THE SECOND LIFE [PART. 3]

Author : Keyholic (@keyholic9193)

Main Cast : Byun Baekhyun,Shin Hyunchan

Minor Cast :

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

Suho

Yoon Jisun

Lee JinKi as Baekhyun’s Father

Genre : Romance/fantasy

Rating:  PG 16

Poster by : Cute Pixie

*semuanya hanya karangan saya yang terinspirasi dari dramkor  49days *

PART. 1| PART.2 |

 

***

Hidup kedua.Hal tersebut biasanya kadang hanya nampak di drama-drama televisi atau karya fiksi lainnya.Tapi apakah itu memang ada? Maksudku, saat kau benar-benar telah divonis meningal dan tiba-tiba seseorang menawarkan mu untuk menjalani sesuatu dan kau akan mendapatkan kehidupan kedua mu.Apa kalian percaya soal itu?

***

“Mianhae chagi~ aku sedikit sibuk hari ini.Lain kali saja yah?” Baekhyun segera menutup ponselnya sebelum pacarnya menanyainya macam-macam.

Selang beberapa detik kemudian,lagi-lagi ponselnya berdering menampilkan id yang sama seperti sebelumnya.

Baekhyun berdecak kesal lalu memutuskan untuk mengabaikan saja ringtone yang terus mengalun itu.Sepertinya dia mulai bosan pada sang gadis dan berniat untuk mencari yang baru lagi,seperti biasanya.

“Saatnya mencari yang baru lagi!” Teriaknya girang lalu segera melajukan kembali mobilnya yang sempat terhenti .

Dibesarkannya volume musik di mobilnya.Kepalanya bergoyang sembari jarinya mengikuti irama mngetuk-ngetuk kemudi.

“Hari libur begini memang enaknya bersenang-senang.Aaa..biar kupikir kira-kira siapa yang bagus ku ajak ikut bersama.” Jidatnya mulai berkerut memikirkan orang-orang yang akan diajaknya untuk berbagi kesenangan.

“Chanyeol..Hummm  pasti seharian Jisun bersamanya.Ck”Ia mnggeleng-gelengkan kepalanya lalu mulai berfikir lagi.

“Aha! Do Kyungsooo!!” Ucapnya dengan senyum lebar.

Ia mulai menjalankan mobilnya melalui rute ke rumah Kyungsooo.Hari libur begini ia tahu betul,Kyungsooo hanya akan mendekam di rumah seharian.Dia itu tipe manusia yang lebih senang menikmati liburannya di rumah.

“Do Kyungsooo,na wasseo!! *aku datang* “Teriaknya lalu menambah kecepatan kendaraannya.

Saat lagi sedang asik-asiknya memikirkan rencana bersenang-senangnya,Baekhyun tak sengaja melewati seseorang yang berjalan terpincang-pincang di tengah jalan yang cukup sunyi.Mobilnya perlahan menurunkan kecepatan , sementara matanya memandang kearah kaca mobil sebelah kiri terus menatap kea rah orang itu.Kakinya seketika itu juga menginjak pedal rem ketika ia tersadar bahwa gadis yang tengah berjalan terpincang-pincang itu tak asing lagi baginya.

“Shin Hyunchan!”

Ia ingin mengabaikannya saja, tapi rasa penasarannya akan apa yang terjadi dengan teman sekelasnya itu, membuatnya behenti lalu meminggirkan mobilnya.

Ia berjalan mendekat ke arah Hyunchan yang sepertinya belum menyadari keberadaannya.

Dan detik itu juga matanya membulat saat melihat apa yang tengah terjadi pada kaki Hyunchan.Tepat di bagian lututnya Hyunchan mengeluarkan begitu banyak darah,sampai ia sendiri bergidik ngeri melihatnya.

“Omo!Shin Hyunchan,apa yang terjadi pada mu?” Paniknya.

Hyunchan yang cukup kaget dengan jeritan Baekhyun pun tersadar akan keberadaan namja itu.Ia menatap Baekhyun yang sudah memasang ekspresi panik tak karuan.Sepertinya ini untuk pertama kalinya ia melihat begitu banyak darah.

Hyunchan menatapnya dengan pandangan seperti biasa.Namun kemudian ia memutuskan untuk tetap berjalan mengabaikan kehadiran  Baekhyun.

Beberapa saat yang lalu ia hanya sedikit ceroboh,berjalan sambil melamun.Ia sedang memikirkan bagaimana nanti nasib halmeoninya jika ia gagal.Hingga kemudian seorang pengendara motor tak sengaja menyambarnya dan beginilah hasilnya.

“Ya! Shin Hyunchan! “ Baekhyun mencoba mencegah Hyunchan.

“Mau kemana kau? Ayo ke rumah sakit.Luka mu ini parah!” Baekhyun masih tampak panik sambil memegang lengan Hyunchan.

Hyunchan melepaskan cengkraman Baekhyun lalu kembali berjalan.

“Ya!” lagi-lagi Baekhyun berusaha mencegatnya.

“kalau dibiarkan terus lama-lama ini akan infeksi.”

Bagi Hyunchan luka seperti ini sama sekali tak berarti baginya.Selama hidupnya ia sudah sering merasakan bagaimana perihnya luka itu dan lukanya yang kali ini bukanlah yang terburuk.

