The Little Girl, Oh Chaeri

Author : Keychand

Cast : Oh Sehun, Oh Chaeri

Genre : Family

Length : Oneshot

Rate : PG-13

Credit Song : B2ST – I Like You The Best

A/N : Holla~ hallo~ inget saya? iya saya.. keychand. ga inget? oh oke gapapa, yang penting saya bisa balik lagi >,< XD 🙂

[The Little Girl, Oh Chaeri]

Gadis itu berlari kecil dengan tertatih, kaki kirinya nampak tak berfungsi dengan baik dibandingkan kaki kanannya. Dengan sedikit kesusahan ia menapaki anak tangga yang tingginya lumayan tersebut dengan sepasang kakinya, kaki kanannya ia pijakkan terlebih dahulu, setelah menapak dengan pasti barulah kaki kirinya ia tarik supaya turut menapak di anak tangganya. Terus seperti itu sampai tiba di anak tangga terakhir.

Dress merah muda yang dikenakannya nampak sedikit kusut karena tangannya yang barusan menggesek-gesek sisinya untuk menarik kaki kirinya, poninya lepek karena keringat yang merembes di pelipis dan keningnya, dan kepangan rambutnya terlihat melonggar. Tapi senyuman riang tak pernah lepas dari wajah manisnya. Meskipun nafasnya terdengar pendek dan cepat, ia masih terus memasang senyum lebar tersebut.

“oppa!”

Suaranya begitu nyaring dan bersemangat, tapi senyumnya sedikit meluntur saat orang yang dipanggilnya oppa tak muncul sesuai harapannya. Manik matanya bergerak menyisir setiap sudut tempat tersebut, tapi tak ada siapapun disana.

Hanya sebuah meja makan dengan dua kursi yang berwarna putih tulang, diatasnya terdapat sebuah kotak yang diikat dengan pita besar. Disamping kursi, bersandar sebuah boneka beruang besar yang memeluk tas gitar berwarna hitam.

Gadis itu merengut, ia menghapus bulir keringat yang jatuh menelusuri pinggiran wajahnya. “oppa!” ia kembali berteriak, perlahan maju selangkah dengan ragu. Kepalanya memutar mencari keberadaan orang yang dicarinya.

“Oppa! Kau dimana?”

Tak ada yang menjawab, gadis itu semakin merengut dan melangkah semakin mendekati meja makan tersebut. Dan secara tiba-tiba, suara kembang api yang meledak di langit mengejutkannya. Ia menengadah dan terpesona melihat warna-warni yang terpancar dilangit, dilatari gelapnya malam yang bersih dari hamparan jutaan bintang.

Beberapa kembang api lepas ke langit dan meledak memancarkan warna yang sangat cantik. Dan setelah pertunjukan kembang api tersebut berakhir seseorang muncul di belakang Chaeri.

“kau menyukainya?”

Ia berbalik dengan sedikit limbung dan tersenyum lebar saat melihat lelaki yang sejak tadi dicarinya berdiri dihadapannya dengan senyuman hangat.

“Oppa!”

Lelaki itu tertawa dan menghampiri Chaeri lantas memeluknya erat, ia mengangkat tubuh Chaeri dan melakukan gerakan berputar membuat gadis itu berteriak keras karena tingkahnya.

“selamat ulang tahun Oh Chaeri.”

“hehe, terima kasih oppa.”

Ia mengangguk dan menuntun Chaeri untuk duduk di kursi meja makan tersebut. Chaeri mengucapkan terima kasih dan lelaki itu berputar untuk duduk dikursi satunya. Ia tersenyum dengan terselip perasaan sakit saat melihat penampilan Chaeri yang sedikit berantakan dan masih terlihat sisa peluh disela-sela rambutnya yang seharusnya tertata rapi tersebut.

“Chaeri-ya, apa kau lelah harus menaiki tangga itu?”

“tentu saja tidak! Itu hanya hal kecil, aku masih bisa menaklukannya!”

Ia tersenyum kecil, bangga memiliki gadis yang begitu bersemangat dan ceria seperti Oh Chaeri. Ia harus berterima kasih pada ibunya dan ayah Chaeri karena sudah menghadirkan anak seperti Chaeri ke dunianya.

“baiklah, jadi bagaimana? Apa kau menyukai kejutan dariku?

 “sangat bagus, oppa! Cantik sekali!”

“benarkah?”

