The Dirty Soul [Part 1]

the-dirty-soul2

Credit poster : thanks to Ayricafe

Title            : The Dirty Soul [Part 1]

Author       : @fhayfransiska (soo ra park)

Genre         : Horror, Mistery

Length       : Chaptered

Cast            : EXO K

Annyeong readerdeul ^^ Kali ini author bawa ff yang genre-nya kebanting abis sama ff author yang sebelumnya. Ya, kali ini author bawa ff horror, yang entah bisa buat readerdeul merinding atau enggak, hhe. Berdasarkan pengamatan author #ealah genre horror cukup jarang dibandingkan sama romance, jadi author pengen nyoba” aja n jadilah ff gaje seperti ini #plak. Oh iya, buat yang nunggu (emang siapa? Pede lu thor! -___-) lanjutannya [Kai’s] Hum on rainy days, insyaallah bakal author publish weekend ini, so stay tuned ya. gamsaaa ^^

The plot is mine, and EXO is God’s. Don’t do plagiarism ok?  

And be a good reader please, don’t forget to comment^^

________

            23:36

Baek Hyun melangkah dengan wajah kesal, sesekali ia menggerutu sendiri, tak jarang ia melampiaskan kekesalannya dengan menendang-nendang kerikil yang bertebaran di jalan. Sebuah earphone putih bertengger di telinganya, menemaninya yang tengah berjalan sendirian di malam yang sunyi itu. Baek Hyun kembali merapatkan jaketnya ketika hawa dingin mulai menusuk tulangnya, ia lantas melipat kedua tangannya dan menggigil.

“Sial, seandainya saja aku tidak kalah suit dengan si happy virus itu, aku pasti sedang enak-enakan tidur di dorm sambil menunggu camilan datang.” Baek Hyun menghela napas keras, “Sudah tengah malam dan mereka dengan tega menyuruhku yang kalah suit ini membeli camilan di luar, memakai uangku pula, kurang tega apa mereka?!”gerutu Baek Hyun sembari terus berjalan.

Langkah Baek Hyun terhenti begitu ia menyadari sesuatu. Dia menoleh ke belakang dan memandangi lekat-lekat jalanan yang telah ia lewati itu. Baek Hyun kembali menoleh ke depan dengan alis mengernyit, “Rasanya aku sudah berjalan cukup jauh tadi, tapi kenapa aku tidak kunjung sampai?”katanya bertanya kepada diri sendiri.

“Lagipula jarak mini-market dengan dorm kan tidak begitu jauh, apa aku salah mengambil jalan?” Baek Hyun berpikir sejenak, namun sesaat kemudian ia mengedikkan kedua bahunya, tidak ingin ambil pusing dengan hal itu. Ia lantas kembali melangkah sembari bersenandung lirih mengikuti irama musik yang terdengar di telinganya.

Tiba-tiba angin berhembus pelan melewati Baek Hyun, namja itu reflek mengelus tengkuknya yang merinding. Ia menoleh ke belakang alih-alih ada sasaeng fans yang berniat mengerjainya dengan meniup-niup tengkuknya, namun nihil, ia tidak menemukan siapapun di sana. Baek Hyun memutuskan untuk tidak menghiraukannya, ia menghela napas lega begitu mini-market 24 jam yang sedari tadi ia cari kini telah berada tidak jauh di depannya.

Perasaan Baek Hyun menjadi lebih baik ketika memasuki mini-market itu, ia langsung memilih berbagai macam camilan dan meletakkan semuanya di meja kasir dengan cepat. Sembari menunggu kembalian, namja bermata sipit itu memandangi mini-market yang sepi pengunjung, hanya ada ia dan si penjaga kasir. Entah kenapa, tiba-tiba Baek Hyun bergidik sendiri.

“Ini kembaliannya.”

“Ah, nee kamsahamnida.”

