The Trap of Incestuous Marriage [CHAPTER 1 of 2] (Seasons of The Lucifer -Side Story)

The Trap of Incestuous Marriage

Author: LucifeRain

Genre: Romance – hurt and little bit comedy

Length: Oneshoot

Length: PG-15

Main cast:

–         Cho Kyuhyun

–         Song Hye Jin

–         Kim Raena
Sebenarnya ini adalah side story Season of The Lucifer, tapi kalaupun kamu bukan readers Sol, kamu tetep nyambung (?) kok bacanya. Karena ini semacam before story, jadi semua ide maupun cast-nya baru.

Ku sarankan kalian mendengar lagu ballad bhs inggris, bukan korea. Apalagi lagunya Smoky mountain memories-nya David Archuleta atau safe and sound-nya Taylor swift yang bikin aku ngalir banget nulisnya. Tapi terserah selera masing masing sih ^^

Happy Reading All ^^

~*~*~*~

Los Angeles, 19 Desember 1993

Ruangan cukup luas itu hanya berisikan empat orang yang duduk di sofa beledu dengan posisi berhadapan, masing masing memasang paras kaku seolah kenyataan bahwa kemarin mereka baru saja berkabung hanya menjadi kemurungan angin lalu.

Dua orang pria yang cukup berumur baru beberapa menit menempati sofa itu, sedangkan seorang pemuda yang duduk dihadapanya juga seorang wanita paruh baya yang duduk tegap dengan dagu terangkat yang berada disamping pemuda itu, mungkin sudah menunggu puluhan menit lalu.

“Bisakah segera dimulai? Saya tidak punya waktu mengurusi masalah konyol ini” gelungan ketat rambut wanita itu bergoyang seirama dengan gerakan angkuh tubuhnya.

Salah satu pria dihadapan wanita itu mengangguk lalu membuka tas kerjanya dan mengeluarkan beberapa map kemudian di letakan ke atas meja kaca yang menjadi penghalang mereka.

“Baiklah Nyonya Cho, surat wasiat ini dibuat tujuh tahun lalu dengan segala pertimbangan dan pemikiran matang mendiang David Cho atau Cho Jae Sik” ujar pria itu yang merupakan pengacara khusus keluarga Cho, dan disebelah pengacara  itu merupakan tangan kanan mendiang David Cho.

Pengacara itu membuka sebuah map dan mulai membacanya.

Isi surat wasiat ini tentang pembagian harta kekayaan setelah saya tiada.

Sebagaimana diketahui banyak orang, Chohagle Group dulunya merupakan dua perusahaan besar yang digabung setelah saya dijodohkan dengan Jacquelyn Kim, wanita keturunan Inggris-Korea.

Chohagle group berkembang sangat pesat dibawah pimpinan kami, perusahaan itu semakin mempengaruhi perekonomian dunia dengan menguasai segala aspek sosial di masyarakat.

Semua milik perusahaan merupakan atas nama saya, dan hanya akan dipindah tangankan ketika saya tiada. Maka inilah keputusan saya; semua kekayaan di seluruh benua Eropa, Australia, Afrika dan Amerika, saya pindah tangankan atas nama Anthony Cho atau Cho Kyuhyun.

Tetapi untuk wilayah asia saya putuskan untuk memindah tangankan atas nama Cho Hye Jin, putri dari istri kedua saya. Itu semua balasan karena saya tak bisa menjaganya sepeninggalan ibunya sejak ia berumur 7 tahun.

Demikian surat wasiat ini saya tulis dengan pemikiran panjang dan tanpa ada unsur paksaan apapun”

Pengacara tadi meletakkan kembali map itu diatas meja dengan kondisi terbuka agar semua melihat tanda tangan di atas materai yang merupakan bukti sahnya surat itu.

Nyonya Cho menjadi satu-satunya orang yang syok mendengar isi surat itu, sedangkan putranya Cho Kyuhyun, hanya menegakkan punggung untuk memastikan surat itu. Tak pelak Nyonya Cho langsung melayangkan tatapan sinis dengan pengacara tadi.

“Ini tidak mungkin!” tukas Nyonya Cho “kau jangan bermain main denganku, Mr Adlgrie! Aku dan Anthony yang mengendalikan seluruh perusahaan itu selama David Cho terserang Stroke sejak tujuh tahun lalu. Aku masih terima jika semua itu dialihkan atas nama Anthony Cho, tetapi untuk anak David Cho yang tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan ini? TIDAK AKAN!” Nyonya Cho berkata dengan aksen sengak yang penuh penekanan.

“Kami hanya menjalankan perintah dari mendiang David Cho, dan surat wasiat ini tidak dapat diubah”

Nyonya Cho menentang panjang lebar hal itu tetapi pengacara dan tangan kanan David Cho langsung undur diri dari sana karena semua hal sudah sangat jelas.