Hyunchan menghela nafas.

“Ini bukan urusan mu,Tuan Byun.” Ucapnya tajam.

Setelah mengatakan itu Hyunchan kembali berjalan.

“Ck,dasar wanita aneh.Ya sudah kalau tak mau dibantu.” Kesal Baekhyun lalu segera mempercepat langkahnya mendahului Hyunchan,menuju mobilnya.

“Kita lihat,sampai kapan kau akan mampu berjalan dengan luka seperti itu.Aku yakin dalam hitungan ketiga kau akan memanggil nama ku dan pada akhirnya meminta sendiri diriku untuk mengantar mu ke rumah sakit.”

Baekhyun mengira Hyunchan hanya berpura-pura sok kuat dan menolak bantuan Baekhyun.Ia berfikir bahwa Hyunchan melakukan itu agar Baekhyun berusaha dengan keras untuk membujuknya.Seperti yang biasanya gadis-gadis di drama lakukan,sok jual mahal.

Baekhyun bersandar di badan mobilnya yang tengah terparkir manis di pinggir jalan.Ia memperhatikan langkah Hyunchan dari arah belakang menuju kearahnya.Perlahan ia mulai berhitung.

“Satu.”

“Dua.”

“Ti…ga.”

Tak terjadi apapun.Tak ada suara yang bisa ia dengar selain suara deru angin.Hyunchan berjalan melewatinya tanpa mengeluarkan suara apa pun.Tebakan Baekhyun salah total.

Baekhyun menatap punggung Hyunchan yang semakin menjauh.Ia heran bagaimana mungkin ada wanita yang bisa bertahan seperti itu.Ia mulai bermaksud untuk kembali masuk ke dalam mobilnya dan mengabaikan Hyunchan saja.Namun ketika dilihatnya yeoja itu  jalan dalam keadaan yang terpincang-pincang,secercah rasa iba pun mulai muncul di hatinya.

Sekalipun ia seiring mempermainkan wanita,tapi dia bukanlah tipe pria yang tega melihat ada wanita yang terluka parah di hadapannya namun membiarkannya saja.

“Aishh pabbo yeoja!” Bersamaan dengan rutukannya ia berjalan cepat ke arah  Hyunchan dan seketika itu juga diraihnya wnaita itu lalu diletakkan dipundaknya persis seperti sedang mengangkat barang.

“Ya! Apa yang kau lakukan!”

Hyunchan mengamuk atas perlakuan Baekhyun.

“Turunkan aku ,pabbo!”

Ia terus meminta untuk di turunkan tapi Baekhyn tak menghiraukannya.Namja itu terus menggendong Hyunchan menuju mobilnya.Diletakkannnya Hyunchan di tempat duduk penumpang lalu denga sigap ia menuju ke bagian kursi pengemudi.Hyunchan mencoba membuka pintu itu tapi sayangnya,mobil mewah Baekhyun memang dirancang hanya dapat terbuka jika pengunci  pintu si pengemudi  juga terbuka.

“ya! Apa-apaan kau!” Jerit Hyunchan menatap tajam ke  arah Baekhyun.

“Kalau tidak pakai cara ini,kau tidak akan ke rumah sakit dan luka mu akan semakin parah.”

“Siapa bilang aku tak mau  ke rumah sakit? Aku akan pergi sendiri ke sana.Cepat buka pintunya!”  Hyunchan memaksa membuka pintu mobil Baekhyun.

“kau fikir kau akan sanggup berjalan dalam keadaan seperti itu? Rumah sakit masih terlalu jauh dari sini.Itu akan semakin memperparah luka mu, Shin Hyunchan.”

“Sudah kubilang ini bukan urusan mu.Mau ini akan bertambah parah atau tidak apa peduli mu hah?! Siapa kau berani-beraninya..” Hyunchan berteriak sekencang-kencangnya namun tangan Baekhyun perlahan membeka mulutnya.

“Aishh,diamlah!Suara mu betul-betul nyaring.Bagaimana kalau gendang telinga ku pecah.” Protes Baekhyun.

Hyunchan yang masih dipenuhi rasa emosi berusaha melepaskan bekapan tangan Baekhyun,tapi Baekhyun tak selemah itu.

Di raihnya tangan Hyunchan yang mengusik tadi lalu ditahannya agar tangan itu tak bergerak lagi.Perlahan ia mendekatkan pandangannya dengan Hyunchan.

“Hei dengar.Aku bukan ingin melakuan hal buruk pada mu.Aku hanya ingin menolong mu Hyunchan-ah.”  Ucapnya terdengar seperti berbisik, begitu lembut.

Hyunchan yang tadinya berkoar-koar seperti orang kesurupan mendadak  terdiam.Ia  terpaku dengan panggilan namanya yang dilontarkan oleh Baekhyun.Sebelumnya tak pernah ada orang yang memanggilnya dengan akhiran ‘-ah’ di belakang namanya.Kebanyakan dari mereka hanya memanggil namanya langsung tanpa embel-embel apa pun atau mungkin dengan akhiran ‘-ssi’ seperti yang dilakukan Suho dan Kyungsooo ketika memanggilnya.Ia merasa ada sesuatu yang aneh ketika Baekhyun memanggil namanya seperti itu.