Gadis itu tersenyum lebar dan mengangguk berkali-kali, bahagia melihat ekspresi wajah lelaki dihadapannya begitu ceria. Laki-laki itu menghembuskan nafas lega mendengar jawaban Chaeri, matanya beralih pada benda yang terletak di atas meja.

Sebuah kotak berukuran sedang berwarna peach dengan pita emas sebagai penghiasnya. Laki-laki itu tersenyum lebar dan menyodorkan kotaknya pada Chaeri, “untukmu Chaeri-ya.”

Gadis itu membulatkan matanya, ia menatap kotak dihadapannya dengan kagum dan kembali menatap oppa-nya dengan sepasang mata bulatnya yang berwarna hitam jernih.

“besar sekali kadonya! Aku buka ya, oppa!”

Chaeri buru-buru melepas ikatan pitanya dan membuka penutup kotak tersebut. Matanya semakin membulat, sorot kekaguman terpancar jelas dari matanya. Bibirnya terbuka membentuk ‘o’ kecil, jemarinya yang kecil perlahan meraba isi kotak tersebut, mengeluarkannya dari kotak.

“cantik sekali oppa..”

Sweater rajutan berwarna jingga muda menggantung diudara, kedua ujungnya digenggam oleh tangan mungilnya. Senyum kembali merekah di wajahnya, dengan cepat ia memeluk sweater tersebut erat, menghirup wangi jeruk yang terasa kental disetiap helaian rajutannya.

“terima kasih oppa! Cantik sekali!”

Lelaki itu mengangguk, tersenyum senang melihat Chaeri begitu menyukai hadiah yang ia berikan.

“ayo lihat lagi yang lain, masih ada yang lain Chaeri-ya.”

“oh, ne~”

Chaeri melongokkan wajahnya kedalam kotak, melihat apa lagi isi didalam kotak tersebut, dan ia tiba-tiba menjerit kesenangan saat melihat satu buah topless jar cake dengan lapisan berwarna-warni. Ia segera mengambil jar cake-nya, dan tangan kirinya mengambil sebuah buku kecil yang tertindih dibawah kuenya.

“oppa! Aku sudah lama tak makan kue ini! Terima kasih oppa! Oppa daebak!”

Lelaki itu tertawa mendengar pujian Chaeri, ia hanya mengangguk-angguk dan melipat kedua tangannya diatas meja makan, mendekatkan wajahnya pada Chaeri yang tengah memutar-mutar jar cake dengan kedua tangannya.

“kita bisa memakannya nanti, kau buka dulu buku itu.”

Chaeri menengok pada oppa-nya, ia melirik buku yang ada didepannya –yang sempat ia anggurkan karena keberadaan jar cake. Ia mengangguk kecil dan menyimpan jar cake-nya, beralih mengambil buku tersebut dan memperhatikan sampulnya yang tertulis Chaeri’s Mind.

Hanya ada tulisan tersebut dengan huruf berwarna-warni yang ditulis tangan, sederhana tapi manis. Tak ada hiasan lainnya, latarnya berwarna putih polos, sesuai dengan imej Chaeri yang sederhana, manis, dan innocent.

“oppa, ini untukku?”

“hmm.. bukalah..”

Gadis itu membuka sampulnya, membaca tulisan yang ada dihalaman pertama. Tulisan tangan yang sangat dihafalnya, gadis itu terdiam, bibirnya bergerak kecil membaca setiap deretan kalimat yang tertulis dikertasnya.

Selamat ulang tahun yang ke-13, Oh Chaeri.

Selamat ulang tahun untuk gadis yang selalu tersenyum dengan ceria, yang selalu menyemangati setiap orang, dan yang tak pernah menyerah ataupun bersedih.

Selamat ulang tahun untuk gadis yang senang dengan wangi buah jeruk, awan yang berarak melindungi bumi dari teriknya matahari

Selamat ulang tahun untuk gagis penyuka buah peach dan strawberry, coklat hangat, dan pancake maple.

Selamat ulang tahun untuk si gadis berponi yang sangat senang mengepang dua rambutnya dengan pita berwarna-warni

Selamat ulang tahun untuk gadis yang senang menghabiskan waktunya dengan bernyanyi sambil memetik gitarnya di halaman belakang rumah.

Selamat ulang tahun untuk gadis yang selalu memberikan semangat lewat nyanyian merdunya dan teriakan penuh semangatnya.

Selamat ulang tahun Oh Chaeri..

Semoga kau bisa terus menularkan virus bahagia dan semangatmu itu pada semua orang.

Teruslah tersenyum dengan ceria, jangan pernah biarkan masalah apapun membuatmu jadi bersedih.

