[Freelance] [Oneshoot] [PG 16] Dreamer Paper Story

[Oneshoot] [PG 16] Dreamer Paper Story
Author: midnightdisco
Main Cast: Choi Sooyoung, ….. ?
Cast: SMfamily, others
Genre: Romance, Friendship
Length: ONESHOOT
Rating: PG 16

Disclaimer:
This FF is pure from my mind, kalau ada kesamaan tokoh harap maklum readers saya sebagai author gak tau 😦 oya saya baru pertama kali mengirim ff disini, jadi mohon bantuannya ya 🙂
… Mianhae readers kalau ada typo-_-
RCL yaaah 😀
Peace up :),
Author

Masihkah ragu menutup mata hatimu?
Mestinya kau tahu, awal yang kita jejak,
Semua mungkin terasa hanya menjadi sekelbat mimpi saja.
Tapi kita tak pernah tahu,
Kalau rasa itu tiba-tiba sudah ada didepan mata.
Dan tahu-tahu…
Semua berubah menjadi begitu nyata…

Apartement keluarga Choi, New York.
“Sooyoung… Bangun! Kau tahu ini pukul berapa?” Siwon membuka tirai jendela kamar adiknya. Sinar matahari langsung menyeruak masuk, membuat Sooyoung semakin membenamkan kepalanya kedalam selimut. Aroma lavender dari selimut itu seketika menyerbu hidung Sooyoung.
“Sooyoung!” Suara itu mendengung lagi ditelinga Sooyoung. Siwon memang gigih jika harus membangunkan Sooyoung.
Siwon mendekat, naik ke tepi tempat tidur milik Sooyoung. (lihat gambar)

