ST.AL.K.ER in Seoul part 1

Tittle: ST.AL.K.ER in Seoul

Author: Choi Myung Ah aka Myungie

Cast: Liat di Poster XDD

Genre: Adventure (?), Friendship (?)

Rating: PG-17

Lenght: Chapter

Ini adalah ff yang aku dedikasiin buat My STALKER, moga reader FFINDO suka 😀

ntar kalo banyak yang koment, part 2 bakal aku post, tapi gk janji cepet, hehe

tapi kalo banyak yang gk suka, ya part 2 dan seterusnya gk bakal dipost ^^

Be Good Reader ^^

STALKER

STALKER, adalah komunitas K-Popers yang ada di Pekanbaru. Beberapa member dan adminnya suka sekali berkumpul setiap hari Minggu. Sekitar 3bulan yang lalu, mereka mulai membahas tentang acara liburan ke Korea Selatan. Selain untuk mengenal kebudayaan Korea Selatan, mereka juga ingin merasakan menjadi fans yang benar-benar dekat dengan idolanya seperti yang dirasakan fans yang ada di Korea Selatan.

“kita jadi jalan-jalan ke Korea?” tanya Ana semangat 45.

“jadi donk unn, udah nabung banyak duit nich” sahut Ayu sambil tersenyum lebar.

“iya, aku juga udah nabung banyak” ucap Imus senang sementara yang lain tampak mengangguk.

“ kalau gitu kita mulai dari ngurus tiketnya dulu” ucap Ana sambil melirik Yomi. Yang dilirik tampak mengangguk seakan paham apa maksud tatapan Ana.

“sip unn, urusan booking tiket anggap aja udah selesai” ucap Yomi santai.

“trus kapan kita berangkat?” tanya Sari antusias.

“kalau 2 minggu lagi aja gimana? Kelar ujian” saran Vika yang diberi anggukan oleh yang masih kuliah dan sekolah.

“hmm, kayaknya emank 2 minggu lagi. Gw juga baru dapat libur pas tanggal-tanggal segitu” ucap Ana.

“jadi booking tiket buat 2minggu lagi ya” ucap Yomi yang diberi anggukan yang lain.

“persiapan isi koper harus dimulai dari sekarang. Biar ntar pas hari H gak kalang kabut” saran Dea yang diberi gumaman setuju dari yang lain.

“trus soal tempat tinggal selama di Korea gimana?” tanya Rini sambil menatap yang lain.

“itu urusan gw, kalian gk usah khawatir” ucap Ana yang diberi senyuman oleh yang lain.

“kalau gitu sekarang kita bahas tentang tempat-tempat wisata disana” sambung Ana dan merekapun mulai sibuk membicarakan tentang kemana saja mereka akan pergi saat di Korea dan urusan yang lainnya.

=STALKER=

2 minggu sudah berlalu, kini hampir semua admin dan member STALKER sudah berkumpul dibandara.

“siapa lagi yang belum datang?” tanya Sari sambil melihat sekelilingnya.

“Lizha unn ama Rini unn belum” ucap Intan melapor.

“Dea unnie juga masih otw” sambung Neysa.

“eh, si Vika ama Ayu juga belum nongol kayaknya” ucap Yomi yang diberi anggukan oleh Winda.

“wih, tumben bukan kalian yang paling telat” ucap Sari bercanda.

“ah, pan mau ke Korea Sar, mana mungkin kita telat, ya gk Yom” ucap Winda yang diberi anggukan semangat oleh Yomi.

“yoa, kami ampe gk tidur tau saking senengnya” ucap Yomi.

“gk tidur? Samalah kita unn” ucap Sora sambil cengengesan.

“kalo soal gk tidur, aku juga kagak” sambung Imus.

“jah, kasihan amat ampe kagak bisa tidur. Kalau gw mah tidur nyenyak kemaren” ucap Ana bangga.

“mian telat” ucap Vika yang datang sambil menggerek 2buah koper.

“ya Allah, lu mau pindahan Vik? Banyak bener yang dibawa” ucap Winda cengo.

“banyak? Lebih banyak bawaan si Ayu kali” ucap Vika sambil menunjuk Ayu yang berjalan dengan menggerek dua buah koper berukuran besar. Hampir semuanya tampak takjub dengan banyaknya barang bawaan Ayu.

“lu mau pindahan ye?” tanya Yomi sambil menggeleng.

“kalau Minho ngelamar gw rencananya sich emank mau pindahan” jawab Ayu yang sukses membuat hampir semuanya tergelak.

