OPPA VS SUNBAE [Part 1]

Title : Oppa VS Sunbae [PROLOG]

Author : ontebiijjang

Main Cast(s)

Kim Jonghyun (SHINee)
Park Hyomin (Hyomin T-ara)
Park Junsu (Xiah Junsu JYJ)

Other Cast(s)

Park Yoochun (JYJ) as Hyomin’s appa

Park Kahi (After School) as Hyomin’s eomma

Rating : G

Length : Chaptered

Genre : Romance, Family, AU

Disclaimer : i just owned the story. Inspired by musical stories. This is just fiction story. Enjoy the story. ^^

♫♫♫♫♫


Author POV

Hari ini adalah masa orientasi murid baru di Art University. Seorang gadis bernama Hyomin baru saja datang memasuki gerbang kampus itu dengan mobil Dark Blue Lexusnya. Hyomin masih saja bersantai memarkirkan mobil padahal ia sudah terlambat lima belas menit untuk mengikuti upacara pembukaan masa orientasi. Dengan malas, Hyomin keluar dari mobil nya lalu berjalan dengan santai nya menuju lapangan. Hyomin merasa sudah tidak perlu terburu-buru lagi, toh ujung-ujungnya juga sama-TELAT. Yah, walaupun ini yang pertama bagi Hyomin. Tentu saja Hyomin ketahuan kalau ia telat oleh senior nya. Hyomin langsung disuruh berbaris ditempat terpisah dari barisan yang seharusnya, barisan para murid baru yang telat. Art Univ adalah universitas internasional di Seoul yang terkenal dengan sangat ketatnya peraturan di sekolah itu. Seusai upacara, sebaris murid yang terlambat itu dengan segera dibariskan secara persaf oleh seniornya sehingga mereka bisa melihat seluruh wajah-wajah junior mereka yang telat. Para senior itu mulai menarik juniornya keluar barisan secara acak. Sehingga dengan sendirinya barisan yang rapi itu sudah bubar. Tinggal lah Hyomin sendiri, karena Hyomin yang paling telat dari mereka. Biasanya para senior memang memisahkan Junior yang paling telat sendirian, karena ialah yang akan mendapat hukuman paling berat. Pertama kali, Hyomin di ajak bersama satu senior nya menuju pepohonan yang rindang di salah satu sisi lapangan. Seniornya itu pun duduk dibawah pohon itu yang sudah disediakan bangku.

“ Ya, Neo! Ireumi mwoya?” tanya Senior yang bernama Jinki itu, terlihat dari nametag yang dipakainya. Hyomin yang ditanya hanya mendecak pelan serta mengubah posisi berdirinya dengan tak sabar.

“ Hyominieyo..” jawab Hyomin malas tanpa basa-basi, tanpa membungkuk dan berbahasa formal.

“ ck, sepertinya bocah ini susah diajak damai!” batin Jinki menatap Hyomin kesal karena tingkah Hyomin. Jinki mulai celingak-celinguk mencari seseorang. Tepatnya mencari bala bantuannya. Bala bantuan untuk para Junior yang bagi Jinki tidak bisa diajak damai. Jinki bukanlah orang yang kejam dalam menjahili hoobaenya yang sanggup membuat hoobaenya kapok. Biasanya dia hanya menjahili hoobaenya yang gampang diajak damai, tidak banyak tingkah dan penurut. Jinki mulai berdiri dari tempat nya masih menelusuri lapangan mencari sosok bala bantuannya itu. Hingga akhirnya, bala bantuannya itu masuk menuju lapangan bersama para ajudan dibelakangnya. Bala bantuan dadakannya itu memang susah untuk ditemui.

“Dino!” panggil Jinki dengan berteriak. Hanya sekali berteriak, yang diteriaki pun menoleh ke arah datangnya suara. Lalu segera menghampiri Jinki dengan tampang kesalnya beserta ajudan-ajudannya.

“YA!siapa yang kau panggil dino barusan?” tanya namja yang baru datang itu pada Jinki. Yang dipanggil Dino pun sudah berdiri disamping Jinki.

“ tentu saja kau, siapa lagi disini yang mirip dino, hah?” jawab Jinki.

