[Freelance] I’m Sorry

Cast :
– Kim Sungrin
– Lee Howon / Hoya
Minor cast :
– Nam Sujin
– Kim Sunggyu
– Lee Sungyeol
– Han Hayoung
Genre : sad romance, friendship
Rating : T

Disclaimer : I’m own the cast’s, story, plot.

AN : annyeong ~ masih inget sama ff ‘Last gift’ sama ‘Love in The Rain’ ? Semoga masih inget yaa.. Lagi-lagi aku kirim ff lagi.. Huaa~ aku cuma iseng2 doang sih sebenernya.. Dan, semoga suka sama ffku yang ini, yaaa 

Happy reading ~~~

**************

Sungrin duduk terpaku di tempatnya sambil memperhatikan orang-orang yang juga berada di taman itu. Banyak pasangan muda-mudi yang bermain atau sekedar mengajak kekasihnya itu menghirup udara segar, anak-anak yang sedang di bujuk perawatnya masing-masing agar mau makan.

“Onnie!”

“Hi, Sujin!” balas Sungrin. Gadis yang bernama Sujin itu tersenyum kemudian duduk di sebelah Sungrin.
“Apa yang kau lakukan di sini? Harusnya kau beristirahat, Onnie” tanya Sujin.
“Aku bosan di kamar” jawab Sungrin tanpa menatap Sujin.
“Oh..” Sujin bergumam.
“Tidak ada kabar dari Hoya?” tanya Sungrin menoleh ke arah Sujin. Sujin yang mendengar nama ‘Hoya’ dari mulut Sungrin mendengus.
“Onnie! Lupakan Hoya Oppa.. Dia bukan namja yang baik untukmu”
“Ahni, Sujin-ah.. Aku bukan yeoja yang baik untuknya. Aku ini penyakitan” sahut Sungrin sambil tersenyum.
“Tsk. Selalu saja membelanya.. Ingat siapa yang membuatmu—“
“Sudahlah, Sujin.. Aku tidak apa-apa kok. Asalkan Hoya sehat aku senang” Sungrin memotong ucapan Sujin.
“Terserah, Onnie deh” pasrah Sujin akhirnya. Sungrin tertawa pelan kemudian mengacak-acak rambut Sujin.
“Bagaimana hubunganmu dengan Sungyeol?” tanya Sungrin tiba-tiba. Sujin tersentak kemudian menoleh ke arah Sungrin.
“Onnie! Kau tahu aku berpacaran dengan Sungyeol Oppa?” tanya Sujin balik. Sungrin mengangguk sambil tersenyum.
“Sunggyu Oppa yang memberitahuku”
“Aish..”
“Memangnya ada apa, Nam Sujin?”
“Ahni.. Gwenchanha”
“Onnie! Lebih baik kau istirahat.. Kalau kondisimu sudah stabil, kau bisa pulang” seru Sujin mengganti topik.
“Hmm.. Baiklah”

*

Hoya tertawa kecil menatap gadis yang duduk di seberangnya itu. Gadis itu sedang melahap eskrim vanillanya dengan rakus.

“Hei, nona.. Kau lapar?” tanya Hoya.
“Tidak! Eksrim ini lezat sekali, Oppa! Kau harus mencobanya” jawab gadis itu.
“Tidak usah, untukmu saja.. Aku sudah kenyang” tolak Hoya secara halus. Gadis itu hanya mengangkat bahunya kemudian kembali melahap eskrim itu.
Hoya kembali tertawa begitu melihat bibir gadis itu yang sudah belepotan. Hoya mengambil tissue yang ada di dekatnya dan menyapukan ke bibir gadis itu.

“O..Oppa..”
“Hayoung, Hayoung.. Cara makanmu itu seperti anak kecil” ujar Hoya tersenyum ke arah Hayoung. Hayoung tersipu malu melihat senyuman Hoya.
“Gomawo!”
“Ne”
“Oh ya.. Kita berdua di sini.. Bagaimana kalau pacar Oppa mengetahuinya?” tanya Hayoung membuat senyum di wajah Hoya memudar.
“Sungrin maksudmu?”
“Yep!” Hayoung mengangguk.
Hoya menghela napas kemudian menyandarkan tubuhnya ke bangku.
“Cepat habiskan eskrimmu.. Ini sudah mulai malam” titah Hoya. Hayoung mencibir karena Hoya tidak mau menjawab pertanyaannya. Tapi, di sisi lain Hayoung senang karena Hoya bisa melupakan gadis itu, Sungrin.

