Im in Love with You [part 4/4] END

Author                     : KasihWright

Rating                      : T

Cast                           :

Taemin (SHINee)

Key (SHINee)

Kim Chanra (OC)

Kim Sarang (OC)

Sulli (Fx)

Genre                       : Romance

PART 1PART 2, PART 3

lama2 I kasihan sama Chanra, kayaknya kalo dia I giniin bakal bunuh diri kali ya? wah berarti nanti I dosa dong? Yaaa udah daripada I kena karma, mending endingnya dibikin lebih kejem aja kali ya? wakakakaka:D

yaudah, enjoyt reading ya CHING-CHING-CHING- wkwkwk:D

SARMIN&JJONG

Hurt, pain and death*

*chanra POV

Malam ini Taemin dan ayahku berbicara hingga sangat malam, aku hanya melihat mereka dari jarak yang jauh, lalu saat aku menyadari pagi sudah datang, aku mendengar ayahku bercerita tentang Taemin sangat banyak, aku membayangkan betapa sangat baik namja itu, dengan langkah penuh senyum, aku berharap bisa bertemu dengan Sarang dan menanyakan bagaimana seharusnya aku mengatakan perasaanku yang semakin meluap-luap pada Taemin.

Aku sangat bersemangat sekali ketika bel pulang hampir berbunyi, setelah berkemas dan kembali dari toilet, aku berjalan penuh semangat untuk membuka pintu, tetapi saat kenop pintu berputar, kakiku lemas bukan buatan, wajahku panas dan mataku sembap, lalu aku menangis seketika.

Aku menyaksikan Taemin dan Sarang berpelukan. Hatiku hancur! Aku ingin sekali menghampiri mereka dan berteriak di depannya, tetapi aku tidak sanggup. Aku berbalik dan pergi, berlari menjauh dan rasanya ingin bunuh diri.

Napasku hampir habis, aku duduk di bangku sebelah lapangan sepak bola, sendirian tanpa teman, aku menangis habis. Bisa saja Sulli sunbae sudah melepaskan Taemin, tetapi bukankah seharusnya aku juga berpikir bahwa mereka, Taemin dan Sarang bisa saja saling menyukai?

“Siapa yang bilang begitu?” tiba-tiba seseorang duduk di sampingku.

Aku menoleh dengan bimbang, siapakah orang yang mau peduli dengan murid beasiswa semacam aku?

Orang itu duduk dengan sangat tenang menatap lurus ke depan, ia—Key sunbae, entah dari mana datangnya tiba-tiba menyelakku.

“Siapa bilang Sarang menyukai namja tolol sialan itu?” ia memutar pandangannya.

“Mereka…” aku hendak menjawab, tetapi ia hanya tersenyum, menepuk bahuku pelan.

“Sarang dan Taemin sama sekali tidak memendam perasaan apapun, lupakan sajalah, siang ini kau kuundang ke kelab,” ia bangkit, lalu tersenyum dan pergi meninggalkanku.

Begitu saja, pergi. Sangat dramatis.

Aku masih terisak, tetapi undnagan kelab bagiku sngat penting, aku menghapus air mataku, berusaha tetap tenang dan melangkah menuju auditorium.

“Chanra,” sebelum aku menginjakan kaki di depan kelas, aku melihat Sarang berjalan bersama Key sunbae, aku mulai merasa sangat payah.

“Selamat bergabung!” katanya penuh semangat, aku hanya mengangguk. Kami berjalan bersama menuju auditorium.

Semua orang tersenyum menyambut kami, aku berdiri dengan perasaan yang lebih baik, biarlah perasaanku terupakan, asal bisa berjalan dan menari bersamanya, aku sudah senang, aku merasa cukup.

Sepulang latihan, Sarang dan Key sunbae tidak lebih dulu meninggalkan auditorium, aku berjalan sendirian menuju stasiun, dai balik garda, entah dari mana, Taemin sudah berjalan bersama di sampingku.

“Eh,” aku berusaha mengalihkan pikiranku, tetapi sangat sulit, berjalan sangat dekat dengannya, rasanya aku ingin sekali mengatakan bahwa aku sangat menyukainya.

“Chanra, aku sungguh mengagumimu,” ia tersenyum, kami berjalan bersama.

Angin berhembus pelan, aku memandangi bayangan kami di bawah temaram lampu jalanan, Taemin, untuk pertama kalinya menggenggam tanganku.

Kami pulang bersama, dan hari-hari berikutnya kami lebih sering pulang bersama, seperti hari ini, tidak ada latihan menari, aku dan Taemin berjalan menuju stasiun lebih awal dari biasanya.