Saat melihat Hyunchan sudah mulai tenang Baekhyun kembali bersuara.

“Jelas aku peduli pada mu.Kita ini teman sekelas.Teman kelas mana yang tega melihat temannya terluka lantas tidak menolongnya? Sekalipun kita sering bertemu di saat yang mungkin membuat mu berfikiran buruk pada ku,tapi aku bukanlah tipe orang yang akan membiarkan teman terluka begitu saja tanpa menolongnya.Jadi tenanglah.Ok”

Baekhyun menepuk-nepuk pelan pipi Hyunchan yang masih berkelut dengan fikirannya.Perlahan ia mulai untuk mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.

Itulah sisi lain dari Baekhyun.Sebenarnya ia tak sejahat seperti apa yang tercap padanya.Ia adalah tipe orang yang menghargai teman.Jika diperhatikan, tak satupun dari teman kelas wanitanya yang ia kencani.Selain itu, wanita yang dikencaninya pun tidak bisa di bilang wanita baik-baik.Jika ada wanita baik-baik yang meminta dia menjadi pacarnya maka ia akan menolaknya.Itu semua karena ia tak mampu menyakiti orang yang baik,termasuk menyakiti  temannya apa lagi teman sekelas.

***

Baekhyun menatap nanar kaos kaki hitam panjang  Hyunchan yang kini tengah sobek tepat di bagian lututnya.Ternyata sekalipun bukan disekolah ,Hyunchan memang suka menggunakan kaos kaki.

“Nona Shin,kau harus melepaskan kaos kaki mu dulu sebelum lukanya di jahit.” Ucap sang dokter.

Kaki Hyunchan memang harus  di jahit tapi hanya jahitan kecil dan itu tak banyak.

Hyunchan menatap Baekhyun yang tak jauh dari posisinya,ia terlihat ragu untuk melepaskan kaos kainya.Tapi akhirnya ia melakukannya juga.Perlahan-lahan di lepaskannya ke dua kaos kakkinya hingga kemudian yang tersisa celana pendeknya yang sempat terlihat seperti menyatu dengan kaos kakinya.

Bekhyun sempat tercengang melihat kaki Hyunchan.Kakinya tak terlihat seperti kaki gadis korea biasanya.Sekujur kakinya di penuhi oleh luka-luka yang meninggalkan banyak bekas,sungguh kontras dengan kebanyakan kaki wanita korea yang mulus.Di korea ,wanita sangat takut jika ada sedikit luka yang berbekas di kaki mereka.Sekalipun ada bekas luka maka mereka akan segera melakukan operasi dan memperindah kembali tampilan kakinya.Tapi Hyunchan,Baekhyun menjadi miris melihatnya.

“Sebenarnya apa yang ia lakukan selama ini sampai begitu banyak luka yang berbekas?” Batin Baekhyun.

Kehidupan Hyunchan yang keras beberapa tahun yang lalu mungkin telah berakhir,tapi bekasnya tak akan pernah hilang,sperti yang tampak pada kakinya.

“Apa anda yakin,tak ingin di bius full.Ini mungkin agak sakit nona Shin.” Ucap sang dokter meminta pendapat sekali lagi dari pasiennya.

Hyunchan hanya mengangguk.Ia bisa menahan rasa sakit apa pun.

Sang dokter mulai melakukan pengobatan di bantu oleh beberapa perawat.Baekhyun tetap berada di dalam ruangan  juga.

Ia betul-betul tak habis pikir mengapa bisa ada wanita seperti Hyunchan.Dirinya saja yang seorang pria,kalo dihadapkan pada masalah yang sama iakan memilih untuk di bius penuh.Cukup dirasakan saja penjahitan luka itu begitu sakit,apalagi kalau kita tersadar dan sampai melihatnya dnegan mata kepala sendiri  jarum-jarum kecil itu menembus kulit.

Di tengah-tengah proses pengobatan luka Hyunchan,setiap melihat jarum yang menembus kulit Hyunchan Baekhyun akan menjerit kecil.Ia terus mengulanginya hingga sang perawat pun menegurnya.

“Tuan,kalau kau tak sanggup melihatnya,kau bisa menunggu di luar.”

“Ahh,Maafkan aku.Tapi aku akan menunggunya di sini saja.”

Selang beberapa menit,Baekhyun kembali mengeluarkan suara jeritan kecil lagi.Dan itu sukses membuat sang perawat kesal padanya.

“Maaf tuan. Tapi kalau begini terus kau bisa mengganggu konsentrasi dokter.”

Sang perawat  memaksa Baekhyun keluar dari ruangan.

“Tenang saja.Pacar mu akan baik-baik saja.”

Dan ucapan  terakhir sang suster sontak membuat Baekhyun membulatkan mata.

“Mwo?! Aniii dia bukan..”

Si suster tak peduli dengan ucapan Baekhyun dan segera menutup pintu ruangan.

“Pacar ku.” Lanjut Baekhyun pelan.

***

Baekhyun memandangi Hyunchan yang kini tertidur pulas di atas tempat tidur pasien.Sebenarnya yeoja itu langsung ingin pulang ke rumahnya,namun karena sang dokter memaksanya,ia pun menerimanya.Ia diberi obat penenang  untuk bisa beristirahat dengan pulas demi penyembuhannya.