“okey, sekarang tinggal nunggu Lizha unn ama Rini unn aja. Barang bawaan masing-masing udah di cekkan? Kagak ada yang ketinggalankan?” tanya Dea yang diberi anggukan oleh yang lain.

“Dho, yakin nich mau ikut?” tanya Vika sangsi.

“udah minta izinkan?” kini gentian Yomi yang bertanya.

“udah nuuna, tenang saja” jawab Ridho sambil tersenyum.

“ehhhh, yang belum datang itu udah ditelpon ato disms? Lama banget, capek berdiri nich” keluh Achi sambil menggerak-gerakkan kakinya yan pegal.

“bentar lagi juga datang unn, sabar” ucap Dea sambil melirik jam tangannya.

“eh, tapi bentar lagi kita mesti masuk buat cek. Telponin gih biar cepetan datang” ucap Ana sedikit gusar.

“udah ditelpon unn, jalanan macet katanya” jawab Intan.

“aduh, jangan ampe kita ketinggalan pesawat” ucap Achi sambil berjongkok.

“eh, itu merekakan?” tanya Imus sambil menunjuk 2 orang gadis yang baru saja turun dari sebuah mobil.

“iya, itu mereka” ucap Sari sambil siap-siap menggerek kopernya yang berukuran besar. Yang lain juga tampak melakukan hal yang sama.

“mian telat, jalanan macet” ucap Lizha.

“gk apa-apa, yang penting udah datang. Ayo masuk” ajak Ana yang berjalan didepan dengan Achi disusul oleh Sora, Sari, Vika, Yomi, Winda dan Ayu. Lalu dideret paling belakang ada Imus, Intan, Rini, Lizha, Dea, Neysa dan Ridho.

Setelah 15 menit berada diruang tunggu, kini merekapun sudah masuk kedalam pesawat dengan posisi duduk Achi-Ana, Sari-Yomi-Winda, Vika-Imus, Sora-Intan, Rini-Lizha-Dea, Neysa-Ayu dan Ridho duduk dengan penumpang lain.

“berapa lama perjalanan kita Ana unn?” tanya Neysa yang tampak melongok kebelakang, ketempat duduk Ana dan Achi.

“sekitar 8 jam” jawab Ana yang diberi anggukan oleh Neysa sebelum kembali duduk manis. Sementara itu Ridho yang duduk didepan Neysa dan Ayu tampak sudah asik sendiri mendengarkan lagu dari headphonenya.

“hmmm, 8 jam. Bisa donk tidur puas ampe pesawat mendarat” ucap Sari yang diberi anggukan setuju oleh Yomi.

“bener lu. Mana gw udah mulai ngantuk lagi, padalah tadi gk ngantuk” ucap Yomi.

“haha, kalau gitu tidur yok” ajak Sari yang udah siap-siap mau mengeluarkan selimut yang ada dikantung belakang kursi didepannya.

“haha, ntar dech kalau pesawat udah terbang” ucap Yomi sambil memeriksa sabuk pengamannya apa sudah terpasang dengan benar atau belum. Sari mengangguk setuju lalu mulai bersandar pada kursi. Tak berapa lama suara pilotpun terdengar, menandakan bahwa pesawat sebentar lagi akan lepas landas. Intan dan Sora tampak antusias. Ana, Achi, Yomi, Neysa dan Ridho tampak biasa-biasa saja sementara yang lain tampak gugup.

“pesawatnya gk bakal jatuhkan?” tanya Lizha takut.

“jangan ngomong yang enggak-enggak!” seru Sari marah bercampur takut.

“tenang, Insya Allah gk bakal jatuh. Berdoa aja” ucap Yomi yang langsung dituruti oleh Sari dan Lizha. Setelah pesawat benar-benar sudah terbang, merekapun melepas sabuk pengaman dan mulai sibuk bercerita dengan teman sebangku agar tidak bosan, kecuali Neysa dan Ayu yang sudah tampak terlelap sementara Ridho masih asik dengan music yang didengarkannya. Tak sampai 30menit, semua mulai tampak mengantuk dan akhirnya memilih tidur.

=STALKER=

Incheon Airport, disinilah kini mereka berlima belas berada setelah setengah jam yang lalu turun dari pesawat.

“wah, bandara Incheon benar-benar besar” ucap Dea takjub. Bukan hanya Dea, tapi yang lain juga tampak menatap takjub bangunan yang merupakan bandara Internasional Negara Gingseng tersebut.

“banget, mewah juga iya” sambung Rini.

“eh, kita gk bisa lama-lama nich. Yang jemput udah nunggu” ucap Ana sambil melirik jam tangannya.