Baek Hyun hendak mendorong pintu mini-market ketika ia merasakan ponselnya bergetar. Tanpa melihat siapa si penelepon, Baek Hyun segera mengangkat panggilan itu.

“Baek Hyun ah, di mana kau sekarang?”

Baek Hyun mendengus begitu mendengar suara Joon Myun dari seberang telepon, “Di mana? Kenapa masih bertanya, hyung? Sudah jelas aku pergi membeli camilan, di mana lagi kalau bukan di mini-market yang terdekat dengan dorm.”

“Hah!?”

Baek Hyun menjauhkan telinganya dari ponsel ketika mendengar teriakan hyungnya di seberang telepon, ia lalu mendorong pintu mini market setelah sebelumnya membungkuk singkat kepada si penjaga kasir.

“Ya, Baek Hyun ah, apa maksudmu!?”teriakan Joon Myun kembali terdengar ketika Baek Hyun telah berada di luar mini-market. Ia lantas kembali menempelkan ponselnya di telinganya. “Aku yang seharusnya bertanya, hyung!”

“Kau bilang kau di mini-market dekat dorm? Jangan berbohong Byun Baek Hyun!”

“Kenapa aku harus berbohong!?” Baek Hyun benar-benar kesal karena Joon Myun tiba-tiba menuduhnya sembarangan.

“Mini-market itu kan hari ini harusnya tutup pukul 22, karena ..”

“Hah?! Apa katamu, hyung?”potong Baek Hyun cepat.

“Makanya aku bertanya padamu! Aku baru akan memberitahukanmu untuk segera pulang ke dorm begitu ingat kalau mini-market itu hari ini tutup jam sepuluh malam. Coba aku lihat, benar, sekarang sudah jam dua belas malam dan kau bilang kalau sedang berada di mini-market itu, bagaimana aku bisa percaya?”

Baek Hyun terpekur, ia merinding dan pikirannya mulai melantur kemana-mana.“Tunggu. Bukannya mini-market itu buka 24 jam?”

“Memang benar, tapi aku dengar kabar kalau penjaga kasir yang biasa berjaga tengah malam itu baru meninggal kemarin.”

Baek Hyun tercenung, tangannya bergetar hebat dan bulu kuduknya mendadak berdiri. Ia menoleh ke belakang, memastikan dengan mata kepalanya sendiri kalau ia benar-benar barusaja berbelanja di mini-market itu. Tubuh Baek Hyun melemas begitu melihat mini-market itu, seperti yang dikatakan Joon Myun, mini-market itu tutup.

_________

            EXO’s dorm

“Kyung Soo hyung, cepat ganti channelnya! Ayolah, kenapa ada acara semacam ini tengah malam begini?”gerutu Jong In yang duduk di samping Kyung Soo.

“Berhentilah menggerutu dan lihat saja bersama-sama! Bersikaplah manis seperti uri maknae, Jong In ah!”

Jong In melirik ke samping kirinya dan mendapati Se Hun tengah duduk dengan mata setengah membuka, pandangan Se Hun tertuju pada televisi di depannya. Jong In memijit pelipisnya, “Se Hun tidak sedang bersikap manis, hyung! Dia tidur, tidur! Tidur dengan mata setengah terbuka!”

“Mwo? Sejak kapan dia seperti itu?”kata Kyung Soo berpura-pura kaget meskipun pandangannya masih fokus pada televisi di hadapannya.

“Mana aku tahu, hyung! Sudahlah cepat ganti channelnya! Memangnya aku suka lihat Barbie? B-A-R-B-I-E! Ayolah, hyung sudah menonton dari tadi! Lagipula apa bagusnya…”

Ucapan Jong In terhenti begitu Kyung Soo menoleh padanya. Namja itu memelototkan kedua matanya hingga seakan-akan sepasang bola mata itu ingin keluar dari rongganya. “Kau mau bilang apa?”kata Kyung Soo kemudian.