“Anthony, kenapa kau diam saja!” bentak Nyonya Cho dengan wajah merah menahan murka.

Cho Kyuhyun menatap ibunya yang selalu memanggil dengan Western Name karena meskipun berdarah campuran korea, pelafalan bahasa korea ibunya sangat buruk.

Kyuhyun menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa, ia terpekur dengan pandangan tak berfokus. Kyuhyun memang tahu ayahnya memiliki dua istri tapi melihat saudara tirinya pun dia tidak pernah. Penentangan ibunya benar, bagaima pula ia memiliki andil dalam mengendalikan seluruh perusahaan itu.

Sejak kecil Kyuhyun dipaksa untuk terus belajar agar bisa menjadi pemimpin yang sepadan untuk Chohagle Group karena dia adalah anak tunggal sebelum ayahnya mengakui perselingkuhanya belasan tahun lalu.

Saat berumur 20 tahun, Kyuhyun dipaksa memimpin sub perusahaan dan jumlahnya semakin bertambah sebagaimana umurnya yang menginjak 27 tahun sekarang.

Pasar perokonomian asia menghasilkan pendapatan tertinggi dibandingkan benua lainya, laju pertumbuhan ekonomi tumbuh sangat pesat pada segala aspek yang ditangani perusahaan. Dan kini, semua itu harus dilepas ketangan seseorang yang bahkan tak tahu apapun. Cho Kyuhyun menggeleng, biasanya ia tidak menyukai sifat ibunya. Namun kali ini ia sependapat.

“Ini tidak bisa dibiarkan, aku akan menyewa pembunuh bayaran untuk melenyapkan manusia keparat itu”

“Tidak!” tentang Kyuhyun yang langsung menoleh ke arah ibunya “biar aku yang mengurus orang itu. Aku akan membuatnya mati secara perlahan” ujarnya dengan tarikan di salah satu sudut bibir, menampilkan senyum miring meremehkan.

~*~*~*~

(News) December, 28th. Chohagle Group akan membeli beberapa hektar tanah hutan di wilayah pesisir pantai tenggara Korea Selatan dan merubahnya menjadi tempat wisata.

(News), January, 2nd. Chohagle Group akan membuka investasi menggiurkan di daerah pesisir pantai korea

(News) January, 10th. Chohagle Group akan mengambil alih sebuah perkebunan didaerah tak jauh dengan lokasi bisnis barunya, karena pemilik perkebunan itu tak kunjung melunasi tunggakan hutang pada Bank swasta yang didirikan CG.

Kemungkinan besar akan terjadi pemberontakan dari penduduk setempat karena hutan dan perkebunan itu merupakan mata pencarian warga.

 

~

Seorang gadis mencampakkan tumpukan koran yang baru dibacanya. Ia muak dengan semua ini, apalagi para penduduk yang mulai berdatangan ke rumahnya untuk berbicara dengan kakeknya selaku pemilik perkebunan yang terancam musnah itu.

Kakeknya sudah terlalu tua untuk mengurusi hal semacam itu, bagaimana bisa mereka mengadukan nasib kepada seseorang yang bahkan berjalan pun sudah bungkuk dan lambat.

Gadis itu berjalan menuju ruang tamu, disana ia melihat kakeknya sedang duduk sambil melamun dengan raut wajah khawatir.

“Semua akan baik baik saja” ucapan itu membuat kakeknya menoleh.

“Song Hye Jin… orang itu, akan datang nanti sore. Kakek benar benar takut jika ia menyita perkebunan kita”

Song Hye Jin memang terkenal sebagai gadis tangguh dan pembangkang, namun diluar itu semua sungguh tidak tega melihat kakeknya secemas itu. seakan ada beban yang menohok perasaanya ketika kakek yang biasanya selalu tersenyum ramah, kini harus dihadapkan dengan masalah besar. Karena hanya kakeknya keluarga yang tersisa.

Ia tahu betul kakeknya bukan tipikal orang yang suka berhutang, seharusnya semua itu sudah lunas jika saja kakeknya tidak terlalu baik meminjamkan uang bahkan memberinya pada orang yang membutuhkan. Kakeknya memang dikenal sebagai orang baik. Dulu perkebunan itu sempat mengalami krisis dan seluruh penduduk menderita kerugian, tapi kakeknya meminjam uang dengan perkebunan sebagai jaminanya.

“Padahal tinggal tigapuluh persen lagi” keluh Hye Jin.

“Apa boleh buat, semua sudah jatuh tempo beberapa bulan lalu”

Tok… tok… tok…

Ketukan pintu terdengar dan Hye Jin pun segera membukanya.

“Song Hye Jin, orang yang akan mengambil perkebunan itu sudah tiba. Semua berkumpul disana. Ayo cepat!” ucap seorang wanita yang tampak gusar.

