Forever (part 2A)

Forever (part 2)

Cast:

Kwon Yuri

Byun Baekhyun

Xi Luhan

Oh Sehun

Im yoona

SNSD

 EXO

SJ

Genre: friendship, love

Leght: series

Warning : Not for Silent reader, copycat or Plagiator

“Hmm…. Yuri, boleh aku jujur?” tanya Baekhyun. “Tentu” jawabku. “Sebenarnya, aku menyukaimu, will you be my girl friend?” ucap Baekhyun. Mwo? Aku mimpi? Apa yang dikatakan Baekhyun tadi? Ahh!!

“Mwo?” ucapku tak percaya. “Kau mau menjadi pacarku, tidak?” tanya Baekhyun sekali lagi.

“Aku…..”

Part 2

“Aku… aku…” ucapku terbata-bata.

“Hahaha… kau serius menanggapi itu Kwon Yuri?” tawa Baekhyun. What? Dia hanya mempermainkanku? Menyebalkan!!

“Kau hanya mengerjaiku?” tanyaku kesal. “Tentu saja” jawab Baekhyun santai.

“YA! Baeki! Kau benar-benar  menyebalkan!!” teriakku sambil memukul bahunya. “YA! Kau gila? Kita bisa kecelakaan!” ucap Baekhyun sedikit berteriak. Aku segera berhenti memukulnya dan diam di tempat (?).

Hening.

“Cepat turun!” pinta Baekhyun saat sampai di depan rumahku.

Aku turun dari mobilnya sambil mencibir ke arahnya. Sedangkan dia hanya terkikik melihatku. Menyebalkan! Lihat saja kau nanti!

“Byun Baekhyun! Besok kau tak usah antar aku pergi atau pulang sekolah lagi! kau sungguh menyebalkan! Biarkan aku pergi dengan kendaraanku sendiri. Kau mengerti?” bentakku ke arahnya.

“Hahaha…. kau lucu sekali. Kau pasti tau kan? Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi? Heh? Kau harus pergi dan pulang sekolah bersamaku. Mengerti?” ucap Baekhyun dengan nada menyebalkan.

“YA! Aku merasa, aku hanya boneka yang hanya boleh dimainkan oleh seorang namja yang sangat menyebalkan bernama Byun Baekhyun” ucapku mengoceh.

“Dasar! Yang namanya yeoja itu memang cerewet. Bye! See you!” ucap Baekhyun sambil membawa mobilnya ke rumah sebelah rumahku(?) atau lebih tepatnya rumah Baekhyun.

Aku hanya mengoceh kesal sambil masuk ke rumahku. Tapi…

“Yuri-ya!” teriak seorang namja didepanku saat aku baru saja ingin berbalik kearah rumahku. “Hai Luhan-ssi! Ada apa?” sapaku balik. Terkejut? Untuk apa terkejut? Aku sudah tau dia tinggal satu rumah dengan Baekhyun.

“Besok pagi, kau berangkat ke sekolah bersamaku ya” tawar Luhan. “Mwo?” tanyaku sedikit tak percaya.

“Besok pagi, kau berangkat ke sekolah bersamaku. Kau mau tidak?” tanya Luhan. “Mau mau aja sih… tapi, kau harus lebih dulu ke rumahku sebelum Baekhyun datang. Kalau Baekhyun duluan datang, kupastikan… aku takkan berangkat sekolah bersamamu” jawabku.

“Oke, pagi-pagi sekali, aku jemput kau. Kau cepat bangunnya! Kalau tidak, kau akan pergi bersama Baekki tersayangmu itu. Hehehe. Bye” ucap Luhan sambil memacu motornya ke rumahnya.

Huh! Kenapa kedua orang itu sangat menyebalkan? Padahal… aku bermaksud ingin pergi dengan kendaraanku sendiri tanpa ketahuan Baekhyun. Tapi, sepupunya malah mengajakku untuk berangkat bersama. Tak mungkin ku tolak kan? Kalau ku tolak, takutnya dia tersinggung lagi. huh! Apa aku harus pergi diam-diam esok pagi? Tapi… Luhan menjemputku pagi-pagi sekali. Huh!! Sudahlah! Tak usah dipikirkan.

Aku masuk ke dalam rumahku, lalu masuk ke dalam kamarku. Aku langsung merebahkan diriku diatas kasurku yang bisa dibilang sangat empuk. Entah apa yang harus ku lakukan sekarang. PR? Tidak ada. Makan? Tidak lapar. Tidur? Tidak megantuk. Entahlah. Mungkin tak ada yang bisa ku lakukan.

Aha! Lebih baik aku jalan-jalan keluar. Tapi… sendirian. Aish… lebih baik aku mengajak Baekhyun. Tapi… kalau mengajak Baekhyun, Luhan pasti ikut. Ah! lebih baik aku mengajak Sungmin oppa saja!.

To: Sungmin

From: Yuri

Oppa, kau sibuk?

Aku mengirim pesan itu. Kalian tau Sungmin, kan? Lee Sungmin. Anggota Super Junior yang terkenal itu. Dia itu sahabatku. Kalian tau kan? Super Junior itu dari SMent, dan kami juga di kontrak oleh SMent, hanya saja belum debut, hehehe. Darimana aku kenal dia? Tentu saja aku kenal. Alasannya? Kan sudah kukasih tau tadi. Hehehe. HP ku berbunyi.

To: Yuri

From: Sungmin

Sebenarnya… aku lagi di Music Bank. Hehehe. Kamikan baru comeback, jadi kami sibuk. Hehehe. Emangnya ada apa?

OMO! Aku mengganggu Sungmin? Mianhae…

To: Sungmin

From: Yuri

Hahaha… Mian aku mengganggu oppa. Sebenarnya tadi aku ingin ajak oppa jalan-jalan kalau oppa tidak sibuk. Tapi ternyata oppa sibuk. Hehehe. Mianhae aku mengganggu. Bye oppa

Aku mengirim balik pesan itu. Yah, sebaiknya aku menonton saja. Aku mengganti baju seragam sekolahku, lalu menonton TV. Pas sekali karena saat aku membuka TV, Super Junior tampil!

Ah… sebentar lagi, aku juga akan tampil seperti Super Junior. Sebentar lagi, Girls Generation akan debut. Aku ingin tau, bagaimana kesan orang-orang pada Girls Generation nanti. Besok Girls Generation akan rekaman untuk debut. Wahh… aku tak sabar ingin debut!