“palli” sambungnya sambil menggerek koper dengan diikuti yang lainnya. Diluar bandara, tepatnya diparkiran tampak seorang gadis seumuran Ana berdiri disamping sebuah mini bus dengan tulisan STALKER dikertas karton yang dipegangnya.

“itu yang jemput kita unn?” tanya Sari yang berdiri tepat disamping Ana.

“yoa” jawab Ana singkat sebelum berjalan mendekati gadis berambut sepinggang tersebut.

“annyeonghaseyo Im Hye Min-ssi, naneun Park Hyun Hee imnida” ucap Ana sambil sedikit membungkuk kearah gadis bernama Im Hye Min tersebut.

“ah, Hyun Hee-ssi, annyeonghaseyo” balas Hye Min sambil membungkuk sebelum tersenyum.

“mianhamnida, kau pasti sudah menunggu lama” ucap Ana dalam bahasa Korea yang cukup lancar. Mendengar itu Hye Min mengibas-ngibaskan tangannya sambil menggeleng.

“aniyo, aku baru saja sampai. Aku malah takut kalian sudah daritadi menungguku” ucap Hye Min yang diakhiri tawa kecil.

“jinjayo, syukurlah” ucap Ana sambil tersenyum.

“annyeonghaseyo, Choi Myung Ah imnida, tapi panggil Myungie saja ya Hye Min unnie” ucap Sari sambil membungkuk.

“annyeonghaseyo Myungie. Ah, kau pasti Hyun Ki dan ini Min Ri” ucap Hye Min sambil menunjuk Yomi dan Winda setelah sebelumnya balas membungkuk kearah Sari.

“ah, si unnie ternyata ingat kita berdua” ucap Yomi senang.

“haha, pasti ingatlah” sahut Hye Min sambil.

“hmm, kenalannya kita lanjutin nanti aja. Kalian pasti capek, kkaja” ajak Hye Min sambil membuka pintu mini bus miliknya.

“kamsahamnida” ucap STALKER berbarengan sebelum satu persatu dari mereka masuk. Ana terlihat mengambil posisi duduk disamping kursi pengemudi, banyak sekali yang ingin dia tanyakan dan katakan pada Hye Min selama perjalanan mereka menuju penginapan milik Hye Min di Busan. Ya, selama di Seoul, STALKER akan tinggal di Busan, walau begitu mereka tetap senang, karena disana ada pantai yang bisa mereka datangi dengan berjalan kaki dari penginapan milik Hye Min.

=STALKER=

Saat sampai dipenginapan, langit sudah menghitam. Semuanya tampak kaget karena mereka bahkan sampai tidak sadar waktu akibat sibuk bercengkrama satu sama lain, tentu saja melibatkan Hye Min juga. Setelah menurunkan koper, merekapun sepakat untuk makan dulu sebelum menuju kamar yang sudah siapkan oleh Hye Min.

“wahhh, kayaknya enak” seru Imus sambil mengambil sumpit setelah semangkuk ramen yang dipilihnya sebagai makan malam berada dihadapannya.

“masitha” decak Sora dan Intan bersamaan merasakan daging panggang yang mereka pesan.

“tempura ini juga enak, pasti udangnya udang segar” ucap Sari setelah mengunyah habis tempura udang yang ada dimulutnya.

“makananya enak semua, kamsahamnida Hye Min-ssi” ucap Ana yang diberi sahutan oleh yang lain. Hye Min tampak tersenyum senang sambil mengangguk-angguk kecil.

“syukurlah kalau enak. Silahkan makan, aku akan meminta pelayan menyiapkan pemandian air panas untuk kalian” ucap Hye Min yang diberi seruan senang oleh STALKER.

“mandi dikolam air panas” gumam Yomi.

“sambil liat bintang dilangit” sambung Winda.

“kerennnnnnnn” sahut Vika girang.

“haaaaaaaaa, mandi air panas memang enak” ucap Dea saat masuk kedalam kamar dengan diikuti Neysa, Imus, Lizha dan Rini dibelakang.

“kita tidur pake kasur lipat ya?” tanya Dea sambil duduk disudut kamar karena tidak melihat kasur biasa didalam kamar yang cukup besar itu. Kamar penginapan tersebut mirip dengan kamar penginapan yang ada di Jepang. Yang berbeda hanya pintu kamar ini bukan pintu yang digeser. Imus membuka sedikit pintu lemari yang ada didalam kamar, lalu menoleh kearah Dea, Lizha, Rini dan Neysa yang terlihat duduk berderetan.

“kayaknya emang pake kasur lipat” ucap Imus sambil membuka lebar pintu lemari, membuat keempat gadis yang lebih muda darinya itu melongo.