*

“Hoah! Aku senang akhirnya aku bisa pulang!” seru Sungrin sambil menatap Sunggyu yang sedang merapikan barang-barangnya. Sunggyu tertawa kecil melihat tingkah adiknya itu.
“Oppa, berarti besok aku bisa sekolah lagikan?” tanya Sungrin.
“Ahni.. Ahni.. Kau itu baru sembuh” jawab Sunggyu sambil menggeleng.
“Huee.. Oppa!” rengek Sungrin.

“Onnie!” seru Sujin yang baru saja datang bersama Sungyeol.
“Syukurlah.. Aku fikir kalian sudah pulang” ujar Sungyeol lega.
“Kami baru mau, kok..” sahut Sunggyu.
“Akhirnya Sungrin Onnie pulang juga” riang Sujin. Sungrin tersenyum kemudian merangkul Sujin.
“Sungrin.. Besok kau belum masuk sekolahkan?” tanya Sungyeol.
“Sebenarnya sih aku mau.. Tapi Oppa melarangku” jawab Sungrin sambil menatap Sunggyu.
“Itukan karena kau baru sembuh.. Sudahlah, ayo kita pulang..” sahut Sunggyu. “Sungyeol, bantu aku” pinta Sunggyu sambil menyodorkan koper kecil kepada Sungyeol.
“Ne!”

“Kasuuurrrr….!!!” Seru Sungrin berhambur ke ranjangnya.
“Hoaaahhh…!!” seru Sujin ikut berhambur ke ranjang Sungrin.
“Sujin-ah.. Biarkan Sungrin istirahat dulu” ujar Sungyeol pada Sujin.
“Tidak apa, Sungyeol-ah” sahut Sungrin sambil tersenyum. Sungyeol mengangguk kecil kemudian menutup pintu kamar Sungrin.
“Ah.. Aku ingin menelpon Hoya” ujar Sungrin beranjak dari kasurnya dan meraih ponselnya.
“Onnie..” panggil Sujin.
“Ne?” sahut Sungrin.
“Untuk apa kau menelponnya? Namja itu sudah meninggalkanmu, Onnie” ketus Sujin.
“Dia tidak meninggalkanku, Nam Sujin..” sahut Sungrin tenang. Sujin hanya mendengus kesal.
“Onnie, aku ke toilet dulu ya!” pamit Sujin dan keluar dari kamar Sungrin.

“Lho? Sujin ada apa?” tanya Sunggyu. Sujin melengos dan duduk di sebelah Sungyeol.
“Sungrin Onnie sedang menelpon Hoya Oppa.. Aku heran, jelas-jelas Hoya Oppa meninggalkan Onnie seenaknya. Tapi kenapa Sungrin Onnie tetap bersikeras ingin menghubunginya?” gerutu Sujin kesal.
“Kau tahu sendiri, Sujin.. Sungrin sangat mencintai Hoya” ujar Sunggyu lesu.
“Tapikan…”
“Hyung, apa kita harus bilang ke Hoya yang sebenarnya?” tanya Sungyeol memotong ucapan Sujin.
“Jangan! Biarkan dulu saja, aku ingin lihat juga.. Apa Hoya masih peduli dengan Sungrin” jawab Sunggyu.

*

“Oppa, mau mampir dulu?” tanya Hayoung sambil mengembalikan helm Hoya.
“Tidak usah, Hayoungie.. Aku langsung pulang saja” jawab Hoya sambil tersenyum.
“Oh, baiklah.. Hati-hati, ya..” pesan Hayoung kemudian masuk ke dalam rumah.

Hoya melewati taman yang berada di dekat rumahnya. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang gadis yang duduk di tengah taman itu, Hoya buru-buru menjalankan motornya lagi, namun terlambat gadis itu sudah melihatnya. Terbukti, karena gadis itu berlari dan menghampirinya.

“Hoya.. Ternyata kau masih sering ke sini?” tanya Sungrin sambil tersenyum.
“Aku hanya kebetulan lewat saja, Sungrin-ssi” jawab Hoya. Seketika itu juga senyum di wajah Sungrin menghilang.
“Hoya.. Wae gurae? Kenapa kau jadi seperti ini?” tanya Sungrin. Hoya mendengus.
“Kau tanya kenapa? Karena kau itu penyakitan Kim Sungrin! Badanmu itu sangat lemah dan aku capek menemanimu untuk melakukan kemoterapi, mengantarmu ke rumah sakit.. Aku ingin seseorang yang bisa membuatku senang. Bukan menyusahkanku? Arasseo?” jawab Hoya ketus dan menjalankan motornya meninggalkan Sungrin yang terpaku.

