubahanku? Kau senang karena berpacaran dengan Taemin SHINee kan? Sudah cukup bukan? Tak perlu menanyakan apapun tentang diriku, aku berubah dengan suatu sebab yang tidak akan pernah kuceritakan kepada siapapun, apalagi kepada dirimu, yeoja kontrakku..” ia mendekatkan wajahnya padaku, menatap mataku lekat-lekat. Ada sinar kemarahan dalam matanya. Gawat, apa yang harus kulakukan?

“Mianhae, aku tidak akan pernah menanyakannya lagi..” jawabku sambil menunduk. Wajahnya masih berada di depan wajahku. Eottohke?

“Bagus, yeoja baik, sekarang aku ingin pulang, kau harus ikut denganku..” katanya sambil menarikku.

“I..ikut denganmu? Maksudmu, ke dorm SHINee??!” tanyaku kaget.

“Ssssst! Mulutmu ember sekali sih! Jangan berteriak! Kau ingin semua orang tahu bahwa aku adalah Taemin SHINee?”

“Mianhae, baiklah, aku tidak akan berbicara lagi”

“Baguslah, sekarang kau diam dan mengikutiku saja” Taemin oppa menarikku.

Aku mengikutinya dalam diam. Ia memandu jalanku, aku akan tinggal di dorm SHINee???

Tak terasa hari semakin sore, aku mulai lelah berjalan. Ternyata dorm SHINee jauh sekali dari apartmentku, oh ya! bagaimana kalau eomma menelpon ke apartmenku dan aku tidak ada disana? Aku menepuk jidatku, bodoh sekali diriku!

DUKKK!

Aku tak sadar telah melamun sehingga saat Taemin oppa berhenti, aku menabraknya dan ia terjatuh.

“K..Kau tak apa?” tanyaku pelan. Matanya menatap kesal padaku.

“Kau ini, benar-benar.. haish, menyebalkan!” ia berdiri dan membersihkan pakaiannya yang kotor. Baru pertama hari bertemu, aku sudah pacaran dengannya dan ia sudah sebal padaku, sepertinya hari ini benar-benar gila!

DUAAAKKKKK!

Aku terjatuh dari tempat tidur, hah? Ini semua hanya mimpi?

Jadi aku tidak bertemu dengan Taemin oppa? Jadi aku tidak berpacaran dengannya dan tidak bertemu dengannya? Jadi, Taemin oppa benar-benar tidak jahat? Tapi, mengapa mimpi itu begitu jelas bagiku? Mimpi di saat tidur siang memang benar-benar aneh!

KRINGGGG!

Wah, baru saja bangun tidur, sudah ada yang meneleponku.

“Yoboseyo?” jawabku sambil menguap.

“Nia! Darimana saja kau? Daritadi papa meneleponmu, mengapa tidak ada yang mengangkat?” teriak papa dari sebrang sana. Wah, papa meneleponku dari Jakarta, pasti sungguh mahal biayanya!

“Daritadi Nia tidur Pa, mimpinya seru sekali jadi tidak mendengar suara telepon, maaf Papa”

“Tadi saat kau mengangkat teleponku, kau ucapkan apa sih? Yo..se..yoseboyo?” tanya papa heran. Aku tertawa keras.

“Yoboseyo Pa, itu artinya hello dalam bahasa Korea”

“Wah, sekarang anak papa kuliah di Korea sudah pintar bahasa Korea, baiklah, papa hanya khawatir denganmu, yasudah, teleponnya mahal, bye” papa menutup sambungan telepon. Aku menggeleng pelan, ada-ada saja papa ini.

Ah, sungguh panas, ada baiknya aku mandi terlebih dahulu kemudian menuju Seoul Bridge.

13.30 PM Seoul Bridge

Aku melihat keadaan sekitar, mengapa hari ini Seoul Bridge sepi sekali? Padahal kalau kita mau menikmati pemandangan Seoul dari jembatan ini, sungguh bagus.

Terlihat namja sedang bersender pada salah satu tiang jembatan. Ia menunduk, sepertinya sedang menangis. Ah, lebih baik aku mendekatinya.

“Maaf..” ia menoleh ke arahku.

LEE TAEMIN SHINee? Jangan-jangan mimpiku berubah jadi kenyataan!