*********

                Aku terbangun pagi sekali, jam 05.00 KST. Aku langsung mandi, lalu memakai seragam sekolahku dan… sarapan.  Kulihat jam. 06.00 KST. Luhan belum datang. Baekhyun juga. Hmmm…. aku kabur aja deh. Aku pamit kepada kedua orangtuaku, lalu langsung mengambil vespa milikku(bayangkan saja vespanya Yuri itu adalah vespa Tiffany  yang ada di MV Into The New World-SNSD. Oke readers)

Diam-diam aku membawa vespaku keluar dari pekarangan rumahku. Yes! Baekhyun maupun Luhan belum ada yang keluar rumah dan menyadari keberadaanku. Fiuh! Aku mulai menaiki vespaku dan….

“Kau sudah berjanji ingin pergi bersamaku kan Kwon Yuri?” ucap namja yang kuyakini itu adalah Luhan dari arah belakangku tepat pada saat aku sudah seutuhnya naik di atas vespaku. Yak! Menyebalkan!

“Cepat turun dari motor bututmu itu lalu simpan kembali. Dan naik ke atas motorku sebelum Baekhyun datang” perintah Luhan. Aku hanya mencibir dan melakukan apa yang diperintahkannya. Aku menaiki motornya dan motornya segera melaju ke arah sekolah kami yang jaraknya lumayan jauh dari rumahku dan rumah Luhan.

“Kenapa kau ingin kabur heh? Tidak tepat janji sekali” ucap Luhan.

“Sorry” ujarku singkat. “Untung saja aku cepat datang” kata Luhan dengan menyombongkan dirinya. Ya! Itu sangat menyebalkan!

Di perjalanan menuju sekolah, Luhan terus saja mengoceh ini dan itu. Tak kusangka orang dingin dengan fansnya bisa menjadi orang super cerewet melebihi amma-ku. ckckck.

Akhirnya… sampai juga di sekolah. Luhan segera memarkirkan(?) motornya di tempat parkir roda dua sekolah(?). Aku segera turun dari motor Luhan, begitujuga Luhan. Aku jalan beriringan dengan Luhan dan menyebabkan beribu pasang mata membunuh tertuju padaku. Mengerikan. Untung saja Luhan tidak merangkul leherku atau menggandeng tanganku seperti apa yang Baekhyun lakukan. Pasti itu akan sangat berbahaya bagiku.

“Yuri, sebenarnya kelasmu dimana?” tanya Luhan saat menaiki tangga sekolah bersamaku. “XI-1” jawabku. “Wah!! Itukan kelas orang pintar! pasti kau pintar kan?” ucap Luhan.

“Tidak juga. Kalau kau Lulu? Kelasmu dimana?” tanyaku. “XII-2” jawab Luhan. “Oh, kau sunbae-ku? annyeong sunbaenim” ucapku sambil membungkuk kearah Luhan.

“Jadi kau tidak tau apa-apa tentangku ya?” tanya Luhan. “Hehehe, tidak. Di EXO, aku hanya tau tentang Baekhyun, Chanyeol, Sehun dan Suho. Selebihnya aku tak tau, tapi aku kenal.” Jawabku menjelaskan.

“Yeoja aneh! Ku kira di sekolah ini… tak ada yang tak mengenalku. Ternyata ada satu orang yang tak mengenalku. Oke, kau sangat menarik” ucap Luhan.

“Kau yang aneh. Bye Lulu!” ujarku sambil pergi masuk ke dalam kelasku. Luhan tersenyum dan melangkah ke arah kelasnya.

“Hai Chanyeol!!” sapaku saat aku masuk ke kelasku. Baru ada Chanyeol disana.

“Annyeong Yuri-ya! Kau tak bersama Baekhyun lagi? ku lihat kau bersama Luhan. Sebenarnya kau menyukai Luhan atau Baekhyun?” ucap Chanyeol sambil menuju ke arah bangkuku, tempat dimana aku sekarang.

“Hahaha… mereka hanya sahabatku Chanyeol-ah! tak lebih, so…. tak ada yang kusukai. Adapun yang kusukai, tapi hanya sebatas sahabat” kataku sambil tertawa.

“Hahaha… kalau saranku sih, kau pilih Luhan saja. Karena Baeki itu punyaku” ujar Chanyeol. Aku langsung tertawa terbahak-bahak mendengarnya.

“Hehehe… abaikan kata-kataku tadi Yuri-ya. Lebih baik kau pilih Baekhyun daripada Luhan. Soalnya… menurutku Luhan itu terlalu dingin pada yeoja. Tidak ramah pada fansnya. Dia juga terlalu pendiam. Pemalas latihan. Jarang berkumpul dengan EXO dan bla… bla… bla” Chanyeol mengoceh panjang lebar.

“Tidakkah itu terlalu panjang Chanyeol-ah?” tanyaku dengan nada sedikit menyindir. “Memang, tapi masih banyak lagi yang akan kuberitahu tentang Luhan kepadamu. Kalau kuceritakan semuanya, mungkin besok baru selesai” jawab Chanyeol.

“Sebanyak itu kah?” tanyaku lagi. “Tidak juga sih” jawab Chanyeol santai. Aku dan Chanyeol tertawa bersama. Tak lama, satu per satu teman sekelasku datang. Tapi, Baekhyun belum datang. Aku masih berbincang bersama Chanyeol, tapi grup perbincanganku dan Chanyeol bertambah satu member. Choi Sooyoung. Sooyoung yang satu grup denganku di SNSD. Hanya Sooyoung dari grupku yang satu kelas denganku. Yoona dan Seohyun di kelas X-1. Tiffany di kelas XI-2. Sunny dan Hyoyeon di kelas XI-3. Sedangkan Jessica dan Taeyeon di kelas XII-2.

5 menit sebelum masuk ke kelas, Baekhyun belum juga datang. Aku jadi merasa bersalah. Tak lama, seorang namja masuk ke kelasku sambil mengoceh sepanjang perjalanan. Mampus aku. Pasti Baekhyun ngoceh karena aku kabur dari dia. Baekhyun duduk dibangkunya yang berada disebelahku. Chanyeol dan Sooyoung menatap Baekhyun aneh, tak biasanya Baekhyun mengoceh seperti emak-emak.

“Yuri-ya!!! Kenapa kau pergi dengan Luhan???” teriak Baekhyun padaku yang menyebabkan semua orang yang ada di kelasku menatapku dan Baekhyun.

“Mianhae” ucapku singkat dan santai. “Sebagai hukumannya, istirahat nanti kau harus mentaktir aku!” teriak Baekhyun lagi. orang-orang masih tetap menatapku dan Baekhyun. Sekarang, bukan hanya teman-teman sekelasku saja yang menatapku dan Baekhyun. Bahkan orang yang sedang berjalan di depan kelasku juga ikut menonton perkelahianku dengan Baekhyun. Mengerikan.
“Tapi…” ucapku. “Nggak ada tapi-tapian! Mengerti?” teriak Baekhyun lagi. agar orang-orang tidak melihat ke arahku dan Baekhyun lagi, aku terpaksa mematuhi perkataan Baekhyun. Menyebalkan!!