Hye Jin menatap kakeknya “Udara diluar sangat dingin, sebaiknya kakek disini saja. Percayalah, aku pasti bisa menanganinya” Hye Jin mengalungkan syal dilehernya kemudian pergi mengikuti wanita tadi.

Salju mengguyur tempat itu dua hari yang lalu, di tepi jalan terdapat timbunan salju setelah ruas jalan dibersihkan. Beberapa anak terlihat ceria memainkan bola bola salju maupun membentuk boneka salju, sebaiknya memang mereka tak harus tahu tentang sengketa lahan itu agar kecerian mereka tak terusik.

Saat Hye Jin mendekati kerumunan itu, beberapa orang memberikanya jalan agar ia berapa di posisi depan. Disana terlihat 3 mobil mewah berwarna hitam terparkir sejajar.

“Dimana orang orang itu?” Tanya Hye Jin pada siapa saja.

“Mereka sedang memantau ke dalam kebun” balas seseorang.

Beberapa saat menunggu, akhirnya dari jalan depan perkebunan terlihat sekitar 9 orang berjalan keluar. Pandangan Hye Jin langsung tertuju pada seorang pria yang berada paling depan, pria itu tak mengenakan mantel seperti yang lain. Ia memakai jas formal hitam dan melangkah dengan sangat angkuh. Matanya memancarkan sorot tajam seolah penyempurna kesan sombong dari lekuk wajah tirusnya.

“Jadi yang di depan itu pimpinanya?” tanya Hye Jin dengan nada sinis.

“Iya! Namanya Cho Kyuhyun!”

~*~*~*~

Dua minggu berlalu sejak kejadian itu, orang orang dari perusahaan berkunjung setiap hari namun bercengkramah dengan penduduk setempat saja mereka tidak mau, apalagi mendengarkan keluhan para warga.

Hye Jin sangat dipusingkan dengan masalah itu, terlebih akhir akhir ini kondisi kesehatan kakeknya menurun. Ia harus melakukan sesuatu agar kekcauan ini segera berakhir.

Ada sebuah rencana dalam benaknya yang terlalu berbahaya mungkin, namun hanya ini jalan satu satunya. Karena jika melawan melalui hukum pun tentu saja mereka kalah telak.

“Kakek, aku akan menempati Villa selama beberapa hari. Tapi aku akan kembali setidaknya dua hari sekali” ujar Hye Jin setelah ia menceritakan rencananya pada kekek.

“Jangan Hye Jin, itu akan sangat berbahaya”

“Kakek tenang saja, aku akan meminta Bibi dan Paman Kim suapaya menjadi juru masak dan penjaga disana”

Kakek Song menghela nafas berat “Tapi…”

Hye Jin menggenggam tangan kakeknya “Ini demi perkebunan, kek. Tidak ada cara lain, aku tidak mungkin memaksanya di depan umum karena sudah pasti aku akan diusir para pengikutnya” tutur Hye Jin semeyakinkan mungkin.

“Baiklah, Hye Jin. Kau memang tidak bisa dintentang”

~

Hye Jin memasang sepatu boot-nya kemudian mengeratkan ikatan dari rambutnya yang digulung keatas. Ia mengendarai mobil Jeep menuju perkebunan area belakang, tentu saja ia melewati daerah yang tidak diketahui orang orang itu, perkebunana kakeknya kan sangat luas.

Sejak seminggu lalu profesinya beralih menjadi seorang penguntit dengan target Cho Kyuhyun. Orang yang sangat dibencinya itu baru datang dua kali selama seminggu ini dan rencananya selalu gagal karena Cho Kyuhyun setidaknya datang bersama 5 orang.

Hye Jin memang menguasai ilmu bela diri, tapi menghajar mereka semua demi menjalankan rencananya tentu saja tindakan bodoh. Dari hasil pengamatanya, Hye Jin menyimpulkan kalau Cho Kyuhyun itu bersikap dingin dan sangat angkuh –terlihat dari cara jalanya yang selalu didepan dan tak peduli dengan orang disekitarnya.

Bingo! Perkiraan Hye Jin benar! Cho Kyuhyun menampakan dirinya hari ini, dan Hye Jin semakin merasa beruntung ketika sadar bahwa Cho Kyuhyun hanya diikuti dua orang.

Sepertinya dua orang itu berupaya menjelaskan sesuatu pada Cho Kyuhyun sambil menunjuk lahan yang masih tertutup salju -yang dulunya merupakan perkebunan lobak. Hye Jin sebisa mungkin tak melangkah di atas salju agar tidak meninggalkan jejak, ia memilih semak semak yang cukup dekat dengan ketiga orang itu. Samar samar Hye Jin dapat mendengar ucapan mereka.

“Tuan Cho! Saat ini penduduk mengadakan demo di area depan. Kami harus meninjau lokasi” seru salah seorang dari mereka.

“Apa Tuah Cho berniat ikut?”

