Rasa

By       : MissFishyJazz

Cast     :

–          Jessica Jung

–          Kim Jonghyun

–          Ok Taecyeon

–          Bae Suzy

Genre  : Romance, Angst

Rating : PG-15

Length : Drabble (story : 570 words)

AN      : Thanks to Devi unnie, yang bisa meyakinkanku kalau Jessica itu baik, nggak seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Gomawo unnie!

Jessica pov

 

Jonghyun masih dengan nyamannya menggenggam tanganku. Padahal sudah hampir sepuluh menit kami hanya berdiam diri, duduk di ruang tunggu artis di kantor KBS. Sesekali dia mengangkat tanganku dan melirik tanganku. Sebuah cincin tersemat di jari manisku. Cincin pertunangan kami yang baru bertengger 2 bulan di jariku.

“Apa kau begitu senang melihat cincin itu?” Tanyaku memecah keadaan yang begitu sunyi.

“Beserta pemiliknya.” Aku langsung tersenyum, dan menatapnya dengan lembut. Pipiku pasti memerah sekarang. Aku sebal dipuji seperti ini, dia pasti sukses membuat jantungku berdebar. Jonghyun mendekatkan tanganku yang masih bertautan dengan tangannya ke depan dadaku, telinganya menempel di telapak tangannya yang tidak bersentuhan secara langsung dengan dadaku. Dia bukan orang yang senang menunjukkan atau bertingkah dengan pikiran kotor.

“Jantungmu berdebar?” Aku seperti kepiting rebus sekarang. Hampir seluruh tubuhku menghangat dan memerah. Aigoo~ Aku malu sekali.

“Berhenti menggodaku Jonghyun-aa..”

“Tapi kau sangat manis saat digoda.”

“Jonghyun..”

“Aku mencintaimu.”

“Aku juga.” Jonghyun mengecup keningku sesaat, sebelum akhirnya menarik tanganku untuk mengikutinya menuju basement tempat mobilnya berada.

Taecyeon pov

Aku melihat mereka. Jessica dan Jonghyun, menikmati romansa cinta mereka berdua. Nampak sangat bahagia, dan menusuk hatiku dalam. Apakah Jessica begitu bahagia sekarang, hingga nama dan jejakku benar-benar hilang dari hati, hidup, dan pikirannya?

Kami memang pernah menjalin hubungan lebih dari kata teman, sekitar 3 bulan lamanya. Namun semuanya berakhir, karena sikap acuh tak acuhku padanya, yang sangat berbeda dari yang Ia harapkan. Aku tahu sekali jika sekarang dia begitu bahagia dengan Jonghyun, itu karena Jonghyun yang luar biasa perhatian padanya, sama seperti dua oppa kesayangannya, Donghae dan Heechul.

Aku masih ingat betul pertengkaran kami, dimana dia mengungkit tentang perhatianku yang tak seperti Donghae yang sering menanyakan kabarnya, ataupun Heechul yang bersikap protektif padanya layaknya seorang kakak pada adik kecilnya yang berharga. Aku tak terima dengan perkataannya, yang otomatis membuatku tak sengaja menamparnya. Dengan segala keberanian yang Ia miliki saat itu, dia menyatakan bahwa hubungan kami berakhir sampai disitu.

Beruntungnya, aku hanya Taeyeon, Hyoyeon, dan Junsu hyung yang memarahiku. Bukan Donghae hyung apalagi Heechul hyung. Aku tak menjamin keadaanku akan lebih baik dari sewaktu aku cidera karena adu panco jika aku harus berhadapan langsung dengan dua pria yang kudengar pernah hampir menghajar G-Dragon yang sampai sekarang berpacaran dengan ‘adik’ nomor dua mereka, Choi Sulli, karena pria itu ketauan tengah jalan berdua dengan CL, tanpa sepengetahuan Sulli.

Jika aku harus jujur, perasaan bahkan cintakku padanya masih tertinggal jauh di lubuk hatiku dan telah mengakar terlalu terdalam. Aku menyesal. Benar-benar menyesal terlalu tidak peduli padanya, bahkan menggunakan tanganku untuk menghajarnya.

Oppa..” Seseorang meraih tanganku, dan menggenggamnya ringan. Aku menoleh sekilas. Aku masih berharap bahwa orang itu adalah Jessica. Tapi ternyata, dia adalah Suzy.

“Suzy-aa.”

“Apa oppa masih mengamati Jessica unnie?” Aku mengangguk lemas sesaat.

“Apa oppa tak bisa melihatku? Aku mencintaimu oppa.” Mata Suzy terlebih dulu telah berkabut kristal-kristal bening yang siap menetes.

“Maafkan aku, Suzy. Aku belum bisa dan mungkin tak bisa melupakannya.” Ujarku, aku melepaskan genggaman tangannya dan berusaha berlalu dari hadapannya. Tapi tangannya kembali meraih lenganku.

“Kalu begitu, aku juga tidak akan pernah bisa melupakanmu. Aku terlalu mencintaimu, oppa.” Kupejamkan mataku sesaat. Aku benar-benar tak tega padanya.

“Maafkan aku, Suzy. Mianhae. Jeongmal mianhae.” Aku kembali melepaskan tangannya dari tubuhku, dan berlalu menuju pintu keluar. Aku bisa mendengar dengan jelas tangisannya dari dalam sana, tapi aku juga menangis dalam hatiku. Aku terluka karena perbuatanku sendiri, dan sekarang, luka itu telah melukai orang lain, sama dalamnya atau bahkan lebih dalam dari lukaku sendiri.

– THE END –

Advertisements

25 responses to “Rasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s