Sungrin menatap Hoya yang mulai menjauh. Bagai petir menyambar dirinya begitu mendengar penjelasan dari Hoya.

“Hoya…” gumam Sungrin lirih sebelum kesadarannya hilang.

*

“Hoya Oppa benar-benar! Aku benci dengannya!” seru Sujin sambil menghentakan kakinya ke lantai, seakan-akan lantai itu adalah Hoya.
“Hei, tenangkan dirimu, Sujin..” ujar Sungyeol.
“Sunggyu Oppa! Sudah terbuktikan? Hoya Oppa tidak lagi menyayangi Sungrin Onnie.. Harusnya dia sadar! Siapa yang rela berkorban untuknya? Siapa yang merawatnya ketika ia sakit, siapa yang—mpphh…!!”
Sungyeol membekap mulut Sujin yang terlampau berisik itu.
“Berisik!” seru Sungyeol kesal.
“Aish.. Aku bicara yang sebenarnya!” ketus Sujin.
Sunggyu hanya menghela napas dan menatap Sungrin yang masih belum sadarkan diri.
“Kenapa ini harus terjadi padamu, Sungrin..”

*

“Onnie! Hentikan semua ini..” seru Sujin menepuk pundak Sungrin.
“Sujin.. Ini yang terakhir kalinya kok. Aku ingin melihat siapa gadis yang kini bersama Hoya” sahut Sungrin. Sujin menghela napas kemudian membiarkan Sungrin melanjutkan keinginannya.
Saat ini, Sungrin dan Sujin bisa saja di bilang stalker karena mengikuti Hoya. Sungrin hanya ingin memastikan, gadis baru pilihan Hoya itulah gadis yang terbaik untuknya.
Napas Sungrin tercekat begitu melihat seorang gadis keluar dari sebuah rumah dan menghampiri Hoya lalu memeluknya. Terlebih lagi Sujin. Sujin hanya menganga tidak percaya, ternyata gadis yang dekat dengan Hoya tidak lain adalah, sahabatnya sendiri. Han Hayoung. Sujin menatap Sungrin yang bahunya mulai bergetar. Rasa iba menghantui Sujin.

“Onnie…” panggil Sujin. Sungrin tidak merespon panggilan Sujin.
“Sujin, kita pulang saja”

*

Sunggyu mengepalkan tangannya menahan emosi begitu melihat Hoya keluar dari sekolah bersama seorang gadis.

“Laki-laki sialan..” umpat Sunggyu.
“Hyung! Tahan emosimu..” ujar Sungyeol berusaha menenangkan Sunggyu.
“Tidak bisa! Enak sekali dia enak-enakkan berjalan dengan gadis lain sementara Sungrin terbaring di rumah sakit akibatnya!” sahut Sunggyu dan langsung menghampiri Hoya.
“Sunggyu Oppa!” pekik Sujin.

“Ya, Lee Howon!” seru Sunggyu.
“Oh, Sunggyu—“

‘BUG!’

Belum sempat Hoya menyelesaikan perkataannya, Sunggyu sudah langsung memukul Hoya membuatnya terjatuh.
“Hoya Oppa!” pekik Hayoung sambil membantu Hoya berdiri.
“Hyung! Apa-apaan sih?” tanya Hoya.
“Harusnya aku yang bertanya seperti, itu! Kau yang apa-apaan. Saat ini Sungrin mati-matian mempertaruhkan nyawanya sedangkan kau malah berjalan dengan gadis lain. Presetan denganmu, Lee Howon!” seru Sunggyu emosi. Bahkan pelupuk mata Sunggyu basah.
“Seharusnya kau menjaganya, Lee Howon! Kau tidak tahu apa yang dilakukannya untukmu!” seru Sunggyu lagi. Hampir saja Sunggyu ingin memukul Hoya kembali kalau Sungyeol tidak menahannya.
“Geumanhae, hyung!” seru Sungyeol. Sunggyu menepis lengan Sungyeol dengan kasar.
“Aku bersumpah kau akan menyesal apa yang telah kau lakukan!” seru Sunggyu dan berjalan meninggalkan perkarangan sekolah. Sujin menghela napas kemudian menatap Hayoung dengan tajam.
“Aku kecewa padamu Han Hayoung” sinis Sujin dan menyusul Sungyeol yang sudah masuk ke mobil.
“Apa maksudnya” desis Hayoung.
“Aish..” rintih Hoya membuat Hayoung mendongak ke arahnya.
“Oppa, gwenchanha?” tanya Nayoung.
“Nan gwenchanha”

*

Sujin menatap hujan yang turun cukup deras dari jendela kamarnya. Ia menekuk kedua lututnya dan membenamkan wajahnya itu.

