THE SECOND LIFE [PART. 2]

The second life part 2

Author : Keyholic (@keyholic9193)

Main Cast : Byun Baekhyun,Shin Hyunchan

Minor Cast :

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

Suho

Yoon Jisun

Lee JinKi as Baekhyun’s Father

Genre : Romance/fantasy

Rating:  PG 16

Poster by : Cute Pixie

Part.1 |

“Hidup kedua.Hal tersebut biasanya kadang hanya nampak di drama-drama televisi atau karya fiksi lainnya.Tapi apakah itu memang ada? Maksudku, saat kau benar-benar telah divonis meningal dan tiba-tiba seseorang menawarkan mu untuk menjalani sesuatu dan kau akan mendapatkan kehidupan kedua mu.Apa kalian percaya soal itu?

Seorang perempuan bernama Shin Hyunchan mengalami hal tersebut.Siapa yang bisa menyangka? Bahkan dirinya sendiri pun terkaget. Ia akan menjalani adegan yang tak pernah ia sangkah sebelumnya.”

***

Hyunchan terlihat begitu lesuh berjalan  di koridor sekolah.Terpaan sang mentari sore menembus kaca menyilaukan langkahnya.Kalau bukan si pengawas perpustakaan yang menyuruhnya mendadak merapikan buku-buku di perpus ia tak akan lelah seperti saat ini.Padahal  tadinya dia hanya ingin  meminjam buku untuk tugasnya dan tiba-tiba si penjaga perpustakaan memintanya untuk membantu merapikan buku-buku,padahal ia sama sekali tak berkewajiban untuk itu.Sebenarnya salahnya juga,kenapa ia harus datang di saat jam pulang ketika perpus telah sunyi dari pengunjung.

Ia menutup matanya sambil memijatnya tengkuknya.Kakinya sedikit demi sedikit menuruni anak tangga demi anak tangga.Rasanya ia segera ingin merebahkan diri di kasur empuknya.Sementara ia berusaha menghilangkan letihnya,tiba-tiba ia mendengar suara rintihan dari arah depannya.Dibukanya mata yang sempat terpejam tadi lalu dilihatlah apa yang telah terjadi dihadapannya.

Seorang yeoja yang pastinya memakai seragam yang sama dengannya sedang terduduk diatas lantai sambil memijat-mijat kakinya.Rintihan kesakitan  terdengar dari mulutnya ketika ia hendak bangkit.Sepertinya kakinya baru  saja terpeleset dari anak tangga terakhir.

Perlahan Hyunchan mendekati yeoja itu.Ada niatnya  ingin meninggalkan yeoja  itu saja,toh dia juga tak mengenalnya.Namun tepat langkah terakhir mendekati badan yeoja itu, hatinya berubah.

Hyunchan mengulurkan tangannya tanpa bersuara ke yeoja itu.Sementara sang yeoja yang terjatuh mendadak mendongakkan kepalanya menatap Hyunchan.Sang yeoja tahu betul siapa wanita yang tengah mengulurkan tangan kepadanya.

Dia adalah wanita yang akhir-akhir ini gosipnya merebak ke seantero sekolahan.Wanita misterius dan menakutkan.Ada juga yang bilang kalau dia itu keturunan cenayang berilmu hitam,persepsi itu muncul dikarenakan penampilan Hyunchan yang sedikit menyeramkan dengan tatapan tajamnya.

Keraguan muncul di benak yeoja itu,ia pun termasuk orang yang percaya terhadap desas-desus yang beredar  dan ia takut sekarang.

Melihat tak ada reaksi dari seseorang yang ingin ditolongnya,Hyunchan pun berniat untuk menarik uluran tangannya dan segera berlalu,namun sang yeoja yang ditolongnya ternyata akhirnya meraih tangannya.

Si yeoja tadi ternyata merubah pikirannya,walau sebenarnya ia takut tapi ia percaya bahwa wanita yang mengulurkan tangan itu padanya bermaksud baik.

Hyunchan membantu siswi yang terjatuh itu.

“Kau bisa jalan?” Tanya Hyunchan.

Si yeoja menggelengkan kepalanya tanda ia tak sanggup.

Akhirnya Hyunchan pun memapah yeoja itu hingga ketempat tujuannya.Untungnya saja ini sudah lantai dasar dari gedung sekolahan jadi ia tajk perlu repot-repot lagi memapah yeoja itu menuruni tangga.

Ketika Hyunchan sudah mendekati gerbang sekolah,seorang siswa mendadak turun dari mobil mewahnya dan berusaha mengahampirinya.Ia kenal dengan namja itu.Park chanyeol.Tentu saja ,mereka kan teman sekelas.

“Jisun-ah,wae geurae? *ada apa?*” Chanyeol terlihat panic melihat keadaan yeoja yang dipanggilnya Jisun.

Tanpa menghiraukan Hyunchan,namja itu meraih tangan Jisun dan memposisikan dirinya yang memapah Jisun.