“ YA, neo! Hwaks..” maki si Dino seraya mengangkat tangan nya di udara seperti ingin memukul Jinki. Sedangkan Jinki hanya pura-pura takut sambil cengengesan.

“ kau urusi dia.. tolong, ya.. aku mau cari yang lain saja..” ucap Jinki datar, perlahan melangkahkan kakinya ingin meninggalkan Hyomin dan si Dino.

“ setelah kau mengataiku Dino, masih berani kau menyuruhku, hah!?” si Dino marah lalu menahan Jinki pergi.

“ Jjong-ah.. kau tidak mau kulaporkan ke Song Seonsaengnim, kan? “ akhirnya mereka bertengkar dengan seru membuat Hyomin hanya tersenyum aneh karena tingkah kedua sunbaenya yang kekanak-kanakan bahkan mereka kini saling mengunci leher lawannya masing-masing

“ Ya~, kalau tidak ingin menghukumku, bisakah kau membiarkanku masuk kelas?” potong Hyomin dingin membuat Jjong mengatupkan kembali mulutnya yang ingin membalas perkataan-perkataan Jinki setelah lepas dari kuncian Jinki, Hyomin sudah gerah dengan tingkah kedua sunbaenya itu.

“ kalian lihat? Acara hukum-menghukum sudah habis.. tidak ada lagi yang sedang menghukum..” lanjut Hyomin seraya mengedarkan pandangan nya ke sekeliling dengan santai. Jinki dan si Dino yang barusan dipanggil Jjong pun mengikuti edaran pandangan Hyomin dan setuju dengan perkataan Hyomin.

“ ini semua gara-gara kau, Jjong.. banyak membantah!” omel Jinki ke Jjong. Mendengar itu, Jjong kembali melayangkan tangannya pura-pura ingin memukul Jinki.

“ kau yang pabo! Tinggal menghukum saja pakai mencari ku dulu..” balas Jjong.

“ Ya! Aku tidak bisa berdiri lama-lama dibawah terik matahari.. bisakah kita pergi kekelas sekarang!?” pinta Hyomin dengan geram menunggu para sunbaenya itu berdiskusi dulu.

“ Ya sud..”

“ ohh, kalau begitu.. kau berdiri dibawah tiang bendera itu, sekarang..” perintah Jjong dengan santainya seraya menunjuk tiang bendera yang tak begitu jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.

“ MWO!?” pekik Hyomin dan Jinki bersamaan, sedangkan ajudannya Jjong hanya terkekeh geli melihat ekspresi Hyomin dan Jinki.

“ Shireo!” bantah Hyomin seketika begitu sadar dari keterkejutannya.

“ masa hukuman kan sudah habis.. aku mau kembali ke kelas..” Hyomin masih saja membantah. Kali ini sikap angkuh nya sudah lenyap, berganti dengan kekhawatiran.

“ YA, Kim Jonghyun.. neo..” Jinki juga ikutan membantu Hyomin untuk membantah perintah Jonghyun.

“ wae?” kini Jonghyun menatap Jinki dengan tatapan menantang.

“ kau sendiri kan yang meminta ku untuk menghukumnya tadi..” lanjut Jonghyun.

“ ya, tapi kan ini sudah waktu nya dia kembali kekelas..” Jinki tetap membela Hyomin.

“ dasar pabo! Pantas saja tak ada yang kapok setelah kau hukum..” omel Jonghyun.

“ ppalli ka!” perintah Jonghyun kembali beralih ke Hyomin sambil menggerakkan dagunya menunjuk tiang bendera.

“ Shireo!” Hyomin tetap membantah, mulai melangkahkan kakinya berjalan di arah yang berlawanan dengan perintah Jonghyun. Jonghyun pun segera menahan Hyomin dan menarik tangan Hyomin, membawanya berjalan menuju tiang bendera. Sesampainya disana Jjong melepas tangan Hyomin dengan kasar.

“ini hukumanmu karena kau tidak sopan dengan sunbaemu..” tandas Jjong membuat Hyomin tercengang dengan kata-katanya, lain hal dengan ketiga namja yang memantau mereka yang masih berada dibawah pohon tadi, ajudan-ajudan Jjong yang hanya terkekeh geli dan Jinki dengan ekspresi tidak terima.

