(Dooyoon moment) LOVEY DOVEY #3 end

(before this series : love in the same sight | I really want to marry you 12| Youre my bride|lovey dovey 1|2)

Author : Dwlee87

Rating : PG-15

Genre : Romance

Length : Chapter

Main Casts : Yoon Doojoon, Heo Gayoon

Disclaimer : nama diatas milik mereka sendiri, saya hanya memiliki ceritanya

Authors note : ff ini sudah pernah dipublikasikan di fan3less

Happy reading, I really appreciate your comment, don’t be silent reader ok? ^_^

CHAPTER 3

 

I have a wish
To make my love stay forever
I’ll become kind
Please make my wish come true

(snsd – honey)

Doojoon POV

“Kau….kenapa disini…aku tak tahu kalau kau….”

“Aku dari kemarin mendampingi Gyuri, dia tidak cerita kalau bertemu denganmu, kenapa kamu panik?”

“Ah….kebetulan! aku ingin bertanya padamu!”

Kuceritakan pertemuanku dengan Gyuri sampai permasalahan Gyuri menculik istriku beserta suratnya. Otakku terlalu berat untuk mencerna isi otaknya, sungguh. Joon-kun yang membaca surat itu sangat terkejut dan menatapku dengan pandangan tak kalah panik.

“Istrimu….dia dalam bahaya! Kau harus menjemputnya! Aku tahu tempat yang sekiranya dipakai untuk menyembunyikan istrimu, ayo! Jangan ditunda.”

Joonkun dengan cepat menarikku. Akupun mengikutinya, tapi sungguh tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?

“Joon-kun, tolong! Sebenarnya kenapa? Aku tak mengerti! Apa tujuan Gyuri?” tanyaku

“Apa kau tak tahu kalau selama ini Gyuri mencintai Bomi????”

Aku membelalakkan mataku lebar-lebar, Mwo????!!!!! Berarti dia…….aku…..tidak…..!!!!

Tuhan, aku mohon berilah keselamatan untuk Gayoon!, aku terlalu bodoh,bukankah kemarin Gayoon sudah memberi peringatan padaku?! Kenapa bukan aku sasarannya…kenapa harus Gayoon?????

****

Aku bersama Joon-kun mengendarai mobil milik Joon-kun. Aku yang masih dalam kebingunganku hanya berdoa, mengharap keselamatan istriku.

“Kau tahu kan aku mencintai Gyuri sejak lama?” sontak aku menoleh pada Joon-kun

“Ne…..dulu kau selalu ada di belakang Gyuri, bahkan ketika Gyuri pindah ke luar negeri kaupun mengikutinya.”

“Aku dari dulu tahu kalau Gyuri memang lain.” Ucapnya

“Dia tidak bisa menyukai pria karena traumatis masa lalu, saat itu Bomilah yang menolongnya dari keterpurukannya dan sejak itulah Gyuri mulai mempunyai perasaan yang berbeda terhadap Bomi.”

Aku sungguh terkejut mendengar pernyataan Joonkun.

“Aku takut dia sekarang terobsesi dengan istrimu, kita harus cepat menemukannya.”

“Walaupun begitu kau masih mencintainya?” tanyaku

“Aku mencintainya,karenanya aku ingin menolongnya.”

Gyuri POV

Yoja itu kini terikat di kursi yang kusediakan untuknya. Cepatlah terbangun….aku ingin melihat mata itu, mata coklat terang indah milik Bomi itu.

“Eng……” ah….ada tanda-tanda dia bangun. Kudekatkan diriku ke wajahnya. Wajahnya cantik, bibirnyapun tipis. Sama seperti Bomi. Tapi kalau aku boleh memilih, aku tetap memliih Bomi. Bagiku, dia yoja sempurna.

“Aku….dimana? Gyuri ssi?”

“Kau sudah terbangun rupanya, selamat datang di gudangku, maaf kalau kurang nyaman untuk putri keluarga Heo sepertimu.”

“Apa maksudmu memperlakukanku seperti ini, bukankah Doojoon sudah menolakmu? Kaubilang kau akan fair mengenai itu.”