Kyuhyun membenamkan tangannya di saku celanya sembari menatap ke lahan perkebunan “Aku datang bukan untuk mengurusi hal semacam itu” nadanya terdengar dingin.

“Baiklah kami pergi dulu, Tuan Cho” kedua orang itu membungkuk hormat lalu pergi meninggalkan Kyuhyun.

Hye Jin merasa inilah saatnya. Ia berjalan mendekat, namun sial beberapa langkah di belakang Kyuhyun, kakinya menginjak ranting pohon yang menimbulkan bunyi. Secara refleks Kyuhyun berbalik dan bertepatan dengan itu Hye Jin memutar tubuhnya lalu melayangkan tendangan tepat di wajah Kyuhyun hingga membuat pria itu tersungkur.

Saat Kyuhyun hendak bangkit, Hyejin meraih jarum suntik dari saku mantelnya dan langsung menancapkan tepat di leher Kyuhyun.

“arghh!” Kyuhyun mengerang dengan tangan menyentuh jarum itu dan beberapa detik kemudian ia jatuh tak berdaya.

Hye Jin melemparkan senyum sinis, ia berhasil menyuntikan orang itu dengan obat tidur pasien rumah sakit jiwa yang ia dapatkan dari tetangganya yang kebetulan bekerja disana.

Bulir bulir salju turun secara perlahan. Hye Jin merasa terselamatkan kali ini sebab ia bisa menyeret Kyuhyun dengan leluasa ke mobil Jeep-nya yang terparkir di ujung jalan belakang perkebunan, karena selimut salju akan menghilangkan jejaknya.

~*~*~*~

Hye Jin sudah mempersiapkan semua keperluan dengan sangat matang sejak dua hari lalu, ia hanya menunggu Bibi dan Paman Kim datang sore nanti.  Selamat menikmati kesengsaraanmu, Cho Kyuhyun.

Namun sepertinya keberuntungan itu hanya sampai turunnya salju. Hye Jin menatap ke luar jendela, dan tampkalah jatuhan titik-titik es dari awan kelabu yang semakin gelap. Matahari sudah tak terlihat padahal baru jam lima dan itu tandanya akan ada badai salju. Sial! Bibi dan Paman Kim tak mungkin datang karena Villa ini sangat jauh, lagipula mereka hanya punya motor butut yang jalanya sangat lambat dan sangat tidak mungkin dipakai menerjang salju.

~

Pria itu mengerjapkan matanya, sejurus kemudian ia memegang kepalanya yang masih terasa pusing sembari menyandarkan punggung ke sandaran tempat tidur. Ia menatap heran sekeliling, ruangan yang ditempatinya terkesan sangat kuno.

Seluruh perabotan di dalam ruangan itu terbuat dari kayu, warna tirai yang menutupi jendela sudah kusam meskipun modelnya cukup bagus, dan berhadapan dengan tempat tidur dimana ia berbaring terdapat sebuah perapian yang tengah menyala lengkap dengan cerobong asapnya.

Matanya terbelalak saat sadar bahwa tak ada energi listrik di dalam ruangan, hanya diterangi oleh cahaya dari perapian dan satu lampu minhyak yang tergantung di dinding.

Kyuhyun menggeleng, dirinya hidup di tahun 90-an dimana penghangat ruangan apalagi listrik sudah ditemukan. Ia pun beranjak dari tempat tidur dan menyambar lampu minhyak kemudian berjalan keluar.

Benar saja, rumah ini sama sekali tak teraliri listrik, hanya ada lilin yang diletakkan pada tempat khusus yang mengantung di dinding. Kyuhyun menuruni anak tangga dengan hati-hati, ia berjalan melewati dapur dan kemudian berhenti saat menatap seseorang yang duduk di depan perapian dengan posisi memunggunginya.

“Siapa kau?!” Gadis itu menoleh ke arahnya, ah dia ingat kalau orang itu yang menendangnya tadi.

“Aku penculik” jawab gadis itu malas dan membuat kyuhyun menyernyitkan dahi.

“Dimana ini? cepat kembalikan aku!” bentak Kyuhyun.

Lagi lagi gadis itu menatapnya enggan “percuma, diluar sedang ada badai salju. Tapi terserah saja kalau kau mau kabur. Aku hanya ingin memberi tahu kalau rumah ini terletak di hutan yang 30 kilometer jauhnya dari kota dan menjadi rumah tunggal dalam hutan ini” Hye Jin memperhatikan Kyuhyun yang terlihat bingung, dia hampir tertawa karena itu.

“Sebenarnya tempat apa ini? kenapa tidak ada listrik? Primitif sekali!” cemooh Kyuhyun.

Tiba-tiba rentetan ide gila terbersit dalam benak Hye Jin, mungkin ini bisa menepis rasa bosanya menunggu badai reda. Pria menyebalkan itu benar, Hye Jin hampir mati kebosanan karena berdiam tanpa adanya radio maupun televisi sebagai hiburan. Tapi itulah permainanya.

