[Freelance] unforgettable marriage part 2

Cast :
Kyuhyun Suju
Kang Hyunmi
Donghae Suju
And other cast
Tittle: unforgettable marriage part 2
Genre : romance
Author: Nunuy Neomu Yeoppo

Kyuhyun POV
Mereka semua benar-benar menyebalkan. Kenapa harus melibatkan appaku segala. Aku dan yeoja itu sama sekali tak melakukan apa-apa. Apa lagi yang musti kami buktikan. 02.00 p.m Kulihat yeoja itu berjalan menuju gerbang sekolah. Wajahnya juga uring-uringan. Sengaja aku menabrakkan diri padanya.
“ yay~….kalau jalan pakai mata.” Bentaknya setelah tahu aku yang menabraknya. “ Kalau aku jalan pakai mata, lalu apa fungsi kakiku.”
“ Biar kutunjukkan fungsi kaki yang sebenarnya.” Ia malah menendang kakiku dengan keras. “ Awwwww…..” Jeritku kesakitan.
“ Dasar yeoja kurang ajar.” Sekali lagi aku harus dikalahkan olehnya. #author Keesokan harinya. Kedua orang tua Hyunmi dan juga ayah Kyuhyun datang ke sekolah sesuai permintaan kepala sekolah.
“ Tuan Cho dan Tuan Kang…kalian tahu kenapa pihak sekolah meminta kalian hadir di sini.” Tanya Shindong, kepala sekolah di sekolah itu. Kedua orang tua Hyunmi dan ayah Kyuhyun sama-sama menggeleng. “ Anak anda Kang Hyunmi, sebenarnya….” Shindong, sepertinya tidak sanggup melanjutkan kata-katanya. “ Dia hamil karena Kyuhyun.” Celutuk Heechul. “ Mwo….???” Para orang tua benar-benar kaget, terutama ibunya Hyunmi. Akhirnya setelah melewati pedebatan seru antara para guru dan para orang tua.
Akhirnya diambillah keputusan besar yang akan mengubah kehidupan kedua makhluk itu. …… Aku dan Hyunmi sama-sama tegang menunggu keputusan apa yang akhirnya akan dijatuhkan pada kami berdua. Di dalam sana, appa dan orang tua Hyunmi sedang berdebat membela anak-anak mereka. “ Kalian berdua masuk.” Akhirnya setelah beberapa saat aku dan yeoja itu di minta masuk juga. Kami duduk berdampingan, sementara semua orang mengelilingi aku dan Hyunmi, seolah-olah kami berdua adalah terrdakwa yang patut dieksekusi.
“ Cho Kyuhyun dan Kang Hyunmi.” Suara kepala sekolah terdengar begitu menakutkan. “ Kalian berdua akan menikah.” O.o….vonis apakah ini. Benar-benar tidak adil. Pulang sekolah…. “ Sepertinya kita perlu bicara.” Kataku pada Hyunmi yang saat itu sedang berdua dengan Hwa young.
“ Tidak ada yang perlu dibicarakan.” Jawabya ketus. “ Tapi kita benar-benar harus bicara.” Paksaku pada yeoja itu. “ Sudahlah Hyunmi, bicara saja dengannya.” Hwa young ikut membujuk Hyunmi. “ Baiklah…” jawabnya kalah. “ Kalau begitu aku duluan ya.” Pamit Hwa young pada kami berdua. “ Apa yang ingin kau bicarakan Cho Kyuhyun ?.” “ Pernikahan itu.” “ Hentikan, aku tak mau mendengar tentang pernikahan.” “ Aku tahu ini benar-benar tidak adil. Kau dan aku sama sekali tak melakukan apa-apa.
Tapi kau mau dikeluarkan dari sekolah ini ?.” “ Aku tak mau menikah denganmu aku juga tak mau dikeluarkan dari sekolah ini.” “ Tapi sekarang keadaan sudah berbeda Hyunmi, kau berada dalam keadaan harus memilih.” “ Aku….aku…” “ Menikahlah denganku Hyunmi.” “ Mwo ??? kenapa kau tiba-tiba menawarkan diri begitu.” “ Aku tahu kau menyukai Donghae, apa kau mau dikeluarkan dari sekolah ini dan tak dapat bertemu dengannya lagi hanya gara-gara kau tak mau menikah denganku.
