LIFE STORY(chapter 1)

Title  : LIFE STORY

Author : Choi Hye Byung a.k.a @angeldevil2504

Cast :

  • Bae suzy
  • Im Yoona
  • Park Yuri

Support Cast :

  • Xi Luhan
  • Cho Ahra

Other Cast : Temukan sendiri

Genre : Romance,angst,sad,life,friendship

Rating : PG 17

Length : Series

Summary : Bae Suzy seorang murid SMP yang sangat ramah,mudah bergaul & cantik. Dia bersahabat dengan Cho Ahra tapi persahabatan mereka tidak berlangsung lama. Apakah yang sebenarnya terjadi dengan persahabatan mereka?#mian author nggak pintar kalau di suruh buat summary

Declaimer : Story and plot is mine. Bila ada kesamaan judul,alur & cerita itu hanyalah suatu kebetulan,terinspirasi dari komik life

Hello Readers#pakai speaker jumbo

Author Choi Hye Byung balik lagi setelah lama hiatus. Mian author hiatus ada sebabnya mulai dari nilai author yang turun,sampai nggak punya pulsa modem#author curcol. Akhirnya author kembali nulis FF lagi. Adakah yang kangen sama author?#hening#owh ternyata tidak ada yang kangen ma author ya#nangis dipojokan.

Kali ini author membawa FF baru. Walaupun judulnya sama tapi ceritanya beda kok

Daripada banyak bacot lebih baik langsung baca aja tapi setelah baca harus ngasih RCLnya. Bagi Readers yang ngasih Rcl author doa’in biar masuk surge,dibanyakan amalnya & cepat ketemu dengan biasnya masing-masing

Autor POV
“ Bae Suzy” Panggil seorang guru namja yang sedang memberikan hasil ulangan matematika kemarin kepada murid-muridnya

“Nee Songsaenim” Jawab seorang yeoja yang di panggil namanya tadi yang tak lain adalah Bae Suzy sambil berjalan ke depan untuk mengambil hasil ulangannya

“Ini hasil ulangan kamu kemarin tolong belajar lebih keras lagi” Kata guru namja tadi sambil menyerahkan hasil ulangan suzy

“Nee Songsaenim” Jawab suzy sambil melangkah kembali menuju bangkunya dengan langkah gontai

Author POV End

Suzy POV

Annyeonghaseyo perkenalkan namaku Bae Suzy imnida. Aku seorang siswi kelas 3 SMP. Aku sekarang masih berusia 15 tahun. ‘Kenapa aku mendapat nilai jelek terus padahal aku sudah belajar dengan keras kemarin malam’ Gerutuku sambil melihat hasil ulanganku tadi yang mendapatkan nilai 40. Bagaimana aku bisa menghadapi ujian kelulusan jika nilaiku terus-terusan jelek? Apakah mungkin aku bisa lulus ujian? Huft

“Hei Suzy lebih baik kamu belajar bersama Ahra dia kan anak pintar. Lihat saja nilainya 89” Saran salah satu teman kelas yeojaku

“Iya, lebih baik kamu belajar sama dia saja. Siapa tau otakmu bisa pintar sedikit.hahahaha” Timpal teman kelas namjaku sambil tertawa

Harus aku akui kalau Ahra adalah siswi yang sangat pintar bahkan dia selalu mendapatkan juara kelas & selalu mewakili sekolah kami untuk mengikuti olimpiade antar sekolah.

“Annyeong Ahra~ssi” Sapaku basa-basi kepada ahra jujur walaupun kami sekelas tapi kami jarang mengobrol satu sama lain

“Annyeong” Balas Ahra

“Apakah…kamu…mau membantuku belajar?” Tanyaku ragu-ragu. Ahra pun tampak berpikir-pikir sebelum dia menjawab

“Nee, tentu saja aku mau membantu kamu” Jawab Ahra pada akhirnya sambil tersenyum

“Benarkah kamu mau membantuku?”Tanyaku kembali kepada Ahra untuk memastikan apakah tadi dia benar mau membantuku & di jawab anggukan oleh Ahra