“Ne? Mian, kau siapa?” tanyanya lembut. Matanya yang memancarkan kesedihan terlihat sembab, ia benar-benar habis menangis.

“A..aku..” aku harus menyebutkan nama Indonesiaku, atau nama Korea ku?

“Nama asliku Jo Virginia Natalia, nama Koreaku Jong Rin Tae” ucapku seraya membungkuk.

Taemin oppa melihatku dan tersenyum tipis.

“Tolong rahasiakan ini dari semua orang, anggap saja kita tidak pernah bertemu Rintae” ia membetulkan posisi kacamata hitamnya dan melaluiku dengan santainya.

Taemin oppa baru saja, tersenyum padaku?!

“Oppa, tunggu!” panggilku. Ia membalikkan badannya dan menoleh ke arahku.

“Ne?” tanyanya datar.

“Boleh..aku meminta tandatanganmu?” tanyaku pelan. Sepertinya sifatnya benar-benar seperti yang ada di dalam internet, bukan seperti mimpiku.

Taemin’s POV

Baru saja aku ingin melakukan bunuh diri, malah gadis di hadapanku ini datang padaku.

“Boleh..aku meminta tandatanganmu?” tanyanya lugu dengan suara yang hampir tidak terdengar.

“Maaf, bisa kau ulangi sekali lagi?”

“Bisa.. aku meminta tandatanganmu?” tanyanya sekali lagi, dengan wajah polosnya ia menyerahkan sebuah buku padaku. Tangannya bergetar hebat.

“Tentu..” aku tersenyum tipis lalu menandatangani bukunya, ia terlihat senang. Ia menatapku penuh bahagia. Mata itu, mata itu mirip sekali dengan Yunhae!

“Oppa..” panggilnya lagi.

“Ne?”

“Aku.. boleh aku minta nomor teleponmu?” tanya gadis itu lagi.

“Sorry, tapi nomorku rahasia, kau cukup add emailku saja okay? Aku akan menyebutnya dan tanpa pengulangan, taetaelee@yahoo.com” jawabku cepat. Aku mengedipkan sebelah mataku. Kalau saja yeoja ini tidak mirip dengan Yunhae, tidak mungkin aku bersikap manis padanya, aku hanya akan bersikap manis pada Yunhae, Yunhae seorang.

Ia mencatatnya dengan sigap, lebih baik aku kembali ke dorm sekarang. Aku melaluinya dan berjalan menuju dormku. Dormku cukup jauh dari sini. Yunhae, apa kabar? Aku benar-benar merindukanmu, apa yeoja ini kau kirimkan agar aku gagal bunuh diri sepertimu? Tapi aku benar merindukanmu, aku sangat menyayangimu, tolong kembalilah, aku yakin 22 May 2011 tahun lalu itu tidak terjadi apapun juga, aku yakin sekali Yunhae!

“Oppa..” panggil seseorang dari belakang. Siapa lagi yang memanggilku sih? Tidak tahu kah bahwa aku sedang memikirkan Yunhaeku?!

Aku membalikkan badanku kesal dan menoleh ke arah.. gadis itu lagi?!

“Ada apa?” jawabku menahan kesal. Sepertinya ini fans yang berbahaya untukku.

“Aku.. ingin ikut bersamamu” jawabnya polos.

Ia sudah gila? Eh tapi tunggu.. ini ide bagus! Akan kutunjukkan pada hyungku bahwa aku memiliki yeoja dan setelah itu, mereka tidak akan mencemaskan aku memikirkan Yunhae lagi!

“Baiklah, ayo” jawabku santai. Ia terperangah, matanya membulat membuatku semakin mengingat Yunhae. Aku berjalan menuju dorm.

Tak terasa sudah sekitar 50menit aku berjalan dari Seoul Bridge menuju dorm. Sebentar lagi sampai, namun Rintae terlihat sangat lelah.

“Ada apa?” tanyaku datar.

“Tidak, aku..aku..” wajah Rintae terlihat sangat pucat. Tubuhnya oleng tak terkendali. Aku segera menangkapnya.

“Kau tak apa?” tanyaku. Wajah gadis itu semakin memucat, ia menggeleng pelan dan tersenyum.

Semakin dekat padanya, aku semakin merasakan kemiripan dirinya dan Yunhae. Semakin lama, matanya semakin redup, dan gadis itu pingsan dalam genggaman tanganku! Posisi kami sudah sangat dekat dengan dorm sehingga aku memutuskan untuk menggendongnya dan membawanya ke dorm.