“Shin Hyunchan,kau..” Sepertinya ia bingung dengan keberadaan Hyunchan

“dia jatuh dari tangga dan aku menolongnya.” Ujar Hyunchan singkat

“Oh,geurae.Mianhae dia sudah meropotkan mu Hyunchan-ssi.” Chanyeol  masih merasa sedikit canggung dengan Hyunchan,padahal ini hari keempat mereka menjadi teman sekelas.

“Aishh,dasar kau anak ceroboh.” Chanyeol memukul  pelan kepala Jisun.

“aaa~ Oppa.” Jisun merengek sambil memanyunkan mulutnya

“Geundae,Gwenchana,ne? *tapi,kau baik-baik saja kan?* lanjutnya

“Uhm.” Jisun mengangguk.

Melihat sepertinya tak dihiraukan lagi,Hyunchan pun langsung beranjak tanpa sepatah kata pun.Seperti biasanya.

“Chakkaman!” dengan jalan yang setengah pincang Jisun menghentikan Hyunchan.

Hyunchan berbalik menatap Jisun dengan tatapan datarnya.

“Gamsahamnida.Aku Byun Jisun.Tapi karena aku membenci nama marga ku yang terdengar aneh,jadi panggil saja aku Jisun, tanpa ‘Byun’.” Jisun berbicara panjang lebar sambil tersenyum.

Dia memang tipe wanita ceriah,ramah dan suka bicara panjang lebar.

“ Shin Hyunchan.” Hyunchan membungkuk sedikit dibalas dengan bungkukan dari Jisun juga.

“Ne,aku sudah tahu nama mu,sunbae.”  Jisun tersenyum.

Sementara Hyunchan terlihat bingung ketika Jisun memanggilnya dengan sebutan sunbae.Dari mana dia tahu?
“Kau orang yang sangat terkenal.” Lanjut jisun yang semakin membuat bingung Hyunchan.

Tentu saja Jisun tahu.

Shin Hyunchan si murid pindahan di kelas tiga yang berkarakter aneh.

Belakangan ini dia memang sedang jadi topik hangat  siswi-siswi satu sekolahan mengenai karakternya yang sedikit aneh dibanding siswi yang lain.Walaupun Hyunchan itu murid kelas tiga tapi itu tak cukup membuat para siswi yang kebanyakan hobaenya berhenti menggosipi seorang Shin Hyunchan,si wanita aneh.

“Sepertinya dia tak semenyeramkan seperti gosip yang beredar.” Batin Jisun sambil memandangi Hyunchan.

“Kau juga mau pulang kan?Bagaimana kalau ikut saja dengan kami.” Chanyeol berniat menawari tumpangan,paling tidak ini sebagai rasa terima kasinya  telah menolong Jisun.

“Gamsahamnida.Tapi aku naik sepeda.” Tolak Hyunchan menunjuk ke arah tempat dimana sepedanya terparkir.

“aku permisi.” Ia membungkuk dan segera beranjak meninggalkan Chanyeol dan Jisun.

“ternyata orang seperti Shin Hyunchan benar-benar ada di dunia nyata.Ku kira mereka hanaya ada di cerita fiksi saja.” Ucap Jisun sepeninggal Hyunnchan.

“aku yakin, selain aku sepertinya dialah satu-satunya yang tak akan menjadi korban oppa ku,ya kan?” lanjutnya bertanya ke Chanyeol.

“Mmm..Aku kurang yakin.Biasanya di novel-novel pada akhirnya si tokoh pria utama akan jatuh hati pada sang tokoh wanita yang berkarakter seperti itu.” Ucap Chanyeol sambil memegang dagunya seperti sedang menganalisis.

“oppa, Bagaimana kau tahu? Jangan-jangan kau pecinta novel juga yah? Huh?” Jisun mulai meledek Chanyeol.

“A..a..anhi.Aku hanya dengar dari orang-orang pecinta novel.” Bantah Chanyeol lalu berjalan mendahului jisun.

Sebenarnya tebakan Jisun tepat sekali,hanya saja dia sedikit malu untuk mengakuinya.

“Ya! Opp.. aauch…” Jisun meringis ketika hendak menyusul Chanyeol kea rah mobilnya.

Ia belum bisa berjalan dengan baik sementara Chanyeol lupa akan itu dan langsung meninggalkan Jisun saja.Dan setelah ringisan Jisun tadi,barulah ia tersadar  tentang kondisi Jisun.Ia kembali ke Jisun dan mulai memapahnya.

“Haha.Mian.Gwenchana?”

“Uhm.”

Jisun menatap Chanyeol yang memapahnya dalam keadaan sedikit membungkuk karena badannya yang terlalu tinggi dibanding Jisun.

“oppa.” Jisun berbicara sambil menatap Chanyeol .

“…”

“aku suka kalau kau menghawatirkan ku seperti tadi.”

