Won Bin Oh Won Bin [8 – End]


Author : Asuchi aka @hotachii

Title : Won Bin Oh Won Bin, He Makes Me Crazy 8 [end]

Cast :

*) Kim Jaerin [Imagine as Lee Jaejin ’FT Island’s girl vers(?)]

*) Oh Won Bin [Singer]

Other Cast :

*) Son Hyora [OC]

*) Member of Kim Family, cuman disebut

Genre :  Family, AU, OOC, Romance

Rate : G

Disclaimer : member SJ, member FTI, member bb, artis lain yg laen yg muncul di sini udah dikontrak sama aku /plakk *kidding* just own a plot, poster, and OC’s Kim Boram,

a/n : karakter disesuaikan dengan cerita, akhir’a sampai juga di penghujung acara(?).. semoga gak mengecewakan 🙂 happy reading ^^

Previous Part … Part 1 + Prolog | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 |

Aku dan Hyora kemudian berpisah. Hyora pulang dengan mobil appanya, sedang aku berjalan menuju halte bis, menunggu bis yang menuju Hongdae tiba.

Saat aku tiba di restoran, aku langsung menuju ruangan yang biasa Won Bin oppa pesan. Aku membuka pintu dan mendapati seseorang tengah duduk di sana.

“Hyora….”

“Jaerin….”

Won Bin Oh Won Bin, He Makes Me Crazy 8 – End

“Kalian sudah datang?” Tanya seseorang di belakangku.

Aku menoleh. “Oppa?”

“KYAAAA~~~~ Won Bin oppa!!! Ya Tuhan, aku tidak menyangka aku bisa bertemu denganmu langsung begini.” Hyora berlari, menabrakku, dan memeluk Won Bin oppa. “Keajaiban itu memang ada. Setelah sekian lama aku menunggu dan bersabar, ternyata aku bisa memelukmu seperti sekarang. Won Bin oppa aku mencintaimu.”

Hyora terus mengoceh sambil memeluk Won Bin oppa. Aku tidak cemburu melihat pria yang aku sukai dipeluk gadis lain. Tidak. Aku sedih, semakin sedih karena kenyataannya aku sudah membohongi sahabatku. Aku melihat Won Bin oppa membiarkan Hyora berbuat semaunya. Membiarkan sahabatku itu memeluknya. Mungkin Won Bin oppa berpikiran sama juga denganku.

“Oppa, ada apa ini?” Tanyaku begitu sadar dengan situasi kami bertiga yang aneh.

Won Bin oppa melepaskan diri dengan susah payah dari Hyora. “Hyora-ssi, saya ingin mengatakan sesuatu yang penting pada anda.” Ucap Won Bin oppa pada Hyora yang mengaitkan tangannya ke lengan Won Bin oppa.

“Mwo? Oppa mau bertanya apa aku mau jadi pacar oppa? Tentu saja aku tidak akan menolak.” Jawab Hyora.

Seperti biasa, Hyora akan lupa dengan segalanya saat Won Bin oppa berada di hadapannya. Dia lupa dengan keberadaanku yang seharusnya dianggap aneh olehnya.

“Hyora-ssi, mari kita duduk dulu. Ada hal penting dan serius yang ingin aku bicarakan.” Ucap Won Bin oppa. Kali ini dia berusaha melepaskan diri dari Hyora.

Butuh waktu bagi Won Bin oppa untuk membujuk Hyora dan aku hanya bisa diam. Otakku terus saja berpikir tentang ‘hal penting’ yang akan Won Bin oppa bicarakan pada kami. Aku sudah bisa menduganya. Tentu saja! Apa lagi? Tapi haruskah? Aku sama sekali tidak siap untuk menerima reaksi dari Hyora.

Hyora memang seorang yang biasa terlihat cuek, tidak serius dan aneh. Tapi Hyora juga manusia yang bisa bersikap serius akan sesuatu. Dan sekarang, aku berhadapan dengan sosok Hyora yang serius. Jujur, aku sangat takut padanya. Ekspresinya begitu dingin. Tapi terlihat kalau dia sedang berpikir. Mungkin banyak pertanyaan akan dia ajukan jika Hyora seperti biasanya. Tapi Hyora yang serius, akan menyimpan banyak pertanyaan itu olehnya sendiri.