“Rupanya kau ada di dekat kami saat itu. Kuakui aku kalah darimu, tapi ada satu hal yang tidak kau ketahui Gayoon-a.”

“Ha? Apa maksudmu?”

“Orang yang kusukai…..bukan Doojoon, aku sama sekali tak pernah mencintainya.”

“Lalu apa maksudmu mengajakku bermain hal yang tak berarti? Mempertaruhkan cinta suamiku?”

“Kau sendiri yang berpikir begitu, jadi kuikuti saja prasangkamu.”ucapku

Yoja itu nampak terkejut. Matanya mengikuti setiap langkahku, mata itu……mata yang kurindukan.

“Aku mencintai Bomi, dan aku tak terima Doojoon beralih hati padamu.” Ucapku

“Kau…..mencintai Bomi? Kau sinting!” teriaknya

“Terserah kau ingin bicara apa, kau akan merasakannya kalau kau pernah diperkosa beberapa pria.” Ujarku

“Dia yang menyelamatkanku dari keterpurukanku, dia yang memberiku perhatian saat yang lain meninggalkanku. Dialah penyelamatku, tapi dia mencintai Doojoon dan dia begitu bahagia saat bersamanya. Kulihat Doojoon namja yang baik dan dia juga begitu mencintai Bomi. Aku hanya bisa melihat mereka berdua dengan perih di dadaku, tapi asal bomi bahagia, bagiku itu sudah cukup.”

Gayoon hanya memandangiku , kupikir dia akan memandangiku dengan pandangan jijik, tapi tidak, dia memandangiku dengan tatapan kasihan, tatapan yang sama yang kutemukan saat Bomi melihatku dulu.

“Kau……..kenapa menatapku seperti itu?”

“Kau kesepian kan? Apalagi setelah Bomi mempunyai Doojoon, sehingga kau memilih pergi ke luar negeri untuk menjauh dari mereka. Lalu setelah Bomi meninggal kau tak tahu harus berbuat apa, sampai akhirnya kau bertemu dengan Doojoon. Tatapanmu padanya…..kau seakan mencari Bomi dalam pandangan matanya.”

“DIAAAAAAAAAAAAM!!!!!!!!!” Kulempar vas tepat disamping yoja itu. Vas itu pecah mengenai tembok sehingga pecahannya sedikit mengenainya.

“Kau ingin membaca pikiranku? Jangan sok tahu!” kudekatkan diriku ke arahnya membawa pisau yang sedari tadi kupegang.

“Kau tahu pisau ini untuk apa? Kau tak berhak memiliki mata itu, mata Bomi hanya untukku. Dengan itu aku bisa merasa Bomi memandangiku.”

BRAAAAAAAAAAAAK

Gayoon POV

Yoja ini gila, sungguh! Kucoba mengulur waktu untuk melepaskan ikatanku. Keahlianku dalam melepas ikatan cukup mahir karena latihan sejak kecil untuk mengatasi penculikan. Kumulai perlahan namun pasti. Kubiarkan yoja itu berbicara tentang masa lalunya. Rasanya aku tahu permasalahan yoja ini. Dia kesepian, sangat kesepian tanpa perhatian dari seseorang. Kasih sayang seorang sahabat terhadapnya membuatnya menyayangi Bomi lebih dari apapun sampai akhirnya berubah menjadi cinta.

“Kau kesepian kan? Apalagi setelah Bomi mempunyai Doojoon, sehingga kau memilih pergi ke luar negeri untuk menjauh dari mereka. Lalu setelah Bomi meninggal kau tak tahu harus berbuat apa, sampai akhirnya kau bertemu dengan Doojoon. Tatapanmu padanya…..kau seakan mencari Bomi dalam pandangan matanya.”

“DIAAAAAAAAAAAAM!!!!!!!!!” Dia melempar vas ke arahku, pecahan vas itu mengenai pipiku dan untungnya sedikit pecahannya ada di genggaman tanganku sekarang. Kucoba membuka tali itu sedikit demi sedikit.

“Kau ingin membaca pikiranku? Jangan sok tahu!”

