Waiting For You

Cast :

Song Ji Hyun (OC/You)

Nam Woo Hyun (Infinite)

Kim Myung Soo (Infinite)

Length : One Shoot

Genre : Romance, Friendship, Comedy *sekilas*

Rating : PG 13

Disclaimer : Ide dan cerita ini punyaku..tapi kalau ada kesamaan entah apapun itu mungkin hanya kebetulan saja. Karakter milik semuanya, walau di hati myungsoo & woohyun hanya aku seorang #digamparreaders

Annyeong~ ini FF pertamaku di FFindo, tapi sebelumnya FF ini sudah pernah ku share di WordPress dan Blogger ku maka dari itu jika kalian melihat FF ini di alamat tsb berarti itu punyaku, tambahan : disini ada sedikit kata yang berubah dari post di tempat sebelumnya. FF ini masih acak-acakan sepertinya -_- makhlum masih newbie, jadi klo ada yg aneh makhlumi yah ._.v

Song Ji Hyun POV

Namaku Song Ji Hyun, seorang mahasiswi berumur 19 tahun di universitas x dimana semua muridnya berasal dari kalangan atas. Aku dapat bersekolah disini karena mendapatkan beasiswa karena nilaiku yang bagus.

Tujuan ku ke sini sebenarnya hanya satu, yaitu mengejar cinta pertama ku sejak SMP pada tahun ke dua, ia adalah Kim Myung Soo, seorang namja yang mempunyai wajah yang good looking, mata nya yang membuat yeoja-yeoja melting. Myungsoo satu sekolah dengan ku sewaktu SMP dan SMA, kenapa aku mengetahui dimana ia bersekolah, yah begitulah aku bisa di sebut sebagai stalker nya yang mengikuti ia bersekolah

dimana pun termasuk tempat para mahasiswa kelas kakap ini. Namun sayang nya kami belum pernah berkomunikasi sama sekali, mendekati Myungsoo saja sudah susah karena aku tidak mempunyai kemampuan untuk mendekatinya. Apakah aku hanya bisa melihatnya dari jauh ?

Ya, mungkin 99% begitu. Sikap Myungsoo memang terlihat dingin kepada yeoja-yeoja di sekelilingnya, hampir setiap hari ia mendapatkan surat cinta dari para penggemarnya, tetapi tak ada satu pun yang ia terima sebagai yeoja-chingu nya. Maka dari itu, aku khawatir jika aku mengatakannya pasti aku akan di tolak, yah berbicara aja tak pernah gimana dia mau menerima ku? haha.

Selain itu, aku mempunyai teman sejak sekolah dasar yang selalu membantu dan menghiburku hingga sekarang, ia juga kuliah di tempat yang sama denganku dan sekelas denganku, ia bernama Nam Woo Hyun. Entah kenapa ia suka sekali mengikutiku kemana-mana.

Suatu hari di universitasku, aku sedang mengantarkan buku-buku ke kantor dosen, buku yang ku bawa lumayan banyak sehingga membuatku susah bergerak.

BRUK !!

Tiba-tiba aku menabrak seseorang dan terjatuh, semua buku-buku yang kubawa jatuh berantakan semua. Lalu aku melihat siapa orang yang aku tabrak tadi, dan ternyata ia adalah Myungsoo-ssi ! Sangat memalukan aku bertemu dia dengan keadaan seperti ini.

Myungsoo menyalurkan tangannya dan membantuku berdiri.

“Gwaencanaeyo ?” Tanya Myungsoo dengan nada yang terlihat cemas.

“Ne, Gwaencana. Mianhae, aku tidak melihat ke depan tadi”

“Cheonmaneyo. Bukan salah mu juga kok. Ah, mau ku bantu membereskan buku-buku tersebut ?” ucap Myungsoo kepadaku dengan nada lembut.

“Ani.. Gwaencana, biar aku saja yang membereskannya ^^”

“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Lain kali, kau harus sedikit lebih berhati-hati yah”

Myungsoo pergi meninggalkan ku dan kemudian aku langsung merapihkan buku-buku yang berserakan dibawah. Saat aku sedang mengambil buku-buku dilantai, terdengar bunyi hentakan kaki seseorang mendekat kepadaku dan tepat berdiri di depanku. Aku langsung melihat keatas, dan itu adalah Woohyun.