“Hyora-ssi, aku ingin meminta sesuatu darimu….” Won Bin oppa mengeluarkan suara pertamanya setelah kami bertiga duduk. Won Bin oppa menatapku, seolah dia sedang meminta ijin dariku.

Aku menggeleng. Dengan ekspresi wajahku aku memohon padanya untuk tidak mengatakan apapun pada Hyora.

Tapi Won Bin oppa membalasku dengan gelengan juga.

“Hyora-ssi, aku dan Jaerin….”

“Oppa!” Aku memotong ucapan Won Bin oppa dengan nada yang agak tinggi. Baik Won Bin oppa maupun Hyora langsung menoleh padaku. Aku menggeleng. “Aku mohon oppa. Jangan katakan itu. Aku… aku….” Aku kehilangan kata-kata.

“Hyora-ssi, aku mencint….”

“Oppa!”

“Jaerin DIAM!”

Hyora membentakku. Dia menatapku dengan sangat dalam. Aku merasakan tubuhku dingin. Aku bahkan bisa mendengar suara detak jantungku yang keras dan cepat. Dan aku merasakan mataku mulai memanas. “Tolong….” Mohonku saat aku bisa bicara lagi. Aku hanya menunduk. Tidak mampu menatap dua orang di hadapanku.

“Lanjutkan Won Bin oppa. Apa yang ingin oppa katakan padaku.”

Aku tidak melihat, tapi aku mendengarnya. Suara Hyora yang terdengar bergetar. Aku tahu. Dia menahan emosinya. Aku tahu banyak pikiran melayang di otaknya. Banyak kalimat yang dia bayangkan akan meluncur dari mulut Won Bin oppa. Aku semakin merasa bersalah.

“Aku mencintai Jaerin. Aku mencintai dia dan meminta restu darimu. Karena….”

“Aku mengerti. Baiklah.”

Aku mendengar Hyora memotong ucapan Won Bin oppa. Aku mendongak. Dengan pandangan samar karena air mataku yang tidak juga bisa dihentikan, aku melihat Hyora.

Dia tersenyum sedih.

“Aku sudah menduga ini semua akan terjadi.” Ucap Hyora getir.

“Sejak… kapan?” Aku bertanya di tengah isakanku.

Hyora menoleh padaku. “Telepon. Saat Won Bin oppa berbohong dan mengatakan kalau namanya Tae Shik. Sejak itu aku tahu. Aku sudah curiga sejak lama Jaerin-ah. Saat berita tentang Won Bin oppa yang berkencan dengan seorang gadis. Waktunya sama dengan saat kau mengambil ponsel dari seseorang yang suaranya mirip dengan Won Bin oppa. Kau pasti tahu aku pergi ke gedung FnC dan mungkin kau melihatku. Aku pernah bilang kan padamu kalau aku bermimpi gadis yang bersama Won Bin oppa itu adalah kamu? Aku tidak pernah bermimpi begitu. Aku hanya ingin tahu reaksimu, mungkin kau akan bicara kebenarannya. Tapi tidak.

“Dan kemudian, ada telepon lagi. Tae Shik, apa kau tidak merasa nama itu familiar?”

Hyora terus menatapku, mengedikkan kepalanya, bertanya dan aku menggeleng tidak tahu.

“Itu nama tokoh yang dimainkan oleh Won Bin ahjusshi di filmnya. Hei, aku tahu kalau Won Bin oppa itu bukan orang yang suka berbohong, ya kan?”

Kali ini Hyora menoleh ke arah Won Bin oppa. Won Bin oppa terlihat salah tingkah. Mungkin jawabannya ‘iya’.

