[PROLOG] The Fear of Falling for You

Title: The Fear of Falling for You

Author: SSI

Cast: Wu Yi Fan / Kris Wu (EXO M), Son Hana (OC)

Other Cast: EXO K, EXO M, etc.

Genre: Action, romance, angst

Rating: PG-16

Disclaimer: We don’t own anything but the storyline

Poster: zka0624 / bucklightyear_

“I finally learn a lesson; never ignore the person that loves you, cares for you, and misses you. Because one day, you might wake up from your sleep and realize you lost the moon while counting the stars, just like me.”

“If I only knew you’d hurt me; I wouldn’t have loved so deep, I would have saved my heart from breaking, because it’s not for you to keep. If I only knew you’d fool me; I wouldn’t have been so blind, I would have opened my eyes to reality and stopped your game in time.”

“I ask myself why, and in the same breath as I watch you, I get my answer. It’s everything about you; that pure smile, that warm scent and those tears you waste as I hug you in my arms. I cannot, and would not, want to let you go.”


Kris’ POV

Kakiku melangkah kembali memasuki wilayah kekuasaanku, Dragon Club. Namanya memang ‘club’, tetapi sebenarnya tempat ini berbentuk bar mewah yang hanya orang-orang yang berasal dari Dragon Team lah yang dapat masuk ke sini, dan tentu saja, para wanita murahan yang saat ini menggelayuti lenganku dengan penampilan mereka yang tak kalah murahannya. Dari penampilan mereka mungkin bisa kutebak bahwa usia mereka jauh di atasku. Cih, mereka bukanlah tipeku, tapi tak ada salahnya bagi seorang macan untuk melahap apapun daging yang diberikan kepadanya, kan?

Kulangkahkan kakiku menuju VIP room dan kuhempaskan badanku ke salah satu sofa disana, tentu saja dengan para wanita yang masih menempel erat di samping kanan dan kiriku. Pelayan meletakkan wine favouriteku di atas meja dan kukibaskan tanganku yang menandakan tugasnya sudah selesai. Kukeluarkan sekotak rokok dari salah satu laci di meja. Saat kuhisap rokok tersebut, pikiranku kembali melayang kepada perempuan itu, Son Hana. Apakah yang kulakukan terlalu berlebihan? Ah, kurasa tidak. Itu pantas untuknya, karena telah mengganggu hidupku, dan karena telah mengingatkanku padanya.

Hana’s POV

Kadang aku berpikir, apa yang aku perbuat di masa lalu sehingga sekarang aku mendapat perlakuan seperti ini? Apakah aku memang pantas diperlakukan begini? Dad… Mom… Aku rindu pada kalian. Aku rindu kehangatan dan kasih sayang yang terasa saat aku melangkahkan kaki memasuki rumah kita. Saat ini, aku bahkan sudah tak tahu bagaimana rasanya disayangi oleh seseorang. Mengingat kejadian yang baru saja terjadi, tanpa terasa air mataku pun mulai turun membanjiri pipiku.

Tadi, baru saja aku membaringkan tubuhku dan bersiap untuk tidur saat kudengar pintu kamarku dibuka dengan kasar. Tidak perlu peramal untuk tahu siapa yang masuk dan menyeretku turun dari tempat tidur, dia. Saat aku sudah jatuh dan bersimpuh dia mulai melakukan rutinitas aksinya padaku, menampar, memukul, menendang, dan menjambak rambutku hingga dia puas. Setelah itu dia pergi meninggalkanku dengan luka yang tidak hanya membuat fisikku memar, tetapi juga luka di dalam diriku yang membuatku tak berhenti bertanya, mengapa dia sangat membenciku?

Kris’ POV

“Jam segini kau sudah di sini? Ada apa?”

Suara dingin yang berasal dari seorang pria maskulin bergaris wajah tegas dan kaku membuyarkan lamunanku. Aku hanya membalas dengan seringai kecil dan dia duduk di sampingku. Dia tertawa kecil, seolah bisa membaca pikiranku, “I get your problem. Mau ku bantu?”

Dengan setelan casual yang dia kenakan, Zhang Yixing bangkit berdiri lagi. Lay, itulah kami memanggilnya, seorang snipper handal. Kehebatannya setara denganku dan dia mempunyai kecakapan tinggi mengenai senjata. Heckler dan Koch PSG 1 adalah favouritenya, salah satunya pasti ada di bagasi mobilnya saat ini. Catat itu.