“ kalau kau tidak ada disini begitu aku kembali, maka habislah kau!” ancam Jjong yang merasakan gerakan di belakangnya. Membuat Hyomin mengurungkan niatnya untuk kabur. Setelah yakin Hyomin tidak akan beranjak dari tempatnya berdiri, Jjong pun mulai melangkahkan kakinya lagi untuk meninggalkan Hyomin.

“ YA! Minhyuk, Taemin.. kalian jaga dia jangan sampai kabur!” tegas Jjong pada kedua ajudannya. Taemin dan Minhyuk hanya menaruh tangan kanan nya diatas pelipis dengan tegas seperti posisi hormat.

 

Jonghyun POV

Huh! Harus nya tadi aku tidak usah lewat ditengah lapangan segala. Gara-gara itu, aku jadi tertangkap Jinki lagi. Cih, Jinki yang terkenal baik hati itu selalu menyerahkan tugas hukum-menghukum nya padaku hanya karena dia selalu menyelamatkanku ketika aku dipanggil Song seonsaengnim, musuh buyutku. Padahal dia yang menjadi pimpinan petugas keamanan kampus. Sekarang, Jinki menyuruhku untuk menghukum yeoja yang ada didepanku ini. Pertama kali aku melihat nya, sudah membuat ku tertarik padanya. YA! Jinki, kenapa kau menyuruh ku menghukum yeoja cantik, hah!? Kurang buruk apa lagi image ku dikampus ini, hah!? Karena ulahmu! Tunggu dulu, aku seperti nya pernah melihat yeoja ini. Entah kenapa aku merasa pernah mengenalnya, tapi aku benar-benar lupa dimana aku bertemu dengannya.

Yeoja didepanku ini terlihat seperti yeoja angkuh, layaknya sang tuan puteri yang baru keluar dari istananya. Kita lihat saja, sikap angkuhnya itu tak akan bertahan lama. Buktinya begitu ku suruh ia berdiri di bawah tiang bendera, membuat nya tercengang dan tak percaya. Cih, memang nya aku segampang Jinki yang akan memberimu tiket masuk kelas dengan mudah. Aku tahu, dia yeoja berbeda. Berbeda dari yeoja kebanyakan disekitarku. Aku pun yakin, dia bukanlah yeoja yang angkuh seperti yeoja-yeoja disekitarku. Angkuh karena derajat yang mereka punya, angkuh karena kecantikan tubuh mereka. Dia hanyalah yeoja yang terlalu acuh dengan keadaan disekitar nya, sehingga membuat nya terlihat angkuh karena sifat anti sosialnya. Memang terdengar sepertinya aku sok tahu telah menilai nya seperti itu. Aku hanya mengetahuinya saja. Hahah. Sebenarnya aku hanya ingin bermain-main dengan nya, karena yeoja ini sudah berani sekali menentang perintahku. Tidak tahukah dia? Bahwa tidak ada yang bisa menolak perintahku?Baguslah kalau akhirnya ia mau menuruti perintahku. Sebenarnya aku tak berada jauh darinya saat ini. Aku juga memantaunya yang sedang kepanasan dibawah panas terik matahari. Sebenarnya aku juga kasihan melihat nya tersiksa seperti itu, tapi kalau aku mengakhiri hukumannya ini sekarang tidak akan ada pengaruh padanya. Ini baru sepuluh menit.

 

Author POV

Sudah lebih dari lima belas menit Hyomin berdiri dibawah tiang bendera sekolah, belum juga tampak batang hidung si  Jjong sang pemberi perintah. Kedua ajudannya pun yang tadi nya sibuk terkekeh geli sudah lelah menunggui Hyomin, mereka juga kasihan melihat Hyomin kepanasan. Hingga akhirnya Minhyuk menyuruh Taemin untuk membelikan Hyomin minuman, sungguh mulia hatinya si Minhyuk (maaf komen author nya ngaco.. hahah ). Sampai setelah minum yang diberikan Taemin dan Minhyuk habis ditenggak oleh Hyomin, Jjong pun belum menunjukkan tanda-tanda si Dino itu masih hidup. Sedangkan, Jjong yang ternyata masih hidup itu sekarang cekikikan sambil memantau Hyomin yang sudah tak sabar ingin kembali kekelas.

