You’ve (Not) Fallen For Me

You’ve (Not) Fallen For Me

Author : @MinhoNoona (Choi Soo Joon)

Main Cast : T-ARA Jiyeon,CN Blue Yonghwa,CN Blue Jonghyun

Other Cast : F(x) Sulli,SNSD Sunny,2NE1 Dara

Length : One Shoot

Genre : Romance

Rate : PG 

Summary : Cinta itu seharusnya menyenangkan dan menenangkan bukan menyakiti diri sendiri. – Park Jiyeon-

“Maaf,sepertinya kamu jangan merasa sok akrab denganku,”Yonghwa berkata dingin.

Glek !!! Sulli menelan ludah begitu juga dengan Jiyeon yang menemaninya,ia tak tega melihat sahabatnya diperlakukan seperti itu.

“Aku kan sudah bilang berapa kali,dia bukan seperti namja kebanyakan yang pernah kita kenal,”ucap Jiyeon saat mereka menjauh dari Yonghwa. Sulli menghembuskan nafas panjang.

“Yah,kamu kan tahu cuma dia yang nilainya selalu stabil. Jadi nggak ada salahnya kan minta bantuan dia?

“Yah,itu nggak salah. Tapi caramu yang biasa nggak tepat untuknya,”

“Jadi aku mesti gimana? Eottokhae?

“Kita cari seonbae yang lain saja,”

Nugu? Ah,Jonghyun Seonbae !!! celetuk Sulli.

“Ha? Jonghyun? Lee Jonghyun? Jiyeon tampak tak percaya.

Nde,dia. Memang kenapa?

Jiyeon terdiam sejenak,ia teringat kejadian dengan Jonghyun saat ia awal masuk kuliah. Saat itu Jiyeon tengah panik mencari ponselnya yang hilang,sampai malam ia terus mencari hingga memutuskan untuk menyerah dan pulang. Tanpa disangka keesokan harinya Jonghyun mengembalikannya.

“Ini ponsel milikmu kan? Aku menemukannya. Aku mencarimu tapi tidak ketemu jadi pasti kau sudah pulang,”Jonghyun tersenyum.

“Kamsahamnida,”Jiyeon balas tersenyum.

Sesampainya di rumah Jiyeon membuka ponselnya,di wallpaper ponselnya tertulis notes :

Ini nomor ponselku,kuharap kita bisa berteman baik. –Lee Jonghyun-

“Ya !!! Jiyeon-a ! kau melamun? Aigoooo..,”Sulli mengguncang Jiyeon.

Ah,mianhae. Ya sudah ayo kita temui dia,”

Tak sampai sepuluh menit mereka sudah menemukan sosok Jonghyun yang tengah asyik memetik gitarnya,ia tampak nyaman duduk di kursi yang tepat berada di bawah pohon.

“Jonghyun Seonbae !!! Sulli setengah berteriak.

Jonghyun menoleh,kedua bola matanya yang bulat dan indah menyergap dua yeoja yang kini berada dihadapannya.

“Ah,Sulliya. Tumben kau menemuiku,”

“Aku ada perlu denganmu,”

“Apa itu?

 Sulli bercerita panjang lebar,Jonghyun mendengarkannya dengan sabar.

“Baiklah,aku akan usahakan. Oh ya,bisakah kau meninggalkanku dengan Jiyeon? Aku ingin bicara dengannya,”

Nde,geurae. Jiyeon-a kalau sudah selesai kau bisa menemuiku di Perpustakaan,”Sulli menghilang. Kini tinggalah Jonghyun dan Jiyeon disana.

“Ada apa Jonghyun Seonbae? Tanya Jiyeon.

“Hhhmm…kenapa kau jarang membalas pesanku? Apa ada yang salah denganku? Tolong katakan Jiyeon-a,aku tidak mau berburuk sangka padamu,”

Jiyeon tersenyum tipis.

Mianhae,kalau aku membuatmu tidak nyaman tapi aku…,”ucapan Jiyeon disela Jonghyun.

“Apa kau tidak nyaman dengan aku yang terlalu berterus terang? Itu penyebabnya? Aku tidak bermaksud apa apa,hanya saja aku melihat reaksimu yang biasa saja padahal aku sudah memberimu sinyal,”

Jeongmal mianhae,Seonbae. Aku mencoba menerima dan memahaminya tapi aku tidak bisa,aku belum siap untuk berhubungan dengan siapapun,”

“Baiklah. Tapi jika aku mengajakmu pergi,kau mau kan? Sekali saja,setelah itu aku tidak akan meminta apa apa lagi,”tatapan mata Jonghyun terlihat memohon.

Nde,geurae,”Jiyeon tersenyum.

Jonghyun tersenyum lebar,refleks ia memeluk Jiyeon. Jiyeon tampak kaget dengan reaksi Jonghyun namun ia membiarkan seonbaenya itu memeluk dirinya. Tanpa disadari dari balik tembok,Sulli memperhatikan keduanya. Hhmm..kapan Yonghwa bisa bersikap padanya seperti Jonghyun pada Jiyeon?

Malam Harinya,Kamar Jiyeon…

“Jadi dia mengajakmu berkencan? Tanya Sulli,malam ini ia menginap di rumah Jiyeon.

“Ya,menurutku ini bukan kencan. Hanya jalan jalan biasa saja,”

“Tapi menurutnya tetap saja ini namanya kencan,”ralat Sulli.

“Sulliya,gwaenchana? Jiyeon merasa ada kejanggalan dalam nada suara Sulli.

