Forever (part 1)

Forever (part 1)

Cast:

Kwon Yuri

Byun Baekhyun

Xi Luhan

EXO

SNSD

Genre:

Yuri POV

Pagi-pagi sudah dapat SMS. Mengerikan.

To: Yuri

From: Baekhyun

Hello my bestie!! Aku tunggu kau di depan rumahku. Bye

Baekhyun

                “Tanpa diberitau pun aku sudah tau Byun Baekhyun” ucapku pelan. Aku segera bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Aku memakan jatah sarapanku dengan cepat dan pamit kepada orang tuaku. Aku segera membuka pagar.

BRUK! Seseorag menabrakku. “Hei!” teriakku pada orang itu. Sedangkan dia hanya tersenyum dan berlari begitu saja. Menyebalkan!!

“Yuri-ya! Kau lama sekali!” ucap seorang namja sambil menepuk bahuku. “Kau! Seharusnya kau menungguku didepan rumahku, aku malas berjalan ke rumahmu terus yang berjarak 100 cm dari rumahku” ucapku kesal.

“Hmm…. siapa suruh kau menumpang denganku?” ucapnya tak peduli. “YA! Baekki! Aku bisa saja pergi kesekolah sendiri. Aku juga punya mobil sepertimu. Tapi kau memaksaku untuk ikut bersamamu! Bukan aku yang salah!” teriakku. “Oh, whatever” ucap Baekhyun. Menyebalkan!!!!

“Baekki, kau kenal orang yang menabrakku tadi?’ tanyaku sambil berjalan.

“Hahaha… kau ditabrak olehnya? Kasihan” tawa Baekhyun. “Kau kenal dia atau tidak?” tanyaku ketus. “Mungkin kenal, mungkin tidak. Cari saja jawabannya sendiri” jawab Baekhyun.

“Kau sangat menyebalkan!” ujarku kesal. Siapa yang tidak kesal kalau diperlakukan begitu?

“Cepat masuk! nanti terlambat sekolah” ucap Baekhyun sambil membukakan pintu mobilnya untukku. Aku segera masuk ke dalam mobil, begitu juga Baekhyun.

Beginilah setiap hari, aku pergi ke ekolah bersama Baekhyun. Dia yang mengendarai mobil ini. baekhyun adalah sahabatku sejak SMP. dia tergabung dalam grup populer di sekolah kami, namanya EXO. Baekhyun sangat-sangat populer di sekolah. Fansnya banyak sekali. Dia selalu saja mengikutiku. Hal ini membuat fansnya benci padaku. Mengerikan!

Sebenarnya aku juga tergabung dalam grup bernama Girls Generation atau yang biasa disebut SNSD yang populer juga. Tapi, hanya sedikit orang yang tau bahwa aku anggota dari grup itu. Grupku itu terdiri dari 9 orang. Tapi, orang banyak beranggapan kalau grup itu hanya terdiri dari 8 orang, karena yang selalu bersama hanya 8 orang. Saat istirahat aku jarang bersama teman-teman di grupku, karena… Baekhyun selalu meyeretku untuk bersamanya.

“Oke, Yuri… kita sampai. Cepat turun!” ucap Baekhyun. “Ne, ne…” kataku kesal. Aku turun diikuti oleh Baekhyun. Baekhyun langsung merangkulku dan berjalan bersamaku menuju kelas kami. Memang, banyak mata mengerikan yang melihat ke arahku. Tapi mau bagaimana lagi?

“Baekki, bisakah kau lepaskan tanganmu itu dari leherku? Kau tidak lihat para fans mu seperti ingin membunuhku?” ucapku. “Oke” kata Baekhyun menyetujui. Memang, tangannya tidak lagi di leherku, tapi… pindah ke tanganku. Oh my god! Pandangan fansnya tambah mengerikan.

“Ya! Baekhyun-ssi! Lepaskan tanganmu dariku!” teriakku. “Maaf nona Kwon Yuri, permintaanmu tidak diterima” ucapnya santai. Aku hanya mengeluh panjang.

Tak lama, aku dan Baekhyun sampai di kelas. Tempat duduk kami bersebelahan. Aku meletakkan tasku dan duduk diam dibangkuku. Tak lama, banyak sekali orang masuk ke kelasku dan langsung menyerbu Baekhyun. Yayaya, menyebalkan. Lama-lama aku risih duduk terus di sini. Aku keluar dan mencari Tiffany, teman satu grupku di kelasnya.