” “ Ngg…kenapa pilihan begitu sulit ?.” “ Itulah takdirmu Hyunmi.” Sekarang tunggu apa yang akan dikatakan yeoja ini. Apa dia berani menerima tawaranku. Sebenarnya aku juga tak mau menikah dengannya, mengingat tiga kali sudah aku dikalahkan olehnya, rasanya sayang saja melewatkan kesempatan ini begitu saja. Aku bisa membalasnya. Lagi pula, aku ingin tahu seberapa menyebalkan yeoja ini. “ Jika semua sudah benar-benar membaik. Kita bisa segera bercerai.” “ Lalu berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk menuju perceraian itu ?.” Hyunmi sepertinya mulai terpancing dengan tawaranku tadi.
“ Empat bulan.” Jawabku singkat. “ Apa itu terlalu lama ?.” “ Kurasa empat bulan cukup. Juga untuk melihat seberapa besar perutmu nanti.” Godaku padanya. “ Pabo~….” Sebuah pukulan bersarang di kepalaku. “ Aihsss….kau memukulku ?.” “ Sekarang ini aku sedang tidak ingin bercanda.” “ hehe….” Aku hanya tersenyum melihat sikapnya yang seperti itu. ……. “ Jika kau menikah nanti bawa saja Hyunmi ke rumah ini, lagipula kan kita hanya tinggal berdua di sini.” Appa bicara sambil memijit-mijit kepalanya, matanya terpejam. Entah apa yang saat itu yang sedang ia pikirkan. “ Beberapa kali aku di panggil ke sekolahmu, baru kali ini merasa benar-benar tak sanggup menghadapinya.” “ Aku dan Hyunmi tak melakukan apa-apa.” “ Lalu bagaimana dia bisa hamil ?.” “ Dia juga tidak hamil appa.” “ Sudahlah…hamil atau tidak itu tidak penting sekarang, sekolahmu sudah memvonis demikian. Mau bagaimana lagi.”
******
Hyunmi POV
Tuhan… Apa ini sebuah kutukan. Aku tak lakukan apa-apa, selama aku hidup didunia ini. Aku tak pernah melakukan dosa-dosa berat. Kenapa aku harus menikahnya, kenapa hari itu aku harus terlambat. Kenapa aku harus menyukai Donghae, kenapa aku harus pindah ke sekolah itu
. “ Andwaeeeeeee………..aku belum siap.” Kasus yang kali ini kuhadapi benar-benar tragis. Aku tak mau menikah dengannya. Ini sama sekali tidak masuk akal. Aku berani jika memang aku harus ke dokter dan memeriksa keadaan perutku.
aku tidak hamil. “ eomma…tolong aku.” Rengekku pada eommaku yang saat itu sedang menangis. “ Aku tak bisa bayangkan, sekarang kau benar-benar telah melakukan perbuatan yang merusak nama baik keluarga.”
“ eomma…..aku dan dia tak melakukan apa-apa, aku baik-baik saja. Kita bisa pergi ke dokter kandungan dan sekarang juga.”
“ Andai nanti kau juga tidak hamil, tapi berita ini benar-benar telah menyebar ke semua orang. Tetap saja akan meninggalkan citra buruk terhadap kau.”
“ Lalu aku harus bagaimana ?. aku benar-benar tak mau menikah dengannya.”
“ entahlah Hyunmi.” Sekolah…. Siang itu sesaat setelah aku latihan bersama Donghae. Aku duduk di bawah sebuah pohon, ternyata Donghae juga mengikutiku. “ Kudengar kau…..” Donghae bertanya dengan ragu. “ Kenapa kau tanyakan itu ?.”
“ Maaf jika aku menyinggung perasaanmu.” Kali ini ia menunduk merasa bersalah. “ Hari ini saja aku sudah melayani pertanyaan seperti itu puluhan kali. Aku lelah harus mengatakan bahwa aku tidak melakukan apa-apa dengannya. Jadi kuharap kau juga tak menanyakan hal-hal seperti itu.” Jawabku marah padanya. Sebenarnya aku takut, kalau akhirnya Donghae menjauh dariku hanya gara-gara berita itu. Padahal aku dan dia sudah makin dekat saja. Tanpa terasa aku meneteskan airmataku. “ Hyunmi…gwaenchana ?.”