“Ya ! Song Ji Hyun, kenapa buku-buku ini berantakan ?” Tegur Woohyun kepadaku yang membuatku kaget seketika karena suaranya yang keras.

“Tadi aku sedang berjalan membawa buku-buku ini dan tidak sengaja aku menabrak Kim Myungsoo-ssi dan aku terjatuh” Jawabku kepada Woohyun.

“Mwo ?! Lalu, ia tidak membantumu membereskan buku-buku ini? ckck. Ya ! Kenapa kau bisa suka sama orang seperti dia !” Woohyun seakan memarahiku. Memang, Woohyun selalu saja tegas kepadaku dan selalu memarahiku seakan aku mempunyai salah dengannya, tetapi walaupun begitu ia selalu baik kepadaku dan selalu menghiburku disaat aku sedang kesepian.

“Aku yang mengatakan kepadanya untuk tidak membantu, kenapa setiap saat kau selalu bertanya-tanya mengapa aku menyukai nya sih? Aku bosan mendengarnya !” Aku merasa kesal dengan perkataan Woohyun dan membalasnya dengan nada kesal.

“Arghh… Terserah kau saja deh ! Berdirilah, biar aku saja yang membereskan buku-buku ini dan mengantarnya ke ruang dosen. Kau kembali saja ke kelas”

“Jinja? Yayy ! Woohyun-ah memang baik, gomawo Woohyun-ah…hehehe”

Aku pun langsung berdiri dan memberikan buku-buku yang ku pegang kepada Woohyun.

“Ya sudah, sana. Biar aku yang mengerjakannya”

Aku langsung meninggalkan Woohyun dan kembali ke kelas. Benar kan, Woohyun memang selalu baik kepada ku meski ia selalu memarahiku. Tetapi, entah mengapa ia selalu kesal ketika aku membicarakan tentang Myungsoo dan selalu bertanya-tanya kenapa aku menyukainya, memang aku belum pernah menceritakan kepadanya kenapa aku menyukai Kim Myungsoo.

#flashback

Myungsoo sebenarnya mirip seseorang yang pernah kutemui 15 tahun lalu, ya tepatnya pada saat aku berusia 4 tahun dan masih berada di taman kanak-kanak. Waktu itu aku sedang jalan untuk membeli es di toko. Ketika aku sedang menyebrang, tiba-tiba datang sebuah motor yang melaju kencang. Aku terkejut sekali. Tetapi, tiba-tiba ada seseorang yang mendorongku dan aku terjatuh di pinggir jalan. Tetapi, orang yang mendorongku itu malah menggantikanku yang seharusnya tertabrak. Orang itu terlihat seumuran denganku, aku menghampirinya dan menangis. Wajahnya terluka parah dan akhirnya ia dibawa ke rumah sakit. Akan tetapi, aku tidak dapat bertemu lagi dengannya karena ia dipindahkan ke rumah sakit lain yang tak ku ketahui tempatnya.

Yang hanya di ingatanku hanyalah wajahnya saat ini, dan saat di SMP tahun kedua, seorang namja yang bernama Myungsoo itu pindah ke sekolahku dan aku melihatnya tampak mirip sekali dengan orang yang menolongku dulu. Namun, aku tidak dapat berkomunikasi dengannya karena ia sangat populer dan dikelilingi oleh yeoja-yeoja.

#flashbackend

Woohyun masuk ke kelas dan menuju tempat duduk nya yang tempat berada di sebelah kananku.

“Gomawo, Woohyun-ah” ucapku kepadanya yang sebenarnya hanya sekedar menyapa.

“Ah, ye. Aku selalu berpikir kenapa kau bisa setia banget sama yang namanya Myungsoo itu, padahal komunikasi saja tidak pernah, bagaimana ia akan mengetahui kamu? Dan lagipula, sampai kapan kau harus menunggu orang itu.. Padahal kau cantik dan kau juga bisa dapat namja yang lebih goodlooking seperti dia bahkan yang lebih dari dia”, ucap Woohyun kepadaku dengan nada kesal.

