Promises (Part 10-END)

By       : MissFishyJazz

Cast     :

–          EXO’s Suho

–          Rein Warooffdrick (Im Yoo Jang)

–          Song Hyu Rin

–          SHINee’s Onew

–          EXO’s Member

–          SHINee’s Member

–          f(x)’s Victoria

Genre  : Romance, Angst

Rating : PG-15

Length : Chapter

AN      : Akhirnya! Akhirnya! Sampe juga di part terakhir. Gomawo untuk readersdeul yang mau baca dan comment di ff ini. Oh ya disini ada Boutique Tory Burch, anggep aja itu butik yang kepemilikkannya bisa berubah-ubah berdasarakan saham ya. Hehehehe.. Happy Reading

 

Suho pov

“Jang, berada di negara ini. Mommy-nya kemarin menghubungiku. Apa kau bisa bertemu dengannya? Dia adalah new president director Tory Burch. Sekarang dia sedang berada di Tory Borch Flagship Boutique, New Bond Street. Aku tidak tahu alamat pastinya, hanya itu yang aku tahu. Tapi Tory Burch kan merk terkenal, jadi siapapun pasti tahu.

Perkataan Victoria noona masih terngiang dikepalaku. Secara tak langsung mendorongku untuk mencegat taksi dan sekarang sedang menyusuri ‘New Bond Street’ salah satu jalan dengan jejeran butik-butik ternama, dan kelas dunia.  Aku langsung menghentikan taksi itu tepat dihadapan sebuah butik dengan gaya rumah abad ke-19, berplang ‘Tory Burch Boutique.’

May I help you, Sir?” Seorang pegawai wanita mengagetkanku ketika aku baru saja memasuki butik itu. Kutengokkan kepalaku. Aaa.. Bukankah ini, Ah Rim? Salah satu pegawai Yoo Jang di Korea dulu?

“Ah Rim-ssi?” Tanyaku memastikan. Ah Rim tampak berpikir sejenak dan kemudian tersenyum cerah.

“Aaa.. Suho-ssi. Ada keperluan apa hingga bisa sampai disini?”

“SM sedang ada konser disini.”

“Ooh.. Aku lupa.”

“Eehhmm.. Apa Rein ada?”

“Tentu saja.”

“Bisa kau tunjukkan ruangannya?”Ah Rim hanya mengangguk sekilas dan langsung berjalan mendahuluiku. Butik ini cukup besar, hingga ada ekskalator di dalamnya, Ah Rim mengantarkanku naik ekskalator itu dan berhenti di ujung ruangan di dekat ekskalator itu.

“Bisa kau ketukan pintu, dan mengatakan bahwa kau yang ingin menemuinya?”

“Kenapa tidak anda sendiri?”

“Tolonglah..”

“Baiklah.”

Ah Rim mengetuk pintu itu sekilas,

“Nona, ini saya, Ah Rim. Bisakah saya masuk?”

“Tentu.” Ah Rim langsung membuka pintu. Kuberikan tanda agar dia bisa pergi. Lagipula, suasan butik di bawah juga cukup ramai.

Kumasuki ruangan itu. Penerangan yang cukup, boneka-boneka menekin putih berlapis kain lembut, juntaian kain, dan lembaran-lembaran kertas bergambar menjadi pemandangan pertamaku. Dengan langkah pelan kususuri ruangan itu. Kulihat diujung sana, ada sebuah meja kerja, penuh kertas, dan di belakang meja kerja itu duduklah seorang gadis yang membuatku tak bisa berhenti memikirkannya selama 4 tahun belakangan ini. Dia sedang sibuk dengan pekerjaannya hingga tidak menyadari aku yang di hadapannya. Baru beberapa saat kemudian, dia mendongakkan kepalanya dan menatapku kaget.

Oppa?” Pensil yang berada di tangannya terlepas. Matanya tak lepas dari wajahku. Perasaan itu kembali menyeruak. Haru. Sakit. Rindu. Semuanya meluap menjadi satu.

***

Cafe eksklusif itu terasa sepi saat aku dan Yoo Jang-ku duduk di sebuah bangku di salah satu sudutnya. Menikmati aroma espresso machiato dan cappucino, serta alunan musik klasik yang lembut,

“Apa benar mommy menghubungi Victoria unnie?” Tanyanya setelah menurunkan cangkirnya.

Ne.” Wajah itu masih sama. Sekalipun kami harus terpisahkan untuk waktu yang cukup lama, tapi wajah itu, senyum itu, binaran mata itu masih sama. Masih sama.

“Oh ya, bagaimana kabarmu dan Hyu Rin? Apa kalian sudah punya anak?” Dia berusaha seceria mungkin, tapi aku tahu itu hanya kamuflasenya saja.

“Buruk. Soal Hyu Rin, dia sudah meninggal.” Kataku pelan. Pelan sekali.

“Ohh.. ehmm.. Maafkan aku. Aku tidak tahu. Kenapa?”

“Satu tahun setelah pernikahan kami, dia meninggal. Kecelakaan mobil saat dia sedang marah besar padaku. Harusnya aku yang marah karena saat itu aku tahu bahwa dia berbohong pada appa dan eomma tentang dia yang terkena kanker hati stadium lanjut.”

Suasana menjadi hening. Mungkin karena aku, dan dia sama-sama tidak memiliki hal untuk bicarakan. Tiba-tiba saja suatu hal melintas di otakku.

“Apakah janjimu masih berlaku?” Tanyaku tiba-tiba.