“Gumawo Ahra” Kataku sambil memeluk Ahra

“Cheonma” Jawab Ahra sambil membalas pelukanku

Bel pulang pun Judah berbunyi menandakan bahwa pelajaran hari ini sudah selesai. Akupun segera bergegas memasukan semua bukuku ke dalam tas & berjalan pulang ke rumah

*Sesampainya dirumah*

“Aku pulang” Kataku sambil mengganti sepatuku dengan sandal rumah

“Kamu sudah pulang” Kata eomma sambil menyiapkan makanan.”yaudah kamu ganti baju dulu habis itu kita makan” Lanjut eomma lagi

“Nee Eomma” Jawabku sambil melangkah memasuki kamar

Setelah aku mengganti seragamku dengan baju rumah. Aku segera menuju ke meja makan ternyata di sana sudah ada eomma & dongsaengku yang akan bersiap-siap untuk makan. Akupun mengambil teman duduk di sebelah dongsaengku

“Owh ya Suzy mana hasil ulangan kamu kemarin? Apakah sudah di berikan hasilnya?” Tanya eomma

“sudah eomma” Jawabku singkat

“Kamu dapat nilai berapa?” Tanya eomma lagi dengan nada sinis

“emmm…Dapat…Dapat 40 eomma” Jawabku pelan

“MWO? Dapat 40?” kata eomma sambil menatapku tajam

“nde eomma” Jawabku sambil menunduk

“Bagaimana bisa kamu dapat nilai 40? Apa kamu tidak belajar hah?! Lihat adikmu dia selalu mendapatkan nilai terbaik di sekolahnya & selalu mendapatkan peringkat 1” Bentak eomma

Aku hanya bisa diam & terus menundukan kepalaku sambil berusaha menahan air mata yang akan turun.

“Buat apa eomma membiayai sekolahmu kalau kamu selalu mendapatkan nilai jelek terus di sekolah? Eomma malu mempunyai anak bodoh seperti kamu” Lanjut eomma lagi dengan nada tinggi terlihat jelas raut kekecewaan & kesedihan di wajah Eomma

Deg…

Bagaikan di sambar petir setelah mendengar ucapan eomma ku yang sangat menyakitkan hati

“Eomma” Panggilku dengan suara lirih & parau tapi eomma malah meninggalkanku begitu saja di ruang makan.

“Makanya kalau punya otak di pakai” Ledek dongsaengku sambil berjalan keluar menyusul eomma

‘Eomma, kenapa eomma sekarang berubah? Eomma bukan seperti eommaku yang dulu lagi’ Batinku tanpa terasa air mata yang aku tahan sejak tadi akhirnya turun juga membasahi pipiku

Aku sadar kalau aku anak yang bodoh tidak seperti adiku yang sangat pintar. Tapi aku juga anak eomma

Kenapa eomma selalu sayang sama Minzy?

Kenapa eomma selalu membeda-bedakan kami?

Kenapa setiap aku minta di ajarin(?) belajar eomma selalu menghindar?

Wae eomma?

‘Appa, Suzy kangen sama Appa. Kenapa Appa tidak mengajak Suzy pergi bersama Appa? Appa, sekarang Eomma sudah tidak sayang lagi sama Suzy,Appa’ Gumamku

*Keesokan paginya*

Mulai hari ini akupun mulai belajar bersama dengan Ahra baik di perpustakaan maupun di rumah Ahra. Ternyata Ahra anak yang baik tidak seperti dugaanku.

Tidak terasa sudah 6 bulan aku bersahabat dengan Ahra banyak hal-hal yang kami bicarakan dari hal yang kecil sampai hal yang paling besar seperti sekarang ini kami sedang berjalan menuju toko buku untuk membeli buku-buku yang kami perlukan buat belajar.

