I’m Not A Monster Part. 1

Author: otterladymarch a.k.a @Martinania

Rating: Teen

Genre: Romance, School Life

Lenght: Chaptered

Main Cast:

– Kim Minri

– Byun Baekhyun

NB: ANNYEONG! sayaaa bawain ff titipan temen saya :3 check this out yoo~

***

Baekhyun POV

Suasana rumah baru yang sejuk membawa langkah kaki ku ke sebuah taman belakang rumahku. Sejuk dan nyaman, sudah lama sekali aku tidak menghirup udara bebas seperti ini, biasanya hanya ada aroma obat-obatan.

“Baekhyun-ah!” Eomma tiba – tiba memanggilku. “Bisa tolong Eomma sebentar? Eomma tadi habis membuat kue, bisa antarkan ke rumah sebelah?” Eomma memang sangat pandai memasak, dan tak sungkan berbagi. “Ne, Eomma“ aku bergegas ke sebuah rumah yang berada di sebelah rumah ku.

<Tok! Tok! Took>

Baekhyun POV end

 

 

Min Ri POV

<Tok! Tok! Took>

“Min Ri-ah, tolong buka pintunya” teriak eomma ku di dapur. “Eomma aku sedang di toilet, Mianhae Eomma” teriakku dari kamar mandi. “Annyeonghaseyo” aku sudah keluar dari toilet dan ingin lansung ke kamar ku, tetapi saat aku melewati pintu utama aku melihat seseorang di depan pintu sedang berbicara kepada eommaku, sepertinya aku kenal dia. aku akhirnya berani menghampiri eomma yang sedang berbicara dengan orang itu.

Nugu Eomma?” tanyaku kepada Eomma yang masih menebar senyum terindahnya itu.

Annyeonghaseyo, Byun Baekhyun imnida” namja itu memperkenalkan dirinya di depan ku. Aku tercengang dengan nama itu dan juga wajah namja bernama Baekhyun tersebut.

Ah, Ne.. Annyeonghaseyo Kim Minri imnida” aku memperkenalkan diriku dan tersenyum kepadanya. Apa dia masih ingat denganku?

“Ah, Baekhyun-ah! Kamsahamnida, salam untuk eomma mu, seharusnya tidak perlu repot-repot memberikan kue segala” kulihat eomma basa basi terhadap Baekhyun. Baekhyun pun hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih kembali kepada eomma. Aku menatap kepergiannya dari rumahku, aku masih terheran mengapa ia kembali…..

Min Ri POV end

 

Author POV

Tahun ajaran baru pun tiba, tak banyak yang berubah menurut seorang Kim Minri, ia masih tetap dianggap sebagai monster oleh orang-orang, tak mengerti mengapa mereka menyebut nya seperti itu. Walau begitu Minri sudah biasa, dia sudah biasa di bully seperti itu oleh teman temannya maupun keluarganya sendiri. Hari ini Minri sudah rapi untuk menuju sekolah barunya, sekolah ini yang selalu Minri impikan, pertama karena sekolah tersebut dangat terkenal dikalangan orang-orang Korea, dan karena di sekolah tersebut juga ada sesorang yang membuat Minri tahan akan semua bullyan yang ia hadapi setiap hari. Minri menatap pantulan dirinya di cermin, tidak cantik, tidak mempunyai tubuh bagus, tetapi saat ia tersenyumlah yang mampu membuat orang lain saat melihatnya merasa nyaman.

Minri sedang di halte bus, menunggu bus yang akan membawanya ke sekolah barunya tersebut. Bus pun datang, Minri langsung masuk dan mencari tempat duduk paling belakang karna ia ingin sendiri. tetapi tiba-tiba ada seseorang namja dan yeoja sedang berbisik-bisik sambil melirik kearahnya. Minri mendengarnya, walau telinganya tertutup oleh headset, tetapi ia masi mendengar kedua orang itu berbicara sesuatu. “Chagiya yeoja yang barusan lewat seperti monster ya haha” celoteh yeoja tersebut.

“Huss kamu, tapi benar juga sih, badannya besar dan mukanya tampak jelek” mereka tertawa, hati Minri miris, sangat sebegitu hinakah dia.

