You’re My Only Hope

Author: richannyda

Cast: Bae Sue Ji (Suzy Miss A)

Ok Taecyeon (Taecyeon 2pm)

Lee Ji Eun (IU)

Ham Eun Jung (Eun Jung T-Ara)

Hyomin (Hyomin T-Ara)

….

….

Sue Ji masih berdiri di depan mall terbesar di Seoul, sesekali dia meniup-niup tangannya kedinginan dan sesekali juga gadis berparas cantik itu memperhatikan setiap bis yang lewat di depannya.

Sue Ji kembali melihat jam tangannya, “Lama sekali anak itu, awas saja kalau dia sudah sampai akan aku marahi habis-habisan”

Sue Ji mendengus kesal ketika lagi-lagi bus yang berhenti di depannya tidak membawa orang yang dia cari.

“Sue Ji” Sue Ji menoleh ketika orang yang dia tunggu akhirnya datang dengan tampang tak berdosanya. “Kau lama sekali, Ji Eun”

“Tadi bisnya lama sekali”

Sue Ji mengangguk mengerti. Sue Ji langsung mengajak Ji Eun masuk ke mall untuk menonton film yang sudah mereka sepakati.

“Kau baru pertama kali ke sini?” Sue Ji bertanya heran melihat Ji Eun menatap takjub bangunan di depannya. Sue Ji tiba-tiba tertawa, “Kau juga baru kali ini kan menonton film Titanic?”

Ji Eun menganggukan kepalanya, “kau sudah sering kesini?”

“Dulu sering tapi sudah lama aku tidak ke sini” Sue Ji menjawab sambil menundukan kepalanya, ukuran tubuh Ji Eun memang lebih pendek dari Sue Ji meski sebenarnya Ji Eun lebih tua beberapa bulan darinya. “Dulu aku sering ke sini bersama teman-temanku dan juga bersama –“ Sue Ji tidak meneruskan kata-katanya.

“Bersama siapa?” Ji Eun menyenggol bahu Sue Ji, bermaksud untuk menggodanya.

Sue Ji memasang wajah tak perduli, “Sudahlah, lupakan!” lalu berjalan meninggalkan Ji Eun.

Ji Eun mengangkat bahunya bingung lalu berlari mengikuti langkah Sue Ji.

Langkah Sue Ji tiba-tiba terhenti ketika tepat di depan bioskop, “masih tutup” Sue Ji bergumam pelan.  Lalu menghela napas kesal, “Bagaimana kalau kita membeli makanan dulu?”

“memangnya boleh membawa makanan ke dalam?”

“Tentu saja”

Sue Ji mengajak Ji Eun mengitari departemen store tempat penjualan snack dan minuman ringan. Lalu mereka membayar di kasir, namun ketika mereka sampai di depan pintu  bioskop, ternyata filmnya masih belum di mulai.

“Kita duduk di sana saja” Sue Ji menarik tangan Ji Eun untuk duduk di salah satu kursi, lalu mereka mulai meminum minuman ringan yang baru saja mereka beli.

“mengapa kau tidak mau menceritakan padaku tentang orang yang bersama mu ke sini?” Sue Ji hanya diam, tak menghiraukan pertanyaan Ji Eun, “Dia  Ok Taecyeon sunbae, kan ?”

“Lee Ji Eun” Sue Ji beucap kesal.

Ji Eun menggoyangkan telunjuknya, “kau pernah mengatakan kalau  Ok Taecyeon sunbae itu memiliki semua hal yang kau inginkan, tapi mengapa kau tidak pernah menceritakan secara detail tentang kisah kalian di masa lalu?”

Sue Ji memincingkan matanya mendengar pertanyaan rasa keingintahuan Ji Eun yang begitu besar, “baiklah, apa yang ingin kau ketahui?”

Ji Eun tersenyum sumringah, “Semuanyaaa”

Sue Ji berdecak, “kau gila, waktu kita tidak lama. Satu jam lagi filmnya akan dimulai, bukankah kau ingin menonton titanic?”

Ji Eun memperlihatkan wajah kecewa, “baiklah, kalau begitu ceritakan bagaimana bisa kalian berpacaran dan juga alasan mengapa kalian bisa putus”

“baiklah, ceritanya di mulai dari……..”

Flash back….

Waktu itu Sue Ji masih tingkat satu di sekolah menengah atas dan  baru saja menyelesaikan soal ujian akhir semester. Sue Ji dan teman-temannya di beri waktu untuk istirahat sebelum menyelesaikan soal di jam pelajaran kedua, ya lumayan lah  waktu istirahat itu bisa di gunakan untuk membeli makanan, mereview pelajaran atau pun sekedar mengobrol untuk merefresh otak.

