Love Is….. Lee Sungmin!!

Author : SilverJewels (@HyukJaeee)

Cast : Lee Sungmin (Super Junior), Choi Hanna (OC)

Desclaimer :semua yang ada di dalam cerita ini, murni dari otak saya. Meskipun jelek, yang penting usaha sendiri. Hehehe -_-v

Baca ‘Love Is…..’ seri sebelumnya : Love Is….. Kim Heechul!! | Love Is….. Lee Hyuk Jae!! | Love Is….. Kim Jong Woon!!

******

Tidak ada hal yang mampu untuk menyembunyikan raut kekesalan di wajah sungmin. Bibirnya mengerucut, manyun. Dengan tatapan mata yang menjurus tajam kearah dua orang laki-laki dan perempuan yang sedang duduk berdua sambil tertawa bersama. Mereka terlihat asyik. Sangat akrab. Bahkan Sungmin yang merupakan kekasih dari wanita tersebut tidak pernah melihat gadis itu tertawa lepas ketika bersamanya.

Ini benar-benar menyakitkan untuknya.

“Nunaaaa…!!!” teriaknya nyaring dan sontak membuat dua orang itu menoleh.

Sungmin masih berdiri di tempatnya sementara dua orang –yang kepergok sedang berduaan- itu berusaha untuk menjauhkan diri.

Hanna berdiri dari tempat duduknya, berjalan kearah Sungmin dengan langkah tergesa.

“Sejak kapan kau ada disini ?” Tanyanya ragu sambil menatap mata Sungmin yang memandang sebal kearahnya.

“Sepuluh menit yang lalu. Dan aku langsung mendapati pemandangan yang benar-benar tidak enak di lihat mata ! ” Kata Sungmin ketus. Dia melirik Laki-laki yang sedang berjalan kearah mereka dengan padangan sinis.

“Siapa dia ?” Tanyanya. Menunjuk kearah laki-laki yang langkahnya semakin dekat dengan mereka.

“Dia…”

“Jiyong Imnida…”

Belum sempat Hanna menjawab pertanyaan Sungmin, tiba-tiba Jiyong –Laki-laki yang tadi bersamanya- lebih dulu menyela. Laki-laki itu membungkuk sopan sambil tersenyum ramah kearah sungmin.

“Aku mantan kekasihnya…” Tutur Jiyong, tersenyum ramah sambil menunjuk kearah Hanna.

Sungmin sontak melotot. Pandangannya berpindah-pindah dari Hanna ke Laki-laki yang ada di sebelahnya lalu kembali ke Hanna lagi.

“Dia… Mantanmu ?” Tanya Sungmin pelan dan tajam. kedua matanya menyipit seolah memberikan tatapan menyelidik.

Takut-takut, Hanna mengangguk pelan, mewakilkan jawaban ‘iya’ yang tidak berani ia keluarkan langsung dari mulutnya.

Seperti terbakar emosi, Sungmin menghela nafas. menarik pergelangan tangan Hanna kasar, “Ikut aku sekarang juga!!” tukasnya tajam, menuntun Hanna mengikuti langkahnya.

*****

Tidak ada perbincangan berarti yang keluar dari mulut keduanya. Sejak sepuluh menit yang lalu mereka memilih untuk diam dan saling berkonsentrasi dengan fikiran masing-masing. Memilih ketenangan untuk berbicara, Sungmin ternyata mebawa Hanna ke cafetaria yang terletak tak jauh dari kampus mereka.

“Apa yang nuna lakukan dengannya tadi ?” Kata Sungmin pelan tanpa menatap gadis di hadapannya. Matanya lebih tertarik untuk menatap kepulan asap yang ada di atas kopi panas daripada menatap mata Hanna.

Gadis itu mendongak, menghela nafas sejenak sebelum akhirnya kalimat “Kami hanya mengerjakan tugas” keluar dari mulutnya.

“Hanya itu ?” Tanya Sungmin lagi dengan nada sengit tanpa menatap wajah Hanna.

Gadis itu menghela nafas lagi, ia menyingkirkan kopi panas di hadapannya kemudian menatap intens kearah Sungmin yang tidak mau melirik kearahnya sedikitpun. “Kau tidak percaya padaku ?” Katanya jengah.

“Bukan itu… Hanya saja….”

“Kau benar-benar tidak percaya padaku kan ?”