Jong In menelan ludah, ia lantas meringis. Ia baru ingat kalau adalah hal yang fatal apabila menyindir film kesukaan Kyung Soo itu, “Aniyo, hyung. Aniyo, haha. Aku hanya ingin bilang kalau Barbie-nya bagus, benar!”

Kyung Soo mengangguk-angguk, masih dengan mata melototnya yang menurut Jong In benar-benar menakutkan. Pandangan Kyung Soo pun kembali pada televisi di hadapannya.

Jong In menghela napas keras, nampaknya ia mulai bosan. “Sepi sekali, kemana Chan Yeol hyung?”

“Di kamar Joon Myun hyung, dia bilang ingin begadang untuk menamatkan game-nya.”jawab Kyung Soo.

“Kenapa tidak di kamarnya sendiri?”

“Kenapa bertanya padaku?!”teriak Kyung Soo sebal karena Jong In mengganggu konsenterasinya menonton televisi.

Mendengar itu Jong In hanya mengerucutkan bibirnya, ia lantas beranjak dari tempatnya duduk. Namja berkulit kecoklatan itu hendak menuju kamar di mana Chan Yeol berada ketika Joon Myun yang barusaja keluar dari kamar mandi menegurnya. “Apa Baek Hyun belum pulang?”

Jong In mengedikkan kedua bahunya, “Belum, bukannya hyung barusaja meneleponnya setengah jam lalu?”

Kedua alis Joon Myun terangkat, “Nee. Tapi ada yang aneh karena…”

“Aku …. pulang.”

Pandangan Jong In dan Joon Myun sontak beralih pada Baek Hyun yang tiba-tiba muncul, sementara Kyung Soo masih fokus pada televisi dan Se Hun masih giat melanjutkan mimpinya, keduanya tampak tidak sedikitpun merasa terusik.

Joon Myun segera mendekati Baek Hyun, “Ya, gwenchana?!”

Wajah Baek Hyun benar-benar pucat dan ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya cepat untuk menanggapi pertanyaan Joon Myun. Sinar matanya memancarkan ketakutan yang amat dalam. Belum sempat Joon Myun bertanya lebih jauh, Baek Hyun telah lebih dulu melempar kantung plastik belanjaannya ke arah Kyung Soo dan berlari menuju kamarnya, lalu mengunci diri.

Joon Myun yang cemas segera berlari menuju kamar Baek Hyun, ia merasa sesuatu yang buruk telah terjadi pada namja itu. Jong In dan Kyung Soo yang turut mengikuti Joon Myun langsung menggedor-gedor pintu kamar Baek Hyun-Chan Yeol. Chan Yeol yang mendengar keributan di luar kamar Joon Myun langsung memutuskan untuk keluar, ia hanya menatap bingung ketiga orang yang sedang ribut di depan kamarnya dan Baek Hyun itu.

“Ya, hyung! Ada apa denganmu?!”

“Baek Hyun ah, apa terjadi sesuatu?!”

“Baekhyunnie, buka pintunya!!”

Tidak ada jawaban dari dalam kamar. Jong In menempelkan telinganya di pintu kamar Baek Hyun alih-alih mendengar sesuatu, dan benar saja, ia mendengar suara Baek Hyun, dan itu lebih terdengar seperti sebuah kalimat yang diucapkan berulang-ulang. Kalimat yang lirih dan dalam.

_________

            Masih dengan perasaan takut yang menjajah pikirannya, Baek Hyun segera berlari meninggalkan mini-market itu. Ia terlalu terkejut sehingga tanpa sengaja menjatuhkan belanjaannya. Baek Hyun memutuskan untuk tidak mempedulikan hal itu sekarang dan lebih memilih untuk lari dan meninggalkan belanjaannya itu. Bulu kuduknya masih juga berdiri, dan ia tampak benar-benar ketakutan sekarang. Peluh membanjiri seluruh tubuhnya.