KRING!! Bel masuk kelas berbunyi.

******

                Akhirnya bel istirahat berbunyi!!. Kuharap, Baekhyun diserbu fans agar aku tak usah susah-susah mentraktirnya. Tapi… sangat disayangkan. Memang sih, Baekhyun di serbu fansnya tapi dia malah kabur dan langsung membawaku ke kantin. Uang jajanku… L.

Aku dan Baekhyun duduk di bangku yang masih kosong dan memesan makanan masing-masing dan… tentu saja membayarnya dengan uangku tercinta.

“YA! Kenapa kau pergi dengan Luhan? Kau kan sudah janji pergi denganku!” omel Baekhyun. “Sorry… ceritanya gini, kemarin waktu pulang sekolah, kau antar aku pulang ke rumahkan? Terus kau bilang aku harus sama kau terus pergi dan pulang sekolah. Terus kau pergi ke rumahmu. Lalu datang Luhan, dia ajak aku pergi ke sekolah bersamanya. Gimana dong? Dia yang datang duluan, jadi aku sama dia aja” jelasku panjang lebar.

“Kenapa tidak kau tolak saja?” tanya Baekhyun yang masih kesal.

“Aku takut dia marah. Aku kan jadi nggak enak kalau nolak tawaran orang lain” jawabku lagi.

“Huh! Aku jadi susah mencarimu. Ku kira kau belum berangkat. Aku tanya dengan eomma-mu tapi katanya gini ‘loh? Bukannya dia sudah pergi denganmu tadi?’. Aku jadi panik, takut kau di culik atau apalah. Ternyata kau pergi dengan Luhan. Hampir saja kau buat aku terlambat. Kalau aku sempat terlambat tadi, pasti nama baikku tercemar! No!!” ucap Baekhyun yang mengomel panjang lebar. Tidak biasanya.

“Hehehe…. sorry, lagian kalau ngomel itu… nggak usah panjang-panjang! Ngerti?” ujarku. “Aku ngomel kan karena kau. Bukan karena orang lain” elak Baekhyun. “Terserah” ujarku.

“Yuri, pulang nanti kau denganku kan?” tanya Baekhyun. “Tidak, aku sudah berjanji dengan Luhan agar pulang bersamanya. Lagian… aku juga ada rekaman untuk debut di kantor SMent. Dan… Luhan juga ada urusan di kantor SM. So, aku sekalian saja pulang dengan Luhan” jawabku.

“Oh” ujar Baekhyun singkat dan dengan nada kesal.

Hening.

“Oh iya, kalian sudah mau debut? Cepat sekali. Kami belum juga debut-debut. Katanya kami harus menunggu beberapa tahun lagi. mengerikan. Itu kan lama banget!! Tapi.. tak apalah, sahabatku itu artis.” Ucap Baekhyun.

“Hahaha… sabar saja. Mr. Soo Man pasti ingin yang terbaik buat EXO” kataku sambil menepuk-nepuk bahu Baekhyun.

“Yuri!” panggil seorang yeoja sambi menepuk bahuku. Kim Taeyeon. “Ne? Ada apa onnie?” tanyaku.

“Jangan lupa, nanti pulang sekolah langsung ke kantor SM. Ingat! Tepat waktu! Kalau tidak, aku pasti akan dimarahi oleh Mr. Soo Man dan… jangan sampai aku dimarahi oleh SooMan-ssi” ingat Taeyeon. “Oke onnie… sampai jumpa nanti” ucapku.

Taeyeon menatap Baekhyun dengan tatapan sinis. “Apa?” tanya Baekhyun bingung. “Aku bingung denganmu. Kenapa kau tidak mau membiarkan Yuri bersama kami?” ucap Taeyeon yang masih dengan tatapan sinis ke arah Baekhyun.

“Bukannya aku tak mau membiarkan Yuri bersama kalian…  hanya saja aku tak ada teman kalau nggak ada Yuri” ujar Baekhyun. “Bukankah ada EXO?” tanya Taeyeon. “Memang sih… tapi aku hanya mau dengan Yuri” jawab Baekhyun santai.

“Terserah! Oh iya.. jangan lupa Yuri! Bye!” ucap Taeyeon sambil menatap Baekhyun sinis dan berlalu pergi bergitu saja.

“Yuri-ya! Kenapa Taeyeon noona itu galak sekali? Sayang sekali padahal dia cantik” ucap Baekhyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Aku menjitak kepalanya. “YA! Taeyeon itu hanya galak kepadamu saja. Lihatlah pada member EXO, SNSD atau Super Junior. Taeyeon onnie tak pernah galak! Malah dia lembut sekali” ucapku. “Tapi… kenapa aku yang harus jadi korban kegalakan Taeyeon noona?” tanya Baekhyun dengan nada menyedihkan. “Karena kau menyebalkan!” jawabku santai.

***********

                “Lulu!” panggilku saat sudah waktu pulang. Luhan sudah menunggu di atas motornya. Luhan melambaikan tangannya kepadaku. “Ayo, kau mau ke kantor SM, kan?” ucap Luhan. “Ne” ujarku. Aku naik ke atas motor Luhan dan Luhan segera melajukan motornya ke kantor SM.

tak lama, kami sampai. Aku dan Luhan turun dari motor dan masuk ke dalam kantor SM. “Oh iya, kau ada urusan apa kesini?” tanyaku.

“Aku juga nggak tau, tiba-tiba aja aku di panggil sama Soo Man-ssi” jawab Luhan. Aku hanya maggut-manggut tanda mengerti.

Aku dan Luhan berjalan ke resepsionis yang ada di kantor itu dan menandatangani buku trainee.

“Kwon Yuri, hari ini rekaman? Teman-teman anda sudah menunggu di ruang rekaman lantai 3. Xi Luhan, anda langsung menuju kantor Lee Soo Man-ssi” ucap resepsionis itu.

“Baik, terimakasih” ujarku dan Luhan bersamaan lalu pergi ke tempat tujuan masing-masing. “Yuri, nanti kalau udah selesai, beritahu aku” ucap Luhan. Aku mengangguk dan langsung pergi ke lantai 3. Dan benar saja, teman-temanku sudah menunggu di ruang rekaman. Aku masuk ke dalam.

“Annyeong” sapaku.

“Annyeong! Akhirnya kau datang juga Yuri. Kau lama sekali” ucap Tiffany.

“Kalian yang kecepatan!”ujarku. “hehehe… makanya, berangkat sama-sama dengan kami. jangan sama Baeki-mu itu” ujar Sooyoung.