Baekhyun menatap wjaah yang tengah tertidur pulas itu.Ia terdiam untuk beberapa saat.Dan entah kenapa  di mata Baekhyun yeoja itu mendadak terlihat berbeda  saat ia tengah tertidur dibanding ketika ia telah tersadar.

“kau terlihat lebih baik jika seperti ini.” Gumam Baekhyun.

“Seharusnya hari ini aku bersenang-senang,tapi kenapa semuanya bisa jadi seperti ini?” Ucapnya tapi bukan dalam nada kekesalan pada Hyunchan.

Namja itu terus menatap Hyunchan ,hingga ia tak sadar bahwa tangannya kini mulai bergerak menuju ke rambut Hyunchan yang menutupi sebagian wajahnya.Tinggal beberapa centi lagi ia menyentuh rambutnya tapi tiba-tiba ponselnya berdering dan itu membuatnya sedikit terkejut.

“Yeoboseo.Ne appa?”

“Oh Ne.Aku segera kesana.”

Setelah  menutup ponselnya, ia berusaha mencerna apa saja yang akan dilakukannya beberapa saat yang lalu.Ia menatap tangannya.

“Apa yang baru saja ku lakukan?” Herannya.

***

Sepeninggal Baekhyun,beberapa jam kemudian Hyunchan tersadar.Matanya terlihat menerawang ruangannya.Ia menatap kursi yang berada di sampingnya seperti memikirkn sesuatu,kemudian  ia pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya.

Hyunchan berjalan menuju meja administrasi untuk membayar ssegala biayanya.

“Maaf tapi semua biayanya telah terbayarkan.” Ucap sang petugas ramah.

Hyunchan tampak berfikir sejenak.

“Oh ne.Gamsahamnida.” Ucapnya.

Ia tahu pasti satu-satunya orang yang melakukan itu adalah Baekhyun.

“Tapi nona,kondisi mu belum pulih betul.Anda masih harus beristirahat di rumah sakit.”

Suara sang suster di belakangnya menarik perhatiannya.Suster itu sedang menegur seorang wanita paruhbaya yang mungkin seorang pasien.

“Anio.aku sudah merasa baikan.Terima kasih ats pelayanannya.” Sang wanita terlihat membungkuk .

Setelah merasa tak bisa memaksa pasienya lagi si suster pun mengalah.

“baiklah kalau mau anda seperti itu.Jaga kesehatan anda baik-baik.”

Sepeninggal sang suster wanita tadi menatap Hyunchan yang sedari tadi  tak sengaja memperhatikannya.Ia  berjalan menuju meja administrasi.

“Kau tahu,orang kecil itu tak pantas menggunakan kata ‘beristirahat di rumah sakit’.Kata itu hanya pantas bagi mereka yang mempunyai uang.Bagi rakyat kecil,lebih baik uang ditabung demi bertahan hidup dibanding membuang-buanganya dengan beristirahat di rumah sakit.”

Hyunchan hanya terdiam.Ia tahu betul apa yang dimaksud sang ibu ini.Dahulu pun ia juga merasakan hal yang sama.

Setelah selesai membayar administrasinya dengan uang terlihat begitu kusut,sang ibu itu pun beranjak pergi.Namun langkahnya linglung dan ia hampir terjatuh andai Hyunchan tak menolongnya.

“Gwenchanayo?”

“Ne.Gomawo.” sang ibu tersenyum lalu melepaskan pegangan Hyunchan.

Ia pun kembali meneruskan langkahnya.

Entah mengapa mendadak Hyunchan rindu akan ibunya yang telah membuangnya di panti asuhan.

***

“jadi kau paham kan penjelasan ibu?”

Hyunchan dan Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya.

Beberapa menit yang lalu Park saem meminta mereka untuk menghadap ke ruangan guru.Disana sang ibu guru menjelaskan tentang kelas tambahan belajar ‘khusus’. Kelas itu adalah merupakan kelas tambahan bagi mereka yang bernilai rendah ataupun murid pindahan baru yang mungkin kurang paham dengan pelajaran selama ini.Di sekolah ,bagi murid kelas tiga memang diadakan kelas belajar tambahan yang akan berlangsung hingga sore.Ada dua kelas belajar tambahan,satu yang biasa dan satunya lagi khusus.Bagi kelas biasa itu berisikan murid-murid memang yang selama ini telah mampu memahami pelajaran dan nilainya sudah cukup bagus.Dan kelas Khusus itu diperuntukkan untuk orang-orang seperti Baekhyun dan Hyunchan.

“dan kau Byun Baekhyun,jangan pernah berfikir untuk bolos kelas ini.Aku yakin ayah mu pasti sudah memperingatkan mu akan hal ini.” Ujar sang guru mengingatkan.

Baekhyun tahu betul itu.Kemarain ketika ayahnya menghubunginya,ternyata ia akan membahas tentang hal ini.Entah mengapa ayahnyanya mendadak peduli dengan nilai-nilainya .ayahnya mengancam jika hasil ujian akhir Baekhyun mengecewakan,maka semua fasilitasnya akan dicabut dan dia akan dikuliahkan di tempat yang sangat terpencil dan jelek.

