[Our Love Story] The Wager

Author

D.Na 장딘아

Tittle

Our Love Story : The Wager

Cast

Ahn DinAh (OCs)

Lee Byunghun (L.Joe)

Length

Series

Genre

Romance

Rating

PG-15

Disclaimer : FF ini murni dari imajinasi author. L.Joe milik orang tuanya dan Ahn Din Ah milik author hehehehe. Tidak ada unsur kesengajaan jika jalan cerita sama dengan ff lain

Annyeonghaseyo ^^ D.Na back again 😀 Ini chapter ketiga dari 8 chapter yang direncanakan hehe. Di chapter ketiga ini member Teen Top cuma ada L.Joe hehe lima member lainnya lagi aku kurung di kurungan ayam *jahat amet* wkwkwk. Enjoy his chapter guys 🙂 Don’t forget to RCL

When The Sunset | Cause We Are Sibling |

PLAGIAT?!?! GO TO HELL!!!

*****

>>L.Joe POV<<

“Hah, bosan! Aku bosan dengan yeoja disini. Adakah yeoja berdarah korea disini. Memang ya jarang aku lihat yeoja Korea di California.” Gerutuku

“Joe, put down your leg!! Miss Rana is come ton here” ujar David padaku, lantas aku menurunkan kakiku yang tadi berada di meja

“Morning class” sapa Miss Rana begitu dia memasuki kelas

“Morning” ujar seluruh siswa di kelas. Aku memakai headsetku dan tiba-tiba masuk seorang yeoja.

“Kids, she’s new student in our class. She’s from south Korea. Let’s introduce your self, dina” ujar Miss Rana

“Hello, my name is Ahn Din Ah. You can call me dina. Thank you” ujar yeoja tadi yang menyebut dirinya dina. She is a Korean girl. Tuhan cepat sekali menjawab ucapanku haha

*****

>>Author POV<<

Kini L.Joe sedang berada dikantin bersama teman-temannya. Banyak yang yeoja-yeoja yang caper kalo lewat di meja yang ditempati L.Joe. L.Joe termasuk murid popular yang terkenal tampan namun playboy. Sudah banyak yeoja yeoja yang ia kencani disekolahnya.

“Joe” panggil David

“What?” Tanya L.Joe

“Let’s betting”

“Betting?” Tanya L.Joe lagi

“Yup. You know Dina? A new student in our class?”

“Ehem”

“If you can be a her boyfriend during 3 month, I’ll wagering my monthly money”

“That’s easy” ujar L.Joe dengan santai

“Okay, deal?”

“Deal”

*****

“Annyeong” sapa L.Joe pada Dina yang sedang mencatat pelajaran Miss Rana tadi

“Annyeong” jawab Dina tanpa beralih dari pekerjaannya

“Kita belum sempat berkenalan kan? Naneun Lee Byung Hun imnida. Tapi teman-temanku memanggilku Joe” ujar Joe sambil duduk di kursi yang berada di depan meja Dina

“Bangapseumnida Joe. Kau sudah tau namaku bukan? Jadi aku tidak usah memperkenalkan diriku lagi” ujar Dina sambil terus mencatat

“Hmm, kau ada waktu pulang sekolah nanti?”

“Ada. Waeyo?”

“Boleh aku mengantarmu pulang?”

“Hmm, geurae. Sampai jumpa nanti pulang sekolah” ujar Dina sambil beranjak dari kursi dan menuju ke lokernya

“Yes!” ujar L.Joe pelan

*****

Dina sedang merapikan peralatannya di loker.

“See you tomorrow Dina” ujar Jocelyn padanya

“Seeya” jawab Dina

“Annyeong” sapa L.Joe begitu datang

“Annyeong” jawab Dina

“Bagaimana jika kita mampir ke kedai ice cream? Kau suka ice cream?”

“Ice Cream? Boleh”

“Hmm, great. Kajja” ajak L.Joe dan tanpa ia sengaja, ia menggandeng tangan Dina. Dina diam. L.Joe yang menyadari itu langsung melepaskannya. “Mian” ujarnya

“Gwenchana”

“Yasudah, kajja” Mereka berjalan menuju lapangan parkir. L.Joe menaiki cagivanya dan memakai helmnya. Dina diam.