“Tapi… kalian tidak mengajakku pergi bersama kalian” ucapku kesal. “Tentu saja, karena Baeki-mu pasti tidak akan memberi kesempatan padamu untuk pergi bersama kami” kata Sooyoung. “Tidak juga, buktinya dia memberi kesempatan agar aku pergi bersama Lu….” ucapanku teputus. Omo! Jangan sampai mereka tau aku dekat dengan Luhan! Nanti mereka pasti mikir yang aneh-aneh seperti Chanyeol tadi.

“Han?” sambung Sooyoung. Mataku membesar, jantungku melemah, nafasku tak teratur (parah banget). “Wah! Yuri!! Kau datang bersama Luhan EXO? Kau beruntung sekali bisa dekat dengannya… kau tau? Aku sudah lama naksir dengan orang yang namanya Luhan itu. Yuri daebak!” ucap Sunny. Aku hanya tersenyum kecil.

“Ya! Sunny onnie, bukannya kau suka dengan Sungmin oppa?” tanya Sooyoung. “Hhhh… lupakan” Sunny menghela napas panjang. “Hahaha… kau dekat dengan dua anak EXO, Baekhyun dan Luhan. Hati-hati saja kau kena scandal, huh!” ujar Yoona dengan nada sinis. Ya ampun… kenapa lagi anak ini? aku salah apa?

“Yoona… dari kemarin kau aneh. Kenapa kau bersikap seperti itu dengan Yuri? Kalau Yuri dengan Baekhyun dan Luhan, apa salahnya? Selagi mereka hanya bersahabat dan tidak ada hubungan khusus dengan Yuri, itu kan boleh-boleh saja” ucap Hyoyeon. “Bukankah bila Yuri dan Baekhyun atau Luhan itu bersahabat bisa saja menjadi pacar? Bukankah banyak orang yang berpacaran di luar sana dimulai dari sebuah persahabatan?” tanya Yoona yang lagi-lagi dengan nada sinis. “Lagi-lagi kau menyanggah perkataan tentang Yuri, Baekhyun dan Luhan. Aku curiga denganmu… apa kau menyukai salah satu dari dua orang itu?” ujar Taeyeon. Aku hanya diam melihat kejadian ini.

Yoona terdiam. “Kenapa kau diam? Atau… yang dikatakan Taeyeon itu benar?” tanya Jessica. “Menyebalkan! Kalian semua menyebalkan!” teriak Yoona sambil berdiri dan pergi ke dekat pintu. Mungkin dia bermaksud ingin keluar dari ruangan ini. “Ya! Kau mau kemana? Kau tidak mau debut? Cepat, sekarang kita mulai!” teriak Taeyeon. Yoona duduk di tempat semula dan kami memulai rekaman hari ini.

Memang sempat beberapa kali mengulang karena sedikit kesalahan, dan akhirnya rekaman hari ini selesai juga. 3 lagu selesai hari ini. minggu depan, kami harus rekaman sekitar 7 lagu lagi. melelahkan.

“Rekaman hari ini selesai. Oh iya, Yuri… kau mau pulang dengan kami?” ucap Taeyeon. “Mianhae, bukannya aku tidak mau, tapi aku sudah berjanji dengan Luhan agar pulang bersamanya” ucapku.

“Oke” ujar Taeyeon sambil mengajak member SNSD yang lainnya pulang. Aku keluar dari ruangan. Ku lihat, di ruang tunggu sudah ada Luhan.

“Luhan, ayo kita pulang!” ucapku sambil menepuk bahu Luhan. “Kau sudah selesai? Oke, ayo!” kata Luhan sambil berdiri dari duduknya dan merangkul leherku. Aku dan Luhan berjalan ke arah pintu keluar. Di pintu keluar, aku dan Luhan bertemu dengan anggota Super Junior.

“Annyeong Luhan, Yuri!” sapa Kyuhyun. “Annyeong” sapaku dan Luhan balik. “Luhan, boleh kami pinjam Yuri sebentar?” tanya Leeteuk, sang leader Super Junior.

“For what?” tanya Luhan. “Kami kan rindu dengannya…. sudah lama kami tak bertemu Yuri gara-gara sepupumu itu!” jawab Donghae. “Oke, jangan lama-lama” ucap Luhan. Aku segera ditarik(?) oleh anggota Super Junior ke ruang latihan dance SM.

“Yuri!! We miss you!!” teriak semua member Super Junior saat kami sudah masuk ke dalam ruang latihan dance. “Ya! Kalian ini kenapa?” tanyaku bingung. “tentu saja kami merindukanmu! Kau terus saja berduaan dengan Baekhyun jelek itu. Tak pernah sama kami. Terus sekarang kau malah dekat dengan Luhan, sepupu Baekhyun. Mereka berdua kan sama saja” ucap Sungmin panjang lebar.

“Hahahaha… Mian deh” tawaku. “Yuri! Besok ada jadwal atau acara gak?” tanya Ryeowook. “Nggak. Wae oppa?” tanyaku balik. “Rencananya besok, Super Junior mau ngajak kamu jalan-jalan ke taman bermain. Mau ikut nggak?” ucap Sungmin.

“Hmm… boleh aku ajak anggota SNSD lainnya?” tanyaku. “Boleh! Tapi… kau jangan ajak EXO ya, nanti si Baeki menyebalkan itu pasti mencegatmu kemana-mana” jawab Kyuhyun dengan nada kesal. “Hahaa…. sip, aku nggak akan bawa Baekhyun kok. tapi, kalau aku bawa beberapa member EXO, nggak apa-apa kan?” tanyaku lagi.

“Boleh boleh aja sih… tapi jangan bawa Baekhyun dan Luhan! Dan… jangan sampai  Baekhyun dan Luhan tau. Oke?” jawab Leeteuk. “Siiipp. Oh iya, ketemuannya jam berapa?”tanyaku. “Jam 08.00 KST. Besok kau libur sekolah kan?” ucap Eunhyuk. “Ne, Oh iya, oppadeul aku pulang dulu ya… nanti si Luhan ngomel-ngomel lagi. bye!” ucapku sambil keluar dari ruangan itu. “Bye Yul! Sampai jumpa besok!!” teriak semua member Suju.

Aku segera berlari mencari Luhan. Tapi… wait!

“Xi Luhan! Aku menyukaimu!” teriak seorang yeoja di lorong yang sepi. Xi Luhan? Itukan nama Luhan! Aku mencoba mengintip dari dinding sebelah lorong itu. Yoona?

“Tapi… aku tidak menyukaimu Im Yoona!” ucap namja bernama Xi Luhan itu. Ya, benar. Luhan.

“Apa kau menyukai yeoja lain?” tanya Yoona yang air matanya sudah bercucuran dimana-mana. “Ne” jawab Luhan singkat.