Setelah beberapa menit menunggunya, akhirnya dia kembali namun dengan menggandeng dua wanita di kiri dan kanannya. Dia memang tahu seleraku. Dia memberi senyumannya yang khas dengan lesung pipinya kepadaku, seakan memberi kode. Aku berdiri dan menyambar satu perempuan darinya.

“Aku yakin kau memilih itu,” bisiknya.

Lalu dia menggantikanku duduk di sofa bersama wanita-wanita yang ‘tidak terpilih’ olehku.

Aku berjalan mengikuti wanita itu. Dia berjalan sedikit di depanku. Aneh, dia seperti menghiraukanku. Dia menahan pintu keluar dan matanya terarah kepadaku. Melihat dari atas ke bawah. Menilai rupanya. Kusentuh dagunya dan kudekatkan wajahnya ke arahku. Memiringkannya kekiri dan kanan. Matanya menatapku tajam. Dia menepis tanganku, lalu kembali menatapku dengan tatapan merendahkan.

Akhirnya dia berbicara, “Aku Hwang Lisa. Sudah 5 menit kita bersama, berarti kau harus membayarku 20 dollars.”

“Hmm… Not bad,” jawabku sambil tersenyum, membuka dompet dan memberinya uang lalu mendahuluinya keluar.

Tak kusangka dia mengejarku dan merapatkan tubuhnya. Dia sedikit berjinjit walaupun dia sudah memakai heels untuk mensejajarkan tinggiku. Mengelus pipiku perlahan sembari berbisik tepat di telingaku, “Aku dibayar pakai dollar.” Lalu dia meletakkan uang yang tadi di saku kemejaku dan mengambil kunci mobilku.

Mataku masih terfokus kepadanya yang sedang berjalan menuju parkiran sampai seseorang memanggilku.

“Baru lagi?” tanyanya ditemani cengiran lebar.

“Begitulah,” jawabku agak malas-malasan.

“Hati-hati dengan wanita itu,” balasnya sambil mengangkat secangkir sherry.

Huang Zi Tao, pria tinggi berbadan ramping. Mempunyai naluri membunuh yang tinggi. Berbeda dengan Lay, Tao tidak mempunyai benda favourite untuk menghentikan nafas lawannya, dia memakai caranya sendiri. Dia merupakan sayap kiri Dragon Team ini, pengedar narkoba. Dibantu dengan viper biru dan putih tempatnya bertransaksi. Dia cukup nekat untuk selalu memakai mobil yang menjadi buronan polisi.

“Sepertinya kau butuh tumpangan untuk pulang malam ini,” sahut suara lain.

Ah, Kim Minseok rupanya. Satu-satunya anggota dari Dragon Team yang aku percayai untuk mengemudikan Ferrari 458 bersamaku jika sedang melakukan misi. Ya, aku memang selalu satu mobil dengan Xiumin, begitulah kami memanggilnya. Bukan hanya karena dia dapat mengemudi dengan cepat, namun karena dia sangat ahli dalam bermanuver untuk menghindari ‘sampah-sampah’ yang mengganggu kami dalam melakukan tugas. Dia memang terlalu baik untuk tidak melindas mereka semua.

“Shut up, you little bun. Nanti kau saja yang antarkan aku pulang. Sudah lama aku tidak semobil denganmu kan?” kataku sambil melangkah kembali menuju ke bar kami.

“Hah, sudah kuduga kau tidak mungkin mendapatkannya. Yang mau denganmu memang hanyalah wanita-wanita berharga diri rendah,” kudengar suara congak yang sangat aku kenali hingga aku tak perlu susah payah menengok untuk tau bahwa suara itu adalah milik Kai.

Mendengar suaranya saja aku sudah ingin muntah. Kim Jongin, pria yang lebih muda 4 tahun dariku ini entah mengapa selalu membangkang terhadapku. Dia sangat ceroboh dan emosinya yang sering tak terkontrol berkali-kali membuat kami hampir ketahuan saat menjalankan misi. Tetapi toh sampai saat ini dia masih berada di bawah team kami. Keahliannya yang jitu dalam melempar pisau tepat ke jantung sasaran membuatku memaafkannya.  Dia paling suka berangkat menjalankan misi terpisah dari kami, mengendarai motor kesayangannya. Aneh memang. Huh entahlah, supaya lebih cepat kabur mungkin.