“ Aku tidak dalam keadaan baik-baik saja Donghae.” Perlahan aku mendekatkan tubuhku padanya, aku memeluk Donghae. Ia sendiri tak menjauh dariku dan tetap membiarkanku hanyut dalam pelukan itu. ****
Kyuhyun POV
“ Dasar yeoja pabo….mencari kesempatan dalam kesempitan.” Aku menggerutu kesal melihat Hyunmi sedang dipeluk oleh Donghae di bawah sebuah pohon, berhasil juga dia menarik perhatian namja itu. “ Hah~…Kyuhyun. Kau jangan terpancing. Biarkan saja dia seperti itu.” Batinku bergumam. ….. Dua hari kemudian. “ Kyuhyun…Hyunmi, kami sudah memutuskan bahwa kalian berdua akan segera menikah.” Kata appa kepada aku dan Hyunmi. Malam itu beberapa guru, dan juga kedua orangtua Hyunmi mengadakan pertemuan dirumahku. “ Mwo ???.” aku dan yeoja itu terbelalak kaget.
“ Pihak sekolah juga telah memutuskan kalian tidak akan dikeluarkan dari sekolah jika kalian berdua bersedia menikah.” Ucap kepala sekolah. “ Lagi pula jika kalian di keluarkan, rasanya sayang sekali. Beberapa bulan lagi ujian akhir. Yah~….meski nantinya Hyunmi akan mengikuti ujian dengan keadaan yang berbeda.” Lanjutnya. *****
Hyunmi POV
Akhir minggu yang benar-benar membawa perubahan, disinilah takdirku berubah. Atau aku salah, inikah takdirku ?. aku akan menikah dengan namja ini. Dia dan aku berdiri berdampingan, menghadap seorang pendeta diatas sebuah altar megah gereja. Beberapa kali ku tarik napas, rasanya udara benar-benar telah menipis. Ia sempat menoleh ke arahku sekali. Hanya tersenyum. Itulah ekspresi yang ia tunjukkan padaku. Saat itu ayah dan ibuku duduk dibarisan paling depan kursi gereja. Di ikuti oleh ayah Kyuhyun. Sisanya hanya dihadiri beberapa guru. Dan tentu saja temanku Hwa young, tapi aku juga melihat Donghae di sana. Donghae, namja idamanku, kau pujaanku. Apakah aku berdosa telah mencintaimu. Karena sebentar lagi statusku akan berubah. “ Cho Kyuhyun bersediakah kau mencintai Kang Hyunmi dengan sepenuh hati, hingga maut memisahkan kalian.” Kata pendeta itu.#haha aku ngarang gaje, soalnya g’ tau lagi mesti nulis apa. Yang penting mereka bisa nikah.
“ Aku….bersedia.” Jawabnya datar. Tuhan, dia sudah bersedia. Lalu aku, apa aku juga harus katakan hal yang sama. “ Dan kau Kang Hyunmi, bersediakah kau mencintai Cho Kyuhyun dengan sepenuh hati, hingga maut memisahkan kalian.” Sreeetttttt….. Pertanyaan itu, aku belum siap mendengarnya sekarang. Aku belum siap menjawabnya saat ini. Dan yang paling penting aku tak mau menjawabnya dalam keadaan terpaksa atau karena tekanan. Ku toleh orang-orang yang ada dibelakangku. Eomma menganggukkan kepalanya pertanda aku harus lakukan hal itu. Ayah Kyuhyun menunggu dengan cemas, hal itu tergambar dari ekspresi wajahnya. “ Dan kau Kang Hyunmi, bersediakah kau mencintai Cho Kyuhyun dengan sepenuh hati, hingga maut memisahkan kalian.” Ulang pendeta itu.
“ Aku…..” dengan berat, aku mengucapkan satu kata itu. Kembali lagi kutarik napas beberapa kali. Aku yakin semua orang sedang menungguku. “ Aku bersedia.” “ Mulai sekarang, kalian resmi menjadi sepasang suami istri.” Hah…rasanya kakiku lemas sekali. “ Berikan tanganmu.” Perintah Kyuhyun, ia memasangkan sebuah cincin ke jari manisku. selanjutnya… Akulah yang harus memasangkan cincin yang satunya ke tangan Kyuhyun.upacara pernikahan telah usai.
Aku menghampiri ibuku yang berdiri di samping ayah. “ eomma…aku telah menikah.” Ucapku lirih dengan mata yang basah. Aku memeluknya dengan erat. “ Sekarang kau punya tanggung jawab lebih anakku.” Tak lama ayah juga memeluk kami berdua. “ Kau harus seperti eomma, Hyunmi. Dia adalah istri yang baik.” Kata ayah yang terus mengeratkan pelukannya. Setelah itu aku menemui Hwa young dan Donghae.. “ Hyunmi….Chukkae.” bisik Hwa young di tengah pelukannya. Donghae pun menyalamiku. “ chukkae Hyunmi. Jadilah istri yang baik.” **** Di sekolah…. Semua mata tertuju padaku. Mungkin begitu juga yang terjadi pada Kyuhyun. Mereka pasti telah tahu semuanya. “ kudengar kau hamil ya ?.” “ Bukankah kau telah menikah dengan Kyuhyun kemarin ?.”