“Waeyo? Ayo naik” Tanya L.Joe

“Micheosseo! Aku pakai rok”

“Bukankah biasanya para yeoja memakai celana pendek didalamnya”

“Geundae…”

“Ayolah, cepat naik” Dina pun naik ke cagiva L.Joe. “Pakai ini” ujar L.Joe sambil memberikan helm pada Dina. “Kalau tidak pegangan nanti kau jatuh” Dina berpegangan pada blazer L.Joe. L.Joe menggas cagivanya dan sontak Dina memeluk L.Joe

“Kita sudah sampai” ujar L.Joe setelah beberapa lama kemudian. Dina tetap memeluknya “Yak!! Kita sudah sampai” ujarnya lagi

“Hah? Sudah sampai?” ujar Dina lalu melepas pegangannya yang lebih mirip memeluk itu dan kemudian turun

“Kau ketagihan memelukku ya? Haha” ujar L.Joe

“MWO?! Andwe!!” jawab Dina yang langsung masuk ke kedai ice cream yang mreka datangi tanpa menunggu L.Joe

“Yak!! Tunggu aku” Mereka pun memesan ice cream mereka lalu mencari tempat duduk yang kosong untuk ditempati. L.Joe duduk sambil memerhatikan Dina yang berada didepannya.

“Mengapa melihatku seperti itu?” ujar Dina yang merasa risih karena dilihat seperti itu

“Aku hanya menyukai kalung yang kau pakai. Kau membelinya di Korea?” jawab L.Joe

“Igo..” ujar Dina sambil menyentuh kalungnya. “Kalung ini..” uajr Dina menggantung

“Apa ada sebuah cerita dengan kalung itu?” Tanya L.Joe. Dina diam.” Sepertinya memang iya”

“Ayo kita pulang. Aku lupa jika aku punya pekerjaan” ujar Dina sambil cepat-cepat berjalan meninggalkan L.Joe

“Yak!! Tunggu aku” ujar L.Joe lalu mengejar Dina

“Aku bisa pulang sendiri Joe” jawab Dina sambil menyetop sebuah taksi dan menaikinya

“Huft, sepertinya dia tersinggung karena aku membahas kalungnya” ujar L.Joe sambil menatap taksi yang dinaiki Dina yang lama-lama menjauhinya

*****

>>L.Joe POV<<

Aku menghempaskan tubuhku ditempat tidurku dan menatap langit-langit kamar

“Melihat tingkahnya yang seperti tadi, sepertinya dia marah padaku” gumamku “Dia sudah punya namjachingu ya? Apa kalung itu dari namjachingunya?” gumamku lagi

“Aish!! Kenapa aku jadi memikirkannya? Dia itu hanya taruhanku sajakan? Aish!!!” ujarku sambil memukul-mukul kepalaku

*****

“Oppa, kau sedang apa? Aku merindukanmu. Apa kau baik-baik saja? Sudah makan belum? Apa kau sudah punya peggantiku? Pasti sekarang kau membenciku kan? Tidak salah jika kau membenciku, karena aku meninggalkanmu begitu saja. Semua ini ulah orangtuaku” batin Dina sambil menggenggam kalung pasangannya bersama namjachingunya, Chunji. Tes.. Tes.. Air matanya menetes ke roknya

“Dina?” seseorang datang mendekatinya, Dina buru-buru menghapus air matanya dan mendongak ke orang itu

“Joe” ujarnya

“Gwenchanayo?”

“Gwenchana. Sedang apa kau disini?”

“Ingin melarikan diri” jawab L.Joe

“Dari penggemarmu” L.Joe hanya nyengir

“Kau.. Kau menangis ya?” Tanya L.joe

“Anni”

“Jeongmal? Aku tidak percaya. Lihat matamu sembab, hidungmu merah. Kau pasti menangis”

“Annio”

“Iya”

“Anni”

“Iya”

“Anni”

“Iya”

“Oke stop! Iya aku menangis. Kau puas?!?”

