A Long Weekend with… HIM!!?? [PART 8B -END-]

 

Title :

A Long Weekend With… HIM!?

 

Author :

Citra Pertiwi Putri

 

Genre :

Romance, Friendship, Comedy

 

Rating :

PG17

 

Main Casts :

Son Naeun ( A Pink )

Kim Myungsoo / L ( Infinite )

 

Other Casts :

Jung Eunji ( A Pink )

Lee Howon / Hoya ( Infinite )

Nam Woohyun ( Infinite )

Park Chorong ( A Pink )

Goo Woori  ( Rainbow )

 

Summary : -Author P.O.V- : Liburannya di desa yang ia sangka akan sangat menyenangkan berubah menjadi petaka ketika ia mengetahui bahwa di desa tersebut terdapat tempat tinggal namja super nyebelin itu. Bukan itu doang, bahkan ia harus tinggal di rumah namja itu sampai liburannya selesai!

 

NB : part ini panjang. Siapkan mata kalian yaw ^^

 

PART 1 PART 2 PART 3 PART 4 PART 5 PART 6 PART 7A PART 7B PART 8A

***

Author POV

 

“ Myung.. kau kenapa..begini?” Naeun terkejut melihat wajah L yang babak belur, untung aja masih ganteng.

“ Ssst..” namja itu hanya menyuruhnya diam lalu membalik tubuhnya lagi. Kemudian memeluknya kembali dari belakang, lebih erat dari sebelumnya bahkan namja itu membenamkan wajah tampannya dibelakang bahu Naeun.

Naeun hanya bisa diam, ia bisa merasakan debaran dada L yang ada dipunggungnya, hatinya jadi ikut berdebar juga. Perasaan ini sama sekali tak pernah ia rasakan setiap bertemu dengan L, namun mengapa sekarang ia ikut gugup?

“ Kau sendiri kenapa?” L malah balik tanya sembari menyentuh pelan kepala Naeun yang dibalut perban.

“ Aku kan tanya kau duluan, kau kenapa?” Naeun tak sabaran karena kasihan melihat wajah L.

“ Aku juga bertanya karena aku khawatir padamu.”

“ Aku lebih khawatir, wajahmu begitu aku harus tahu kenapa.”

“ Aku lebih khawatir lagi melihat kepalamu diperban.”

“ Tapi aku lebih khawatir lagi melihatmu.”

“ Aku yang lebih khawatir melihatmu.”

“ Tidak, aku yang lebih khawatir!”

“ Aku!”

“ Aku!”

“ Aku!”

“ Aku!!!”

“ Yaelah kenapa jadi perang khawatir sih -___-“

Naeun tertawa kecil, mengapa ia jadi salah tingkah begini? Bahkan tubuhnya gemetaran sekarang. Seharusnya sekarang ia mendorong L atau bahkan menampar namja itu karena namja itu berani memeluknya. Namun sekarang ia justru menikmati pelukan itu meski dengan rasa grogi yang luar biasa.

“ Lebih baik sekarang kuobati luka diwajahmu.” kata Naeun. L hanya mengangguk.

“…kalau begitu duduklah, aku ambil obatnya dulu.” Naeun pun keluar kamar.

Tak lama Eunji masuk.

“ Jadi pangling ngeliat wajahmu -_-“kata Eunji prihatin ketika melihat wajah bonyok L.

“ Woohyun sunbae yang melakukannya.”jawab L dongkol.

“ Dia pasti ingin melampiaskan kemarahannya karena ia mengira aku melarikan diri darinya. Maaf ya.”

“ Ini bukan salahmu. Eh, siapa yang membuat kepala Naeun begitu?” L langsung mencecar Eunji soal kepala Naeun yang diperban.

“ A.. a.. anu.. anu..” Eunji ingat pesan Naeun untuk tidak mengatakan soal Woori.

“ Cepat jawab!”

“ Dia.. dia kecelakaan waktu tadi siang jalan-jalan denganku.”

“ Kalian sudah janjian ya untuk membohongiku?” L tertawa sinis, Eunji memilih diam.

“…lihat saja kalau aku tahu siapa yang membuat Naeun begitu.”kata L lagi, Eunji gemeteran.

“…heh, buku harianku bagaimana?” tanya L kemudian, Eunji makin dugdagdig *dagdigdug thor -__-* pasalnya Naeun sudah membaca buku itu sebelum Eunji mengamankannya.

“ Emm.. itu.. itu sudah kuamankan^^”jawab Eunji berbohong.

“ Kau membacanya?”

“ Ne! kau dan Hoya jahat sekali menyembunyikan rahasia sedemikian besarnya dari Naeun dan aku, kau bisa bayangkan tidak kalau Naeun sampai tahu??”

“ Makanya aku menyuruhmu mengamankan bukunya karena aku tak mau kalau Naeun sampai membacanya.”

Wajah Eunji memucat, “ Em, seandainya Naeun sudah membacanya, bagaimana?”

“ Apa maksudmu!?”

“ M..misalnya aja.. misalnya.”

“ Aku pasti malu setengah mati, dia juga pasti sangat sedih. Tapi untung saja bukunya sudah aman.”

“ Hehe iya.. hehe.” Eunji mehe-mehe, dia gak berani bilang sejujurnya pada L kalau Naeun memang sudah membaca buku tersebut.

Tak lama Naeun datang, tanpa banyak bicara ia segera mempersiapkan peralatan medisnya.

“ Lukamu banyak sekali. Pasti rasanya sakit banget.”kata Naeun prihatin.

“ Tidak, tidak apa-apa, aku sudah biasa babak belur begini.”

“ Bohong, tadi sore Hoya menelpon dan dia bilang kalau kau hampir tewas.”sela Eunji. Naeun kaget.

“ Separah itukah?” tanya Naeun khawatir, L hanya menggeleng.

“ Hoya juga bilang kalau sebelum pulang kesini dia hanya diobati seadanya.”kata Eunji lagi. L nyengir, ternyata saat ia pulang Hoya langsung menelpon dan mengadu pada Eunji.

“ Mengapa begitu? Seharusnya kau dibawa kerumah sakit!” Naeun protes.

“ Tidak perlu, ini tidak terlalu parah kok.”

“ Tidak terlalu parah tapi membuatmu hampir mati?”

“ -___-“

Eunji bolak-balik memperhatikan L dan Naeun. Naeun terlihat begitu khawatir dan kasihan pada L, begitu pula sebaliknya. L juga masih terlihat khawatir melihat perban dikepala Naeun.  Eunji tersenyum lega dan semakin optimis kalau keduanya bisa menjalin hubungan, dengan begitu ia tidak jadi bayar hutang kepada Hoya.

“ Annyeong. Wah, bagus nak, baru mau umma suruh kamu ngobatin L.”tiba-tiba nyonya Son masuk kekamar mereka. Naeun hanya tersenyum.