Hanna memotong perkataan Sungmin dengan kalimat selidik yang sedikit memaksa. Sungmin tidak menjawab, tapi matanya kini teralih menatap kedua bola mata Hanna. Memberikan aksen ‘kontak’ yang dapat di baca dengan mudah oleh Hanna. Laki-laki ini cemburu…

“Kau cemburu ?” tebaknya.

Sungmin memalingkan wajah, “Tidak..”

“Tapi aku tau dari tatapan matamu, kau cemburu…”

“Sudah ku katakan tidak !” Desisnya

Hanna menghela nafas, menyandarkan tubuhnya di atas bangku, matanya menatap Sungmin lirih. “Jiyong Hanya mantan pacarku Sungmin-ah… tidak seharusnya kau cemburu padanya…”

“Tapi aku ini kekasihmu, nuna ! dan aku punya hak untuk cemburu pada semua pria yang berani mendekati mu ! Termasuk Jiyong, MANTAN kekasihmu itu !” Katanya tajam dengan penekanan khusus pada kata ‘Mantan’.

Hanna diam. Memandang lelah tepat kearah dua bola mata Sungmin yang masih memancarkan kilat-kilat kecemburuan. Tidak hanya satu kali ini Sungmin bersikap ‘egois’ pada dirinya. Hal seperti ini sudah sering terjadi ketika Sungmin melihatnya bersama laki-laki lain.

“Aku lelah Sungmin-ah…” Lirih Hanna pelan. “Sekarang… Terserah kau saja…” Lanjutnya sebelum berlalu.

********

Sungmin P.O.V

“Aku lelah Sungmin-ah…”, “Sekarang… Terserah kau saja…”

Sungmin menutup buku bacaannya dengan kasar. Sial ! Bahkan sampai detik ini suara serta ekspressi wajah Hanna masih terbayang-bayang di fikirannya.

Laki-laki itu memijat pelipisnya. Kenapa semuanya menjadi serumit ini ?

Semenjak kejadian di caffe 2 hari yang lalu, Sungmin benar-benar tidak bertemu dengan Hanna. Jangankan bertemu, sms atau telephone-pun tidak. Hubungan ini menjadi ‘gantung’ begitu saja setelah kejadian itu.

Sungmin menggelengkan kepala pelan. Mengusap seluruh wajahnya dengan telapak tangan. Mencoba untuk menepis segala fikirannya tentang Hanna. Meskipun pada kenyataannya dia tidak akan pernah bisa menghapus jejak-jejak gadis itu dalam fikirannya.

“Hanna-ya… mianhae…” Bisiknya pada angin. Kepalanya mendongak. Menatap langit-langit kamar yang di hiasi tempelan-tempelan bintang yang menyala saat gelap. Ini bukan kamarnya, melainkan kamar Sungjin… adik kandungnya.

“Hyung !!”

Sungmin menoleh. Menatap kearah Sungjin dengan tatapan datar. Dia sedang tidak mood untuk berbicara akhir-akhir ini.

“Kau sedang ada masalah dengan Hanna nuna ?”

Sungmin mengangkat sebelah alisnya, mengisyaratkan kalimat ‘darimana kau tau ?’

Sungjin terkekeh. Tebakannya benar. “Sedari tadi aku terus memperhatikanmu melamun dengan wajah mellow, kemudian kau mengucapkan kalimat ‘Hanna-ya… mianhae…’ dengan penuh penyesalan. Aku fikir kau bertengkar dengannya, ternyata benar!” Kata Sungjin sambil mempraktekan ekspressi wajah Sungmin saat mengucapkan kalimat ‘Hanna-ya… Mianhae…’ dengan ekspressi wajah penuh kegalauan.

Sungmin tersenyum kecil melihat ekspressi Sungjin saat mempreaktekkan kalimat yang di ucapkan Sungmin. Namun beberapa detik kemudian, tatapannya berubah serius.

“Sungjin-ah, Apa kau fikir aku orang yang egois ?” Tanya Sungmin serius.

Sungjin hampir saja terbahak kalau tidak mengingat kondisi kakak kesayangannya yang sepertinya benar-benar galau saat ini. sejak kapan Lee Sungmin berubah menjadi seseorang yang benar-benar serius ? Hal itulah yang melintas di otaknya saat ini.

Sungjin berdehem. Berusaha untuk Menetralkan suaranya. “Kenapa kau bertanya seperti itu padaku, Hyung ?” tanyanya heran.