“Chanra, apa kau ingin berkeliling kota?” tanyanya tiba-tiba.

Aku terhenti. Berkeliling kota?

Ia menatapku yakin, “Aku akan mengantarmu pulang nanti malam, kita bisa berjalan bersama bahan sampai rumahmu!”

Berjalan sampai rumahku? Bahkan ke ujung duniapun mau “Eh,” aku mengangguk begitu saja, tanpa tahu apa yang harus kulakukan.

Taemin dengan sangat semangat, sepanjang perjalanan kereta berbicara tentang Seoul dan banyak hal yang tidak aku ketahui. Aku hanya menatapnyatanpa tahu apa yang ia katakan.

“Kau tahu, dulu aku ingin sekali berkeliling kota dengan Sulli,” ia seketika bergeming.

Aku ikut bergeming, rasanya tiba-tiba aku ingin pingsan mendengar ucapan terakhirnya, ‘Sulli’.

“Benarkah,” aku merasa sulit sekali perasaanku sekarang, aku memutuskan akan benar-benar melupakannya. Aku akan melupakan cintaku pada namja di sampingku, sudah cukuplah rasanya mengharapkan perasaanku akan terbalas.

“Ya, aku masih sangat menyukainya,”

Aku tersenyum dengan sangat pedih, lalu kami keluar dari kereta pukul lima, dan mulai berkeliling kota, menikmati udara sore di balik seragam sekolah, berjalan di sepanjang trotoar, aku merasa alunan lagu bergema dari balik perasaanku.

Kami berlari menuju toko piano dan melihat-lihat piano, Taemin duduk dan memainkan musik beberapa saat hingga pemilik toko bosan dan mengusir kami, lalu ia mengajakku berkeliling pasar di jalan dan membeli beberapa pernak pernik. Salah satunya, ia memberiku gelang yang sama. Aku juga memberinya kalung.

Matahari tenggelam, aku sangat lelah, alunan lagu di suasana seperti ini seakan mengalun tak henti-hentinya hingga rasa lelah mengantarkan kami sanpai garda rumahku.

“Terimakasih, hari ini begitu indah,” kataku, membuka gerbang.

“Aku sangat senang, lain kesempatan aku ingin berkeliling lagi bersamamu,” katanya.

Aku mengangguk, lalu ia berpamitan. Malam itu dan malam-malam yang lain yang sangat indah, perlahan melengserkan rasa ingin memiliki Taemin menjadi, aku menyayanginya dan akan menerima apapun yang akan terjadi, semenyakitkan apapun itu. Aku terlelap.

*end POV

Dua bulan kemudian. Aduh, kalian ngerasa ini ceritanya gaje banget nggak seh, tapi nggak bingung ganti POV-nya kan?

😀

Key menghampiri kamar Sarang, malam itu, Februari ke sebelas. Sarang duduk menghadap jendela besar. Awalnya Key hanya membawa lilin kecil dan niatan mengucapkan Saengil chukhahamnida pertama kali di pergantian malam untuk dongsaengnya, tetapi tiba-tiba suasana hatinya berubah.

Ia berjalan mendekati Sarang, menyadari ada cahaya di gelap kamarnya, Sarang berbalik.

“Key oppa!” ia memekik, lalu bangkit menghampiri.

Key meletakan lilin di lantai, lalu berlari kecil dan memeluk yeoja manis itu, memeluknya sangat erat hingga kakinya terangkat dari lantai “Saengil chukhahaeyo, Sara…”

“Key oppa…”

Sarang memisahkan diri, lalu memandangi namja yang sudah lebih ia anggap sebagai teman dan kakak di hatinya, bintang bertaburan dari lagit menjelang dini hari, kepala Sarang tiba-tiba kosong.

“Chagiya, kau sudah berumur enam belas!” key mengacak rambut yeoja itu.

Perasaan sayang di dada Key, sebenarnya sudah ia sadari sejak yeoja itu pertama kali dijumpainya, ia hanya memendam perasaan itu dan menganggap Sarang sebagai adiknya. Rasa sayang itu ia rasakan melebihi perasaan yang ia hindari pada semua orang, sejak saat itu, ketika ia berumur dua belas, ia memutuskan menganggap Sarang sebagai adiknya dan melupakan rasa cinta yang sangat konyol.

Tetapi sekarang bahkan Sarang sudah enam belas, dan sangat mungkin mengakhiri kepedihannya setiap kali Minho si tengik kapten basket tolol itu terus menyukai Sarang.

Dengan tangan gemetar, meski sudah sangat sering Key merengkuh wajah Sarang, malam itu sangat berbeda, ia bahkan gemetar bukan buatan. Sarang menatap namja yang sangat ia sayangi tanpa berkedip.