“Sungrin Onnie…” gumamnya lirih. Tahu-tahu Sujin beranjak dari duduknya dan mengambil jas hujan dan mantelnya dan pergi ke suatu tempat.

“Ini tidak bisa di biarkan.. Hoya Oppa harus mengetahui yang semuanya. Sebelum semuanya terlambat” batin Sujin.
“Taksi!”

Dok..! dok..!

Sujin mengetuk pintu apartemen Hoya dengan tidak sabaran. Tak lama kemudian, pintu apartemen terbuka.

“Mwo?” tanya Hoya menyembulkan kepalanya dari balik pintu. Sujin menghela napas.
“Ada yang ingin aku bicarakan, Oppa..” jawab Sujin. Hoya membuka pintu apartemennya lebih lebar dan membiarkan Sujin masuk.

“Mau minum, apa?” tanya Hoya.
“Tidak usah, aku ingin langsung saja..” tolak Sujin. Hoya mengangguk kemudian duduk di seberang Sujin.
“Sebelumnya.. Aku minta maaf atas perbuatan Sunggyu Oppa tadi” ujar Sujin. Hoya mendengus sambil tertawa.
“Gwenchanha.. Langsung to the point saja, Sujin-ssi”
“Baiklah.. Ini tentang—“
“Kalau tentang Sungrin, lebih baik kau pulang saja” potong Hoya. Sujin membelakan kedua matanya.
“Dengarkan aku dulu! Aku rasa kau harus mengetahui ini” ujar Sujin berusaha untuk sabar.
“Keluar.. Aku sudah muak mendengar kata Sungrin.. Lebih baik anak itu pergi saja dari dunia ini” sahut Hoya santai. Sujin bangkit berdiri dan mengepalkan sebelah tangannya membuat kuku-kuku jarinya memutih.
“HARUSNYA AKU YANG BILANG SEPERTI ITU, LEE HOWON!” seru Sujin membuat Hoya mendongak dan menatap Sujin marah.
“Neo! Apa kau tidak punya yang namanya sopan santun? KELUAR DARI RUMAHKU SEKARANG JUGA!”
“Lebih baik tidak punya sopan santun dari pada tidak mempunyai perasaan. Aku beritahu padamu Howon-ssi.. Kalau tidak karena Sungrin Onnie, aku yakin kau sudah berada di liang kubur sekarang! Kau tahu? Ginjal kananmu itu adalah ginjal dari Sungrin Onnie!” seru Sujin menahan air matanya.
“M..mwo? Hentikan candaanmu, Nam Sujin!” bentak Hoya.
“Aku serius! Aku tidak berbohong! Sungrin Onnie rela berkorban memberikan ginjalnya untukmu agar kau tetap sehat. Karena dia bilang padaku, dia merasa sedih melihat kau ke rumah sakit dan meminum obat-obatan. Dan sekarang, Sungrin Onnie yang harus menerima penderitaan itu dan seenaknya saja kau meninggalkannya? Padahal dia sudah rela mengorbakan nyawanya hanya untuk namja tidak tahu diri sepertimu! Sebelumnya, kau juga hanya seorang yang berpenyakitan! Tapi Sungrin Onnie tetap mencintaimu apa adanya.. Tapi ternyata ini balasanmu untuknya” jelas Sujin sambil terisak.

Hoya yang mendengar penjelasan Sujin hanya bisa diam. Kerongkongnya terasa kering dan lidahnya kelu untuk mengeluarkan sepatah katapun. Sujin menghela napas dan menghapus air matanya secara kasar.

“Aku berharap kau mencerna apa ucapanku. Permisi” ujar Sujin dan keluar dari apartemen Hoya.

‘BLAM!’

Hening..
Hoya masih terdiam di tempatnya.

“Sungrin… Mendonorkan ginjalnya untukku?”

*

Sujin berlari menyusuri koridor rumah sakit setelah mendapat telepon dari Sungyeol. Perasaannya tidak menentu, air mata sedari tadi terus mengalir.