“Taemin, itu.. itu siapa?” Jjong hyung yang membukakan pintu untukku, terperangah kaget.

“Yeojachinguku” jawabku asal kemudian membaringkan tubuh Rintae ke sofa. Wajahnya sungguh pucat, apa yang terjadi dengannya? Yunhae, mengapa gadis yang kau kirimkan padaku seperti ini? Apa maksudnya?

“Kau sudah punya yeojachingu? Apa yang terjadi pada dirinya?” Key hyung yang tiba-tiba muncul dari arah dapur ikut berkomentar.

“Tiba-tiba ia pingsan ditengah jalan, tolong bantu aku ambilkan minyak kayu putih hyung..” Key hyung berlari ke arah lemari dan mengambilkan minyak kayu putih untukku..

Aku segera membuka tutup dari botol minyak kayu putih itu dan membiarkan Rintae menghirupnya, dalam sekejap ia langsung terbangun. Nafasnya tersengal-sengal.

“Kau kenapa?” tanyaku heran.

“Aku.. aku alergi minyak kayu putih, dan juga.. aku..asma.. tolong.. ambilkan.. obat asmaku didalam tas..” katanya terbata-bata. Aku segera mengeluarkan isi tas Rintae yang ada di genggamanku, lipstick, alat make up, dan, nah ini dia obat asmanya! Ia segera mengambilnya dari tanganku dan menghirup tabung itu. Seketika ia kembali normal.

“Mianhae, aku memiliki penyakit asma..” terangnya sambil menunduk.

“Ne, aku tahu chagi.. aku tetap menyayangimu kok” jawabku sambil tersenyum. Seperti dugaanku, Jjong hyung dan Key hyung melihatku secara bersamaan. Mereka mengangguk tersenyum. Rintae melihatku bingung.

“Ayo, masuk ke kamarku, btw, kamu sudah kenal kan dengan hyungku? Jjong hyung dan Key hyung, ini Rintae” aku memperkenalkan Rintae pada mereka, mereka tersenyum lebar dan pergi meninggalkan kami berdua.

“Ah, syukurlah mereka sudah pergi, maaf, aku ingin melakukan perjanjian denganmu, tapi mari bicara di kamarku saja..”

Rintae’s POV

Taemin oppa mengajakku ke kamarnya, ia mengaku bahwa aku adalah pacarnya kepada Jjong oppa dan Key oppa? Ini sungguh gila, sebagian besar dari mimpiku tadi menjadi kenyataan!

Aku baru pertama kali melihat Key oppa dan Jjong oppa dari dekat, dan ternyata mereka sangat tampan, jauh lebih tampan dibandingkan aslinya, terutama Taemin oppa, ia terlihat gagah dan tampan, sama sekali tidak terlihat seperti perempuan.

Kamar Taemin oppa cukup besar, aku melihat ke sekeliling kamar, kamarnya penuh dengan foto seorang yeoja yang sangat cantik. Siapa dia? Apakah ini artis? Dan Taemin oppa fans padanya? Tapi aku merasakan sedikit sakit ketika melihat wajahnya, mengapa rasanya aku memiliki sesuatu yang sangat mirip dengannya? Tapi apa ya? Ah, sudahlah.

Terlihat Minho oppa sedang tidur di ranjangnya. Sementara Taemin oppa menyuruhku untuk duduk disebelahnya, di ranjangnya.

“Aku punya sebuah permintaan untukmu, kuharap kau mau melakukannya” Taemin oppa menatap mataku lekat. Apakah ia ingin aku menjadi pacar kontraknya?

“Ne, apa itu? Akan kubantu sebisaku..” jawabku sambil tersenyum.

“Tidak susah, hanya saja, kau harus berpura-pura menjadi yeojachinguku didepan seluruh hyungku..”

“Mwo?” benar-benar persis seperti mimpiku! Hanya saja sikapnya yang jauh berbeda.

“Ne, kau mau kan?” Taemin oppa mulai melakukan aegyonya. Aigoo, aku tak tahan melihatnya!

“Baiklah, aku mau..”

“Tapi, ada beberapa syarat yang kuajukan, kuharap kau tidak keberatan..” jawabnya ringan. Ia yang memintaku menjadi pacar kontraknya dan ia yang mengajukan syarat?