Sungmin menatapnya tajam. “Tidak usah banyak tanya. Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku, bocah !” Desisnya tajam.

Sungjin mencibir. Hyung Sialan ! Seenaknya saja memanggilku ‘bocah’ ! seandainya dia tidak sedang dalam keadaan mellow seperti ini, mungkin aku sudah mencekiknya dan memukul-mukul seluruh badannya hingga membiru.

“Ya, aku rasa kau memang egois Hyung !” Kata Sungjin tajam dan asal.

Sungmin menghela nafas. “Sudah ku duga !” Desisnya pasrah. Laki-laki itu beranjak dari duduknya kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur. Tepat di sebelah Sungjin. “Aku rasa.. Aku memang terlalu egois padanya. Tapi aku melakukan hal itu karena aku benar-benar mencintainya…”

“Sungjin-ah. Seandainya kau ada di posisiku, maka apa yang akan kau lakukan ?”

Sungjin mengerutkan kening mendengarkan ucapan Sungmin. Sejujurnya dia tidak tau benar permasalahan apa yang sedang menimpa hubungan Kakaknya dan Hanna. Yang dia tau mereka hanya bertengkar. Itu saja.

“Sebenarnnya, apa masalah yang sedang menimpa hubunganmu dengan Hanna nuna, Hyung ? Sedari tadi kau terus bercerita tapi tidak sedikitpun kau memberi tahu alasan kenapa kau mengatakan bahwa dirimu begitu egois padanya. Seandainya kau menceritakan semua yang terjadi, mungkin aku bisa membantumu mencari solusi..” Terangnya.

Sungmin menganggukkan kepala kecil. “Kau benar-benar ingin mendengar ceritaku ?” Tanyanya ragu.

Sungjin mengangguk mantap. “Sedetail-detailnya kalau perlu !” Ucapnya penuh keyakinan bak diplomatis.

Masih ragu, Sungmin menatap Sungjin sekali lagi. Dan dengan keyakinan penuh Sungjin mengangguk. Isyarat matanya seolah mengatakan ‘Kau bisa percaya padaku, Hyung!’

“Kau taukan jika aku ini orangnya sangat pencemburu ?” Tanya Sungmin.

Sungjin mengangguk.

“Sekarang bayangkan jika kau sedang ada di posisiku, menjadi diriku ! Apa yang akan kau lakukan jika melihat kekasihmu berduaan dengan mantan pacarnya, meskipun dia bilang bahwa mereka sekarang Hanyalah seorang teman…”

“Pastinya aku akan cemburu !”

“Berarti sikapku tidak salah kan ? Aku cemburu, itu wajar! Karena aku adalah kekasihnya..”

Sungjin mengangguk kecil. “Tapi kau juga tidak boleh terlalu cemburu padanya, Hyung ! Apalagi sampai melarangnya berteman dengan teman laki-lakinya. Kau boleh cemburu, tapi jangan seperti itu” Terang Sungjin. “Lalu, Hanna nuna berkata apa padamu ?”

“Dia hanya berkata  ‘Aku lelah Sungmin-ah… Sekarang… Terserah kau saja…’ setelah itu dia pergi begitu saja”

“Dan kau tidak mengejarnya ?”

Sungmin menggeleng.

“Bodoh sekali kau, Hyuuunggg!!!” Kata Sungjin Frustasi. Sementara sungmin menghadiahinya dengan tatapan bingung.

“Umurmu boleh tua dariku, tapi untuk urusan percintaan… Kau jauh di bawahku !”

Sungmin melotot. “Ya! Bisa-bisanya kau berbicara seperti itu padaku !!” Desisnya, menatap Sungjin tajam.

“Hanna nuna itu lelah dengan mu, Hyung…. Dia lelah dengan sikap mu yang selalu cemburu padanya ! Kau seharusnya meminta maaf padanya, bukannya malah mempertahankan ego untuk tetap diam dan membiarkan hubungan kalian ‘gantung’ sampai sejauh ini..”

“Tapi kau sendiri tau kan kalau aku ini orangnya sangat pencemburu dan juga… egois ?”

“Tapi kau benar-benar mencintainya kan, Hyung ?”

Sungmin mengangguk. “Tentu saja!”

“Kalau begitu, kalahkan ego mu dan perbaikilah hubungan kalian.”