Yoja itu mendekat ke arahku, jebal….sedikit lagi….sedikit lagi aku selesai membukanya

“Kau tahu pisau ini untuk apa? Kau tak berhak memiliki mata itu, mata Bomi hanya untukku. Dengan itu aku bisa merasa Bomi memandangiku.”

LEPAS!!! Kini aku tinggal menunggu kesempatanku

BRAAAAAAAAAAAAAAAK

Pintu ruang ini tiba-tiba saja terbuka lebar, kulihat Gyuri tak fokus lagi padaku. Aku segera melepaskan ikatanku dan merebut pisaunya. Dengan sedikit beladiri yang kupunyai, kulumpuhkan dia dan kini keadaan berbalik, aku yang menodongkan pisauku padanya.

“Chagiya…..”

Kudengar suara Doojoon dari kejauhan, aku lega mengetahui dia mencariku, tapi aku tak bisa menoleh, aku fokus pada yoja yang sekarang tak berdaya di hadapanku.

“Lebih baik kau bunuh saja aku, dengan begitu aku bisa bertemu Bomi lebih cepat.”

Dia menatap kedua mataku, kerinduannya terhadap Bomi nampak begitu dalam. Tak mungkin aku membunuhnya, bagaimanapun dia sahabat Bomi. Aku malah ingin menolongnya sekarang. Kulepaskan pisau dari tanganku dan kubantu dia berdiri.

“Chagi! Kenapa….?”

“Yobeo….diamlah…….”ucapku

“Kenapa…apa maksudmu? “

Kupeluk yoja itu erat, sangat erat. Bagaimanapun yang diharapkannya adalah kasih sayang.

“Mianhe aku tak bisa menggantikan Bomi untuk memberikan kasih sayang, tapi aku yakin Bomi juga akan melakukan ini padamu.” Ucapku

Kurasakan detak jantungnya yang semakin cepat, tarikan nafasnya yang semakin memburu. Yoja itu balik memelukku.

“Hiks…hiks….Bomi……kenapa……dia harus meninggal….KENAPA???????????????”

Tangisnya pecah menggema di gudang itu. Kulihat dari kejauhan Doojoon memandangiku. Pandangannya menyiratkan kelegaan yang amat sangat. Sesaat kemudian dia menutupi matanya dan mengalihkan pandangnnya dariku. Kenapa? Apa aku salah memaafkan Gyuri?

Doojoon POV

Aku melihat adegan di hadapanku dengan nafas memburu, sungguh! Kututupi mataku. Siapa sangka aku menangis? Aku menangis karena lega dia selamat. Terimakasih Tuhan kau melindungi istriku. Joonkun berjalan ke arah Gyuri, memakaikannya jaket dan menuntunnya ke arahku. Kulihat dia masih sesenggukkan menahan tangisnya.

“Aku…..3 hari lagi kembali ke Kanada.” Ucapnya

“Aku ingin kalian mengantarku. Kuharap saat itu kalian belum pulang ke korea.”

Dia membungkukkan badannya padaku dalam-dalam

“Mianhe……aku sudah hampir mencelakai istrimu….dia…istri yang baik, rasanya aku mengerti Bomi menitipkanmu padanya. Mata itu….mata indah itu…….sangat serasi untuknya.”

Joonkun menundukkan kepalanya padaku.

“Setelah mengantarkan Gyuri aku akan kemari menjemput kalian.”

Sekarang tinggal kami berdua di gudang ini. Kulihat Gayoon yang terduduk lemas. Aku mendekatinya dan langsung memeluknya,

“Mianhe…jongmal mianhe….padahal aku sudah berjanji menjagamu….”

“Ani……aku juga sudah berprasangka, bahkan aku berniat mengujimu, maafkan aku yang kurang percaya padamu.”

Kusentuhkan tanganku di pipinya yang sedikit berdarah

“Pasti sakit ya? Kau tak takut?”

Dia hanya menggeleng

“Aku lebih takut ketika dia menggodamu, aku takut kau terpesona padanya dan melupakanku.”

“Babo…..”

Kukecup keningnya perlahan, lalu pipi kanannya yang terluka, pipi kirinya yang tergores , pelupuk matanya yang hampir saja tak akan ada isinya lagi.