“kasur lipat? Gk apa dech, lantainya tatami kok” ucap Rini sambil berdiri, mengambil kasur lipat yang disodorkan Imus padanya lalu beralih menyodorkannya pada Lizha. Setelah 5 buah kasur lipat dikeluarkan, kini kelimanya tampak mulai menata kasur lipat dan membuatnya memanjang sebelum akhirnya tidur diatasnya.

“nyaman juga” gumam Lizha sebelum menutup matanya.

good night unniedeul” ucap Neysa sebelum ikut tidur.

night” sahut Imus yang terakhir tertidur.

“kasur lipat, semoga punggung gw gk sakit ntar” ucap Sari sambil berbaring dikasur setelah sebelumnya mengeluarkan 4 buah kasur lipat dan menyusunnya memanjang.

“gk bakal sakit unn, kan lantainya tatami” ucap Ayu sambil mengeluarkan beberapa barang dari dalam kopernya lalu menatanya rapi disudut ruangan.

“yakin unn?” tanya Sora ragu.

“iye, kagak bakal sakit. Kalo sakit besok tak pijit satu-satu” ucap Ayu menjamin.

“kalau aku mah terserah, mau kasur biasa atau kasur lipat, yang penting bisa tidur” ucap Intan sebelum akhirnya tertidur.

“ya udah dech, met tidur ye” ucap Sari sebelum ikut-ikutan tidur, tak lama setelah itu Sora dan Ayu pun menyusul.

Jika didua kamar sebelumnya penghuninya sudah tampak masuk kedalam dunia mimpi masing-masing. Maka sesuatu yang berbeda tampak terjadi dikamar berisikan Ana, Achi, Yomi, Winda dan Vika. Kelima gadis ini tidak satupun ada yang tampak ingin pergi kedunia mimpi, mereka malah tampak sibuk berencanakan apa saja yang akan mereka lakukan besok.

“jadi ntar subuh kita jogging? Udah itu maen-maen kepantai, sarapannya dimana unn?” tanya Yomi setelah Ana selesai mengatakan semua ide yang sudah disusunnya untuk mereka semua.

“kita sarapan ditepi pantai aja. Kalau perlu bawa baju renang pas jogging” ucap Ana yang entah kenapa membuat Winda dan Vika tertawa.

“sarapan dipantai. Seafood donk? Aku mau coba kepiting ah” ucap Achi sambil memeluk bantalnya.

“okey, kalau begitu udah fix ye besok jogging ama sarapan dipantai” ucap Ana.

“tapi gk apa-apa nich kita yang mutusin berlima? Ntar yang laen protes gimana?” tanya Vika.

“iya unnie, gimana kalau mereka protes” sambung Winda.

“tenang, gk bakal protes. Kita kan maennya kepantai” ucap Ana enteng.

“eh, tidur yuk, ntar kalau bangun kesiangan, gagal lagi rencana kita” ajak Ana sambil mengambil posisi tidur.

“tapi belum ngantuk unn” ucap Yomi masih dalam posisi duduk.

“usahain tidur. Palli” ucap Ana sebelum memejamkan matanya dan mencoba tidur. Yomi menatap Winda dan Vika lalu mengangkat bahu sebelum merebahkan tubuhnya diatas kasur lipat. Melihat itu Winda, Vika dan Achi pun ikut merebahkan tubuh mereka dan memejamkan mata hingga akhirnya tertidur.

Kening berkerut, itulah yang tampak menghiasi wajah Hye Min saat melihat Sari dan Sora berjalan dilorong penginapan dipagi buta.

“Myungie, Min Hae-a” panggil Hye Min, membuat Sari dan Sora yang berjalan sambil berbincang berhenti lalu menoleh kebelakang.

“kalian bangun pagi sekali. Apa tidur kalian tidak nyenyak?” tanya Hye Min yang langsung diberi gelengan oleh Sari dan Sora.

“ani unnie. Tidur kami nyenyak, sangat nyenyak malah” ucap Sari sambil tersenyum.

“Hyun Hee unnie mengajak semuanya jogging. Makanya kami bangun subuh” terang Sora yang diberi anggukan dan senyum paham oleh Hye Min.

“unnie mau ikut?” tanya Sari yang diberi gelengan oleh Hye Min.

“sebenarnya unnie mau ikut. Tapi pekerjaan unnie banyak” ucap Hye Min sambil tersenyum kecut.

“ah, Hye Min-ssi, kami mau jogging. Kau mau ikut?” tanya Ana yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakang Sari dan Sora. Tidak hanya Ana, tapi ada juga yang lainnya.