Chanyeol berhenti berjalan dan menatap ke  arah Jisun.

“Gomawo.” Ucap Jisun lalu tersenyum.

Untuk beberapa detik mereka saling tatap-menatap hingga Chanyeol tersadar duluan dan mengalihkan pembicaraan.

“Ayo cepat jalan.Hari semakin sore.”

Jisun hanya tersenyum simple.

Ayahnya dan ayah Chanyeol sudah menjodohkan mereka.Selain atas dasar memperereat hubungan bisnis kedua orang tua mereka juga mempererat  hubungan pertemanan dua keluarga tersebut.Terlepas dari itu semua, Jisun benar-benar menyayangi namja yang bernama Park Chanyeol sejak ia  pertama kali bertemu dengan Chanyeol,7 tahun yang lalu.Chanyeol adalah cinta pertamanya dan sampai sekarang ia masih merasa seperti itu.

Meskipun Chanyeol juga menerima perjodohan itu,tapi Jisun tak yakin kalau Chanyeol menjalani semuanya  sama seperti alasan Jisun dan bukan karena ke dua orang tua mereka ataupun perusahaan.

Dan itulah yang Jisun usahakan sekarang.

***

Hyunchan terlihat berjalan dengan wajah yang sangat kusut sore ini.Siapapun bisa merasakan aura yeoja itu jauh lebih tajam dibanding biasanya.Tangannya membawa kotak lebar dengan beberapa perlekapan medis untuk ruang kesehatan di sekolahnya.

Lagi-lagi hari ini dia sial.Setelah dua hari yang lalu ia disuruh merapikan buku-buku di perpus,sekarang ia disuruh untuk membawa alat-alat kesehatan ini ke ruang kesehatan  lama .Dan dia tidak hanya disuruh membawa saja tetapi harus dirapikan juga sesuai tempatnya.Entah kenapa guru-guru di sekolahan ini hobi sekali menyuruh muridnya padahal mereka sendiri bisa melakukannya,lagi pula kan ada petugas kesehatan sekolah.Kemana semua orang-orang yang mengambil ekskul itu?

Ruang kesehatan yang ditujunya sekarang memang sudah tak digunakan sejak ada yang baru.Jadi ruang itu sekarang menjadi tempat penyimpanan alat-alat kesehatan sekolah yang tidak terpakai .

Lantai tiga,ruangan paling ujung,disitulah  ruang kesehatan yang lama.Bayangkan saja bagaiamana menyiksanya untuk sampai ke ruangan ini.Sudah lantai paling atas,ruangan paling sudut,ditambah luasnya sekolah ini membuat Hyunchan berharap dia punya baling-baling bambu.

Diaturnya nafasnya tepat didepan pintu ruangan tersebut.Keringatnya mengucur seperti orang yang telah melakukan lari marathon.

Pintunya terlihat tak tertutup rapat jadi Hyunchan hanya mendorongnya dengan badannya.Lagipula dia malas menurunkan barang yang ada di tangannya.

Dan begitu ia memasuki ruangan itu,lagi-lagi ia mendapati pemandangan aneh yang sama ketika ia pertamakali menginjakkan kakinya di sekolah ini.Masih tetap dengan sang tokoh utama pria,Byun Baekhyun,namun dengan wanita yang berbeda dan adegan yang berbeda juga.

Setengah dari kancing baju kedua manusia aneh dihadapannya telah terbuka.

Baekhyun cukup terkejut dengan kehadiran Hyunchan.Dua kali ketahuan oleh yeoja yang sama, membuat perasaan malu tumbuh secuil di benaknya.Ia segera merapikan bajunya.

Sedang si wanita yang merasa terusik dengan kehadiran Hyunchan,sepertinya amarahnya siap meledak.

Tapi Hyunchan tak mau mempedulikan apa yang yang terjadi di depannya.Ia langsung melakukan apa yang seharusnya dia lakukan.Tangannya mulai membuka lemari peralatan dan menyimpan peralatan yang ada di dalam kotak ke tempat masing-masing.Ia bekerja layaknya tak ada orang disekitarnya dan tak terjadi apa-apa sebelumnya.

Si wanita yang merasa tak berwujud dihadapan Hyunchan nampak semakin geram.ia berjalan menghampiri Hyunchan,setelah sempat memperbaiki bajunya terlebih dahulu.

“Ya!Kau..!!” didorongnya bahu kanan Hyunchan hingga membuat yeoja itu sedikit bergerak dari posisinya.

Wanita itu berkeinginan Hyunchan meminta maaf karena telah mengganggu dan segera pergi,bukannya malah bersikap acuh tak acuh.

Atau mungkin.. si wanita hanya merasa sedikit malu saja ketahuan oleh orang lain untuk sebuah adegan yang sebenarnya kurang pantas untuk dilihat di sebuah sekolah.

Hyunchan menatapnya tajam seolah pedang akan keluar dari bola matanya.Sesaat ia menyengir lalu memandang dengan tatapan menjijikkan terhadap yeoja di depannya.