“Sekarang ada gosip beredar mengatakan kalau kau menyukai Ok Taecyeon sunbae. Apa itu benar, Eun Jung?”

Sue Ji tanpa sengaja mendengar percakapan kedua sahabatnya, Hyomin dan Eunjung, Lalu wajah Eun jung langsung memerah ketika Hyomin bertanya padanya.

Eun Jung langsung menatap Hyomin heran, “mengapa kau bisa mengetahuinya?”

Hyomin Tersenyum misterius, “aku lihat di akun jejaring sosial milik Ok Taecyeon Sunbae ada banyak pesan dinding darimu”

Sue Ji yang mulai tertarik dengan pembicaraan kedua temannya langsung menghampiri Hyomin dan Eun Jung, “Ok Taecyeon Sunbae yang mana? Mengapa tidak cerita padaku?”

Eun Jung menjawab dengan wajah merahnya, “Ok Taecyeon sunbae anak kelas 3”

Sesaimpainya di rumah, Sue Ji langsung penasaran dengan sosok Ok Taecyeon yang tadi siang dibicarakan kedua temannya.

Sue Ji langsung menyalakan komputernya dan mulai mengetik nama Ok Taecyeon di pencarian. Setelah tampil di profil, Sue Ji langsung mengklik kata tambahkan sebagai teman.

Sue Ji menunggu beberapa saat, sampai pria yang bernama Ok Taecyeon itu mengkonfirm pertemanannya lalu mulai membuka profil dan foto-foto pria itu.

Sue Ji mengerutkan keningnya setelah melihat foto-foto Taecyeon, “Apa menariknya orang ini? Sudah jelek, gayanya juga seperti ahjussi” Sue Ji bergumam pelan.

Besoknya, Sue Ji duduk di Lorong kelas bersama teman-temannya, melihat acara pagelaran yang setiap tahun diadakan di sekolahnya.

Setelah acara usai, Eun jung langsung menghampiri Sue Ji, “Itu yang namanya Ok Taecyeon” gadis berambut pendek itu menunjuk ke arah Taecyeon yang saat itu sedang duduk di kantin bersama teman-temannya.

Sue Ji memincingkan matanya, terlalu sulit untuk melihat Taecyeon. Terlebih di sana banyak sekali senior yang sedang membeli makanan,” Yang mana?”

“itu yang tengah” Eun Jung menunjuk ke arah Taecyeon.

Sue Ji bergidik lalu menatap Eun Jung dengan tatapan aneh, “Sunbae yang bernama Ok taecyeon itu jelek sekali, gayanya juga sangat aneh”

Eun Jung malah tertawa dengan tanggapan Sue Ji, “Aku memang suka pria yang aneh, lebih terlihat unik dan berbeda”

Sue Ji hanya diam, memang selama ini Eun Jung memiliki pria incaran yang rata-rata memiliki sikap dan kepribadian yang aneh.

Sejak saat itu, Sue Ji sering berhubungan dengan Taecyeon melalui jejaring sosial. Mereka sering mengirim pesan dinding satu sama lain. Sampai akhirnya setelah lumayan dekat, Sue Ji meminta nomor ponsel Taecyeon, tapi itu untuk Eun Jung. Bukan untuknya.

‘Sunbae, boleh minta nomor ponselmu? Temanku ada yang menyukaimu’ Sue Ji menuliskan kalimat itu di komentar pesan dinding milik Taecyeon.

‘oke, tapi nanti beri tau nomor ponselmu juga’

….

“Lalu setelah itu kau jatuh cinta padanya?” Ji Eun memotong cerita Sue Ji, “padahal kau mengatakan pada temanmu kalau Senior Ok Taecyeon itu jelek dan gayanya kuno”

“entah kenapa aku jadi suka gayanya yang kalem dan sederhana, berbeda dengan Pria lain yang gayanya so, lagi pula kami sudah akrab dan bahkan dia menyuruhku untuk memanggilnya Oppa”

Ji Eun tampak memikirkan sesuatu, “kalau begitu bagaimana dengan Eun Jung? Bukankah dia yang pertama kali menyukai  Ok Taecyeon sunbae?”

“Oh iya, aku lupa menceritakan padamu tentang Eun Jung. Jadi begini…..”

…..