“ Sunbae, apakah hukuman ini masih lama?” Tanya Hyomin meringis tak sabar ingin berteduh pada Taemin selesai menenggak minumannya, membuat Minhyuk dan Taemin makin prihatin melihat Hyomin.

“ mollayo.. mian, kami tidak bisa membantu lebih dari ini..” ucap Minhyuk prihatin, kini Taemin dan Minhyuk menjadi pindah tempat menemani Hyomin. Mendengar jawaban Minhyuk membuat Hyomin mendesah lelah.

“ lagipula kau juga pabo.. mau saja menuruti perintah Jjong..” ceplos Taemin membuat Minhyuk memukul kepala belakangnya.

“ YA! Jadi kau mau aku mati!? Kau sendiri kenapa mau menuruti perintahnya, hah!? Apa kau diancam akan mati juga olehnya!?” balas Hyomin memaki, membuat Taemin jadi takut dengan Hyomin, sedangkan Minhyuk sudah tertawa terbahak-bahak melihat Taemin dimaki. Sebenarnya alasan Taemin menuruti kemauan Jjong, karena rasa terima kasihnya pada Jjong yang menolong nya waktu ia dijahili oleh beberapa mahasiswa dari luar kampusnya. Hal itu membuat Jjong sedikit babak belur dan habis dimaki oleh Song Seonsaengnim. Sejak itulah Taemin selalu mengikutinya kemana pun Jjong pergi. Hyomin sudah tidak kuat menahan sengatan matahari, membuatnya tak fokus lagi mendengar perbincangan kedua sunbaenya itu. Hanya beberapa menit setelah perbincangannya dengan Minhyuk dan Taemin, tubuh Hyomin sudah kehilangan keseimbangan. Begitu melihat Hyomin tumbang, Jonghyun yang daritadi memantau datang sambil berlari. Membuat Minhyuk dan Taemin bertanya-tanya darimana datangnya Jonghyun. Jonghyun pun langsung menggendong Hyomin yang pingsan ke ruang kesehatan. Didalam hatinya tersirat rasa bersalah atas pingsan nya Hyomin.

 

Hyomin POV

Aku tahu ini akan terjadi. Aku pingsan. Sejak kecil aku memang tidak pernah bisa berlama-lama dibawah terik matahari.  Berada dibawah terik matahari terlalu lama membuat kepalaku pusing. Aku terbangun diruang kesehatan, sendiri. Cih, dasar sunbae gila tak bertanggung jawab. Sudah membuatku pingsan, masih saja tidak tampak batang hidungnya itu. Dasar keterlaluan! Aku harap aku tidak bertemu lagi dengannya, tapi anehnya aku seperti merasa pernah mengenalnya. Dimana ya? Ahh, tidak mungkin aku pernah bertemu dengan orang gila sepertinya. Baiklah, mulai besok aku tidak akan terlambat lagi. Hari ini pasti hari sialku. Sudahlah, lebih baik aku kembali kekelas. Hari pertama orientasi sudah membuat ku tertinggal, hanya karena gara-gara telat. Begitu aku keluar dari UKS, keadaan sekolah sudah ramai. Sepertinya ini sedang jam istirahat, hemm baguslah. Lebih baik tidak usah ke kantin, nanti aku terlambat masuk kelas lagi. Sialnya, dikoridor sekolah, sempat-sempatnya aku melihat sunbae gila itu. Huh, hari ini sepertinya benar-benar hari sialku.

“ gwenchana?” tanya nya begitu berpapasan denganku. Bagus lah kalau kau tahu aku pingsan karena ulahmu. Aku hanya mengangguk menjawabnya lalu berjalan tanpa memerdulikannya yang menatapku terus, biar dia makin merasa bersalah.

Kupikir dia akan menahanku karena rasa bersalah nya itu, menahanku untuk memastikan bahwa aku benar-benar baik-baik saja. Cih, ternyata tidak. Aissh, sudahlah lupakan saja manusia itu Hyomin.