Hye Jin menatap Kyuhyun dengan ekspresi datar “sebenarnya aku membawamu ke akhir abad 17”

“APA?!”

“Ini adalah rumah kakek buyutnya kakek dari kakek buyutku (?) yang sudah tidak ditempati, dan hutan ini adalah perkebunan yang kau sita di abad 19. Mesin waktunya ada diruang bawah tanah yang tak mungkin bisa kau temukan”

Hye Jin mati matian menahan tawa karena sosok yang biasanya memasang ekspresi sombong ini kini menatapnya dengan menganga tidak percaya. Tentu saja dia bohong, apalagi tentang ruang bawah tanah dan mesin waktu, konyol sekali!

Kyuhyun meletakan lampu minyak dalam genggamanya ke atas meja lalu menghampiri gadis itu dan mencengram kerah mantelnya “KAU JANGAN BERMAIN-MAIN DENGANKU!”

“aku tidak pernah bermain-main denganmu, Tuan Cho. Percuma kau membunuhku, karena itu akan membuatmu tidak bisa kembali ke abad 19”

Kyuhyun pun menghempaskan kerah mentel Hye Jin dengan kesal, tentu saja ia menganggap hal itu omong kosong.

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya ke atas sofa seraya mengacak acak rambut frustrasi. Ia menatap gadis tadi yang kini menyesap minumanya.

“Siapa namamu?”

Gadis itu menoleh kearahnya “Song Hye Jin”

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya “Apa ayahmu bermarga Cho?”

Hye Jin menatapnya ragu dan akhirnya mengangguk. “Tapi aku memakai marga ibuku, karena kakekku tidak suka dengan ayah”

Kyuhyun menggangguk kecil, ternyata tak semuanya buruk, Kyuhyun tidak menyangka bisa bertemu saudara tirinya dalam kondisi seperti ini…

Setelah ia mengatakan akan mengurus masalah warisan yang jatuh ke tangan saudara tirinya, Kyuhyun menyewa mata-mata untuk melacak keberadaan Song Hye Jin.

Sebenarnya didalam sengketa lahan itu terselip niat besar untuk membuat Hye Jin menderita dan akhirnya hancur karena tentu saja kakeknya yang sudah tua itu akan meninggal. Seluruh penduduk akan bekerja di bawah perintah seorang Cho Kyuhyun, terkecuali SONG HYE JIN yang akan dia depak dari dunia manapun dan bisa dipastikan kematian gadis itu akandatang dengan sangat cepat.

“Lalu kau ingin apa dariku?” intonasi Kyuhyun terdengar tajam.

“sederhana saja, aku mau kau memanjangkan waktu untuk melunasi sisa hutang dan tidak akan menyita lahan maupun membuka tempat wisata di hutan yang juga menjadi mata pencariaan penduduk”

Kyuhyun menepuk tanganya beberapa kali “Nait yang mulia, tapi tentu saja aku tidak akan mengabulkanya” ujar Kyuhyun sarkastis.

“Kalau begitu kita tetap disini sampai kau mau menandatangani surat perjanjian yang ku buat”

“Kudah ku bilang, tidak akan pernah” tentang Kyuhyun penuh penekanan.

“Yasudah, berarti kita akan menua disini” ucap Hye Jin tak acuh.

Tiba tiba Kyuhyun menyeringai tajam dan itu sempat membuat Hye Jin bergidik tak kentara.

“baiklah jika itu permainanmu, Song Hye Jin. Yang jelas aku seorang pria dan kau wanita, aku bisa kapan saja membuat kita menjadi bertiga”

“YAA!!!”

~*~*~*~

Kyuhyun menggeliat dalam tidurnya, ia menarik selimut dan lebih merapatkan pada tubuhnya. Temperatur di ruang tamu itu sangat dingin karena api dalam perapian hanya menyisakan kehangatan kecil, terlebih lagi ruangan itu cukup luas. Sialnya Kyuhyun harus tidur di sofa karena kamar dirumah ini hanya ada satu dan Hye Jin langsung mendepak Kyuhyun dari sana.

Akhirnya Kyuhyun bangun, karena tidak tahan ia mendekat ke perapian dan menghangatkan tubuh disana.

“Kau kedinginan, eoh?”

Kyuhyun menoleh ke arah Hye Jin yang menuruni anak tangga “bahkan hampir mati” desisnya.

Hye Jin seolah tak peduli dengan keluhan sinis Kyuhyun, ia langsung melangkah melewati ruangan itu. Hye Jin membuka pintu rumah dan seketika itu penglihatanya langsung disambut panorama lapisan salju yang menyelimuti tanah dan bertengger di pohon.