Tapi hal tersebut hanya dianggap angin lalu baginya,Ia tahu ayahnya tak akan seserius itu memberikan hukuman padanya.

Setelah selesai membahas semuanya,Baekhyun dan Hyunchan pun beranjak menuju kembali ke kelas mereka yang sebentar lagi akan memulai pelajaran.

“Hum..Baekhyun-ssi.” Panggil Hyunchan pelan begitu mereka keluar dari ruangan guru.

Baekhyun yang tengah berjalan duluan ,menghentikan langkahnya lalu meneoleh ke Hyunchan.

“Gomawo untuk yang kemarin.”

“Mwo?” karena suara Hyunchan yangterlalu kecil ia tak mampu mendengarnya.

Namja itu pun berjalan mendekat ke  arah Hyunchan.

“Gomawo.” Ulang Hyunchan.

Mendengarnya,Baekhyun tersenyum kecil.Rasanya aneh baginya mendengar Hyunchan berucap terima kasih padanya.

“Mwo? Kau bilang apa? Aku takk mendengarnya.” Ia berpura-pura ingin mengerjai Hyunchan.

“Gomawo.” Ulang Hyunchan dengan bodohnya.

“Mwo?”

“Eobso! Lupakan saja!”

Hyunchan pun kesal dan segera meninggalkan Baekhyun yang kini tengah tertawa cekikian.

“Hei! Aku tak menerima ucapan terima kasih yang seperti ini.Lain kali akan ku tagih ucapan terima kasih mu!” Baekhyun berteriak sekeras mungkin hingga langkah Hyunchan terhenti.

Ia terdiam sejenak,sepertinya untuk mendengarkan kalimat Baekhyun secara lengkap.Begitu Baekhyun selesai berteriak,ia ingin menoleh kea rah Baekhyun tapi di urungkannya niatnya.Ia pun kembali melanjutkan langkahnya.

“haha wajahnya begitu lucu.” Ucap Baekhyun masih cekikikan.

“Tuan Byun,bukannya kau sudah seharusnya berada di kelas sekarang.Apa yang kau lakukan disini.”

Tiba-tiba seorang guru menegurnya dan itu sontak membuatnya menghentikan tawanya.

“Oh Ye,saem.Aku juga sudah akan ke kelas.” Baekhyun membungkuk lalu segera berjalan menuju kelasnya.

Di dalam hati dia masih tertawa karena ekspresi Hyunchan tadi.

“Shin Hyunchan..Shin Hyunchan.”

***

Hari pertama kelas bimbingan,betul saja apa yang di khawatirkan oleh Park saem terjadi.Baekhyun tidak masuk.

Hyunchan memandang bangku kosong di sampingnya yang tadinya akan menjadi tempat duduk Baekhyun.

“Apa semuanya sudah hadir?” Tanya sang guru.

Ia mulai menerawang bangku demi bangku dan matanya terhenti di bangku kosong milik Baekhyun.

“Ada yang tahu kemana Tuan Byun?” Tanya sang guru tapi tak ada jawaban.

“Aishh dasar anak itu!” rutuknya

Hyunchan masih tidak mengerti,sebenarnya apa yang dipikirkan namja bermarga Byun itu.Ujian akhir akan berlangsung tak lama lagi,dua bulan dari sekarang.Dan anak itu sama sekali tak ada pedulinya akan bagaimana nasib nilainya nanti.

Jika ia melakukannya di kelas seperti biasanya,itu tak masalah.Tapi ketika kelas pelajaran tambahan,bagaimana mungkin ia masih berfikir untuk membolos juga?

“Ingat yah,tidak hadir tiga kali tanpa pemberitahuan apa pun,maka orang tua kalian akan di panggil.Sekolah ini bukanlah sekolah sembarangan.Ini sekolah  unggulan di Seoul.Jadi nilai ujian akhir kalian haruslah sangat bagus.Yang memeriksa hasil ujian kali ini bukanlah pihak sekolah.Maka dari itu ,ketika nilai kalian memburuk maka itu akan merusak nama sekolah,dan sekolah tak ingin sampai itu terjadi.Jadi ibu mohon seriuslah belajar, hanya demi ujian akhir ini.Lagi pula nilai kalian inilah yang menjadi penentuan bahwa apakah kalian bisa lulus  di universitas favorit atau tidak.” Ucap Park Saem panjang lebar.

Hingga hari ketiga Baekhyun belum juga muncul.Jangankan di kelas ini,di kelas biasa pun ia tak masuk.

“Byun Baekhyun!” sang guru mengabsen nama Baekhyun.

“Byun Baekhyun!” Sang guru mulai bersiap-siap menandai nama Baekhyun,sebelum kemudian Hyunchan mengangkat tangannya.

“Ada apa nona Shin?”Tanya sang guru heran.

Sedangkan Hyunchan terlihat sedikit terkejut. Ia heran dengan apa yang dirinya lakukan. Tapi semuanya sudah terlanjur.

“Ngg..itu..Baekhyun..Baekhyun sedang terkena diare beberapa hari terakhir ini.”

Hyunchan menghela nafas,anggap saja ini sebagai balas budinya pada Baekhyun untuk pertolongannya kemarin.
“Apa kau serius,nona Shin?Bagaimana kau bisa tahu?” Tanya sang guru meragukan Hyunchan.