“Kalau begitu, kenapa kau juga belum mempunyai yeoja-chingu sampai sekarang? Bukankah kau juga cakep lagipula selama ini aku lihat banyak yeoja-yeoja yang menyatakan cinta kepadamu kan?” Tanyaku lagi yang punya maksud untuk menyindirnya.

Woohyun yang mendengar pertanyaanku itu malah tiba-tiba terdiam dan kemudian tiba-tiba mukanya terlihat merah.

“I..Itu karena aku……” Woohyun tidak melanjutkan kata-katanya.

“Mwo?” Tanya aku kepadanya yang membuat aku tiba-tiba bingung dengan ucapan dan sikapnya.

Aniya. Aku hanya belum menemukan seseorang yang tepat, mereka yeoja-yeoja yang menyatakan cinta kepadaku hanya memandang dari muka ku saja. Huh !” Jawab Woohyun dengan alasan yang singkat dan agak kurang masuk akal juga menurutku.

“Lalu siapa orang yang tepat bagimu?” Tanyaku lagi penasaran.

“Ya ! Yang pasti yeoja yang cantik, baik, dan pintar dan……” Woohyun tidak meneruskan perkataannya lagi.

“Dan yang pasti ia menyukai ku bukan hanya karena wajahku saja” Woohyun meneruskan kata-katanya tadi.

Wajah Woohyun terlihat memerah, membuatku bingung kenapa wajahnya tiba-tiba memerah begitu. Apa sebenarnya ada seorang yeoja yang disukai Woohyun? Karena selama ini yang kutahu ia tidak pernah dekat dengan seorang yeoja lain.

Aku terus bingung dan berpikir, sebenarnya ingin menanyakan langsung tapi kelihatannya ia sedang kesal.

Dan tiba-tiba terdengar suara berisik yeoja-yeoja di luar kelas, aku penasaran ada apa disana dan lalu keluar ruangan menghampiri mereka.

“Musun iri isseosseo?” Tanya ku dengan nada sedikit keras agar terdengar oleh salah satu dari yeoja-yeoja yang berkumpul itu.

Lalu seorang yeoja menoleh ke arahku

“Sudah lihat mading belum? Kampus kita mengadakan acara kontes couple tahun 2012 lusa. Kita bebas memilih pasangan sendiri dan penilaian akan diberikan oleh masing-masing juri yang merupakan dosen disini dan voting dari murid” jawab yeoja itu kepadaku.

“Oh..begitu. Gomawo infonya”

Aku kembali ke kelas, kembali ke tempat duduk ku. Woohyun bertanya kepadaku,

“Ada apa ribut-ribut diluar tadi?”

“Katanya ada acara kontes couple 2012 di kampus lusa ini. Entah kenapa di selenggarakannya sekarang aku dengar katanya kan acaranya musim gugur nanti. Tapi ternyata musim panas ini” Jawabku.

“Oh, hanya itu. Aku sudah tahu informasi itu dari tadi. Sepertinya yeoja-yeoja disana ribut karena memperebutkan siapa pasangan mereka terutama pasti mereka memperebutkan si Kim Myungsoo” kesal Woohyun.

“Kok begitu, aku’ kan juga ingin berpasangan dengan Myungsoo-ssi. Huh…Kau terlihat sangat membencinya…” Aku ikut kesal karena perkataan Woohyun.

“Kalau begitu kau pergi saja ke tempat yeoja-yeoja diluar untuk memperebutkan dia juga !”

Woohyun tiba-tiba marah kepadaku, aku sangat terkejut kenapa ia bisa semarah ini. Seberapa bencikah ia kepada Myungsoo?

“Ara ara.. aku akan melakukannya dan aku pasti bisa mendapatkan Myungsoo sebagai pasanganku !” jawabku dengan kesal lalu pergi dari ruangan kelas.

Hari ini aku benar-benar kesal dengan Woohyun, dari tadi ia selalu saja bersikap kasar kepadaku. Apalagi kalau membicarakan tentang Myungsoo. Argh ! Woohyun menyebalkan !

Pulang dari kampus, seperti biasa aku pulang bersama Woohuyn. Ya, kami pulang biasanya naik bus dan menuju halte bus yang sama makanya kami selalu bersama kalau pulang. Tetapi, jarak kami berjalan berjauhan biasanya kami selalu berdekatan.