“Ah,aku memang bodoh. Kenapa aku harus cemburu padamu? Jelas jelas Jonghyun dan Yonghwa adalah sosok berbeda,”

“Soal itu,ngomong ngomong kau tadi meminta apa pada Jonghyun Seonbae? Aku tidak jelas mendengar obrolan kalian,”

“Aku memintanya untuk membujuk Yonghwa agar mau membantuku,siapa tahu Yonghwa bisa mendengarkan Jonghyun,”

Ommona,harus selalu Yonghwa ? tidak ada pilihan lain? Lalu kalau dia marah padamu bagaimana?

“Pilihan lain? Tentu saja ada,tapi aku ingin dia. Mungkin ini jalan satu satunya agar aku bisa lebih dekat dengannya,”

“Kenapa kau tidak meminta bantuan Dara Eonnie? Bukankah dia lebih dekat dengan Yonghwa dibanding Jonghyun Seonbae?

Sulli mendengus pelan.

“Kadang kau terlalu polos Jiyeon-a,kau tidak lihat hubungan Dara Eonnie dan Yonghwa sangat dekat bahkan kupikir Dara Eonnie juga menyukainya. Jadi bahaya jika aku meminta bantuannya,malah bisa jadi ujungnya hubunganku dengan Dara Eonnie juga akan aneh,”

“Terserah kau Sulliya,aku akan selalu mendukungmu,”

Komawo,Jiyeon-a. Kau memang sahabatku,oh ya kapan kencanmu dengan Jonghyun Seonbae?

“Besok,dia akan menjemputku setelah mata kuliah terakhirnya selesai,”

“Jiyeon-a,kenapa kau tidak terima dia saja? Kalau aku jadi kau,aku akan menerimanya percayalah sosok seperti dia akan sulit dicari untuk kedua kalinya,”

“Aiiishh…kau ini bicara apa Sulliya? Aku hanya menganggapnya kakak kelas itu saja,aku tidak mau menerimanya hanya karena kasihan saja,itu rasanya tidak enak. Lebih baik kita berdua berteman saja,lagipula aku yakin banyak yeoja yang lebih baik untuknya,”

“Kalau ternyata yang terbaik itu ternyata dirimu bagaimana? Sulli menggoda Jiyeon.

“Aigooo…sahabatku ini sedang usil rupanya !!! Jiyeon menimpuk Sulli dengan boneka sapi di kamarnya.

Mereka tertawa,sepelik apapun masalah yang dihadapi akan terasa ringan jika kita memiliki tempat untuk mencurahkan semuanya.

Esok Harinya…

“Hai,Jiyeon-a,”sosok tegap Jonghyun sudah berdiri manis di depan kelas Jiyeon.

Para mahasiswi teman sekelas Jiyeon langsung berkasak kusuk melihat sosok Jonghyun,selama ini Jiyeon dikenal tidak terlalu interest dengan hal namjachingu.

Jiyeon tersenyum,ia memperhatikan Jonghyun dari atas sampai bawah. Namja itu memakai T-Shirt biru langit dan celana jeans,ia tampak menarik dengan topi yang melekat di kepalanya.

“Jiyeon-a..,”suara Jonghyun memecah lamunan Jiyeon.

Nde,Seonbae,”Jiyeon menatap Jonghyun.

Kajja,”Jonghyun mengamit lengan Jiyeon,gadis itu tersenyum.

Andai saja perasaan itu ada,Jiyeon adalah seseorang yang sangat beruntung bisa memiliki seorang Lee  Jonghyun. Sayangnya perasaan itu tidak ada. Mereka memutuskan untuk naik subway,sepertinya perjalanan kali ini cukup jauh.

“Kita akan kemana? Tanya Jiyeon saat mereka masuk Subway.

“Kita akan ke suatu tempat. Kau pasti suka,”

Selama perjalanan suasana begitu hening,Seoul hari ini cukup sejuk. Cocok untuk bepergian,Jiyeon melempar pandangannya keluar. Tak sampai setengah jam mereka sudah sampai di tempat tujuan. Mereka keluar dari stasiun,Jiyeon melihat tulisan yang cukup besar dan jelas yaitu “Paldang Dam Station”.

“Perjalanan kita masih jauh? Tanya Jiyeon.

“Sekitar 15 menit lagi,kita harus naik bis,”Jonghyun tersenyum.

Mereka turun dari bis,Jiyeon disambut sebuah gapura yang cukup besar bertuliskan “Yangsoori Pension”,jujur saja Jiyeon belum pernah ke tempat ini.

“Nah bagaimana? Tempatnya bagus kan? Tanya Jonghyun.

Mereka menjejakkan kaki di sebuah pinggiran sungai,benar kata Jonghyun tempat ini begitu bagus dan tenang. Jauh dari hiruk pikuk kota Seoul.

“Ini namanya South and North River,aku selalu suka kesini. Apalagi jika pikiranku sedang kalut,Appa dan Eomma yang mengenalkanku pada tempat ini,”

“Bagus sekali,aku tidak menyangka ada tempat sebagus ini,”Jiyeon tak berhenti mengaguminya.

“Itu namanya Zelkova,pohon yang usianya sudah 400 tahun. Pohon itu kokoh,langka dan antik,”

“Tempat ini cocok untuk berlibur,aku harus bercerita pada Sulli juga Appa dan Eomma,”

“Kau pasti lapar kan? Ayo kita ke Vilaku,disana kebetulan ada kakakku sedang berlibur. Kita bisa makan dulu disana,”

Jinjjayo? Apa ini tidak merepotkanmu?

Jonghyun tersenyum.