“Tiffany!” panggilku. “Hai Yuri!” ucap tiffany sambil menghampiriku. “Tumben tidak bersama Baekhyun?” tanya Tiffany.

“Dia sedang diserbu fans” jawabku. “Oh, Yuri… kata Taeyeon, nanti pulang sekolah, kita latihan” ujar Tiffany. “ne, Taeyeon sudah memberitahuku tadi malam” ucapku.

“Yuri-ya, nanti jam istirahat, kau harus gabung dengan kami…. please, sekali saja tidak bersama Baekhyun-mu itu” pinta Tiffany. “Aku juga sangat-sangat ingin berkumpul dengan kalian…. tapi, kau tau sendiri kan? Baekhyun selalu menarikku untuk beristirahat dengannya?” ucapku.

“Oke, aku mengerti” ucap Tiffany.

“Yuri-ah! kenapa kau keluar kelas?” tanya seseorang yang kuyakini itu adalah Baekhyun.

“Memangnya aku tak boleh keluar kelas?” tanyaku balik. “Ne Baekhyun… betul kata Yuri, tak bisakah kau membiarkan Yuri bebas darimu dan lebih sering bersama kami?” ucap Tiffany sambil menatap kesal ke arah Baekhyun.

“Sebenarnya sih bisa-bisa saja, tapi sayangnya aku tak bisa” ujar Baekhyun santai.

“Dasar menyebalkan…. aku bingung kenapa Yuri betah bersamamu terus. Kalau aku jadi Yuri, satu detik saja, aku akan kabur darimu” kata Tiffany sambil menunjuk-nunjuk Baekhyun dengan jari telunjuknya.

“Hahaha… sayangnya kau bukan Yuri” ucap Baekhyun yang lagi-lagi santai. “Aish… kau benar-benar menyebalkan” kesal Tiffany sambil mengepalkan tangannya.

“Ayo Yuri, kita masuk kelas. Bel sudah bunyi. Bye Tiffany!” ucap Baekhyun sambil merangkulku dan pergi ke kelas. Dan its time to study!

*****

                Jam istirahat! Aku teringat kata-kata Tiffany agar aku bergabung bersama SNSD pada jam istirahat. Saat Baekhyun sedang dikerubungi fansnya, aku langsung kabur dan pergi ke kantin. Aku melihat Tiffany dan yang lainnya sudah berada di bangku yang biasa mereka tempati. Aku segera menghampiri mereka.

“Annyeong!” ucapku pada mereka sambil duduk di sebelah Tiffany.

“Yuri-ssi! Akhirnya kau lepas dari Baekki-mu itu dan bergabung dengan kami!  Ah! kami senang sekali kau bisa bergabung bersama kami” ucap Taeyeon. Aku hanya tertawa mendengar Taeyeon mengucapkan kata ‘baekki-mu’.

“Yah… akhirnya aku bisa lepas dari Baekhyun!! I am free!” ucapku senang.

“Ne… ahahah, tapi… kok bisa kamu lepas dari dia?” tanya Yoona yang terlihat penasaran.

“Kebetulan tadi dia sedang dikerubungi fansnya, so… aku cabut kesini… hehehe” jawabku dengan senyum yang sumrigah (?).

“Wah… trik-mu sangat hebat, Kwon Yuri” puji Sooyoung. “Iya dong… siapa dulu? Yuri!” ucapku bangga.

Aku dan yang lain memesan makanan dan minuman.

“Yuri! Itu Baekhyun! Cepat sembunyi!!” teriak Jessica sambil mendorongku untuk cepat sembunyi. Mwo? Baekki? “NE… KABUR!!” teriakku sambil berlari ke ruang yang dekat dengan kantin. Perpustakaan.

“Hhh…hhh…. capek sekali” ucapku pelan. Tiba-tiba… BRUK! Seseorang menabrakku. Aku, orang yang menabrakku serta buku-buku yang ia pegang terjatuh.

“Mianhae” ucap orang itu cepat. “ah… tidak apa-apa” kataku sambil berusaha berdiri dan melihat wajah orang itu.

What? Dia kan…. “Ya! Kau yang menabrakku tadi pagi, kan?” ucapku sedikit berteriak. “Me? Oh… kau! Kau pacar Baekhyun itu ya? Mianhae… aku tak sengaja menabrakmu tadi pagi” kata orang itu.