“…kamu sudah tidak apa-apa nak?” tanya nyonya Son pada L.

“ Sakit banget ahjumma.. :’(“ sifat manja L keluar, Eunji nyaris meledakkan tawanya karena baru tahu L punya sifat seperti itu, terlebih namja itu bermanja-manja pada ibu Naeun, sementara Naeun hanya mehe-mehe mendengarnya.

“ Tahan ya, udah mau diobatin tuh sama Naeun.”kata nyonya Son, L mengangguk.

“…hmm, Eunji, bisa ke ruang tamu sebentar?” kata nyonya Son.

“ Ah, ne..” Eunji menurut, ia segera mengikuti langkah nyonya Son keluar dari kamar, meninggalkan L dan Naeun disana.

“ Aish.. sakit. Pelan-pelan dong!” L meringis ketika Naeun baru saja menyentuh luka pertamanya.

“ Tahan. Daripada ntar infeksi..”bujuk Naeun.

“ AAA!!!!”

“ Duh, udah pelan nih!”

Tanpa izin L menarik tangan kiri Naeun dan memegangnya bahkan sesekali mengelusnya. Ternyata ia masih ingat cara meminimalisir rasa sakit yang pernah Naeun beritahu padanya setahun yang lalu. Karena tidak tega melihat L yang nampak menderita, Naeun pun membiarkan tangannya dipegang oleh namja itu.

“ Naeun, kau belum jawab pertanyaanku. Siapa yang membuat kepalamu begitu?” tanya L kemudian.

“ Ini kecelakaan. Aku nabrak gerobak sayur.”jawab Naeun berbohong.

“ Benar-benar ingin kubaca pikiranmu? Cepat jawab yang jujur! Kau dan Eunji ini menyebalkan sekali, pake janjian segala mau membohongiku.”

Naeun menggeleng, sampai kapanpun ia tak akan mau mengatakan kalau Woorilah yang membuatnya seperti ini.

 

“ Gwenchana, Eunji. Bilang saja pada kami, kami tidak akan bilang pada Naeun kalau kau yang mengatakannya.”

“ Tapi ahjumma,ahjussi.. saya takut, apalagi Myungsoo sudah pulang. Kalau dia tahu dia bisa marah besar.” terdengar suara Eunji diruang tamu tengah berbicara dengan orangtua L dan Naeun.

“ Kau benar. Tapi kami harus tahu. Ayolah, beritahu saja. Mumpung uri L sedang tidak ada. Kami tidak akan memberi tahu dia.”

“ Hmm.. sebenarnya yang membuat kepala Naeun berdarah itu.. si.. si Woori. Dia dan teman-temannya melempar batu kearah kami ketika kami diatas pohon. Dan batu besar Woori kena kepala Naeun sampai berdarah..” jelas Eunji gugup.

“ APA!!??”

 

“ Goo Woori..” tiba-tiba tangan L yang masih menggenggam tangan Naeun itu mengepal keras karena mendengar penjelasan Eunji meski samar-samar. Naeun tersadar, sejak tadi ia mengosongkan pikirannya dan ia tidak sadar kalau Eunji sedang bersaksi diruang tamu. Ia merasakan sakit ditangannya yang digenggam terlalu erat oleh L karena namja itu tengah menahan emosi.

“ Myungsoo.. dengarkan aku dulu..” Naeun kelabakan karena tahu L mulai marah.

“ Apa? Kau mau membohongiku? Aku tidak perlu mendengar penjelasanmu. Yang jelas besok dia akan mati ditanganku!!” kata L keras, Naeun tersentak mendengarnya.

“ Apa?! Myungsoo, sudahlah.. aku baik-baik saja! Kau tidak perlu berbuat apa-apa!” Naeun mencoba meredam emosi L, namun L hanya menggeleng, rahangnya sudah mengeras menahan emosi dan wajahnya sudah memerah. Naeun benar-benar takut.

 

“ Naeun!!” Eunji tiba-tiba membuka pintu kamar, L dan Naeun langsung menatap kearahnya.

“ Ne?” sahut Naeun, ia segera menarik Eunji kemudian berbisik dengan panik pada sahabatnya itu.

“ Myungsoo sudah tahu, dia mendengar semuanya tadi..” bisik Naeun, Eunji terkejut.

“ M.. mianhae, mianhae.. sebenarnya aku ingin merahasiakannya tapi orangtua kalian terus memaksa.” Eunji jadi merasa bersalah, nyalinya semakin ciut ketika ia melihat L yang sedang menahan emosi itu.

“ Kumohon bujuk dia agar dia tidak gegabah. Aku sudah membujuknya tapi dia tetep aja gak ngegubris.”bisik Naeun.

“ Kau yang membujuknya saja dia tidak mau, apalagi aku.”jawab Eunji.

“ Kalian kenapa menatapku seperti itu?” tanya L dingin, Naeun dan Eunji langsung diam seribu bahasa.

“ Em.. a.. anu.. Woori sudah kumarahi kok, jadi kau tidak perlu berbuat apa-apa lagi padanya. Ya? Ya?” kata Eunji mencoba meredam emosi L, namun namja itu tersenyum sinis.

“ Dimarahi saja tidak cukup, dia seharusnya dibanting atau dibunuh.”jawab L kejam.

“ Duh, gimana nih..” Eunji nyerah, Naeun semakin takut. Ia hanya berdoa semoga L hanya bercanda…

***

“ Hiks.. sepanjang episode (?) perkelahian uri L, saya gak pernah liat dia babak belur sampai segitunya.. saya sampe gak kuat liat dia kemarin, makanya sampe nangis kejer dikamar.. L.. kenapa dia sampai separah itu. Jahat sekali pengujinya :’(“

Pagi itu terdengar suara tangisan nyonya Kim dari tempat cuci baju disamping dapur. Wanita yang berusia sekitar 40 tahunan itu tengah menangis sembari mencuci seragam beladiri L yang berlumuran darah.

“ Sabar jeng.. sabar. Kemarin Naeun sudah mengobatinya dan sekarang sudah lebih baik..”kata nyonya Son menenangkan.

“ Makasih ya.. anak jeng emang baik.. walaupun kepalanya diperban begitu masih mau ngobatin L.”jawab nyonya Kim sembari sesenggukan.

“ Iya.. jangan nangis lagi jeng..”

“ Denger-denger yang menguji L itu si Woohyun ituloh jeng, yang ketemu kita tempo hari..”

“ APA??”

“ Iya.. saya tahu dari Eunji tadi..”

“ Ya ampun, mengapa pacar Naeun itu jahat sekali..”

 

Naeun yang sedang sarapan didapur  dan melihat nyonya Kim sangat sedih mendengarnya, ia jadi semakin benci dengan Woohyun. Ia pun menghentikan sarapannya dan menghampiri nyonya Kim.