“Suzy” Panggil Ahra

“Hmm” Jawabku

“Tidak terasa ya seminggu lagi kita akan menghadapi ujian kelulusan” Kata Ahra sambil terus memakan es krimnya

“Nde” Balasku singkat

“Ahra,nanti kalau lulus kamu mau masuk ke SMA mana?” Tanyaku

“SMA Kyunjee” Jawabnya “kalau kamu mau masuk SMA mana?” Tanya Ahra balik

“Aku? Aku belum tahu mau masuk SMA mana, kamu tahu sendirikan kalau nilai aku selalu jelek” Jawabku sambil menunduk

“Emmm…kalau begitu, bagaimana kalau kamu masuk ke SMA yang sama denganku?” Saran Ahra

“Apakah aku bisa masuk ke SMA itu?” Tanyaku

Sebenarnya aku ragu untuk masuk ke SMA Kyunjee. Karena  SMA itu adalah SMA yang sangat terkenal & terfavorit

“Kamu pasti bisa Suzy, asalkan kamu belajar dengat giat” Kata Ahra menyemangatiku

“Nee, aku akan belajar dengan giat” Kataku sambil tersenyum

“Tapi kita harus janji, kita akan masuk ke SMA itu bersama-sama, janji?” Katanya sambil mengangkat jari kelingking kanannya

“Janji” Jawabku sambil mengaitkan jari kelingkingku ke jari kelingkingnya

Hahahaha~kami pun tertawa bersama & melanjutkan perjalanan kami ke toko buku

Suzy POV END

*Seminggu kemudian*

Author POV

Hari ini adalah hari dimana seluruh siswa-siswi kelas 3 SMP melaksanakan ujian kelulusan selama 3 hari. Suzy nampak berusaha dengan keras untuk mendapatkan nilai terbaik agar dapat lulus & masuk ke SMA yang sama dengan Ahra.

3 hari telah berlalu & sekarang waktunya siswa-siswi kelas 3 mengetahui hasil keras mereka tak kecuali denagn Suzy dia sedang mencari namanya di depan papan pengumuman.

‘Bae Suzy peringkat 10’ setelah dia mengetahui nama & peringkatnya dia nampak bahagia tapi itu tidak berlangsung lama karena dia tahu bahwa temannya Cho Ahra berada di peringkat 15.

Author POV END
Suzy POV

Setelah aku melihat hasil ujian. Aku berniat untuk menemui Ahra. Aku mencarinya hampir seluruh halaman sekolah tapi tidak ketemu juga akhirnya aku berniat mencarinya di atas gedung sekolah ternyata dugaanku benar dia ada di tempat ini

“Ahra” Panggilku tapi Ahra langsung pergi & dia tidak menatapku sama sekali

“Ahra, tunggu” Panggilku lagi sambil meraih tangannya

“Ada apa?” Tanyanya dengan nada sinis

“Kamu mau kemana?” Tanyaku tanpa menjawab pertanyaannya

“Aku mau ke ruang Fisika” Jawabnya dingin “Kenapa ada yang mau kamu katakan?” Tanyanya lagi

“Tidak ada” Jawabku singkat

“Baiklah kalau tidak ada yang kamu bicarakan aku pergi” Katanya sambil melepaskan tanganku yang menggenggamnya

‘Keanapa kamu berubah dingin begitu kepadaku’ Gumamku

*Sesampainya dirumah*

“Aku pulang” Kataku sambil memasuki rumah

“Syukurlah kalau kamu sudah pulang” Kata Eomma dingin

Ya semenjak kejadian itu sifat eomma kepadaku selalu dingin

“Eomma mau kemana?” Tanyaku yang melihat eomma berdadan rapi

“Eomma mau pergi sebentar. Kamu jaga rumah ya” Kata Eomma sambil memanggil dongsaengku

“Minzy” Panggil Eomman “Sudah siap atau belum?” Lanjut Eomma lagi

“Ya Eomma, Minzy sudah siap” Jawab minzy sambil keluar dari kamarnya

“Kajja, kita berangkat sekarang” Ajak eomma kepada Minzy

“Nee Eomma” Kata Minzy sambil tersenyum

“Suzy, kita berangkat dulu ya. Hati-hati dirumah” Kata Eomma sambil berjalan keluar rumah yang di ikuti oleh minzy

“Nee Eomma” Jawabku

Setelah Eomma pergi. Aku berniat untuk menonton televisi yang berada di ruang tengah tapi karena sudah mengantuk aku pun mengurungkan niatku untuk menonton televisi & menuju ke kamarku.

