A Little Piece of My Heart Still in You

Author : YanluSarang_Yanlu

Length : Drabble

Cast     : Kim Kibum (SHINee)

Lee Eunhye (OC)

Rating  : G

Genre  : find by yourself

My wp, mampir ya!

Mian ya author sebenarnya mau rencana hiatus selama puasa tapi setelah denger informasi dari sekolah dan setelah lebaran mau ada ulangan-ulangan gitu akhirnya aku nggak bisa njanjiin habis lebaran bisa ngepost banyak or cepet, jadi buat ngisi waktu luang aja dan sempet ngepos di bulan puasa ya aku post daripada nanti nggak bisa ngepost hehe…

Eum.. sebenarnya drabble ini dari mimpi yang aku dapat waktu kemarin-kemarin. Nggak tahu kenapa aku sampai bawa dia ke mimpi*cie… yaudah lah karena ini mimpi jadi mian ya kalau nggak jelas dan nggantung. Cast disini aku pake Kibum aja, #bukan asli yang ada dalam mimpiku. Cekidot !

Latar pagi di sebuah rumah tampak beberapa wajah sendu terlihat, yang aku tidak mengerti itu ekspresi apa. Sayup-sayup kudengar suara keributan dari arah kelompok anak sekolah membuatku sedikit penasaran. Setelah aku mendekat ternyata mereka adalah teman-teman sekelasku. Rupanya yang mereka ributkan ada di HP genggaman mereka.

“Apa yang kalian lihat?”tanyaku penasaran.

“Teman kita, Kibum sedang mengalami masa berkabung, salah satu anggota keluarganya meninggal” salah satu dari mereka menjawab rasa penasaran yang menderaku sedari tadi. Aku menjadi ikut prihatin dan bersimpati padanya.

DEG!

Tiba-tiba Kibum lewat dihadapanku dengan ekspresi sendu. Aku memperhatikannya cukup lama sampai ia menyadari bahwa seseorang tengah memperhatikannya. Tepat saat ia menoleh menatapku tatapanku mengalih pada dinding-dinding yang ada di belakangnya. Mataku selalu menolak untuk bertemu dengan matanya. Entah kenapa perasaan itu masih melekat kuat dalam hatiku. Tetapi hal yang membingungkan selalu menimpaku saat Kibum memberi suatu sinyal tapi tak dapat kutangkap utuh sinyal itu. Setiap pertemuan dan tatapan mata selalu kuhindari saat berpapasan dengannya. Dia mulai berjalan menjauh tapi sudut mataku masih mampu menangkap punggungnya dan tolehan wajahnya. Kemudian aku menyibukkan diri mempersiapkan bingkisan belasungkawa untuknya.

“Lihat!! Kibum semakin good-looking, style yang sangat fashionable” temanku menujuk foto terbaru Kibum. Aku tahu Kibum adalah namja yang popular di sekolahnya karena dia sangat perfect di setiap sisinya. Pintar iya, fashionista iya, good-looking iya. Hampir semua yeoja tergila-gila dengan stylenya tapi tidak denganku yang menemukan sisi berbeda darinya. Aku menyukainya karena ia berbeda, karena ia adalah Kibum.

Saat diantara kami berdua melanjutkan membungkus bingkisan belasungkawa itu salah seorang menghampiri kami dan ada Kibum disampingnya. Aku pura-pura sibuk dengan apa yang ku lakukan.

“Pilih salah satu dari mereka untuk menemanimu membereskan bingkisan yang ada di depan sana” ucap seseorang yang berada di samping Kibum.

DEG!

Lagi-lagi aku harus berhadapan dengan Kibum. Jantungku berdegup kencang saat ini juga. Suasana menjadi hening. Teman yang berada disampingku tersenyum menunjuk-nunjuk dirinya agar ia ditunjuk. Aku tak menghiraukannya dan tetap berusaha terlihat sibuk menata bingkisan di sekitarku.

“Kau, Eunhye ikutlah bersamaku” ucapnya.

Kenapa harus aku? Kenapa tidak bersama-sama saja dengan yang lain. Tangannya terulur mengarah padaku. Aku belum bisa untuk menatapnya akhirnya aku hanya menerima uluran tangannya tanpa berniat mendongak sedikitpun.

Kenapa kau masih bertingkah sama seperti ini? Kau bersikap seolah-olah memberi sinyal tapi aku tidak pernah tahu apa yang ada di dalam fikiranmu dan hatimu. Kumohon berhentilah membuatku berharap sesuatu.

Perasaan itu muncul kembali. Hatiku berbungah-bungah dan selalu kurasakan itu saat ia memberi perhatian padaku. Namun tak bisa di pungkiri kalau rasa sakit di ulu hatiku masih terasa meski perasaan bahagia lebih dominan saat ini. Aku menunduk memikirkan sikapnya kembali.

“Chagiya! Akhirnya aku menemukanmu, kau darimana saja? Ada yang bisa ku bantu?” seorang yeoja tiba-tiba merangkul tangan Kibum serta menawarkan bantuan. Aku tercengang di tempat tak tahu harus melanjutkan jalanku ini untuk tetap memberinya pertolongan atau aku harus menjauhinya kembali. Kibum menoleh ke belakang menatapku dengan pandangan yang sulit ku artikan. Tatapan itu, sangat menyayat hati. Aku tahu apa yang harus ku lakukan sekarang. Badanku berbalik memunggungi Kibum dengan senyuman getir. Sikapmu berhasil membuatku bangun dan terjatuh sekaligus. Perasaan itu kembali layu bersamaan dengan bunga-bunga yang sekejap bermekaran di hatiku. Tuhan kenapa kau buat dia terlihat istimewa di hatiku? Terlihat paling bersinar di mataku? Kenapa dia seakan-akan terlihat peduli padaku padahal tidak? Apakah semua ini memang jalan cintaku yang takkan pernah berakhir pasti?

Tuhan hanya kau yang tahu apa yang ada dalam hatiku dan hatinya yang sesungguhnya.

mimpi galau…hmm, cuma sedikit ya? hehe maklum penggalan mimpi. Mungkin selanjutnya aku juga ngepost drabble aja, yang pendek” hehe, kalo yang ff rencana itu bakalan di post habis lebaran aja jadi sabar nunggu ya #emangadayangnunggu?

Advertisements

20 responses to “A Little Piece of My Heart Still in You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s