“Aku..aku menjenguknya kemarin,dan sepertinya kondisinya belum memungkinkan untuk hadir.”Ujarnya memasang tampang menyakinkan.

Sang guru terlihat mengangguk.“Baiklah kalau begitu.”

“tapi kenapa ayahnya tak menghubungi pihak sekolah?uhmm mungkin dia sedang banyak kerjaan.” Lanjut si guru pelan.

Hyunchan kembali menatap Bangku Baekhyun.

“ya! Hyunchan-ssi.Kau berbohong kan? Aku tahu Baekhyun memang benar-benar bolos.Ia sedang berlibur bersama Eunri Noona.Dia itu sunbae angkatan sekolah ini.Dia sangat cantik.Baekhyun benar-benar beruntung bisa berkencan dnegannya.” Ujar Xiumin dari arah depannya berucap panjang lebar dengan begitu antusias.

Hyunchan sedikit mengkerutkan dahinya saat mendengar kata berlibur.Lalu kemudian ia menatap tajam kearah bangku Baekhyun.

“Ya chagi~ apa yang kau bicarakan?Kudengar kau menyebut nama Eunri eonni.Kau selingkuh ya?” Tegur Seorang gadis di sebelah bangku xiumin terlihat sedang marah sambil menggembungkan pipinya.

“Anio chaerin-ah.Aihh kau benar-benar lucu saat sedang cemburu.” Xiumin mencubit gemas pipi Chaerin dan karena itulah akhirnya kedua makhluk yang tengah berlovey dovey itu mendapat teguran dari sang guru.

***

Ke esokan harinya Baekhyun mulai masuk kembali.Ternyata benar saja, namja itu memang telah berlibur bersama wanita barunya.Hyunchan tahu itu karena di kelas ia,Kyungsooo dan Chanyeol terlalu heboh membahasnya.

Kelas telai usai beberapa saat yang lalu.Kini tinggal Hyunchan dan Baekhyun yang sibuk merapikan barang-barangnya.Hyunchan terlalu lama menyalin tulisan di papan tulis.Sebenarnya ia tak perlu melakukan itu toh ia di sini juga hanya sementara,tapi ia hanya ingin belajar banyak saja soal ilmu pengetahuan.Sedangkan Baekhyun,ia belum pulang karena jari-jarinya sedang sibuk menari di atas touch screennya.Sepertinya ia sedang berkirim pesan dengan seseorang.

Setelah beberapa saat sibuk dengan ponselnya ,Baekhyun pun bersiap-siap untuk pulang.ia meraih ransel hitamnya.Matanya menatap Hyunchan yang juga sedang sibuk dengan peralatannya.

“hari ini aku tak akan masuk. Kalau ketemu Park Saem nanti  katakan padanya ia tak perlu repot-repot mengabsen nama ku,karena aku tak akan pernah hadir di kelas tambahan.Humm katakan juga padanya bahwa jika dia mau,dia bisa mengeluar kan ku dari daftar siswa kelas pelajaran tambahan.Oke.Na meonjeo galkhae *aku pergi duluan yah.* Annyeong~ ” Ujar Baekhyun Lalu melangkah  meninggalkan Hyunchan.

Langkahnya terhenti ketika sang yeoja yang sedari tadi terdiam mulai mengeluarkan suaranya.

“Tidak mau!”

Baekhyun menoleh ke arah Hyunchan.

“Ne?”tanyanya heran.

“Aku tidak mau melakukannya.Kenapa tak kau lakukan sendiri saja?”Ucap Hyunchan memperjelas.

Baekhyun tampak bingung sejenak lalu kemudian ia berkata lagi “oh,tak masalah.Aku akan melakukannya sendiri.”

Ia kembali mengambil langkah namun suara Hyunchan kembali menghentikannya lagi.

“Aku tidak tahu apa yang ada di otak mu sehingga kau lebih mementingkan urusan yang lain di banding sekolah mu.Ini sudah hampir ujian kelulusan dan kau masih saja tak peduli? Heh.”

Baekhyun mengerutkan dahinya dan langsung menoleh ke Hyunchan.

Oke,dia mungkin paham apa yang dimaksud Hyunchan,tapi alsan kenapa Hyunchan mendadak membahas masalah itu ia sama sekali tak paham.Dan rasanya aneh jika Hyunchan langsung berbicara seperti itu,padahal mereka tidak berada dalam posisi teman yang akrab.

“Seharusnya kau bersyukur atas nasib yang kau dapatkan.Dengan takdirmu sebagai anak konglomerat membuatmu dapat mengecap pendidikan yang bagus,nyaman dan berkualitas.Kau tahu,di luar sana ada banyak anak yang begitu ingin merasakan bagaimana bersekolah di tempat ini,sama seperti mu.Mereka punya semangat,mereka pandai namun karena kendala biaya mereka hanya mampu mendapatkan pendidikan yang ala kadarnya.Sedangkan kau,yang dimana bisa mendapatkannya tanpa perlu menguras keringat,justru hanya bersantai-santai dan tak peduli dengan semuanya!”