“Mungkin Tae Shik adalah nama yang tidak sengaja terlintas di pikiran Won Bin oppa saat itu. Mungkin saat itu di kepalanya muncul sosok Won Bin ahjusshi. Lalu saat di restoran ini, saat aku berpapasan denganmu yang sedang makan siang bersama eommamu. Aku tidak sengaja melihat ahjumma pergi tak lama setelah aku keluar, dan aku tidak melihatmu. Aku bertanya-tanya. Sampai akhirnya aku melihatmu keluar berdua dengan Won Bin oppa. Ya, aku melihat kalian berdua terlihat begitu senang. Aku menunggu, menunggu kau menjelaskannya padaku. Tapi tidak pernah. Kau malah pergi ke Jepang dan tiba-tiba sedikit menjauh dariku. Wajahmu tidak pernah terlihat baik setelah itu. Dan walaupun aku berusaha untuk bertanya, kau tidak pernah mau mengatakannya.”

Selama Hyora bicara, aku hanya diam. Mengakui kebenaran yang Hyora ucapkan.

“Sekarang, kalau kamu memang mencintainya dan meminta restu, kamu sendiri tahu jawabannya Rin-ah. Aku pergi.”

Hyora terlihat mengambil tasnya dan kemudian berdiri. Aku tidak bisa mencegah kepergiannya karena itu haknya. Begitu juga Won Bin oppa, dia menatap punggung Hyora sampaii Hyora benar-benar menghilang di balik pintu.

Sepi.

Itulah situasi yang terjadi antara aku dan Won Bin oppa. Tidak ada satu orang di antara kami yang berniat untuk bicara. Kami berdua sibuk dengan pikiran masing-masing.

-o0o-

Aku membenamkan kepalaku di antara lututku. Puluhan tisu berserakan di sekitar kasurku. Aku merasa wajahku panas karena terlalu banyak menangis.

“Jaerin babo!” Umpatku sendiri.

Aku begitu bodoh melupakan hal itu. Pembicaraan yang aku kira tidak penting saat dulu. Tapi ternyata itu merupakan kunci dari jawaban semuanya. Pembiacaraan yang sudah berlalu selama tiga tahun. Saat itu….

“Jaerin-ah, apa kau tidak berniat punya idola huh?”
“Untuk apa? Hanya membuang waktuku. Meneriaki orang yang disentuh saja sulit. Lebih baik aku mengejar para namja cute di sekitar rumahku. Setidaknya mereka mudah untuk ditaklukan dan disentuh.”
“Hh… kau memang aneh! Tapi apa kau tahu hal yang paling tidak menyenangkan saat kamu punya idola?”
“Molla. Apa?”
“Saat idola laki-laki sudah menemukan cintanya, pacaran. Itu sangat membuat frustasi dan sakit hati. Tapi itu adalah resiko seorang fans. Mau tidak mau, fans harus menerima idolanya memiliki kekasih suatu saat nanti. Karena pada dasarnya, idola kita juga adalah manusia yang pasti akan jatuh cinta.”
“Kalau Oh Won Bin  punya pacar, apa yang akan kau lakukan?”
“Rin-ah~~ aku tidak ingin itu terjadi.”
“YA! Kau sendiri yang dari tadi bahas itu. Ini kan seandainya. Belum tentu terjadi dalam waktu dekat ini kan?”
“Hmmm…. Aku mungkin akan menangis, seminggu? Sebulan? Atau mungkin lebih lama dari itu.”
“Aku yakin kau akan dehidrasi Hyora!”
“Aku akan menangis selama aku bisa. Lalu aku akan pergi bersama appa untuk menenangkan diri. Setelah  kembali aku akan mencari tahu gadis seperti apa yang bersama Won Bin oppa. Jika dia orang baik dan sangat dicintai oleh Won Bin oppa, mau tidak mau aku harus menerima semuanya. Jika gadis itu tidak sebaik yang aku kira, aku akan berusaha meminta Won Bin oppa untuk tidak bersama gadis itu.”
“Hahaha~ kau menakutkan Hyora! Mungkin gadis itu akan kau teror sampai dia takut berpacaran dengan Oh Won Bin.”
“Anni. Aku tidak akan berbuat hal yang bisa membuat Won Bin oppa marah. Karena aku sangat mencintainya.”
“Iya deh yang sudah buta oleh Oh Won Bin.”