Kalau kau merasa senang, sedih, atau lelah dengan masalah yang harus kau hadapi. Ceritakan semuanya di buku ini. Aku tahu kau jarang menceritakan masalahmu pada orang lain, jadi sebagai penggantinya, ceritalah pada buku ini.

Semoga bermanfaat, Chaeri-ya..

Dari oppa-mu yang selalu menyayangimu..

Oh Sehun

“O-oppa..”

Chaeri terisak, ia menyusut air mata yang hendak jatuh dari pelupuk matanya, tapi tak berhasil menahan tangisannya. Air matanya terus jatuh, semakin banyak hingga menjadi tangisan yang membuat pipi tembamnya basah dan matanya merah.

“sshh— sudah jangan menangis, Chaeri-ya..”

Sehun bangkit dari kursinya, ia menghampiri Chaeri, berlutut didepannya dan memeluknya hangat, membiarkan gadis itu menangis di bahunya meredamkan suara tangisannya. Sehun mengelus lembut kepala si gadis yang kini badannya bergerak naik-turun. Ia tersenyum kecil, Chaeri itu memang sangat ceria, tapi ia cengeng sekali kalau sudah berurusan dengan Sehun.

“sudah, sudah. Kau ini sedang berulang tahun, kenapa malah menangis?”

Chaeri menarik dirinya dari pelukan hangat Sehun, menghapus sisa air matanya dan menunduk menutupi wajahnya yang merah.

“ha-habis.. o-oppa sangat baik pa-padaku. Aku jadi.. aku jadi terharu..”

Sehun tertawa lepas, ia mengusak rambut Chaeri lembut. Ditangkupkan kedua telapak tangannya di pipi tembam Chaeri, membuat gadis itu menatapnya dengan sepasang mata yang masih berair. Sehun tersenyum kecil melihat paras manis Chaeri, bibirnya mengecup dahi gadis itu dengan lembut, membuat pipinya menghasilkan semburat pink rose.

“kau ini kenapa senang sekali menangis kalau sedang bersama oppa? Kau tidak senang ya dengan oppa?”

Gadis itu menggeleng pelan, menundukkan kepalanya.

“hey, lihat oppa. Oppa kan sedang berbicara padamu.”

Chaeri menatap Sehun malu, bibirnya mengerucut mungil.

“karena hari ini ulang tahunmu, kau harus berjanji pada oppa. Mulai sekarang dan seterusnya, kau akan terus tersenyum ceria saat dengan oppa. Kau juga harus menyanyi untuk oppa saat oppa sedang bosan atau sedih. Oke?!”

“kenapa jadi oppa yang banyak permintaannya?!”

Sehun menunjukkan mimik terkejutnya, ia mengembungkan pipinya dan matanya membulat, bertingkah seolah terkejut. Ia mengeratkan tangkupan tangannya, sedikit menariknya agar wajah Chaeri menengadah menatapnya.

“kau ini harus menurut pada oppa, kau tak mau menurut ya? Oppa kan sudah memberikan hadiah untukmu. Kau ini pelit sekali!”

“oppa juga banyak maunya!”

“yaaah, Oh Chaeri!”

“mehrong~!”

Sehun melepaskan kedua tangannya cepat, ia memukul pelan kepala Chaeri, menoyornya dengan jari telunjuk dan kembali berdiri sambil bertolak pinggang.

“baik kalau kau tak mau, oppa akan marah padamu sampai kau mau berjanji pada oppa.”

Sehun berbalik, seolah hendak pergi meninggalkan Chaeri, tapi ia tahu, gadis itu tak akan berhasil mempertahankan pendiriannya. Ia terlalu menyayangi seorang Oh Sehun dan hal itu menyembabkan hampir semua keinginannya ia turuti.

“oppa!”

Benar kan? Tak sampai Sehun melangkahkan kakinya, tangan kecil Chaeri sudah menahan ujung baju Sehun. Sehun tersenyum kecil, berusaha menahan tawa yang ingin dilepaskannya.

“baiklah… aku berjanji..”

Sehun rasanya ingin berbalik dan segera memeluk Chaeri seerat mungkin, kalau perlu sampai ia kesusahan untuk bernapas. Ia gemas mendengar nada bicara Chaeri yang terdengar begitu lemas dan tak berdaya, ingin rasanya mencubit kedua pipinya.

“hmm?”

“iya, aku akan menuruti oppa. Mian..”