“Sampai kapan kau akan menyia-nyiakan sekolah mu?sampai kapan kau akan masa bodoh dengan semuanya?Apa kau tidak pernah memikirkan masa depan mu?Kau benar-benar menyedihkan.” Lanjutnya.

Begitu kata terakhir selesai keluar dari mulut Hyunchan,keheningan pun melanda ruangan kelas itu.Mimik Baekhyun sekarang sudah berbeda dari sebelumnya.Matanya mendadak menatap dingin ke  arah Hyunchan dan yeoja itu punmemberikan tatapan yang sama.

Tak ada satu pun dari mereka yang bersuara,hingga akhirnya perlahan kaki Baekhyun melangkah mendekat ke Hyunchan.saking heningnya,suara hentakan kaki itu bahkan menggema di dalam ruangan kelas.

Kini mereka tengah saling berhadap-hadap dalam jarak yang dekat. Ia terlihat tersenyum sinis menatap ke  arah Hyunchan.

“Sudah selesai bicaranya? Atau masih ada yang ingin kau tambahkan,Shin.Hyun.Chan?” ia seolah mempertegas nama Hyunchan dia kahir kalimatnya.

Tak ada respon dari Hyunchan,dank arena itu Baekhyun kembali melanjutkan kalimatnya.

“aku tak tahu apa yang merasuki mu,atau kau sedang berniat apa sehingga berkata seperti ini.Tapi satu hal,” Baekhyun memasukkan kedua tangannya ke sakunya lalu membungkuk mensejejerkan wajahnya dengan Hyunchan.

“aku paling tidak suka ada seseorang yang sok menilai hidupku,sok peduli pada ku,sok menasehati ku,padahal mereka adalah orang asing.

Tatapan tajam itu jujur saja membuat Hyunchan merasa ngeri.

“Jangan kira hanya karena beberapa hari yang lalu aku menolong mu lantas kau berani untuk menilai gaya hidup ku.Cih..”Baekhyun tersenyum sinis.

“Jangan bertingkah seolah kau mengenal ku dengan baik,karena kau sama sekali tidak seperti itu.”

Dari luar Baekhyun memang terlihat selalu menyenangkan,ramah ,dan baik hati.Namun,ia akan berubah menjadi lebihh jahat daripada setan ketika seseorang telah menyinggungnya.Dan hal yang membuat tersinggung ialah saat seseorang yang bukan siapa-siapanya sok mengatur-ngatur dirinya,sok menasehatinya seolah dialah orang yang paling tahu akan diri Baekhyun.Ia benci diperlakukan seperti itu.Bahkan kedua sahabatnya saja tak berani mengatur-ngatur soal hidupnya.

Baekhyun menghela nafas.

“Lagi pula,sejak kapan seorang Shin Hyunchan yang kesannya tak peduli dengan sekitar tiba-tiba sok peduli dengan ku bahkan sampai menasehati ku?”

Baekhyun mendekatkan wajahnya tepat di mata Hyunchan.

“Apa kau berniat menarik perhatian ku dengan bertingkah seperti ini?Berpura-pura sok dingin lalu mendadak sok perhatian.Ck..ternyata kau juga sama seperti wanita yang lainnya.Tapi ketahui satu hal..” Baekhyun berbisik ke telinga Hyunchan.

“sayangnya kau bukan tipe ku dan aku tak akan tertarik pada wanita seperti mu.” Lagi –lagi Baekhyun tersenyum sinis lalu kemudian mulai beranjak meninggalkan Hyunchan.

Hyunchan menghempaskan badannya terduduk di kursinya.

“Lihat kan? Semuanya menjadi lebih rumit karena rencana mu.Sekarang dia marah.Misi ku jadi semakin sulit.” Hyunchan menatap tajam ke  arah sampingnya tepat dimana Suho berdiri.

Jadi  semua yang dilakukan Hyunchan tadi itu akibat saran Suho,yang bukannya membuat keadaan lebih baik malah semakin memburuk.Sementara Suho hanya bisa cengegesan dan menggaru-garuk kepalanya.Ia sendiri pun tak menyangka kalau Baekhyun akan bereaksi berlebihan seperti tadi.

Hyunchan menatap bekas bayangan Baekhyun,tak tahu kenapa secercah rasa sakit melandanya ketika Baekhyun berkata seperti itu dan memberikannya tatapan yang begitu menakutkan.Padahal sebelum-sebelumnya ia tak pernah perduli akan ekspresi ataupun perkataan orang padanya,semenusuk apapun itu.Tapi Baekhyun,ketika dia seperti tadi seperti ada sesuatu yang menyerang jantungnya.

***

Dan sekarang disinilah Hyunchan berakhir menenangkan pikirannya,di atas atap.Suho masih mengikutinya di samping.Hyunchan memutuskan untuk tak masuk kelas tambahan hari ini.Lagi pula sebenarnya dia tak butuh kelas tambahan.Dia tak butuh kelulusan,karena ia hanya sementara di tempat ini.

“aku minta maaf untuk yang tadi.” Ucap Suho tiba-tiba,penuh dengan rasa menyesal.

Ini adalah pertama kalinya rencananya gagal,padahal sebelum-sebelumnya biasanya ia akan berhasil.