“tidak Hyun Hee-ssi. Kalian saja, tapi hati-hati ne” ucap Hye Min yang diberi anggukan oleh STALKER.

“o ya, kalian mau sarapan apa?” tanya Hye Min.

“tidak usah masak sarapan untuk kami. Kami mau sarapan ditepi pantai” ucap Ana yang diberi anggukan paham oleh Hye Min.

“nanti kalau pekerjaanmu sudah selesai. Susul kami kepantai ne” sambung Ana sambil tersenyum.

“ne, pasti akan aku susul” jawab Hye Min sambil balas tersenyum.

“kalau begitu kami pergi dulu. Annyeonghaseyo” ucap Ana sambil membungkuk diikuti oleh yang lain.

“ne” jawab Hye Min balas membungkuk dan STALKER pun mulai berjalan keluar dari penginapan.

 

Jogging ditepi pantai dilakukan oleh STALKER hampir 2jam lamanya. Tapi daripada disebut jogging, yang mereka lakukan itu lebih mirip dengan jalan santai. Sesekali mereka akan berfoto bersama, atau hanya beberapa dan yang lain akan sibuk bercerita.

“unnie, mau sarapan dimana nich? Lapar” ucap Intan sambil mengelus perutnya.

“iya, mau sarapan dimana? Aku juga udah lapar” sahut Sora.

“kalian semua udah lapar?” tanya Ana yang diberi anggukan oleh STALKER.

“sama, gw juga lapar” ucap Ana sambil mengedarkan pandangannya dan berhenti pada semua restoran cukup kecil yang ada ditepi pantai.

“disana aja gimana?” tanya Ana sambil menunjuk restoran.

“hmm, boleh dech, asal enak dan kenyang” ucap Yomi yang udah lapar berat.

“ya udah, ayo kesana” ucap Ana memimpin perjalanan (?) menuju restoran. Setibanya direstoran, merekapun disambut ramah oleh pemilik restoran yang langsung menyediakan tempat untuk mereka berlima belas. Setelah duduk, merekapun mulai ribut memesan makanan yang ingin dimakan, membuat pemilik restoran menjadi sedikit pusing dibuatnya.

“nuuna, kapan kita jalan-jalan ke Seoul?” tanya Ridho saat pemilik restoran pergi setelah mencatat semua pesanan mereka.

“iya unn, kapan nich ke Seoulnya” ucap Imus yang diberi anggukan oleh yang lain.

“ntar, sekitar jam 10-an kita ke Seoul naek kereta” ucap Ana santai sambil memainkan sumpit.

“Hye Min unnie diajak kagak?” tanya Yomi.

“tergantung dia bisa apa kagak” jawab Ana.

“unn, ntar langsung nyerbu dorm SUJU ye” ajak Winda sambil menaik-turunkan alisnya.

“sip itu mah. Lagian alamatnya juga unn udah ada” ucap Ana yang ikut menaik-turunkan alisnya sementara Yomi, Intan dan Neysa tertawa kecil.

“ih, enaknya yang udah tau letak dorm SUJU, Dee belum tau letak dorm B2ST. Gimana caranya bisa ketemu ama Kiwi oppa” ucap Dea sambil memanyunkan bibirnya.

“sama unnie, aku juga belum tau letak dorm EXO K” sahut Sora sambil menyandarkan dagunya ditepi meja sementara Achi tampak merengut sambil memukul-mukul pelan sumpit yang dipegangnya ketepi meja.

“Rin, udah dapat alamat dorm SHINee kan?” tanya Sari yang diberi jempol terangkat oleh Rini.

“udah donk oemma” jawab Rini yang membuat Imus, Lizha dan Ayu berhigh five.

“eh, dorm ZE;A dimane? Pengen ketemu Minwoo oppa” ucap Vika lesu.

“lah? Lu kagak mau ke dorm SUJU?” tanya Yomi bingung.

“mau donk, tapi gw juga mau ke dorm ZE;A” jawab Vika sedikit histeris.

“pergi kekantor agensinya aja, dari sono stalkerin ampe dorm” usul Neysa.

“eh, iya juga ya” ucap Dea yang seperti mendapat pencerahan.

“tapi masa sendiri” sambung Dea yang kembali didatangi awan mendung.

“ntar unn temenin, pengen liat Yoseob oppa soalnya” ucap Achi yang membuat Dea mengembangkan senyum.

“jinja Achi unn? Yeee” sorak Dea.

“eh, Achi unn kagak jadi ke dorm EXO K?” tanya Sora kaget.