“Hei! Aku bukan pacar Baekhyun! Aku hanya sahabatnya” ucapku yang lagi-lagi sedikit berteriak.

“Hahaha… kau lucu sekali. Luhan imnida” tawa orang yang bernama Luhan itu.

“Siapa yang ingin mengetahui namamu? Huh?” tanyaku kesal. “kau benar-benar lucu, ahahha” tawa Luhan sekali lagi. “Aku ingin tau namamu siapa”lanjutnya lagi.

“Kau ingin tau namaku? Sorry, aku tidak bisa memberitahumu” ucapku dengan nada mengejek. “Hahaha…. kau selalu membuatku tertawa nona Kwon Yuri!” tawanya sekali lagi. ya ampun… dia ini 100 kali lebih menyebalkan dari Baekhyun. But… wait! Darimana dia tahu namaku?

“Darimana kau tahu namaku?” tanyaku sedkit ketus. “Namamu tertera di baju seragammu, PABO!” jawab Luhan yang masih diselingi dengan tawaan.

“Kau sungguh menyebalkan!” ucapku sambil menjitak kepala Luhan. “hahaha…. bisakah kita berteman baik, Yuri?” tanya Luhan.

“Berteman baik?” tanyaku balik. “Ne, kenapa? Kau tidak mau?” ujar Luhan. “Entahlah, tapi sepertinya aku tidak akan betah bersamamu Luhan-ssi” ucapku dengan nada merendahkan.

“Tak apa, aku akan berusaha agar kau bisa merasa nyaman bila denganku” kata Luhan sambil memegang bahuku.

“Kalau itu mau-mu, oke… kita coba jadi teman baik, Luhan-ssi” kataku menyetujui perkataan Luhan.

“By the way… kau tidak istirahat makan di kantin bersama Baekki-mu itu?” tanya Luhan. “Ani.. justru aku menghindar darinya hari ini. sebenarnya tadi aku sudah berada di kantin bersama teman grup ku. Tapi, Baekki datang, jadi aku kabur kesini” jawabku panjang lebar.

“Kau punya grup?” tanya Luhan lagi. “Ne” jawabku singkat. “Apa namanya?” tanya Luhan berkali-kali. “Girls Generation” jawabku.

“Kau salah satu anggita grup populer itu? Kenapa aku bisa tidak tau?” tanya Luhan bingung.

“Ahahaha… aku jarang bersama mereka” tawaku.

“Pasti karena Baekhyun dan kau selalu bersama” tebak Luhan. “Kau benar LULU” ucapku.

“Hahaha… aku member grup EXO sekaligus sepupu Baekhyun” kata Luhan menjelaskan. “Mwo? EXO? Aku tidak tau kau bergabung dengan mereka” ucapku tak percaya. “Aku sama denganmu Yuri, aku jarang bersama meraka. Tapi, alasanku berbeda denganmu” kata Luhan.

“Oh… hahaha, oh iya… kau sepupu Baekhyun? Kau tinggal satu rumah dengannya?” tanyaku. Luhan mengangguk, dan aku hanya meng’oh’kan saja.

“Yuri, itu temanmu?” tanya Luhan sambil menunjuk orang dibelakangku. Aku melihat ke arah yang ditunjuk Luhan dan mendapati Tiffany sedang berkacak pinggang sambil menggelengkan kepalanya padaku. Aku tersenyum lalu pergi ke tempat Tiffany dan pamit kepada Luhan.

“Yuri! Aku benar-benar terkejut denganmu! Kau mendekati 2 member EXO sekaligus? Baekhyun dan Luhan? Mengerikan” omel Tiffany saat kami berjalan ke arah kantin.

“Hei! Bukan aku yang mendekati mereka!” sergahku. “Sepertinya memang mereka yang mendekatimu Yuri… hahaha” tawa Tiffany.

“Yuri! Kau lama sekali bersembunyinya…. ngapain aja, sih?” tanya Taeyeon. “Hahaha… mianhae, aku bertemu seseorang tadi” jawabku sambil duduk kembali di bangku kantin yang kududuki tadi.

“Siapa?” tanya Jessica. “Lu…” Jawab Tiffany yang terputus karena aku menutup mulutnya. “Tidak siapa-siapa” jawabku sambil tersenyum.

“Oh iya… Baekhyun sudah pergi dari sini?” tanyaku. “Belum… itu dia sedang bersama EXO. Tadi dia mencarimu kesini tapi kami bilang kau tidak bersama kami. Lalu bergabung dengan teman-teman EXO-nya itu” jawab Yoona sambil meminum pesanannya.