“Tentu saja tidak,ini kesempatan pertama dan terakhir. Aku harus memanfaatkannya dengan baik,”

Jonghyun menuntun Jiyeon menjauhi sungai,mereka berjalan kaki ke komplek vila yang jaraknya hanya 200 meter.  Rasa rasanya kekaguman Jiyeon tidak berhenti,kini dihadapannya ada sebuah vila mungil bergaya minimalis. Disekelilingnya ada ranting ranting,vila itu tampak cozy.

“Nah,silahkan masuk,”Jonghyun membukakan pintu.

Wuaaah…interior dalamnya tak kalah keren !!! walaupun sedikit furniture namun tidak mengurangi pesonanya. Pantas saja Jonghyun betah disini.

“Ah,ada tamu rupanya,”sesosok perempuan tersembul dari lantai atas.

 Perempuan cantik yang ideal,ia seperti boneka Barbie yang hidup.

Noona,ini tamu spesial kita,”Jonghyun mengerling kearah kakak perempuanya.

Annyeonghaseyo. Naneun Lee Jinyoung imnida,”ia mengulurkan tangannya dan tersenyum.

Annyeonghaseyo. Naneun Park Jiyeon imnida,”Jiyeon membalas uluran tangannya.

“Ah,jadi ini Jiyeon. Adikku sudah sering bercerita tentangmu,aku sampai penasaran,ternyata memang seperti dugaanku kau gadis yang cantik dan menarik,”puji Jinyoung.

“Ah,kamsahamnida Jinyoung-ssi,”Jiyeon menunduk malu.

“Kau bisa memanggilku Eonnie saja,aku tidak suka terlihat tua. Haha,”Jinyoung tertawa.

Aku tersenyum lebar,kedua kakak adik ini memang terlihat humble dan menyenangkan.

“Kau pasti belum makan? Ayo aku sudah membuatkan Kimchi dan Ramyeon,”

Ketiganya berjalan menuju ruang keluarga,sebuah meja terletak di tengah tengah. Meja itu sudah penuh makanan. Sebuah LCD berukuran 40 inch terpampang dihadapannya.

“Aku tidak enak merepotkan kalian berdua,”

“Ah tidak apa apa,aku malah senang. Beberapa hari kemarin aku bosan karena Jonghyun tidak pernah kesini dan aku sendirian,”Jinyoung tersenyum.

Mereka duduk dan hidangan tampak menggoda selera,ketiganya langsung menyantapnya.

“Enak sekali Eonnie,seperti buatan Eommaku,”Jiyeon tampak lahap.

“Ah,bagus kalau kau suka. Jonghyun paling suka dengan gadis yang menyukai masakanku,”

Glek !!! keasyikan Jiyeon terhenti sejenak.

“Ada apa Jiyeon-a? tanya Jinyoung.

“Ah,tidak apa apa. Benar aku tidak menyesal kesini,”

“Sering sering ya kesini,aku senang jika ada teman perempuan,”Jinyoung tertawa.

Jiyeon menatap Jonghyun,sepertinya kakak perempuannya tidak tahu hal yang sebenarnya. Hingga semburat jingga terlihat jelas di langit,Jiyeon pun pamit pulang. Jinyoung memutuskan tidak membiarkan keduanya untuk naik subway lagi,ia menyuruh supir pribadinya untuk mengantar mereka ke Seoul.

Komawo untuk hari ini Jonghyun Seonbae,”

Nde,Cheonma. Aku senang dengan reaksimu yang begitu diluar dugaan,tapi apa kau tidak melihat reaksi Noonaku? Dia terlihat cocok denganmu dan..,”

Jinyoung Eonnie tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dia memang menyenangkan tapi bukan berarti kita harus berhubungan kan? Jeongmal mianhae,seonbae. Aku hanya tidak mau kau tersakiti,”

Jonghyun menghembuskan nafas panjang.

“Baiklah,ini memang salahku. Terlalu banyak berharap,”

Setelah itu perjalanan ke Seoul jauh lebih hening daripada sebelumnya,Jiyeon melihat Jonghyun. Terkadang rasa bersalah memang menyergap hanya saja Jiyeon lebih tidak mau lagi kalau keterpaksaanya akan menghancurkan hubungan baiknya dengan Jonghyun.

나 외로워도 되 널 생각할 땐
na oerowododoe neol saenggakhalddaen
미소가 나의 얼굴에 번져
misoga naui eolgule beonjyeo
나 힘들어도 되 니가 행복할 땐
na himdeuleododoe niga haengbokhalddaen
사랑이 내 맘 가득히 채워
sarangi nae mam gadeukhi chaewo

오늘도 난 거친 세상속에 살지만
oneuldo nan geochin sesangsoke saljiman
힘들어도 눈감으면 니 모습뿐
himdeuleodo nungameumyeon ni moseubbun
아직도 귓가에 들려오는 꿈들이
ajikgo gwitgae deulryeooneun kkumdeuli
나의 곁에서 널 향해 가고 있잖아
naui gyeoteseo neol hyanghae gago itjana

내 삶이 하루하루 꿈을 꾸는 것처럼
nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
너와 함께 마주보며 사랑할 수 있다면
neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon 
 다시 일어설 거야
dasi ileoseol geoya

(Hope is A Dream That Doesn’t Sleep,Super Junior Kyuhyun)

Dua Hari Kemudian…

Jonghyun Seonbae sudah berhasil membujuk Yonghwa untuk mau membantuku tapi sekarang aku malah jatuh sakit. Bisa kau membantuku Jiyeon-a? –Sulli-

Sms itu Jiyeon terima saat ia baru saja menyelesaikan mata kuliah terakhirnya,jam menunjukkan pukul 14.00.