 

Jonghyun POV

Aku hanya menatapnya setelah mengantarnya ke ruang kesehatan yang sama sekali tidak ada penjaga nya. Aku pun sudah menyuruh Taemin dan Minhyuk untuk mencari penjaga ruang kesehatan. Sungguh, aku menyesali perbuatanku padanya. Aku tidak bermaksud membuatnya pingsan seperti ini. Tak lama, aku melihat Taemin dan Minhyuk datang bersama sang penjaga ruang kesehatan itu. Aku segera bangkit dari dudukku menyingkir, memberi tempat untuknya agar bisa merawat yeoja itu. Minhyuk menghampiriku, menepuk bahuku sekilas.

“ kau tenang saja, Jjong.. ia pasti akan baik-baik saja..” ucap Minhyuk yang seperti nya bisa membaca raut kekhawatiran diwajah ku.

“ sungguh, aku tak bermaksud membuat nya seperti ini..” sesalku. Harusnya aku menghentikan permainan ini daritadi, begitu melihatnya sudah sangat tersiksa.

“ arraseo.. “

“ lebih baik sekarang kita kembali kekelas, Jjong.. sudah waktunya pelajaran Song seonsaengnim.. kau tidak ingin mendapatkan masalah dengannya lagi bukan?” saran Taemin. Aku pun menurut. Berat hatiku untuk meninggalkan yeoja itu, tapi aku sudah terlalu banyak membuat masalah dengan Song seonsaem. Akhirnya aku melangkahkan kaki meninggalkannya sendiri bersama penjaga ruang kesehatan itu.

♫♫♫♫♫

Begitu kelas berakhir, aku langsung melangkahkan kakiku keluar kelas menuju ruang kesehatan. Aku ingin melihat keadaannya. Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia marah padaku? Ahh, itu sudah pasti dia akan marah padaku. Mendengar cerita Taemin dan Minhyuk yang mengatakan bahwa ia kesal karena aku tidak datang-datang untuk menyuruhnya kembali kekelas. Aku baru sampai dikoridor sekolah, ketika kulihat sosok yeoja cantik itu sedang berjalan sendirian masih dengan wajah pucatnya. Dia pun sempat melihat keberadaanku. Ia tampak biasa, tapi dari sirat matanya sangat menunjukkan jika ia marah padaku.

“ mianhae..” aku hanya dapat mengatakan itu dalam hati.

“ gwenchana?” tanyaku begitu kami hampir berpapasan. Dia tidak menjawabnya hingga kami berpapasan ia hanya mengangguk sekilas sambil lalu didepanku. Ahh, dia benar-benar marah rupanya. Ingin sekali aku menahannya untuk mengatakan bahwa aku benar-benar menyesal dengan perlakuanku padanya, tapi mengingat saat ini ia sangat marah padaku, aku mengurungkan niatku. Ini bukanlah saat yang tepat. Pasti saat ini ia sangat tidak ingin melihat tampangku muncul dihadapannya. Jadi, aku membiarkannya pergi dari hadapanku begitu saja. Mungkin aku bisa meminta maaf padanya besok. Saat ia sudah sedikit melupakan peristiwa ini.

 

Author POV

Hyomin sedikit membanting pintu mobilnya, begitu juga dengan pintu masuk rumahnya karena masih kesal dengan sunbaenya itu. Tepatnya karena ia terlambat masuk, padahal Hyomin tak pernah terlambat datang ke sekolah dulu. Ini kali pertama ia datang terlambat.

“ Eii, pintuku bisa rusak kau banting seperti itu Hyomin-ahh.. waegurae?” tanya seseorang di ruang tamu nya, yang sepertinya sedang menonton televisi. Hyomin yang mengenali suara itu langsung menghampirinya dengan wajah yang berbinar.

“ APPA! Onjega isso!?” tanya Hyomin ceria seperti telah melupakan hal yang daritadi membuatnya kesal. Hyomin langsung duduk disamping appa nya dan segera memeluk appa nya itu.

“ YA!YA! Neo! Aku ini sudah mandi, seenaknya saja memelukku!” omel appanya pura-pura marah, tapi tak dihiraukan oleh Hyomi.

“ bogoshippeoseo appa..” rengek Hyomin, appanya hanya tersenyum dan balas memeluk Hyomin.

“ na do.. waegurae, Hyomin-ah? Apakah hari pertama mu menyenangkan?” tanya appanya penasaran karena Hyomin sempat membanting pintu sebelum masuk. Walaupun Hyomin memang sering bertingkah seperti itu.