Tentu saja.Bukanlah itu terlihat menjijikkan jika seorang wanita dengan mudahnya memberikan tubuhnya terhadap seorang namja.Ia tak pernah habis pikir bagaimana mungkin seorang wanita bisa berperilaku demikian buruknya.

“Kau betul-betul merendahkan martabat seorang wanita.” Ucap Hyunchan menusuk.

Mata sang wanita sontak membulat seiring dengan ucapan Hyunchan.Yang pasti ia tersinggung, yah walaupun apa yang dilontarkan Hyunchan itu memang benar.

“Mworagoya! Kau ..” tangan yeoja itu bergerak untuk menampar wajah Hyunchan tapi dengan sigap Hyunchan menahannya.

“jangan pernah menyentuh ku dengan tangan kotor mu!” Mata Hyunchan menatap tajam ke  arah siswi yang sepertinya setingkat dengannya.

Melihat si gadis yang amarahnya sudah hampir meledak.Baekhyun segera menahan yeoja itu.

“Chagi-ya,sudahlah.Kita bisa melanjutkannya nanti malam.” Goda Baekhyun.

“tapi dia..”

“Sttt..” Baekhyun menahan mulut yeoja itu dengan jari telunjuknya.

“Tunggu aku di parkiran.Biar aku yang mengurusnya.Arasseo.” Bisik Baekhyun dengan suara yang di buat-buat sok sexy.

Ia mengedipkan sebelah matanya dan itulah jurus terampuhnya  menenangkan seorang yeoja.

“Baiklah.” Sang yeoja pun akhirnya luluh.

“aishh..” keluhnya sambil menatap tajam kearah Hyunchan dan Hyunchan tak peduli dengan itu.

Hyunchan tak peduli dan ia kembali asik dengan pekerjaannya.Kini ia telah berpindah ke meja panjang untuk mengatur peletakan obat-obatan.

Sementara Baekhyun menatap punggung yeoja itu.Ia benar-benar tak mengerti  bagaimana bisa ada orang seperti Shin Hyunchan.Yang terlihat di matanya hanyalah dirinya sendiri dan tak pernah ada orang lain.Dia seolah seperti mempunyai dunianya sendiri.

“Tenang saja aku tak akan melaporkan hal ini ke guru.” Hyunchan yang menyadari bahwa Baekhyun masih berada di ruang yang sama dengannya pun mulai bersuara.

Dipikirnya Baekhyun tak beranjak juga karena alasan yang sama ketika mereka pertama kali bertemu.

Tak mendapat balasan dari Baekhyun,Hyunchan kembali berbicara.

“Pergilah kalau kau tak ada urus..”

Ucapannya terhenti ketika ia berbalik dan menyadari Baekhyun telah berada di hadapannya dengan jarak yang cukup dekat.

Hyunchan memundurkan badannya.

Tangan Baekhyun bergerak menyingkirkan poni yang menutupi sebagian wajah Hyunchan.

Ia menatap dalam ke dua bola mata yang selalu saja memberikan tatapan tajamnya kesetiap orang yang dilihatnya.Dan untuk sepersekian detik ia terdiam.Mungkin jika dilihat dari jauh mata itu seolah berisi ribuan pedang tajam didalamnya tapi ketika dilihat dari jarak yang cukup dekat,itu terasa berbeda.

Ia terpesona dengan bola Kristal hitam pekat yang terdapat di mata Hyunchan.

Hyunchan menepis tangan Baekhyun dengan kasar dan itu cukup membuat Baekhyun kembali dari lamunannya.

“mau apa kau?”

Baekhyun menetralkan kembali keadaannya.

“Ssst..diamlah.” Baekhyun berbisik sambil mengedipkan sebelah matanya.

Sebersit keinginan muncul dalam hatinya untuk mengerjai yeoja yang berkarakter aneh seperti Shin Hyunchan.Ia ingin tahu bagaimana ekspresi Hyunchan saa dihadapkan dengan posisi seperti ini.Apakah dia masih tetap cuek bebek?

Hyunchan masih tak berekspresi di luar tapi sebenarnya didalam ia segera ingin terlepas dari posisinya ini.

Baekhyun mengedipkan mata lalu mengeluarkan smirk andalannya.

“Apa kau sakit mata?” Hyunchan menunjuk matanya membayangkan Baekhyun yang sedari tadi mengedipkan matanya.

Senyum menggodanya memudar seketika.Matanya berulang kali berkedip tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.

“Mwo!!” Baekhyun mundur selangkah mendengar pertanyaan Hyunchan.

Ia  butuh beberapa detik untuk memproses apa saja yang didengarnya barusan.

“Sakit mata kata mu? Ya! Apa kau hidup di planet Pluto huh!?”

Baehyun benar-benar tak tahu apa yang ada diotak Hyunchan.Dia sedang mengedipkan matanya untuk menggoda Hyunchan tapi yeoja itu malah mengiranya sedang sakit mata.