“Apakah dia bisa melihatku disini dari sana?” tanyaku lagi. “Tidak akan” jawab mereka kompak. “Yakin?” tanyaku lagi. “Ne” jawab mereka bersama lagi. huft… syukurlah…

******

                “Yuri! Kemana saja kau tadi? Kau coba kabur lagi?” tanya Baekhyun saat bel pulang berbunyi.

“Hahaha… sorry Baekki” tawaku sambil menyandang tasku. Aku keluar kelas bersama Baekhyun. Aku teringat sesuatu. Ah iya!! “Baekki… aku ada latihan bersama SNSD sekarang…” ucapku pada Baekhyun.

“Baiklah… aku juga latihan dengan EXO hari ini. kalau sudah selesai, kau beritahu aku… oke?” kata Baekhyun sambil mengangkat jempolnya. “Oke… bye, see you” ucapku sambil berlari ke arah tempat latihan SNSD.

“Annyeong! Sudah lama menunggu?” sapaku pada SNSD saat aku sampai di ruang latihan. “Tidak… kami baru saja berkumpul” kata Seohyun sambil tersenyum. Baguslah.

“Dimana Yoona?” tanyaku yang tidak melihat keberadaan Yoona disini. “Katanya dia ada urusan, paling sebentar lagi datang” jawab Sunny. Aku meng’oh’kan keta Sunny tadi.

Kami segera memulai latihan. Posisiku di grup ini sebagai main dancer dan vocalist. sebenarnya kami sudah di kontrak SMent untuk menjadi artis mereka. Dan sebentar lagi kami akan debut!

“Oke… istirahat 15 menit” perintah Taeyeon, leader grup kami. Aku duduk disebelah tasku dan mengambil air mineral dan segera meneguknya. I-Phone ku berbunyi tanda telfon masuk. aku mengangkatnya.

“Annyeong Baekki… ada apa?” tanyaku. Yap, yang menelfon adalah Baekhyun. “Yuri-ah! bisakah kau ke tempat latihan EXO sekarang? Aku membutuhkanmu” jawab Baekhyun. “Ne… tunggu sebentar, aku segera kesana” ucapku sedikit malas. Aku menutup telfonnya dan pergi keluar tempat latihan SNSD menuju tempat latihan EXO.

Dijalan, aku bertemu Luhan. “Annyeong yuri-ah!” sapa Luhan sambil tersenyum. “Annyeng Luhan-ssi! Kau tidak latihan bersama EXO?” sapaku balik sambil bertanya.

“Hahaha… aku ada urusan tadi” jawab Luhan. “Sekarang kau mau kemana?” tanyaku lagi. “ke tempat latihan EXO, kau?” jawab luhan sambil bertanya balik. “Sama, aku dipanggil Baekhyun. Kita sama-sama saja kesana” ucapku sambil tersenyum. Aku dan Luhan berjalan menuju tempat latihan EXO. Tak lama, kami sampai di tempat tujuan. Luhan membuka pintu tempat latihan itu dan masuk ke dalam dan diikuti olehku.

“Annyeong…” ucapku dan Luhan bersamaan. “Annyeong! Kau lama sekali Lulu! Kemana saja?” ucap Suho, leader grup ini. luhan hanya tersenyum menanggapi perkataan Suho tadi. Anak aneh!

“Hai Yuri-ssi!” sapa semua member EXO kepadaku. “Hai!” sapaku balik. “Dimana Baekhyun?” tanyaku pada mereka. Aku benar-benar tidak melihat Baekhyun disini.

“Hahaha… kau benar-benar peduli dengan Baekhyun, Yuri!” tawa mereka. Aku tak mengerti apa yang mereka maksud.

“Maksud kalian?” tanyaku bingung. “Mianhae Yuri-ssi… kami mengerjaimu” ucap Chen. “Aku masih tak mengerti apa yang kalian bicarakan” kataku yang masih sangat bingung dengan ucapan mereka.

“Begini… Baekhyun sedang pergi ke tempat latihan SNSD untuk mencarimu. HP-nya ditinggal. So, kami menelefonmu agar kau datang ke sini” kata Sehun menjelaskan.

“Tapi… itu mirip sekali dengan suara Baekhyun” ujarku. “Itu suara D.O… hahahaha” kata Xiumin sambil tertawa.