“ anni.. oppa sudah pulang?” tanya  Hyomin seraya mendongakkan kepalanya agar bisa melihat appanya. Appanya kembali tersenyum, karena mendengar seseorang turun dari tangga dengan santainya. Hyomin yang juga mendengarnya, langsung menegakkan tubuhnya yang tadinya bersandar pada appanya. Melihat ternyata oppanya yang menuruni tangga, ekspresinya kembali kesal.

“ YA! Neo!” teriak Hyomin kesal lalu mengambil bantal sofa didekatnya dan melemparkannya pada oppanya itu sekuat tenaga begitu oppa nya hampir mendekat. Sayang nya karena hal itu sudah terduga oleh oppa nya, oppa nya langsung menangkap bantal itu dengan satu tangannya seraya memasang tampang jahilnya pada Hyomin.

“ kau tahu, kau sudah membuat ku susah! Neo, arra!?” maki Hyomin tanpa menggunakan bahasa formal sekali pun.

“ yaa.. Hyomin-ah.. sopanlah sedikit pada oppamu..” tegur appa nya lalu menarik tangan Hyomin untuk duduk kembali disebelahnya. Ia tau bahwa putra dan putri nya akan memulai perang mereka untuk kesekian kalinya hanya karena masalah sepele. Membuat appanya geleng-geleng kepala tak mengerti dengan tingkah keduanya.

“ kau dengar sendiri, appa? Anakmu yang satu itu sangat sopan sekali padaku! Bayangkan jika aku hanya tinggal berdua dengannya, tanpamu dan eomma..” adu oppanya pada appanya. Aduannya malah membuat appanya naik darah, karena ia sama tidak sopannya dengan Hyomin.

“ YA! Park Junsu! Kau ini! Sama saja dengan Hyomin! Bagaimana dia mau sopan kalau kau sendiri tidak sopan padaku, hah!?” omel appanya bangkit dari duduknya, untuk kesekian kalinya menegur putranya yang seenak jidatnya menganggapnya seperti teman sebaya nya. Sedangkan, yang diomeli malah sibuk terkekeh geli bersama dengan Hyomin yang juga terkekeh geli dibelakang appanya, seperti sudah melupakan rasa kesalnya pada oppanya. Begitulah keadaan rumah ini begitu appanya datang.  Awalnya hanya pertengkaran sepele antara Hyomin dan Junsu, tapi akhirnya jadi Junsu yang menjahili appanya membuatnya kesal dengan menyapa appanya menggunakan bahasa informal. Junsu akan terus menggoda appanya hingga eommanya datang menengahi mereka. Kalau sekeluarga itu berkumpul, hanya eommanya satu-satunya orang yang waras dirumah itu. Sedangkan appanya masih saja menanggapi ledekan Junsu, seperti lupa akan umurnya. Hyomin pun sama dengan Junsu, bukannya menengahi Junsu dan appanya Hyomin malah mengompori appanya untuk terus memarahi Junsu. Pertengkaran akan terhenti jika Junsu sudah kasihan melihat appanya yang sudah terlihat lelah.

“ YA! Oppa! kenapa tadi kau meninggalkanku, hah!?” maki Hyomin teringat akan  kekesalan nya pada oppanya yang jahil itu, membuat appanya tersenyum licik seperti mempunyai sekutu untuk melawan Junsu.

“ kan sudah kubilang, aku tidak bisa berangkat denganmu.. aku ada ujian pagi, kan!?” balas  Junsu mengomel.

“ harus nya sebelum pergi, kau banguni aku dulu oppa!” Hyomin masih saja tidak terima alasan Junsu. Memang Junsu tidak kuliah di Art tapi ia menjadi asisten dosen di sana, makanya semalam Hyomin meminta untuk pergi bersama kekampus. Junsu menolaknya dengan alasan ada mengawas ujian vokal pagi-pagi sekali dan tadi pagi Junsu memang lupa membangunkan Hyomin karena ia sendiri pun sudah terburu-buru untuk berangkat kekampus.

“ YA! Kau kan bisa bangun sendiri! Masa aku harus menjadi alarm mu terus, sih!?” maki Junsu kesal karena Hyomin masih saja manja padanya.