Tanggal 6 Juli, Sue Ji datang ke sekolah untuk melakukan registrasi semester pertama di tingkat dua. Eun Jung mengajak Sue Ji untuk nonton film di salah satu bioskop dekat sekolah, namun Sue Ji menolaknya dan mengatakan kalau dia akan nonton film bersama Taecyeon, “bagaimana kalau kau ikut saja, Eun Jung?” Sue Ji menawarkan. Sebenarnya dia cukup tidak enak hati karena bagaimana pun Eun Jung lebih dulu menyukai Taecyeon.

Eun Jung menggelengkan kepalanya, “Aku tidak ikut saja”

“Ya sudah kalau begitu” Sue Ji melangkahkan kakinya meninggalkan Eun jung.

Namun tiba-tiba Eun Jung memanggilnya lagi, “Sue Ji”

“Ye?”
Eun Jung terlihat ragu, namun akhirnya bertanya, “kau dan Ok Taecyeon sunbae, kalian sedang dekat yah?”

Sue Ji mengangguk, “Ya, tapi hanya sebatas teman” Sue Ji mengatakan hal itu karena memang saat itu dia dan Taecyeon belum memiliki hubungan spesial.

Eun Jung tersenyum, “kalau kalian berpacaran juga, aku tidak apa-apa. Lagi pula kalian memang serasi”

“Aku minta maaf, Eun Jung”

“Tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa seperti ini, Sue Ji”

…..

…..

“Awalnya aku memang merasa bersalah, tapi melihat Eun jung bersikap biasa saja aku merasa tidak khawatir kehilangan teman. Bahkan setelah aku berpacaran dengan Taecyeon Oppa, dia ikut senang juga”

Ji Eun menatap sendu, “Kasihan dia, lalu apa setelah itu Taecyeon sunbae langsung menyatakan perasaannya?”

“Tidak juga” Sue Ji menggeleng, “Butuh penantian yang lama dalam masa pendekatan”

….

….

Keesokan harinya tanggal 7 juli Taecyeon dan Sue Ji merencanakan untuk berkencan. Sue Ji sudah bangun dari pagi dan memilih baju yang cocok dia kenakan, sampai-sampai dia rela berdandan dulu padahal biasanya Sue Ji kurang memperhatikan penampilannya.

Sue Ji menunggu Taecyeon di rumahnya, sampai ketika Taecyeon mengirimkan pesan singkat, Sue Ji baru keluar dari rumah. Sue Ji sengaja menunggu Taecyeon agak jauh dari rumahnya karena ayah Sue Ji melarang putrinya untuk berpacaran.

Sue Ji terpaku ketika melihat motor sport milik Taecyeon berhenti di sebrang jalan. Penampilan Taecyeon saat itu memang sulit di bayangkan karena sangat berbeda di bandingkan ketika Sue Ji melihat Taecyeon saat di pagelaran dulu dan hal itu lah yang membuat Sue Ji terpana.

Sue Ji langsung menyebrang dan Taecyeon langsung memberikan helm kepada Sue Ji, “mengapa kau menunggu di sebrang sana?”

Sue Ji menerima helm pemberian Taecyeon lalu menjawab, “aku mengira Oppa akan datang dari arah selatan”

Taecyeon tersenyum lalu membetulkan letak pijakan kaki di motornya untuk memudahkan Sue Ji, “ Kau bisa naik?”

Sue Ji tertawa kecil, ukuran tubuh Sue Ji memang sangat pendek jika di bandingkan dengan ukuran tinggi badan Taecyeon saat itu.

Dalam perjalanan, Taecyeon mulai bertanya pada Sue Ji, mungkin sekedar untuk menghilangkan rasa canggung, “kau tau jalan menuju Kangnam mall melalui arah sekolah kita tidak?”

Yah, bagaimana mungkin Sue Ji bisa tau? Ini bahkan pertama kalinya Sue Ji ke daerah Kangnam mall, “Aku tidak tau, Kak. Tapi mungkin kita bisa mencari jalan yang lain”

Taecyeon tertawa lalu menjawab, “kalau kata teman-temanku, dari jaman nenek-nenek masih bayi juga tidak mungkin ke daerah Kangnam lewat jalur sekolah kita”

Kebetulan saat itu Sue Ji dan Taecyeon melewati kawasan Sekolah Seni Hanlim, disana banyak siswi yang melihat ke arah mereka, “jangan lihat-lihat, he is mine” Sue Ji berteriak dalam hati.

Dari sana, Sue Ji mulai merasa benar-benar menyukai Taecyeon. Bahkan setelah sampai Kangnam pun, mereka berdua masih saja kikuk, sekedar untuk menjaga imej masing-masing.