Kalahkan ego dan memperbaiki hubungan ?

Sungmin masih terus memikirkan kalimat terakhir yang di ucapkan Sungjin sebelum bocah itu berlalu meninggalkannya sendiri. Saat ini ia masih berada di kamar Sungjin sambil meratapi hubungannya dengan Hanna yang tidak tau bagaimana akhirnya.

Mungkin Sungjin benar, dalam Hal percintaan Sungmin bahkan kalah jauh dari adiknya itu. Sungjin lebih mengerti apa yang di inginkan wanita, tidak sepertinya yang selalu berusaha mempertahankan ego demi menjaga ke-gengsian-nya.

***********

Suara televisi yang di biarkan menyala tanpa ada niat untuk menontonnya menjadi satu-satunya pengisi suara di ruangan kecil ini. beberapa pasang baju dan kantong snack kosong turut bertebaran di atas lantai kamar.

Jenuh, bosan dan lelah. Suasana hati yang sangat buruk di alaminya selama 2 hari berturut-turut. Menunggu kepastian akhir dari hubungan yang telah ‘menggantung’ tanpa kejelasan.

HUFTT!!!

Bangkit dari tempat tidurnya. Dengan kesal Hanna menendang pintu lemari hingga memunculkan bunyi ‘BRAK’ yang cukup keras. Saat ini ia benar-benar membutuhkan sesuatu yang bisa di pukul atau di tendang untuk melampiaskan sejuta emosi yang menggerogoti hatinya. Dia jenuh. Lelah. Haruskah hubungan yang sudah hampir 2 tahun mereka pertahankan berakhir dengan ketidak pastian Seperti ini ?

Drtt..Drrtt..Drtt…

Tanpa menoleh dan hanya dengan lirikan mata hana mendapati ponselnya bergetar. Satu pesan masuk, Lee Sungmin.

Panjang umur kau Sungmin-ah, ucapnya dalam hati.

Noona, bisakah kita bertemu ? aku ingin berbicara. Temui aku di Handel and Gretel sekarang juga.

See? Seperti orang tidak bersalah dia mengirimkan pesan singkat tanpa kalimat basa-basi terlebih dahulu. Apa dia masih marah ? Kepadaku ? Haha! Ini Lucu.

Haruskah aku membalas pesannya ? Ah, aku bahkan terlalu malas hanya untuk mengetikkan kalimat “YA” untuknya

********

Selesai mandi, berbenah dan merapikan diri. Hanna langsung pergi ke tempat yang akan di tuju, handel and gretel. Tidak butuh waktu lama bagi gadis itu untuk sampai ke sini –mengingat jarak apartemennya dan Restoran milik Yesung hanya berkisar 300Meter- Hanya dalam waktu kurang dari 10 menit gadis itu sudah tiba di depan pintu restoran.

Dimana dia ? Tanya Hanna dalam hati.

Ia melepas kaca yang membingkai matanya kemudian mengedarkan penglihatannya untuk mencari sosok Sungmin. Sedikit sulit menemukan sosok namja itu karena suasana Handel and greetel yang sangat ramai hari ini.

“Sudah Lama ?”

Hanna menoleh kearah kiri dan mendapati Sungmin berdiri di sampingnya. Ternyata laki-laki ini baru datang. Satu catatan penting yang telah di lupakan Hanna, Sungmin memang selalu terlambat.

Tanpa basa-basi Sungmin langsung menarik tangan Hanna masuk dan duduk di meja yang memang sudah ia pesan sebelumnya. Tidak ingin mencari ribut dan mempermalukan diri di tempat seramai ini, Hanna hanya menurut dan pasrah mengikuti Langkah Sungmin yang menggandeng tangannya.

“Noona, Bogoshippo~”

HAH??!!!

Hanna tercengang. Antara kaget dan tidak percaya. Apa dia bilang ? Bogoshippo ? Setelah 2 hari tidak ada kabar dan sekarang berani-beraninya dia bilang merindukanku ? Tidak waras.

“Kau sakit ?” Hanna bertanya dengan nada bingung. Tangan kanannya di tempelkan pada kening Sungmin untuk memastikan. “Atau kau sedang mengalami gangguan jiwa ?” Lanjutnya Lagi.

Sungmin tertawa kecil. Dengan semangatnya dia menggeleng. “Aku baik-baik saja Noona….. dan sekarang aku benar-benar merindukanmu” jawabnya gemas sambil menyentil Hidung Hanna.