Tidak jauh didepan mataku, aku melihat Myungsoo berjalan dari arah toko klinik menuju parkiran motor, dan melihat uang yang berada di saku nya terjatuh dan Myungsoo tidak mengetahuinya.

Langsung saja aku pergi mengambil uangnya yang terjatuh itu dan menghampiri Myungsoo.

“Jeogi, Myungsoo-ssi” panggilku yang berada dibelakang Myungsoo, ia segera menoleh kebelakang.

“Ada apa?” tanya nya.

“Ini, uangmu terjatuh tadi” jawabku sambil menyodorkan uangnya.

“Ah, gomawo. Hmm, kamu yang tadi membawa buku-buku dan terjatuh kan?”

“Ne”

“Oh..kalau boleh tahu, siapa namamu?” tanya Myungsoo yang membuat aku terkejut.

S-Song Ji Hyun” jawabku dengan malu-malu.

“Ah.. Song…Ji… Hyun-ssi. Oke, jadi aku juga tahu namamu bukan kau saja yang tahu” sambil tersenyum kepadaku, senyumnya itu manis banget ! baru kali ini aku melihatnya tersenyum biasanya kalau di depan yeoja-yeoja lain ia tampang dingin.

Wajahku mulai memerah.

“Song Ji Hyun-ssi, sepertinya pacarmu menunggumu dibelakang. Mianhae telah menyusahkanmu” ucap Myungsoo kepadaku sambil melihat Woohyun yang berdiri dengan wajahnya yang kesal itu.

Mwo? Myungsoo-ssi menyebut Woohyun sebagai pacarku? Andwee ! Myungsoo bakal salah paham.

“Aniyo ! ia bukan pacarku, ia hanya temanku saja kok” jelasku kepada Myungsoo.

“Baiklah, kalau begitu lekas temui temanmu, aku pergi dulu yah” ucap Myungsoo sambil menaiki motornya dan langsung pergi meninggalkanku.

Woohyun menghampiriku.

Ya ! Song Ji Hyun ! Ngapain diam saja, ayo nanti bus nya susah di dapat. Menyusahkan saja !” kesal Woohyun.

Aku hanya mengangguk dan mengikuti Woohyun menuju halte bus. Kata-kata Myungsoo yang mengira bahwa Woohyun adalah pacarku membuatku gelisah. Karena itu ia jadi salah paham, dan akan mempersulitku untuk mendapatkannya. Hiks..

Benar saja kata Woohyun. Kami tidak mendapatkan bus yang kosong, malah halte nya ramai disini. Setengah jam berlalu, akhirnya kami menemukan bus yang masih kosong. Aku dan Woohyun benar-benar tidak bisa berbicara sepatah kata pun didalam bus dan hanya duduk terdiam bisu hingga akhirnya giliranku yang harus turun dan berpisah dengan Woohyun yang masih ada di bus.

“Aku duluan” ucapku dengan nada kecil kepada Woohyun, aku tak peduli ia mendengarkan atau tidak.

“Ye, hati-hati” Woohyun menjawab perkataanku tadi tetapi dengan biasa ia cuek dan tidak mau melihatku.

Aku berjalan lagi menuju rumahku yang tidak besar. Selama di jalan, pikiranku kemana-mana. Penasaran apa yang di pikirkan Woohyun hari ini sampai ia cuek kepadaku dan tidak seperti biasanya. Hingga malam pun, biasanya Woohyun mengirim pesan singkat kepadaku kini tidak untuk malam ini. Entah mengapa aku merasa kesepian tanpanya.

Keesokan harinya, aku berangkat ke kampus dan pastinya aku akan menemui Woohyun di kelas. Semoga hari ini ia mendapatkan mood nya dengan baik.

Woohyun sudah ada di kelas dan duduk di tempatnya sambil membaca sebuah buku novel yang ia pegang, lalu aku melihat seorang yeoja yang berada di samping tempat duduknya sedang berdiri. Siapa yeoja itu?

“Oppa, besok kan ada kontes couple 2012 dan pendaftarannya hari ini. Mau kah oppa menjadi pasanganku dalam kontes nanti?” tanya seorang yeoja yang terlihat sebaya dengan kami.