Aku tidak tahu apa aku cukup pantas untuk bersama Won Bin oppa atau tidak. Tapi aku mencintai Won Bin oppa. Ya, aku mencintai dia dan ingin bersamanya. Terlepas aku sadar betapa sakitnya hati Hyora saat ini.

Aku mencintai Won Bin oppa. Sangat.

Mengingat Hyora, aku merasa aku sama sekali tidak pantas untuk Won Bin oppa. Tidak mungkin Won Bin oppa berpacaran dengan aku yang bukan orang baik. Aku yang sudah menyakiti hati sahabatku sendiri, aku tidak pantas.

***

Seminggu sudah berlalu. Selama seminggu itu Hyora tidak pernah terlihat. Aku tidak mencari tahu. Aku masih takut untuk bertemu dengannya. Aku masih tidak tahu harus bersikap bagaimana padanya. Hyora mungkin sedang pergi bersama ayahnya, menenangkan diri seperti setiap dia sedang ingin memperbaiki perasaannya.

Selama seminggu Won Bin oppa masih rajin untuk menghubungiku, walau aku tidak pernah sekalipun menjawab panggilannya atau membalas pesannya. Keadaannya lebih dingin daripada saat aku pertama kali menolak Won Bin oppa.

Dan tidak terasa, tiga minggu berlalu lagi. Hyora sudah kembali. Tapi selama dua minggu sejak kepulangannya, aku selalu berusaha menghindarinya. Bukan aku ingin seperti itu. Hanya saja aku merasa tidak pantas untuk dimaafkan. Saat kami berada di kelas yang sama, aku selalu berusaha masuk kelas setelah Hyora, mencari tempat duduk yang jauh darinya. Dan saat kelas berakhir, aku langsung pergi meninggalkan kelas. Dua minggu aku tidak pernah melakukan kontak dengan Hyora. Itu menyiksa? Ya. Sama menyiksanya saat aku mengacuhkan semua panggilan dan pesan dari Won Bin oppa.

“Ya Babo!”

Aku menoleh ke belakang merasa ‘babo’ yang diucapkan seseorang di belakangku ditujukan untukku. Aku melihat Hyora tengah menatapku tajam.

Hyora menghampiriku masih dengan matanya yang menatapku. “Jaerin babo!” Ucap Hyora lagi saat dia sudah berada sangat dekat denganku. “Kenapa kau ini huh? Sebenarnya siapa yang salah diantara kita? Kau kan? Kenapa kau malah menghindariku? Kau membuat seolah aku yang bersalah.” Ucapnya dengan nada kesal.

“A… aku tidak bermaksud begitu.” Sanggahku.

“Tapi begitu kenyataannya. Orang-orang menganggap kalau aku yang berbuat salah padamu. Hey, kalau kau tahu kau salah, seharusnya kau meminta maaf padaku. Bukannya malah menghindariku! Babo!”

Aku menunduk. Hyora benar. Lagi-lagi tanpa sengaja aku malah berbuat salah lagi. “Mianhae. Aku hanya takut kalau kau tidak mau memaafkan aku.” Ucapku kemudian.

“Dasar picik.”

Aku mendongak. Hyora tersenyum mengejek. Aku ikut tersenyum. Dan akhirnya kami berdua tertawa tanpa alasan yang jelas.

Yah, kesalahan dapat dimaafkan jika kita meminta maaf dengan tulus karena teman akan selalu membuka pintu maafnya :).

“Bagaimana Won Bin oppa?” Hyora bertanya padaku saat kami berdua sudah berada di kantin kampus.

Aku menggeleng lemah. “Aku merasa tidak pantas untuknya. Dia masih rajin mengirimiku pesan juga menghubungiku, tapi aku terlalu malu untuk menanggapi semuanya.” Jawabku.

Hyora mendesah pelan. “Kau memang babo.”

***

Aku berjalan menyusuri jalanan di Hongdae. Hyora mengajakku untuk bertemu dengannya di salah satu tempat karaoke. Kami ingin bersenang-senang setelah sekian lama tidak bersenang-senang.