“Baiklah, apa itu oppa?”

“Pertama, kau harus menuruti segala permintaanku, kedua, tidak ada yang boleh memutuskan kontrak kita kecuali AKU, ketiga, kau harus benar-benar memperlakukanku seperti pacarmu, keempat, kau tidak perlu takut, aku akan melakukan apapun yang kau mau, kelima, jangan ikut campur tentang urusanku..”

Rasanya kontrak itu terdengar berat sekali, namun ada baiknya jika aku mencoba bukan? Bukannya ini yang selama ini kau impikan Jo? Kau yang selama ini ingin agar bisa mengenal Taemin dan bisa berkenalan dengannya bahkan berpacaran dengannya kan? Jadi apa susahnya jika kau menjawab iya?

“B..baiklah” akhirnya kata-kata itu keluar dari mulutku. Taemin oppa tersenyum senang.

“Baiklah, mulai sekarang kau akan menjadi partnerku.. selamat” katanya senang. Sebenarnya apa yang direncanakan sesungguhnya?

“Jadi kontrak ini dimulai dari hari ini, tanggal..” Taemin oppa terlihat mencari-cari calendar.

“Tanggal 30 June..” jawabku ringan.

“Baiklah, setiap tanggal 30 June kita akan merayakan anniv kita, okay?” tawarnya.

“Ne, sekarang aku harus pulang, annyeong oppa” pamitku seraya membungkuk. Mimpiku benar-benar menjadi kenyataan. Tak sia-sia aku merencanakan untuk melanjutkan sekolah di Korea.

“Tidak, kau tetap disini saja, aku ingin agar kau tinggal di rumahku saja..” kata Taemin oppa tegas.

Aku tinggal di sini? Di dorm SHINee?? Benarkah?!

“O..oppa serius?” tanyaku kaget. Sebagai jawabannya Taemin oppa mengangguk.

“Tidurlah, ini sudah malam..” katanya sambil melihat sesuatu yang ada di atas meja,

 

itu terlihat seperti.. kaktus?

“Kau menyukai kaktus?” tanyaku pelan. Taemin oppa menoleh ke arahku kemudian mengangguk mantap.

“Kaktus ini berjenis mamill cactus, ini pemberian dari..” Taemin oppa berhenti sejenak, ia tampak berpikir sesuatu.

“Ini sudah jam delapan, lebih baik kau tidur saja, sebab aku sebentar lagi juga tidur, kau tidur di ranjangku saja ya, aku tidur disana” lanjutnya, ia menunjuk sofa yang terletak disebelah ranjang Minho oppa. Sepertinya ada sesuatu yang tidak bisa diceritakan. Ada baiknya aku tidur saja.

Taemin’s POV

Aku masih memandangi pemberian terakhir dari Yunhae, ia tahu aku sangat menyukai kaktus sehingga ia memberikannya untukku, aku sangat merindukanmu Yunhae, setiap tempat, setiap waktu, setiap sesuatu sekecil apapun itu mengingatkanku hanya kepada dirimu, aku benar-benar mencintaimu, tolong kembalilah Yunhae, kau benar membuatku gila.

Aku melirik ke arah ranjangku yang ditiduri oleh Rintae, sepertinya ia sangat kelelahan, ia sudah tertidur pulas. Aku harap, sinar mata itu yang bisa membangkitkanku, sebab sinar mata itu, dari sinar mata itulah aku dapat terus mengingat Yunhae.

-2 tahun kemudian-

“Taemin oppa..” panggil Rintae manja, ia memeluk tanganku mesra. Aku tersenyum melihatnya.

“Ne?”

“Sudah dua tahun kita melakukan kontrak pacar, aku benar-benar mencintaimu..” katanya serius. Matanya menatap lekat-lekat diriku.

“Tapi, aku sudah menganggapku sahabat hidupku, bukan teman hidupku..” jawabku ringan. Aku mengacak rambutnya pelan.

“Aku tidak mengerti, oppa..” jawabnya sambil menggeleng pelan.

“Terdapat perbedaan antara sahabat hidup dan teman hidup, aku lebih merasa kau adalah sahabat hidup dibandingkan dengan teman hidupku..” tuturku. Wajahnya masih terlihat bingung. Aku mengelus rambutnya pelan.