*Keesokan paginya*

Hari ini adalah hari pendaftaran murid baru aku sengaja bangun pagi agar tidak terlambat untuk mengikuti test masuk SMA.

*SMA KYUNJEE*

Akhirnya aku pun sampai juga di SMA Kyunjee  dengan nafas yang terenggah-enggah aku pun memasuki ruangan ujian untuk mencari nomor ujian ku.

*1 jam kemudian*

Setelah selesai mengerjakan semua soal aku berniat untuk melihat hasil testku tadi di papan pengumuman. Aku meneliti satu persatu nama yang tertera di papan pengumuman tersebut. Akhirnya dengan susah payah akupun menemukan namaku di papan pengumuman tersebut. Aku ada di peringkat 166 dari 2000 orang pendaftar aku pun tidak percaya dengan hasil tersebut, tapi setelah aku mengerjap-ngerjapkan mataku berulang-ulang kali untuk memastikan bahwa ini bukan mimpi & ternyata benar bahwa semua ini bukan mimpi aku pun langsung menelepon eommaku.

Setelah selesai melihat pengumuman & menelepon eommaku aku berniat untuk menemui sahabatku Cho Ahra

“Ahra” Panggilku setelah menemukannya di atap gedung sekolah

“Ada apa?” Tanyanya dengan suara parau

‘Tunggu kenapa suaranya parau? Apa yang sebenarnya terjadi dengannya? Apa dia menangis?’ Banyak pertanyaan yang mengelilingi otakku

“Ahra, Ada apa denganmua?” Tanyaku balik

“Bukan Urusanmu” Jawabnya dengan nada dingin “Apakah kamu sekarang sudah puas hah?!” Tanyanya masih dengan nada dingin & sinis

‘puas? Apa maksudnya?’ Batinku

“Mak-maksud kamu apa?” Tanyaku bingung

“Apa kamu sudah puas karena kamu berhasil masuk di SMA Kyunjee? Sedangkan aku gagal masuk ke SMA ini”Tanyanya lagi dengan tatapan tajam ke arahku

“Mana janjimu padaku hah?! janji kalau kita akan masuk SMA sini bersama-sama” Lanjutnya sambil berjalan ke arahku

“Ahra…BUkan begitu maksudku” Jawabku gugup

“TERUS MAKSUDNYA APA HAH?!KENAPA INI SEMUA TIDAK ADIL?KENAPA TUHAN LEBIH MENYAYANGIMU YANG BODOH INI DARIPADA AKU HAH?!AAAAAAAAAAA” Teriaknya tepat di depan wajahku

“Mian…Mianhae Ahra…jika kam~” Kataku yang di potong oleh Ahra

“CUKUP!!!KAMU JANGAN BICARA LAGI,AKU BENCI SAMA KAMU SUZY,MULAI SEKARANG KITA BUKAN SAHABAT LAGI” Bentaknya yang kemudian berlari menuruni tangga

Deg…

Seperti sebuah jarum yang menusuk tubuhku berulang-ulang kali setelah mendengar ucapan Ahra tadi.

‘Mian…Mianhae Ahra aku rela melakukan apa saja agar kamu mau menjadi temank lagi’ Gumamku tanpa terasa ternyata pipiku sudah basah dengan air mata yang turun sejak tadi

“MIANHAE AHRA!!!” Teriakku

Setelah cukup puas menangis aku putuskan untuk pulag ke rumah

“Aku pulang” Kataku sambil menghapus air mata yang jatuh di pipiku

“Chukae~Suzy ternyata kamu benar anak yang pintar” Kata Eomma sambil memelukku

“Gumawo Eomma” Kataku sambil melepaskan pelukan Eomma & memasuki kamarku

“Arrrrggggghhhhhh” Teriakku sambil melempar seluruh bukuku yang ada di atas meja

“Tuhan, kenapa ini semua terjadi padaku?kenapa Tuhan?waeeeeeeee?” Teriakku lagi sambil mengobrak-abrik seluruh isi kamarku yang entah sekarang sudah berubah menjadi seperti kapal pecah & tanpa sengaja aku menemukan cater yang ada di dalam laciku