“ Ahjumma, biar Naeun yang mencucinya. Hitung-hitung permintamaafan atas perbuatan Woohyun oppa.”kata Naeun sembari duduk disamping nyonya Kim.

“ Tidak perlu nak, biar ahjumma saja..”kata nyonya Kim.

“ Jebal, Naeun saja yang mencucinya.”

Nyonya Son tersenyum karena putrinya ini benar-benar baik. Akhirnya Naeun pun mengambil alih posisi nyonya Kim dan mencuci seragam L yang berlumuran darah itu.

 

“ Naeun!!” Eunji yang baru selesai mandi tiba-tiba nongol.

“ Ne?” Naeun menoleh kearah sahabatnya yang terlihat panik itu.

“ Myungsoo mana??”

“ Dikamar bawah, kan? Kurasa dia belum bangun tidur.”

“ Awalnya juga kukira begitu! Tapi pas aku buka pintunya dia gak ada!”

“ MWO?!”

“Aku berfirasat buruk. Kemarin kan dia tahu kalau yang membuat kepalamu begitu adalah Woori..”

“Jadi maksudmu sekarang dia…”

Eunji mengangguk, Naeun jadi ikut panik. Gadis itu segera menjemur seragam L, setelah itu langsung mengambil sandal dan pergi mencari L bersama Eunji.

**

L, namja tampan itu tiba di tempat tujuannya. Sungai.

Keadaan masih cukup sepi karena hari masih sangat pagi. Namja itu melemparkan pandangan dingin kesekitarnya. Merasa seseorang yang ia cari belum ada disana, ia pun duduk di salah satu bebatuan yang ada di sungai tersebut, tangannya terus mengepal menahan emosi dan mulutnya terkadang mengumpat seseorang.

 

” Woori-sshi, bukankah itu L? Mengapa ia ke sungai pagi-pagi begini?”

” Aigo!! Kau benar, itu L! Kenapa ia ke sungai pagi-pagi begini yah? Aaa.. aku tahu, ia pasti mencariku! Ia pasti rindu padaku. Atau mungkin ia ingin minta maaf padaku karena ia telah bodoh membela gadis kota sialan itu! hahaha!”

Woori yang baru saja tiba didekat sungai bersama teman-temannya melihat L duduk di bebatuan sungai.

“…bawa ini! Aku malu bawa-bawa bakul didepannya. Aku harus tampil cantik..” Woori langsung menyerahkan bakul cucian yang ia pegang pada temannya kemudian ia memperbaiki penampilannya. Lalu setelah itu berjalan penuh percaya diri menghampiri namja itu.

” Annyeong L!  Sedang apa pagi-pagi begini, kau mencariku kan??”dengan pede stadium 9 (?) Woori menyapa L.

Namja itu menoleh, dengan masih menahan emosi namja itu tersenyum sinis sembari berdiri.

” Ne. Aku mencarimu.”jawab L dengan nada dingin.

” Jinjja? Ada apa?” Woori semakin girang dan genit.

” Kau mau tahu ada apa?”tanya L sembari menatapnya tajam. Woori mengangguk dan senyam-senyum menggoda karena ia yakin L suka padanya.

“…benar mau tahu? Rasakan ini, biar kau tahu!”

PLAK!!!!!

L menampar wajah Woori dengan sangat keras hingga suaranya terdengar sampai beberapa meter jauhnya. Woori terkejut setengah mati dan ia langsung memegang pipinya yang terasa sakit dan panas.

” Mengapa kau menamparku??? Apa salahku!?” Woori tak terima.

” Masih nanya salahmu apa? Jangan pura-pura! Kau kira selama aku pergi aku tak tahu apa yang telah kau perbuat pada Naeun!?”jawab L keras, Woori tersentak dan langsung ketakutan.

“…satu kali kau mengganggu Naeun, kuampuni. Kedua kalinya, kalau bukan karena Naeun mungkin wajahmu yang menurutmu cantik itu sudah hancur karena guntingmu sendiri. Dan ini yang ketiga kalinya, tak ada ampun bagimu! Ini fatal bagiku, kau hampir membuat Naeun amnesia!”

Woori semakin gemetaran, rasanya ia ingin kabur tetapi ia tak sanggup. Teman-temannya pun tak ada yang berani mendekat karena L sudah mengancam mereka.

” Sekarang kau mau kuapakan?”tawar L dengan nada jahat, Woori menggeleng ketakutan.

“…karena kau tidak menjawab, berarti terserah aku.”kata L lagi, ia tersenyum evil. sepertinya karena terlalu emosi akal sehatnya mulai hilang, ia mendorong Woori dengan kasar hingga gadis itu terduduk ditanah.

” L! Mengapa kau termakan omongan yeoja sialan itu!? Pasti dia yang bilang kalau aku yang mencelakainya kan!?” Woori masih saja membela diri dengan menjelekkan Naeun, dan hal itu membuat L semakin naik pitam.

” Namanya Son Naeun, bukan yeoja sialan!”bentak L, ia tak mau banyak bicara lagi, tanpa basa-basi ia pukuli Woori berkali-kali tanpa ampun. Sesuai prinsipnya, tak peduli laki-laki atau perempuan, jika mereka mengganggu Naeun maka mereka akan menderita ditangannya.

Woori menjerit minta tolong dan terus berusaha menghindar hingga ia nyaris tercebur ke sungai, teman-teman Woori gemetaran dan tak ada yang berani menolong Woori. Mereka memilih ikutan berteriak memanggil warga desa yang lain.

*

Eunji dan Naeun berpisah di belokan, mereka berpencar mencari L.

Eunji yang kebetulan berjalan menuju arah sungai akhirnya menemukan L dan menyaksikan namja itu sedang memukuli Woori, wajah gadis itu sudah biru sana-sini tapi L tetap saja memukulnya. Eunji ingin berlari dan mengadu pada Naeun, namun L terlanjur melihatnya, namja itu menatapnya tajam seolah melarangnya untuk melapor pada Naeun. Eunji pun akhirnya hanya bisa terpaku disana, terbengong-bengong menyaksikan kemarahan L.

 

” Woy woy itu ada yang teriak minta tolong!!”

” Iya, dari arah sungai!”

” Siapa ya??”

” Pak! Bu! Itu si Woori digebukin dipinggir sungai sama anaknya tuan Kim!”

” Omona!!!!! L!?”

” Iya!! Ayo kesana keburu ada apa-apa!!”

Warga desa berbondong-bondong berlarian menuju pinggir sungai. Naeun yang mendengar sahut-sahutan warga desa itu langsung panik dan depresi mendadak. Tak peduli dengan kepalanya yang masih diradang sakit, gadis itu berlari sekencang-kencangnya menuju arah sungai.