“Haha, benarkan”

“Lalu, mau apa kau kesini”

“Sudah kubilang aku ingin melarikan diri”

“Lalu?” L.Joe terdiam

“Aku ingin minta maaf”

“Untuk?”

“Tentang kejadian kemarin saat kita di kedai ice cream. Sungguh aku tidak bermaksud untuk membuatmu seperti kemarin”

“Gwenchana”

“Kau memaafkanku?” Tanya L.Joe, Dina hanya mengangguk. L.Joe duduk disebelah Dina dan bersandar pada pohon. Ia pun mengeluarkan ponselnya. “Aku ingin disini saja bersamamu” ujarnya lagi

“Joe” panggil Dina

“Hem?”

“Apa menurutmu cinta sejati itu ada?”

“Cinta sejati? Mollayo”

“Jadi dari sekian banyak yeoja yang kau pacari tidak ada yang rasa menjadi cinta sejatimu?”

“Jika ada yang menjadi cinta sejatiku kenapa aku putus dengan mereka. Hei, tunggu dulu. Darimana kau tahu tentang itu?”

“Sudah menjadi rahasia umum jika kau itu seorang playboy”

“Hmm”

“Lalu mnurutmu, cinta itu seperti apa?”

“Hmm, cinta itu jika kita selalu teringat dengan orang itu. Tidak peduli kapan, dimana, bagaimana kita. Dan saat kita bersamanya kita merasa sangat nyaman. Selama ini, aku belum menemukan yeoja yang membuatku seperti itu” jawab L.Joe panjang lebar sambil sibuk dengan ponselnya

“Hmm… Begitu” Tiba-tiba L.Joe menyodorkan ponselnya ke wajah Dina

“Mwoya?”

“Minta nomor ponselmu”

“Nih!” ujar Dina setelah dia memasukkan nomornya ke contact ponsel L.Joe

“Gomawo” ujar L.Joe lalu mengecup singkat pipi Dina dan setelah itu dia lari

“Yak!! Ige mwoya!! Joe jangan kabur!!” teriak Dina sambil mengejar L.Joe. L.Joe berlari menjauhi Dina. Tiba-tiba dia merasakan dadanya berdetak cepat.

“Igo. Apakah ini cinta? Apakah aku menyukainya.” Batinnya. Ia terhenti.

“Hah! Kena kau. Kau mau kabur hah? Mwoya ige!!! Siapa yang memperbolehkanmu mencium pipiku” omel Dina. L.Joe hanya mengacungkan tanda peace dengan kedua jarinya sambil terkekeh.

“Tapi, lihatlah. Mukamu jadi merah” godaL.Joe

“Mwo?!” Dina kaget lalu menangkupkan kedua tangannya ke wajahnya

“Hahahahaha. Kau lucu jika seperti itu” ujar L.Joe lalu tertawa. Dina hanya tersenyum malu.

“Sepertinya, aku merasakannya denganmu. Merasakan cinta” batin L.Joe sambil tersenyum

*****

1 bulan, 2 bulan, 3 bulan. Kini mereka semakin dekat. Bahkan, teman-teman sekolah mereka menyangka jika mereka sudah berpacaran. Dina dan L.Joe sedang berada di game station. Ini adalah tempat nongkrongnya (?) Dina dan L.Joe sering menemaninya bermain disini.

“Yeaaaaahh… Aku menang. Haha kau kalah lagi Joe. Kau harus memberikanku hadiah lagi kkk” ujar Dina saat ia memenangkan sebuah permainan dan Joe kalah dalam permainan itu. Mereka berdua bertaruh, jika ada yang menang maka yang kalah harus memberikan hadiah kepada yang menang. Dan selalu L.Joe yang memberikan hadiah untuk Dina yang lain katanya L.Joe selalu kalah

“Hadiah lagi? Okay” ujar L.Joe malas. Sekejap ia mengecup pipi Dina. “Saranghaeyo” lanjutnya. Dina membeku mendengar kata-kata itu. Selang beberapa menit dia tersadar.