“AH! kenapa kalian semua menyebalkan??” teriakku kesal kepada mereka. Sedangkan mereka tertawa terbahak-bahak melihat tingkahku.

“Lagian… kau sama Baekhyun terus, sekali-sekali ngumpul dengan kami… kan nggak apa-apa. tukaran gitu… kau dengan kami, Baekhyun dengan SNSD… hahaha” tawa Kai.

“Kalian semua memang tidak waras lagi” ucapku bingung melihat tingkah mereka. “Kami tidak waras karena kau” ucap Kai lagi. “Aish!! Kalian gila semua” teriakku. Mereka lagi-lagi tertawa. “Ne… kami tergila-gila denganmu!” ucap mereka bersamaan. oh my god!! Tempat ini seperti neraka!

“Sudahlah… aku keluar saja… aku tak betah tinggal di rumah sakit jiwa ini” ucapku sambil keluar dari RSJ itu. “Bye Yuri yeobo…” teriak mereka bersamaan. “Kalian gila!” teriakku dari luar sambil berlari ketempat latihan SNSD.

“Yuri!” teriak seseorang dari depanku sambil berlari ke arahku. Aku berusaha melihat siapa itu karena jarakku dan dia lumayan jauh.

“Yuri-ya!” ucap orang itu yang ternyata adalah Baekhyun. “Ah! Baekhyun-ssi!” ucapku senang.

“Kau kemana sih? Kau tidak latihan dengan SNSD?” tanya Baekhyun yang terlihat capek. “Kau latihan bersama mereka kok… tapi, waktu istirahat terlfonku bunyi. Ada orang yang menyuruhku ke tempat latihan EXO, kukira itu kau karena nama peneleponnya adalah Byun Baekhyun. Jadi, aku langsung ke tempat latihan EXO… ternyata teman-temanmu itu mengerjaiku!” jawabku panjang lebar.

“Pasti ini semua kerjaan ChanYeol!” kesal Baekhyun. “Hahaha… sudahlah… aku tak apa-apa” tawaku.

“Hmm… nanti kalau sudah pulang, jangan lupa telfon aku! Oke?” ucap Baekhyun. “Ne” ujarku sambil tersenyum. Baekhyun mengacak-acak rambutku lalu pergi begitu saja.

Aku masuk ke dalam ruang latihan SNSD. Yoona sudah bergabung. “Yoona!” sapaku pada Yoona sambil tersenyum. Yoona hanya tersenyum licik kepadaku. Apa yang telah terjadi? Aku salah apa dengannya? tapi rasanya, aku tidak ada salah apa-apa dengannya. berbicara dengannya saja tidak. Tapi, kenapa dia terseyum licik kepadaku?.

“Yuri! Aku salut denganmu” ucap Hyoyeon sambil mengecungkan jempolnya padaku. “Salut apanya?” tanyaku. “Kau bisa tau kalau Baekhyun akan kesini mencarimu tanpa diberitahu. Kau langsung kabur, kan? Keren!” jawab Sooyoung .

“Hahaha… sebenarnya aku dikerjai oleh EXO. Aku bukan kabur dari Baekhyun, malah aku mencari Baekhyun keluar. Ternyata, EXO mengerjaiku” tawaku sambil menjelaskan kenapa aku keluar tadi.

“Kau beruntung sekali bisa dekat dengan EXO” ucap Seohyun. “Tidak Seo! Dekat dengan EXO adalah suatu kesialan bagiku” ujarku.

“Kenapa Begitu?” tanya Sunny bingung. “Setiap berada di sekililing mereka, aku sangat-sangat risih! Tingkah laku mereka seperi orang tidak waras! Mereka sangat menyebalkan, sangat mengerikan dan sangat tidak waras” jelasku sambil membayangkan tingkah laku EXO yang mengerikan bagiku.

“Kau aneh, Yuri! Murid-murid di sekolah ini malah ingin sepertimu. Dekat dengan Baekhyun dan EXO. Aku saja iri denganmu” ucap Taeyeon. “hahaha… ne, aku tau murid-murid disini ingin dekat dengan EXO. Kalau kau iri denganku, aku bersedia bertukar tempat denganmu, Kim Taeyeon. Kau tidak tau betapa menyedihkannya aku. Dibenci oleh fans-fans EXO. Mengerikan! Lebih baik, aku menjadi salah satu dari kalian” kataku.