“Lebih baik kau tidak tahu, terimakasih kau mau menjadi pacar kontrakku, aku menyayangimu, tentu saja sebagai sahabat.” Aku tersenyum padanya, terdapat kekecewaan jelas Nampak di wajahnya, namun ia tersenyum lebih lebar dariku dan berkata,

“Kajja, kita pergi..” ia menarik tanganku dan membawaku ke suatu tempat, kami cukup lama berjalan sampai ke sebuah taman. Taman ini..

“Taemin oppa, apakah kau tahu taman ini?” tanyanya polos.

“Ten..tentu saja aku tahu..” jawabku gugup. Bagaimana mungkin aku tidak tahu? Taman ini adalah saat aku mengajak Yunhae berpacaran, dan taman ini, hanya kami berdua yang tahu, darimana ia mengetahui taman ini?

“Taman ini, mamaku pernah berkata, saat ingin melahirkan aku dan kembaranku, ia pergi ke Korea, dan setelah itu, ia pergi ke taman ini, namun, mama sudah tidak kuat karena ternyata saat itu juga ia akan melahirkan, sehingga ia melahirkan aku dan kembaranku disini, namun sayang, setelah melahirkan aku di taman ini, mama pingsan, ketika terbangun, mama sudah ada di rumah sakit, namun hanya aku bayinya. Sehingga aku tidak tahu dimana keberadaan kembaranku, bahkan aku tidak tahu bagaimana wajahnya? Apakah ia mirip denganku?” Rintae bercerita panjang lebar.

“Sampai sekarang tidak ada kabar mengenai kembaranmu itu?”

Sebagai jawabannya, Rintae menggeleng pelan. Sepertinya aku pernah mengetahui bahwa Yunhae juga lahir di taman ini, atau jangan-jangan.. Rintae adalah kembaran Yunhae? Tapi tidak mungkin!

“Oppa..” Rintae sudah berpindah posisi menghadapku, matanya menatap lekat-lekat padaku, dengan penuh kepolosan. Matanya benar-benar mirip seperti Yunhae!

“Ne? Yunhae?” aku terhipnotis oleh mata itu. Mata itu telah membawa Yunhae kembali!

“Y..Yunhae?” ulang Rintae ragu. Gawat, aku sudah mulai kacau!

“Ah, ani..”

“Siapa Yunhae? Boleh aku tahu?” tanyanya pelan.

“Kau akan sedih apabila kau tahu..” jawabku dingin. Sepertinya aku masih belum bisa memberitahu Rintae, hatiku semakin sakit saat mengingat bahwa Yunhae telah tiada.

“Tidak apa, aku rela asal setelah kau bercerita, kuharap aku bisa membantu meringankan bebanmu, barangkali sedikit saja” katanya dengan jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk huruf c yang menandakan kata “sedikit”nya. Apa aku harus bercerita sekarang juga?

“Aku memiliki yeojachingu, jauh dari sebelum aku mengajakmu berpacaran..”

“Oh..ya?” terdapat getaran dalam suaranya. Aku menoleh ke arah Rintae, ia melihatku dengan pandangan yang sulit kuartikan, sedih? Marah? Kecewa? Aku tak mengerti. Ia memaksakan dirinya tersenyum.

“Ne, namanya Park Yun Hae, ia adalah gadis yang kucintai dan akan selalu kucintai, tidak akan ada yang bisa menggantikannya, siapapun itu tidak akan mampu menyainginya, raga dan jiwanya telah menguasai seluruh hatiku..”

“Lalu? Mengapa.. kau mengajakku berpacaran jika kau sudah memiliki dirinya?” tanya Rintae lagi, suaranya semakin bergetar. Ia menunduk.

“Sebab.. ia sudah meninggalkanku..” jawabku, tersenyum kecut. Yunhae telah meninggalkanku..

“Meninggalkanmu?” Rintae melirik ke arahku, terlihat jelas di sudut matanya butir-butir air mata. Sepertinya sebentar lagi ia akan menangis. Mianhae Rintae, kau gadis yang baik, tidak seharusnya aku menyuruhmu menjadi pacar kontrakku dari saat kita pertama kali bertemu.

Aku mengangguk pelan.