“jadi donk, tapi udah itu mau ke dorm B2ST” jawab Achi sambil menaik-turunkan alisnya.

“yah, masa aku ditinggal sendiri” ucap Sora sambil mengembungkan pipinya.

“kagak bakal sendiri So, ikut kita ke dorm SUJU aja” ajak Ana.

“ikuttttttt” sorak Sora yang sudah kembali ceria.

“nah, Idho ke dorm SNSD kan? Mau ditemenin juga?” tanya Yomi yang diberi gelengan oleh Ridho.

“gk usah nuuna. Idho sendiri juga gk apa-apa. Kan namja” ucap Idho sambil tersenyum sementara Yomi mengangguk paham.

“jadi intinya di Seoul jalannya pisah-pisah nich?” tanya Sari yang diberi anggukan oleh Ana.

“trus ntar ngumpul dimana? Jam berapa?” tanya Sari lagi.

“distasiun kereta aje, jam 8 malam. Ntar kita makan malam dulu direstoran yang ada deket sono, baru kelar itu pulang” terang Ana yang diberi anggukan paham oleh semuanya. Dan tak lama setelah itu makanan yang mereka pesanpun mulai datang. Selama makan, mereka juga tak hentinya berbicara, mendiskusikan apa-apa saja yang akan mereka lakukan selama di Seoul nanti.

=STALKER=

Tepat jam 12 waktu Korea STALKER sampai di Seoul. Mereka berlima belas terlihat senang karena sudah sampai di Seoul.

“okey, dari sini kita pisah. Usahain ntar ontime pas ngumpul lagi” ucap Ana yang diberi anggukan paham oleh semuanya. Setelah itu merekapun mulai membentuk kelompok kecil, kecuali Ridho yang berjalan sendirian menuju dorm SNSD. Ana, Yomi, Winda, Vika, Neysa, Intan dan Sora tampak menaiki bus menuju daerah dimana dorm SUJU berada. Sementara Sari, Imus, Ayu, Lizha dan Rini masih menunggu bus yang akan membawa mereka kedaerah dorm SHINee sedangkan Dea dan Achi memilih naik taxi menuju Cube ent.

-Dea and Achi-

“Achi unn suka Yoseob oppa? Saeng baru tau” ucap Dea membuka obrolan dengan Achi.

“ne, sukaaaa banget, Yoseob oppa yang utama bagi unn” jawab Achi sambil tersenyum.

“jinja? Ciyyeeee” ucap Dea menggoda sambil menyenggol pelan bahu Achi.

“trus kalau D.O yang keberapa?” tanya Dea.

“hmm, yang kedua kayaknya, haha” ucap Achi sebelum menatap kearah luar taxi.

“agasshi, kita sudah sampai” ucap supir taxi setelah sebelumnya menghentikan taxinya tepat didepan gedung Cube ent.

“udah sampe unn, ayo turun” ajak Dea yang turun lebih dulu lalu disusul oleh Achi.

“igo, kamsahamnida” ucap Achi yang membayar uang taxi sementara Dea menatap kagum gedung Cube ent.

“uwaaaa, gedung Cube ent gk kalah gede dari SM ent” ucap Dea sambil menatap Achi yang sudah berdiri disampingnya.

“trus sekarang kita ngapain nich? Gk mungkin masukkan? Pasti langsung ditendang ama satpamnya” ucap Achi sambil balas menatap Dea.

“hmm, iya juga. Ya udah, kita tunggu disana aja unnie. Kali aja B2ST lagi ada disini, ntar kita ikut kemanapun mereka pergi” usul Dea sambil menunjuk sebuah café yang berada disebrang jalan. Achi mengikuti arah tunjuk Dea, tak lama diapun mengangguk.

“ne, gitu aja. Kajja” ajak Achi sebelum keduanya menyebrang untuk menuju café. Didalam café keduanyapun memilih duduk didekat jendela dimana mereka bisa dengan mudah mengawasi siapa saja yang keluar masuk Cube ent. Tak lama duduk didalam café, tiba-tiba Dea berdiri dari duduknya, membuat Achi yang tengah minum mendongak melihat Dea.

“napa Dee?” tanya Achi sambil meletakkan gelasnya kemeja.

“itu unn, itu mereka” ucap Dea sambil menunjuk keluar jendela. Achi menatap keluar jendela, tampak 6 orang member B2ST keluar dari mobil van dan berjalan masuk kedalam gedung Cube ent. Setelah keenam member B2ST menghilang dari pandangan, Achi dan Dea pun kini saling berpandangan sebelum sama-sama tersenyum.

now, we just wait for be a real stalker” ucap Dea yang diberi anggukan oleh Achi.