“Siapa? Apakah Kwon Yuri itu? Huh?” tanya Yoona sedikit berteriak dan masih bercucuran airmata. Mwo? Aku?

“Ne! Kenapa? Tidak bolehkah aku menyukai Yuri?” ujar Luhan. Mwo? Luhan menyukaiku? No! Jangan! Jangan sampai ini terjadi!

“Kwon Yuri kurang ajar!” teriak Yoona lagi. apa? kurang ajar katanya? Aku tak bisa terima! Aku saja tak tau kalau Luhan menyukaiku. Dan aku tak salah apa-apa!

“Apa katamu? Jaga mulutmu Im Yoona! Aku menyukai Yuri, tapi Yuri belum tentu menyukaiku. Kalau kau menyukaiku, kau jangan marah kepada Kwon Yuri. Karena dia tidak tau apa-apa. kalau kau mau marah, marah saja padaku! Karena aku tak bisa membalas perasaanmu. Mengerti?” suara Luhan mulai meninggi. “Lihat saja kau Luhan, kau akan menyesal menyukai Yuri!” ucap Yoona sambil pergi begitu saja. Luhan menatap Yoona sinis.

Setelah Yoona menjauh, aku keluar dari tempat persembunyianku. “Hai Luhan! Lama menunggu?” tanyaku seperti orang tak tau apa-apa.

“Yuri? Kau mendengar pembicaraanku tadi?” tanya Luhan dengan ekspresi terkejut. “Pembicaraan apa?” tanyaku dengan ekspresi pura-pura tak tau. “Hmm… tak ada. Hahaha, ayo kita pulang!” ujar Luhan sambil merangkulku. Dan… tentu saja kami pulang ke rumah masing-masing.

*******

                “Yuri!” teriak ummaku sambil mengetuk-ketuk pintu kamarku. Aku segera membuka pintu kamarku. “Ada apa eomma?” tanyaku sedikit kesal. “Ya ampun! Ayo cepat turun, makan malam! Kita ada tamu!” ucap eomma.

“Tamu? Siapa?” tanyaku lagi. “Teman-teman eomma dan tantemu. Cepat ganti bajumu dengan baju yang bagus!” jawab eommaku.

“Untuk apa ganti baju?” tanyaku. “Kau mau makan malam dengan teman eomma dengan baju seperti ini? cepat ganti!” teriak eommaku. Aku hanya mengangguk dan menutup pintu kamarku dan segera mengganti bajuku dengan dress selutut berwarna hijau pemberian Baekhyun. Rambutku ku gerai bergitu saja dan kuhias dengan bando hijau pemberian Tiffany. Serta high heels hijau pemberian sepupuku, Sehun.   Serba pemberian, hehehe.  Oh iya, Sehun itu sebenarnya sepupuku loh.  Aku segera berlari menuju meja makan. disana memang ada eomma, appa, dan teman eomma serta anak-anaknya.

“Annyeonghaseyo. Maaf saya terlambat” ucapku sesopan mungkin. “Ah! ini dia! Perkenalan, ini anakku. Kwon Yuri” ucap eommaku senang. “Anakmu cantik sekali BoA” ucap salah satu dari teman eomma. Aku duduk di sebelah eommaku.

“Oh iya, sebaiknya kalian berkenalan dulu” ucap eommaku sambil menunjukku dan anak-anak teman eomma. Kenalan? Males!

“Kwon Yuri imnida” ucapku.

“Choi Minho imnida” hmm… cukup tampan. Tapi… menurutku lebih tampan Luhan. Hahaha.

“AH! sehun-ah! kau tak perlu memperkenalkan dirimu padaku” ucapku pada Sehun yang baru saja ingin mengeluarkan suaranya.

“Hahaha… noona ini lucu sekali” tawa Sehun. “Tak ada yang lucu Sehun” ucapku bingung. “Tidak noona! Tadi itu lucu sekali. Kau kira aku mau meperkenalkan diriku padamu? Hahaha… padahal aku tadi hanya mau menyapamu seperti ini. ‘annyeong Yuri noona! Lama tidak berjumpa’” ucap Sehun. “Aish… ternyata kau sama saja dengan Baekhyun. Menyebalkan!” ucapku.

“Yah… noona.disaat seperti ini pun masih mengingat nama Baeki-mu itu. Tak bisakah noona sedetik saja tak menyebut nama itu?” ujar Sehun kesal. “Hahaha… Mianhae Sehun-ah” tawaku.

“Lee Jinki imnida” namja tampan tapi… wajahnya mirip ayam#PLAK.

“Lee Taemin imnida” namja imut nan cantik. Aku iri dengan kecantikannya, padahal dia namja! Aish!

“Annyeong Yuri!” ucap namja selanjutnya. “Annyeong Chanyeol-ah!” sapaku balik sambil tersenyum.

“Jadi kau dengan Chanyeol sudah kenal?” tanya appaku padaku. “Tentu saja. Chanyeol kan teman sekelasku, dia juga termasuk teman dekatku, dan… dia juga sama-sama menjadi traine di SM, appa” jawabku.

“Hahaha… ternyata sekelas ya?” tawa appaku yang disambung dengan eomma dan semua teman eomma. Ntah apa yang lucu aku tidak tau.

Tingtong tingtong. Bel rumahku berbunyi tanda ada tamu datang. Aku segera berdiri untuk bermaksud membuka pintu, tapi eomma mencegahku. “Biar eomma yang buka” ucap eomma sambil tersenyum. Aku tersenyum dan kembali duduk di tematku.

“Ayo silahkan makan duluan. Saya ingin keluar sebentar” ucap eommaku pada semua temannya. Teman-teman eomma mengangguk dan mengambil makanan yang sudah disedikan. Begitu juga aku, appaku dan anak-anak teman eomma.

Sehun dan Chanyeol terus membanding-bandingkan Baekhyun dan Luhan. Mereka sempat berdebat karena Chanyeol menyarankanku agar aku dengan Baekhyun sedangkan Sehun menyarankanku agar aku dengan Luhan. Aku hanya diam melihat mereka berdua ini. teman-teman eomma asik mengobrol satu sama lain. Dan anak yang bernama Jinki, Taemin dan Minho itu hanya makan dalam diam dan sekali-sekali melihat Sehun dan Chanyeol dengan ekpresi bingung.

Aku meminum minumanku dan tepat pada saat itu….. “Annyeong! Maaf mengganggu!” ucap 2 orang namja. Aku langsung tersedak dan tebatuk-batuk melihat 2 namja menyebalkan ini.

“Kau kenapa Yuri-ssi?” tanya Minho. “Kau baik-baik saja?” ujar Jinki. “Kenapa Yuri noona?” ucap Taemin.