“Ia meninggalkanku..untuk selamanya..” desisku. Rasa sakit yang semakin lama kutahan di hatiku sekarang membuncah. Semuanya telah keluar, semuanya telah usai. Terdapat sedikit kelegaan dalam hatiku, setidaknya aku tidak perlu terus menyembunyikan ini dari Rintae yang akhirnya membuat diriku merasa bersalah..

“M..Maaf, aku tidak bermaksud..”

“Gwenchana, aku mengerti, ayo temani aku sekarang..” aku tersenyum tipis, menarik tangannya menuju suatu tempat, yang selalu kukunjungi setiap bulan tanpas diketahui siapapun juga.

-GRAVE ISLAND-

Papan nama bertuliskan Park Yun Hae terlihat jelas dari depan. Bisa dibilang, diantara pemakaman di Grave Island, pemakaman yang paling bersih dan terawat adalah pemakaman Yunhae, dan selalu ada bunga segar di atasnya, sebab aku telah menyewa orang untuk selalu membersihkan dan merawat makam Yunhae, hanya satu-satunya cara ini yang dapat kulakukan.

Aku mengurungkan niatku untuk masuk dan mendekati makam Yunhae ketika kulihat eomma Yunhae sedang berdiri tepat disamping makam Yunhae. Dari sini dapat terdengar sesekali ia menangis sesenggukan.

“Yunhae, mianhae eomma selalu jahat padamu, eomma selalu melarangmu untuk bersama dengan Taemin, mianhae Yunhae, ini semua salah eomma, mianhae, karena sebenarnya, aku bukan eomma kandungmu, mianhae karena eomma belum sempat memberitahu padamu..”

Jadi.. Yunhae bukan anak kandung dari ahjumma itu?!

“Mianhae Yunhae, sewaktu eomma berjalan di taman, eomma melihat seorang ibu yang pingsan dengan kedua anaknya yang baru saja keluar dari rahimnya, karena eomma ingin sekali memiliki anak, eomma mengambil kamu, yang merupakan salah satu dari bayi kembar itu. Eomma menyesal telah melakukan itu Yunhae, sekali lagi eomma minta maaf, sewaktu itu tidak ada orang yang berlalu lalang di taman itu, sehingga eomma langsung membawamu pergi tanpa memikirkan eomma kandungmu, jika eomma bertemu dengan eomma kandungmu suatu saat nanti, eomma janji akan membawanya kesini..” jelas eomma Yunhae panjang lebar pada makamnya, tepatnya orang yang mencuri Yunhae dari eomma kandungnya.

“Jadi ahjumma, kau bukan eomma kandung Yunhae?” tanyaku pada ahjumma itu, ia membalikkan badan, dengan wajah kagetnya ia melihatku seakan-akan aku adalah hantu.

“Untuk apa kau kesini? Aku kan tidak mengizinkanmu datang” kata ahjumma itu dengan nada sinis.

“Tapi seperti yang kau katakan, kau bukan eomma kandung Yunhae, kau tak lebih dari seorang penipu ahjumma! Kau telah memisahkan aku dari Yunhae! Kau kejam!” tudingku padanya.

“Itu semua kulakukan karena khilaf, baiklah, maafkan aku, ini semua memang salahku..” ahjumma itu menunduk dan ingin pergi dari makam, sebelum ia melihat Rintae.

“Kau.. matamu begitu mirip dengan Yunhae..” ahjumma itu melihat Rintae dengan seksama. Kemudian ia menggeleng pelan dan pergi.

“S..sebenarnya dia siapa?” tanya Rintae heran.

“Ia mengaku bahwa ia adalah eomma Yunhae, tapi seperti yang kau dengar, ternyata..”

“Sepertinya, Yunhae adalah kakak kembarku yang hilang..” Rintae melanjutkan kalimatku. Aku mengangguk ragu.

“Aku juga berpikir seperti itu..”

“Boleh aku lihat foto Yunhae?” tanyanya lugu.

“Bukankah kau sudah melihatnya? Aku memasang fotonya di seluruh dinding kamarku..”

“Jadi.. gadis yang kurasakan memiliki hubungan erat denganku itu.. bernama Yunhae?”

“Gadis yang kau rasakan memiliki hubungan erat?” aku mengulangi perkataannya ragu.

“Ne, pertama kali aku memasukki kamarmu dan melihat foto itu, aku merasa begitu dekat dengannya, namun juga jauh..”

“Jadi, kau adalah kembaran Yunhae?” tanyaku heran. Rintae menggeleng pelan.