“Yeobo…”

“Sst…diamlah….”

Sekarang kucium bibirnya untuk menyampaikan perasaanku, bahwa hanya dia yang kucintai. Kucium dia sedikit lebih lama untuk menenangkan perasaannya, menenangkan perasaanku, menenangkan perasaan kami. Kupeluk dia erat, erat sekali, aku begitu takut akan kehilangan dia.

“Aku mencintaimu chagi….kumohon jangan ragukan perasaanku ini. Aku hampir mati ketika mengetahui kau diculik. Aku tak tahu harus bagaimana jika kehilanganmu. Aku tak ingin kehilangan orang yang kucintai dua kali.” Tanpa terasa air mataku menetes membasahi pipiku sungguh aku takut, aku begitu takut kehilangan orang yang kucintai di depan mataku kedua kalinya. Kali ini dia balik memelukku erat. Tangannya yang merengkuhku menandakan kalau dia masih kuat dan tidak mengalami luka parah. Aku begitu lega merasakan hangat tubuhnya yang nyata.

“Aku takkan lagi meragukan perasaanmu, itu janjiku……..na do……. saranghae…” Gayoon menyeka airmataku dan kembali memelukku.

*******

“Mianhe….merepotkan kalian……” yoja itu membungkukkan badannya di hadapan kami.

“Aku akan berusaha memperbaiki diriku, Gayoon-ssi, terimakasih sudah memaafkanku, aku janji akan menjadi lebih baik, aku juga tak ingin dimarahi Bomi.” Ujarnya tersenyum

“Kau boleh tetap memanggilku Gayoon-a”ucap  Gayoon

“Jinjja ? Gomawo…”

“Ya! Kau tak boleh jatuh cinta pada istriku!” Jangan sampai kejadian dulu terulang kembali. Walau dia berniat baik, toh kecenderungan untuk menyukai sesamanya masih ada.

“Ani……lagipula….aku ingin berusaha mencintai orang yang selama ini memperhatikanku.”

Gyuri melihat Joonkun yang sekarang sedang mengurus tiket pesawat mereka berdua.

“Baguslah kalau begitu.”ujarku tersenyum. Bagaimanapun, aku masih ingin menganggapnya sahabat.

“Ngomong-ngomong…….kalian belum melakukan hubungan ya?” tanya Gyuri

“A…..apa urusanmu????!!!” tanyaku gugup, apa pula urusan yoja ini menanyakan hal pribadi begitu?

“Ternyata benar…pantas saja wajahmu polos sekali saat kudekati kemarin…….kalian ini suami istri aneh…..”

“Sudah sana cepat pergi! Dipanggil tuh!” ucapku

“Baiklah, aku pergi dulu, kuharap saat bertemu kalian nanti aku sudah bisa melihat anak kalian, oh ya….ini!”

Gyuri memberikan sekotak bingkisan pada Gayoon

“Kuharap ini bisa membantu.” Ucapnya

Membantu apa? Dasar yoja gila!!! Gayoon yang begitu penasaran membuka bingkisan itu cepat dan sontak wajahnya memerah lalu segera menutup bingkisan itu.

“Chagi…memang isinya apa?”

Dia hanya menggelengkan kepalanya, melarangku untuk membuka isinya

“Itukan untuk kita, mana!”

Akhirnya terjadilah adegan perebutan bingkisan dengan gerakan Gayoon yang  berkelit kesana kemari sementara aku masih dalam usahaku mengambil bingkisan itu.

“Bukan sesuatu yang penting.”

“Lalu kenapa aku tak boleh lihat?”

“Ini…Ah!!!!” Yup, akhirnya bingkisan itu ada di tanganku. Gayoon menutupi wajahnya segera dan akupun membuka cepat bingkisan itu dalam penasaranku. Apa ini? Gaun? Kuambil Gaun yang ada di dalamnya. Ah…….. rupanya gaun yang dipakai Gyuri saat malam itu, akupun mengembangkan senyumku melihat Gayoon yang sedang memandangku dengan wajah khawatir dan mulai merona merah.