“Sooyoung bangun!” Siwon mencubit pipi Sooyoung tanpa ampun. Setelah itu, ia menggelitik leher jenjang Sooyoung hingga yeoja itu berteriak minta ampun dengan mata terbuka lebar.
“Finally, bangun juga” Siwon memencet hidung Sooyoung seraya menyingkirkan selimut dari tubuh Sooyoung.
Sooyoung nyaris mendengus kesal. Jangan kira Sooyoung akan berbaik hati mentang-mentang kakaknya itu anggota Super Junior. Ya, Siwon adalah salah satu anggota Super Junior. Tapi sekarang Siwon sedang cuti selama 5 bulan untuk keperluan film barunya. Kebetulan pembuatan film barunya itu di New York, jadi Siwon bisa sekalian berkumpul dengan keluarga.
Kakaknya membangunkan di saat yang tidak tepat, membuat mimpi indahnya tiba-tiba hilang begitu saja bagaikan kapas yang terbawa angin kencang.
Ini yang ke-3 kalinya Sooyoung bermimpi hal yang sama seperti sebelum-sebelumnya. Di mimpinya, ia sedang berdansa dengan seorang namja tampan. Ia berdansa dengan namja itu ditengah banyak orang, seperti sebuah pesta. Namja itu tegap, rambutnya berawarna hitam, matanya sangat indah, dan senyumannya sangat menawan. Namja itu perfect dengan kemeja hitam dilapisi jas berwarna senada dengan celana kain dan sepatu nya. Bodohnya, Sooyoung lupa menanyakan nama namja yang telah menarik hati nya itu. Lagipula, Sooyoung hanya mengingat samar-samar wajah namja dimimpinya itu.
Namun semua hanya mimpi. Bukan kenyataan. Sooyoung hanya bisa menyimpan cerita mimpinya itu didalam lubuk hatinya yang terdalam.
Sooyoung tercenung beberapa saat ditempat tidurnya, mengumpulkan segenap nyawa untuk beralih dari tempat empuk itu. Dia tak berhenti merutuki kakaknya, Siwon, yang telah membangunkannya secara paksa.
“Cepat mandi!” perintah Siwon tegas.
“Ne…., oke, oppa.” jawab Sooyoung lesu.
Yeoja itu menguap lebar seraya mengacak-acak rambut hitamnya, lalu berjalan gontai menuju kamar mandi. Matanya masih setengah terpejam.
“Oya Sooyoung,semua berkas untuk kuliahmu di Seoul University Of Art sudah Papa letakkan di meja belajarmu. Tiket dan lainnya juga diletakkan disana. Papa dan Mama sudah berangkat ke Amerika tadi subuh.” ujar Siwon menjelaskan.
“Mwo?” Sooyoung mendelik tak percaya.
Juliette! yeonghoneul bachilkkeyo
Juliette! jebal nal bada jwoyo
Juliette! dalkomhi jom deo dalkomhage
soksagyeo naui serenade
Tiba-tiba ponsel iPhone Sooyoung berbunyi. Ada sebuah telepon masuk.
“Yoobseo pa?”
“Papa sudah mengurus semua berkas untuk kuliahmu di Seoul. Papa rasa, Seoul University Of Art memang tempat yang cocok untuk mengembangkan bakatmu. Untuk tempat tinggal, Papa sudah menyiapkan apartemen dekat kampusmu. Nanti setiap bulan Papa akan mentransfer uang untuk keperluanmu disana.”
Sooyoung terdiam. “Pa, apakah aku bermimpi?” Sooyoung masih belum percaya.
“Anniyo sayang. Papa sudah tau, kau ingin mengambil jurusan seni musik kan?” ujar papa Sooyoung penuh pengertian.
“Gomawoyo Pa… Sooyoung memang ingin mengambil jurusan itu. Aku ingin meningkatkan kemampuanku dalam bermain piano.” Sooyoung tersenyum lebar.
“That’s good, hun. I know you will be a great pianist.” papa Sooyoung memberikan support hangat pada putri bungsunya.
“Once again gomawoyo Pa!” seru Sooyoung.
“Cheonma. Geurom, cepatlah siap-siap. Pesawatmu jam 9. Kopermu sudah di siapkan Bibi Ester. Nanti kalau sudah sampai di Incheon, ada sopir papa yang akan menjemputmu.” ujar papa Sooyoung lembut.
“Okay pa. Annyeong.” Sooyoung langsung mematikan iPhone nya dan meletakkannya kembali di meja belajarnya.
“Siwon oppa, get out! I wanna take a bath” Sooyoung menyuruh Siwon keluar dari kamar bernuansa ungunya.
“You dont need to tell me, Sooyoung.” Siwon langsung keluar dari kamar Sooyoung dan membanting kecil pintu kamar Sooyoung.
Sooyoung segera mandi. Setelah selesai mandi ia segera berganti pakaian. Dipilihnya dress bunga-bunga selutut dan ankle boots berwarna coklat. Ia langsung mengselempangkan tas berukuran sedang berwarna senada dengan ankle boots nya. Tidak lupa ia memakai syal dan charm bracelet yang dibelikan Mama nya sewaktu Mama nya pergi ke Paris.
Ia keluar dari kamarnya, tiba-tiba sudah ada koper pink berukuran besar miliknya terpampang. Ia segera menggeret koper itu dan meletakkannya disebelah meja makan.
“Bibi sudah menyiapkan sandwich untukmu. Makanlah” Bibi ester memberi Sooyoung sepiring sandwich yang segera dilahap oleh Sooyoung. Tidak memerlukan waktu lama, sandwich itu telah berpindah ke perut Sooyoung. Setelah selesai sarapan ia bangkit dan menggeret koper pink nya menuju pintu keluar rumah mewahnya.
“Siwon oppa apa kau sudah siap mengantar ku ke airport!” teriak Sooyoung.
“Wae?! Nee aku turun sekarang” Siwon muncul dari arah kamarnya dan segera menyusuri tangga rumah mereka.
“Kajja” Siwon mengambil koper Sooyoung dan menggeretnya menuju bagian belakang mobil. Ia menaruh koper Sooyoung didalam situ.
Sooyoung dan Siwon segera menaiki mobil sport papanya menuju John F. Kennedy Airport, New York.
“Pesawatnya jam berapa?” tanya Siwon
“Jam 9” jawab Sooyoung seraya mengutak-atik iPhone nya.
“Tiket, paspor, dan berkas kuliahmu sudah di tas mu kan? Nanti ketinggalan balik lagi” ujar Siwon dengan pandangan masih ke jalan raya.
“Ye” jawab Sooyoung singkat.
Seiring berjalannya waktu, mereka telah sampai di airport. Siwon dan Sooyoung segera turun mengambil koper Sooyoung yang terletak di bagian belakang mobil. Mereka berdua berjalan menyusuri airport. Siwon hanya mengantar Sooyoung sampai pintu masuk keberangkatan.
“Aku pergi oppa” Sooyoung tersenyum kearah Siwon.
“Ne hati-hati” Siwon memeluk Sooyoung sebentar.
“Bye” Sooyoung memasuki pintu masuk keberangkatan dan melakukan check in. Setelah check in, ia langsung menyambar Gate 5 yaitu ruang tunggu untuk semua orang yang pergi ke Seoul, sama seperti dirinya.
Ia menunggu disitu agak lama. Ia mengutak-atik iPhone di tangan kananya dan di tangan kirinya menggenggam agak kuat tiket dan paspor nya.
Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya dan duduk disebelahnya.
“Hello” ternyata seorang yeoja. Yeoja berambut panjang se pinggang dengan wajah yang ramah.
“Oh hey…” jawab Sooyoung.
“Why do you want to go Seoul?” yeoja itu terseyum kecil kearah Sooyoung.
“I’m study at Seoul University Of Art” dengan bangga Sooyoung menyebut tempat yang akan ia naungi bertahun-tahun.
“Oh same with me. What’s your name?” raut yeoja itu bersemangat.
“Sooyoung, Choi Sooyoung. You?” tanya Sooyoung balik.
“Yoona. Im Yoona.” Yoona tersenyum kearah Sooyoung.
Tak terasa, pesawat menuju Seoul telah boarding. Sooyoung segera memasukkan iPhone nya kedalam tas dan mengantri untuk diperiksa paspor dan tiketnya. Semua penumpang pesawat menuju Seoul harus berbaris mengantri di tempat pemeriksaan sebelum naik pesawat. Begitu padat, bergerak pelan seperti jajaran siput.
Sooyoung tertegun beberapa saat, perhatiannya tersita pada seorang yeoja cantik yang ikut mengantri didepannya. Yeoja itu terlihat familiar di mata Sooyoung.
“Sepertinya aku kenal yeoja ini. But who?” batin Sooyoung.
Tanpa sadar, kini giliran Sooyoung yang harus dicek tiket dan paspor nya.
“Paspor and ticket please” sapa petugas.
“Here it is” Sooyong memberikan paspor dan tiket nya untuk di cek petugas berseragam itu. Petugas itu segera meng-scan paspor dan tiket Sooyoung.
“Thankyou. Your seat is 17a.” kata si petugas akhirnya.
Ia segera memasukki pesawat. Tatapan hangat dan ramah menyambut langkah Sooyoung di dalam pesawat itu. Mereka tersenyum lebar serya mengucapkan “Welcome, hope you enjoy”.
Sooyoung mencari seat 17a. Setelah mendapatkan seat nya ia segera duduk.
Sooyoung menoleh ke tempat duduk di sebelahnya saat mengaitkan safety belt. Tempat duduk itu diduduki yeoja berwajah cantik dengan rambut coklat kekuningan panjang menyentuh punggung. Kulit putih seperti boneka, bermata indah dengan bola mata berwarna hitam. Yeoja itu yang tadi berbaris didepan Sooyoung saat pemeriksaan paspor dan tiket.
“Kau Jessica Jung?” tanya Sooyoung tak percaya. Matanya membulat, sepasang alisnya terangkat.
Gadis itu menoleh sebentar kearah Sooyoung. Dia menatap Sooyoung dengan tatapan dingin dan tidak bersahabat.
“Yes.” ujar Jessica singkat. Sorot matanya terlihat angkuh.
Respon Jessica membuat Sooyoung terdiam. Antusiasme nya bertemu dengan Jessica Jung, sang model andalan majalah Vogue, hanya ditanggapi dingin. Dia memang cantik, namun, cara yeoja itu berbicara dengan Sooyoung membuat Sooyoung muak.
Sooyoung berada di udara selama 10 jam hingga akhirnya pesawat yang ditumpanginya tiba di bandara Incheon, Seoul.
“Akhirnya..” Sooyoung melangkah menuju pemeriksaan paspor dan tiket. Terdengar suara seperti ketukan dilangkahnya karna hak ankle boots nya yang berukuran mini itu bertabrakan dengan lantai bandara Incheon.
“Paspor dan tiket?” Sooyoung langsung membuka resleting tas nya, menyerahkan paspor dan tiket nya. Petugas itu mengecek data paspor dan tiket Sooyoung.
“Gomawoyo, welcome to Seoul” petugas tu membungkuk 90 derajat. Sooyoung tersenyum.
Sooyoung langsung menyambar tempat pengambilan bagasi. Ia menunggu koper pink nya muncul.
“Sooyoung~” Yoona menegur Sooyoung yang sudah mendapatkan koper nya lebih dulu.
“Hey Yoona~ oya kau tinggal dimana di Seoul?” Sooyoung tersenyum kearah Yoona.
“Di Apartemen Seoul Real Estate. Didekat Seoul University Of Art, kampus kita hihi. Kamu?” Yoona mengangkat kedua alisnya.
“Wah samaa. Kau mau ikut denganku? Kita sama-sama pergi kesana!” ajak Sooyoung bersemangat. Tiba-tiba matanya menangkap sebuah koper pink yang tak lain adalah miliknya. Segera ia mengambil koper pink nya dan bersiap menyeretnya.
“Anniyo Sooyoung, oppa ku akan menjemputku.” tolak Yoona lembut.
“Geurom gwenchana Yoona. Kajja kita pergi bersama keluar. Menunggu jemputan.” Sooyoung dan Yoona langsung menyeret koper mereka masing-masing.
“Kita tunggu disini saja ya?” Sooyoung berhenti menyeret kopernya dan menunggu bersama Yoona di depan pintu kedatangan.
“Yoona” tiba-tiba ada suara namja dari belakang yang memanggil Yoona. Spontan Sooyoung dan Yoona berbalik.
“Sooyoung, kenalin ini oppa ku, Kyuhyun.” Yoona membuyarkan lamunan Sooyoung.
“Jae ireumeun Kyuhyun imnida.” Kyuhyun memperkenalkan dirinya. Tapi dengan nada yang datar.
“Sooyoung imnida.” Sooyoung membungkukan badannya.
Gempa kecil Sooyoung ditubuh Sooyoung terjadi. Dia mengatur nafas. Namja itu seperti petir yang menyambar didirinya. Sooyoung speechless, ia senang karena bisa bertemu dengan namja yang mengisi alam mimpinya.
Tiba-tiba ada seorang namja berumur sekitar 45 tahunan menghampiri Sooyoung. Namja itu memakai baju resmi yang biasa para sopir pakai.
“Sooyoung? Anaknya pak Choi?” tanya namja itu.
“Ne, ada apa ya?” Sooyoung heran. Siapa namja ini?
“Kenalkan aku sopir yang akan mengantarmu ke apartemen.”
“Ohh. Sebentar ya” Sooyoung beralih menatap mata Kyuhyun dan Yoona.
“Kyuhyun-ssi, Yoona, aku pulang dulu ya.” Sooyoung tersenyum keduanya. Lalu Sooyoung menatap Kyuhyun lembut.
“Nee. Bye bye!” Yoona tersenyum lebar seraya melambaikan tangannya.
Sooyoung langsung pergi menuju parkir mobil dituntun oleh sopir nya.
Sampailah mereka disebuah parkir khusus mobil mewah. Sopir itu langsung menaiki salah satu mobil mewah itu. Sopir itu menduduki bagian kemudi dan Sooyoung duduk di kursi belakang bersama koper pink nya.
“Ada perlu apa datang ke Korea? Cheoeoum osyeotsemnikka?(Pertama kali datang ya)?” tanya Sopir itu dengan mata yang masih serius mengendarai mobil mercedes benz milik ayah Sooyoung.
“Aku sekolah disini. Tidak pertama kali. 2 tahun lalu aku kesini untuk liburan.” jawab Sooyoung dengan earphone yang menggantung ditelinganya.
Tak terasa, warna hitam pekat sudah menggantung di langit-langit kota Seoul. Saatnya pesona permata-permata putih yang menemani warna hitam pekat itu hadir. Bulan yang menyinarinya mengkomplit suasana yang indah itu.
Sooyoung melihat ke samping kanannya. Ia mendapati gedung-gedung pencakar langit yang indah rupa nya dari jendela mobil. Ia menikmati indah malam hari kota Seoul seraya mendengarkan lagu Andante – Super Junior.
Tak terasa, mobil itu telah sampai ke tempat tujuan, yaitu di Apartemen Seoul Real Estate.
Sooyoung segera turun dan menggeret koper pink nya menuju lobby utama apartemen itu. Sopir tadi sudah menghilang entah kemana.
Tampak luar, apartemen itu bergedung klasik yang mewah. Tinggi dan besar nya seperti tak terhingga. Disebelah gedung apartemen terdapat danau untuk rekreasi.
Ia memasuki lobby utama hotel dengan percaya diri.
“I love Seoul.” gumamnya dalam hati.
“Omo aku lupa menanyakan nomor kamar ku berapa!” Sooyong segera menuju ke receptionist yang tak jauh dari tempat ia berdiri.
“May I help you miss?” tanya yeoja penjaga receptionist itu. Sekilas, Sooyoung melihat dari nametag nya, yeoja itu bernama “Lee Tae Young”
“Aku mengerti bahasa korea, kok” Sooyoung terseyum simpul.
“Oh begitu saya kira anda bule.” jawab yeoja itu. Sometimes, orang-orang suka tertipu oleh wajah dan postur Sooyoung. Wajah dan posturnya tidak layaknya gadis Korea lainnya. Sooyoung cantik dengan tinggi badan bak model dan juga kurus ideal. Wajahnya setengah mengikuti mama nya yang asli New York, dan setengah lagi mengikuti papa nya yang asli Korea. Tidak seperti kakaknya Siwon yang wajahya benar-benar mengikuti papa nya. Over all, dia profesional.
Selera fashion Sooyoung juga luar biasa, terlihat dari cara dia berpakaian. Eye catching, elegant dan fashionable. Tak perlu diragukan, ia sempat dinobatkan menjadi model merk terkenal seperti Kate Spade.
“Nomor kamar atas nama Choi Sooyoung berapa ya?” tanya Sooyoung.
“Mianhae, anda mempunyai hubungan apa ya dengan Sooyoung anaknya pak Choi ya?” penjaga receptionist itu seperti tampak mengintimidasi Sooyoung.
“Saya Sooyoung sendiri. Ini buktinya.” Sooyoung mengeluarkan paspor nya, yeoja petugas receptionist itu langsung mengecek biodata Sooyoung di paspor Sooyoung.
“Oh oke ini paspormu Sooyoung-ssi. Nomor kamarmu 1012, dilantai 10. Kamsahamnida.” penjaga receptionist itu mengembalikan paspor Sooyoung.
Sooyoung segera menaiki lift untuk ke lantai 10. Sesampainya di lantai 10, ia berjalan menyusuri lorong apartemen mewah itu.
“Nah ini dia kamar 1012.” Sooyoung segera menempelkan jempolnya di finger-print(Alat tempat sidik jari) di sebelah pintu kamar apartemennya, agar ia bisa masuk kedalamnya dan segera istirahat.
Apartemen biasa lainnya di Seoul hanya memakai sebuah kartu untuk kunci kamar. Kalau apartemen mewah yang Sooyoung tempati, mereka memakai sistem finger-print. Jadi hanya sidik jari Sooyoung yang bisa masuk dikamar Sooyoung, tak ada yang lain.
“Waah kamarnya bagus sekali. Thanks paa!” Sooyoung menghempaskan badannya di ranjang berukuran king size itu. Nuansa putih pun mendominan di apartemen Sooyoung yang baru.
Inilah liputan kamar Sooyoung di Apartemen barunya:

Tok Tok Tok!
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar apartemen Sooyoung, bergegas Sooyoung membukanya.
“Sia..” Belum selesai Sooyoung melanjutkan bicaranya, ia sudah kaget duluan terhadap namja yang didepannya.
“Lee… Lee… Lee Donghae… Su… Ju…?” Sooyoung membelakkan matanya. Dia tidak percaya namja didepannya ini bias nya di Super Junior, Lee Donghae
“Hahahha ne. Apa aku bisa meminjam hairdryer? Kyuhyun dan Eunhyuk membutuhkannya.” ujar Donghae santai.
“Oh ok akan kuambilkan didalam…. Hey tunggu dulu…. Kyu.. Kyuhyun?!” Sooyoung makin kaget Donghae menyebut nama Kyuhyun.
“Dia member baru di Super Junior.” Donghae tersenyum. Tiba-tiba Eunhyuk datang, entah darimana.
“Mana hairdryer nya ikan jelek?…. Eh ada cute yeoja…” Eunhyuk hampir saja memarahi Donghae.
“Hehehhe..” Sooyoung tersipu malu.
“Namamu siapa?” Eunhyuk perlahan mendekatkan tubuhnya ke Sooyoung. Sooyoung menjadi gagap tiba-tiba.
“Soo… Sooyoung. Choi Sooyoung…. Adik dari Choi Siwon..”
“Oh adiknya Siwonnie… Kayaknya aku harus baik ke dorm deh.” Eunhyuk memperlihatkan gummy smile nya.
“Dddd… Dorm?! Dorm kalian ada di apartemen ini? Dimana?!” Sooyoung tampaknya selalu histeris dengan segala yang berhubungan dengan Super Junior.
“Nee Sooyoung-ah, tepat didepan kamarmu ini.” sekarang giliran Donghae yang mengeluarkan senyuman andalannya.
“Kami balik ke dorm ya. Kau bisa langsung ke dorm kami, untuk mengantarkan hairdryer.” Eunhyuk langsung masuk ke dorm nya diikuti Donghae.
Sooyoung juga masuk kedalam kamar apartemennya. Iya langsung mengambil Hairdryer nya dan keluar dari kamarnya.
Tok Tok Tok. Sooyoung mengetuk pintu dorm suju.
Tiba-tiba pintu nya terbuka.
“Annyeonghaseyo.” Sooyoung mendapati Sungmin tersenyum. Jantung Sooyoung berkerja 3x lebih cepat dari biasanya.
“Silahkan masuk Sooyoung.” Sungmin mempersilahkan Sooyoung masuk.
“Kamsahamnida Sungmin-ssi…,” Sooyoung langsung duduk di sofa tengah dorm tersebut.
“Oh ini yang namanya Sooyoung….” Heechul langsug duduk disamping kanan Sooyoung.
“Sooyoung kau sedang apa di Seoul?” Donghae mengambil tempat disebelah kiri Sooyoung. Mimpi apa Sooyoung semalam.
“Aku kuliah di Seoul University Of Art oppa. Aku anak baru jurusan musik. Oya ini Donghae-ssi hairdryer nya.” Sooyoung tersenyum manis seraya memberikan hairdryer nya pada Donghae.
Donghae mengambil hairdryer itu dan meletakkannya di pangkuannya.
“Okee. Kau di Seoul University Of Art juga? Waah! Sama denganku dan anak-anak Suju lainnyaa dong, kami juga jurusan musik, tapi kami seniormu hahaha. Eh tapi tidak, Kyuhyun, Sungmin dan aku bukan senior mu. Kami sama sepertimu. Ohya kakakmu tidak sekampus dengan kita loh, dia kan kuliah di Universitas Inha. Kalau Heechul hyung dan Leeteuk hyung audah lulus.” Donghae menjelaskan dengan wajah excited.
“Waah aku sekampus dengan Suju!” wajah Sooyoung terlihat seperti —-> 😀
“Oh ya, kau suka siapa diantara kami?” tanya Heechul.
“Mmm…. Dd… Donghae-ssi..” jawab Sooyoung malu-malu. Spontan Donghae yang tadinya melihat kearah Ryeowook yang sedang memasak, langsung menolehkan kepalanya kearah Sooyoung.
“Mwo?!” teriak Donghae dengan wajah excited. “Kau berarti fishy favoritku kekeke.” Donghae mencubit pipi Sooyoung.
“Apasih Donghae hyung ribut seka…” Kyuhyun yang baru keluar dari kamarnya langsung kaget dengan keberadaan Sooyoung.
“Kau teman Yoona bukan?” Kyuhyun menatap Sooyoung datar.
“Ne Kyuhyun-ssi, benar.” Sooyoung tersenyum kecil.
“AYO MAKAN MALAM~” teriak Ryeowook dari ruang makan.
“Ayo makan!” Sooyoung sangat semangat kalau berhubungan dengan yang namanya makanan.
Di ruang makan Dorm SJ….
“SELAMAT MAAKAAAAAN!” Shindong langsung melahap bulgogi yang ada didepannya.
Sooyoung hanya tertawa melihat tingkah Shindong dan lanjut mencicipi ayam goreng buatan Ryeowook.
“Bagaimana Sooyoung-ssi masakanku?” Ryeowook ingin meminta pendapat Sooyoung soal masakannya.
“Enak!” Sooyoung mengangkat dua jempolnya kearah Ryeowook.
Setelah selesai makan, Sooyoung melihat kearah jam tangannya.
“Mwo?! Sudah jam setengah 11? Aku harus balik kekamar dan tidur, bisa-bisa aku terlambat kuliah deh!” Sooyoung bergegas membuka pintu dorm Suju. Tiba-tiba Donghae manahannya.
“Mau kemana?” Donghae tersenyum lembut.
“Aku ingin kembali ke kamar, aku ingin cepat-cepat tidur karena besok aku sudah start kuliah jam 8. Aku sebagai anak baru tak enak datang terlambat Donghae-ssi.” Sooyoung menjelaskan.
“Ne… Goodnight.” Donghae mengecup kening Sooyoung cepat.
Sooyoung terdiam. Perasaannya bercampur kaget dan senang. Jantung Sooyoung seakan ingin keluar dari tempat asalnya. Sooyoung seperti bermimpi.
‘Youngie ingat! Cintamu hanya untuk Kyuhyun!’ seru Sooyoung dalam hati. Cepat-cepat ia membalas perkataan Donghae.
“Goodnight too..” Sooyoung membuka pintu dorm Suju dengan tergesa-gesa dan beranjak pergi kekamarnya.
Setelah sampai dikamarnya ia segera cuci muka, mengganti pakainnya dengan piyama, dan langsung tidur nyenyak. _______________________________________________________

“Hoaaammmm.” Sooyoung menguap lebar. Ia melihat jam wekernya, jam weker itu menunjukan jam 7:05. Berarti Sooyoung bangun tepat waktu.
Ia segera bangkit dari tempat tidurnya dan beranjak mandi.
Setelah selesai mandi, ia segera berganti pakaian.
Penampilan Sooyoung hari ini adalah atasan t-shirt bergambar zebra, dengan skinny jeans,tas selempang berwarna hitam dan juga dengan ankle boots coklatnya yang kemaren ia pakai. Rambutnya iya ikat sembarang. Dia juga tak lupa dengan jaket nya karena Seoul sedang dalam keadaan cukup dingin. (lihat gambar) (di FF ini Sooyoung gk bawa iPad dan gk memakai kacamata) :

Setelah berpakaian, Sooyoung menyambar ruang makan. Ia membelakkan mata.Tidak ada satupun makanan disana.
“Oh god aku baru ingat kalau kemarin belum membeli sesuatu untuk dimakan pagi ini!” Sooyoung menjitak kepalanya sendiri berkali-kali.
Ia memutuskan langsung pergi dari apartemennya dan segera kekampusnya.
Perjalanan ke kampusnya ia tempuh dengan hanya berjalan kaki. Karena perjalanan dari apartemen nya ke kampus nya hanya 2 menit.
Sesampainya digerbang Seoul University Of Art, ia berdecak kagum dengan arsitektur gedung kampusnya yang sangat fantastik.
“You think about this fantastic building, right?” tiba-tiba ada seorang yeoja bule yang mendekat ke Sooyoung. Yeoja itu memakai kemeja berbahan tipis berwarna pink, dengan sebuah legging yang membentuk kaki jenjangnya, heels berwana coklat dan juga tas selempang yang berwarna senada dengan heels nya. Rambutnya iya ikat dengan unik, membuat Sooyoung berpikir bhwa betapa fashionable nya yeoja bule ini. (lihat gambar)