“Mian, aku tidak tertarik ikut kontes itu” jawab Woohyun dengan dingin dan cuek tanpa melihat siapa yeoja itu.

“Kenapa? Plis satu kali saja, oppa. Kita cuma sebagai pasangan saja dalam kontes itu, aku ingin membuktikan kepada teman-temanku” yeoja itu terlihat memaksa Woohyun untuk mengikuti kontes itu.

“Tidak, walau kau memintaku berkali-kali dengan apapun aku tak akan melakukannya..” jawab Woohyun lagi semakin dingin.

Aku menghampiri tempat dudukku yang berada di sebelah kirinya, lalu yeoja itu memandangku dengan mata tajam.

“Oppa ! Yeoja ini kan selalu terlihat bersama oppa. Kalau yeoja ini mengajakmu menjadi pasangan dalam kontes itu apa kau akan menerimanya?” teriak yeoja itu kepada Woohyun.

Tapi, kenapa aku yang jadi sasarannya?!

“Kalau dia mungkin aku tertarik” jawab Woohyun yang kemudian menatapku sekilas lalu kembali membaca buku novel yang ia pegang.

Hah? Serius tuh yang Woohyun katakan? Ah, tak mungkin paling hanya pura-pura ngasih alesan kepada yeoja itu.

“Uh, baiklah.. Selamat yah !” ucap yeoja itu kepadaku dengan kesal lalu pergi meninggalkan ruang kelas kami.

Lalu aku duduk seperti biasa ditempatku dan diam sambil menatap Woohyun yang sedang membaca novel itu.

“Perkataanku tadi hanya bercanda kok, abaikan saja. Aku hanya memberikan alasan kepadanya jadi jangan berpikiran aneh-aneh” ucap Woohyun menjelaskannya kepadaku. Ya, benar saja kan didalam pikiranku.

Woohyun tak mengatakan apa-apa lagi dan aku terus memperhatikan Woohyun yang masih membaca buku novelnya itu. Lalu tiba-tiba Woohyun melihatku dengan mata tajam yang membuatku terkejut.

“Apa yang kau lihat?!” seru Woohyun.

“Aniya, kau terlihat beda dan cuek kepadaku. Sebenarnya ada apa?” tanyaku dengan nada sedikit lembut.

“Ani. Oh ya, Song Ji Hyun ! Tadi aku kebetulan bertemu dengan si Kim Myungsoo itu dan ia menegurku dan menanyakan tentangmu”

“Mwo? Lalu kau jawab apa?” tanyaku dengan terkejut karena mendengar perkataan Woohyun

“Aku menjelaskannya soal kekeliruan kemarin bahwa aku bukan namja-chingu mu dan mengatakan bahwa kau menyukainya, begitulah….” jawabnya dengan enteng.

“Ha?! Kenapa kau bilang begitu…? Argghh… !!” kesal aku kepada Woohyun.

“Katanya kau ingin ikut kontes itu dengannya, makanya aku jelasin dan lagipula kau diam terus, kapan kau bisa mendapatkannya kalai begitu” jelas Woohyun.

Aku yang mendengar perkataan Woohyun sedikit panik, pikiranku sudah kacau kemana-mana. Arghh!! micheosseo !! Eottoke ? Myungsoo pasti akan jelas-jelas menolakku.

“Lalu ia jawab apa?” tanyaku dengan gelisah.

“Molla~ Aku langsung pergi dan ia tidak menjawab apapun” jawabnya.

“Uh, bagaimana kalau dia benar-benar menolakku.. sigh..” ucapku dengan nada kesal.

“Aku pikir tidak, mungkin ia akan benar-benar menerimamu” jawab Woohyun kepadaku yang terlihat bermaksud menenangkanku. Tetapi entah mengapa aku merasa tenang dengan ucapannya, lalu aku keluar dari ruangan kelas.

Secara tidak sengaja aku bertemu dengan Kim Myungsoo. Ah, dia sangat mengejutkanku. Aku pura-pura tidak melihat dan terus berjalan melewatinya.

“Song Ji Hyun-ssi” terdengar suara namja yang memanggilku di belakang, dan suara itu adalah suara Myungsoo-ssi dan aku menoleh kebelakang.

“Ne?”

“Hmm.. Mianhae mengganggumu, apa kau sibuk?” tanya Myungsoo.