Author POV end

 

MinRi POV

Aku mendengar kata – kata itu lagi, kenapa harus kata – kata tersebut yang kalian keluarkan, air mata. Apa aku akan menangis hanya karena hal seperti ini, minri bodoh.

*Seoul Of Perfoming Art School*

Aku memasuki sekolah baruku, berjalan sendirian sambil masih mendengarkan lagu. Aku berjalan di lorong bermaksud mencari kelas baruku, tapi sangat aneh, mengapa orang – orang yang berada di sekitarku melihat ku sambil berbisik – bisik, aku segera mengecilkan volume ipod ku. Dan aku mendengarnya lagi, bullyan itu, MONSTER, aishh mengapa harus kata – kata itu. Aku tetap berjalan, tidak memperdulikan mereka yang membicarakan ku. Mengapa sepertinya sangat sakit sekali mendengar kata –kata tersebut, aishhhh tuhan kumohon jangan sekarang aku tak mau menangis hari ini, seharusnya hari ini adalah hari bahagia untukku. Karna hari ini adalah hari pertamaku bersekolah di sekolah baru ku ini.

Aku memasuki kelas ku, lagi lagi mereka menatap ku sambil berbisik, aishhh sudah lah biarkan saja. Kelas pun dimulai, karna ini tahun ajaran baru walikelas ku Lee Sonsaengnim mempersilahkan murid untuk memperkenalkan dirinya masing- masing. Giliran ku memperkenalkan diri, semua menatap ku.

Annyeonghaseyo Kim Min Ri imnida, saya lahir di Indonesia, dan tinggal disana sekitar 7 tahun , dan akhirnya pindah ke Korea, bangapseumnida” aku tersenyum setelah memperkenalkan diriku.  Tapi tidak dengan mereka semua, mereka menertawakan ku, apa maksud mereka seperti itu.

Jam istirahat, semua murid berhamburan keluar kelas, aku pun begitu. Tapi aku hanya berdiri sambil melihat orang berlalu lalang melewati ku.

“YAAAAA BAEKHYUN OPPA ANNYEONG”

”BAEKHYUN OPPA SARANGHAE”

”KAI OPPA, CHANYEOL OPPA LOVE YOUU”

Histeris sekali yeoja yeoja disekitar ku, sangat berisik. Tadi mereka meneriaki nama baekhyun, apa dia akan lewat sini. Aku tersenyum, tapi tiba – tiba aku teringat oleh janji itu, janji yang pernah namja itu ucapkan pada ku, yang membuat ku menunggunya hingga akhirnya bisa bertemu lagi dengannya seperti saat ini. Ia lewat di depan ku bersama teman – temannya, dia sungguh tak mengingat ku kah.

Annyeong Minri“ aku langsung menatap orang yang memanggil ku, ah Baekhyun, apa dia mengingat ku, “Annyeong Baekhyun“ aku berusaha menjawab sapaannya tapi sepertinya suara ku tak terdengar olehnya karna ia pun  sudah berjalan entah kemana dengan teman teman nya tersebut.

Kelas terakhir telah usai, aku bergegas untuk pulang, saat aku melewati lorong kelas 12A aku mendengar segrombolan namja yang sedang tertawa, diantara namja itu ada Baekhyun, yap Byun Baekhyun.

“Baekhyun-ah bukannya tadi kau menyapa si monster itu” tadi nya aku ingin langsung bergegas pulang  , tapi aku penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.

“Monster ?? Minri maksud mu? Aku hanya iseng hahaha“ ternyata Baekhyun hanya iseng menyapa ku, aku kira ia ingat dengan ku dan juga janjinya 2 tahun lalu.

*At Home*

 

 

#Flashback

Baekhyun POV

Aku melihat yeoja itu lagi, ia duduk di bangku taman yang mengarah ke danau buatan itu, kepalanya ditundukan sesekali terdengar isakan tangis dari bibirnya, kenapa yeoja ini selalu menangis, 2 hari yang lalu aku juga melihatnya menangis di taman ini, aku sangat penasaran

“Ehmm.. Annyeong, apa aku boleh duduk disini?” aku bicara setenang mungkin, ia lalu menggeser tempat duduknya dan menaruh gitar yang ia bawa di pangkuannya.  Kepalanya tetap menunduk seakan tak ada yang boleh melihat wajah nya saat menangis. Aku terdiam, ia pun juga terdiam, tak ada lagi suara isakan tangis darinya.