“Bagaimana aku tahu?” tanyanya sedih, Rintae menggigit kukunya. Sepertinya aku benar-benar yakin bahwa mereka adalah saudara kembar, karena selain matanya yang sama persis, juga kebiasaan anehnya yang tidak berbeda, -sama-sama-suka-menggigit-kuku.

Yunhae, apakah ini kembaranmu yang kau kirimkan untukku?

-5 tahun kemudian-

Rintae’s POV

Sudah 7 tahun aku berpacaran kontrak dengan Taemin oppa, sudah sangat banyak hal-hal indah yang kulalui bersamanya, namun aku tahu, sampai kapanpun aku menunggunya, di hatinya hanya akan ada satu, kakak kembarku Yunhae onnie, tapi biarlah, biarlah kuberikan cintaku untuk Yunhae onnie, sepertinya ia lebih berhak dariku. Aku tersenyum senang, Taemin oppa dengan kemeja hitam dibalut dengan jas dan celana panjang putih membuatnya sangat tampan. Hari ini ia ingin mengadakan konferensi pers dan membiarkan public tahu bahwa kita berpacaran, meskipun begitu, Taemin oppa selalu mengingatkanku agar jangan pernah mencintainya, karena ia hanya akan tetap mencintai Yunhae onnie.

-END-

15 responses to “SEVEN YEARS OF LOVE [SHINEE’s LOVE SERIES : TAEMIN]

  1. Wha~
    Ceritanya lumayan bagus, aku suka ^^

    oiya, ini songfic ‘7 years of love – kyuhyun’ bukan?!

    aku mau request couple dong?! yayaya? *memelas

    Debora Kim – Choi Minho
    Park Yeonji – Key

    pilih saja salah satu. Atau, mau dua2nya ^^v

    hehe… makasi sebelumnya *peace

    • hehehe bukan, cuma ini inspirasinya kepikiran karena judul lagunya hahaha! :p

      okaaay 😀 nanti aku buatin yang key aja yaa 😀 kalo gada cast untuk minho kubuatin 2-2nya deh ;;)

      gomawo udah comment 😀

  2. panjaaaang u,u
    ceritanya bagus thor tapi maaf ya belakangnya aku skip T.T *reader ga patut dicontoh* *tendang*
    tapi ide storynya kece kok :3 cuma aku agak bingung yg bagian flashback sama rintae mimpi itu (“-_-)
    juga ada beberapa narasi yang berlebih dan mending di cut ~ *mianhae ya author, jangan benci saya T.T
    wk~ keep writing thor
    ditunggu next post nya (^^)v

    • hehehe maaf ya ceritanyaaa jelek T^T.. hehehe thanks yaa commentnyaaa, ini bisa membangun saya *kayabahanbangunan wkakak 😀

  3. Yaampun,kasian rintae:( inimah kalo bisa bersequel thor,masa taemin selamanya suka yunhae,kasian rintae:(
    mau reques dong! onew,namanya Sung Ji Hee;)
    key,namanya song jiyeon. Salah satu aja deh,yg sama onew aja kalo salah satu. Readers bawel,mian thor

    • hehehe justru ituuuuuu emang ceritanya Taemin setiaaa bangeeet sampe matiii hihihi.

      okaaay nanti aku buatin yaaa 😀

      gomawo ud comment 😀 😀

  4. Ceritanya asik :))
    Tapi aku nggak suka alasan Yunhae bunuh diri, kayaknya terlalu kekanak-kanakan deh u,u

  5. kata eomma, taman ini adalah tempat dimana ia melahirkanku. — wooaaahhh melahirkan di taman :O

    heeuumm slh ibunya yunhae sih ya… gak lngsung bw anknya ke RS..

    setuju tuh sm komen siapa itu.. yunhae terlalu kekanak2an alsn bunuh drinya..

    ehm… kok yg melahirkan d taman itu agak maksa gtu ya alur ceritanya…

  6. waaa, hebat bener setelah 7 tahun berlalu jg taemin msh mencintai yunhae yg ternyata adalah kembarannya rintae..walau sepertinya hati rintae sedih tapi selama bisa di samping taemin, dy tetep bahagia 🙂
    waaa, aku mw requesttttt 😀 choi minho-shin hyejin atau mw pake jin jihye jg boleh..hehehe ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s