 

” Hhh..hh..” L mengatur nafasnya karena kelelahan melampiaskan amarahnya. Melihat wajah Woori yang sudah tak karuan, ia sama sekali tidak kasihan bahkan masih ingin menyiksa Woori sampai gadis itu benar-benar menyesal seumur hidup karena pernah mengganggu Naeun.

“…mau tahu bagaimana sakitnya dilempar batu sampai berdarah? Biar kau tahu rasanya jadi Naeun.”tanya L evil kearah Woori, gadis itu semakin tersentak, ia benar-benar ingin kabur namun seluruh badannya sudah lemas. Ia gemetaran ketika L mengambil salah satu batu berukuran cukup besar dari pinggir sungai dan bersiap hendak menjatuhkan atau mungkin melempar batu itu ke kepalanya. Namja itu betul-betul sudah gelap mata, ia tak peduli dengan warga desa yang sudah membentuk formasi lingkaran menyaksikannya.

” L !! Jangan!”teriak beberapa warga desa yang sudah tak tega melihat Woori, mereka sudah melangkah menuju kearahnya namun L menghentikan langkah mereka dengan ucapan singkat,

” Mau apa kalian? Setor nyawa?”

Semua langsung mundur ketika mendengar ucapan L. Eunji semakin gemetaran, ia benar-benar ingin melapor pada Naeun, tapi ia tahu mata L terus mengawasinya.

L kembali pada Woori, tanpa banyak bicara lagi namja itu mengangkat batu yang ia pegang dan bersiap menjatuhkan atau mungkin melemparnya kearah Woori yang masih terduduk di tanah. Seluruh warga desa termasuk Eunji sampai menahan nafas karena L benar-benar sudah kelewat kejam.

 

” ANDWAEEEEE!!!!!”

PLUNG!!

Batu yang sudah hendak dilepaskan oleh L akhirnya nyemplung ke sungai akibat dorongan Naeun yang datang tiba-tiba.

” Woori! Kau tidak apa-apa?!”tanya Naeun khawatir dan merasa bersalah karena melihat Woori sudah babak belur begitu.

” Yeoja aneh!” L tertawa sinis saking gemesnya melihat Naeun yang masih punya kebaikan hati mengkhawatirkan Woori. Sementara Eunji lega karena Naeun tidak datang terlambat.

” Sini aku bantu….” Naeun mengulurkan tangannya untuk menolong Woori berdiri, namun gadis desa itu masih saja berulah, ia mendorong tangan Naeun.

” Tidak usah!! Aku bisa sendiri!”kata Woori membentak, ia pun berdiri sendiri. Sementara Naeun terdiam. Tangan L sudah mengepal lagi karena jengkel dengan sikap Woori.

“…heh yeoja sialan! Pasti kau yang bilang pada L kan kalau aku sudah melempar kepalamu dengan batu!? Dasar!!” Woori tiba-tiba mendorong Naeun hingga gadis itu hampir terjatuh, untung L segera menahannya.

” Aku tidak…” Naeun mencoba menjelaskan, namun L langsung menyuruhnya diam dan namja itu langsung berdiri didepan Woori dengan tatapan emosi.

BUK!!!!!

Dipukulnya wajah Woori dengan sangat keras hingga gadis itu langsung jatuh pingsan. Semua terkejut melihat kenekatan L, namun setelah melihat Woori pingsan namja itu justru tersenyum puas.

” Ya Tuhan! Woori!! Cepat tolong dia! Kumohon cepat angkat diaa!!” Naeun panik dan langsung menolong Woori dan meminta warga untuk segera mengangkat gadis itu. L hendak meminta gadis itu berhenti menolong Woori namun Eunji menahannya.

” Biar saja. Sekarang kau lihat kan betapa baiknya pujaan hatimu itu. Ia tidak pernah dendam pada siapapun. Aku saja sering gemas kalau dia sudah begini.”kata Eunji pada L.

” Hah! Aku bingung dengan jalan pikirannya.”kata L sambil menatap Naeun dengan kesal.

Akhirnya Woori pun digotong (?) oleh warga, Naeun ingin ikut membawa Woori namun tidak jadi karena ia harus berurusan dengan L.

“ Kau!” Naeun berbalik dan udah melotot kearah L, tapi Eunji segera menariknya.

“ Jangan sedikitpun kau marah padanya. Bagaimanapun juga itu semua dia lakukan karena dia sayang padamu!” bisik Eunji memperingatkan.

” Tapi dia sudah keter….”

“ Kalau kau diposisi dia, kau juga pasti akan begini. Tolong jangan marahi dia, yang ada dia merasa tidak dihargai. Dia sayang padamu.”

Naeun terdiam, kemudian mengangguk pelan dan mengurungkan niatnya untuk memarahi L.

“ Yeoja babo, kau sudah dijahati mengapa kau menolongnya. Kukira kau datang untuk membantuku menyiksanya.”kata L dingin.

“ Aku sudah memaafkannya.”kata Naeun pelan.

“ Semudah itu?”

Naeun mengangguk saja. L tertawa sinis.

“ Pantas saja orang suka berbuat jahat padamu. Kau terlalu gampang memaafkan. Punya dendam sedikit kek.”

Naeun sudah geregetan ingin menjitak namja menyebalkan ini, namun Eunji tetap menyuruhnya diam dan sabar.

“…kalau kau tidak muncul sebagai pahlawan kesiangan mungkin dia sudah mati tadi. Ah, kau ini. Menggagalkan rencanaku saja!” sungut L sembari pergi meninggalkan Naeun dan Eunji, Naeun semakin esmoni mendengarnya.

“ Yaaa!! Kau ini!!!!!!”pekik Naeun kesal.

“ Ssstt!!” Eunji langsung menutup mulutnya, “…sudah kubilang kau diam saja!”

“ Tapi dia sudah..”

Eunji melotot, Naeun manyun.

“ Apa ini tidak terlihat aneh? Kau marah dengan orang yang sayang padamu, kau justru peduli dengan Woori yang jelas-jelas benci padamu. Aneh tidak!?”

” Aneh sih, hehe.” Naeun mehe-mehe.

“ Lalu seharusnya kau bagaimana? Katanya kau pintar, tapi kenapa gak bisa memilah dan memilih mana yang seharusnya kau pedulikan?”

“ Maaf..” Naeun jadi merasa bersalah.

“ Jangan marahi dia ya! Ara?”

Naeun mengangguk, ia dan Eunji pun pulang ke rumah.

**

“ Aku tahu.”

“ Lalu!?”

“ Ya sudah.”

“ YA!! Kau ini!”

“ Awh!! Kau menjitak lukaku, babo!!”

“ Kau yang babo!”

 

Sore itu Eunji sudah bersiap hendak pulang ke Seoul, dan sebelum pulang ia mendatangi L yang sejak pulang ke rumah mengurung diri di kamar karena kesal aksinya dihentikan oleh Naeun. Eunji tak bisa meninggalkan mereka dengan keadaan seperti sekarang ini, setidaknya ia harus memberi doktrin kepada L dan Naeun.