Baiklah,mana file tugasmu? Aku akan membantu semampuku. –Jiyeon-

Komawo,Jiyeon-a. maaf aku telah merepotkanmu,nanti filenya kukirim lewat e-mail,Yonghwa bilang aku harus menemuinya di perpustakaan kampus setengah tiga sore ini. –Sulli-

Nde,cheonma. Aku akan menemui Yonghwa. –Jiyeon-

Tenggorokkan Jiyeon terasa kering,gadis itu memutuskan untuk membeli minuman dulu di Kantin setelah menerima e-mail dari Sulli akhirnya ia meluncur menuju perpustakaan kampus. Suasana begitu hening,sekumpulan orang tengah asyik membaca buku. Ada juga yang sibuk mengetik ulang referensi untuk skripsi,dinginnya AC menambah nyaman suasana. Jiyeon melangkahkan kakinya,ia menyapu seluruh ruangan hingga matanya tertumbuk di salah satu pojokan perpustakaan. Sesosok namja tengah asyik tertidur sambil mendengarkan musik dari Ipadnya,namja itu Jung Yonghwa.

“Ehem !!! Jiyeon berdeham.

Yonghwa mulai terusik,ia membuka matanya perlahan. Ia menatap Jiyeon dingin.

“Kau ingin duduk disini? Silahkan saja,”Yonghwa menggeser posisinya,ia bersiap kembali tidur.

Mianhae,Yonghwa Seonbae. Sulli tidak bisa datang,dia sakit,”jelas Jiyeon.

 Yonghwa menghembuskan nafas panjang.

“Baiklah,aku akan pergi. Katakan padanya tidak ada pertolongan kedua,”Yonghwa beranjak dari sofa yang tadi didudukinya.

Jiyeon dibuat geram,aiishh..namja satu ini memang sombong sekali !!! oke,dia tampan tapi bukan berarti dia berhak bersikap seperti itu kan???

Yonghwa-ssi !!! Jiyeon setengah berteriak saat langkah kaki Yonghwa semakin menjauhinya. Pletak !!! sebuah tutup bolpoin mendarat mulus di ubun ubun Jiyeon,ternyata serangan itu berasal dari Mi Yoon Songsaenim,salah satu staff perpustakaan.

“Kalau kalian mau bertengkar diluar saja,jangan disini,”ujar Mi Yoon tegas.

Jiyeon mendengus pelan,Yonghwa memberi isyarat untuk keluar. Gadis itu membuntuti langkah Yonghwa hingga akhirnya mereka sampai di balkon kampus.

“Aiishh…napeun namja !!! rutuk Jiyeon.

“Lalu kau disini mau apa? Tanya Yonghwa dingin.

“Sulli sakit bukan karena kemauannya,ini tidak disengaja. Dia juga sebenarnya ingin langsung menemuimu,lusa tugasnya harus sudah selesai. Kau mau bertanggung jawab kalau dia semakin parah dan mendapatkan nilai buruk karena keegoisanmu? Jiyeon mengomel panjang lebar.

 Yonghwa tersenyum sinis.

“Kau ini cerewet sekali ya,”sindirnya.

“Ya !!! kau juga menyebalkan,wajah tampanmu berbanding terbalik dengan sikapmu yang buruk,”Jiyeon tak mau kalah.

 Ia tak habis pikir kenapa Sulli begitu menyukai namja yang satu ini,aigooo…padahal masih banyak namja yang berkali kali lipat jauh lebih baik darinya. Namun jantung Jiyeon berdegup kencang saat wajah Yonghwa tinggal beberapa senti dihadapannya.

“Ayo kita kerjakan,masih banyak urusan yang harus kuselesaikan,”ujarnya.

Hampir satu jam Yonghwa membantu Jiyeon menyelesaikan tugas Sulli,kata kata pedasnya tidak berkurang sedikitpun. Hampir saja Jiyeon ingin mengetukkan wedges yang dipakainya di kepala Yonghwa.

“Nah,selesai. Lain kali jangan seperti ini lebih baik privat saja,kalian tidak hanya butuh jawaban tapi juga pemahaman,”nasihat Yonghwa.

Jiyeon tersenyum memaksakan,ia mengucapkan terima kasih. Entah wedgesnya yang salah atau lantainya memang sedang bermasalah,Jiyeon hampir saja jatuh namun Yonghwa dengan sigap menahannya. Mata mereka bertemu,suasana hening sesaat.

“Kau mau mencuri kesempatan? Itulah kata kata pertama dari Yonghwa.

“Aiishh..siapa juga yang mencuri kesempatan ? ini tidak sengaja,”Jiyeon bangkit dari posisinya.

Ia menghentakkan kakinya kesal lalu meninggalkan Yonghwa sendirian di balkon. Tanpa disadari seulas senyum tersungging di wajah Yonghwa,senyum yang jarang ia berikan pada yeoja manapun.

Jiyeon-a,Neo neomu yeppeo,”ucapnya pelan.

                                                                        ***

Starbucks Coffee,Apgujeong…

“Ah,Komawo !!! aku benar benar berterima kasih karena usahamu aku jadi dapat nilai memuaskan,aku tidak tahu bagaimana jika tidak ada kau Jiyeon-a,”Sulli tampak berapi-api.

Karena usaha Jiyeon yang sukses setelah mendapat nilai A,Sulli mentraktir sahabatnya itu di kedai kopi yang cukup mahal ini. Jiyeon menyesap frappucino blendednya perlahan,dihadapannya juga masih utuh tersaji tiramisu cake.