Hye Jin memang menyukai pemandangan ini, tapi semua ini bencana baginya. Mana mungkin mobil Jeep-nya bisa lewat di atas tumpukan salju, paling cepat salju-salju itu akan menipis dalam waktu seminggu itupun kalau salju tak lagi turun. Mana ada orang yang mau membersihkan jalan di tengah hutan.

Kemungkinan terburuk, ia bisa terjebak selama dua minggu bahkan tiga minggu dan itu bersama CHO KYUHYUN! BADAI SALJU SIALAN!

Hye Jin kembali menutup pintu dan langsung dihadang Kyuhyun.

“Song Hye Jin! Cepat kembalikan aku! Kau membiarkan aku memakai pakaian ini seterusnya?”

“Tanda tangani dulu surat surat itu!” balas Hye Jin “kau bisa memakai pakaian kakek buyutnya kakek dari kakek buyutku kalau kau mau!”

Berlalunya waktu mereka habiskan dengan saling diam, Hye Jin sibuk memutar otak bagaimana ia harus menggunakan pasokan makanan seirit mungkin kalau mau bertahan seminggu lebih. Sedangkan Kyuhyun uring-uringan di sofa dengan wajah masam.

Kyuhyun melangkah mendatangi Hye Jin di dapur “Kau tidak punya makanan hah?” ucapnya.

“Di dalam panci” balas Hye Jin

Beberapa menit kemudian…

“Song Hye Jin! Kau menyuruhku makan ubi rebus saja?

Hye Jin mendengus lalu menatap Kyuhyun tak kalah evil dengan tatapan pria itu “Hei orang kaya! Memangnya kau berharap apa dari rakyat jelata? Dasar pantat ubi!”

“Sialan kau!”

Hye Jin melempari Kyuhyun dengan kulit ubi berkatan perkataan pria itu “Sebaiknya kau mencari kayu bakar atau kau terancam membeku malam ini!” titahnya.

~*~*~*~

Sudah tiga hari Kyuhyun terjebak di permainan konyol ini, dan yang paling tidak mengenakkan adalah dia terpaksa menggunakan pakaian kakek buyutnya kakek dari kakek buyutnya Hye Jin –yang sebenarnya adalah pakaian kakek Hye Jin sewaktu muda, itulah kenapa modelnya sudah ketinggalan jaman.

Untungnya Hye Jin hanya memasak makanan jelata saat sarapan, sedangkan siangnya ia memberikan mi instan dan memasak nasi-lauk-sayur pada malam hari. Katanya dia sengaja membawa dua dus mi instan dan bahan makanan yang diawetkan dalam ice box, dari abad 19.

Kyuhyun mengamati sekeliling, ia sedang duduk di teras rumah. Matahari hanya menampakan cahaya kecil padahal sekarang baru jam empat dan sepertinya kondisi salju masih sama tebalnya dengan tiga hari yang lalu.

Bukanya Hye Jin yang menderita, tapi dia yang harus terjebak dengan saudara tirinya di abad 17 ini –tentu saja ia masih tidak percaya. Ia harus menandatangani surat-surat itu jika tak mau menjadi manusia primitif disini, dan itu berarti dia harus mencari cara lain membuat Hye Jin menderita kemudian mati dengan sendirinya.

Tapi kesengsaraan Hye Jin harus dimulai dengan cepat sebelum harta itu beralih ke tangan Hye Jin, semua ini karena pembagian warisan yang konyol itu. kalau Song Hye Jin tiba tiba terbunuh, mungkin ada tanda tanya besar di kepala pengacara maupun orang yang mengurusi harta harta itu.

Tidak ada cara lagi jika Hye Jin sudah menerima haknya, kecuali dengan penyatuan yang hanya bisa dilakukan jika mereka menciptakan kerja sama dengan maksud licik atau…

“Pernikahan?” Oh great! Itu adalah cara yang paling efektif. Tapi masalahnya Song Hye Jin adalah saudara tirinya.

“Cho Kyuhyun cepat cari kayu bakar!” seru Hye Jin yang sedang sibuk membawa beberapa kayu dari hutan.

Beginilah keseharian Kyuhyun selain adu mulut dengan Hye Jin, dihabiskan di hutan untuk mencari apa saja yang berguna. Hell, kurang jelata apa dia sekarang?

Kyuhyun kembali pada pemikiranya tadi, pernikahan? Pernikahan sedarah? Itu adalah perbuatan sumbang yang tak lazim. Lihatlah manusia bernama Song Hye Jin itu, penampilanya selalu berantakan dan terlihat tomboy karena rambutnya yang digulung. Mungkin ia butuh seribukali pemikiran untuk hal tadi.

~*~*~*~

Tak jauh dari Villa itu terdapat danau kecil yang membeku karena pengaruh es yang tercampur disana. Jika musim semi, tempat ini akan sangat indah karena air danau berwarna hijau dan biru akibat memantulkan langit dan pohon disekelilingnya.