……

……

“Saat aku berjalan berdampingan dengannya, tangan kami kadang berdekatan hampir seperti berpegangan tangan. Kami langsung menuju blits dan memutuskan untuk menonton film transformer” Sue Ji senyum-senyum mengenang kencan pertamanya, “waktu membeli tiket, dia langsung membayar tiketku juga, aku tidak enak padanya makanya kami membuat perjanjian kalau nanti aku yang akan mentraktir dia makan siang”

Ji Eun memincingkan matanya, iri, “Ah sudahlah, aku tidak mau mendengar lagi. Kalian benar-benar membuatku iri”

Sue Ji tertawa meledek, “siapa suruh kau menyuruhku bercerita?”

“Ya sudah, lanjutkan!”

“karena filmnya belum mulai, kami berjalan-jalan dulu. Bahkan saat menonton film pun tangan kami masih berdekatan, apalagi film yang kami tonton adalah film Action”

“Lalu kalian berkencan lagi?”

“Tentu saja” Sue Ji menjawab dengan semangat, “tanggal 9 juli aku dan Kak Taecyeon pergi ke bioskop ini”

“Pantas tadi kau tiba-tiba mengingatnya”

……

……

Kali ini Sue Ji memakai kaos oranye, agak lebih santai dibanding kemarin yang memakai baju merah muda berkerah. Sama seperti sebelumnya, kali ini Taecyeon jung menjemputnya tepat jam sepuluh pagi di sebrang jalan yang jauh dari rumahnya Sue Ji.

Setelah sampai di Bioskop, mereka malah bingung mau nonton apa, “Oppa, bagaimana kalau kita nonton home alone 4, ceritanya lucu?” Sue Ji menawarkan.

Taecyeon nampak berpikir, “kau tau alur ceritanya? Aku tidak pernah nonton film ini dari seri pertama”

“Iya aku sudah sering nonton film ini” Sue Ji berusaha meyakinkan, “filmnya lucu, gantian sekarang aku yang menentukan filmnya. Kemarin kan Oppa yang menentukan filmnya”

Taecyeon akhirnya mengalah, “terserah kau saja”

Mereka akhirnya membeli tiket dan lagi-lagi Taecyeon yang membayar tiketnya. Karena filmnya belum mulai, Taecyeon dan Sue Ji memutuskan untuk membeli cemilan di departemen store. Taecyeon membeli minuman ringan sementara Sue Ji membeli minuman Hydro.

Ketika filmnya akan mulai, Sue Ji dan Taecyeon memilih duduk di tengah. Selama nonton, Sue Ji tidak bisa berkonsentrasi karena terus memperhatikan ekspresi Taecyeon yang lucu ketika sedang tertawa.

Setelah nonton, mereka berdua pergi untuk makan pizza bersama dan akhirnya Sue Ji bisa membayar hutangnya meski Taecyeon bersikeras untuk membayar pizza yang Sue ji pesan.

Sue Ji memilih tempat duduk di luar atas, disana ada tiga meja dan mereka berdua duduk di tengah. Di sebelah kanan mereka ada pasangan suami isteri dan di sisi kiri mereka ada siswa sekolah menengah pertama yang sepertinya sedang jalan-jalan juga.

Saat pizza sampai di mejanya, entah Sue Ji yang tidak bisa makan pizza atau karena nerveous, tapi pizza itu benar-benar keras, tapi sepertinya pizza milik Taecyeon tidak keras sama sekali. Hingga tanpa sengaja Sue Ji menjatuhkan garpu miliknya, oke adegan ini memang sangat memalukan sekali.

“makannya pakai tangan saja” Taecyeon menyarankan.

Aduh itu benar-benar sangat memalukan, tapi tiba-tiba Sue Ji merasa perutnya sudah kenyang.

Taecyeon menatapnya bingung, “kenapa tidak dihabiskan? Kan makannya baru sedikit”

….

….

“Tidak mungkin kan aku makan banyak di depannya”

Ji Eun mendengus, “kau benar-benar sangat mempertahankan imejmu, Bae Sue Ji”

“setelah selesai makan, kami berdua duduk di bangku dekat tempat pizza. Karena hari mulai sore, aku mengajaknya Photo box dan dia mau. Di sini tempat Photo box nya sangat sempit sehingga wajah kami berdekatan”

“Photonya yang ada di dompetmu itu kan?” Ji Eun menebak dan diikuti anggukan Sue Ji, “setelah puas berfoto, kami duduk di tangga dekat parkiran mobil meski itu mengganggu orang yang mau lewat. Disana kami membicarakan banyak hal termasuk tentang ayahnya  Taecyeon Oppa  yang bekerja di luar negeri”

“memangnya kalian tidak di usir security karena menghalangi orang yang mau lewat?”