“Aku tidak mengerti bagaimana kau cara membujuknya? Aku saja perlu bantuan Jonghyun Seonbae,

“Orang seperti dia hanya perlu sedikit diberi sikap keras. Dia akan menganggap kita tangguh dan tidak mudah menyerah,”tanggap Jiyeon diplomatis.

“Ah,Jjang !!! Eh,tidak terjadi sesuatu yang aneh kan antara kau dan dia saat itu? Tanya Sulli menyelidik.

Jiyeon yang tengah mengunyah tiramisu cake terdiam sesaat,ia ingat insiden Yonghwa menyelamatkannya dari cedera.

“Jiyeon-a..,”

Anio,tidak ada apa apa. Kau tidak usah khawatir Sulliya,”Jiyeon tersenyum.

Hampir satu jam mereka berada disana dan kemudian memutuskan untuk pulang,saat mereka keluar dari pintu kedai kopi tersebut tak disangka mereka bertemu Yonghwa dan Dara.

“Dara Eonnie..,”desis Sulli pelan.

“Hai,sedang apa kalian berdua disini? Tanya Dara sambil tersenyum.

“Ah,biasa kok Eonnie hanya mengobrol saja. Girl talk,”Jiyeon menjawab.

Geurae. Kami berdua duluan,”Dara menarik Yonghwa.

Jiyeon menatap Yonghwa hingga namja itu duduk berdua bersama Dara,sedari tadi Jiyeon tahu mata Yonghwa sudah mengawasinya.

“Jiyeon-a..,”sodokan Sulli membuyarkan lamunan Jiyeon.

Kajja,kita pulang sekarang,”Jiyeon tersenyum tipis.

Aissh..kenapa Yonghwa harus menatapnya seperti itu saat ada Sulli disampingnya?

Satu Minggu Kemudian…

Sulli tak pernah menyinggung nama Yonghwa lagi sejak peristiwa itu,ia seperti menutup mata. Bahkan saat bertemu Yonghwa di koridor kampus,gadis itu tampak tidak se-excited dulu. Jiyeon tengah asyik membaca novel terjemahan yang baru saja dibelinya,ia larut dalam cerita sambil asyik mendengarkan musik dari ponselnya.

“Jiyeon-a !!! pekikan suara Sunny terdengar jelas.

Ommona…ada apa Sunny-a? kau mengagetkanku,”Jiyeon melepas earphonenya.

“Sedari tadi aku memanggilmu. Ada Yonghwa seonbae diluar,dia katanya mencarimu. Aiishh..beruntung sekali kau dicarinya,”Sunny mengacak rambutnya.

Jiyeon menepuk pundak Sunny,ia tahu Sunny juga menaruh hati pada Yonghwa.

“Tenang saja Sunny-a,aku sama sekali tidak suka dia. Kesempatanmu masih besar,”

Air muka Sunny seketika berubah,ia tersenyum lebar. Jiyeon memang teman yang baik. Di depan ruang kuliahnya sosok Yonghwa yang tegap sudah menunggunya,namja itu tampak melipat kedua tangannya sambil memperhatikan keadaan sekitar.

“Ada apa kau mencariku? Bukannya urusan kita sudah selesai? Tanya Jiyeon dingin. Yonghwa tertawa,namun tawanya lebih mirip ejekan daripada tertawa lucu karena humor.

“Kau galak sekali sih,aku heran kenapa Jonghyun bisa menyukaimu,”

“Yaaa !!! kau ini hobinya mencari masalah ya? Kalau begitu aku masuk saja,”

Namun langkah Jiyeon ditahan Yonghwa,namja itu memegang lengannya.

“Maaf,aku hanya ingin mengajakmu mengobrol,”

Mwo??? Aiishh..jangan menipuku,apa yang merasukimu eoh?

“Aku serius,mata kuliahmu sudah habis kan? Ayo,”Yonghwa menarik Jiyeon menjauhi kelas.

Tanpa disadari sepasang mata milik Dara mengawasi mereka berdua,menatapnya penuh kemarahan. Ternyata Yonghwa mengajaknya ke atap kampus,dari sini mereka bisa melihat Seoul dari ketinggian. Disini juga terdapat helipad yang biasa digunakan oleh tamu atau petinggi kampus.

“Ternyata seorang Yonghwa suka ketenangan,”komentar Jiyeon.

“Kau pikir aku menyukai apa? Yonghwa bertanya balik.

“Kupikir kau menyukai keramaian dan perhatian dari banyak orang,”

“Penilaianmu salah. Ketenangan lebih berharga dan perhatian dari orang banyak belum tentu menyenangkan,”

“Begitu rupanya,”Jiyeon mengangguk mengerti.

Suasana hening,hanya semilir angin kota Seoul yang menemani mereka. Tiba tiba Yonghwa mengambil gitar yang tersimpan di pojokan,ia mulai memetik gitarnya dan bersenandung.

uyeonhido geureoke uri sijakdoennabwa
cheoeumen sarangilkkeorago kkumedo mollanneunde geuge sarangiljuriya
simjangi mak jakkuman dugeundugeun georigo
nalbomyeon misoman heureugo nimamdo moreuge nal saranghage doengeoya


neon naege banhaesseo banhaesseo dalkomhan naesarange nogabeoryeosseo
neon naege banhaesseo banhaesseo hwangholhan nae nunbiche chwihaebeoryeosseo
see my eyes neon naege ppajyeosseo
see my eyes neon naege banhaesseo
sarangeun neul gapjagi unmyeongcheoreom onabwa
eoneunal chajaon sonagicheoreom nal jeoksyeonoko geuge sarangiljuriya