“Janji?” Dia menatapku heran-bingung-dan heran lagi.

“Janjimu untuk selalu mendoakanku, mempercayaiku dan—”

“Mencintaimu?” Tebaknya. Aku mengangguk dan dia hanya tersenyum sekilas.

“Kau bisa sukses seperti sekarang, kuharap karena doaku. Aku juga mempercayaimu, mempercayaimu menjadi bintang yang bersinar dan akan terus bersinar. Dan aku.. Aku tetap mencintaimu. Entah perasaan itu sudah berubah atau bergeser menjadi hal lain atau tidak, tapi aku memang mencintaimu. Always.”

Tanpa menunggu apapun yang akan dia atau aku ucapkan, segera kuraih tubuhnya dalam pelukanku. Tangan-tangannya yang tidak tertutup sarung tangan di cuaca dingin seperti sekarang, terasa hangat bagiku. Kehangatannya selalu kurindukan, sangat kurindukan. Empat tahun hidup tanpa kehangatannya. Tanpa aroma lily khasnya membuatku kehilangan semangat dan arah hidupku.

“Jangan. Jangan pernah biarkan perasaan itu berubah. Jangan biarkan perasaan itu bergesar menjadi hal lain. Tetaplah mencintaiku seperti dulu. Seperti yeoja pada namjanya. Kumohon, tepati janjimu dengan sempurna. Aku tahu aku mengingkari janjiku dulu, tapi.. Tapi.. aku berjanji aku akan menepatinya mulai sekarang.”

Oppa..” Bajuku terasa basah, air matanya merembes dan membasahi bajuku.

“Aku berjanji padamu, Jang-aa, aku akan selalu menjadi Joon Myun yang menyayangi, mencintai, dan melindungimu. Selamanya, otakku akan selalu memikirkan, dan tertuju padamu.Tubuhku akan menjagamu dan bersamamu. Yang terpenting, hatiku akan selalu menjadi milikmu. Hatimu juga kan?” Kuulangi janji yang sampai detik ini selalu menjadi kalimat pokok yang menempel erat diotakku.

“Tentu saja, oppa.”

Jawaban yang sama. Jawaban yang sama atas janji bodoh 14 tahun lalu. Jawaban yang sama yang membuat debaran jantungku menggila karena mendengarnya. Aku berjanji Yoo Jang, dihadapan Tuhan dan alam semesta, mulai detik ini aku akan memegang janjiku untuk selalu menyayangimu, mencintaimu dan melindungimu. Hatiku, otakku, dan tubuhku akan selalu menjadi milikmu. Begitu juga denganmu.

Saranghae..

Nado saranghae..

– THE END –

Done! Done! Akhirnya setelah 10 part, ff ini selesai juga 😀 Semoga aja readersdeul berkenan ya bacanya 🙂 Sampai jumpa di FF Nana yang lain 😉

Advertisements

15 responses to “Promises (Part 10-END)

  1. wah…seperti inikah akhirnya ? kupikir akhirnya sad ending… tapi tetap bagus kok ^.^ i like it! tapi kayaknya pas bagian terakhir itu terlalu cepat deh, jadinya kurang ngeh(?) gitu… tapi sudah cukup bagus kok… keep writing ! ^.^

  2. huwaaa, seneng sih akhirnya suho bisa jg nepatin janjinya ke yoojang setelah sekian lama..
    sayang ceritanya sedikit pendek but overall suka koq..hehehe

    • salah banget chingu ..
      yang bener yoo jang yang nepatin janjinya ke Suho ..
      kenapa judulnya Promises bukan Promise, karena ada dua janji di ff ini sbenernya^^ satu janji yang diingkari, satu lagi janji yang ditepati 😀
      dan Yoo Jang adalah orang yang bisa menepati janjinya 😉
      emang pendek” 😀 heheheeh .. gomawo chingu~

  3. Ketinggalan bbrp part langsung aja baca endingnya nah skg mo baca lg dr awal hehehe. Next ff apa nih Na btw apakah ff ini ada epilognya hmmm maried story atau apakah itu hihihi. I love the essence of love here. Patient for love. Nana daebak

    • next ff ku nyelesain X-Memories yang tinggal 1 part mungkin ya unn^^
      hehehe ..
      aku masih berpikir ke arah sana ..
      I love too .. It’s simple but really sweet 😉 ee.. and full of meaning 😀
      hehehehe ..
      gomawo unn^^

  4. yaa ampunn..ketinggalan dari part kemaren..==”
    double disini yahh kommentnya..hhehe~ ^^v

    baca part 9nya kupikir bakalan sad ending karna Suho ama Hyurin, ternyata di part 10 hyurinnya meninggal.. alurnya kecepetan nihh..masih pengenn baca bang Suhonya..kkeke~
    apa ada sequelnya mereka nikahh ?????

    • hai, unn^^
      wahh .. tenang aja, abang suho pasti mulus” ceritanya ..
      oh ya ?? wahh .. nana bakalan buat lebih ‘lambat’ kalau bikin cerita lagi..
      sedang berpikir ke arah sana unn 😉 semoga aja ada 😀

  5. pastinya satu pihak ada yang pergi. agar kedua pemeran utama bersatu d akhir cerita. klise but sweet. aku suka ceritanya. di tambah Suho yang main. soalny susah cari FF yang Suho jd main cast. kebanyakan Luhan, Baekhyun, Chanyeol, Kai sm Sehun. sebareg. #curhat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s