Lari Baek Hyun terhenti begitu ia merasakan seseorang turut berlari di belakangnya. Ia membalikkan badannya dan tidak mendapati seorang pun di sana. Masih sama seperti saat ia melewati jalanan ini saat berangkat tadi, sepi tanpa ada seorang pun yang lewat, misterius dan menyeramkan. Entah dari mana suara hewan-hewan malam perlahan terdengar, menambah kesan mistik di jalanan itu. Baek Hyun menelan ludah.

Aku sering melewati jalan ini sebelumnya, dan aku juga merasa semuanya tidak seseram ini, ada apa sebenarnya?, batin Baek Hyun.

Ketika Baek Hyun memutuskan untuk kembali berlari, langkah-langkah di belakangnya kembali terdengar. Semakin Baek Hyun menambah kecepatan larinya bermaksud menghindari, semakin kencanglah suara langkah di belakangnya itu terdengar. Baek Hyun merasa ada seseorang yang mengejarnya, perlahan ia mengelus tengkuknya ketika merasa suhu di sekitarnya mendingin, seakan berusaha membekukan langkahnya. Jantung namja itu berdebar sangat kencang dan napasnya terus menerus memburu.

_______

            Baek Hyun menghela napas lega ketika ia telah sampai di depan dormnya. Masih dengan napas yang terengah-engah dan perasaan ketakutan yang hebat ia memasukkan beberapa digit password yang ia telah ia hapal di luar kepala pada alat yang terletak di pintu dorm. Namun ternyata Baek Hyun masih harus menelan kekecewaan karena password yang ia masukkan salah, itu artinya pintu dorm tidak bisa terbuka dan ia tidak bisa segera masuk ke dalam.

Masih tidak menyerah, Baek Hyun mencobanya lagi, kali ini ia benar-benar memelototi setiap tombol dan berharap ia tidak mengulang kesalahan yang sama. Namun hasilnya tetap seperti pada awalnya, nihil, passwordnya ditolak. Benci mengulur-ulur waktu, Baek Hyun pun akhirnya memutuskan untuk menelepon Chan Yeol.

“Ya, Chan Yeol ah! Sejak kapan kau mengganti password di pintu dorm, huh?!”teriak Baek Hyun begitu telepon tersambung.

Baek Hyun hanya mendengar keheningan di seberang telepon, cukup lama hingga membuatnya berdecak kesal, “Ya, Chan Yeol ah! Kau dengar apa kataku!? Cepat bukakan pintunya!”

Selang beberapa waktu, terdengar suara lirih Chan Yeol di seberang telepon, “Bo…bohong… bohong…”

“Aisssh, tidak Joon Myun hyung, tidak kau, semua mengataiku bohong, memangnya apa salahku? Sudahlah, itu tidak penting, yang terpenting sekarang cepat bukakan pintu dan biarkan aku masuk! Kau tahu, aku hampir mati ketakutan di luar, cepatlah pabo!”

Baek Hyun menggelengkan kepalanya begitu di seberang telepon hanya terdengar keheningan lagi, ia mendengus. Baek Hyun mulai tidak sabar, ia menggedor-gedor pintu dorm sementara ponselnya masih juga menempel di telinganya.

“Bukankah… Baekhyunnie…..”

“Apa!?”teriak Baek Hyun tidak sabar.

“Bukankah Baekhyunnie sudah pulang dari tadi?”

Baek Hyun terdiam, ia masih berusaha mencerna kata-kata Chan Yeol di ponselnya.

“Bukankah Baekhyunnie sedang di kamar sekarang?”kata Chan Yeol, terdengar nada cemas dan takut di dalam suaranya. “Lalu… kau siapa?”tanyanya lagi.