“Malam ini kutagih janjimu waktu itu.”

****

“Chagi….sudah? lama sekali?”

“Sebentar…memakainya susah….” Ucapnya dari kamar mandi

“Sudah 10 menit…kau ini ngapain sa….” Pintu kamar mandi itu terbuka. Kulihat gaun itu dikenakan istriku….sungguh membuatku menahan nafas. Demi apapun aku takkan membiarkannya berpakaian seperti ini keluar rumah!

“Aku malu sekali….baju ini….kelewat mini….”

“Bisa berbalik?” tanyaku

“Aku akan berbalik cepat, karena aku tak yakin kau akan tahan.”

Aku menahan tawaku,antara senang, malu, bercampur menjadi satu. Diapun berbalik, kulihat sebentar punggungnya yang agak terbuka itu. Aigo…telingaku panas sekali, kalau begini terus aku bisa mimisan….ehm…jjamkan, tadi aku melihat ada yang aneh….

“Chagi….tolong balik badanmu lagi.”

“Lagi…?Kau ini yadong sekali!”

“Bukan….cepatlah! jebal!” ucapku khawatir

Diapun berbalik perlahan, kulihat goresan yang cukup besar di punggungnya

“Chagi,,,ini kenapa?” kusentuhkan tanganku di luka itu

“Yobeo…sakit….apa ada luka disitu?”

“Ne….goresan…agak panjang.” Ucapku

“Pantas saja setiap aku mandi terasa perih, sepertinya terkena pecahan vas waktu itu.”

“Pecahan vas???????Kenapa kau tak bilang? Sini kuobati!”

“Tak apa kok….sungguh, sebentar lagi juga kering.”

“Babo! Nanti berbekas! Kau harus menjaga tubuhmu!”

Kuoleskan obat luka di luka itu. Luka itu semakin membuatku merasa bersalah. Kenapa aku tidak datang lebih cepat saat kejadian itu? Andai aku datang lebih cepat…luka ini pasti tidak ada.

“Yobeo….sudah kau oleskan kan?”

“Ah ne…….jongmal mianhe…”

“Mian untuk apa?”tanyanya

“Aku tak bisa menepati janjiku menjagamu.”

Gayoon berbalik menatapku, menatap lurus ke dalam dua mataku.

“Kau mencintaiku kan?” tanyanya

Aku menganggukkan kepalaku

“Kalau begitu aku ingin kau percaya bahwa aku bisa menjaga diriku tanpa harus bergantung padamu. Aku ini yoja kuat tapi ada kalanya aku lemah. Pada saat aku lemah itulah aku ingin bersandar padamu.”

Aku menatap yoja yang dihadapanku, semakin hari aku mengenalnya dia semakin mempesonaku. Aku tak tahu lagi untuk membendung pesonanya yang hampir meruntuhkan pertahananku.

“Aku juga tahu kau namja yang kuat,kau namja yang bisa diandalkan, tapi aku juga tahu kau punya kelemahan, aku harap kau bisa bersandar padaku pada saat kau lemah.”

Ya Tuhan…..yoja ini…..bolehkah?

“Chagi…….tahukah kau? Saat ini aku sudah begitu lemah…….bolehkah……… aku bersandar padamu?”

******

Incheon airport

Gayoon POV

“Gayoon-a…Doojoon-a……yogi……..”

Orang tua kami sibuk menjemput kami di airport, kami melambaikan tangan kami

“Wuah…sepertinya menyenangkan, wajah kalian cerah sekali, aigo,….kenapa dengan wajah nae egi?”

“Cuma sedikit tergores pasir omma, aku kelewat semangat bermain di pantai.” Ucapku bohong, tentu saja aku takkan mengatakan insiden itu pada keluarga kami. Cukup kami berdua yang tahu.

“Chagi pakai dulu jaketmu diluar berangin.”ucap Doojoon

“Ah…ne…”

“Bagaimana Pattaya?” tanya ayah mertuaku

“Indah sekali, tak jauh berbeda saat kita terakhir kesana.” Ucap Doojoon.

“Wah….kalian pasti bersenang senang disana ya.”ucap ibu mertuaku

“Ya….bahkan Doojoon katanya tak mau pulang omma.”