-Ridho-

Bersandar pada dinding, itulah yang kini tengah dilakukan Ridho sembari mendengar lagu ‘The Boys’ SNSD dari headphonenya. Tapi focus Ridho tidak benar-benar pada lagu yang didengarnya, melainkan pada pintu masuk gedung apartement mewah yang ada dihadapannya. Ingin masuk? Tentu saja, tapi satpam gedung apartement itu tidak memperbolehkannya. Alasannya? Karena orang yang ingin ditemui Ridho adalah SNSD. Dan itu tidak diperbolehkan kecuali kau adalah anggota keluarga atau manager SNSD. Mengingat perlakuan satpam gedung apartement padanya, Ridho tampak menggeram kecil.

huh, itu satpam ngeselin banget dech” dengus Ridho. Kini tidak ada yang bisa Ridho lakukan selain menunggu SNSD keluar atau mungkin masuk kedalam gedung apartement.

“arggg, kenapa harus kita yang belanja sich”

“ini gara-gara kamu yang kalah suit”

“eh? Kenapa gara-gara aku? Kalau begitu kenapa tadi tidak kamu saja yang suit?” seperti familiar dengan suara tersebut, Ridho pun menoleh sambil melepaskan headphonenya. Dan detik berikutnya Ridho hanya bisa diam dengan mata yang terus mengikuti kemana arah berjalannya kedua gadis yang sudah melewatinya.

“eh, namja itu melihat kearah kita terus”

“jinja? Mungkin hanya perasaanmu saja”

“ani, coba saja kamu lihat kebelakang”

“jangan-jangan dia tau siapa kita. Palli” melihat kedua gadis yang ditatapnya berjalan cepat, Ridho pun seperti tersadar dari lamunannya. Ingin memanggil, tapi dia takut salah orang.

“arggg” salah satu dari gadis itu menjerit kecil karena terjatuh akibat berjalan cepat.

“unnie, kamu tidak apa-apa?” tanya gadis yang satunya sambil mencoba membantu gadis yang terjatuh.

“sepertinya kakiku terkilir” ucap gadis yang terjatuh.

“kau tidak apa-apa agasshi?” tanya Ridho sambil berjongkok disamping gadis yang terjatuh.

“ka,,,kakiku terkilir” ucap gadis yang terjatuh sedikit ragu.

“mau aku bantu?” tanya Ridho ramah, tak lupa diapun tersenyum. Kedua gadis itu saling menatap, sedikit ragu dengan tawaran Ridho mengingat satu, Ridho itu namja. Kedua, karena Ridho mereka harus berjalan cepat hingga salah satu dari mereka terjatuh. Ketiga, menerima tawaran Ridho berarti membongkar penyamaran mereka berdua.

“ne, bisa gendong unnieku sampai depan apartement kami?” tanya gadis yang satunya. Ridho mengangguk lalu bersiap menggendong gadis yang terkilir.

“bolehkah?” tanya Ridho meminta izin. Gadis yang kakinya terkilir itupun mengangguk kecil sebelum Ridho menggendongnya menuju gedung apartement.

-Ana, Yomi, Winda, Vika, Neysa, Intan and Sora-

“argggggggggg, unnie otte?” tanya Yomi sambil menghentakkan kaki.

“kita tinggal selangkah lagi, tapi gegara satpam kampr*t itu…” Vika tidak melanjutkan kalimatnya. Dia lebih memilih menendang kaleng kosong yang kebetulan ada dibawah kakinya hingga masuk kedalam tong sampah.

“gk asik ih satpamnya, masa kita gk boleh masuk” ucap Intan sebelum menekuk wajahnya.

“andai bunuh orang itu gk dosa” ucap Neysa geram sementara Winda dan Sora tampak mengembungkan pipi kesal.

“iye, andai bunuh orang kagak dosa, itu satpam bakal jadi korban pertama gw” sahut Ana murka sebelum duduk dibangku taman dimana mereka bertujuh kini berada.

“tapi kita gk boleh langsung nyerah, aku pengen ketemu Dongek” ucap Sora yang membuat Neysa sontak menatapnya.

“Dongek punya aku, Sora ama Chanyeol aja sana” ucap Neysa yang membuat Sora mencibir kearahnya.

“kita nyusup aja gimana?” usul Yomi sambil menaik-turunkan alisnya.

“nyusup? Lewat mane?” tanya Winda.

“parkiran bawah tanah” sahut Ana cukup keras.

“ayo kita menyusup” sambung Ana sambil mengeluarkan smirknya.