Sehun berdeham, bibirnya nampak jelas berusaha menyembunyikan senyuman yang ingin tersungging diwajah tampannya. Ia berbalik, dengan wajah sedih yang sengaja dibuat-buat. Biar begitu, kemampuan aktingnya selalu berhasil kalau yang dihadapinya adalah Oh Chaeri.

“benarkah? Tapi sepertinya oppa sudah terlanjur kecewa denganmu, Chaeri-ya. Lupakan saja apa yang tadi oppa katakan, sekarang kita pulang.”

Chaeri menatap Sehun dengan tak percaya, matanya kembali dipenuhi dengan genangan air mata. Bibirnya mengatup rapat dan sedikit bergetar, ia menarik-narik ujung baju yang Sehun kenakan. Pelahan wajahnya menunduk menyembunyikan tangisannya,

“oppa.. jangan marah.. maafkan aku…”

“hmm..”

“oppa..”

Sehun hanya diam, dan secara tiba-tiba Chaeri membungkuk, mengambil gitar yang masih setia dipeluk oleh si beruang besar. Ia mengeluarkannya dari tas pembungkusnya, menempatkannya dipangkuannya hingga mendapatkan posisi yang nyaman dan menatap Sehun yang sedang memperhatikannya dengan wajah datar.

“oppa sedang marah dan kecewa padaku, kan. Jadi aku akan bernyanyi untukmu..”

Sehun mengangkat sebelah alisnya, tangannya ia angkat untuk dilipat didepan dada, memperhatikan Chaeri yang mulai memetik senarnya mencari nada yang pas.

Gadis itu berdeham kecil, melirik Sehun yang masih setia menunggu nyanyiannya.

Nan niga jeil joa niga jeil yeppeo

(I like you the most, you’re the prettiest)

Jina ganeun gotgot maeryeogi da heulreo

(wherever you pass by, your charm overflows)

Niga jeil joa neo hanamyeon dwae

(I like you the most, I only need you)

Gaseume saegyeo dwo niga sesang eseo jeil sojunghae

(engrave it in your heart, you’re the most precious in the world)

Every time I like you

Oh my love for you, I belong with you, crazy in love for you

Neobakken eobseo nan

(you’re the only one for me)

Petikan gitarnya terhenti, menggantung di udara menyisakan nada yang hanya terulang dalam benak masing-masing. Chaeri menatap Sehun lamat, memperhatikan perubahan air wajahnya setelah sebuah lagu ia nyanyikan untuknya.

“oppa?”

Sehun mengedipkan matanya, kepalanya sedikit ia miringkan ke kanan, menatap balik Chaeri dengan tatapan yang sulit untuk gadis itu artikan.

“kenapa harus ‘yeppeo’?”

“eh.. kan liriknya begitu, oppa…”

“jadi aku itu cantik?”

“ungg… begitulah.”

Sehun mendecak kecil, ia mengambil sweater jingga kepunyaan Chaeri, memasukkan jar cake dan buku kedalam kotaknya kembali. Kedua tangannya memegang kotak tersebut, ia menghampiri Chaeri yang masih memperhatikannya dengan tatapan bingung. Sehun berdiri didepan gadis itu, menatapnya lekat dan membungkuk agar wajah mereka sejajar.

“permintaan maaf… diterima.”

Chaeri mengerjapkan kedua matanya, menatap Sehun yang kini tersenyum manis setelah sebelumnya berbisik lembut padanya. Perlahan senyum terkembang disana, lama kelamaan menjadi sebuah tawa kecil yang disambut dengan pelukan erat Chaeri pada Sehun.

“terima kasih, oppa. Saranghaeeee!!!!!”

Sehun tertawa, ia menepuk-nepuk kepala Chaeri dan melepas pelukan gadis kecil tersebut. Tangannya dengan terampil memakaikan sweaternya ditubuh kecil Chaeri, setelah terpakai dengan rapi, tangannya meraih gitar yang digenggam Chaeri oleh tangan kirinya, dan kotak tersebut beralih ke tangan Chaeri. Sehun memasukkan kembali gitar coklat tersebut kedalam tasnya, dan mengaitkan kedua penahannya dibahunya dengan posisi didepan tubuhnya.

Ia mengambil boneka beruang besar tersebut, menarik tali tersembunyi yang mengait di kedua sisi tubuh bonekanya. Tanpa berkata apapun Sehun mengaitkan kedua talinya di pundak Chaeri, menyuruhnya untuk menggandong boneka tersebut dipunggungnya. Chaeri mengaduh pelan saat tubuhnya menerima beban lebih.