“Hahaha, malang sekali nasibmu Kwon Yuri” ujar Yoona dengan nada merendahkan. Semua member SNSD menatap ke arah Yoona dengan tatapan membingungkan. “APA?” tanya Yoona. “Kau aneh hari ini, Yoong” jawab Tiffany sinis.

********

                Latihan hari ini akhirnya selesai juga. Aku keluar dari tempat latihan dan pergi melihat Baekhyun ke tempat latihan EXO. Aku mengintip dari kaca pintu tempat latihan EXO. Ternyata mereka masih latihan. Aku hanya bisa menghela napas panjang dan menunggu Baekhyun selesai latihan di bangku depan ruang latihan EXO.

Tiba-tiba seseorang duduk disebelahku. Aku menatap orang itu. “Hai Yuri!” sapa orang itu. “Hai Luhan, sedanga apa disini?” tanyaku. “Tidak ada, aku lagi malas latihan” jawab Luhan santai.

“Dasar pemalas!” ujarku. “Hehehe, kau sedang apa disini? Menunggu Baekhyun?” tanya Luhan. “Ne” jawabku sedikit malas.

“Kau mau menemaniku jalan-jalan? Sebentar… saja” tawar Luhan. “Sekarang?” tanyaku. “NE” jawab Luhan sambil berdiri.

“Baiklah…” ucapku setuju sambil berdiri. “Kita mau kemana?” tanyaku pada Luhan saat Luhan mengeluarkan motor sport merah miliknya dari tempat parkir. “Ikut saja denganku” jawab Luhan sambil naik ke motornya. Aku mengikuti Luhan naik ke motornya.

Motor Luhan melaju entah kemana dan berhenti di sebuah taman. Aku dan Luhan turun dari motor Luhan.

“Tempat apa ini?” tanyaku. “Ini taman di belakang sekolah” jawab Luhan sambil tersenyum ke arahku. “Aku tidak tau kalau ada taman di belakang sekolah” ucapku jujur.

“Benarkah? Apakah Baekhyun tidak pernah mengajakmu kesini?” tanya Luhan. Aku menggelengkan kepalaku. “Menyedihkan!” ujar Luhan. “Apa katamu?” teriakku.

“Kau sangat menyedihkan Kwon Yuri!” ucap Luhan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Menyebalkan!” teriakku sambil menjitak kapala Luhan.

“Sakit!” teriak Luhan sambil balas menjitak kepalaku. “Siapa suruh jadi orang menyebalkan?” ucapku dengan nada kesal. “Hahaha… baru kali ini ada orang yang mengetakan aku menyebalkan” tawa Luhan sambil memegang perutnya.

“Pasti fansmu sangat sedikit, benarkan?” tanyaku. “Siapa bilang? Justru aku yang paling banyak fansnya dari member EXO lainnya” ucap Luhan santai.

“Aku tak percaya” ujarku meremehkan.  “Ya sudah” ucap Luhan santai.

Saat aku dan Luhan sedang berjalan-jalan di taman itu, ada segerombolan yeoja yang mendatangi kami.

“Annyeong Luhan-ssi! Sedang apa disini?” sapa mereka dengan gaya menggelikan. “aku hanya sedang mengajak Yuri jalan-jalan saja” kata Luhan dingin.

Para yeoja itu langsung melihat ke arahku dengan tatapan membunuh, jijik, kesal, dan apa lah itu. Mengerikan!

“Lulu, besok kita makan siang bersama di kantin, ya…” ucap salah satu dari mereka. “Maaf, besok aku akan makan siang bersama Yuri. Dan satu lagi, jangan panggil aku Lulu! Hanya Yuri dan EXO yang boleh memanggilku Lulu. Mengerti?”kata Luhan dingin. Aku tak pernah melihat Luhan yang seperti ini.

“Yah… kalau begitu, besok kubawakan bekal. Oke?” ucap gadis itu lagi. “Tidak usah!” tolak Luhan. “Kenapa kau memilih gadis jelek dan miskin ini dibanding fansmu yang mencintaimu?” tanya gadis yang satu lagi.

“Hm… bisakah kalian menjauh dari kami? kalian sungguh mengganggu waktuku bersama Yuri” kata Luhan dingin. Para yeoja itu mencibir ke arahku lalu pergi begitu saja meninggalkan aku dan Luhan.