Jarak yang dibuat Baekhyun kemudian dimanfaatkan Hyunchan untuk berpindah tempat,tapi namja itu menahannya dan menguncinya dengan ke dua tangannya.

Ia kembali mendekatkan jarak mereka.

“Ini pertama kalinya aku bertemu dengan makhluk seperti mu.”

“Aku baru sadar,kau ini betul-betul unik.” Baekhyun menyengir.

“Kurasa pacar mu sudah lumutan menunggu mu di bawah.” Ujar Hyunchan berniat mengusir Baekhyun tanpa menggubris ucapan Baekhyun.

“Kenapa mengurusi orang lain,sementara urusan kita belum selesai.”Baekhyun semakin mendekat.

“Kita tak pernah punya urusan.” Ucap Hyunchan tajam.

“Itu menurut mu,tapi tidak dengan ku.”

“Jadi apa mau mu?”

“Shin Hyun Chan.” Bekhyun mengeja nama Hyunchan.

“Aku tidak tahu ini takdir atau apa,tapi apakah kau ini dikirim tuhan untuk selalu mengganggu kesenangan ku? Apakah kau sadar itu?ini untuk kedua kalinya kau mengganggu ku.”

Baekhyun terdiam sejenak.

“dan kau sama sekali tak berucap maaf ?” lanjutnya.

“Aku tak merasa sudah berbuat salah.”

“Mwo?!” Baekhyun mengambil nafas.

“ Jelas-jelas kau..”

“Kau yang selalu melakukannya di tempat yang salah.” Hyunchan memotong ucapan Baekhyun.

Baekhyun kembali ke ekspresi sebelumnya.

“Jadi kau tak akan meminta maaf?” Tanyanya  memainkan rambut Hyunchan.

Hyunchan lagi-lagi menepis tangannya.

“Hei~”

“Kau serius?” Lagi-lagi Baekhyun bertanya dengan nada menggoda.

Hyunchan hanya diam tanda ia tak merubah pemikirannya.

Baekhyun semakin memperdekatkan jarak mereka.

Kegugupan mulai terpancar di wajah Hyunchan dan Baekhyun menyadari itu.

“kena kau!” batinnya.

“Bisakah kau pergi,aku ingin melanjutkan pekerjaan ku.” Ucap Hyunchan setengah gugup mencari alasan.

Ia berusaha mendorong,tapi tenaganya tak sekuat itu walau untuk menyingkirkan tubuh sekurus Baekhyun.

“Tidak mau ,sebelum kau mau mengatakan maaf.”

Baekhyun sebenarnya tak peduli soal kata maaf,dia hanya ingin mengerjai yeoja jutek dihadapannya ini.

“Jadi,tetap tidak mau minta maaf?”

Hyunchan masih terdiam.

Baekhyun makin dekat dan kini tangannya mulai melingkar di pinggang Hyunchan.

Hyunchan terkejut,ia seperti mendapatkan serangan listrik mendadak.Kini kegugupan kian melandanya.Tangannya sudah berkeringat dingin.Tidak menutup kemungkinan namja bejat di hadapannya itu bisa berbuat sesuatu yang aneh padanya dan diruangan yang sangat terpencil ini,siapa yang bisa menolongnya jika itu terjadi.Sementara Baekhyun makin dekat..dekat..dekat..

Hyunchan menutup matanya..

“Mianhae.” Dan kata yang paling tidak ingin dia kuluarkan pun akhirnya terucapkan.

Ia tak punya pilihan,daripada Baekhyun melakukan sesuatu padanya lebih baik ia melanggar prinsipnya.

Ia bisa mendengar suara cekikian dari mulut Baekhyun.

“Anak baik.” Baekhyun tersenyum sambil mengacak rambut Hyunchan pelan.

Dan untuk perama kalinya ia menatap begitu lama wajah Baekhyun yang tengah tesenyum padanya dalam jarak yang masih sangat dekat.Detik itu terasa berjalan begitu lambat.

Baekhyun bergerak mengambil tasnya yang terletak diatas meja tepat di belakang Hyunchan.

Hyunchan memiringkan kepalanya menghindari jarak wajah Baekhyun yang tengah mengambil tas.

Baekhyun masih cekikikan.Sebelumnya ia tak pernah melihat ekspresi yeoja itu seperti yang dikeluarkan Hyunchan tadi.Itu adalah ekspresi baru Hyunchan  dilihatnya selain ekspresi jutek dan tatapan tajamnya.

Iapun beranjak pergi ,tetapi kemudian berhenti sejenak lalu kembali mendekati Hyunchan .

Hyunchan menjauhkan badannya sebisa mungkin.

Baekhyun sedikit membungkuk dengan meleakkan ke dua telapak tangannya di sudut meja ,mengunci Hyunchan.

“apa lagi!” Hyunchan mulai kesal.