Hanna mendengus. “Setelah dua hari tidak ada kabar, sekarang berani-beraninya kau bilang merindukanku ? Benar-benar tidak waras!!” Katanya Tajam sambil melipat kedua tangan di depan dada.

Sungmin tersenyum keil. Menyeruput seangkir coffe yang tadi di pesannya. “Kau masih marah padaku ?” Pertanyaan tanpa dosa yang di lontarkannya dan sukses mendapat sambutan lirikan tajam dari Hanna.

“Masalah yang kemaren…… aku minta maaf. Aku tau aku terlalu egois. Tapi asal kau tau aku seperti itu karena aku benar-benar mencintaimu, Noona. Aku hanya takut kalau…….”

“Kalau Aku balik dengan Jiyong kemudian memutuskanmu ? Begitu ?” Potong Hanna cepat. Ia sudah bisa menebak kalimat yang akan di ucapkan sungin.

Dengan cengiran kecil dan wajah polos tanpa dosa, Sungmin mengangguk.

“Aigoo!! Lee Sungmin. Aku tidak akan sebodoh itu!!” Kata Hanna Frustasi. Memiliki kekasih yang lebih muda 2 tahun darinya membuatnya harus benar-benar bersabar. Apalagi ketika pola fikir Sungmin kembali seperti anak SMP labil. Membutuhkan segudang kesabaran exstra untuk menghadapinya.

“Maka dari itu aku benar-benar ingin meminta maaf padamu Noona. Maaf atas sifat-sifatku yang masih seperti anak kecil. aku menang tidak pernah berfikir panjang dan pencemburu. Tapi aku benar-benar mencintaimu Noona. Peraya padaku. Aku minta maaf.” Kata Sungmin tulus.

Hanna menatap wajah laki-laki itu lekat. Lebih dalam kearah kedua bola matanya. laki-laki itu jujur dan tulus. Dia tau itu. Tapi kekesalan di hatinya masih belum bisa ia redam hanya dengan sebuah perkataan ‘Maaf’

“Entahlah….” Hanna mengangkat kedua bahu. “Aku belum bisa memastikan apa aku benar-benar sudah memaafkanmu atau tidak” Lanjutnya lagi.

Kalimatnya yang begitu menyakitkan bagi Sungmin membuat senyum di wajah cerah laki-laki itu memudar. Ia memandang wajah Hanna dengan penuh penyesalan.

Melihat wajah Sungmin yang redup tak bersemangat seperti itu, membuat Hanna seara tidak langsung menaruh rasa iba untuknya. Apakah perkataannya tadi terlalu kejam? Tapi ia benar-benar belum bisa memaafkan Sungmin sekarang. Tidak mudah memaafkan seseorang yang sudah membuatmu kesal, Benar kan ?

“Aku tidak butuh permintaan maaf mu untuk sekarang. Lakukanlah hal besar agar aku benar-benar bisa memaafkanmu. Bernyanyilah satu lagu untukku. Jika semua orang menikmati suaramu, aku akan memaafkanmu” Kata Hanna akhirnya. Ia memang masih kesal pada Sungmin. Tapi ia tidak pernah tega untuk menyakiti laki-laki itu.

Dengan semangat 45 Sungmin mengangguk. “Akan ku lakukan untukmu Noona…”

Dan Sungmin benar-benar melakukannya!!

Usai berbicara dengan band pengiring yang selalu standby di atas panggung, Sungming mengambil sebuah Mic dan Gitar accoustic. Ia duduk di sebuah bangku tinggi sambil memangku gitarnya. Mic-nya ia taruh di tempat penyangga. Dengan keadaan lampu redup dan hanya ada sebuah lampu focus terang yang mengarah kearahnya, Sungmin terlihat begitu tampan dan berkharisma di atas sana.

Sungmin mengetes suara gitarnya dengan nada asal yang lembut. Membuat semua fokus orang-orang yang ada di restoran tertuju kepadanya.

“Cinta adalah sesuatu yang perlu di perjuangkan, benar ? Dan saya berdiri di sini untuk memperjuangkan cinta saya kepada seorang wanita yang sedang duduk di Meja nomor 5 sana. Untuk Choi Hanna, Aku mencintaimu. Maafkan aku……”

Kalimat romantis yang di lontarkan Sungmin mendapat tepuk tangan meriah serta sorak-sorakan dari pengunjung resoran. Tidak hanya Sungmin, Hanna pun juga ikut menerima sorakan meriah dari pengunjung Restoran.