Key memejamkan mata, mendekatkan wajahnya di tengah gelapnya malam, Sarang ingin sekali menangis. Key mengecup kening Sarang tanpa berucap sepatah katapun tentang perasaannya, ia sangat ingin mengucapkannya tetapi ia merasa sangat tidak pantas.

Sarang menitihkan air mata, dadanya begitu sakit, ia memeluk Key sangat erat, dalam isaknya ia berbicar

“Key oppa, kau sungguh bodoh! Aku sangat menyayangimu!”

“Aku juga, aku lebih menyayangimu,”

“Aku menyayangimu… yang paling kusanyangi Key oppa…”

“Ssh… Sara… Sara…” Key merengkuh wajah yeoja itu lagi, lalu tanpa ditunda lagi, perasaanya meluap, ia sudah harus, dan inilah saatnya mengatakan kebenaran.

Key mendekat, menghapus air mata di pipi Sarang dengan ibu jarinya, kedua memejamkan mata, lalu Key mulai memindahkan bibirnya di atas bibir Sarang.

Keduanya berpelukan, tanpa mengatakannya, bahkan tanpa menyinggung kata cinta, keduanya sudah dapat tahu perasaan masing-masing.

Terkadang cinta membuat seseorang menjadi bisu.

Tetapi malam itu bahkan ketika Key dan Sarang membisu, ketika saling berciuman untuk pertama kali, cinta menuntun mereka tanpa sua, hanya sentuhan dan perasaan kasih yang mengalir seperti darah dalam nadi, mampu menggetarkan cinta yang selama ini mereka rasakan, mereka tak perlu berbicara apapun, karena kebisuan membuat keduanya merasakan cinta.

*chanra POV

Aku sudah sangat lelah berkeliling kota setiap minggu, tetapi berkeliling kota dengan Taemin sangat menyenangkan. Aku bersiap latihan tari, berjalan menuju auditorium bersama Sarang.

Bagian pertama klasikal tango dipandu Key sunbae dan Krystal sunbae, aku dan Sarang saling berpandangan.

“Sesuatu terjadi pada kalian?” tanyaku ketika melihat Key sunbae berlari ke arah Sarang san mencuri ciuman di pipi kanannya.

Sarang hanya mengedikan bahunya lalu tersenyum. Key sunbae melangkah melewatiku lalu berbisik “Hanya ucapan selamat ulang tahun,”

Aku nyaris berteriak, tetapi segera kutahan, Key sunbae mengerlingkan matanya dan mulai berlari ke depan. Aku bergeser ke arah Taemin, dan membisikinya sesuatu.

“Taemin, apa mereka pernah berciuman sebelumnya?” tanyaku pada Taemin, kalau hanya ucapan selamat ulang tahun, bagaimana mungkin wajah keduanya seperti idiot dan mesum begitu, aih… pasti bohong!

“Kau bilang apa? Hari ini sarang ulang tahun, bahkan aku juga akan menciumnya.” Jawab Taemin meledekku.

Aku menghela napas pendek “Haruskah itu kulakukan juga?” tanyaku kemudian.

“Tidak,” jawabnya datar.

Aku berdecak pinggang, seketika itu Key sunbae memanggil Taemin untuk segera bersiap, aku turut melangkah pergi ke tempatku.

Tapi belum sempat aku berbalik, Taemin memegang kedua tanganku dan menarikku ke depan, aku nyaris tidak tahu apa gerakan yang sedang ia lakukan. Ini bukan jatahku, seharusnya ini yang dilakukan Sarang dengan Taemin, bukan bersamaku, tetapi apa daya, semua orang sudah mengikuti gerakan kami.

Aku menatapnya tak percaya, Taemin hanya berdiam dan terus menari, semua orang menari, alunan musik menusuk dan berdiam di kepalaku, kekosongan dan kehampaan beberapa bulan yang lalu sudah benar-benar menghilang, entah perasaan babo macam apapun ini, aku sudah tidak ingin membahasnya.

“Kau sangat cantik,” Taemin berkomentar di sela-sela napasnya yang terengah-engah.

Aku menunduk, sumpah aku ingin melupakan perasaanku!

“Kau sangat memesona,” Taemin mulai tersenyum, rasa nyeri menyebar ke seluruh dadaku, aku sudah mati-matian melupakannya, tetapi setelah aku hanpir melupakan ke idiotanku, ia membuat hatiku jatuh.

“Taemin, hentikan!” aku tidak tahan, aku tidak peduli pada semua orang di aula ini. Aku berhenti dari tarian, semua orang memerhatikanku, konyol benar diriku, babo!