Ia menatap Hyunchan sambil tesenyum lalu beralih ketelinganya untuk berbisik sesuatu.

“satu hal..Hanya sekedar nasehat..”

“Kalau kau tak merubah sifat mu,seumur hidup kau tak akan mendapatkan teman.”

Ia tahu betul alasan kenapa hingga hari ke empatnya di sekolah Hyunchan masih tak punya teman juga.

Hyunchan dengan cepat memalingkan wajahnya tetapi Baekhyun meraihnya dan membuat mereka saling tatap-menatap.

“Dan terakhir.Sebenarnya tadi aku hanya sedang mengerjaimu.Maaf untuk itu.” Ucapnya yang hampir terdengar berbisik.

Dan sedetik kemudian Baekhyun mencium pipi Hyunchan.

Kenapa dia melakukan itu?

Entahlah..

Sepertinya dia hanya ingin sedikit menggoda dan bermain-main dengan murid baru yang sangat aneh, bernama Shin Hyunchan.

Jangan heran dengan aksi Baekhyun.Baginya kissing di mulut itu saja sudah sama derajatnya dengan berpegangan tangan ketika seseorang sedang berkencan.Jadi apalah arti sebuah ciuman di pipi? Baginya itu sama sekali tak punya nilai apa pun.

Sementara Hyunchan kejadian sedetik yang lalu itu sukses membuat terkejut bukan main.Ia ingin sekali menggerakkan tangannya lalu mendaratkan tamparan tepat di pipi Baekhyun,tapi bahkan untuk bertahan berdiri saja tenaganya sudah hampir habis apalagi jika ia harus menampar.

Matanya masih membulat.Dirasakannya detak jantungnya melalui telapak tangannya.Badannya perlahan merosot ke lantai saking tak mampunya kedua kakinya menahan dirinya.Di rabahnya pipi kanannya yang terasa mendadak panas.

Di kehidupan sebelumnya ia tak pernah merasakan hal seperti ini.Jangankan dicium oleh namja,berpacaran apa lagi sampai jatuh cinta ia sama sekali tak pernah merasakan itu.Karena ia memang tak peduli soal itu.

“Apa yang terjadi pada ku?”

***

Hyunchan berjalan linglung menuju atap sekolah.Otaknya  masih kaget dengan kejadian beberapa menit yang lalu yang dialaminya.

“Annyeong,Hyunchan-ssi.bagaimana kabar mu belakangan ini?kau sudah mulai menjalankan tugas mu?Mian,aku tak sempat menemuimu,aku sedang mengurus para peserta yang lain..” Suho muncul tiba-tiba dan terus bercuap-cuap tanpa dihiraukan oleh Hyunchan.

Ini pertama kalinya ia muncul sejak Hyunchan mulai menjalani misinya.

“Hyunchan-ssi! “

Tak ada respon dari Hyunchan,ia pun bersuara dengan lebih keras lagi.

“Hyunchan-ssi!”

Hyunchan mulai tersadar akan keberadaan Suho.Ia menatap seperti biasanya.

“Neo Gwenchana?”

Hyunchan hanya mengangguk.

Sekarang mereka sudah berada di atap sekolah.Hyunchan sempat bingung mengapa ia bisa berada di sini.Dari tadi dia hanya asal melangkah dengan pikiran kosong dan langkahnya membawanya ke tempat yang sebelumnya tak pernah ia kunjungi.

“Kurasa kau tak baik-baik saja.Apa terjadi sesuatu?” Selidik Suho curiga.

“Anio Suho-ssi.”

“jadi bagaimana dengan tugas mu?” Tanya Suho penasaran dengan perkembangan Hyunchan.

“Belum ada peningkatan.”

“Mwo? Aku tahu ini baru awal ,tapi kau harus bergerak cepat. Waktu mu hanya 49 hari dan tidak mudah melakuakn perubahan secepat itu.Kau harus berjuang keras.” Suho mulai menasihati panjang lebar.

Hyunchan hanya terdiam,membiarkan hembusan angin sore memainkan anak rambutnya.dari atas atap dia bisa melihat Baekyun berjalan kea rah mobilnya dan langsung di sambut oleh yeoja yang beberapa saat lalu bersamanya.Mereka tampak berciuman dan Hyunchan langsung memalingkan pandangannya.

“jangan bilang kau masih memasang ekspresi seperti dulu.”

Hyunchan hanya menghela nafas tanda ia setuju dengan tebakan Suho.Sebenarnya ia tak terlalu konsen dengan apa yang Suho bicarakan.

“Aigoo~ kau tidak akan berhasil jika terus berekspresi seperti itu.”

Hyunchan menengok kearah Suho.Sepertinya ia mendengar kata-kata yang hampir sama beberapa menit yang lalu.

Ia kembali melihat ke bawah.Perlahan Porsche merah milik Baekhyun meninggalkan parkiran.

“kau harus merubahnya,kau harus berubah jadi orang yang seperti ini..”