“ Sudah kubilang kau harus maklumi sifat Naeun. Dia memang seperti itu.”kata Eunji lagi. L hanya mengangguk malas.

“…dan sekarang dia mengira kau marah padanya.”

“ Aku tidak marah, hanya kesal.”

” Percayalah padaku, dia menghargaimu yang sudah membelanya. Hanya saja tadi dia terkejut dengan perlakuanmu pada Woori, itu memang sudah kelewatan.”

“ Aku belum berbuat apa-apa pada Woori, kelewatan apanya?”

“ Woori bonyok begitu kau bilang belum kau apa-apakan!?”

“ Itu belum apa-apa!”

“ Terserah kau lah -___-“

“ Sudah sana pulang, Hoya nungguin tuh di kota!”

“ Ngusir nih!?”

“ Sana sana pulang.. hush..hush..hush..hush..” *kok malah nyanyi lagu Apink -__-*

“ Grrr..!! dasar!!” Eunji pun berdiri, namun ketika hendak keluar ia berbalik lagi.

“…heh Myungsoo.”

“ Apa lagi???” tanya L malas.

“ Tembak Naeun.”

“ MWO!!?” L nyaris jantungan mendengar perkataan Eunji, “…kau gila!? Tidak semudah itu aku melakukannya!”

“ Kau akan menyesal seumur hidup jika menunda waktu untuk menembaknya.”kata Eunji horor (?)

“ Tapi aku..”

“ Mana Kim Myungsoo yang terkenal galak dan suka berantem itu??? Nembak yeoja aja susah! Huuuu..~” Eunji manas-manasin, L jadi kepancing.

Kau menyuruhku jadian dengan Naeun agar kau tidak membayar hutang pada Hoya kan!?”

“ BABO!!!!!” Eunji menjitak L lagi lebih keras dari sebelumnya.

“ Aaaaaaww!! Apa-apaan kau ini!!!” L kesakitan.

“ Aku tidak punya pikiran sepicik itu ya! Soal hutang aku bisa bayar pada Hoya karena aku sudah bekerja. Aku memang ingin kau dan Naeun jadian. Naeun itu sahabatku satu-satunya, aku ingin dia bahagia.”

L terdiam, Eunji pun berjalan keluar dari kamarnya.

“ Kalau dia menolakku bagaimana?”tanya L.

“ Tidak akan.”jawab Eunji tanpa berbalik, gadis itupun menghilang dibalik pintu.

L jadi bingung, ia mikir dalem dibawah kolong tempat tidur (?).

*

 

“ Ingat pesanku yah, jangan marah pada Myungsoo.”

Naeun mengangguk, ia mengantar Eunji sampai depan. Eunji akan pulang dengan bus sore dan diantar ke terminal oleh tuan Son.

“ Aku harus bagaimana sekarang?” tanya Naeun.

“ Lakukan sesuatu yang membuatnya merasa dihargai.”

Naeun nampak berpikir, “ Apa itu?”

Eunji pun mengeluarkan sebuah buku kecil dari tasnya, ia letakkan buku tersebut ditangan Naeun.

“…apa ini?” tanya Naeun.

“ Nanti kau tahu. Kalau begitu aku pulang yah, sampai ketemu di sekolah beberapa hari lagi. Baik-baik disini.”

Naeun dan Eunji pun berpelukan. Setelah itu Eunji diantar ke terminal oleh tuan Son.

Naeun segera melihat buku yang diberikan Eunji padanya.

“ Resep Masakan Jepang..? apa maksud Eunji aku harus…” pikir Naeun, “…ah, ini susah. Tapi.. apa salahnya kalau aku coba.” Naeun mehe-mehe sendiri.

***

Keesokan Harinya 

 

Pagi itu Naeun sudah sibuk di dapur. Meski sampai sekarang ia jadi diem-dieman dengan L, namun gadis itu tetap ingin menjalankan saran Eunji.

“ Annyeong, Naeun kau sedang apa?” nyonya Son membuka pintu dapur yang tadinya ditutup rapat oleh Naeun karena gadis itu tak mau L tahu ia sedang memasak.

“ Hehe..” Naeun hanya mehe-mehe.

“ Kau membuat sushi?”

“ Aaa.. umma, tolong jangan keras-keras. Yah?”

“ Memang kenapa?”

Naeun hanya menaruh telunjuk dibibirnya saja, sang umma pun akhirnya berbicara dengan pelan.

“ Wih, ada apa ini pagi-pagi sudah grasak-grusuk di dapur..” tuan Son ikut nongol, Naeun dan nyonya Son langsung meminta beliau untuk tidak berisik.

Akhirnya sang umma dan appa pun menyaksikan aksi putri mereka yang baru kali ini terlihat serius mengolah sushi, meski tidak tahu apa maksudnya, mereka nampak bangga melihat anaknya yang lihai menggunakan peralatan dapur.

“ Naeun, kemarin saat appa mengantar Eunji ke terminal, Eunji sempat bilang kalau kemarin L memukuli Woori. Sebenarnya appa yang memaksanya bilang sih, soalnya appa bingung melihat kamu dan L diem-dieman.”

“ Mwo?? Aw!!” seketika itu juga jari Naeun teriris pisau.

“ Ya! Nak, kau tidak apa-apa?” tuan Son merasa bersalah, Naeun hanya menggeleng dan mengemut jarinya yang mengeluarkan darah.

“ Jadi kemarin L memukuli Woori!?” nyonya Son terkejut.

“ Iya, Eunji juga bilang Woori sampai pingsan. Soalnya sudah ditolong dia masih saja marah pada Naeun, L kesal dan langsung memukulnya keras-keras.”

“ Ya Tuhan..”

Naeun panik karena orangtuanya tahu kejadian kemarin.

“ Umma.. appa.. tolong jangan bilang pada Kim ahjumma atau Kim ahjussi. Kasihan L.”kata Naeun.

“ Tapi ini sudah fatal nak, Woori sampai pingsan begitu..”kata tuan Son.

“ Jangan bilang :’(“ Naeun serasa hendak menangis, tuan Son dan nyonya Son pun akhirnya mengangguk.

“ Jadi begitu!?”

“ HA?” keluarga Son langsung menoleh keasal suara, tuan Kim.

“ A.. ahjussi.. Naeun bisa jelaskan.” Naeun panik karena tuan Kim mendengar pembicaraan mereka.

“ Sudah sudah sudah.. tidak apa-apa.”jawab tuan Kim.

” Tolong jangan marahi L, ahjussi..”

Tuan Kim hanya mengangguk, kemudian pergi dari dapur. Mungkin ingin bilang kepada istrinya.

“ Kacau…!” Naeun semakin panik.