“Yuri! Kau tak apa-apa kan?” ucap Luhan dan Baekhyun bersamaan sambil menghampiriku. Yap. 2 namja yang datang ke rumahku itu Luhan dan Baekhyun. Menyebalkan! Tidak bisakah sehari… saja tanpa ada 2 namja menyebalkan ini?

“Bagaimana bisa Yuri tak apa-apa bila kalian berdua ada disini” ucap Chanyeol. “Apa katamu?” ucap Baekhyun. “Wah!! Baekhyun hyung dan Lulu hyung! Kenapa kalian bisa ada disini? Jangan-jangan kalian udah janjian sama Yuri noona ya?” ujar Sehun.

“Sehun-a!” ujarku kesal. Sehun hanya terkikik geli. “Baekhyun, Luhan, ayo duduk dan ikut makan malam sama kami” ucap eommaku lembut. inilah sifat eommaku. Kalau ada Baekhyun atau Luhan, pasti dia lembuuuut banget.ish!

Baekhyun duduk di sebelahku dan Luhan duduk disebelah Baekhyun. Aduh… haruskah mereka duduk didekatku?. Kami pun melanjutkan makan malam kami. setelah selesai makan malam, teman-teman eommaku dan eommaku masih mengobrol. Aku, Baekhyun, Luhan, Chanyeol, Sehun berserta anak-anak teman eommaku disuruh pergi ke taman belakang rumahku untuk mengobrol dan memperdekat diri.

Kami semua sekarang sedang berada di taman belakang rumahku. “Ya! Kenapa kalian berdua datang kerumahku malam-malam begini? Huh?” teriakku pada Baekhyun dan Luhan.

“Hahaha… kami hanya ingin mengantarkan surat ini” ucap Luhan sambil memberiku sebuah surat. “Haruskah berdua?” tanyaku.

“Tidak juga sih… tapi, kami ingin berdua saja” jawab Baekhyun. “Omo! Haruskah aku dikelilingi orang-orang super menyebalkan seperti kalian?” teriakku lagi kepada luhan dan Baekhyun. Yang lainnya hanya tertawa tak jelas.

“Surat dari siapa nih?” tanyaku. “Entahlah. Tadi aku mendapatkannya dari Kyuhyun SJ. Dia bilang ini untukmu” jawab Luhan. Aku hanya meng’oh’kannya saja.

“Jinjja? Kalian dekat dengan Super Junior?” tanya Taemin. “Tentu saja” jawab Chanyeol santai. “OMO! Aku fans berat Super Junior! Bisakah kalian mintakan tanda tangan member Super Junior untukku?” ucap Taemin lagi.

“Seharusnya, kau langsung saja bertemu dengan mereka. Jadi kau bisa meminta tanda tangan dan bertatap muka langsung dengan mereka” ucap Sehun.

“Tapi… aku tak tau dimana bisa menemukan mereka” ujar Taemin. “Mudah saja. Kau tinggal datang ke rumahku dan kau akan mendapakan satu tanda tangan member SJ” ujar Minho. “Jinjja?” ucap Taemin tak percaya. “Tentu saja. Hyungku itu member Super Junior. Choi Siwon.” Jawab Minho bangga.

“Mwo?? Choi Siwon? Idola nomor satuku! Mendapat tanda tangan Siwon saja aku sudah sangat bahagia!” teriak Taemin. Sementara Taemin berdebat dengan yang lain, aku menarik Sehun dan Chanyeol ke tempat yang agak tersembunyi.

“ada apa noona?” tanya Sehun. “Member Super Junior mengajakku ke taman bermain XXX, kalian mau ikut gak?” tanyaku. “Mau!” ujar Sehun dan Chanyeol sedikit berteriak.

“Oke, jam 08.00, sudah harus berada di sana. Dan satu lagi…. jangan beritahu ini pada Baekhyun dan Luhan. Mengerti?” ucapku. “Wae?” tanya Chanyeol. “Oppadeul SJ yang menyuruhku untuk tidak membawa mereka”  jawabku. Chanyeol dan Sehun manggut-manggut tanda mengerti.

“Tapi…” ucapan Sehun terputus karena Baekhyun dan Luhan menepuk bahu Sehun. Terpaksa, kami pergi berkumpul lagi di taman belakang rumahku.

“Yuri… besok ada acara?” tanya Luhan. “Sebenarnya ada. Kenapa?” ucapku. “Sebenarnya, aku… maksudku kami berdua ingin mengajakmu jalan-jalan. Kau mau?” ujar Luhan. Waduh! Gimana ya?

“Hmm… Baekhyunnie, kurasa… Yuri terlalu capek karena dia ada acara besok. Jadi, bagaimana kalau lain kali saja?” kata Chanyeol. Thanks Chanyeol! Kau menyelamatkanku!

“Kenapa kau yang menjawab Chanyeol-ah?” bentak Baekhyun. Tak biasa Baekhyun membentak orang. Aneh!

“Ya! Baekki! Kau selingkuh!” ucap Chanyeol. “Selingkuh apanya?” tanya Baekhyun bingung. “Tidak ada” jawab Chanyeol santai. Aku hanya menatap bingung ke arah dua orang aneh ini.

“Hmm… Baekhyun hyung, Lulu hyung, sebaiknya lain kali saja jalan-jalan dengan Yuri noona. Karena besok Yuri noona dan aku ada acara keluarga. Mungkin acaranya bisa seharian penuh” ujar Sehun. Good boy!

“Acara keluarga? Bersamamu? Bahkan kau dengan Yuri saja tak punya ikatan keluarga apa-apa” ucap Baekhyun. “Tidak taukah kalian kalau aku dan Sehun itu saudara sepupu?” tanyaku dengan nada sinis. “Saudara sepupu?” ucap Baekhyun dan Luhan bersamaan.

Aish… mereka memang belum tau apa-apa tentang aku dan Sehun. Aku maupun Sehun tak menanggapi Baekhyun dan Luhan. Sudah hampir 2 jam kami semua berkumpul disini.

Sekarang, semua sudah pulang. Hanya Sehun yang masih tetap disini. Sehun dititipkan orangtuanya selama seminggu di rumahku. Karena orang tua Sehun pergi ke luar kota.

“Yuri noona” ucap Sehun saat kami berada di ruang keluarga. “Ada apa Sehun?” tanyaku.

“Aku bingung… kenapa Baekhyun hyung dan Lulu hyung bisa akrab gitu ya?” tanya Sehun.”Mereka kan saudara sepupu, tentu saja akrab” jawabku. “Ani! Mereka memang saudara sepupu, tapi…. mereka itu tak pernah akrab. Misalnya, kalau latihan dengan EXO, mereka pasti jauh-jauhan. Terus, kalau lihat mereka berdua itu… seperti ada… mengerikan pokoknya! Tapi, mereka bisa dekat seperti tadi? Membingungkan!” ucap Sehun.