Lalu Suho kemudia menjelma menjadi seorang gadis yang berpeanmpilan rapi ramah dan selalu tersenyum.

Suhoo sibuk menjelaskan ini itu dan Hyunchan sama sekali tak memperhatikannya.

“ya!Shin Hyunchan.”

Hyunchan berbalik dengan tatapan datarnya .

“Bisakah kau ulangi lagi yang tadi?” Ucapnya tanpa nada bersalah.

“Mwo?” Suhoo menepuk jidatnya,padahal ia sudah berakting semenarik mungkin tadi.

Ia pun memulai gerakannya dari awal lagi.

“Jadi bisakah kau berkarakter seperti yang kulakuakn tadi? Kalau kau tak melakukannya ini semua akan menjadi sulit untuk mu.”

Hyunchan terdiam.

Bagaimana mungkin karakter bisa diubah sesuka hati.Ia merasa dirinya sudah cocok dengan karakternya yang sekarang dan itu akan menjadi aneh jika dia berkarakter persis seperti apa yang baru saja diperagakan Suho.Jadi cewek manis,selalu tersenyum,ramah dan hal-hal lainnya yang sama sekali tak bisa masuk diotak Hyunchan.

“ayolah,ini hanya 49 hari dan begitu ini berakhir dengan baik kau bisa kembali ke karakter mu semula.”

Lagi-lagi Hyunchan terdiam kemudian ia menatap Suho.

“aku akan mencari jalan agar semuanya ini mudah tanpa harus berubah karakter.Dan ketika aku tidak mendapatkan jalan itu maka aku akan mengikuti nasihat mu.”

Suho menghela nafas.Hyunchan benar-benar orang yang keras kepala.

“Apa aku baru saja melihat mu sedang berbicara sendiri,Hyunchan-ssi” Tiba-tiba sebuah suara muncul dan itu langsung menarik perhatian Suho dan Hyunchan.

“Ternyata ada orang lain selain kita.Dari mana dia muncul?” Batin Suho bingung.

“DO Kyungsoo.” Gumam Hyunchan pelan.

Sejak kepindahannya sepertinya hanya mahluk yang bermarga Do ini yangmengajak bicara Hyunchan di kelas.Walaupun itu hanya pembicaraan yang sangat tak berarti.Seperti meminjam pulpen,menayakan tugas,atau hanya meminjam catatan.Tapi sebenarnya mreka berdua tak benar-benar saling berdialog.Semuanya Kyungsoo lah yang bersuara.Ketika dia ingin meminjam pulpen,jika ada Hyunchan akan langsung memberikannya dan jika tidak ada, maka ia akan menggeleng .Atau seperti ketika Kyungsoo berucap terima kasih,Hyunchan hanya akan menatapnya dan setelah itu ia kembali ke aktivitasnya.

Kyungsoo memang type orang yang ramah sama seperti Chanyeol.Hanya saja dia jauh lebih bisa ramah meskipun terhadap pembunuh berdarah dingin sekalipun.Berbeda dengan Chanyeol yang mungkin akan ramah jika objeknya sudah menunjukkan  kesan ramah dari awal.

“Apa sampai  tidak menariknya kah berbicara dengan para siswa-siswi disini sehingga kau lebih memilih berbicara sendiri?” Kyungsoo berjalan menghampiri Hyunchan.

Ia bersandar dipagar pembatas sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.

“Ya! Jangan pasang ekspresi begitu.Ayo,senyum!” Ucap Suho ke Hunchan sedangkan sang gadis tak mengikuti perintahnya.

Suhoo merasa sangat bingung dan tidak bisa mengerti Hyunchan.Biasanya saat ada seseorang yang mengajak kita berbicara paling tidak jika kau malas  berbicara,cukup berikanlah senyuman walaupun kecil.Tapi Hyunchan,sedikit pun lengkungan senyuman di mulutnya tak tampak.

“Kau tahu,kau adalah siswi pertama yang naik ke atap.Kebanyakan yang lain takut karena gosip hantu atap yang beredar di sekolah ini.Padahal pemandangan dari sini tak kalah bagusnya dibanding dari atas Namsan tower.”

Hyunchan menatap Kyungsoo lalu ia segara melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Kyungsoo.

“Ya!” Suho berteriak

Tapi tangan Kyungsoo lah yang menahan Hyunchan.

Hyunchan berbalik dan menatap tangan Kyungsoo yang bertengger manis di lengannya.Merasa mengerti keadaan yang terjadi,Kyungsoo pun melepaskan tangannya.

“mianhae.”

Hyunchan berniat melangkah sebelum suara Kyungsoo kembali menghentikannya.

“Sebentar lagi matahari akan terbenam.Kau tahu,melihat sunset dari sini ,itu sungguh pemandangan yang sangat indah.Semuanya akan percuma kalau kau naik ke atap sekolah tanpa menyaksikannya.”