“ Kau kan murid baru, tidak sepantasnya kau berbuat begitu.”
“ Aku tidak menyangka kau seperti itu.” “
Kukira kau anak yang baik.” Di depan kelas, aku telah diserbu dengan pertanyaan seperti itu. Hwa young, berusaha menarikku menjauh. Tapi semua itu sia-sia. Jumlah mereka terlalu banyak. Aku sendiri tak mampu berbuat banyak. Satu hal yang sangat kuinginkan. Keluar dari kerumunan itu. Tiba-tiba seseorang menerobos ketengah-tengah kerumunan.
Dengan cepat ia menarik tubuhku, menolongku melarikan diri dari keadaan itu. Donghae…benarkah dia yang saat ini sedang menyeret tanganku menjauh dari mereka. “ Lewat sini.”, dengan cekatan ia membawaku bersembunyi di sebuah ruangan kosong. “ Kau tidak apa-apa ?.” tanyanya khawatir. “ Aku baik-baik saja. Gomawo telah menolongku.” Jawabku pelan. “ Suamimu kemana ?.” tanyanya lagi, namun terdengar lebih santai. “ Entahlah….” “ Memangnya kau tidak ke sekolah dengannya ?.”
“ Aku bahkan tidak serumah dengannya.”
“ Kenapa bisa begitu ?.”
“ Rencananya hari ini aku akan pindah ke rumahnya.”
“ Kau harus terbiasa dengan keadaan begini Hyunmi.”
“ Tapi sampai kapan ?.”
“ Sampai jawabanmu benar-benar meyakinkan mereka.” Kyuhyun yang sedang dibicarakan tiba-tiba masuk ke tempat itu.
“ Apa yang kalian lakukan di sini ?.”
tanyanya geram. “ Kau…kenapa ka di sini ?.” kataku balas bertanya. “ Heh~…aku ini suamimu.” “ Lalu kemana saja kau saat istrimu sedang dikerubuti anak-anak ?.” kata Donghae. “ Kau….” Tanpa basa-basi Kyuhyun melayangkan pukulan ke wajah Donghae. Donghae pun tersungkur di lantai. “ Heh~ apa-apaan kau ?.” bentakku pada Kyuhyun. Segera kuhampiri Donghae dan membantunya bangkit.
“ Sekarang ikut aku.” Kyuhyun malah menarik tanganku dengan kasar. Ia menyeretku kembali ke luar ruangan. Semua mata kembali tertuju pada kami berdua. “ Semuanya….aku mohon perhatian.” Teriak Kyuhyun di depan semua orang. Sontak saja semua siswa yang hadir ditempat itu berkumpul mengerubuti kami. “ Hari ini, aku katakan pada kalian semua. Aku dan Hyunmi telah menikah.
” Aku semakin malu karena itu, sebisa mungkin aku menunduk agar aku tak dapat melihat wajah-wajah mereka. “ Kalian tak perlu tanyakan apa-apa lagi pada Hyunmi karena sekarang kalian sudah tahu. Masalah Hyunmi hamil atau tidak, itu sama sekali tidak benar. Tapi berhubung sekarang aku dan dia adalah pasangan, semuanya tidak mustahil terjadi.” Hah~…bicara apa dia. Andai aku sedang berdua dengannya,
AKU AKAN MEMBUNUHMU KYUHYUN. “ Sekarang kalian mengerti.” “ Huh~~….” Semua siswa hanya mengatakan demikian. Lalu satu persatu mereka menjauhi kami. “ Lihat kan ?. apa yang bisa kulakukan untukmu.” Tanya Kyuhyun sombong. “ Plakk…” Tasku mendarat mulus dikepalanya. “ Aishhh~….”
****
TBC

10 responses to “[Freelance] unforgettable marriage part 2

  1. Author…. Sbner.a donghae tuh ska ma hyunmi gk si????? Kok dy ky prhatian gtu ya ma hyunmi….
    Trus, kyu… Knp hrus ngomng ky gtu, kan ksian hyunmi.a…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s