Ucapan eomma & Ahra pun seakan berputar-butar di kepalaku

“Bagaimana bisa kamu dapat nilai 40? Apa kamu tidak belajar hah?! Lihat adikmu dia selalu mendapatkan nilai terbaik di sekolahnya & selalu mendapatkan peringkat 1”

“Buat apa eomma membiayai sekolahmu kalau kamu selalu mendapatkan nilai jelek terus di sekolah? Eomma malu mempunyai anak bodoh seperti kamu”

“Apa kamu sudah puas karena kamu berhasil masuk di SMA Kyunjee? Sedangkan aku gagal masuk ke SMA ini”

“Mana janjimu padaku hah?! janji kalau kita akan masuk SMA sini bersama-sama”

“TERUS MAKSUDNYA APA HAH?!KENAPA INI SEMUA TIDAK ADIL?KENAPA TUHAN LEBIH MENYAYANGIMU YANG BODOH INI DARIPADA AKU HAH?!AAAAAAAAAAA”

“CUKUP!!!KAMU JANGAN BICARA LAGI,AKU BENCI SAMA KAMU SUZY,MULAI SEKARANG KITA BUKAN SAHABAT LAGI”

‘Eomma, Ahra mianhae’ Ucapku lirih tanpa pikir panjang akupun mulai menyayat pergelangan  tanganku

‘Apakah di dunia ini masih ada yang sayang padaku? Apakah aku terlalu menjijikan buat kalian semua?’ Batinku & aku pun masih menyayat pergelangan tanganku berulang-ulang kali sampai banyak darah yang keluar dari pergelangan tanganku

Hatiku terasa tenang setelah melihat darah yang keluar dari pergelangan tanganku mungkin sekarang jika ada yang melihat aku dengan keadaan seperti ini mereka semua akan menganggap aku orang gila

Setelah tenang & puas menyayat pergelangan tanganku aku dengan cepat mengambil kain yangada didalam lemariku

Kemudian aku beralih mengambil gunting yang tergeletak di atas meja belajarku tanpa berpikir lagi aku langsung memotong rambutku menjadi pendek

Karena lelah akibat menangis aku pun tertidur di atas meja belajarku

Apakah yang selanjutnya terjadi dengan suzy?

Bagaimana hari pertama suzy di SMA?

Masalah apa lagi yang akan datang kepada suzy?

TO BE CONTINUED

Gimanakah FFku ini?

Mian…

Kalau ceritanya kebanyakan, alurnya kecepatan & banyak typo dimana-mana atau malah ngebosenin author minta maaf#bungkuk 180°

Sekarang aku butuh RCL dari para Readers agar aku bisa semangat buat meneruskan FF ini. Jika commentnya sedikit mungkin author tidak akan meneruskannya. Owh ya part 2nya nanti author bikin habis lebaran aja ya karena part 2nya ada unsur NCnya kekekeke~

Mian bagi yang menunggu kelanjutan FF MMS author tidak dapat meneruskan FF tersebut di karenakan kurangnya comment dari para Readers

Daripada banyak ngomong lebih baik author tunggu RCL dari Para Readers

Gumawo#Bow Bow

30 responses to “LIFE STORY(chapter 1)

  1. wew, ga nyangka khidupan suzy miris juga tapi setelah nilainya bisa membaik, ahra malah bersikap buruk. tapi masa sih gara2 nilai suzy naek trus nilai ahra turun? aigoo~

  2. wwaahhhhhhhhhhhhhh jadi pelajar d’Korea emang berat ya untung aja emak ama bapak gw ngga s’gitu keras’a ckckckckckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s