“yakin unn mau nyusup, kalo ketangkap gimana?” tanya Vika cemas.

“biar gk ketangkap ya mesti lihai donk” ucap Ana sambil berdiri dari duduknya.

“jadi siapa yang mau ikut menyusup ama gw?” tanya Ana.

“aku ikut” ucap Yomi, Winda, Intan, Neysa bersamaan.

“walau takut, tapi aku ikut” jawab Sora ragu.

“ehhhh, semuanya mau nyusup, aku ikut” ucap Vika.

“bagus, kalo gitu dengerin rencana gw baik-baik” ucap Ana sebelum mereka membuat lingkaran, mendengarkan rencana Ana dalam diam.

-Sari, Imus, Ayu, Lizha and Rini-

“unnie, kenapa kita gk langsung kegedung apartement? Kenapa kita malah nunggu disini?” tanya Imus pada Sari yang terlihat asik memilih cemilan yang ada disupermarket.

“gedung apartement itu elit. Unn gk mau diusir kayak si Idho” jawab Sari santai sementara Imus terlihat masih tidak paham.

“trus apa hubungan dengan belanja unn?” tanya Imus lagi.

“lagi pengen ngemil, sekalian mikirin rencana biar bisa masuk kegedung apartement. Kalo gk ngemil, unn gk bisa dapat ide” terang Sari sambil menaik-turunkan alisnya.

“ohhh, gitu” ucap Imus yang kini ikut-ikutan memilih cemilan.

“unn, aku udah selesai nich” ucap Ayu yang datang dengan keranjang belanjanya yang sudah penuh.

“unn juga udah. Rini ama Lizha mana?” tanya Sari sambil celingukan.

“kami udah selesai” ucap Rini yang datang bersama Lizha.

“Imus gimana?” tanya Sari yang kini menoleh kearah Imus.

“udah juga unn” jawab Imus sambil tersenyum.

“okey, kalo gitu sekarang kita kekasir” ucap Sari yang berjalan berdampingan bersama Ayu menuju kasir. Setelah membayar belanjaan masing-masing, kini kelimanya tampak duduk dikursi yang ada diluar minimarket. Kebetulan sekali minimarket tersebut berada bersebrangan dengan gedung apartement elit berlantai 20 dimana dorm SHINee berada.

“Rini, dilantai berada dorm SHINee?” tanya Sari sambil membuka bungkus keripik kentang.

“hmm,,,,lantai 7 oemma” jawab Rini setelah melihat alamat dorm SHINee yang disimpannya dismartphone.

“lantai 7? Susah juga kalo kita mesti manjat” ucap Ayu sebelum kembali mengunyah wafernya.

“loh? Kok ide kita sama?” ucap Sari agak kaget.

“eh? Unn juga mikir gitu?” kini gentian Ayu yang kaget.

“jangan yang ekstrimlah” ucap Imus sambil manyun.

“kalo kagak ekstrim, kagak bisa ketemu Nyupa unnie” ucap Lizha yang diberi anggukan oleh Sari, Ayu dan Rini.

“tapi jangan ekstrim-ekstrim kali ya” ucap Imus sedikit memelas.

“iye iye” ucap Sari sebelum kembali berpikir.

“aww, sakit Rin” jerit Lizha tertahan karena Rini mencengkram tangan kirinya.

“itu,,,itu” ucap Rini sambil menunjuk seseorang.

“apa?” tanya Ayu sebelum menoleh bersama Imus dan Lizha kearah tunjuk Rini sementara Sari masih sibuk berpikir.

“unnieee” kini gantian Ayu yang menjerit kecil sambil menarik tangan Sari.

“apaan sich?!” rutuk Sari kesal sambil menatap Ayu sebelum menoleh kearah telunjuk Ayu.

“OMJ” ucap Sari pelan tanpa berkedip.

Tbc…

Ditunggu komentnya 🙂 hehehe

5 responses to “ST.AL.K.ER in Seoul part 1

  1. haiii, aku reader baru
    waaaahhhthor cerita’a keren
    dilanjutin yaaaahhh please @_@

    kim heewon imnida 🙂
    salam kenal

  2. Wah… Enak banget tuh Ridho bisa ktemu SNSD. sari, ayu, Rini dan lainnya juga enakk bangett.. bisa ketemu SHINee.. #mauuuu….. 😥 😥

  3. reader baru …
    uweee ,, kebetuan juga namaku itu Sari …..
    Truz ngepasin jga aku ngefans sma SHINee
    kyAAAAAA …….!!!
    tolong ff’y d’lanjut donk …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s