(You’ve Fallen For Me,Jung Yonghwa)

Yonghwa tampak bernyanyi riang,matanya berbinar senang,seulas senyum tersungging di bibirnya. Suaranya begitu merdu berpadu harmonis dengan petikan gitarnya. Jiyeon tahu kakak kelasnya ini memang multi talenta namun baru pertama kali ia melihat Yonghwa bernyanyi seriang ini. Yonghwa dikenal dengan ekspresinya yang datar dan dingin,lagunya pun kebanyakan bertema patah hati dan kesedihan. Jauh berbeda dengan apa yang Jiyeon lihat sekarang. Yonghwa kembali tersenyum,kini ia sudah menyelesaikan lagunya. Senyumnya berbeda tidak sinis seperti biasanya,senyumnya kini membuatnya seratus kali lipat lebih tampan.

“Jiyeon-a..,”Yonghwa melambaikan tangannya dihadapan wajah Jiyeon.

“Kau benar benar aneh,”ujar Jiyeon.

“Haha,lagu ini lagu favoritku. Tentang orang yang sedang jatuh cinta,”Yonghwa tertawa lepas.

“Kau sedang jatuh cinta? Nuguya? Jiyeon penasaran,siapa tahu orang itu Sulli atau Sunny.

Yonghwa menghembuskan nafas panjang.

Neo..,”ucapnya pelan.

Mwo??? Naneun? Aiishh…jangan berbohong. Aku serius,”Jiyeon mengorek-ngorek pendengarannya.

“Aku juga serius,entah kenapa aku tertarik padamu sejak peristiwa di perpustakaan itu. Aku selalu memperhatikanmu walau kau tidak menyadarinya,aku merasa kehadiranmu membuat aku menjadi pribadi yang lebih ceria belakangan ini,”jelas Yonghwa.

“Tapi…,”ucapan Jiyeon terhenti saat Yonghwa memeluknya.

Dalam dekapan kakak kelasnya itu,Jiyeon berpikir kelas banyak hal yang harus ia hadapi jika menerima Yonghwa jadi namjachingunya.

Would you be my Girl Friend?
nan neoui Boy Friend
nan neoui Boy Friend
neon naui Girl Friend
neon naui Girl Friend

geu eotteon mueotbodado
nunbusin neoreul gatgodo
maeil nan bappa bappa
ni mameun apa apa
nae sarang byeonhaji anha
neo malgo boiji anha
ireon nae mameul wae jakku mollajuneunde

(Boyfriend)

Hampir satu jam lamanya Jiyeon dan Yonghwa berada di atap kampus,tidak ada yang tahu bahwa seorang Jung Yonghwa bisa berubah karena kehadiran Park Jiyeon di kehidupannya. Sebuah kehadiran yang tidak diduga dan tidak disangka.

Dua Minggu Kemudian…

Perubahan sikap Yonghwa semakin kentara di lingkungan kampus,apalagi namja itu semakin sering bersama Jiyeon. Kasak kusuk bahwa keduanya berpacaran terdengar intensif dan berita ini sampai di telinga Jonghyun,Sulli,Dara dan Sunny.

“Aiishh..menyebalkan sekali dia. Kenapa dia bisa merebut perhatian Yonghwa begitu cepat? Dara menggerutu.

Jonghyun yang tengah disampingnya langsung menoleh,terang saja Yonghwa sebenarnya kurang suka dengan sifat Dara yang terkadang terlalu berlebihan. Bahkan tak ada seorang Park Jiyeon pun,Yonghwa tidak akan pernah memilihnya.

“Kau jangan mengeluh terus. Lebih baik kau perbaiki sikapmu,”cetus Jonghyun.

“Aigoooo..kau berbicara seenaknya. Usahamu hanya sampai disini saja? Katanya kau sangat menyayangi Jiyeon,”Dara mencibir.

“Aku memang menyayanginya tapi Jiyeon sudah katakan bahwa ia tidak memiliki perasaan apa apa padaku. Aku tidak akan memaksanya aku tidak mau membuatnya terbebani,”

“Kau menyindirku? Serang Dara.

Anio,maaf kalau kau merasa seperti itu,”Jonghyun beranjak dari duduknya.

 Tinggallah Dara yang masih kesal dengan kenyataan yang ada.

Sementara di Rumah Sulli…

Sunny tengah asyik sambil menikmati camilan yang dibuatkan Ibunya Sulli,sejak kedekatan Jiyeon dan Yonghwa keduanya jadi sering bertukar cerita.

“Apa kau tidak merasakan ada yang aneh diantara Yonghwa dan Jiyeon? Tanya Sunny.

“Hhmm..sebenarnya aku sudah merasakannya sejak Jiyeon bertemu Yonghwa untuk membantu menyelesaikan tugasku,”Sulli mengeluh.

“Lalu? Sunny mengangkat alisnya.

“Aku sebenarnya curiga hanya saja aku tidak mau hubunganku dengan Jiyeon berantakan karena kecurigaan yang belum pasti,”Sulli mengangkat bahu.

“Aku juga sebenarnya heran saat pertama kali Yonghwa mencari Jiyeon,kalau dia mencari Dara itu tidak aneh tapi Jiyeon? Aku berbaik sangka karena Jiyeon sudah meyakinkanku saat itu,”Sunny kembali mengunyah camilannya.

“Kalau memang Yonghwa menyukai Jiyeon apa yang harus kulakukan Sunny-a? sisi egoisku berkata aku harus memarahinya karena dia merebut namja yang sudah lama kusukai tapi sisi lainku berkata bukan salah Jiyeon membuat Yonghwa menyukainya,”jelas Sulli.