“Yes. Umm, by the way, where do you come from?” tanya Sooyoung.
“London. How about you? You have a great english!” yeoja itu tersenyum lebar.
“New York. Thank youuu!” Sooyoung membalas senyuman yeoja itu dengan lebih lebar.
“What’s your name?” yeoja itu ingin tahu nama Sooyoung.
“Sooyoung. Choi Sooyoung. And you?” Sooyoung memperkenalkan diri.
“Kayla. Kayla Derrayna. Nice to meet you!” Kayla membungkukkan badannya.
“Can you speak Korean?” tanya Sooyoung.
“Yeaah.” jawab Kayla.
“Bagus! Oya, kamu murid baru juga ya?” Sooyoung terlihat sangat excited.
Kayla menganggukan kepalanya. “Nee, aku jurusan seni teater. Kamu?”
“Aku musik. Oya Kay, apa kau tau kafetaria disini dimana? Perutku lapaaar.” Sooyoung memanyunkan bibirnya.
“Ne, aku tau. Tadi aku sempat berkeliling-keliling.” Kayla diam sebentar melihat sekelilingnya lalu kembali melanjutkan bicaranya.”Kajja kita ke kafetaria, aku juga lapar sama sepertimu!” Kayla langsung menarik tangan Sooyoung.
Sesampainya di kafetaria, Sooyoung dan Kayla langsung duduk.
“Mau pesen apa?” seorang ahjumma menghampiri mereka lalu memberi mereka buku menu.
“Kay, muoseul meokgo sipheoyo?(Kay, mau makan apa?)” tanya Sooyoung pada Kayla.
“Geulsseyo(gimana ya)… sandwich saja dam minumnya jus tomat.” Sooyoung tersenyum lebar.
“Okay aku juga sandwich dan minumanku juga jus tomat.” kebetulan selera Kayla dan Sooyoung sama.
“Ahjumma, kami pesan 2 sandwich dan 2 jus tomat” ujar Sooyoung pada ahjumma itu.
“Oh algesseoyo. Ada tambahan lain?” tanya ahjumma itu seraya tersenyum kearah Sooyoung dan Kayla.
“Aniyo” jawab Kayla singkat.
“Ne, kamsahamnida. Jamsiman gidarisipsio(pesanan bisa ditunggu)” ujar ahjumma itu dan langsung berlalu ke pantry kafetaria.
Sooyoung melihat sekitarnya. Ia melihat cukup banyak yang sarapan di kafetaria ini. Tiba-tiba ia merasa ingin ke toilet.
“Kayla, tunggu sebentar ya, aku ingin ke toilet.” Sooyoung beranjak dari kursinya dan langsung pergi ke toilet.
Saat dia menuju ke toilet, tiba-tiba ada seorang namja yang menabrak Sooyoung. Seketika itu, ponsel iPhone yang dipegang namja itu terjatuh.
Sooyoung segera mengambil iPhone namja itu dan meminta maaf “Mianhae…. Aku tidak melihatmu.”
“Ah gwenchana, aku yang salah. Namamu siapa?” tanya namja itu.
“Sooyoung. Kau?” Sooyoung tersenyum lembut.
“Ah gwenchana, aku yang salah. Namamu siapa?” namja itu tersenyum manis.
Sooyoung seperti pernah melihat namja ini. Tapi dimana ya?
“Em… Choi Sooyoung. Kamu bisa manggil aku Sooyoung. Kamu?” Sooyoung tersenyum lembut.
“Shim Changmin. Kau bisa memanggilku Changmin.” namja itu memperkenalkan diri.
Sooyoung baru menyadari. Namja ini Changmin personil TVXQ.
“Chang… Changmin… Changmin TVXQ?!”
“Hahaha iya ne.” Changmin tertawa. Bagi Sooyoung… Tawa yang keluar dari bibir Changmin itu sangat tampan.
“Aku suka lagu kalian yang Mirotic! :D” Sooyoung sangat-sangat-sangat excited. Alasannya ya tak lain adalah…. Ia satu kampus dengan Changmin TVXQ!
“Gomawoo Sooyoung!” Changmin membungkukan sedikit badannya.
“Nee~ oyaa Changmn-ssi, kamu jurusan apa?” tanya Sooyoung.
“Jurusan musik. Kamu?” Changmin terlihat antusias.
“Sama denganmu. Aku murid baru disini.” jawab Sooyoung.
“Aku juga murid baru disini.” Changmin terseyum hangat pada Sooyoung.
Tiba-tiba Yoona(yang entah datang darimana) langsung menarik tangan Sooyoung. Sooyoung langsung melepaskannya dengan kasar.
“Ada apa sih?” Sooyoung menatap kesal Yoona.
“Kau kemana saja! Kelas musik sudah mau dimulai!”
“Oh, kelas musik sudah dimulai ya?” Changmin diam sebentar, lalu melanjutkan bicaranya. “Geurom. Dimana ya kelasnya?” tanyanya.
“Disana, di ujung lorong sebelah kiri.” Yoona menjelaskan.
“Baiklah, kajja kita ke kelas.” Changmin pergi ke kelas diiringi oleh Sooyoung dan Yoona.
“Annyeongaseo..” Changmin memasuki kelas. Yeoja-yeoja yang tadinya tadinya sibuk dengan diri mereka sendiri, tiba-tiba menjadi riuh. Yang tak lain adalah karena kehadiran Changmin.
Sooyoung melihat sekelilingnya. Matanya tiba-tiba menangkap empat namja familiar yang sedang bercakap-cakap. “Ternyata SHINee dan Yunho TVXQ sekelas denganku ya… Dan eh si sok cool Jessica sekelas denganku juga.” batin Sooyoung dalam hati.
Changmin segera duduk dikursi bagian belakang, disebelah rekan TVXQ nya, Yunho. Sooyoung duduk disebelah seorang yeoja yang berwajah familiar. Sedangkan Yoona, ia duduk disebelah Jonghyun.
“Annyeongaseo..” sapa Sooyoung pada yeoja disebelahnya.
“Annyeong, ireumi mwoyeyo(siapa namamu)?”yeoja itu tersenyum manis.
“Sooyoung imnida, kamu?” tanya Sooyoung balik.
“Seohyun imnida. Mannaseo bangapseummnida.” Seohyun tersenyum hangat.
“Nado. By the way, i love your style today Seohyun-ah.” Sooyoung melihat outfit Seohyun dari atas sampai bawah.

“Gomawo, Sooyoung-ah! Ternyata percobaanku berhasil hehehe” Seohyun tersenyum lebar.
“Cheonma.” Sooyoung tersenyum memperlihatkan deretan gigi nya.
Tiba-tiba seorang songsaenim masuk.
“Selamat pagi, new students!” sapa songsaenim itu.
“Pagi songsaenim….” jawab semua murid didalam kelas musik.
“Namaku Lee Soo Man. Aku guru musik dikelas ini sekaligus pemilik SM ENTERTAIMENT.” Terdengar tekanan pada kata ‘SM Entertaiment’.
“Waaaa…” murid-murid berdecak kagum. Semua yeoja menjadi lebih riuh saat seorang namja masuk dengan terburu-buru.
“Mianhae songsaenim aku terlambat!” namja itu membungkukan badannya berkali-kali.
“Gwenchana Kyuhyun.” ujar Soo Man songsaenim singkat.
“Soo Man ahjussi akan menjadi guru kami?” dari raut muka Kyuhyun terlihat excited.
“Ne Kyuhyun-ah, disini jangan panghil aku dengan sebutan ahjussi. Panggil aku songsaenim.” ujar Soo Man songsaenim dengan ekspresi muka datar.
“Arraseo Soo Man songsaenim.” Kyuhyun membungkukan badannya dan langsung duduk disebelah Sungmin.
“Baiklah kita lanjutkan. Di hari pertama ini, saya ingin kalian membuat sebuah kelompok. Didalam satu kelompok, saya memberi kalian kebebasan.Tapi untuk para yeoja, daripada ribut-ribut, saya sendiri yang akan memilih anggotanya.” ujar Soo Man songsaenim menjelaskan. Anggota-anggota SHINee dan TVXQ yang ada dikelas langsung merapat. Kyuhyun yang hanya sendirian, terpaksa masuk TVXQ.
Namja-namja lain yang ada dikelas juga sudah membuat kelompok semua. Tinggal para yeoja-yeoja yang siap di bentuk oleh Soo Man songsaenim.
“Berhubung yeoja yang ada dikelas ini 14 yeoja…. Hmm saya buka absen dahulu.” Soo Man songsaenim membuka daftar absen. Jantung Sooyoung berdetak cepat.
“Krystal Jung, Choi Sulli, Luna, dan Victoria Song satu kelompok.” Soo Man songsaenim diam sebentar. “Lee Sunkyu, Im Yoona, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kim Hyoyeon, Seo Joo Hyun, Kim Taeyeon, Jessic Jung dan Choi Sooyoung. Satu kelompok”
“Aishhh aku sekelompok dengan Jessica Jung itu lagi!” seru Sooyoung dalam hati.
“Geurom, diskusikan dulu bagaimana konsep grup kalian. Grup kalian adalah konsep boyband atau girlband, jadi kalian harus menyanyi dan menari. Saya ingin ngopi dulu kafetaria hingga istirahat.” Soo Man songsaenim langsung keluar dan murid-murid namja juga ikut keluar. Hanya tinggal murid yeoja.
Sooyoung dan Seohyun menghela nafas. Tiba-tiba Yuri, Taeyeon, Sunny, dan Tiffany mendatangi meja tempat Sooyoung dan Seohyun duduk.
“Annyeongaseo?” Taeyeon tersenyum seraya menundukan kepalanya dan duduk di depan Sooyoung dan Seohyun. Yuri hanya mengikuti kemana Taeyeon pergi.
“Annyeong~” jawab Sooyoung dan Seohyun.
“Taeyeon imnida. Ini temanku yang berambut panjang berwarna coklat kemerahan ini bernama Yuri, yang berambut pendek berwarna putih ini Sunny. Kalau yang berambut panjang berwarna hitam ini Tiffany. Nama kalian siapa?” Taeyeon ingin mencoba bersosialisasi dengan yeoja yang akan menjadi teman se-grupnya.
“Sooyoung imnida.” jawab Sooyoung seraya tersenyum.
“Seohyun imnida.” Seohyun mengikuti cara Sooyoung.
Tiba-tiba dari arah depan, Hyoyeon dan Jessica datang.
“Mm, kau yang menegurku di pesawat ya?” tanya Jessica datar.
“Ne. Wae?” nada Sooyoung terdengar menantang.
“Mianhae aku dingin padamu aku sedang badmood waktu itu!” Jessica membungkukan badannya.
“Gwechana Jessica-ssi.” Sooyoung tersenyum simpul.
Hyoyeon yang dari tadi ingin memperkenalkan diri, akhirnya memperkenalkan diri juga. “Aku memperkenalkan diriku ya? Annyeong, Hyoyeon imnida. Nama kalian semua siapa?”
“Kwon Yuri. Panggil aku Yuri” Yuri tersenyum.
“Choi Sooyoung. Panggil aku Sooyoung.”
“Seo Joo Hyun. Panggil aku Seohyun.”
“Kim Taeyeon. Panggil aku Taeyeon.”
Lalu lanjut Sunny, Yoona, dan Tiffany memperkenalkan diri masing-masing.
“Grup kita namanya apa ya? Hmm..” Yoona menggigit jari telunjuknya.
“Hmm apa ya yang bagus…..” Sooyoung berusaha berfikir.
“Princess?” Yuri menyumbang ide.
“Ah terlalu pasaran Yuri-ah. Apa yaaa….” Taeyeon mencoba berfikir dalam.
“Bagaimana kalau So Nyeo Shi Dae?” Sunny tersenyum lebar.
“Dan nama international kita Girls Generation!” Jessica melonjak-lonjak kegirangan.
“WAAA NICE IDEA BANGETTT.” Tiffany mengacungkan jempolnya.
Mereka semua berpelukan. Sooyoung dan Jessica sudah melupakan masalah mereka. Mereka menjadi bersahabat. Disinilah mulai cerita mereka.
_______________________________________________________

Selalu ada bahagia yang menghasut perasaanku
Saat sapamu bisa kudengar
Meski mata tak saling beradu
Setidaknya bisa aku menjelajah lembut suaramu
Detik itu juga..