Gwenchana?? Mian apabila aku mengganggumu“ aku memberanikan diri menegurnya.

Gwenchana“ yeoja itu menghapus air matanya dan tersenyum. Senyuman yang paling hangat yang pernah ku lihat, seperti senyuman eomma ku.

“Ehmm Byun Baekhyun imnida, kamu bisa panggil aku Baekhyun, nama mu siapa?”

Baekhyun POV END

 

Min RI POV

“Ehmm Byun Baekhyun imnida, kamu bisa panggil aku Baekhyun, namamu siapa?” ia menanyakan nama ku sambil tersenyum, aku baru pertama kali disapa oleh namja seramah dia, “ Kim Min Ri imnida, kamu bisa panggil aku Minri” aku tersenyum, ia juga membalas dengan senyuman.

“Sepertinya kamu lebih muda dari ku“ aku tertawa, bagaimana ia bisa tau?

“Umurku baru 13 tahun, kau?” ia terkejut, mukanya lucu sekali

“Umurku 15 tahun, kau harus memanggil ku Oppa, ne?” namja ini sangat pede sekali, tapi walau baru kenal dengannya, aku bisa menebak bahwa ia sangat friendly, “Ehm Arra arra, Baekhyun oppa” aku tersenyum, ia pun begitu.

“Itu gitar mu kah?”

“Ne”

“Kau bisa memainkannya?” aku menggangguk, ia lalu mengambil gitar yang ada di pangkuannya saat ini.

“Main kan satu lagu untuk ku, sebagai hadiah perkenalan pertama kita hari ini” ia memberikanku gitar yang tadi diambilnya, menyuruhku memainkan satu lagu untuk nya, aku tidak bisa! bagaimana ini? Ah, aku bukannya tidak bisa tapi aku hanya malu, malu karna aku tak pandai bernyanyi.

“Ehm bagaimana ya, aku… suara ku jelek” ia tetap memintaku memainkan gitar ini.

Neol gidarida honja saenggakhaesseo

Ttonagan neon jigeum neomu apa

Dasi naegero doraol gil wie ulgo itdago

Neol baraboda mundeuk saenggakhaesso

Eoneunal haneri balgajimyeon

Machi ttonatdeon nalcheoreom gamanhi

 neoneun naege ogetji

nae ape inneun neo

nega dasi nareul bol sun eobseulkka

neoui du nun soge naneun eopgo

iksukhaejin sonjitgwa anggeumgateun misoman

huimihage namaseo nareul ulge hajiman

neoneun dasi naege doraolgeoya

neoui mami dasi nal bureumyeon

jujomalgo dorawa ne nunapui nae aneuro

yejeonchoreom neol anajulteni

(Panic –Waiting*IU ver)

Min Ri POV End

 

Baekhyun POV

Aku memberinya tepuk tangan setelah ia menyelesaikan satu lagu, dan ternyata itu lagu favoritku, suaranya sangat bagus, mengapa tadi ia bilang kalau suaranya jelek, dasar Minri.

“Bagus, suara mu sangat bagus“ aku mengacungkan 2 jempol tanganku untuknya, ia tersenyum malu, manis sekali.

“Ah Gomawo Oppa, lagu yang tadi kunyanyikan adalah salah satu lagu favoritku“ ia masih tersenyum sambil memegang gitarnya, “Jinjja?? Aku juga, aku sangat suka lagu itu makna nya sangat dalam” aku dan minri masih terus mengobrol sampai akhirnya senja pun tiba, ia pamit pulang duluan, tapi ku cegah, karna aku ingin tahu rumah nya dimana, akhirnya aku antar dia sampai rumah, dengan alasan rumah ku satu arah dengannya.

Baekhyun POV end

 

Author POV

Hampir setengah tahun mereka saling deket, selalu bersama. Sejak ada Baekhyun hidup Minri seakan berubah, Minri sekarang jarang menangis, tidak mudah tersinggung oleh perkataan orang tentangnya. Minri selalu menunggu Baekhyun di taman tempat biasa mereka bertemu, Baekhyun pun sama, ia benar benar menjaga Minri, walau banyak teman temannya yang membully-nya karena dekat dengan yeoja yang dianggap monster oleh orang-orang, Baekhyun tetap menemani Minri, mendengarkan suara merdunya dan juga memperhatikan senyum tulus yang selalu Minri berikan. Sampai akhirnya Baekhyun mengajaknya ke taman untuk membicarakan sesuatu.