“Aku pun bingung Sulliya,kita masih bisa menerimanya walau harus menunggu beberapa waktu. Tapi Dara? Dia lebih agresif dari kita,”Sunny mengacak rambutnya bingung.

Sulli mengangguk,Sulli takut sesuatu yang buruk terjadi pada Jiyeon kalau gadis itu sampai berhubungan dengan Yonghwa.

                                                                        ***

 Langit malam kota Seoul begitu indah,kini Jiyeon tengah berjalan jalan dengan Yonghwa di festival kembang api yang biasanya selalu ada beberapa bulan sekali. Yonghwa tampak asyik memotret keadaan sekitar dengan kameranya,tiba tiba langkahnya terhenti di sebuah kedai.

“Ini untukmu,”tidak disangka Yonghwa memberi Jiyeon kembang gula berwarna pink.

Jiyeon tersenyum,rasanya ia belum pernah menerima hal semanis ini.

Komawo,”

“Apalagi yang kau tunggu Jiyeon-a? aku serius,aku tidak main-main,”

“Aku tahu tapi banyak hal yang aku pikirkan sebelum kita berhubungan,”

Tiba tiba sebuah kecupan hangat mendarat di kening Jiyeon,lama…

A whole new world
Sebuah dunia baru
A new fantastic point of view
Sebuah sudut pandang baru yang fantastis
No one to tell us no or where to go
(Dimana) Tak ada yang bilang tidak pada kita atau (memberitahu) ke mana kita harus pergi
Or say we’re only dreaming
Atau yang berkata bahwa kita hanya sedang bermimpi

A whole new world
Sebuah dunia baru
A dazzling place I never knew
Tempat mempesona yang tak pernah kutahu
But when I’m way up here, it’s crystal clear
Namun saat aku di atas sini, jelaslah semuanya 
That now I’m in a whole new world with you
Bahwa kini aku berada di sebuah dunia baru bersamamu
Now I’m in a whole new world with you
Kini aku berada di sebuah dunia baru bersamamu

(A Whole New World,Regina Belle)

Esok Harinya…

Jiyeon dan Yonghwa tengah asyik makan siang berdua,tiba tiba Dara menghampirinya.

“Ini undangan ulangtahunku lusa,”Dara menaruh kartu undangan berwarna aqua itu dengan kasar.

“Baiklah,aku akan datang. Boleh kan aku mengajak Jiyeon? Tanya Yonghwa.

Dara menatap Jiyeon tajam,sampai sampai Jiyeon kembali fokus pada makanan dihadapannya. Dara seperti siap menerkamnya,lalu pandangan Dara beralih pada Yonghwa.

“Terserah,”katanya dingin.

“Nanti siang aku akan menemanimu ke butik langganan kakakku. Kau harus pakai baju bagus di pesta Dara nanti,”ucap Yonghwa sepeninggal Dara.

“Tapi…,”ucapan Jiyeon disela Yonghwa.

“Jangan membantah,ikuti saja. Arraseo?

Nde,Arraseo,”Jiyeon hanya bisa menurut saja.

***

Dua Hari Kemudian,Rumah Dara…

Kini rumah Dara yang megah itu terlihat meriah dengan dekorasi warna biru muda yang mendominasi. Sekitar 100 orang akan memadati kebun belakang rumahnya yang cozy itu.

“Jiyeon-a..,”Jonghyun tampak terkejut melihat Jiyeon.

Gadis itu tampak cantik dengan sackdress berwarna pink baby,begitu pas dengan kulit putih Jiyeon. Rambut gadis itu tampak digelung dengan hiasan bunga diatasnya. Cantik sekali.

Neo neomu yeppeo,”puji Jonghyun.

Komawo,Jonghyun Seonbae,”Jiyeon tersenyum.

“Kau pasti lapar kan? Ayo kita makan,”sosok Yonghwa tiba tiba hadir.

Namja itu begitu tampan dengan setelan jas hitam putih di tubuh atletisnya,begitu serasi berdampingan dengan seorang Park Jiyeon. Khayalan Jonghyun runtuh seketika.

“Kau tidak sendirian,”suara seorang Yeoja mengagetkannya.

Jonghyun menoleh,ternyata ia Sulli. Gadis itu tampak menarik dengan gaun ungu muda yang menempel di tubuhnya.

“Aku juga sakit tapi aku berusaha menerima kenyataan. Lebih baik aku mencari namja yang lebih baik,”tanggap Sulli diplomatis. Jonghyun tersenyum,ia sangat setuju dengan pendapat Sulli.

“Yaakk ! saatnya acara potong kue,”suara MC membahana.

Dara tampak cantik dengan long dress ala Kate Midlleton yang berwarna putih tersebut,ia memegang pisau yang dihiasi pita. Ia bersiap memotong kue ulang tahunnya. Tiba tiba matanya tertuju pada Yonghwa dan Jiyeon,keduanya tampak asyik berbincang dan tertawa.

Emosinya mengelegak,matanya berkilat nyalang. Ia sudah tidak bisa menahan lagi,ia tersenyum sinis lalu melangkahkan kaki menuju Yonghwa dan Jiyeon. Semua orang tampak heran dengan sikap Dara.

“Dara,apa yang terjadi? Tanya Yonghwa,ia mencium gelagat yang tidak beres dari Dara.

Dara memamerkan evil smirknya,ia mengayunkan pisaunya.

“Selamat tinggal,”ucapnya pelan.