“Aniyo, aku hanya berjalan-jalan saja”

“Hmm…Tadi aku mendengar cerita dari temanmu yang bernama Woohyun, apa itu benar?” tanyanya kepadaku, aku terkejut dan bingung apa yang aku harus lakukan.

Aku hanya mengangguk dan kepalaku tertunduk malu.

“Oh, begitu.. Boleh aku tahu kenapa alsan kamu menyukaiku?” tanya Myungsoo lagi.

Aku harus jawab apa? Hmm, mungkin aku jawab jujur saja…

“Itu..karena kau mirip sekali dengan seseorang yang kulihat 15 tahun yang lalu tepatnya saat aku masih di taman kanak-kanak dan ia sebaya denganku. Ia terluka demi aku karena ia berusaha menyelamatkanku. Tetapi, aku tidak tahu siapa dia” jawabku dengan gugup.

“Lalu, bagaimana dengan keadaannya?” tanya Myungsoo.

“Aniyo, aku tak tahu ia masih hidup atau tidak. Ia dipindahkan ke rumah sakit lain yang tidak ku ketahui karena lukanya sangat berat dan harus ditangani di tempat lain. Yang ku ingat hanya wajahnya yang penuh luka itu” jawabku lagi.

“Hmm, apa aku adalah orang yang sama pada 15 tahun lalu? Aku juga pernah menolong seorang gadis yang sedang menyebrang jalan, lalu ada motor yang tiba-tiba melintas sangat kencang lalu aku mendorong gadis itu dan aku yang tertabrak. Setelah itu aku tak tahu lagi dan tiba-tiba saja aku tersadar di rumah sakit”

OMO? Apakah aku bermimpi? Benarkah Myungsoo adalah orang yang sama pada 15 tahun yang lalu?! Tanpa sengaja aku meneteskan air mataku.

“Song Ji Hyun-ssi, Gwaencanaeyo? Apa benar aku adalah orang yang sama yang kau lihat itu?” tanya Myungsoo.

Aku hanya mengangguk, air mataku terus saja menetes tanpa henti.

Myungsoo yang mendengarnya juga terkejut, ia tak menyangka bahwa gadis yang ia tolong itu ada didepan matanya, ya itu adalah aku. Lalu, Myungsoo membantu menghapuskan air mataku dengan sapu tangannya.

“Mianhae, Myungsoo-ssi. Karena aku, kau jadi terluka parah seperti itu..”

“Tidak apa-apa, dengan bantuan dokter di rumah sakit aku dapat sembuh kan” ucap Myungsoo dengan nada halus dan menenangkanku.

“Soal tadi, apa kau benar-benar ingin menjadikanku sebagai pasanganmu di kontes nanti?” tanya Myungsoo.

Aku mengangguk dan dengan halus Myungsoo menerimaku untuk menjadi pasangannya, ini membuatku terkejut sekali.

“Tapi, walau kamu menyukaiku.. Sepertinya aku belum bisa mempunyai perasaan yang sama denganmu, mianhae” ucapnya.

“Ani, gwaencana. Sebagai pasangan kontes nanti saja aku sudah senang. Sekarang, aku harus berterima kasih kepada…….”

Belum saja aku meneruskan kata-kata ku, terdengar suara tepuk tangan seseorang dan mendekati kami. Ternyata ia adalah Woohyun.

“Woohyun-ah..”

“Chukkae, Jihyun-ah. Sepertinya usahaku kali ini benar-benar berhasil. Myungsoo-ah, tolong jaga Jihyun baik-baik. Dan sepertinya aku sudah tak dibutuhkan lagi, sudah ya aku pergi dulu”

Woohyun langsung pergi meninggalkan kami. Tapi kenapa ia mengatakan kalau ia tidak dibutuhkan lagi? Tidak ! Kenapa ia harus mengatakan begitu, aku masih ingin menjadi temannya selamanya.

Di kelas, Woohyun juga tidak mengatakan apa-apa. Aku juga tidak tahu harus berkata apa kepadanya. Bahkan saat pulang pun…

“Aku duluan saja yah, kau pulang bersama Myungsoo saja” ucap Woohyun kepadaku dengan tersenyum lalu meninggalkanku begitu saja.