Semua orang menatapku bingung. Aku juga bingung apa yang harus kulakukan, aku benci menangis.

Sarang hendak mendekat ke arahku, tetapi Key sunbae mencegah seakan membiarkanku pergi, aku tahu… di hari ulang tahun Sarang bahkan aku mengacaukan tarian mereka, aku sangat babo, payah idiot!

Entahlah, aku hanya berlari merasakan nyeri di dadaku, Taemin… menyebalkan sekali namja itu!

Aku berhenti di depan ruang sekretariat, di bangku antrian beasiswa seorang yeoja menatapku sinis, aku tahu aku memang sangat hina.

“Yeoja bodoh!” katanya dengan nada yang sangat menjengkelkan “Bahkan kau mengangis karena ditolak Taemin?”

Aku hendak menjawab, tetapi seketika itu seseorang memelukku dari belakang, aku tahu namja itu menyusulku dengan alasan apapun itu. Aku memejamkan mata menahan air mataku keluar lebih banyak lagi, aku sakit!

“Taemin lepaskan aku!” kataku hampir memberontak.

Beginikah ia menganggapku selama ini? Boneka yang ia bawa jalan-jalan, dan ia peluk serta ia tinggal begitu saja.

Seperti itukah aku untuk Taemin? Se-ringan itukah ia anggap perasaanku selama ini? Aku yang menuruti semua kehendaknya bahkan masuk dan keluar kelab serta berjalan-jalan hingga kakiku lecet-lecet? Seperti itukah?

Seperti itukah?

Aku ingin berteriak.

“Chanra, aku mencintaimu,” Taemin melepas pelukannya, berjalan menghadapiku yang gemetar dan tidak tahu harus menjawab apa.

“Taemin,” aku meyelak ke arah Sulli sunbae, matanya merah aku tahu ia pasti sangat marah.

“Chanra, aku benar-benar cinta padamu,”

Aku tidak tahu harus menjawab apa, aku terdiam seribu bahasa, aku menatapnya tak percaya, matanya juga berkaca-kaca.

“Taemin…”

Grab! Aku memeluknya.

Pertama kali seumur hidupku, aku turut memeluk seseorang yang membalas perasaan cintaku. Aku memeluknya tak peduli apapun yang akan dipikirkan Taemin tentang tindakanku, aku tak peduli.

“Aku juga mencintaimu…” jawabku pada akhirnya.

Ia merenggangkan pelukanku, merengkuh wajahku dan memejamkan mata, sekejap saja Sulli sunbae pergi, ketika Taemin mencium bibirku.

Aku merasa dunia kini mengakui keberadaanku, sekarang aku merasa Tuhan mulai percaya padaku.

Aku memeluk Taemin lagi, seakan aku tidak ingin melepaskannya, aku sangat mencintainya.

“Ssh… sudah, jangan menangis lagi, mulai sekarang kau dan aku,” Taemin menatapku serius.

Aku hanya tersenyum lalu menarik tangannya dan segera pulang.

Langkah terakhir meninggalkan garda, aku menoleh ke belakang, dan kulihat Sarang begandengan tangan dengan Key sunbae, lalu mereka melambaikan tangan, aku mulai bertanya-tanya, apakah mereka melihat saat kami berciuman?

“Ayo chagiya!” tatapan gamangku berakhir ketika Taemin menarik tangannku dan membawaku masuk ke dalam bus umum.

Aku masih tak bis amengingat semuanya dengan baik, tetapi semuanya akan baik-baik saja, well… selama Taemin di sisiku dan menggenggam tanganku, semua akan baik-baik saja.

THE END

Wkwkwk… gaje banget yah 😀 namanya juga latihan bikin yang jelek (halah) soalnya yang bagus udah banyak. Well…well… tahanks for your strong faith and noble morality *lho?

Hahaha… intinya makasih udah mau nyelesaiin baca dari judul sampai ending, kalau Cuma baca judul dan endingnya juga ngga papa, tapi nggal boleh ding, kan ntar ngga bisa ngomen! Jadi inti dari intinya, BILLION THANKS FOR ALL OF MY LOVELY READER!

Saranghae, SARMIN, Jonghyun.

Kim Sarang 😀

Advertisements

5 responses to “Im in Love with You [part 4/4] END

  1. huweee, akhirnya key-sarang saling mengakui perasaan masing2 walau tanpa mengucapkan kata cinta..ya, hanya melalui pelukan dan first kiss mreka..uoooo, so swit de ^^
    seneng juga akhirnya cinta chanra terbalas juga ama taemin..chukkae 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s