“Yak!!!! LEE BYUNG HUN!!! IGE MWOYAA!!!” teriak Dina yang membuat orang-orang di tempat itu menoleh kearahnya. “hehe, sorry” lanjutnya saat menyadari bahwa suaranya sudah seperti teriak pakai toa.”Joe, yang memintamu menciumku siapa. Aku tidak mau hadiah itu tau” omelnya dengan wajah memerah

“Aku serius. Ayo kita berpacaran”

“Mwo?!”

“Ayo kita main lagi. Kita main sepuasnya” ujar L.Joe mengalihkan pembicaraan. Mereka pun bermain lagi sampai malam. Setelah mereka lelah, L.Joe mengantar Dina kerumah.

“Thanks” ujar Dina

“Sudah kewajibanku sebagai namjachingu untuk mengantar yeojanya pulang”

“Aku tidak bilang jika aku mau jadi pacarmu”

“Good night. Jangan tidur terlalu larut baby. Itu tidak baik untuk kesehatanmu. Bye” ujar L.Joe lalu pergi meninggalkan pekarangan rumah Dina

“Aigooo… Ada apa denganku. Aaaaaaa wajahku sepertinya memerah” ujar Dina sambil menutup mukanya dengan telapak tangan setelah L.Joe pergi

*****

“Ayo kita bolos sekolah” ajak L.Joe saat ia dan Dina sedang berada di taman

“Mwo? Bolos?”

“Ne. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat”

“Hajima, nanti kita ketinggalan pelajaran bagaimana?”

“Sudah, ayo kita pergi” ujar L.Joe sambil mengambil tasnya dan tas Dina lalu menarik Dina ke lapangan parkir

“Joe, kita mau kemana”

“Sudah ikut saja” mereka sampai di depan sebuah limosine hitam yang terparkir di lapangan parkir

“Mana cagivamu?” Tanya Dina

“Dirumah”

“Lalu kita naik bus?”

“Anni. Kita naik ini” ujar L.Joe sambil mebuka pintu limosine

“Kita… Na na naik.. Li mosine ini? Ini mobilmu?” Tanya Dina terbata-bata

“Heem. Ini mobil pribadiku. Cepatlah masuk. Supirku sudah menunggu” ujar L.Joe sambil menarik Dina masuk ke limosine

“Kita mau kemana sih?” Tanya Dina penasaran

“Sudah kau lihat saja nanti. Ahjussi ke tempat eomma” ujar L.Joe pada supirnya

“Supirmu mengerti bahasa Korea?” Tanya Dina

“Dia berasal dari Korea” jawab L.Joe. Setelah beberapa lama, akhirnya mereka sampai di sebuah butik bergaya vintage.

“Ayo turun” ujar L.Joe. Dina pun turun dan mengikuti L.Joe masuk ke butik itu.

“Mau apa kita kesini?”

“Tentu saja memilih gaun untuk pesta nanti malam”

“Pesta? Pesta apa? Dimana?”

“Kau belum tahu?” Dina mengangguk. “Jinjja?” Dina mengangguk lagi

“Nanti malam adalah pesta ulang tahun sekolah. Ck… Kau ketinggalan berita sekali” Dina diam saja sambil melihat kesekeliling butik. “Kau pilih gaun diantara gaun-gaun disini. Jika kau memilih lebih dari satu tidak apa-apa. Lagipula, ini butik eommaku. Jadi tidak apa-apa” lanjut L.Joe

“Shireo! Lagipula aku tidak mau datang kesana. Aku tidak begitu menyukai pesta. Lebih baik aku bermain game dirumah daripada pergi kesana”

“Yak!! Andwe andwe. Kau harus pergi bersamaku. Jebalyo, kabulkan satu permintaanku ini saja” pinta L.Joe sambil mengeluarkan ekspresi memohonnya. Dina menatap L.Joe.