Salju kembali turun namun hanya beberapa jam, lapisan baru itu seperti butiran putih yang berserakan dan tidak rata.

Disanalah Hye Jin sekarang, menjajahkan kakinya di atas tumpukan salju baru dan tersenyum sendiri ketika sepatunya tenggelam di dalam kepungan salju yang lembut. Salju baru itu sangat empuk ketika diinjak, dan ia sangat suka melakukan hal ini sejak kecil.

Di bawah pohon ek yang tak jauh dari sana, Kyuhyun melipat kedua tanganya di depan dada. Memandang melalui sorot angkuhnya seraya mencerca sikap Song Hye Jin yang kekanak-kanakan.

Awalnya ia tidak tertarik atau mungkin menolak untuk tertarik, namun semakin kesini hal itu semakin menarik perhatian. Baru kali ini ia melihat Hye Jin mengurai rambut panjangnya yang hitam dan lurus sepinggang. Hey, bagaimana bisa selurus itu padahal dia selalu mengikat rambutnya…

Kyuhyun membenamkan tanganya di saku mantel lalu berjalan mendekat. “Hey gadis liar! Tingkahmu seperti anak-anak” cibir Kyuhyun.

Tapi Hye Jin mengacuhkanya, ia masih asik menciptakan jejak di atas salju “Ini menyenangkan” serunya lalu tersenyum sekilas ke arah Kyuhyun. Ekspresi ceria itu terlihat sangat manis.

“Apanya yang menyenangkan?! Song Hye Jin, berapa umurmu hah?”

Hye Jin memandang polos “Ehmm… tahun ini umurku 19 tahun”

Kyuhyun hampir saja tergelak “Ternyata kau masih bocah” sejujurnya Kyuhyun sedikit terkejut dengan itu, pantas saja ayahnya pergi dari rumahnya di Los Angeles saat dia sekitar kelas tiga sekolah dasar dan jarang mengunjunginya setelah itu.

“Sok tua kau, Cho Kyuhyun!” umpat Hye Jin “memangnya umurmu berapa?”

“27” jawab Kyuhyun singkat.

“Berarti tahun ini kau 28 tahun? Hahaha dasar pak tua!” Hye Jin tertawa lepas, membuat rahang pipinya tertarik ke atas dan menekan kelopak bawah matanya hingga membentuk cekungan bulan sabit pada matanya.

Kyuhyun sempat terkesima beberapa saat tanpa ia sadari. Ia membungkuk dan membuat bola salju dengan kedua tanganya “Terima ini bocah!” bertepatan saat Hye Jin menoleh, Kyuhyun melempar bola saju itu hingga pecah di bahu Hye Jin.

“Siapa yang lebih pantas disebut bocah hah!!!” Hye Jin pun membuat bola salju dan melemparnya ke arah Kyuhyun.

Terjadilah perang salju dadakan antara manusia yang dikatai bocah dan pak tua itu. meskipun kadar kesetanan mereka sama, namun kejahatan Kyuhyun sepertinya lebih mendominasi. Terbukti sejak tadi Hye Jin kewalahan membalas lemparan lemparan itu.

Kesal, Hye Jin pun berjongkok dan mengumpulkan bongkahan salju, mengacuhkan sejenak lemparan Kyuhyun yang membabibuta. Setelah selesai dengan pekerjaanya, ia berdiri lalu melayangkan senyum licik.

“Cho Kyuhyun terima ini!”

Saat Kyuhyun menoleh, Hye Jin langsung melempar bola salju sebesar bola kaki tepat di wajah Kyuhyun dan Brukkk…. Pria itu tersungkur dengan posisi terlentang dan wajah yang dipenuhi serakan es.

“YEAH!!!” Hye Jin melompat kegirangan dan melakukan senam akrobatik sesaat.

Tapi sepertinya ada yang aneh… Kyuhyun tak kunjung bangun… Dengan langkah ragu Hye Jin mendekati Kyuhyun, ia berlutut di sebelah pria itu lalu menatapnya sesaat.

“Cho Kyuhyun apa kau mati?! Astaga, aku lupa kalau rakyat tidak jelata sepertimu biasanya tak tahan banting” celetuk Hye Jin asal.

Ia sedikit membungkukan badanya untuk menyeka butiran salju di wajah Kyuhyun, dan… seakan tersihir. Saat ia menyapukan tanganya di wajah Kyuhyun, Hye Jin seperti menemukan suatu hal yang lembut selain merasakan kelembutan salju baru ketika ia menginjaknya.

Tanpa mata dan sorotnya yang tajam itu, kesan angkuh yang terpeta di wajah Kyuhyun seakan melumer entah kemana. Hye Jin awalnya menampik namun kenyataan bahwa Cho Kyuhyun ternyata sangat tampan seakan menjadi gas beracun, bahkan sangkin mematikanya racun itu separuh pikiranya mengatakan ia terlapau bodoh karena tidak menyadari ketampanan yang sudah sangat jelas terekspos.