Kenapa ia melakukan ini? Ia kan yang membuatku bisa bersama Myungsoo sekarang, tapi kenapa ia menjauh?

Lagi-lagi, Woohyun tidak mengirimkan pesan singkat kepada ku. Aku tidak biasa mengirim pesan singkat duluan, jadi aku hanya menunggunya untuk mengirim pesan kepadaku. Entah sekarang kenapa aku merasa kesepian tanpa Woohyun?

Keesokannya…

Akhirnya hari ini kontes dimulai, semua kontestan siap-siap di ruangan ganti untuk make up, dan sebagainya.

Aku diam dan termenung berpikir tentang Woohyun.

“Gwaencanaeyo?” tanya Myungsoo kepadaku.

“Ye, Gwaencana” jawabku pelan.

Hari ini aku tidak melihat Woohyun sama sekali. Tapi, baru saja aku bilang begitu, Woohyun memasuki ruangan ini dan datang menghampiri aku dan Myungsoo.

“Semoga kalian menang..aku akan melihat kalian dari kursi penonton” ucap Woohyun yang memberikan doa kepada kami.

“Ye, gomawo Woohyun-ah” jawabku.

“Woohyun-ssi, bisa kita bicara sebentar?” tanya Myungsoo tiba-tiba.

“Baiklah….” jawab Woohyun.

Mereka berdua pergi meninggalkan ruangan, entah apa yang ingin dikatakan Myungsoo. 10 menit kemudian, Myungsoo kembali.

“Ada apa?” tanyaku.

“Aniyo, hanya urusan kecil” jawab Myungsoo kepadaku.

Aku hanya mengangguk, tak berani bertanya apa yang mereka katakan tadi.

Kontes pun sudah dimulai, terdapat 47 pasangan yang ikut kontes ini. Mereka satu per-satu tampil dan presentasi tentang diri mereka dan pasangannya. Kini giliran kami yang tampil di depan panggung. Kami berjalan menuju depan panggung. Para yeoja yang melihat hampir seluruhnya terkejut kalau Myungsoo ternyata mengikuti kontes ini juga dan yang paling dibicarakan adalah aku, mungkin mereka bertanya-tanya siapa aku dan mengapa aku bisa mengikuti kontes ini bersamanya.

“Pasangan Kim Myung Soo dan Song Ji Hyun. Silahkan memperkenalkan diri kalian dan deksripsi tentang kalian” kata seorang juri yang merupakan dosen itu.

Myungsoo yang akan mewakilkan ku menjawab pertanyaan. Aku melihat sekitar kursi penonton dan akhirnya aku menemukan dimana Woohyun duduk.

Myungsoo sudah mulai berbicara dan aku hanya mendengar pembicaraannya. Tetapi, tiba-tiba ia mengatakan hal yang aneh.

“Tapi, mungkin kami tidak dapat bersatu yang diharapkan. Aku hanya seorang namja yang baru kenal dengan Jihyun dan belum mengetahui tentang Jihyun seluruhnya. Ya, aku tahu kalau Jihyun menyukaiku tapi sepertinya aku tak pantas dengan Jihyun. Ada seseorang yang menurutku pantas bagi Jihyun, ia selalu bersama dengan Jihyun dari sekolah dasar hingga sekarang bahkan ia pun sekarang ada di kursi penonton ini. Ia selalu menjaga Jihyun dengan baik, ia berkata padaku karena ia tidak ingin membuat Jihyun kesusahan dan menangis. Karena dari itu ia selalu mengikuti Jihyun sampai sekarang ini. Mianhae, Jihyun-ssi. Sepertinya aku bukan orang yang baik untukmu, karena selama ini ada orang yang telah menjagamu dengan baik dari dulu dan aku merasa tidak pantas untuk memilikimu, ia sekarang sedang menunggumu untuk membukakan hati untuknya. Woohyun-ssi, mianhae.. Aku tidak bisa menggantikanmu untuk menjaga Jihyun-ssi, aku ingin kau yang terus menjaga Jihyun-ssi. Woohyun-ssi, bisakah kau turun ke sini untuk menjemput Jihyun-ssi?”