“Bagaimana dengan kau, hmm? Kau selalu duduk di pojokan sana sendirian. Kenapa? Lebih suka melampiaskan nafsumu dengan tembok ya?” tembakku ketus padanya.

Kai tertawa kecil dan menjawab, “Tembok pun masih seribu kali lebih bersih daripada aku harus tidur dengan salah satu wanita yang pernah kau sentuh.”

“Damn you little son of a bi—“

“Sudahlah, Kris. Dia hanya bercanda,” potong sebuah suara tenang dan kurasakan tangan seseorang yang melingkari bahuku.

Kim Jongdae, atau yang kami beri nickname Chen, memang satu-satunya anggota yang paling sering melerai jika di antara kami timbul kemauan untuk saling membunuh. Instingnya sangat tajam, mungkin karena itulah dia bisa merasakan bahwa aku dan Kai sedetik yang lalu akan saling adu kekuatan jika saja tidak dia hentikan. Padahal seingatku, tadi dia sedang duduk di sofa seberang sana. Dia juga ahli dalam meramu obat bius, salah satu andalan terbarunya adalah XO612, mungkin tidak bisa dibilang obat bius, karena dengan sekali menghirupnya kau bisa langsung mati lemas. Perawakannya memang terlihat suci, tapi siapa sangka dia bisa membunuh lawan hanya dengan menyodorkan aroma obat kebanggaannya itu.

“Kau selalu datang mengacaukan niatku, Chen. Terus saja kau lindungi anak itu,” tukasku.

Chen hanya memberiku senyuman kecil dan aku membalasnya dengan tatapan tajam sebelum melanjutkan langkahku menuju lounge pribadiku.

Kurasa Lay masih sibuk menggunakan VIP room. Hah tentu saja, tadi dia kutinggal bersama lima atau enam wanita. Malam ini akan menjadi malam yang panjang dan melelahkan baginya.

Ah, aku sampai lupa mengenalkan diriku. Aku Wu Yifan, leader dari Dragon Team. Panggil aku Kris, aku sangat muak jika dipanggil dengan nama asliku. Dan jangan sekali-kali kau menyebut nama team kami di depan umum, karena aku jamin semua orang yang mendengar ucapanmu akan menjauh darimu seolah-olah kau punya penyakit kusta. Umurku 24 tahun dan aku sudah beristri. Ya, kau tidak salah dengar, Son Hana adalah istri pilihan orangtuaku. Karena di mata kedua orangtuaku aku adalah anak yang baik dan berbakti, tentu saja aku tidak menolak.

Jujur saja, aku agak kaget saat pertama kali melihatnya. Gadis ini sangat mirip dengannya. Rambutnya yang terlihat lembut dan panjang jatuh ke pinggang, kakinya yang putih dan jenjang, serta jemarinya yang indah dan terawat. Tetapi ketika aku menatap matanya yang bulat dan memancarkan ketulusan, aku ingin tertawa. Hmm, mungkin dia tidak sepenuhnya mirip dengan wanita sialan yang meninggalkanku hanya untuk bersama seorang om konglomerat yang mempunyai berpuluh-puluh perusahaan. Memikirkannya membuat hatiku sakit. Tanpa terasa 12 gelas wine sudah kuteguk dan kepalaku mulai terasa berat. Kusandarkan kepalaku pada sandaran sofa dan kubiarkan mataku menutup dengan sendirinya.

 

a/n: Semua komentar, kritik & saran sangat kami terima 🙂 We really appreciate all of you, so please no silent reader n______n

P.S.: the first chapter will be up soon! 🙂

Advertisements

120 responses to “[PROLOG] The Fear of Falling for You

  1. Pingback: The Fear Of Falling For You: Chapter 8 | My Blog·

  2. Wow, DRAGON TEAM?? MAFIA?? Kirain anggota nya EXO M semua, kan Luhannya ngga’ cocok buat jadi bad boy 😄, ternyata Luhan diganti ama Kai.

    Hai, Kak, I’m new reader. Salam kenal ya??
    Kangen ama member lengkap EXO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s