“Hahaha… semoga saja mereka selalu begitu” tawaku. “Semoga saja” ujar Sehun.

“Noona besok undang siapa saja ke taman XXX?” tanya Sehun. “Sebenarnya, aku hanya undang kau, Chanyeol dan SNSD” jawabku singkat. “Apakah semua member SNSD datang?” tanya Sehun lagi. “Tidak semua. Yang datang hanya Seohyun, Sooyoung, Tiffany, Taeyeon dan Sunny” jawabku.

“Oh. Noona, tadi kau mendapat surat kan? Coba buka” ujar Sehun. Aku mencari surat itu dan segera membukanya.

BE CAREFULL

            Mwo? Siapa yang mengirim surat ini? tak mungkin Kyuhyun!! Ini bukan tulisan Kyuhyun. Apalagi, ini ditulis menggunakan tinta merah. Kyuhyun tak suka merah.

“Noona… apa arti semua ini?” tanya Sehun. “I don’t know, Sehun. Yang pasti, ini adalah pertanda buruk bagi noona” jawabku dengan nada ketakutan. Yap, aku ketakutan saat ini. sehun memegang tanganku. “Noona, apapun yang terjadi pada noona, aku pasti bantu” ucap Sehun khawatir.

“Thanks Sehunnie” ujarku sambil tersenyum dan mengacak-acak rambut Sehun.

*******

                “Yuri-ya! Sehunnie!” teriak beberapa namja dan yeoja dari arah depan. Yap, mereka tak lain dan tak bukan adalah SNSD, oppadeul SJ dan Chanyeol. Aku dan Sehun sedang berada di taman XXX, tempat dimana oppadeul SJ mengajakku jalan-jalan.

“Hai!” teriakku sambil melambaikan tanganku dan berlari ke arah mereka bersama Sehun. “Nah, begini kan bagus. Kau seharusnya dekat dengan Sehun saja, aku yakin kalau kau dekat dengan Sehun, kami masih bisa bertemu dan bermain bersamamu. Jangan dekat dengan 2 bersaudara yang menjengkelkan itu” ucap Kyuhyun.

“Hahaha…” aku hanya tertawa. “Ayo, kita mau kemana duluan?” tanya Leeteuk.

“Naik Histeria(?) yuk!” ajak Sooyoung. “Mwo?” serentak semuanya berteriak. Tentu saja karena ketakutan. “Kalian takut?” tanya Sooyoung. “Tidak” ujar kami serentak tapi dengan ekspresi wajah yang aneh dan bermacam-macam. “Kalau gitu, ayo!” ujar Sooyoung. Kami semua menaiki permainan histeria walaupun dalam keadaan tak siap. Dengan cepat permainan mengerikan itu berhasil mendapat teriakan-teriakan  mengerikan(wuih).

Lama sudah kami bermain di taman itu. Dan… waktunya pulang. Aku dan Sehun pamit undur diri(loh?). kami tak pergi kemana-mana lagi, hanya menuju rumah. Sesampainya di rumah, aku menutup pagar rumahku dan… hei, kenapa Yoona ada di rumah Baekhyun dan Luhan? Dan sepertinya dia… menangis.

Aku tetap memperhatikan Yoona dari kejauhan. Tiba-tiba, mata Yoona menuju ke arahku dan tatapannya itu sangat mengerikan. Yoona pergi berlari keluar pekarangan rumah Baekhyun dan Luhan. Aku mengerjarnya.

“Yoona-ah!” teriakku. “Pergi kau!” teriak Yoona. Aku semakin memperkencang lariku dan berhasil menangkap Yoona.

“Yoona, kau kenapa? Cerita padaku” ucapku khawatir. “Untuk apa aku menceritakan masalahku pada orang sepertimu? Huh” teriak Yoona yang berusaha melepaskan cengkramanku darinya.

“Memangnya kenapa? Bukankah kita teman?” tanyaku lembut. “Teman! Kau bukan temanku Kwon Yuri! Kau musuhku!” jawab Yoona dengan nada berteriak. Orang-orang yang berjalan di sekitarku melihat kejadian ini. tapi, aku tak peduli yang penting masalahku dan Yoona selesai.

“Musuh? Bagaimana bisa aku menjadi musuhmu? Rasaku, aku tak pernah sekalipun mencari-cari masalah denganmu. Dan… kita juga baik-baik saja selama ini” ujarku bingung.

“Kau bertanya bagaimana kau bisa jadi musuhku? Kau mau tau jawabannya? Jawabannya karena aku membencimu, Kwon Yuri!” ucap Yoona.

“Tapi… bagaimana bisa kau membenciku sedangkan hubungan kita selama ini baik-baik saja” tanyaku bingung.

“Kau tau? Kau merebut semua yang kuinginkan! Mulai dari Baekhyun dan sekarang Luhan! Kau tau? Dulu… aku sangat menyukai Baekhyun. Tapi, kau mulai mendekatinya dan kau terus bersamanya hingga sekarang, itu membuat hatiku hancur! Saat aku mulai melupakan Baekhyun dan menyukai Luhan, kau malah merebutnya lagi dariku!” ucap Yoona.

“Aku tak bermaksud merebut Baekhyun dan Luhan darimu Yoong! Asal kau tau, aku dan Baekhyun sudah bersahabat dari mulai SMP, dan aku tak mendekatinya!” elakku. Kesal? Tentu saja. Yoona baru mengenal Baekhyun di SMA dan tentu saja Yoona menyukai Baekhyun di SMA juga, dan dia bilang aku mendekati Baekhyun. Itu salah besar! Sebelum Yoona menyukai Baekhyun, aku sudah lebih dulu dekat dengannya.

“Luhan? Kau mendekati Luhan, kan? Kau menyukai Luhan, kan? Jujur saja! Aku sudah lama menyukai Luhan, tapi aku harus berjuang untuk mendekatinya. Tapi kau? Kenapa kau bisa dengan mudah mendekati Luhan” ujar Yoona.

“Luhan? Hei! Bukan aku yang mendekatinya! Dia yang mendekatiku! Asal kau tau, aku tak ada rasa suka sedikitpun terhadap Luhan. Adapun rasa suka itu, rasa itu hanya sebatas sahabat, tak lebih. Di dunia ini, hanya satu namja yang kusukai dan itu bukan Luhan! Kau mengerti?” ucapku yang sudah kehabisan kesabaran.

“Kau tidak menyukai Luhan? Dan… kau bilang, kau hanya menyukai satu namja di dunia ini. siapa?” tanya Yoona menyelidiki.