“berat?”

Chaeri tersenyum lebar dan menggeleng, tangannya meraih tangan boneka tersebut dan mengelus-eluskannya kepipinya.

“woah, halus sekali..”

“kau bisa memeluknya setiap malam, ia punyamu.”

“benarkah?” Sehun mengangguk kecil.

“woah, terima kasih oppa!”

“hmm..” Sehun tak banyak bicara, ia terlalu sibuk memasang dengan benar boneka yang kini melekat di punggung Chaeri. Setelah ia merasa bonekanya tak akan lepas dan Chaeri tak akan kesakitan dengan tali yang terpasang, ia mengambil kembali kotak kadonya dan berbalik,

“ayo naik.”

Sehun berjongkok membelakangi Chaeri, ia menepuk punggungnya sendiri menyuruh gadis itu untuk segera menaiki punggung Sehun.

“oppa, aku berat. Aku bisa jalan sendiri..”

“cepat.”

Chaeri kembali mengerucutkan bibirnya, kesal setiap kali mendengar nada perintah yang terdengar dingin dari Sehun. Ia menaiki punggung Sehun dengan hati-hati, melingkarkan kedua tangannya dileher Sehun dan menelusupkan wajahnya dilekukan leher oppa-nya.

“siap?”

Chaeri hanya mengangguk, ia menghembuskan nafas hangat dileher Sehun. Sehun tak banyak bicara, ia mulai melangkah meninggalkan tempat tersebut, menuruni setiap anak tangga dengan hati-hati, kedua tangannya menahan berat tubuh Chaeri yang terasa ringan baginya.

“oppa..”

“ya?”

“terima kasih ya, aku senang sekali hari ini. Nanti kita makan bersama jar cake-nya.”

“iya iya..”

“oppa..”

“apa?”

“saranghae..”

Sehun diam untuk beberapa saat, ia melirik Chaeri yang matanya terlihat begitu berat dan beberapa kali menutup. Ia tersenyum kecil, menghembuskan nafas pelan dan kembali melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.

“aku juga menyayangimu, saengi-ah..”

Sehun menuruni sisa anak tangga dalam diam, menikmati suara hembusan nafas Chaeri yang tenang dan teratur. Merasakan kehangatan yang tersalur dari gadis kecil yang tertidur digendongan punggungnya.

Benaknya penuh dengan catatan pengingat agar ia berterima kasih pada ibu tirinya yang sudah melahirkan anak yang begitu kuat dan ceria seperti Chaeri. Sehun juga harus berterima kasih karena ayahnya bisa menemukan pendamping hidup yang baru –ibu Chaeri, memberikannya seorang adik yang cantik dan manis sepertinya.

Sehun tersenyum kecil, menertawakan anggapan lamanya tentang ibu tiri yang jahat, menyebalkan, hanya mencintai suaminya tanpa menyayangi anak-anaknya. Tentang anak-anak mereka yang akan menjadi saudara tirinya dan bertingkah menyebalkan padanya, dan semua pikiran negatifnya.

Semua anggapannya pupus ketika bertemu ibunya yang sekarang dan anaknya Chaeri yang begitu ceria meskipun mengalami cacat fisik. Ia amat bersyukur, merasa sangat beruntung karena memiliki keluarga baru yang penuh dengan kehangatan dan kebahagiaan. Sepasang orang tua yang menyayanginya dan adik yang sangat disayanginya, Oh Chaeri.

[The Little Girl, Oh Chaeri]

Ada yang masih inget saya? please biarpun cuma 1 setidaknya ada yang inget saya:3 saya keychand, yg hampir 2 bulan ga dateng kesini dan melalaikan kewajibannya meneruskan ff Love at Midnight . maaf sebesar-besarnya karena chand blm bisa nerusin ff-nya. diusahakan ff-nya bisa chand terusin, tapi untuk saat ini belum bisa. maaf yaaa~

saya rindu nih bilang kaya gini..

komentar, saran, dan kritik membangun sangat diterima dan ditunggu. 🙂

Advertisements

15 responses to “The Little Girl, Oh Chaeri

  1. wahh aku kira oh chaeri itu istrinya eh gk taunya adek ya huahahahhaha *hening *kabur
    wahh sehun baik bgt huaaa calon suami yg baik *digampar hunnie *hening *kabur
    enak bgt kali ya jadi adeknya sehun eh nggak juga lebih enak jadi pacarnya *ngomong apa sih lu*
    #lol
    Keep writing thor chand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s