7 bulan berlalu.

Sooyoung sudah menjadi mahasiswi di universitas yang ia inginkan. Ia juga mempunyai teman-teman yang baik disana. Sooyoung semakin dekat dengan SNSD. Terutama dengan teman sebangkunya, Seohyun.
“Girls udah istirahat nih. Bagaimana kalau kita ke kafetaria searang?” ajak Hyoyeon.
“Boleh tuh!” seru Seohyun. Mereka bersembilan langsung meyambar kafetaria. Saat mereka berjalan dilorong untuk menuju kafetaria, semua pasang mata yang berada dilorong kampus itu melihat mereka dengan tatapan kagum.
“Sica, kenapa kita dilihat seperti itu ya?” bisik Yoona pada Jessica.
“Mereka melihat kita dengan tatapan kagum, bukan? Itu berarti mereka menganggap kita mengagumkan, darling.” Jessica tersenyum.
Sesampainya di kafetaria, Taeyeon melihat ada 1 meja yang terdiri dari 2 sofa besar.
“Kita duduk disitu aja yuk?” ajak Taeyeon.
“Boleh banget babyyy.” Sunny langsung duduk di sofa itu. Sofa itu posisinya berhadapan. Sofa yang pertama diduduki oleh Sunny, Tiffany, Taeyeon, Yuri dan Seohyun. Sofa yang kedua diduduki oleh Jessica, Hyoyeon, Sooyoung dan Yoona.
“Eh liatdeh ada anak-anak Super Junior! ” seru Sunny.
“Iya, keren ya mereka.” jawab Taeyeon seraya meneguk coca-cola yang dibelinya tadi pagi.
KRIIIING. Bel masuk kelas berbunyi.
“Cepat sekali sih!” Taeyeon membanting kaleng coca-cola nya diatas meja dan beranjak pergi bersama SNSD.
Sesampainya dikelas mereka langsung duduk ke tempat masing-masing.
Tiba-tiba ada seorang yeoja berambut coklat masuk ke kelas Sooyoung.
“Aku Lizzy. Aku disini hanya ingin memberitahukan pengumuman penting. Dalam rangka merayakan ulang tahun ke 50 tahun kampus kita, pihak kampus mengadakan pesta dansa hari sabtu ini. Pesta diselenggarakan di ballroom hotel internasional Seoul. Start acara nya jam 8 malam. Untuk busana, kalian harus berpakaian formal, karena artis-aris dari SMent, YGent, LOENent, dan JYPent akan hadir sebagai tamu dalam acara kita. Sekian, kamsahamnida.” yeoja bermama Lizzy itu langsung keluar dari kelas Sooyoung. Seketika kelas musik riuh. Mereka bingung siapa yang akan menjadi pasangan mereka.
“Sunny….” Sungmin datang ke meja Sunny-Tiffany.
“Wae oppa?” Sunny menatap Sungmin dengan tatapan seperti anak kecil.
“Kau jadi pasanganku ne~” Sungmin mengeluarkan aegyo nya.
“Neee opppa :3” Sunny menjawab pernyataan Sungmin dengan aegyo juga. Setelah mendapat kepastian itu, Sungmin dengan senang hati balik ke mejanya.
“Yuri, pasanganmu siapa?” tanya Taeyeon pada Yuri.
“Mollayo Taeng-ah.” jawab Yuri.
Tiba-tiba Minho yang terkenal pemalu terhadap yeoja pun datang menghampiri meja Yuri-Taeyeon.
“Yul, kau sudah punya pasangan untuk lusa, tidak?” tanya Minho. Dari matanya, ia terlihat serius.
“Anniyo Minho-ssi, wae?” Yuri mengangkat kedua alisnya.
“Do you want to be my partner?” Minho tersenyum manis.
Yuri berfikir…
Dan akhirnya.
Yuri pun mengangguk mantap.
“Kamsahamnida yul..” Minho langsung kembali ke tempat duduknya.
“Ih enak sekali yaa kau sudah dapat partner!” Taemin mendengus kesal.
“Tenang bro, masih ada Sulli kan?” Minho menepuk pundak Taemin.
“Oh iya yaa..” Taemin mengerlingkan matanya.
“Kau namja jantan, bukan? Datangilah meja Luna-Sulli” Minho menjulurkan lidahnya.
“Eh eh ada apaan neh?” Onew tiba-tiba ingin nimbrung permbicaaran TaeMinho.
“Ini nih si Taemin mau datengin Sulli, mau ngajakin jadi partner pesta dansaa” jawab Minho.
“Berarti si Taemin mau kemeja Luna juga dong? AAAA Onew ikuuut, mau datengin Luna~” ujar Onew manja. Seketika TaeMinho muntah-muntah.
“Ayo sama sama kita datengin!” Taemin dan Onew beranjak dari kursi mereka. Dengan segenap kejantanan yanhnmereka miliki, mereka mendatangi kursi yeoja mereka masing-masing.
“Taemin jantan! Taemin jantaan!” seru Taemin dalam hati.
“Eh Taem dan Onew, ada apa datang kemejaku dan Luna?” Sulli tersenyum manis.
“Sulli! Kamu punya partner dansa nanti gak?” tanya Taemin to-the-point. Onew sampai-sampai terkesima dengan kejantanan Taemin.
‘Wah, Taemin jantan sekali! Ia langsung saja to-the-point pada Suli! Ah aku tak boleh kaah dengannya!’ pekik Onew dalam hati.
“Anniyo, wae?” tanya Sulli.
“Jadi partner ku, yuk?” Taemin tersenyum.
Sulli tersipu malu. “Ne,Taemin-ah..”
“Yeeey!” Taemin melonjak-lonjak kegiragan dan segera balik ke tempat duduknya.
“Onew kok masih disini?” tanya Luna pada Onew.
Onew diam sebentar. Luna menatapnya heran.
“Luna-ssi… Kau mau menjadi partner ku lusa?” Onew menggigit bibir bawahnya.
“Emm bagaimana ya.. Iya deh” Luna tersenyum.
“Waa gomawoyo Luna-ssi!!” Onew tersenyum lebaaar.
“Cheonma.” Luna kembali melanjutkan aktifitasnya. Sedangkan Onew, ia balik ketempat duduknya.
KRIIIINGG. Bel pulangan berbunyi.
“Wah, kayaknya cepat sekali ya pulangnyaa-_-” Seohyun mengerucutkan bibirnya. Tapi ia senang akan hal itu.
SNSD berjalan melewati lorong-lorong kampus untuk menuju pintu keluar.
Tiba-tiba Sooyoung dipanggil oleh seseorang.
“Sooyoung! Sooyoung-ssi!” teriak Changmin.
“Eh kalian tunggu didepan pintu utama kampus saja ya, aku ada urusan sebentar.” ujar Sooyoung pada SNSD. SNSD hanya mengangguk kecil dan pergi.
Sooyoung berlari kecil menuju Changmin.
“Waeyo Changmin-ssi?” Sooyoung mengangkat sepasang alisnya.
“Kau punya partner untuk pesta dansa tidak?” tanya Changmim.
“Tid….” tiba-tiba ucapan Sooyoung terpotong oleh suara teriakan Kyuhyun yang sekarang sedang berlari menuju Sooyoung dan Changmin.
“Yaaa!” Kyuhyun mengatur nafasnya. Lalu melanjutkan bicaranya. “Sooyoung sudah punya partner. Yaitu aku.” Kyuhyun menatap Changmin dingin.
“Mianhae Kyuhyun-ssi, aku tidak tau akan hal itu. Geurom Sooyoung-ah, Kyuhyun-ssi, aku pergi dulu.” Changmin lalu pergi ngacir meninggalkan KyuYoung.
“Kyuhyun-ssi…” Sooyoung menunduk kebawah. Tak berani menatap Kyuhyun.
“Sooyoung-ah lihat aku…” Kyuhyun mengangkat dagu Sooyoung. Sooyoung memberanikan diri menatap Kyuhyun.
“Kau adalah partner ku di pesta dansa lusa.” Kyuhyun tersenyum lembut. Sooyoung kaget. Baru pertamakali ia melihat Kyuhyun tersenyum.
“Mmmm… Mwo?!” Sooyoung membelakan matanya.
“Nee. Sudah ya aku pergi.” Kyuhyun kembali datar. Ia lalu beranjak pergi.
Sooyoung tersenyum. Lalu pergi ke pintu keluar
“Yaa! Lama sekali kau!” Jessica mendengus kesal.
“Mian Sica.. Aku hanya ada urusan sedikit hehehe.” Sooyoung tersenyum layaknya seorang idiot.
“Geurom, kami mau pergi ke mall, ingin lunch disana. Kau mau ikut tidaak?” Sica mengerlingkan matanya.
“Neee boleeh.” Sooyoung mengangguk mantap.
_______________________________________________________

Malam hari, Apartemen Sooyoung.
Seusai dari mall, Sooyoung segera mandi dan mengganti bajunya dengan t-shirt dan celana pendek. Sooyoung duduk di sofa ruang tengah apartemennya seraya menopang dagu. Matanya tidak fokus pada TV yang ia nyalakan tadi, pikirannnya melayang kemana-mana. Sesekali, bibirnya bergerak dengan pipi yang menggembung, kebingungan. Majalah Vogue berbahasa prancis miliknya hanya di bolak-balik per halaman tanpa mengerti maksud yang tertulis didalam majalah tersebut.
Hambar. Sooyoung ingin hiburan.
“Bosaaan! Jalan-jalan keluar ah!” Segera Sooyoung mematikan TV, dan meyambar wardrobe untuk berganti pakaian. Karena Seoul dimalam hari cukup dingin, ia memilih memakai baju panjang, syal, dan celana panjang untuk dikenakan. Sooyounh juga memakai tas coklat yang sangat cocok dengan pakaian nya sekarang. Ia memilih memakai boots agar tetap hangat: (lihat gambar)