Oke, demi kebaikan, aku akan membocorkan hal yang sangat rahasia ini. “Byun Baekhyun. Aku sudah menyukainya dari kelas VIII SMP. Aku lebih dulu menyukai Baekhyun daripada dirimu. Dan, kalau sekarang kau menyukai Luhan. Ambil saja kalau kau mau!” jawabku. Aku memang menyukai Baekhyun dari dulu. Saat dia bilang ‘maukah kau jadi pacarku?’ pada saat pulang sekolah itu. Hatiku berbunga-bunga, aku ingin sekali menjawab ‘ya’. Tapi, ternyata dia hanya mngerjaiku. Harapanku pupus saat itu. Kupikir, Baekhyun tak akan pernah menyukaiku.

“Kau tau Yuri? Luhan sangat menyukaimu dan menyayangimu, aku tak tau bagaimana caranya agar Luhan bisa menyukaiku seperti dia menyukaimu. Tunggu saja, sebentar lagi orang-orang yang kau sayangi akan menjauh darimu” ucap Yoona sambil tersenyum licik dan pergi meninggalkanku sendirian. Mulutku terbuka lebar. Tak percaya semua yang terjadi. kata-kata Yoona ‘orang-orang yang kau sayangi akan pergi menjauh darimu’, kata-kata itu terus tengiang di kepalaku. Aku berjalan dengan langkah gontai ke rumahku.

Kulihat Sehun terlhat cemas di depan rumahku sambil memegang ponselnya. Apa dia mengkhawatirkanku?

“Noona!” teriak Sehun sambil memelukku pada saat aku sudah berada tepat di depannya. “Noona kemana saja? Aku khawatir!” ucap Sehun lirih sambil masih tetap memelukku. “Maaf Sehunnie, tadi ada urusan sebentar. Maaf karena noona tidak memberitahumu terlebih dahulu. Maaf, noona telah membuatmu khawatir” kataku. Airmataku jatuh begitu saja. Entahlah, arimata itu jatuh saja, entah karena Yoona atau karena pengertian Sehun, aku tak tau.

“Noona, jangan pergi lagi. kau tau? Aku sangat menyayangimu” ujar Sehun. Aku tau, Sehun menangis. Aku tersenyum melihatnya. Sehun melepas pelukannya dariku dan kami masuk ke rumah dan beristirahat.

******

                “Yuri! Sehun! Sarapan!” teriak eommaku. Aku segera berlari menuju meja makan dan saat aku sampai di meja makan, Sehun juga sampai. Kami sampai berbarengan. Hehehe. Aku segera memakan sarapanku, begitu juga dengan Sehun.

“Annyeong!” teriak… entahlah kurasa ada dua orang namja gila mengetuk-ngetuk pintu rumahku. Eommaku membukakan pintu.

“Pagi Yuri! Dan…. Sehun? Kau menginap disini?” ujar Baekhyun. “Pagi hyung! Ya, aku menginap disini selama beberapa minggu kedepan. Hehehe” kata Sehun.

“Yuri, kau mau berangkat bersamaku?” tawar Luhan. “Jangan! Kau berangkat denganku saja Yuri” ujar Baekhyun cepat. “Hyung… Yuri noona itu berangkat bersamaku! Dia tidak akan mau berangkat dengan kalian” ucap Sehun.

“Wah… banyak banget yang mau berangkat dengan Yuri. Yuri, sebaiknya kamu pilih salah satu. Eomma sarankan jangan pilih Sehun, karena dia masih terlalu muda untuk membawa mobil” ujar eommaku. “Eomma!” kesalku. “Eomma… Sehun sudah besar, jadi Sehun ini adalah pengendara terbaik di dunia!” ujar Sehun. Sehun memang memanggil eommaku dengan sebutan eomma. eomaku hanya tertawa cekikikan.

“Ayolah Yuri, kau pilih salah satu” ujar Luhan. “Baiklah. Siapa yang tidak kupilih, kuharap jangan berkecil hati. Aku berangkat dengan Baekhyun, dan Sehun harus bersamaku. So, Luhan… i am so sorry. Bukannya aku tak mau berangkat denganmu, tapi…” kataku. “YA, tak apa Yuri-ssi. Aku pergi dulu. Bye!” ucap Luhan dengan nada sedih. Sorry Luhan, aku tak mau ada yang salah paham lagi. cukup Yoona saja, aku tak mau yang lain juga.

Aku dan Sehun menyelesaikan sarapan kami dan berangkat bersama Baekhyun.

“Noona adalah noona Sehun yang paling Sehun sayang di dunia!” teriak Sehun saat di perjalanan ke sekolah. “hei Sehun-ssi! Jangan coba-coba merebut Yuri dariku! Awas kau” ucap Baekhyun. “Yang ada juga hyung yang merebut Yuri noona dariku” elak Sehun.

“Itu sih wajar-wajar saja. Lagi pula… kau lebih muda dari Yuri dan kau terlalu polos untuk Yuri. Jadi, yang pantas untuk Yuri itu adalah aku” kata Baekhyun bangga. “Ani! Sebagai sepupu yang baik, aku tak akan membiarkan Yuri noona berpacaran dengan orang seperti hyung” teriak Sehun. “Eitss… kau tak boleh begitu Sehun-ah! Yuri harus terus bersamaku sampai kematian memisahkan kami” ucap Baekhyun.

“Maksud hyung, Yuri noona harus berpacaran dan menikah dengan hyung?” tanya Sehun meremehkan. “Ne, ternyata kau cepat tangkap juga ya Sehun” jawab Baekhyun. Mwo? Benarkah itu? Baekhyun menyukaiku?

TBC

annyeong… balik lagi dengan ff ini. part 2 nya dibagi jadi 2 bagian, 2A dan 2B. soalnya… kalau digabung, part 2 ini panjang banget. sorry ya readers.

part 2Bnya mudah-mudahan bisa dipost secepatnya. paling cepat besok atau lusa. thanks yang udah mau baca dan jangan lupa Comment and Like.

Advertisements

10 responses to “Forever (part 2A)

  1. eh, ga nyangka ternyata yuri suka sama baekhyun dari lama. ckckck sangka cuma teman sepermainan biasa. btw itu kelakuan baekhyun yg over sama yuri apa mksdnya ya? aplg ucapannya itu ttg pernikahan sama sehun. smoga aja baekhyun jg pnya perasaan yg sama. hahaha

  2. Yey! Akhir a keluar udh ditunggu lamaaa banget 😀

    Itu yoona a nyebelin masaan yuri trus yg dsalhin pdhl dia kan ga ad salah apa”
    Ckck kasian yuri a
    Okelah di tggu part 2b a ya..
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s