Tiba tiba…Sreeettt !!! Dara menusukkan pisaunya tepat ke perut Jiyeon,gadis itu meringis kesakitan. Darah segar keluar dan membanjiri gaunnya.

“Aarrrgghhh…,”Jiyeon mengerang kesakitan.

“Ya !!! Dara,apa yang kau lakukan? Paboyaaa..,”Yonghwa mendorong Dara hingga gadis itu jatuh.

“Ini semua salahmu !!! salahmu ! Dara berteriak lalu menangis.

Yonghwa tidak memperdulikannya,ia segera membawa Jiyeon menuju rumah sakit. Jonghyun,Sunny dan Sulli ikut panik dan mengikuti Yonghwa.

Dua Hari Kemudian,Rumah Sakit Internasional Seoul…

 Jiyeon baru saja tersadar dari tidurnya yang panjang,ia masih terlihat lemas.

“Sulliya,mianhae. Jeongmal mianhae,seharusnya aku bercerita terus terang padamu,”

“Kau tidak perlu minta maaf Jiyeon-a,ini bukan salahmu. Memang aku yang selalu memaksakan keinginanku,”

“Sunny-a,aku juga minta maaf. Aku bukan teman baik untukmu,”pandangan Jiyeon beralih pada Sunny. Sunny tersenyum lebar,ia menepuk pundak Jiyeon perlahan.

“Sudahlah,Jiyeon-a. Yang terpenting kau cepat sembuh,”

Siang harinya Jiyeon sendirian di kamar perawatannya,Sunny dan Sulli izin pulang untuk beristirahat sejenak. Jgrek !!! seseorang tersembul dibalik pintu,ia tampak membawakan sebuket bunga Lily. Bunga kesukaan Jiyeon.

“Syukurlah kau sudah sembuh Jiyeon-a,”Yonghwa tersenyum.

Yonghwa-ssi..,”

Nde?

“Kita sepertinya tidak bisa seperti ini terus,”

“Seperti ini? Maksudmu? Alis Yonghwa tertaut.

Mianhae,jika kita bersama banyak pihak yang akan tersakiti,”

“Maksudmu? Dara? Dia sudah meninggalkan kita,kau tidak perlu khawatir,”

“Bukan. Bukan itu,tapi ada Sulli. Sahabatku,dia begitu menyayangimu. Kumohon kau bisa menjaganya,aku tidak mau menyakitinya dan membuatnya bersedih,”Jiyeon tersenyum tipis.

Gadis itu mati matian menahan tangis,andai saja kenyataannya bukan seperti ini Jiyeon sesungguhnya ingin bersama Jung Yonghwa. Laki-laki yang benar benar disayanginya.

“Baiklah kalau itu maumu. Semoga kau bahagia dengan kehidupan barumu Jiyeon-a,”Yonghwa menaruh bunga itu di meja.

Ia bergegas meninggalkan Jiyeon. Jiyeon menyeka air matanya perlahan,bukan takdirnya bersama Yonghwa. Ia harus belajar mencintai orang yang mencintainya…

Please don’t go go go jebal ddeonakajima
hanbeonmanirado nal dorabwajullae

Please don’t go go go seulpeun insanun shireo
neol saranghanikka dashi dorawa

Step by step one two three Dipdi daridu
gingin shigandeuri neorul jiweogagettjiman
Step by step one two three Dipdi daridu
nan haru haruga gotongilgeoya

(Intuition,CN Blue)

Dua Tahun Kemudian,Austria…

Sudah dua tahun sejak kelulusan,Jiyeon memutuskan untuk hijrah ke Eropa. Ia ingin mencari suasana baru,kebetulan pekerjaanya sebagai Tour Guide membuatnya selalu keliling dunia. Kini ia sedang off dari pekerjaanya,ia ingin mengurusi sebuah kafe kecil bernamakan “JJ”,kafe ini  sekarang cukup terkenal dikalangan para turis.

“Ah,terang saja kafe ini selalu penuh. Bagaimana tidak yang menyambutnya saja gadis secantik kamu,”Jonghyun tertawa kecil.

“Aiishh..Oppa. Kau berani menggodaku ya,”Jiyeon tertawa kecil.

“Aigooo..kalian ini bertengkar saja,ayo mulai bekerja !!! sosok Jinyoung tersembul dari balik dapur.

“Siap bos !!! keduanya berlagak hormat bak tentara.

Jinyoung tertawa melihat tingkah Jiyeon dan Jonghyun,ia bahagia adik kecilnya bisa mendapatkan gadis sebaik dan secantik Jiyeon. Jiyeon tengah asyik membereskan peralatan makan hingga sebuah pesan masuk ke ponselnya :

Park Jiyeon,you’ve fallen for me  -Lee Jonghyun-

Jiyeon tersenyum dibuatnya,ia tidak menyesal semua yang terjadi pada hidupnya selalu ia syukuri hingga kapanpun.

Nae saengae gajang areumdaun sunganeun
neol manna nunbusige saranghaetdeon sungandeul
ije na ara neoraneun saram
nae saengae gajang keun seonmul
jigeum jabeun ne soneul nochi anheulge
namjadapge yaksok jikilge

Sewori jinado sesangi modu byeonhaedo
hangsang nan ne gyeote nae mameneun ojik neobakke

Nugu boda saranghanikka.

(Present,K.Will)

-TAMAT-

Yaaaakk…segitu deh cerita kedua darikuuu :DD semoga pada suka yaaa 😀 dan komen dari kalian sangat berharga !!! Kamsahamnidaaa 🙂 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

23 responses to “You’ve (Not) Fallen For Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s