Oppa” Minri memanggil Baekhyun yang segera menghampirinya

“Minri-ah, kau sudah lama? Mian aku telat“ Baekhyun minta maaf sembari duduk di kursi taman, “Gwenchana” Minri tersenyum, mereka terdiam memangdang danau disaat senja datang.

“Sepertinya hari ini hari terakhir kita bertemu” Baekhyun memulai percakapan, Minri lantas menoleh kaget, apa maksud baekhyun berbicara seperti itu.

“Maksud Oppa..” air mata Min Ri sudah berlinang, “Aku tidak akan meninggalkanmu selamanya, hanya sementara“ Baekhyun tersenyum menatap mata Minri yang sudah sangat ingin menangis.

“Memang Oppa mau kemana?” Minri menghapus air matanya yang sudah jatuh di pipinya.

”Ke suatu tempat, yang pasti kau tak tahu dimana tempatnya” Baekhyun menatap Minri lekat sambil menggenggam tangannya

“Minri-ah aku janji aku akan kembali, aku akan tetap menjadi Baekhyun yang kau kenal Baekhyun yang selalu ada disampingmu, menemani mu, aku janji saat urusanku sudah selesai orang yang pertama akan aku temui yaitu dirimu” air mata Minri tumpah begitu saja, dia tak menyangka Baekhyun bisa berkata seperti itu padanya, ini adalah pertama kalinya seorang namja berbicara seperti itu pada nya. Setulus ucapan Baekhyun tadi. Karna melihat Minri menangis Baekhyun tiba tiba menarik Minri kedalam pelukannya, membiarkan yeoja itu menangis dalam dekapannya mungkin untuk yang terakhir kalinya.

Baekhyun mengendurkan pelukannya dan berkata, “Uljima” jadi Baekhyun berusaha menghapus air mata pada pipi Minri, Baekhyun mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya sebuah kalung berbandul cincin, lalu ia memakaikannya ke leher Minri.

“Sekarang aku mau kamu janji denganku, kalau kau tak akan menangis lagi” Minri mengangguk.

“Suatu saat nanti, saat kita bertemu kembali, aku akan memakaikan cincin ini pada jari mu, Because you are my angel, I would never let my angle cry, i want my angel wait for me, yaksok” Baekhyun mengacungkan jari kelingkingnya, Minri pun menyambutnya, Minri yakin Baekhyun tidak akan mengingkari janjinya, karna Minri adalah malaikatnya, dan Baekhyun pun adalah pendamping dirinya.

#Flashback END

 

Malam ini Minri ingin mencari udara segar di balkon kamarnya, ia baru sadar bahwa kamarnya berhadapan dengan kamar Baekhyun. Tiba-tiba ia mendengar seseuatu dari kamar tersebut, seperti seseorang akan keluar dari kamar tersebut untuk menikmati udara segar seperti dirinya, Minri segera mencari tempat persembunyian, agar masih bisa tetap mendengar apa yang sedang Baekhyun lakukan.

“Ah ne.. aku juga baik” Minri terkejut setelah kalimat demi kalimat yang Baekhyun ucapkan di telpon itu. Ternyata …..

-TBC-

Advertisements

20 responses to “I’m Not A Monster Part. 1

  1. uwaaaah minrinya kasian T_T bebek gengsian nih –” /jitak/
    waktu dulu bebek suka ama minri ya? haha

    author nih, lagi rame baca malah tbc… pfft
    kirakira next chapnya gimana ya thor? akankah minri jadi langsing? haha~
    next chapnya jangan lamalama ya thoor :3 nice ff! ^^

  2. huwaaaaaaaaaa bagus bagus bagus ceritanya
    JARANG”” ada ff yang kaya gini
    BAGUUSSS BGT THOOR
    tapi ffnya pendek bgt,,,,tapi aku ttp suka :))
    lanjuuuuuuuuuuttt jebal :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s