Hyunchan terdiam membelakangi Kyungsoo.Sementara Kyungsoo menatap punggung Hyunchan menebak-nebak tindakan apa yang akan yeoja itu lakukan.

Suasana hening.Saking heningnya Suho bisa mendengar bunyi hembusan nafas Hyunchan dan Kyungsoo.Angin berhembus pelan menyapu wajah ketiga makhluk yang ada di atap tersebut.

Hyunchan pun mulai mengambil langkah pertamanya terus hingga menuju pintu keluar atap.Kyungsoo pun menghela nafas.Seperti tebakannya,Hyunchan pasti akan memilih untuk tetap beranjak.

“Aku selalu berada di sini setiap sore!! Aku jamin pemandangan Sunset di sini salah satu yang terbaik! Kau tak akan menyesalinya! Jadi,kalau kau punya waktu datanglah!!!” Teriak Kyungsoo hingga yeoja yang bernama Shin Hyunchan itu lenyap dari pandangannya.

Lagi-lagi ia menghela nafas.

“Rasanya begitu sulit membuat pertemanan dengannya.Dia yang tersulit di antara orang-orang yang pernah ku ajak berteman.”

Kyungsoo berbalik lalu mulai menatap ke arah matahari yang perlahan terbenam di antara bangunan-bangunan gedung perkotaan yang menjulang tinggi.Secara perlahan-lahan ,lampu-lampu pun mulai menyala menerangi penjuru kota di tengah kegelapan yang menguasai malam.

“Kau hanya belum melihatnya saja.Andai saja kau mendengarkan ku,pasti kau akan ketagihan datang ke sini.” Bisik Kyungsoo tersenyum sambil menatap Hyunchan dari atas  yang tengah mengayuh sepedanya keluar dari gerbang sekolah.

***

TBC

Mianhae ngepublishnya terlat hohoho..

Mian kalo banyak typonya juga saya sudah gak sempat meriksa lagi ^^

Ayoo Komen!! Komen!! Komen!! Komen alay,gaje,tradisional,modern,panjang,pendek semua diterima!! *treak pake toa ala penjual obat keliling*  #BLETAKK

Gomawo Udah baca 😀 😀

84 responses to “THE SECOND LIFE [PART. 2]

  1. Waa baekhyunnya mulai ngodain hyunchan tp pls ciuman di bibir sama aja kaya pegangan tangan?! Wat da hell ><. Pake acara nyium pipi hyunchan lg ohmaygatttt.
    AAAA KYUNGSOO KUU MUNCULL 😂😂 ah doi baik bangettt walaupun pertanyaannya ga dibales hyunchan tp tetep diajak ngobrol hueee😚😚

  2. baekhyun player bgt dh…>< cew ny gonta/i trs…*geleng2*
    kyungsoo bae bgt ya..mdh2n nnti bs jd temennya hyunchan..ksian hyunchan sndran trs..

  3. Yaampun, Baekhyun kok gitu:’):’)
    Aaaa, Kyungsoo kalo hyunchan gamau sini sama aku aja hoho^^
    Hyunchan jangan dingin2 bgt dongggg:’)
    Keren thorrr!! Fighting^^

  4. Hohoho… Maaf thor kalo aku gk komen di part 1, koneksinya eror. Hyunchan lucu juga ya… Namanya imut tpi tidak seimut yg asli /emang aslinya kayak gmna?/ di ff itu dingin kan sikapnya :v keep writing ya thor!

  5. Suho lucu amat di sini, hahahahaha -__- iya sih smpah lucu banget apa lagi pas dia berubah jadi cwe yang baik dan murah senyum.
    Ya! Si baekhyun ketauan lagi. Omg. Smpah, dia bad boy banget, dan si hyuncan lucu banget bilang sakit mata ke baekhyun dan kayanya hyuncan yg bakalan suka dluan deh :v
    Oh ya.. Aku juga mau nebak, kayanya nanti bakal ada cinta segitiga di antara kyungsoo, baekhyun sama hyuncan kan? Karena kyungsoo keliatan banget ada usaha mau temenan sama hyuncan, dan mungkin usahanya itu malah ngebawa kyungsoo ke jalan lain, yaitu suka sama hyuncan. Maafkan ya ka, aku orangnya banyak ngomong dan suka main tebak jadi kalo komen panjang banget, and suka debat juga sih :v
    Klo gtu saya ikut baca lanjutannya^^

  6. haha hyunchan bener-bener cuek ya,gak ada ekspresinya sma sekali,padahal lagi digodain sma baekhyun tapi tetap aja gak ekspresinya sma sekali,
    haha suho lucu banget,aku jdi pengen lait gmna wajahnya suho kalo lagi berubah jdi perempuan hihi,
    hayo kyungsoo kyknya ada rasa tuh sma hyunchan

  7. setidaknya ada beberapa orang yang bisa berteman dengan hyuchan
    baek playboy kakap maen nyosor aja kehyunchan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s