Tubuh Baek Hyun kembali melemas, jantungnya berdebar kencang, dan untuk kesekian kalinya ia mengelus tengkuknya pelan, ia kembali merinding. Baek Hyun memejamkan matanya, berusaha melawan rasa takutnya. Ia kembali menempelkan ponselnya di telinganya, “Chan Yeol ah, aku Baek Hyun. Aku sedang di luar sekarang, jadi cepatlah kau bukakan pintu untukku! Dan aku peringatkan, seseorang yang ada di dalam dorm itu bukan aku! Akulah Byun Baek Hyun yang asli!!”

Tuuuuuutttttt…..

Chan Yeol tiba-tiba memutuskan telepon, Baek Hyun mendengus kesal, ia langsung membanting ponselnya dan kembali menggedor-gedor pintu dorm.

_______

“Hyung, sepertinya kita harus benar-benar mendobrak pintu kamar Baek Hyun hyung.”

Joon Myun mengangguk mendengar penuturan Jong In, ia pikir sudah tidak ada jalan lain selain mendobrak pintu sebelum Baek Hyun akan benar-benar melakukan sesuatu yang aneh di dalam kamar mengingat kondisi namja itu yang sungguh mengkhawatirkan.

Joon Myun dan Jong In barusaja akan menyiapkan kuda-kuda untuk mendobrak pintu kamar Baek Hyun ketika Chan Yeol datang dengan wajah pucat setelah sempat menerima telepon beberapa waktu lalu.

“Joon Myun hyung, apakah kau mengganti password di pintu dorm kita?”

Joon Myun memiringkan kepalanya, “Tidak.”katanya kemudian. “Memangnya kenapa?”

Chan Yeol tampak menelan ludah, sesaat kemudian ia menunjukkan ponselnya pada Joon Myun. Di layar ponsel tertera daftar panggilan, Joon Myun dan Jong In langsung memelototkan matanya begitu melihat daftar panggilan terakhir di ponsel Chan Yeol, Baek Hyun.

“Baek Hyun hyung menelepon dari dalam kamar? Tapi aku tidak mendengar ia menelepon siapa-siapa, aku sudah mengupingnya dari tadi dan dia hanya mengucapkan sederet kalimat-kalimat aneh yang tidak aku mengerti artinya.”kata Jong In lirih.

Mendengar itu, kedua mata Chan Yeol melotot sempurna. Dalam hitungan detik, ia telah melesat meninggalkan Joon Myun dan Jong In yang masih juga memasang wajah bingung. Chan Yeol berlari menuju pintu dorm yang digedor-gedor dari luar, tanpa pikir panjang ia segera membukanya. Dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat sosok Baek Hyun di sana. Baek Hyun yang benar-benar terlihat kacau dan frustasi. Wajahnya pucat pasi dan napasnya terengah-engah, peluh membasahi sekujur tubuhnya.

Mata Chan Yeol membulat sempurna melihat pemandangan di hadapannya, ia lantas berteriak, “Baekhyunnie, kau baik-baik saja?!!”

____TBC_____

Gimana readerdeul, kurang nyeremin? Kurang bagus? Kurang mendebarkan? Kurang panjang? Atau kurang geje? #plak Haha, mian banget yah karena author ga pernah bikin ff macem begini sebelumnya, jadilah seperti ini jadinya, lalala. Rencananya sih, author bakal publish ff ini tiap malam jum’at, harapan author sih biar feelingnya dapet *amin. Ok dah, kalo yang comment banyak entar author lanjutin, kalo enggak, gimana ya…. wkwkw ^^v

Dan readers sekalian, author bener” butuh asupan oksigen (RCL) nih, jadi jangan lupa tinggalkan jejak/komentar/like yah. Jeongmal gamsa ^^

115 responses to “The Dirty Soul [Part 1]

  1. Daebak!!
    bagus banget FF nya..
    feel nya dapet banget..
    kata kata nya pun gampang dicerna..
    jempol bertebaran(?) lah buat Author (y)

  2. ini padahal aku bacanya sore lho tapi kok ya merinding ya.__. itu arwahnya yg penjaga supermarket ya?………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s