“Lalu….bagaimana…..?” tanya appaku yang mulai senyum-senyum tidak jelas

“Bagaimana apanya appa?” tanyaku

“Apa kita berempat kira-kira sudah akan menimang cucu?”

Kami berdua berpandangan satu sama lain, dan hanya dalam sepersekian detik memalingkan wajah kami masing-masing. Sedikit kuintip wajah Doojoon yang memerah sampai ke telinganya, bahkan keadaanku juga tak jauh berbeda. Aku bingung harus mengatakan apa pada kedua orang tua kami. Akupun berbisik pada ommaku

“Saat itu…..ehm…bukan saat baikku, jadi kurasa….cucunya akan tertunda.” Ucapku

“Jadi…..kalian…..hahaha, anakku sudah menjadi wanita sesungguhnya sekarang.”

Orang tua kami semua menertawakan kekikukan kami. Aku dan Doojoon hanya berpandangan dan menahan rasa malu kami. Berusaha memadamkan wajah kami yang tak tahu sudah semerah apa.

“Semoga lain kali di saat baikmu ya, aku juga ingin cepat punya anak.”ujar Doojoon berbisik padaku dengan wajahnya yang masih belum kembali ke warna semula. Aku hanya menatapnya yang tersenyum melihatku.

“Tapi aku masih ingin berdua dulu……ah….” Aku menundukkan kepalaku…..entah kenapa kata-kata itu terucap begitu saja. Aku juga ingin punya anak..tapi….tidak dalam waktu dekat ini.

Tiba-tiba saja badanku dipeluknya dari belakang.

“Nae chagi…jongmal kyopta…..sepertinya kau jadi lebih jujur sekarang.”

Kau kira aku akan kalah kau gombali seperti itu? Maaf tapi aku akan menang kali ini. Segera kucium saja bibirnya, tak peduli walau kini kami ada di airport, toh dia suamiku.

“Kau….sejak kapan kau berani menciumku di tempat umum begini?”

“Sekarang aku takkan kalah dari sifat gombalmu itu, tahan saja dirimu menghadapiku yang seperti ini kalau kau bisa.”

“Neo…..Baiklah….kau menang kali ini, aku akan membalasmu, jangan harap kau bisa menghindariku.” Ujar Doojoon memandangku dengan penuh perhitungan. Kehidupan kami, nampaknya akan semakin berwarna. Kami bisa memulainya dengan baik, semoga….seterusnya….kami berdua dapat menjaga perasaan ini.

FIN

Author’s note : buat yang ga tahu apa maksud Gayoon dengan “saat baik”, maksudnya adalah, saat itu bukan masa suburnya dia, jadi kemungkinan hamilnya kecil ^_^, selanjutnya silahkan disimpulkan sendiri…hehehe

 

buat pembaca i  stole those lips…mianhe….akan author coba untuk menulisnya sesegera mungkin dikarnakan kesibukan author yang bejibun…jinjja mianhe…..*bowing

8 responses to “(Dooyoon moment) LOVEY DOVEY #3 end

  1. Kkkkkkkkk ~

    Gak kerasa cepet banget ya end nya (╥﹏╥) aku suka bangeeeeet looooh thoooor !!!

    Kkkkk ~ kalau bisa dibuat lanjutannya 😀 kalau yang ada Joon aku udah baca difan3less, jdi ak tnggu cerita lain doyoon couple hohoho *readers banyak nuntut*

  2. Actually aku udh baca langsung di blog author kemaren.. Tp ga apa2 aku komen lagi disini..#double komen..

    Ayyyooo terus banyakin lagi ff beast..
    Hmm req yang ama a pink dong,kkk

  3. yaaaaaaaaaaaah,, kok udah end,,, tapi seru bgt,, gak nyangka aja si gyuri gak normal sedikit,,, tapi seperti biasa suka bgt sama Dooyoon moment’y,,, daebak d^^b

  4. thorr scepat.a ya I STOLE THOSE LIPS capter 5 .. pnasaran bgt

    scepat.a yach .. oy ska sma smw ff d’sni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s