***

Siangnya, terlihat tuan Kim dan nyonya Kim serta tuan Son dan nyonya Son bersiap-siap hendak pergi. Mereka ingin pergi ke rumah Woori, tentu saja untuk mempertanggungjawabkan kasus L. tadinya Naeun ingin ikut, namun mereka melarangnya karena L sampai sekarang belum bangun tidur.

“ Kau dirumah saja, dan kalau L bertanya bilang saja kami beli bibit.”pesan tuan Kim, Naeun mengangguk.

Kedua pasang orangtua itupun pergi, Naeun hanya bisa harap-harap cemas. Sembari menunggu L bangun, gadis itu mempersiapkan sushi yang sudah selesai ia buat di meja makan.

Benar saja, tak lama namja itu keluar kamar, dan parahnya tanpa rasa malu ia keluar hanya dengan handuk yang melingkar disekitar pinggulnya, mungkin karena ia baru selesai mandi. Naeun langsung menunduk karena malu.

“ Mana orangtua kita?” tanya namja itu sembari duduk dikursi meja makan.

“ P.. per..pergi.. b..beli bibit.”jawab Naeun gugup dengan masih menunduk.

“ Kau kenapa!?”

Naeun menggeleng.

“…kau masih malu? Tidak ingat acara kerokan kita? Kau sudah pernah melihat badanku sebelumnya kan?”

Naeun mehe-mehe, pelan-pelan ia mengangkat wajahnya dan tersenyum canggung.

“ Apa ini?” tanya L yang surprise melihat sushi di meja makan.

“ Itu.. sushi.”

“ Siapa yang membuatnya?”

“ Ummaku.”jawab Naeun berbohong.

“ Suka banget bohongin orang.”

“ Beneran, itu buatan….”

“ Lalu jarimu kenapa diplester?”

Naeun pun terdiam, baru kali ini L bisa mengalahkan omongannya.

“…awas ya kalo gak enak.”kata L evil sebelum memakan sushinya, Naeun jadi khawatir. Ia sampe merem ketika L memakan sushinya.

“ Air air air!! Air!!” teriak L tiba-tiba, Naeun terkejut sekaligus kecewa. Pasti sushinya itu tidak enak sampai L seperti itu. Dengan wajah sedih Naeun pun mengambilkan minum untuk namja itu.

“ Gak enak ya sushinya? :’(“ Naeun nampak memelas.

“ Pake nanya lagi!”

“ Tuh kan.. hiks :’(“

“ Ya enak lah!!! Negative thinking banget sih!” L tertawa melihat Naeun yang sudah hampir menangis itu.

“ Hah? Serius?!” Naeun girang, “…lalu kenapa kau minta minum tadi?”

“ Ya karena aku haus lah, emang apa lagi -___-“

“ Kukira sushinya bikin enek gitu jadi kau minta minum..”

“ Ani. Ini enak kok. Tapi kenapa porsinya kecil?”

” S.. soalnya.. soalnya aku membuatkan ini hanya untukmu saja, hehe.”

“ Hanya.. untukku?”

Naeun mengangguk malu.

“…tidak enak kalau aku makan sendiri. Ini, makanlah.” L memberikan satu sushi pada Naeun, “…buka mulutmu.”

“ H.. hah?”

“ Cepat buka..”

Naeun menurut, L langsung menyuapinya sushi tersebut *Aaaaaaaa author envy!! Mau juga woyy!!!! #mangap #PLAK!!authornongollagi-__-*

“ Yaa! Aku hampir keselek!” Naeun protes karena L memasukkan potongan yang terlalu besar untuk mulut kecilnya.

“ Haha, bagus lagi. Aku suka melihatmu keselek.”

“ YA!! Kau iniii!! Rasakan ini!!!” Naeun langsung mengambil satu sushi dan mencoba menyuapi L dengan potongan sushi yang lebih besar.

“EHEK!! Yaaa! Aku keselek nih!”

“Biarin! Haha :p”

“Ughh.. rasain nih!!”

“Kyaaa!! EHEK EHEK!!!”

Akhirnya rumah tuan Kim yang seharusnya sepi karena hanya ada dua orang disana jadi ribut luar biasa karena acara suap-suapan sadis (?) L dan Naeun…

***

” Annyeong Woohyun sunbae. Long time no see.”

Namja yang tengah berdiri di balkon mal menunggu kekasihnya belanja itu langsung menoleh ke asal suara yang tepat berada dibelakangnya. Ia menemukan sosok Eunji yang sedang tersenyum misterius.

” Darimana saja kau hah?!”tanya Woohyun galak sambil menarik Eunji untuk menjauh beberapa meter agar Chorong tidak melihat mereka.

” Dari desa. Liburan.” jawab Eunji santai.

” Kau tidak bilang apapun tentang aku kan ke Naeun!??”

” Tidak. Tanpa aku bilang pun ia sudah tahu. Bahkan ia tahu lebih banyak dari aku. Aku saja kaget ketika tahu kalau ternyata Naeunlah selingkuhanmu, bukan Chorong sunbae. Aku lebih kaget ketika tahu kau memacari Naeun hanya untuk memuaskan nafsumu saja. Sunbae, kau jahat sekali..”

Woohyun terperanjat mendengarnya, ” Heh! K.. kau tau darimana!?”

” Dari Naeun.”jawab Eunji santai. Ia nampak bahagia melihat Woohyun yang nampak syok berat itu.

” Pasti Myungsoo. Sialan! Mengapa tak kubunuh saja dia kemarin!”

” Bukan Myungsoo, apa sunbae tidak ingat Myungsoo bilang kalau ia tak akan mengatakannya pada Naeun?” Hoya tiba-tiba nongol karena memang sejak tadi ia mengawasi Eunji.

” Dia pasti berbohong! Kalau bukan dari Myungsoo, darimana lagi Naeun tahu!?”

” Kau tahu sendiri kan Naeun itu suka buka privasi orang, ia melihat-lihat isi meja belajar Myungsoo dan menemukan buku yang berisi kejahatanmu.”jelas Eunji, Woohyun makin risau.

“…mian, aku tidak bisa lama-lama. Aku hanya ingin memintamu menyaksikan video ini, dari Naeun.” Eunji mengeluarkan ponselnya dan memutar video Naeun didepan Woohyun.

” A…apa-apaan ini!! Tidak bisa begini!!!”amuk Woohyun ketika mendengar ucapan putus Naeun. Hoya dan Eunji hanya saling bertatapan sambil tersenyum puas.

***

Malam harinya di Desa Jangho …

 

Orangtua L dan Naeun hanya pulang sebentar untuk memberitahu keadaan Woori dan tentu saja memberi nasihat kepada L. Setelah itu mereka berangkat ke kota untuk mengantar Woori ke rumah sakit karena gadis desa itu benar-benar terluka parah. L mengeluarkan semua uang hasil kerjanya di cafe kemarin untuk biaya pengobatan Woori, Naeun juga ikut mengosongkan isi dompetnya untuk Woori.