“ kau sudah besar, Hyomin. kau harus bisa belajar mandiri dari sekarang. Jangan bergantung terus padaku.. neo, arra?” Junsu tak lagi memaki tapi masih berkata dengan ketus.

“ mulai sekarang, aku tidak akan membangunkanmu, menyuapimu makan, dan mengantar mu sekolah, pokoknya kau lakukan urusanmu sendiri..” Junsu masih saja menceramahi Hyomin hingga membuat Hyomin sudah tertunduk sedih karena omelan Junsu. Bukan ini yang Hyomin harapkan. Ia hanya ingin mengadu pada oppanya itu akan kejadian tadi pagi, tapi oppa nya malah menganggap kalau Hyomin menyalahkan oppanya karena tidak membangunkannya.  Appanya yang sudah melihat Hyomin tertunduk dengan Junsu yang masih saja mengoceh dengan cerewetnya, hanya menggelengkan kepalanya pelan dan sesekali mengelus pelan kepala Hyomin.

“ sudahlah, Junsu.. berhenti memarahinya. Yang menjadi appanya kan aku, kenapa jadi kau yang memarahi nya?” appanya mulai mengangkat suara menengahi ceramah Junsu.

“ kau tidak mengerti apa-apa tentangnya! Hanya aku! Jadi, lebih baik kau diam, appa..” Junsu kembali memaki, ia tahu ini salah. Saat ini emosi terlalu menguasainya, padahal hanya karena masalah sepele. Ini semua karena Junsu susah mengontrol emosinya. Sama seperti appanya- Yoochun yang sulit mengontrol emosinya jika tersinggung.

“ YA! Apakah pantas kau berbicara seperti itu padaku, Junsu!?” Yoochun bangkit dari duduknya marah, balas memaki Junsu. Yoochun merasa anaknya kali ini sudah keterlaluan.

“ aku tahu aku salah! Tapi ini urusanku dengannya, appa.. kau lihat sendiri, ia selalu saja menyalahkanku jika sesuatu terjadi padanya. Padahal itu salahnya sendiri! Aku tidak suka!” Junsu membela dirinya sendiri.

“ itu salahmu! Kau yang sudah terlalu memanjakannya..” omel Yoochun menatap Junsu garang.

“ salahku?! Lalu bagaimana caraku harus mendidiknya!? Haruskah aku yang mendidiknya!? Bukankah itu kewajibanmu, appa!?” Junsu ikut bangun dari tempat duduknya. Marah. Yoochun hanya terdiam. Yoochun sadar bahwa dirinya salah. Selama ini yang mendidik Hyomin adalah Junsu karena Yoochun dan Kahi-istrinya terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Meskipun, di hari pekan mereka bersama. Tetap saja yang paling banyak andil dalam mendidik Hyomin adalah Junsu. Makanya Yoochun tak berani menjawab perkataan Junsu. Junsu yang melihat appanya terdiam, mengubah ekspresi kerasnya. Junsu sungguh tak bermaksud mengatakan semuanya itu pada appanya. Hanya saja jika sudah emosi, Junsu selalu meluapkan segalanya.

“ mianhae, appa.. aku..” ucapan Junsu terhenti begitu melihat dongsaengnya sudah tidak ada ditempatnya dan sudah menaiki tangga. Yoochun pun mengikuti tatapan Junsu.

“ kau lihat, appa!? Kita bertengkar karenanya, dan dia seenaknya melenggang meninggalkan kita! Dongsaeng macam apa dia!?” omel Junsu kembali emosi.

“ YA! Hyomin! Neo..”teriak Junsu kembali terhenti karena melihat sosok eommanya memasuki ruang tengah. Eommanya sendiri yang sejak sampai dari tadi, mendengar semua pertengkaran antara suaminya dan anak nya hanya terkekeh geli di ruang tamu. Kahi kini menghampiri putranya itu seraya menyipitkan matanya dengan tatapan menuduhnya. Begitu sudah mendekat, Kahi yang cukup tinggi karena sepatu high heelsnya mengapit leher Junsu dengan lengan kanannya.

“ YA!YA!eomma! aku sesak napas tahu!” omel Junsu memukul-mukul lengan eommanya yang mencekik, pelan. Kahi pun melepaskan lengannya dari Junsu.