Sooyoung berjalan kaki di pusat kota Seoul.
‘Indahnya Seoul dimalam hari’ batin Sooyoung dalam hati.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.
“Sooyoung-ssi.” terdengar suara namja. Refleks Sooyoung berbalik keasal suara tersebut.
“Donghae-ssi?” senyuman manis merekah dibibir Sooyoung.
“Kita berjalan bersama-sama, ne?” ajak Donghae.
“Ye oppa.” jawab Sooyoung. Donghae tersenyum.
Mereka pun berjalan kaki berdua menyusuri kota Seoul di malam hari. Sepanjang perjalanan, Donghae hanya memerhatikan Sooyoung.
Berulangkali, Donghae melirik Sooyoung lewat ekor matanya, tetapi sosok di sampingnya itu masih betah berkutat dalam diam. Seolah-olah, ada dunia lain di benak Sooyoung yang tidak bisa dilihat Donghae. Dunia tenang yang sangat ingin namja ini susuri.
Mereka berjalan kesebelah barat. Suara pemusik jalanan mengalun dimana-mana. Musik-musik mereka menghasilkan harmoni musik Trot yang lebih modern. Mereka berdiri rapi di titik keramaian kota; di taman, didepan bangunan bersejarah, dan didepan gedung-gedung kantor pemerintahan. Mereka terlihat seperti orkestra Trot kecil yang mengalunkan melodi indah dan menyajikan musik Trot yang lebih berkelas.
Disana juga ada toko-toko aksesoris. Rata-rata, toko di kompleks tersebut disediakan tempat duduk untuk pengunjung. Banyak turis asing yang memilih untuk duduk seraya menikmati kota Seoul.
“Kamu sering kesini?” Akhirnya, Dongae membuka percakapan. Suaranya tegas, tapi lembut. Gema suaranya juga sangat indah, batin Sooyoung.
“Sering, biasanya untuk menghilangkan rasa bosan” Sooyoung tersenyum.
“Sering? Wah enggak ajak-ajak” Donghae terkekeh.
Sooyoung hanya tertawa kecil. Donghae merasa senang. Ternyata mengobrol layaknya teman akrab dengan Sooyoung tidaklah sulit. Hanya perlu beberapa pancingan kecil.
Setelah itu, Donghae menceritakan bagaimana kehidupannya bersama Super Junior dan lain lain. Sooyounh menyimak semua kata-kata yang keluar dari bibir Donghae. Donghae sangatlah menarik, pikir Sooyoung. Tegas, dewasa, dan begitu tenang. Hidungnya mancung, bola matanya yang hitam pekat, bibirnya terlihat sempurna seperti pelangi. Sangat tampan. Sangat menarik perhatian Sooyoung.
‘Ah tapi hatimu hanya untuk Kyuhyun, Sooyoung!’ pekik Sooyoung dalam hati. Segera ia menjitak puncak kepalanya berkali-kali.
“Sooyoung-ssi, gwenchana?” Donghae berhenti melangkah dan menatap heran Sooyoung. Mengapa Sooyoung menjitak-jitak kepalanya sendiri?Yeoja unik. Tapi jujur, menurut Donghae, ekspresi muka Sooyoung saat menjitak puncak kepalanya sendiri seperti itu sangatlah…. Kyeopta.
“Gwenchanayo oppa..” Sooyoung tersenyum kecil.
Tiba-tiba Donghae melihat sebuah kios bunga di seberang jalan. Ia berinisiatif untuk pergi kesana.
“Sooyoung-ssi, chakkaman.” Segera Donghae pergi ke kios bunga itu dan mencari sebuket bunga.
“Yaa! Donghae-ssi! Mau kemana kau!” teriak Sooyoung.
Sooyoung mendengus kesal. “Yaaa! Donghae-ssi!” teriaknya lagi.
Dilihatnya Donghae masuk ke sebuah kios bunga. Sooyoung berniat menyusulnya, tetapi ia teringat pesan Donghae untuk tetap menunggu disini.
“Geurom, aku menunggu disin saja.” Sooyoung menghela nafas.
Setelah hampir 5 menit Sooyoung menunggu Donghae, akhirnya Donghae kembali. Kembali dengan sebuket bunga ditangannya.
“Sooyoung-ssi. Ini untukmu.” Donghae memberikan sebuket bunga yang ia beli pada Sooyoung.
“Gomawo Donghae-ssi, aku akan merawat bunga yang indah ini.” Sooyoung memegang hati-hati buket bunga itu.
“Cheonma. Tapi ada satu permintaanku yang harus kau kabulkan.”
Sooyoung menatap Donghae heran. “Apa itu?”
“Stop menggunakan bahasa formal padaku.” jawab Donghae.
“Oh aku kira apa. I will, Donghae-ah.” Sooyoung tersenyum lembut. Memperlihatkan deretan gigi putih nan bersih miliknya.
“Your smile… Cham yebbeoyo..” Donghae tersenyum dan membiarkan jari-jari tangannya merasakam lembut pipi Sooyoung.
Sooyoung terdiam. Ia merasakan ada suatu gempa kecil ditubuhnya. Tapi ia mencoba untuk menghilangkannya sekuat tenaga. Ia mencoba untuk tidak meladeni perasaan itu. Ia hanya mencintai Kyuhyun. Dan hanya Kyuhyun.
“Mmm… Mianhae aku telah lancang.” Donghae menunduk. Ia merasa amat bersalah. Donghae tak tahu dimana ia mendapatkan dorongan untuk menyentuh pipi Sooyoung. Sebenarnya, ia tak pernah sejujur dan senekat ini dengan seorang yeoja. Tapi Donghae tidak bisa meng-handle dirinya kalau…. Sooyoung memang sangat cantik.
“Gwenchana Donghae-ah.” Sooyoung menyeludupkan kedua tangannya didalam saku celananya. Detik demi detik berlalu. Yeoja pemilik mata indah dan rambut hitam panjang ini semakin merasa kedinginan.
“Wah Seoul semakin dingin saja ne.” Donghae meniup kedua tangannya, berharap mendapat sebuah kehangatan disana. Donghae diam. Lalu ia melanjutkan bicaranya. “Sebaiknya kita pulang ke apartmen sekarang Sooyoung-ah. Huuuh!” Donghae mendengus kesal.
Sooyoung tertawa kecil melihat ekspresi wajah Donghae saat mendengus. Namja itu begitu lucu dan seperti anak kecil yang sedang kesal.
“Yaaa mengapa kau tertawa!” Donghae menatap Sooyoung heran.
“Ekspresi wajahmu lucu sekali.” Sooyoung memegangi perutnya yang sakit karena tertawa terlalu kencang.
“Sudahlah, jangan menertawaiku terus! Kajja kita balik ke apartemen!” Donghae mulai melangkah dan menarik tangan Sooyoung.
Jantung Sooyoung berdetak keras. Jantungnya seperti bekerja 2x lipat dari sebelumnya.
Sesampainya di apartemen, mereka langsung menaiki lift menuju lantai 10, dimana kamar Sooyoung dan dorm Super Junior berada.
Mereka melewati lorong-lorong apartemen lantai 10. Dan akhirnya mereka sampai ketempat tujuan. Kamar Sooyoung dan dorm Super Junior.
“Masuklah kekamarmu. Kau lelah. Kau perlu istirahat.” Donghae mengelus lembut rambut Sooyoung. Seketika bulu kuduk Sooyoung meremang.
“Ne Donghae-ah. Kau juga, kau harus perlu banyak istirahat. Lihat kantung matamu.” Sooyoung menyentuh kantung mata Donghae. Tiba-tiba Donghae mendekatkan wajahnya ke Sooyoung, memiringkan kepalanya dan….
Chu. Donghae menyentuh bibir Sooyoung. Sooyoung kaget. Tetapi ia menikmati ciumannya dengan Donghae alias Sooyoung merespon ciuman Donghae. Mereka saling bertukar saliva dengan lembut, bukan dengan nafsu. Donghae melumat bibir Sooyoung. Sooyoung sangat terlena oleh sapuan bibir Donghae yang begitu nikmat.
Tiba-tiba Donghae melepaskan ciumannya ke Sooyoung. “First?”
“Ne! Dan kau telah merampasnya.” ujar Sooyoung kesal.
“Gomawoo!” Donghae mengecup bibir Sooyoung singkat dan langsung kabur masuk ke dorm Suju. Sooyoung hanya tersenyum melihat tingkah Donghae dan langsung masuk ke kamarnya. Ia ingin tidur cepat agar tidak kesiangan besok.
_______________________________________________________

Sooyoung terbangun dengan mata menyipit saat sinar matahari masuk dari sela-sela gorden nya.
Sooyoung menghela nafas. “Mengapa tempat tidur ini lebih nyaman 100x lipat saat di pagi hari? Jadi malas kuliah kan jadinya huh.”
Sooyoung terdiam di tempat tidur dengan posisi duduk. Ia sedang mengumpulkan segenap nyawa.
Ia teringat sesuatu. “Mengapa selama aku di Seoul, aku tidak bermimpi namja tampan yang mengajakku berdansa itu ya?”
Sooyoung memilih untuk melupakan mimpi itu. Toh, itu hanya sekedar mimpi, right?
Sooyoung dengan sigap merapikan selimutnya dan segera mandi. Selesai mandi Sooyoung merasa agak segar dan semangat.
Ia mulai memilah outfit mana yang akan ia ingin pakai ke kampus hari ni. Dan pilihannya tertuju pada baju lengan 3/4, skinny jeans yang menampilkan kaki jenjangnya, flat shoes kulit berwarna hitam, dan tas selempang jeans.