Saat berada di tikungan jalan. Mataku menangkap sosok yang sepertinya aku kenal. IYA! Aku kenal dia. Buru-buru aku berlari menghampirinya. “KYAAA~~~~ SUNGJONG-IE~~~” Aku berteriak histeris sambil memeluk pria tinggi kurus manis yang merupakan tetanggaku itu. Dia salah satu namja cute di komplek rumahku dan masuk daftar namja cute favoritku.

“KYAAA~~~” Sungjong berteriak dengan suara yang lebih tinggi dariku. “Noona, lepaskan aku. Aku mohon.” Mohon Sungjong sambil berusaha melepaskan diri dariku.

“Aahh, Sungjong-ie, noona tidak menyangka akan bertemu denganmu disini. Ayo, noona akan traktir kamu makan. Mau ya.” Tawarku sambil berkedip-kedip ganjen.

Sungjong menggeleng kuat. “Tidak mau. Noona, aku mohon, tolong lepaskan aku. Aku disuruh Sungyeol hyung membeli sesuatu dan aku harus segera pulang.” Sungjong memohon lagi.

Aku menggeleng. Hhahh… sudah lamaaa sekali sejak terakhir aku melihat Sungjong. Aku ingin bermain dengannya dulu.

“Ya! Kim Jaerin! Apa yang kau lakukan?” Seseorang yang suaranya aku kenal bertanya padaku.

Aku menoleh dengan kedua tangan masih memeluk Sungjong. “Hyora.”

“Ppali! Untuk apa kau mengganggu anak orang huh? Kupikir setelah menyukai Won Bin oppa, penyakit penista namja cute itu sudah sembuh.” Komentar Hyora saat melihat posisi kedua tanganku.

Aku menurunkan kedua tanganku sambil nyengir. Dan Sungjong langsung berlari menjauhiku. “Bilang pada hyung-mu nanti noona beli sate dia yaa!” Teriakku pada Sungjong yang tetap berlari.“ Aku menoleh pada Hyora. “Kajja!” Ucapku sambil menarilk lengan Hyora.

Kami berdua bersenang-senang. Hyora satu dari sangat sedikit orang yang tahan mendengarkan suaraku yang saat bernyanyi semua nada berada di ‘D’, datar.

“ Saranghae ddo saranghae .. keureong keureong.. Nulmunmal heuleune .. loving you loving you .. always aways loving you …………….”

Aku menoleh ke arah pintu. Seseorang yang memiliki suara lembut menyambutku dengan senyuman. Aku merindukan dia. Sudah sangat lama rasanya aku tidak melihatnya, Won Bin oppa.

Dia masih terus menyanyi dengan tanpa memutus kontak mata kami. Hyora mematikan suara dari mesin karaoke dan ikut mendengarkan alunan suara indah dari Won Bin oppa. Kami berdua terlena.

“Oppa.” Ucapku kemudian setelah Won Bin oppa selesai menyanyikan lagunya.

Won Bin oppa tersenyum. Aku merindukan senyumannya itu.

“YA!”

Suara Hyora menginterupsi kami dan membuat kami melepaskan kontak mata. Kami berdua menoleh ke arah Hyora yang sedang duduk di sofa sambil meminum minumannya. “Teganya kalian membuatku menonton pertunjukkan yang menyakitkan.” Ucapnya tanpa melihat ke arah kami.

Aku dan Won Bin oppa duduk tanpa diperintah. Kami berdua duduk di antara Hyora.

“Sekarang kalian jujurlah kalau memang saling cinta. Aku tidak apa-apa. Setelah aku pikir-pikir, Seorin eonnoi benar. Memang tidak ada salahnya kalau aku merestui kalian berdua. Aku akan untung besar. Bisa bertemu dengan Won Bin oppa langsung dengan mudah. Kalau kalian kencan, aku juga kan bisa ikut. Aku bisa mendapatkan tiket konser Won Bin oppa tanpa harus bersusah payah mengatri. Dan itu artinya, aku merestui kalian  berdua.” Ucap Hyora sambil tersenyum pada kami.

“Kau… sejak kapan terpengaruhi oleh eonni?” Aku bertanya heran kenapa nama kakakku bisa dia sebut.