“ waegurae, Junsu-ah? Daritadi kau mengoceh terus seperti yeoja saja!” tanya Kahi selidik. Kahi tahu ada yang sedang dipikirkan oleh Junsu, sehingga membuatnya emosi terus. Walaupun Kahi jarang mengurus putranya, tapi ia tahu betul seluk beluk sifat putranya ini.

“ huh, untunglah kau datang! Mereka bertengkar tadi!” adu Yoochun pada istrinya. Mendengar Yoochun mengadu membuat Kahi langsung menjitak kepala Yoochun dengan kesal.

“ mereka yang bertengkar, atau kau yang bertengkar dengannya, hah!? PABO! Masih saja tidak sadar umur! Masih saja kau menanggapi ocehannya!” Kahi malah memarahi Yoochun. Kini malah Yoochun dan Kahi yang bertengkar membuat Junsu geli sendiri dan beranjak dari tempatnya meninggalkan kedua orang tua nya yang sedang bertengkar.

“ Lohh? Kemana perginya bocah itu?” tanya Yoochun yang sadar duluan kalau Junsu sudah tidak ada di tempatnya. Perkataan Yoochun membuat Kahi ikutan tersadar dan kembali menjitak kepala Yoochun.

“ YA! PABO! Ini semua karenamu! Kenapa kau selalu merecoki perbincangan orang, hah!? Kau ini… Haissh!” omel Kahi kesal lalu mulai beranjak dari tempatnya berdiri. Sangat kesal karena belum sempat menginterogasi Junsu, Yoochun sudah mengajaknya bertengkar.

“ YA!!siapa yang kau sebut PABO, hah!? Aku ini nampyeonmu! Beraninya menyebutku pabo!” sambar Yoochun seraya mengikuti Kahi yang berjalan menuju kamarnya.

“ kenapa aku tidak berani!? PABO! Yoochun PABO!” pekik Kahi langsung menutup pintunya. membuat Yoochun yang tepat dibelakang , terbentur dengan pintu.

“ AWW! YA, Kahi! Sopan sekali, kau!” teriak Yoochun marah sambil mengusap kening nya yang terlanjur terbentur.

“ Buka pintunya! Aku juga mau masuk!” lanjut Yoochun seraya menggedor-gedor pintunya, tapi Kahi pura-pura tidak mendengarnya membuat Yoochun naik darah.

TBC

Annyeong.. ontebiijjang’s comes back.. yeay!!..  setelah datang dengan prolog nya yg lumayan kurang seru mungkin yaa.. aku langsung ngepost yang part 1 nya hari ini.. hehe.. mian banget buat prolognya yg kurang greget kemaren, terus juga mungkin bny typo nya.. semoga kali ini sudah aku perbaiki.. dan walopun yg comment tdk sbny yg diharapkan, gpp namanya jg pemula.. kekeke.. terima kasii extra buat yg udah RCL.. senang, tak terduga jg bakal ad yg comment cerita abal kek gini.. terus di RCL ya, chingu.. supaya cerita nya makin berkualitas.. hehe.. jangan lupa RCL yooo.. gomawoo ^^

17 responses to “OPPA VS SUNBAE [Part 1]

  1. wohohoho seru bgt ni cerita..
    lanjut ya, seperti nya menarik.. next lebih panjang dikit lagi kalo bisa.
    ok hwaiting!

  2. lho, baik jjong ama hyomin ga saling mengingat klo keduanya bertemu di perlombaan piano toh..itu keluarganya hyomin lucu dah, saling bertengkar satu sama lain tapi gada yg melerai atau yg dimarahin malah menghilang aka kabur..ckckck
    penasaran deh kapan jjong ama hyomin saling mengingat..kekeke 😀

  3. ini bakalan jadi happy-happy joy fanfiction ya? aku gak liat potensi konflik disini, atau mungkin gara2 masih part 1 kali ya~~ semangat ya buat authornya!

  4. Ceritanya lucu bgt, ga anak ga org tua…gaya ributnya msh kaya anak2…hehe
    Dtunggu ya next partnya thor

  5. Pingback: OPPA VS SUNBAE [Part 2] | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s