“sudahlah.Semuanya juga sudah terlanjur.Sekarang kau harus membantuku untuk memperbaiki keadaan.” Ucap Hyunchan.

Suho hanya mengangguk lalu tak lama kemudia sebuah suara berdering dari sakunya.Suho menatap  benda yang lebih mirip dengan ponsel itu.

“Sepertinya aku harus pergi.Ada peserta tour baru yang harus ku pandu.Annyeong.”

Hyunhan hanya mengagguk dan Suho pun menghilang dari pandangannya.

“akhirnya kau ke sini juga.” Hyucan menoleh ke arah suara itu.

Yah siapa lagi kalau bukan Kyungsooo.

“tapi sayangnya ini masih terlalu siang untuk melihat matahari terbenam.” Kyungsooo tersenyum.

“kau tak ikut kelas tambahan? Tanya Kyungsooo lalu mulai bersandar di tembok pembatas.

“Menurut mu?” Hyunchan masih dingin seperti biasa.

Tapi bagusnya,paling tidak kali ini ia tak menjadi orang bisu seperti biasanya.

“Karena kau sedang ada di sini,yah sepertinya begitu sih.”

“aku juga sedang malas ikut kelas pelajaran tambahan.Berada di kelas itu membuatku menjadi mengantuk.” Lanjutnya.

Hyunchan tak terlalu peduli  dengan apa yang di ucapkan Kyungsooo,karena sekarang matanya tengah memandang Baekhyun yang  mulai bersiap menjalankan mobilnya.Ia bisa tahu itu Baekhyun karena atap mobilnya sedang dalam keadaan terbuka.

Merasa tak diperdulikan,Kyungsooo  mengikuti kemana arah pandang Hyunchan.

“aku tak sengaja melihat kalian bertengkar tadi.Aku tak akan Tanya maslah yang kalian ributkan.Tapi..”

Kyungsooo meletakkan tangannya di pundak Hyunchan.

“tenang saja,Baekhyun bukan tipe orang yang marah dalam waktu yang lama.Besok dia juga akan kembali normal.” Kyungsooo menepuk-nepuk pundak Hyunchan.

Hyunchan hanya terdiam,lalu ia mulai bersuara lagi.

“Sebenarnya Baekhyun itu orang yang seperti apa? Kenapa ia seolah tak peduli dengan hidup dan masa depannya?” Mata Hyunchan  menatap kea rah  mobil Baekhyun yang kini telah melaju.

Kyungsooo terdiam sejenak menatap Hyunchan,tapi akhirnya dia bicara juga.

“Entahlah.kalau sekilas aku bisa katakan dia orang yang baik dan setia kawan.Tapi kalau mau yang lebih spesifik tentang luar dalamnya dia,aku juga kurang tahu “

“satu hal yang ku tahu,dia agak sensitive ketika menyinggung soal keluarga ataupun ada yang berkomentar tentang gaya hidupnya.”

Hyunchan mendengarkan dnegan baik kata-kata Kyungsooo.seharusnya sejak dulu ia berusaha mengorek informasi dari Kyungsooo supaya tak membebankan dirinya.Lagi pula walalupun Suho itu malaikat,tak semua sifat manusia yang ia tahu,dia kan hanya seorang malaikat pendamping tour 49 hari.

Hyunchan merutuki dirinya.Andai ia tahu dari awal Baekhyun tak suka di komentari hidupnya,ia pasti akan menolak saran Suho.

“tapi ngomong-ngomong kenapa kau bertanya soal itu?Kau adalah gadis pertama yang menanyakan hal-hal seperti ini pada ku.Sebelum-sebelumnya para wanita yang mendekati Baekhyun sama sekali tak pernah bertanya dan ingin tahu soal sisi Baekhyun.” Jari-jari Kyungsoo bertengger di dagunya seperti seseorang yang tengah menyelidiki sesuatu.”

Kyungsooo mencondongkan badannya lebih dekat dengan Hyunchan.

“Kau menyukainya yah?”

Dan dengan kalimat itu Hyunchan sontak menoleh ke arah Kyungsooo.

“Mwo?”

“ahahah..tidak usah sampai terkejut begitu.Aku hanya bercanda.” Kyungsooo tertawa.

“lagi pula mana mungkin seorang Shin Hyunchan menyukai Byun Baekhyun.Iya kan?” Kyungsooo masih tertawa sementara Hyunchan entah mengapa kata-kata terakhir Kyungsooo seolah terulang-ulang di otaknya.

***

Mian publishnya lagi-lagi lama hahah

Mian juga kalo part yang ini lebih hancur dari sebelumnya.

Maklum bulan puasa jadinya otak sulit nyari idenya ,belom lagi ga ada tenaga buat ngetik hahha

Ayo di komen dikomen 😀  😀

Kalau bisa FFNYA AKAN SAYA PUBLISH TIAP JUMAT biar readers yang udah ngikutin dari awal gak bingung ffnya uda ada ato belom..

Ok selamat membaca yorobeun!!  ^____^

Mian kalo banyak typonya ^^

77 responses to “THE SECOND LIFE [PART. 3]

  1. baek ama jarum suntik takut. :-D:-D
    saran suho gagal total yang ada baekhyun makin marah

    apa mungkin itu tadi eommanya hyuchan ya yang nabrak dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s