”Ya! Kenapa kau begitu dingin dengan mereka?” tanyaku pada Luhan. “Aku tak suka cara mereka mendekatiku. Menjijikkan!” jawab Luhan. “Kau tau? Besok pasti mereka akan mencoba mem-bullyku. Mati aku!” ujarku sambil menepuk dahiku.

“Oh ya? Kalau begitu, aku akan melindungimu” ucap Luhan sambil tersenyum ke arahku. “Sudahlah… jangan memperlakukanku seperti itu. Aku tidak suka orang yang bermanis-manis di depan mukaku” ucapku.

“Oh ya? Kalau begitu, aku tidak akan melindungimu. Apa peduliku padamu?” ucap Luhan lagi dengan gaya sok nya. “Hahaha, aku suka itu” tawaku sambil menepuk-nepuk bahu Luhan.

“Hahaha… jadi intinya, kau suka orang yang menyebalkan?” tebak Luhan. “Kau benar Lulu, aku suka orang yang menyebalkan seperti kau dan Baekhyun” ucapku membenarkan perkataan Luhan.

“Jadi, kau menyukaiku?” tanya Luhan yang membuat mataku membulat. “Tentu saja tidak” jawabku santai.

“Hahaha… aku suka orang sepertimu” tawa Luhan sambil mengacak-acak rambutku. “YA! Rambutku bisa rusak! Kalau kau mengacak-aak rambutku terus, aku jadi repot ke salon memperbaiki rambutku” ucapku dengan nada yang dibuat-buat.

“Hahaha… benarkah?” tanya Luhan. “tentu saja tidak. Untuk apa aku ke salon? Mebuang-buang uang” jawabku santai.

“Hahaha… kenapa kau selalu membuatku tertawa Kwon Yuri?” tanya Luhan. “Mana aku tau! Yang tertawa kan kau, lucu saja tidak! Memang dasarnya kau tidak waras!” jawabku yang lagi-lagi santai.

“Yuri-ya!” panggil seseorang yang pastinya bukan Luhan. Aku dan Luhan menghadap ke arah orang itu. Baekhyun! Oh gee!

“Kau ini, kirain belum selesai latihan, ternyata sedang jalan dengan Luhan” ucap Baekhyun. Aku hanya nyengir-nyengir sendiri.

“Ayo kita pulang!” ajak Baekhyun sambil merangkulku dan membawaku pulang tanpa menyapa Luhan sedikitpun.

“Sejak kapan kau dekat dengan Luhan?” tanya Baekhyun saat ia mengendarai mobilnya menuju rumahku dan rumahnya.

“Baru saja saat istirahat tadi. Kenapa?” jawabku sambil bertanya balik. “Jadi saat istirahat tadi kau bersamanya?” tanya Baekhyun ketus. “Ne, kenapa Baeki?” ujarku bingung.

“tidak ada. Aku takut bila kau dekat-dekat dengan Luhan” jawab Baekhyun dingin. “Waeyo?” tanyaku dengan nada bingung.

“Luhan itu orangnya sangat dingin. Dia tidak pernah ramah kepada yeoja yang ada didekatnya.” Jawab Baekhyun. “Tapi dia ramah denganku” ujarku.

“Baguslah” kata Baekhyun singkat. Hei, kenapa dia ini?

“Hmm…. Yuri, boleh aku jujur?” tanya Baekhyun. “Tentu” jawabku. “Sebenarnya, aku menyukaimu, will you be my girl friend?” ucap Baekhyun. Mwo? Aku mimpi? Apa yang dikatakan Baekhyun tadi? Ahh!!

“Mwo?” ucapku tak percaya. “Kau mau menjadi pacarku, tidak?” tanya Baekhyun sekali lagi.

“Aku…..”

TBC

Preview next part

“Luhan-ssi, aku menyukaimu…..”

……

“Baeki! Kau selingkuh!”

…….

“Kwon Yuri! Aku membencimu…..”

……

“Tolong!!….”

….

“Oh my God, kita terkurung disini Baekki, Lulu…”

…..

“Mau apa kau Baeki?”

……

“Kwon yuri, dengan sangat berat hati, kau dikeluarkan dari Girls Generation…..”

…..

“Yoona, Kai…. kalian licik!”

…..

Annyeong

Gimana ff-nya?

Di part ini belum terjadi apa-apa

Tapi, part selanjutnya akan full trouble

Oke

Jangan lupa untuk

RCL (READ,COMMENT,LIKE)

30 responses to “Forever (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s