“Ne ne, aku pergi kesana”

“Aaah, gomawoyo ^^ Kau memang temanku” ujar L.Joe, lalu dia mengambil gaun warna hitam dengan panjang selutut dan hiasan berwarna silver didepannya. “Bagaimana dengan yang ini?” Dina menggeleng. L.Joe mengambil sebuah gaun lagi, yang ia ambil kini gaun warna pink dengan panjang yang sama dan terdapat pita berwarna hitam disekitar pinggang sebagai pemanis. Dina tersenyum dan mengangguk. Kemudian Dina memilih sepasang high heels berwarna pink pastel. “Kau tidak mau memilih yang lain lagi?” Tanya L.Joe. Dina menggeleng.”Okay, ayo kita ketujuan selanjutnya” ujarnya lagi sambil menarik Dina masuk ke mobil. Sementara Dina hanya pasrah akan dibawa kemana oleh L.Joe.

Setelah sekitar 15 menit, mereka sampai di sebuah salon.

“Noona, annyeong” ujar L.Joe begitu masuk ke salon itu bersama Dina

“Byunghunie, kau sudah datang” ujar Yungmi, noonanya L.Joe

“Noona, perkenalkan ini DinAh” ujar L.Joe

“Annyeong, eonni” sapa Dina

“Annyeong” balas Yungmi

“Noona, dia kuserahkan padamu ya. 2 jam lagi aku akan kembali, buat dia secantik mungkin. Okay” ujar L.Joe

“Tenang saja. Serahkan semuanya padaku”

“Yak!! Joe kau mau meninggalkanku sendiri disini?” omel Dina

“Tenang saja. Noonaku ini tidak mengigit” bisik L.Joe. “Yasudah, aku pergi dulu. Annyeong” lanjutnya lalu meninggalkan salon noonanya.

*****

Kini L.Joe sedang menunggu di ruang tunggu salon noonanya.

“Aish, ini lama sekali” gerutunya. Tiba-tiba seseorang menghampiri L.Joe yang tak lain adalah Dina

“Ayo kita berangkat” ujarnya

“Siapa kau?” Tanya L.Joe tak mengenali Dina

“Yak!! Kau tidak mengenaliku? Aish keterlaluan! Yasudah aku pulang saja kalau begitu” omel Dina

“Hehehehe.. Mianhae. Tapi, sungguh kau.. jeongmal yeppeuda” ujar L.Joe

“Oh, come on. Aku sedang tidak ingin mendengar gombalanmu”

“Hehe, yasudah. Kajja” ujar L.Joe sambil menyodorkan lengannya ke Dina dan Dina merangkul tangannya. Mereka pun menuju sekolah mereka.

“Kau tahu. Kau jeongmal jeongmal yeppeoyo. Dan aku sedang tidak menggombal tahu!” ujar L.Joe saat mereka sampai. Mereka memasuki hall yang digunakan untuk pesta itu. Terlihat sudah banyak orang didalam sana

“Kau mau minum?” Tanya L.Joe, Dina hanya mengangguk. “Tunggu disini, okay. Akan ku ambilkan sebentar” lanjutnya lalu pergi mengambil minum.

“Hey you know Dina? Joe’s new girlfriend? She’s a lucky girl right? Joe never gave a gift to him girlfriend like her. I think she’s different, cause she’s can make Joe like that. What she do? Are she have a some magic. Haha“ ujar seorang yeoja yang berada agak jauh dengan Dina, namun dia dapat mendengarnya.

“Ya, she’s a lucky girl. I think she’s ordinary” ujar yeoja yang lain. Dina yang mendengar pembicaraan itu langsung berlari keluar hall dan menuju ke tempat favoritnya di sekolah yaitu taman.

“Wae? Waeyo disaat aku mulai mencintainya. Apa aku benar-benar tidak pantas untuknya? Iya sepertinya aku memang tidak pantas untuknya. Dia memang berbeda dengan Chunji oppa, namun itu yang membuatku menyukainya” lirihnya lalu melepas high heels yang ia pakai, karena itu membuat kakinya menjadi sakit.

“Aku juga tidak pantas memakai barang-barang ini” ujarnya lagi. Tiba-tiba dia merasakan tubuhnya menjadi hangat. Dina menoleh dan ternyata Joe menyelimutinya dengan blazernya.