Petikan gitar mulai terdengar. Hanna sedikit terpana. Tatapan Sungmin yang terus mengarah kepadanya membuatnya salah tingkah. Kesalahan besar karena ia menyuruh Sungmin bernyanyi untuknya, membuat ia dan Sungmin menjadi pusat perhatian semua orang.

You know I Can’t Smile Without You
I Can’t Smile Without You
I can’t laugh and I can’t sing
I’m findin’ it hard to do anything.
You see, I feel sad when you’re sad
I feel glad when you’re glad
If You only knew what I’m go ing through
I just Can’t Smile Without You.
You came along just like a song and brightened my day,
Who idve believe that you were part of a dream
Now it all seems light years away.
And now you know I Can’t Smile WIthout You
I Can’t Smile Without You
I can’t laugh and I can’t sing
I’m finding it hard to do anything.
You see, I feel sad when you’re sad
I feel glad when you’re glad
If you only knew what I”m going through
I just can’t smile.
Now some people say happiness takes so very long to find.
Well I’m finding it hard leaving your love behind me.
And you see,
I Can’t Smile Without You,
I Can’t Smile Without You,
I can’t laugh and I can’t sing,
I’m findin’ it hard to do anything.
Y ou see, I feel sad when you’re sad,
I feel glad when you’re glad,
If You only knew what I’m going through,
I just Can’t Smile Without You

(Baary Manilow – I Can’t Smile Without You)

Petikan gitar terakhir. Semua orang kembali berdiri memberikan tepuktangan meriah sebagai hadiah dari pertunjukan kecil Sungmin yang sangat mengagumkan. Tapi Sungmin sama sekali tidak membutuhkan semua itu. Dia hanya membutuhkan Hanna, Membutuhkan maaf dari gadis yang sangat di cintainya itu.

“Ya!! Nyonya Lee. Kau terpesona padaku ya ? Lihat! Ekspressi wajahmu itu sangat jelek sekarang !! Hahaha” Sungmin berbiara melalui Mic. Dan lagi-lagi kalimatnya itu berhasil mengundang perhatian semua orang untuk melihat kearahnya dan Hanna.

Hanna tertawa keil. Malu dan juga senang. Melihat kekasihnya berdiri di atas panggung, bernyanyi untuknya!! Ah, Sungmin bahkan terlihat sangat dewasa dan tampan hari ini.

“AKU MENCINTAIMU CHOI HANNA!! MIANHAE!! JEONGMAL SARANGHAE!!” Teriak Sungmin dari atas panggung.

Hanna tersipu malu. Haruskah ia menjawab perkataan Sungmin ?

“NADO SARANGHAE SUNGMIN-AH!! AKU MEMAAFKANMU!!”

Dan untuk kesekian kalinya, lagi-lagi mereka menjadi pusat perhatian.

*THE END*

Jreng~ Jreng~ Jreng~ *metik gitar bareng Sungmin*

Ending Failed. Saya frustasi. Akhir-akhir ini suka enggak dapat ide dan akhirnya yah begini. Endingnya sangat maksa -_____-v

Udahlah saya tidak mau  banyak bicara. Terimakasih sudah baca ‘Love Is…..’ seri sebelum-sebelumnya.

Komen dan Like-nya di tunggu ya. Jangan jadi Silent rider’s, oke ? J

Advertisements

6 responses to “Love Is….. Lee Sungmin!!

  1. Bagussss! Keren chingu.. yah walaupun endingnya emang rada gaje tpi feelnya ttep dapet. Manjanya juga sungmin bgt,,
    Ditunggu seri yg lainnya ya chingu,, jangan lama2 “love is .. Cho kyuhyun”nya hehehehe

  2. diatas panggung dia manggil hanna ‘NYONYA LEE’ ??! minta diciuuuuummm ~ ~ :*
    wk~ nice one laa thor, ditunggu love is kim ryeowook ya *pesen
    wk~ annyeong!

  3. pertama pas baca , ya sungmininie kenapa sama noona noona xD , but when I read until the end, haha keren thor terlihat kalo sungmin bener2 seperti itu :p , lanjutkan yaa !!! daebak 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s