Rambutnya iya ikat sembarang. Walaupun sembarang, iya tetap terlihat cantik.
Sooyoung menatap pantulan dirinya dikaca. “Choi Sooyoung, you’re so Gorgeous!”
Setelah melakukan percobaan fashion di pagi hari, disambarnya ruang makan untuk makan pagi. Di tuangnya sereal dan susu kedalam mangkuk kaca putih. Dilahapnya habis sereal tersebut tanpa sisa dan langsung beranjak pergi ke kampus.
Sesampainya dikampus, kampus telah dihebohkan oleh sesuatu yang Sooyoung sendiri tak tahu.
“Yaa kau, ada apa sih kok pada heboh?” tanya Sooyoung kepada salah satu murid yeoja yang kelihatan tak peduli pada kehebohan pagi dikampusnya.
“Itu, Jiyeon T-ara menjadi siswi baru disini. Dan kabarnya, ia akan menjadi the next yeoja yang digandrungi namja-namja kampus selain grup mu(SNSD).” jelas yeoja itu.
“Oh begitu. Geurom, aku mau balik ke kelas. Sebentar lagi bel.” Sooyoung segera menyambar kelas jurusan musik dan duduk disamping Seohyun dengan wajah agak seram. Padahal, Sooyoung merasa dirinya baik-baik saja.
Seohyun menatap Sooyoung. “My Youngie… Gwenchanayo? Any problem?”
“Anniyo Hyunie, aku tidak apa-apa.” Sooyoung tersenyum tulus kearah Soooung.
Tiba-tiba Soo Man songsaenim masuk dengan buku-buku tebal di tangannya. “Annyeongaseo students!” sapa Soo Man songsaenim.
“Annyeong songsaenim…” jawab murid-murid kelas musik.
“Kalian bakal mempunyai teman baru disini.” Soo Man songsaenim tersenyum.
Murid-murid menatap bingung. Lalu kemudian masuk seorang yeoja berparas cantik dan imut.
“Annyeongaseo, Park Jiyeon imnida. Kalian bisa memanggilku Jiyeon. Manasseo bangapseunmnida.” yeoja itu membungkuk.
Sooyoung menatap Jiyeon lalu beralih menatap Kyuhyun. Dari sorot mata Kyuhyun, terpampang jelas sudah bahwa Kyuhyun menganggumi kecantikan Jiyeon. Sooyoung hanya bisa merasakan sakit dan sesak di dadanya.
“Jiyeon, kau bisa duduk disebelah Kyuhyun sementara. Sungmin sekarang sedang sakit dan dia tidak turun.” Sooyoung kaget mendengan ucapan Soo Man songsaenim. Ia tidak menyadari bahwa Sungmin tidak masuk.
Sooyoung menghela nafas berat. “Jiyeon akan duduk disebelah Kyuhyun?…. Aigoo… Andwae andwae!… Ah… Omo eotteohke?!” bisiknya seraya memukul keningnya dengan telapak tangan kanan nya.
Seohyun menatap tingkah Sooyoung aneh “Sooyoung kau kenapa sih?”
“Aa…Anniyo Seo..” Sooyoung tersenyum penuh dengan paksaan.
Seo menggembungkan pipinya. “Geurom.”
Saat Sooyoung selesai bicara dengan Seohyun, ia sudah mendapati Jiyeon sudah duduk disebeah Kyuhyun.
Dan parah nya.
Mereka bercengkrama seolah-olah mereka sudah lama kenal.
Sooyoung tak sanggup dengan sesak di dada nya. Sudah tak sanggup menahan air mata di kelopak matanya.
Ia beranjak dari kursinya dan menghampiri Soo Man songsaenim. “Soo Man songsaenim, saya izin pergi ke toilet.” ucap Sooyoung.
“Ne, silahkan.” setelah mendapat persetujuan dari Soo Man songsaenim, Sooyoung berlari ke toilet yeoja dan menangis didalam salah satu bilik toilet didalamnya.
“Kyuhyun….” ucapnya di sela-sela tangisannya.
Iya terisak cukup keras.
“Sa… Sa… Saranghae…” ucapnya lagi.
Sekitar setengah jam ia menangis di toilet, Sooyoung segera menghapus air mata di sekitar mata dan pipinya. Lalu ia langsung kembali ke kelas tanpa mempedulikan mata nya yang sangat bengkak dan wajah nya yang merah sehabis menangis.
Saat ia memasuki kelas, langkahnya di stop oleh Soo Man songsaenim.
“Choi Sooyoung mengapa kau lama sekali di toilet, kau ngapain saja hah!!” bentak Soo Man songsaenim. Sooyoung tertunduk.
Soo Man songsaenim mengangkat dagu Sooyoung kasar, dan tereksposlah wajah Sooyoung yang merah dengan mata bengkak.
“Kau habis menangis?” nada suara Soo Man songsaenim lebih rendah kali ini. Sontak seluruh isi kelas melirik Sooyoung. Termasuk Kyuhyun dan Jiyeon.
“Hey, Sooyoung kenapa ya?” tanya Kyuhyun dalam hati.
_______________________________________________________

Sooyoung merebahkan dirinya di ranjang dengan wajah super lesu dan bingung harus berbuat apa. Besok malam sudah pesta dansa, dan dia masih tidak tahu mau memakai gaun apa nantinya.
“Gaun apa ya yang mesti kuapakai?” Soooyoung menghela nafas. I menuju wardrobe-nya dan menghambur semua pakaian yang ada dilemari nya.
“Aku lupa membawa dress dari New York..” Sooyoung tersenyum kecut dan segera meletakkan pakaian-pakainnya yang berserakan dilantai ke tempatnya kembali.
Saat Sooyoung sedang melipat baju-baju yang berserakan di lantai, ia menemukan sebuah gaun panjang berwarna ungu muda yang elegan.
“Thanks god for helping me!” Sooyoung memeluk dress itu. “Aku akan memakai dress ini besok malam!” Sooyoung berseri-seri.
Segera Sooyoung menyetrika dress nya dan menggantunya di lemari.
Setelah selesai dengan semuanya, ia kembali pergi ke tempat tidurnya dan online twitter di ponsel iPhone nya.
Dia mulai ber-tweeting ria.
“@ChoiSooyoung: Dress untuk besok malam siap!^^”
Ia kemudian melihat timeline, dan tib-tiba ada mention masuk di Twitter nya. Segera ia membuka mention itu.

“@donghae861015: @ChoiSooyoung waaah aku yakin kau akan tampak cantik memakainya Sooyoung-ah^^”

Perkataan Donghae seketika membuat pipi Sooyoung merah, semerah baju seragam cheerleader kampusnya.
Sooyoung langsung me-reply tweet donghae.

@ChoiSooyoung: @donghae861015 kau bohong sekali, Hae! :p

Entah kenapa, Sooyoung ingin memanggil Donghae dengan Hae.

“@donghae861015: yaa! Aku tak bohong, Youngie! :3”

@ChoiSooyoung: geurom, teraerah kau ikan jelek. Aku mau tidur! Gdnite.

@donghae861015: @ChoiSooyoung good nite 🙂

Segera Sooyoung meng sign out Twitter nya dan bergegas menyelimuti dirinya. Ia menatap langit-langit kamar apartemennya. Lalu tertidur.
_______________________________________________________

Penghuni kampus hari ini cukup gembira dan excited karena malam ini adalah malam yang ditunggu-tunggu oleh semua yeoja di kampus ini. Ya, malam ini adalah malam pesta dansa dilaksanakan.
Tapi bagi Sooyoung kampus ini biasa saja, tidak ada yang menarik. Tapi yang membuat Sooyoung semangat berkuliah adalah proses pembelajaran yang menyenangkan di kampus ini dan juga.. Ke 8 sahabatnya. SNSD. Oh iya, Kyuhyun dan Donghae juga bisa dijadikan salah satu alasan mengapa dia masuk kuliah.
SNSD sekarang sedang menghabiskan waktu istirahat mereka dengan duduk-duduk di cafetaria.
Jessica membuka pembicaraan. “Eh udah pada punya dress buat malem ini gak?”
“Aku udah!” Sunny tersenyum lebar. Pernyataan Sunny juga diikuti anggota SNSD lainnya, termasuk Sooyoung.
“Youngie-a, kami belum tahu pasanganmu siapa. Kalau aku kan Yunho sunbae.” ucap Tiffany tiba-tiba.
“Iya Youngie-a, siapa pasanganmu? Kalau aku kan Taecyon 2PM!” Jessica terlihat antusias mengucapkan nama namjachingu nya itu.
“Kyu… Kyuhyun… Tiff.. Sic..” Sooyoung tersipu malu.
“AWWW CIYEEEHH KYUYOUNG BUEEHEHEHEHE COCOK KOK COOCOOOK!” teriak Hyoyeon heboh.
“Hyo! Gak usah alay gitu dong-_-” Sooyoung kelabakan menangani autis Hyoyeon yang kambuh.
Dan… KRIIING bel masuk kelas berbunyi. Sooyoung dan 8 anggota SNSD lainnya menghela nafas kesal, tetapi pada akhirnya mereka semua beranjak pergi kekelas.
“Annyeong students!” Soo Man songsaenim masuk dengan senyum lebar dibibirnya. Membuat ekor mata nya semakin berkerut.
“Apa kalian siap untuk hari ini?” tanya Soo Man songsaenim pada kelas musik.
“NEEE” jawab murid-murid serentak.
Soo Man songsaenim menghilangkan senyum dibibirnya. “Oke, hari ini kita pulang cepat.”
“YIPIII” murid-murid kelas musik bersorak sorai.
“Tapi kalian harus menyelesaikan tugas ini dulu!” Soo Man songsaenim segera mengambil sebuah tumpukan kertas dan membagikannya satu-satu ke setiap murid.
Seiring berjalannya waktu akhirnya tugas itu bisa diselesaikan murid-murid kelas musik tepat pada bel pulang. Segera murid-murid mengumpulkan kertas mereka didepan dan balik ke meja untuk berkemas pulang.
“Oke, sampai bertemu bulan depan.” Soo Man songsaenim menyelipkan tangannya di saku celana hitamnya. Sontak murid-murid yang sedang berkemas, mengehentikan kegiatannya.
“Loh? Kok gitu songsaenim?” tanya salah satu murid.
“Ne, kita libur sampai bulan depan. Karena libur nasional. Geurom, songsaenim ingin rapat di ruang guru.” Soo Man songsaenim dengan terburu-buru keluar kelas.
Murid-murid lanjut berkemas dan langsung pulang. Termasuk SNSD. SNSD berjalan dengan pede menuju pintu keluar.
“Semuanya aku pulang ya..” Sooyoung melambaikan tangannya ke 8 sahabatnya dan berlari kecil ke pintu keluar. Alasannya hanya satu, perutnya sekaang sangat membutuhkan asupan gizi.
Ia berjalan kaki ke sebuah kedai makanan prancis favorit kota Seoul untuk mendapatkan late lunch nya. Menurut Sooyoung, kedai itu tempatnya enak banget buat ngehabisin waktu. Makanannya juga gak ngebosenin.
Akhirnya ia sampai juga ia di kedai itu. Ia segera duduk dan melihat daftar menu yang sudah tertempel di meja kedai itu.
“Pelayan!” teriak Sooyoung kepada seorang pelayan yang lagi berbicara dengan teman pelayannya. Pelayan itu berlari kecil kearah Sooyoung.
“Bisa aku mengetahui pesananmu?” tanya pelayan itu.
“Ne, aku pesan 1 Escargot dan minumnya Ice Coffee Latte.” Sooyoung menatap daftar menu itu lalu menatap si pelayan.
“Oke pesananmu bisa ditunggu. Kamsahamnida.” Si pelayan langsung ngacir kedalam pantry kedai itu.
Seraya menunggu pesanannya datang, ia membuka mention di Twitter nya. Nampak ada sebuah mention untuk account @ChoiSooyoung hari ini.