Hyora menoleh ke arahku. “Yah, sejak dia tahu kalau pria yang membuatmu tidak jelas beberapa minggu kemarin adalah Won Bin oppa. Kami berdua berdiskusi mengenai keuntungan-keuntungan yang bisa kami dapatkan jika kalian berpacaran. Dia konsultan bisnis terbaik yang pernah aku temui.” Jawabnya santai. “Ya sudah. Aku sedang tidak ingin menangis karena idolaku menyatakan cinta di hadapanku. Aku keluar dulu.” Tambahnya kemudian pergi keluar.

Aku dan Won Bin oppa saling melirik.

TUHAAANNN…. Dia tetap tampan walaupun aku melihatnya dari samping. Definisi orang mengenai tampan memang beda-beda. Bagiku, tampan adalah sosok di sampingku ini.

“Kau menyanyi sangat datar Jaerin-ah.”

Won Bin oppa berkata setelah sekian lama kami hanya saling lirik. Tapi kenapa kalimat pertama yang dia ucapkan adalah ejekan? Sampai rumah aku akan menyalahkan Jaejin karena dia tidak berbagi suaranya, walaupun dia lebih pandai saat bernyanyi trot. Tapi karena Jaejin mengambil semua gizi untuk pita suara(?) saat dalam kandungan, aku hanya mendapat suara yang pas-pasan.

“Lama tidak bertemu oppa.” Ucapku kemudian. Aku tidak ingin membahas lebih lanjut mengenai suara datarku.

“Jadi? Apa pernyataan cintaku masih berlaku?” Dia bertanya.

Aku mengangguk. “Apa aku masih punya hak untuk menjawab?” Aku bertanya.

Dia mengangguk.

Kami berdua tersenyum.

-end-

GOMAWO BUAT SEMUA YANG NGIKUTIN FF INI DARI AWAL SAMPE BERES.. JEONGMAL GOMAWO SAMA YANG UDAH SEMPETIN WAKTUNYA BUAT KOMEN JUGA NEMPELIN JEMPOLNYA DI FF INI…

I’m nothing without you, *udah berasa kaya seleb aja*

sampai jumpa di ff yg laen yaa, salam sayang dari wonbin :*

Komen penting banget buat saia, tapi gak pernah maksa buat komen kok…

-chii-

Advertisements

9 responses to “Won Bin Oh Won Bin [8 – End]

  1. Happy ending…
    Hyora emang bestfriend sejati meski agak freak….
    Lega bgt Jaerin bisa jadian ma won bin….nice ff…
    Bkin sekuel bisa x nih….

    • freak tapi tetep temen sejati *dibolakbalik*
      hahaha, padahal lebih asik kalo misal jaerin lebih menderita dulu /plakk *ditempeleng jaerin
      sekuel? engga deh kaya’a :p
      gomawo udah ngikutin dari awal sampe akhir~~~~

  2. Kyaa.. Akhirnya jadian jg mrk..
    Pengen dch punya bestfriend macam hyora..
    Yak! Sungyeol jdi tukang sate??*gubrak*
    ditunggu karya berikutnya..

    • hahaha, anak infi kebagian peran gaenak semua kalo misal cerita’a bhubungan sama keluarga gajelas ini, kecuali whyun kali yaa.. hehe,
      aku jg pengen punya temen kaya hyora, tapi di nyata beloman dapet, susah u,u
      gomawooo~~~

  3. Akhirnya jaerin jadian jg sama wonbin…senangnya….

    Hyora tipe bestfriend yg baik…pengen deh punya sahabat kaya dia….

    Kyanya di buat sequel-nya oke nih 😀

    • ini semua jadi pengen punya temen hyora yaa, aku juga..!!!
      sekuel engga deh kaya’a, selain ini ff udah lama.. bosen maen ma jaerin mulu /plakk
      hehe,
      gomawo udah baca ff aku sampe akhir, plus jempol2’a juga 🙂

  4. ah akhir yang bahagia. para fans harus baca fic ini deh. buat menyiapkan hati kalau idolanya punya pacar. Biar nggak benci sama yang jadi pacar biasnya 😃

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s