“Kau disini rupanya. Aku mencarimu di dalam” ujar Joe “Kau tidak suka didalam sana?” lanjutnya

“Sudah kubilang, aku tidak terlalu suka dengan pesta”

“Kakimu kenapa? Apa kakimu terkilir? Kenapa high heelsnya dilepas?”

“Kau tahu high heels ini membuat kakiku menjadi sakit. Lebih nyaman memakai sneaker tahu. Barang ini menyiksaku”

“Jinjja? Apa sakit sekali?”

“Tidak terlalu sakit. Tapi, intinya kakiku sakit” jawab Dina sambil melihat kakinya. Tiba-tiba L.Joe berlutut didepannya dan memegang kakinya

“Yak!! Yak!! Apeuda!!” teriak Dina

“Aku baru menyentuhnya sedikit” ujar L.Joe

“Tapi sakit tau!!” omel Dina. L.Joe berjongkok membelakangi Dina. “Wae?” Tanya Dina

“Ayo kita pulang saja” jawab L.Joe. “Ayo naik ke punggungku” lanjutnya. Dina mencoba berdiri namun kakinya tidak mau bersahabat dengannya. Alhasil, dia terjatuh

“Aaaakh!!!” erang Dina saat ia hampIr terjatuh. L.Joe yang mendengar erangan Dina langsung berbalik dan berusaha menolongnya. Namun, dia juga ikut terjatuh ke rumput taman dan Dina menjatuhi tubuhnya. Mereka bertatapan lama sambil menutupi rasa deg-degan mereka. Hanya 5cm jarak wajah mereka. L.Joe mengangkat kepalanya mendekati wajah Dina, Dina yang diam saja tidak tahu ingin berbuat apa. Dan, bibir mereka bersentuhan. Dina shock dengan apa yang dilakukan Joe padanya, dia dengan sekuat tenaga mendorong tubuh L.Joe dan bangun lalu duduk disebelah L.Joe dengan menundukkan kepalanya.

“Hmm… Mian aku menciummu” ujar L.Joe dengan wajahnya yang memerah karena ciuman tadi. Dina hanya diam dengan menggenggam kalung berbandul mataharinya. “Kau lihat, bintang dilangit begitu banyak” lanjut L.Joe untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka.

“Gomawo” ujar Dina tiba-tiba. L.Joe menoleh menatapnya.”Gomawo untuk semuanya. Semua yang kau berikan padaku. Perhatian yang kau berikan padaku, barang-barang yang kau berikan padaku dan semuanya yang kau berikan padaku.” Lanjut Dina. L.Joe menatapnya dengan tatapan tidak mengerti. “Apa kau tahu? Semuanya yang kau lakukan dan berikan padaku, membuatku memiliki rasa yang berbeda denganmu. Rasa suka bukan sebagai teman tapi rasa suka yang lebih dari teman. Kau tahu, kau membuatku mencintaimu” lanjut Dina lagi.”Saranghaeyo, aku mau menjadi yeojachingumu”

“Nado saranghaeyo” balas L.Joe.”Sekarang ayo kita pulang” lanjutnya. Dina tersenyum dan mengangguk. L.Joe pun membantu Dina berdiri dan memapahnya menuju mobil.

“Apa kau yakin bisa masuk sendiri?” Tanya L.Joe saat mereka sampai didepan rumah Dina.

“Aku bisa” jawab Dina

“Sleep tight, baby” ujar L.Joe sambil mengacak pelan rambut Dina kemudian masuk kedalam mobil

*****

Hari-hari bahagia mereka pun dimulai. Kini waktu liburan sudah datang dan kini L.Joe sedang mengantarkan Dina ke airport.

“Jaga kesehatan lalu jangan lupa untuk mengirimiku email. OK!! Ohiya, jangan selingkuh selama kau disana” ujar L.Joe

“Ne ne, arraseoyo!! Bye” ujar Dina

*****

Sebulan kemudian, liburan telah usai dan Dina sudah kembali ke Canada.  Dia sengaja berangkat lebih awal untuk menemui L.Joe dikelas, tapi L.Joe tidak ada.