Beberapa menit setelah keberangkatan orangtua mereka, Naeun nampak duduk sendirian di saung depan rumah. Gadis itu sedih dan merasa bersalah. Karena dirinya, Woori sampai harus dibawa ke rumah sakit. Meski kepalanya masih sakit dan masih dibalut perban, gadis itu benar-benar sudah memaafkan Woori. Ia sungguh tidak menyangka kalau L akan berbuat sedemikian kejam pada Woori.

Ditengah lamunannya, tiba-tiba ia dikejutkan dengan teriakan keras L dari dalam rumah.

” AAAAAAAAAAAAA MATI LAMPUUUUUU!!!! WOAAAAAA GELAAAAAAPPPPPPP!!!!!!!!!!!”

Naeun tersadar, suasana disekelilingnya terutama rumah benar-benar gelap. Naeun segera berlari dengan hati-hati menuju rumah karena sifat manja L kambuh, namja itu takut gelap.

” Sstt.. sudah-sudah..” Naeun menenangkan L yang meringkuk di ruang tengah. Gadis itu segera menyalakan lilin.

” Kau ini kemana tadi!?”tanya L protes karena ia ditinggal sendirian.

” Aku di depan sono! Duduk di saung, gak liat?”jawab Naeun.

” Liat sih, tapi aku kira kuntilanak..”

” Ya!!! Kau ini! Kutiup lilinnya nih!”

” Eeeh ngga ngga ngga.. peace^^v. Ya sudah, ke saung aja yuk. Disini gak ada udara segar.”

Naeun pun setuju. Ia dan L pun keluar rumah dan duduk di saung ditemani cahaya lilin. Meski sempat ledek-ledekan, namun kini suasana hening karena mereka saling diam.

 

” Naeun, mianhae.” L memecah keheningan.

” Mianhae? Untuk apa?”

” Aku tahu kau menyesalkan ini semua. Ini semua bukan salahmu, ini ulahku yang terlalu emosi pada Woori.”

Naeun tersenyum tipis, lega karena L menyadari kesalahannya.

” Gwenchana, kuharap ini yang terakhir kalinya.”kata Naeun.

” Bagaimana kepalamu? Sudah sembuh?”

” Hmm.. lumayan.”

“…kalau begitu boleh kubuka perbanmu? Aku ingin melihat keningmu lagi.”

Naeun tersenyum malu, ia mengangguk pelan. L pun mendekat dan membuka perbannya dengan hati-hati.

Setelah perban tersebut benar-benar sudah terlepas, L menatap kening Naeun dengan iba, kening indah itu masih terlihat memar meski sama sekali tidak memudarkan kecantikan diwajah gadis polos itu.

Perlahan, L mendekatkan bibirnya ke kening Naeun tepat diluka memarnya. Dikecupnya kening itu dengan lembut beberapa saat. Naeun terperanjat, tubuhnya kaku seketika, namun rasa sakit dikeningnya hilang perlahan. Ciuman L seakan menjadi penyembuh sakit dikeningnya itu.

” Sudah merasa lebih baik?”tanya L seraya melepaskan ciumannya. Naeun mengangguk dengan canggung, wajahnya merah padam.

” Myungsoo, aku juga.. ingin minta maaf.”

” Minta maaf? Untuk apa?”

” Aku minta maaf karena kecintaanku pada Woohyun oppa membuatmu kesal.”

L tak mengerti arah pembicaraan Naeun.

“…aku menyesal. Aku menyesal tidak percaya pada omonganmu waktu itu.”sambung Naeun.

” Dan sekarang kau percaya?”

” Bukan hanya percaya, aku juga sudah tahu persis keadaan sebenarnya.. berkat buku harianmu.”

” MWO!!?? Kau.. membacanya!?”

” Ne. Sehari sebelum Eunji datang aku membuka buku itu.”

L menunduk, namja itu malu. Tentu karena di buku harian tersebut ia menulis banyak hal tentang Naeun.

“…tapi berkat buku itu, aku sudah memutuskan Woohyun oppa! Lewat Eunji aku membuat video untuknya kemarin..”

L tersenyum lega. Bahagia karena Naeun sudah mengakhiri hubungannya dengan Woohyun. Namun L tetap saja menunduk karena malu.

“…hmmm..sudahlah. jangan dibahas dulu. Wajahmu sudah merah banget kayaknya.”kata Naeun polos.

L mengangkat wajah tampannya dan tersenyum, mencoba meminimalisir rasa malunya, kemudian namja itu mengambil gitar yang terletak di pojok saung dan memainkan beberapa kunci yang membuat Naeun terpesona.

” When I see your face.. there’s not a thing that I would change, cause you’re amazing.. just the way you are.. and when you smile, the whole world stops and stares for a while. Cause girl you’re amazing, just the way you are..” L menyanyikan sebuah lagu dengan gitarnya sembari terus menatap Naeun dengan tatapan yang sulit diartikan.

Naeun terpaku, jantungnya tiba-tiba berdebar begitu keras. Ia hampir pingsan ketika tahu L mulai memegang tangannya.

” Naega neol saranghae, Son Naeun. Jeongmal saranghae..” ungkap namja itu jujur, ia mencium tangan Naeun dengan lembut lalu menatap Naeun dalam.

Sekarang ia tampak benar-benar berbeda dari biasanya, yang tengil, yang suka bicara seenaknya, yang cuek, atau bahkan jahat dan kejam. Sekarang ia terlihat seperti namja paling sempurna di mata Naeun. ia benar-benar tampan. Senyumannya, mata coklatnya, suaranya, dan tentu saja pengorbanannya selama ini, semua itu membuat Naeun tak mendapatkan alasan untuk menolaknya.

” Kukira aku adalah orang tersial didunia karena aku mengenal namja senakal dirimu. Tapi ternyata aku salah besar. Justru kau adalah anugerah terindah yang Tuhan kirimkan untukku.” Naeun menghela nafas sesaat setelah mengucapkan kalimat itu dengan gugup. Setelah itu ia mendekat perlahan kearah L dan mencium pipi namja itu singkat.

“…nado saranghae, Kim Myungsoo.”sambungnya dengan pelan dan malu. Gadis itu langsung menunduk karena wajahnya sudah sangat merah.

” Kau tidak bercanda, kan?”namja itu tak percaya sambil mengelus pipinya yang baru saja dicium oleh Naeun.

” Baca saja pikiranku!”

L tertawa, ia langsung menarik Naeun kepelukannya karena udara semakin dingin. Dan baru kali ini Naeun membalas pelukannya bahkan jauh lebih erat. Gadis itu baru sadar betapa nyaman dan terlindunginya ia dalam pelukan L.