@TiffHwang: @ChoiSooyoung yaa kau lupa mengembalikan pensilku! Kau ingat? Kita bakal bertemu sebulan lagi! It means pensilku bakal selama sebulan berada ditangan penjahat kayak kamu! :\

“Aigoo aku baru ingat belum mengembalikan pensil milik Tiffany!” ucap Sooyoung dalam hati. Segera Sooyoung me-reply mention Tiffany.

@ChoiSooyoung: @TiffHwang eh eh aku lupa Tiff. Mian! Kkk~ bersabarlah Tiff^^ aku akan berlaku baik pada pensilmu ini!

Setelah sekitar setengah jam, escargot milik Sooyoung datang. Segera ia melahap escargot itu sampai habis dan beranjak dari kedai itu untuk menuju ke apartmen.
_______________________________________________________

“Akhirnya selesai juga!” ia meletakkan alat pengeriting rambut yang tadi ia gunakan untuk mengeriting rambutnya.
Sooyoung sedang bersiap-siap untuk pergi ke pesta dansa. Setelah mengeriting rambutnya, ia segera mengganti baju nya dengan gaun berwarna ungu muda yang kemarin ia temukan di serakan baju yang ia hambur.
Dan… Inilah penampilan Sooyoung:

Sooyoung juga menyemprotkan sedikit parfum Paris Hilton nya di bagian-bagian inti gaunnya. Setelah selesai dengan semuanya, ia segera memakai heels kaca bening dengan aksen berlian imitasi on top dan digapitnya tas tangan berwarna silver pemberian Mama nya saat ke Milan.
Sooyoung terlihat sangat sangat cantik hari ini.
Ia menyambar meja belajar untuk mengambil iPhone nya yang tadi ia charge dan langsung memasukkan iPhone itu kedalam tas tangan silver nya dan beranjak keluar. Dan voilaa saat ia membuka pintu kamar apartemennya, Kyuhyun sudah berdiri rapi didepan Sooyoung.
“Kyu…. Kyuhyun-ssi?!” pekik Sooyoung kaget. Matanya membulat, memerhatikan penampilan Kyuhyun hari ini.
Ia terlihat perfect:

“Kagetmu berlebihan, Sooyoung-ssi. Geurom, kajja kita langsung ke hotel.” Kyuhyun menarik tangan Sooyoung masuk lift. Sooyoung masih shock dan tak percaya.
Di lift mereka berdua hening. Tak ada satupun dari mereka yang berani memulai percakapan.
Akhirnya, mereka sampai juga di lobby apartemen. Kyuhyun menarik tangan Sooyoung lagi ke parkiran mobil.
“Sooyoung-ssi, mobilku mana ya?” Kyuhyun tersenyum dan menggaruk-garuk belakang kepalanya. Kyuhyun diam sebentar. Mata hitam nya mencari-cari mobil jaguar berwarna hitam.
“Nah itu dia!” Kyuhyun berlari seraya menarik tangan Sooyoung.
Sooyoung mendengus kesal lalu melepas genggaman Kyuhyun dengan kasar.”Yaa! Pelan-pelan! Jangan bilang kau tak tahu bahwa gaunku ini panjangnya semata kaki!”
“Oh? Mianhae…” Kyuhyun kembali menggenggam tangan Sooyoung dengan lembut dan menuju mobil jaguar Kyuhyun.
Sepanjang perjalanan menuju hotel, Kyuhyun hanya fokus ke jalan raya yang cukup padat. Waktu sudah pukul setengah 8 malam, sebentar lagi acara akan dimulai. Kyuhyun segera meng-gas mobil jaguar nya dan mobil itu langsung melesat cepat melewat mobil-mobil yang ada didepannya.
Sooyoung tertawa kecil. “Wow, kemampuan mengendarai mobil hebat juga.”
Kyuhyun tersenyum. Membuat pipi nya menjadi makin naik, terlihat lucu.
“Sooyoung-ssi, kau cantik dengan gaun itu.”
“Go… Gomma… Gomawo.” jawab Sooyoung gagap.
Seiring berjalannya waktu, akhirnya mereka berdua sampai di balroom hotel dimana pesta dansa itu dilaksanakan. Mereka berdua langsung mengisi buku tamu dan masuk kedalamnya.
Didalam sangat ramai, banyak artis-artis yang hadir di balroom itu. Sepert 2ne1 dan Bigbang. Tangan Sooyoung masih berada di genggaman Kyuhyun. Sampai suatu saat…
“Haaaii!” Jiyeon mendatangi Sooyoung dan Kyuhyun.
Kyuhyun langsung melepas genggamannya pada Sooyoung. “Hai Jiyeon..”
“Sooyoung, aku pinjem Kyuhyun sebentar ya. Kamu tunggu sini aja.” Joyeon langsung menggapit tangan Kyuhyun dan berlari bersama namja itu entah kemana. Sooyoung terdiam ditengah ratusan orang yang sedang mengobrol, menunggu jam 8 tiba.
Tiba-tiba dari arah panggung, ada 2 MC yang mulai berbicara. Dia Leeteuk dan Kang Sora.
“Selamat datang para hadirin.” ujar Leeteuk ramah.
“Kita akan memulai pesta dansa nya.” sambung Kang Sora.
Jleb. Semua lampu di balroom di matikan. Semua mulai berdansa. Perasaan Sooyoung mulai tak enak.
“Kyuhyun manasih err. Awas saja kalau anak itu kembali, akan ku jitak kepalanya!” rutuk Sooyoung dalam hati.
Lalu lampu d balroom itu dinyalakan, tapi agak remang-remang. Lagu klasik mulai diputar. Sooyoung dengan mata kabur melihat semua sahabatnya(SNSD), sedang berdansa dengan pasangannya masing-masing.
Tiba-tiba ada seorang namja yang menggenggam kedua tangan Sooyoung dan mengajaknya berdansa. Sooyoung hanya menundukan kepalanya kebawah, tak berani melihat siapa namja itu. Ia yakin sekali namja ijtu bukan Kyuhyun, karena sepatu namja itu berwarna hitam, sedangkan Kyuhyun berwarna coklat.
Sooyoung memberanikan diri melihat namja itu. Betapa senang dan bahagianya ketika tahu bahwa namja tampan yang sedang berdansa dengannya adalah…
“Haee?!” Sooyoung tersenyum lebar.
Donghae meletakkan jari manisnya di bibir Sooyoung.
“Sssht. Nikmatilah dansa kita.” bisik Donghae ditelinga Sooyoung.
Sooyoung hanya mengikuti instruksi Donghae. Saat Sooyoung memalingkan wajahnya, terlihat Kyuhyun sedang berdansa dengan Jiyeon.
Donghae yang paham, segera memalingkan wajah Sooyoung dengan tangannya dan…
Chu~
Bibir Donghae mendarat pas di bibir Sooyoung. Donghae mulai melumat bibir Sooyoung dengan lembut. Sooyoung pun merespon positif ciuman Donghae. Seketika sakit hati Sooyoung karena Kyuhyun hilang.
Mereka bermain lidah, menimbulkan decakan kecil karena lidah mereka saling beradu.
“Hmmmhh..” Sooyoung sangat menikmati ciuman dari seorang namja yang memang sudah menjadi first kiss nya dari awal.
Seketika lampu balroom yang remang-remang tadi mati dan tiba-tiba lampu normal kembali menyala terang. Refleks Sooyoung dan Donghae melepas ciuman mereka.
“Saranghae, Youngie-a” Donghae tersenyum lalu menunduk malu.
“Nado saranghae ikan.” Sooyoung tersenyum dan memeluk ikan itu mesra. Mulai sekarang mereka berdua telah menjadi sepasang kekasih.
Kyuhyun yang melihat mereka berdua dari kejauham hanya tersenyum simpul. Sebenarnya Kyuhyun menyukai Sooyoung, tapi ia tahu Donghae menyukai Sooyoung lebih dulu.
Kyuhyun meringis. Ia mencoba merelakan, putri impiannya itu..

END.

Gimana menurut readers?
Comment nyaa dibutuhkan banget, karena agar author bisa memotivasi diri author sendiri agar mencoba lebih baik dari sebelumnya 😉
Gomawo sekali lagi ya readers 🙂

Advertisements

7 responses to “[Freelance] [Oneshoot] [PG 16] Dreamer Paper Story

  1. Akhirnya nyesek…#JLEB JLEB JLEB
    Tapi jalan ceritanya bagus dan nggak terburu-buru, kok.
    Ngiri sama Sooyoung :*
    Hheheh..
    KEEP WRITING!!

  2. hahaha bagus ceritanya ..
    tapi gak nyangka endingnya bakal sm donghae ..
    kasian banget kyuhyunnya ,,

  3. annyeong chinggu 🙂 ff mu bagus ceritanya ga ngebosenin ^^ dan endingnya SooHae hihi aku seneng bgt bacanya :)) tp kyuhyun nya kasian 😦 kalo ini ada sequel nya pasti seru deh thor hehe 😀

  4. bagus thor,
    ga nyangka akhirnya sooyoung sm donghae 😀
    kasian kyu, yaudah sm aku aja *ngajak kyu dansa* :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s