“Dimana dia?” gumamnya, lalu pergi mencari L.Joe disekitar sekolah.

“Sorry, are you si Joe?” Tanya Dina pada siswa yang sedang berjalan melewatinya.

“Joe? Oh, I see him in the canteen” jawab siswa itu

“Okay, thank you” balas Dina kemudian pergi ke kantin. Saat sampai dikantin ia melihat L.oe sedang bersama David dan dia tidak sengaja mendengar pembicaraan L.Joe dan David.

“Joe you success in this bet. Haha, you get this money. You’re the best. How you can get Dina to be your girlfriend. I think so easily to you to do this” ujar David

“I just do what I want” jawab L.Joe

“YAK!!!!!” teriak Dina. L.Joe dan David menoleh. “Apa yang aku dengar benar?” lanjut Dina

“Oh no, it’s no good. Sorry I must go” ujar David lalu pergi meninggalkan L.Joe. Dina berlari meninggalkan L.Joe ke taman sekolah.

“Dina” panggil L.Joe namun Dina tak mengubrisnya. L.Joe mngejar Dina menuju taman.

“Harusnya aku tahu jika dia hanya mempermainkanku dan tidak mencintaiku sama sekali. Dan etapa bodohnya aku jika aku dijadikan sebagai barang taruhan” isak Dina ia sudah berada di taman

“Dina” panggil L.Joe

“Wae? Mau apa lagi? Aku sudah tahu semuanya” ujar Dina ketus “Kau pergi saja. Jangan mendekatiku lagi” lanjutnya

“Dina, dengarkan aku dulu”

“Shireo! Aku tidak butuh apa-apa lagi darimu”

“Tapi, harus kau tahu. Tentang ucapanku yang bilang aku mencintaimu itu sungguh. Aku benar-benar mencintaimu”

“Sorry, it’s enough” ujar Dina lalu pergi.

*****

“Babo!!! Babo!! Babo!!” umpat L.Joe pada dirinya sendiri.”Seharusnya aku membatalkan pertaruhan ini sebelum dia tahu!!” lanjutnya. Dia mengambil ponselnya dan melakukan sebuah panggilan. “Abeoji, aku ingin kembali ke Korea. Biarkan aku sekolah disana. Aku sudah bosan sekarang. Besok sore aku berangkat. Keputusanku sudah bulat” ujarnya. “Ne, tinggal di Korea dan membuka kehidupan baru disana akan membuatku melupakan masalah ini” ujarnya lagi

To Be Continued

Oyeeeaah.. Kita sudah sampai di chapter 3 sodara-sodara hehehehe 😀 gimana? Author sudah berusaha untuk membuat chapter ini lebih baik dari yg kemarin tapi hasilnya gini heeehe 😀 Mian ya kalo kurang bagus maklum author baru berkecimpung dalam dunia ini selama setengah tahun belakangan ini hehe 😀 Jadi yaaa mohon dimaklumi. Okay see you next chapter. Ppyong ^^

Advertisements

6 responses to “[Our Love Story] The Wager

  1. Wuahhh…
    Akhirnya nemu ff teen top disini !
    Ayoo, bikin fanfic teen top yang lebih banyak lagi >nunjuk diri 😛

    keren thor, lanjutannya jangan lama lama yoo, ntar ljoe nya saya cipok lho *GUBRAKKK

    • ^^ ne rencananya besok atau lusa aku post hehe ^^ cipok aja yg penting ga abang chunjiku ㅋㅋㅋ :p
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

  2. Aaaaaaaaaa keren banget ceritanya …
    Chunjinya sma LJoe digantung ToT
    Dipostnya kapan? Ga sagar nugguinnya …..
    Kenapa Dina pergi ke luar negri?

    • Hehe gomawoyo *bow* next chapternya blm tau kapan hehe 😀 aku blm sempet ngetiknya hehe. Ditunggu aja yaaaa ^^
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

  3. Pingback: [Our Love Story] 6 Special Boy | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s