“Terpesona padaku?”

Tiba tiba mata Kyuhyun terbuka seraya melemparkan senyum iblis yang sukses melenyapkan segala fantasi liar Hye Jin.

Hye Jin terkesiap, ia langsung menegakkan punggungnya. Saat Hye Jin hendak bangkit tiba tiba Kyuhyun menarik tanganya dan itu berefek pada tubuhnya yang ikut mendekat juga hanya menyisakan jarak sekilan antara wajah mereka.

“Aku mau menandatangani kesepakatan itu dan membatalkan pembelian hutan asalkan…” Kyuhyun terpekur sejenak “… Song Hye Jin, menikahlah denganku!”

Jantung Hye Jin seakan mencelos ketika kalimat itu terucap “SINTING KAU!” umpatnya.

Namun tiba tiba Kyuhyun mengalungkan tangan yang satunya ke tenguk Hye Jin dan mendorong kepala gadis itu agar bibir Hye Jin menempel di bibirnya. Ditengan selimut salju dan temperatur dibawah nol derajat, mereka seakan membeku dalam posisi itu.

Kyuhyun tak pernah main-main dengan ucapanya, ia sudah memikirkan hal ini semalam suntuk. Tidak ada cara lain, akhir januari rencana peminadah tanganan itu harus di laksanakan sedangkan perkebunan itu tak mungkin sah atas namanya jika ia masih berada di sini.

Dengan kata lain, hanya penyatuan perusahaan seperti milik ibu dan ayahnya dulu yang bisa dilakukan jika ia tak ingin kehilangan aset berharga yang sudah lama ditanganinya.

Kyuhyun tak peduli jika mereka sedarah atau apa, yang jelas setelah menikah nanti dia akan membawa Hye Jin ke Los Angeles dan mengurungnya disana dengan arti tak memperbolehkan gadis itu keluar rumah juga penjagaan ketat.

Bisa dipastikan gadis itu akan mengalami ketegangan jiwa, kalaupun mati paling ia hanya berubah status menjadi duda. Hahaha… sempurna!

__TBC__

Bagaimana? Jelek ya? Maafkan segala typo yang ada heh 😀

Pasti bosen karena konfliknya gara gara harta, tapi gitu gitu cape juga loh mikirnya. aku tau nama westernya kyuhyun itu marcus cho, tapi aku suka aja namain dia Anthony, lebih coolkas *seenaknya haha

Adakah yang bukan readersnya Seasons of The Lucifer disini? Kalau ada aku mau promosi colongan hihihi…

Kalo berminat baca SoL sebaiknya jangan sampe baca The Trap of Incestuous Marriage part 2 ya, soalnya sensasinya pasti bakalan berbeda. Inikan semacam side story atau before story SoL yang mengungkap salah satu rahasia besar disana. Haha berminat baca? Click here.

Dan buat readers-nya SoL aku berterima kasih banget loh ya, ada yang komen kalau Kyu itu gak cocok jadi Appa. Bener juga sih tapi dia itu bias aku mangkanya aku masukin di SoL muahahaha, dan mangkanya di SoL aku nggak ngungkit nama Kyuhyun lagi tapi cukup Mr. Cho. Karena burem membayangkan titisan iblis itu menjadi bapak bapak.

Awalnya aku pengenya bikin cerita sederhana aja, tapi ngeliat gimana evilnya Kyu di MV SF&S *tunjuk pic*, jadinya aku ngerasa sayang kalo bikin cerita yang biasa aja. Haha Kyu memang racun. maap kepanjangan ngomongnya *bungkuk bungkuk*

cepet atau lambatnya part 2 tergantung banyak peminat haha.. keep comment ^^

Cheers,

LucifeRain (Ayya)

Advertisements

70 responses to “The Trap of Incestuous Marriage [CHAPTER 1 of 2] (Seasons of The Lucifer -Side Story)

  1. jg nii crita sebelumnyaa too…
    tp onn,, q bkn readernyaa sol…
    qloo ff q ska yg critaanyaa ituu castnyaa kyuu…
    ffnyaa krenn onn….
    kyuu lcuu bgt d snii…
    gmpng bgt d kerjainn am hyejin…
    ituu mreka bneran nikahh onn??

  2. Gk nyanka niat apany minhye bnr2 jhat smpe sgtuny demi harta doang,,,,ah q kecewa 😢😢😢😢

  3. jd ini kisahnya… rasa penasaran aku tentang apa yg pernah kyuhyun bilang di chapter sebelum nya… “eomma dan appa sedarah”…. btw thor aku mohon pw part 2 nya dong… aku penasaran dgn lanjutanya… ini e-mel ku… putri.syarifudin98@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s