Kata-kata yang diucapkan Myungsoo-ssi sangat mengejutkanku. Aku baru mengetahuinya ternyata selama ini Woohyun-ah menyukaiku, dan mungkin itulah sebabnya ia membenci Myungsoo-ssi dan terlihat kesal ketika aku berbicara tentang Myungsoo-ssi sampai ia pun kemarin berkata bahwa ia tidak diperlukan lagi. Tapi, apa perasaanku sekarang ini? Bahagia atau sedih? Tetapi aku tidak merasakan sedih sedikitpun karena tidak bisa mendapatkan Myungsoo-ssi, malah aku merasa bahagia? Apakah aku ternyata lebih menyukai Woohyun-ah?

Woohyun turun dari kursi penonton dan menuju panggung tepat dimana aku berdiri bersama Myungsoo disini.

“Posisi ini lebih pantas untuk Woohyun-ssi” ucap Myungsoo yang memberikan tangannya kepada Woohyun dan mereka bersalaman.

“Gomawo, Myungsoo-ah” ucap Woohyun kepada Myungsoo.

“Jihyun-ssi, mulai sekarang cobalah untuk mencintai Woohyun-ssi” ucap Myungsoo kepadaku.

Tidak sadar aku sudah menitihkan air mata, serta para juri dan penonton sempat ada yang menangis juga.

Woohyun-ah menghampiriku dan memelukku lalu mencium keningku….

“Saranghae”

Wajahku tiba-tiba memerah padam, dan kata-kata yang diucapkan Woohyun-ah sangat ini ku balas.

” Nado Saranghae~”

Para juri dan mahasiswa yang melihat kami bertepuk tangan, dan kami berhasil meraih nilai sempurna dan kami menang.

Terima kasih Myungsoo-ssi, terima kasih Woohyun-ah… Aku sangat bahagia hari ini………..

#backstage

“Myungsoo-ssi, kenapa kau mengetahui hal-hal tersebut” tanyaku yang sangat penasaran.

“Tadi aku berbicara dengan Woohyun selama 10 menit, dan Woohyun-ssi menceritakan tentang hal itu” jawab Myungsoo.

“Ya, Kim Myung Soo ! Kau membuatku malu di depan panggung tahu ! Argghhh… !” Kesal Woohyun kepada Myungsoo yang kemudian wajahnya menjadi memerah.

Aku hanya tertawa mendengar kata-kata Woohyun itu.

==END==

Gimana? Bagus gak? Yang uda baca jangan lupa komentar yahh.. reader yang baik itu harus komentar *maksa*

komentar yang bersifat membangun sangat diharapkan… ^^

Advertisements

15 responses to “Waiting For You

  1. Mian..menurutku alurnya kecepetan,terus aga maksa,.kkk..
    Sama jalan ceritanya mdh ditebak. Tapi aku suka kok..

    Keep writing author!!
    Fighting!

  2. Aku punya saran Thor, coba dibikin ceritanya ga cuma cerita segitiga gini, mungkin ada konflik” gitu diantara mereka bertiga. Hehe.
    Tapi, bagus kok Thor, tingkatin lagi ya Thor ! ^^

  3. huahhh so sweet lah X3
    aku suka sama alur nya banget banget tapi kayaknya akhirannya agak dipercepat, soalnya dia stop sampe situ aja… Coba chingu lanjut beberapa kalimat lagi pasti lebih seru xD
    Keep writing ya chingu, Hwaiting!!

  4. komentar yg membangun ya,
    maaf nih aku kurang bisa ngasih komen yg kaya begitu.
    ceritanya bagus,cuman endingnya agak di paksain ya,mungkin kalau di tambah beberapa adegan lagi bakal seru.
    itu cuma pendapatku lho ya..

    • hehe gpp kok.. yg lain jg pda bilang endingnya terlalu maksa ^^
      nti sebisanya aku buat biar gak bgitu lagi, makasi komentarnya chingu ^^

  5. komentar yg membangun ya,
    maaf nih aku kurang bisa ngasih komen yg kaya begitu.
    ceritanya bagus,nice try kok.

  6. Bgus bngt thor. Aq senyum2 sndri ngebcax. Jdi ngbyangin seandaix klo kjdian yg jihyun almi kjdian ma aq. Pngn pux tmn sebaik Namu oppa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s