“Tuhan.. Aku mohon, selamatkan Sungrin Onnie..” ujar Sujin lirih.

“Oppa!” pekik Sujin begitu melihat Sunggyu dan Sungyeol duduk di depan ruang UGD. Perasaan Sujin semakin tidak enak begitu menatap Sunggyu yang matanya sudah sembab.

“Sujin..” panggil Sunggyu berjalan mendekati Sujin dan memegang kedua bahu Sujin.
“Sungrin… Sungrin-hh.. Dia sudah tenang sekarang” ujar Sunggyu.
Sujin terdiam.. Berusaha mencerna perkataan Sunggyu.
“Oppa.. Utkijima..” Sujin mendongak menatap Sunggyu. “Oppa pasti bercanda, iyakan? Bilang padaku kalau ini semua hanya candaan!” seru Sujin menepis tangan Sunggyu dan mundur beberapa langkah.
“Aku tidak mungkin bercanda, Nam Sujin! Aku tidak mungkin mengatakan bahwa…hh” Sunggyu tidak melanjutkan kata-katanya. Air matanya kembali mengalir.
“Maldo andwae..” Sujin membekap mulutnya tidak percaya. Detik berikutnya, air mata Sujin mengalir lebih deras. Hampir saja Sujin terjatuh kalau Sungyeol tidak menahan dan memeluknya.
“Sungrin Onnie tidak boleh pergi! Tidak boleh” isak Sujin sambil memukul-mukul dada Sungyeol.

‘BUK!’

“Sujin!!”

*

“Oppa… Kau saja memberikannya pada Hoya Oppa” ujar Sujin sambil menyodorkan sebuah kotak pada Sungyeol.
“Arayo.. Kau tunggu di mobil” sahut Sungyeol menerima kotak itu dan turun dari mobil.

Dok! Dok!

Sungyeol mengetuk pintu apartemen Hoya.

“Chakkaman..” terdengar suara Hoya dari dalam. Sungyeol sedikit memundurkan langkahnya begitu pintu apartemen terbuka.

“Oh, Sungyeol.. Ada apa?” tanya Hoya. Sungyeol mendesah pelan melihat tingkah Hoya. Padahal Sungrin sudah meninggal tapi Hoya malah bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.
“Aku hanya ingin memberikan ini.. Benda kenangan dari Sungrin” jawab Sungyeol sambil memberikan kotak berwarna ungu itu pada Hoya lalu pergi.
“Sungyeol!” seru Hoya namun Sungyeol sudah terlalu jauh. Hoya menatap kotak itu dengan tatapan heran kemudian menutup pintu apartemennya.

Hoya meletakkan kotak itu dan membukanya perlahan.

“Eh? Inikan.. Jaket favoriteku..” gumam Hoya.
Pandangannya tertuju pada tutup kotak tadi. Ada sepucuk surat di sana. Ia langsung meraih surat itu dan membacanya.

Hoya, Lee Howon.

Maaf..
Maaf jika aku bukanlah gadis yang sempurna untukmu…
Maaf, jika aku selalu menyusahkanmu..
Maaf.. Aku tidak bisa membahagiakanmu seperti gadis-gadis lainnya membahagiakan pasangannya.
Tapi ketahuilah.. Aku sangat, sangat mencintaimu Howon-ah.. Aku rela berkorban untukmu.. Asal kau bahagia. Aku mencintaimu lebih dari para gadis-gadis yang membahagiakan pasangannya.
Aku mencintaimu melebihi apapun.. Bagiku, kau orang yang sangat berharga untukku.

Howon.. Mungkin ketika kau membaca surat ini aku sudah tidak ada.. Tapi, aku akan selalu ada untukmu.. Sekali lagi, maaf

– Kim Sungrin –

Air mata Hoya mengalir membasahi surat itu. Ia menggigit bibir bawahnya berharap air matanya tidak mengalir lebih.

“Kenapa? Kenapa? Kenapa selama ini aku bodoh..?” geram Hoya lirih.
“Harusnya aku yang minta maaf.. Maafkan aku, Sungrin-ah..”

– The end –

Advertisements

3 responses to “[Freelance] I’m Sorry

  1. Kasian sungrin (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    Hoya kenapa jadi ninggalin sungrin coba?! Cuma alasan krn sungrin penyakitan?! Cih. Kesel sendiri liat kelakuan sm sifat hoya disini -__—

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s