“tentu saja kami di usir” Sue Ji tertawa mengingatnya, “makanya kita memutuskan untuk pulang karena kakaknya Taecyeon Oppa mengirim pesan singkat yang isinya memberitahu kalau ayahnya baru pulang dari Luar Negeri”

……

……

Dalam perjalanan pulang, Taecyeon meminta Sue Ji untuk menceritakan apa saja padanya. Sekedar untuk menghentikan kebosanan di perjalanan.

“Cerita apa?” Sue Ji malah bingung, “Oppa saja yang cerita, bagaimana bisa Oppa menyukaiku?”

“Sebenarnya aku sering melihatmu duduk di lorong kelasmu, aku mencari tau akun jejaring sosial milikmu tapi aku tidak tau siapa namamu” Taecyeon tertawa, “tapi saat kau meminta pertemanan di jejaring sosial, baru aku tau siapa namamu, apalagi saat kau mengirimkan pesan dinding untukku dan akhirnya kita bisa sedekat ini”

Sue Ji kembali bertanya, “tapi mengapa Oppa bisa menyukaiku padahal aku tidak punya apa-apa?”

“kau memiliki segalanya, kau memiliki semua orang yang sayang padamu” kata-kata dari Taecyeon itu membuat Sue Ji terharu. Taecyeon memiliki semua hal yang Sue Ji inginkan, hanya Taecyeon yang Sue Ji harapkan.

Selama dalam perjalanan pulang, Sue Ji berharap kalau Taecyeon akan menyatakan cinta padanya. Saat hujan gerimis di daerah dekat rumah Sue Ji, Taecyeon bertanya padanya, “Kau tidak membawa jaket yah?” Lalu Taecyeon mengusap tangan Sue Ji yang Sue Ji gunakan sebagai pegangan di jaket Taecyeon.

Untung hanya sebentar karena Sue Ji langsung turun dari motor, kali ini turun tepat di depan rumahnya karena kebetulan ayahnya sedang pergi, Sue Ji melepaskan helmnya lalu memberikannya pada Taeyeon.

“apa tidak ada yang ingin Oppa katakan?” Kali ini Sue Ji sudah tidak tahan menunggu Taecyeon menyatakan perasan.

Dan dengan polosnya Taecyeon berkata, “apa yang harus aku katakan?”

“apa saja, aku takut seperti kemarin. Oppa ingin mengatakan sesuatu tapi aku keburu pergi”

“tidak ada yang ingin aku katakan”

Dan akhirnya Sue Ji hanya bisa kecewa dengan sikap Taecyeon.

Jam 07.00 Pm Sue Ji membuka ponselnya dan mendapati Taecyeon mengirimkan pesan singkat untuknya.

From: Taecyeon Oppa

Tadi sebenarnya aku ingin menyatakan perasaanku padamu tapi aku malu mengutarakannya.

To: Taecyeon Oppa

Jadi?

From: Taecyeon Oppa

Aku menyukaimu, apa kau mau menjadi pacarku?

To: Taecyeon Oppa

Iya, aku mau. Jadi mulai sekarang kita sudah resmi berpacaran?

From: Taecyeon Oppa

Iya, tapi senin aku akan datang ke sekolah dan kita harus meresmikan hubungan kita.

…..

…..

Ji Eun masih mencerna cerita Sue Ji, “Lalu mengapa bisa putus?”

“itu karena  Taecyeon Oppa akan masuk universitas dan dia mengatakan ingin putus denganku padahal saat mengatakan putus itu dia hanya bercanda”

“sayang sekali padahal sekarang kalian berada di universitas yang sama” Ji Eun berkomentar, “Lalu setelah putus dengan  Taecyeon Sunbae, kau langsung berpacaran dengan Kim Soo Hyun?”

“Ya, tapi hanya sebentar karena aku tidak bisa melupakan  Taecyeon Oppa, hanya  Taecyeon Oppa yang aku harapkan”

“Perhatian Perhatian. Pintu teater 8 telah dibuka, Kepada pengunjung yang sudah memiliki tiket harap segera memasuki Teater 8”

Ji Eun dan Sue Ji kaget mendengarnya, “ayo kita nonton, lain kali aku akan menceritakan kisahku lagi padamu”

FIN

 

Advertisements

15 responses to “You’re My Only Hope

  1. Cinta Masa sekolahann.. berharap ada Kakak kelas di Sekolah yang ganteng kayak Taecyeon Oppa, trus jadian deh.. hehe *Ngimpi* 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s