” Mengapa keadaannya tidak seperti di drama-drama sih? Mengapa dia tidak menciumku..” keluh Naeun dalam hati karena menunggu perlakuan L setelah memeluknya.

” Yang ada nanti kau menamparku lagi.”kata L, lagi-lagi namja itu membaca pikiran Naeun.

” Waktu itu adalah yang pertama bagiku, jika kau melakukannya dengan lembut dan tidak kasar seperti itu tentu aku tak akan sampai hati menamparmu. Bibirku sampai sakit dan berdarah, makanya aku menamparmu.”jawab Naeun.

” Mianhae..” L merasa bersalah, “…aku janji tidak akan melakukannya lagi.”

” Jadi kau tidak akan menciumku lagi?”

” Ne. Aku tidak tahu bagaimana cara mencium dengan benar. Bisa kau ajari aku?”

Naeun semakin malu mendengarnya, ” Ya! Kau ini sudah gila, bagaimana caranya aku mengajarimu?”

L hanya memejamkan matanya, Naeun mengerti apa yang dimaksud oleh namja itu, namun ia tak sanggup melakukannya.

” Realisasikan keinginan yang kau pendam dari tahun lalu..”kata L jahil dengan masih memejamkan matanya. Naeun tersipu, ia ingat dengan pikiran ngeresnya ketika mengobati luka diujung bibir L setahun yang lalu. Dengan polosnya ia memejamkan matanya juga dan mulai mendekat ke wajah L meski gemetaran.

Chu~

Belum sampai bibirnya menyentuh bibir L, ternyata bibir namja itu menyentuh bibirnya duluan. Naeun terperanjat, kalau ia tidak kuat mental (?) mungkin ia sudah pingsan karena tak tahan dengan sentuhan L yang semakin hangat dan dalam.

” Wae?” L melepaskan ciumannya karena tahu Naeun menangis. Gadis itu hanya tersenyum penuh haru dan tidak bisa berkata apa-apa.

L segera menghapus airmata Naeun, dan setelah itu ia mengambil gitarnya lagi, lalu kembali memainkan kunci sebuah lagu. Namja itu mengangguk sesaat kearah Naeun untuk meminta gadis itu bernyanyi duluan.

 

We Could Be in Love ( Lea Salonga feat. Brad Kane)  *author ngetik sambil denger lagu ini, jadi terinspirasi (?)*

 

Please be my heart..

Lately it’s mind is on it’s own

It would go far and wide

Just to be near you

 

Even the stars shine a bit

Bright I’ve noticed

When you’re close to me

 

Still it remains a mystery

 

Anyone who seen us

Knows what’s going on between us

It doesn’t take a genius

To read between the lines

 

And it’s not just wishful thinking

Or only me who’s dreaming

I know what these are symptoms of

We could be in love…

 

Keduanya tersenyum. Meski udara semakin dingin dan lilin ditengah mereka sudah hampir meleleh semua, mereka tak mau beranjak dari saung itu. Keduanya saling bertatapan, lama sekali.

Hingga dengan ditemani sisa cahaya lilin yang sudah redup, mereka berciuman lagi beberapa saat…

*****

 

First day @Shimshin High School, May 12

 

Naeun turun dari mobil tuan Son, setelah pamit dengan sang appa, gadis itu berjalan menuju pintu masuk sekolahnya.

Didepan gerbang nampak sesosok namja bersandar menunggunya, Naeun tersenyum jahil dan ingin mengerjai namja itu.

” Annyeong ha.. Naeun? Kau lihat aku?”namja itu bingung karena gadis itu hanya melintasinya saja dan tak meliriknya apalagi menyapanya.

Naeun mehe-mehe sambil terus berjalan.

“…mau mengerjaiku ya?”tanya namja itu sembari berjalan di belakangnya. Naeun tidak menyahut, namun ia langsung menjerit kaget ketika merasakan tubuhnya terangkat, namja itu menggendongnya secara tiba-tiba.

” KYAAAA!!! MYUNGSOO TURUNKAN AKU!!” teriaknya.

” Siapa suruh nyari ribut duluan?”balas Myungsoo.

” Aaaa kau ini!! Turunkan akuuu!!”

” Baiklah, tapi..aku boleh nyontek PR kan?”

” Iiiih.. ngga!! Kerjain sendiri!!” Naeun nekat loncat dari gendongan Myungsoo dan berlari.

” Heeeeehh!! Mau kemana kau!!?? Aku mau nyonteeeeeekkk!!!!!!” Myungsoo mengejarnya.

” GAK MAUUUU!!!!!” teriak Naeun sambil terus berlari.

” Awas kau yah!!!!”

” Aaaaa jangan kejar akuuu!!!”

 

BRUKK!!

Karena tidak hati-hati, Naeun menabrak seseorang. Orang tersebut langsung tersenyum licik kearahnya dan menatapnya tajam.

” Son Naeun, urusan kita tidak akan selesai begitu saja.”

” Woohyun oppa..?”

 

THE END

 

Baiklah.. ini ending yang gak jelas, kepanjangan pula T.T *author nangis dibahu Hoya #plakk!!*

Mianhae kalo part ini bikin kalian kecewa, hampura pisan yah reader sadayana 😥 ~ tapi author berterimakasih yang segede-gedenya (?) atas perhatian dan kesenangan kalian dengan ff apa adanya ini. Makasih ya readers 🙂 #tebarpiringcantik

 

TINGGALKAN JEJAK KALIAN BERUPA LIKE & COMMENT !

 

Eh, satu lagi.

Want’s sequel?  ._.

Advertisements

195 responses to “A Long Weekend with… HIM!!?? [PART 8B -END-]

  1. yeh akhirna finally.
    wah ff kamu bner2 keren,lucu,dan kocak abis saeng. 🙂
    myungppa romantis bangatt nieh sma naeun. ❤
    cie2 MyungEun akhirnya jadian juga nieh. :*
    #ikutsenengjugajadinya. 😀

  2. thor,tiap baca ff mu selalu senyum2 sndri,smp2 d kantor nyuri2 waktu buat baca ff mu #dijitakbos…nyesel baru2 ini jadi reader kenapa ga dr dlu2 ya…hahaha

  3. authoor , aku bru nemu ff mu kmarin.. aku suka jlan critanya yg seru , kocak, gokil, tp so sweet.. so sweet nya beda terasa segar.. apalagi hoya n eunji koplak bgt.. bahasa penulisannya juga lucu segar dan jelas.. keep writing thor..
    sekarang author jdi salah satu author ff favorit ku..

  4. Kyaaaaa…apa cuma aku disini yg baru baca epep² citra eonni 😂😂 huaaaaa, nyesel baru tau epep² keren ini 😂😂😂
    Huuh, btw gada niatan mo bikin the portal seaseon 3 gt eon??gagal moveon inih 😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s