THE SECOND LIFE [PART 4]

THE SECOND LIFE [PART 4]

Author : Keyholic (@keyholic9193)

Main Cast : Byun Baekhyun,Shin Hyunchan

Minor Cast :

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

Suho

Yoon Jisun

Lee JinKi as Baekhyun’s Father

Genre : Romance/fantasy

Rating:  PG 16

Poster by : Cute Pixie

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4

*semuanya hanya karangan saya yang terinspirasi dari dramkor  49days *

 

***

Hidup kedua.Hal tersebut biasanya kadang hanya nampak di drama-drama televisi atau karya fiksi lainnya.Tapi apakah itu memang ada? Maksudku, saat kau benar-benar telah divonis meningal dan tiba-tiba seseorang menawarkan mu untuk menjalani sesuatu dan kau akan mendapatkan kehidupan kedua mu.Apa kalian percaya soal itu?

***

Baekhyun memasang earphone di kedua telinganya,mengabaikan kebisingan di sekitarnya.Hari ini  dia sengaja tak membawa mobil dan memutuskan untuk berangkat ke sekolah dengan subway.Di jalan sedang terjadi demo besar-besaran,mengingat ini hari buruh di korea selatan,makanya Baekhyun tak mau ambil resiko terjebak dalam kemacetan.Suasana subway kali ini terlihat lebih ramai dari biasanya,tentu saja karena bukan cuma dia saja yang berfikir untuk naik subway demi menghindari kemacetan.

Semuanya tampak biasa saja,hingga ada sesuatu yang menarik perhatian Baekhyun. Tepat di dekatnya seorang anak yang kira-kira berumur 15 tahunan terlihat sibuk mengutak ngatik tasnya.Perlahan ia mengeluarkan sebuah pakaian yang sepertinya sebuah seragam sekolah dari dalam tas lusuhnya.Baekhyun memperhatikan penampilan anak itu.Di pagi hari yang biasanya kebanyakan orang pasti berwajah segar,namun beda dengan anak itu.Tampangnya sudah terlihat begitu letih.Baju kaosnya yang sebentar lagi tertutupi oleh seragam sekolahnya terlihat penuh dengan bekas peluh.Sementara celana yang sepertinya itu adalah seragam sekolah,sudah tampak tak bersih lagi.

“Ya! Kau habis kabur dari rumah yah? habis mabuk-mabukan?” Tebak Baekhyun asal pada anak itu.

Si anak yang merasa bahwa dirinyalah yang sedang diajak berbicara,kemudian berbalik dan tersenyum.

“Mwo?” si anak memandangi dirinya.

“ Haha Anhi Hyung.” Anak itu tertawa kecil tanpa ada rasa ketersinggungan dari apa saja yang dilontarkan mulut Baekhyun.

“Terus kenapa kau..”

“Aku habis pulang mengantar pesanan susu.” Jawab sang bocah memutus ucapan Baekhyun.

Baekhyun terlihat heran lalu kemudian si anak menambahkan.

“Aku bekerja jadi pengantar susu.”

Baekhyun hanya mengangguk.

“jadi setelah mengantar susu,kau akan berangkat ke sekolah?” Tanya Baekhyun menatap seragam anak itu.

“Uhm.Ne.”   jawabnya sang anak yang kini sudah memakai seragamnya dengan lengkap.

Si anak terlihat merapikan rambutnya,lalu kemudian Baekhyun kembali bertanya.

“Hei~ Bukannya kau ini masih di bawah umur?Kenapa bekerja huh?”

Anak itu memandangi Baekhyun,lalu kemudian tersenyum .“Karena kalau tidak bekerja ,mau bayar uang sekolah pakai apa? Aku hanya punya eomma,dan untuk mengisi perut saja ia sudah bekerja keras.aku tak bisa membebaninya dengan biaya sekolah ku.” Jawabnya santai, sambil kedua tangannya masih bergelantungan ditiang subway.

“kau siswa Shinwa High school yah Hyung?” si anak kembali menoleh ke Baekhyun sambil menatap lambang yang tertera di seragam Baekhyun.

Baekhyun hanya mengangguk bangga.

“Wae? Kau mau juga bersekolah di sana?” lanjutnya.

“anhi.Hanya sekedar berhayal tentang itu saja.” Pandangannya menerawang,sepertinya membayangkan dirinya menjadi salah satu murid dari sekolah terkeren dan terbagus di Seoul itu.

“Berhayal?”

“Uhm.Karena  untuk bersekolah di sana itu tak akan mungkin bagi ku,jadi aku hanya bisa berhayal saja.” Anak itu tersenyum memamerkan deretan gignya yang tersusun rapi,walau ada kesedihan di anatara senyumnya.

Ia kembali berdiri membelakangi Baekhyun.

“Kau termasuk orang yang beruntung bisa bersekolah disana.”

Baekhyun menatap  punggung anak itu.Detik itu juga seluruh kata-kata yang diucapkan Hyunchan padanya kemarin kembali terngiang.

“Seharusnya kau bersyukur atas nasib yang kau dapatkan.Dengan takdirmu sebagai anak konglomerat membuatmu dapat mengecap pendidikan yang bagus,nyaman dan berkualitas.Kau tahu,di luar sana ada banyak anak yang begitu ingin merasakan bagaimana bersekolah di tempat ini,sama seperti mu.Mereka punya semangat,mereka pandai namun karena kendala biaya mereka hanya mampu mendapatkan pendidikan yang ala kadarnya.Sedangkan kau,yang dimana bisa mendapatkannya tanpa perlu menguras keringat,justru hanya bersantai-santai dan tak peduli dengan semuanya!”

Jujur saja,ia tak pernah sadar akan hal itu,sebelum ia betul-betul melihat faktanya.Seperti apa yang kini ia alami.Baekhyun berfikir bahwa orang-orang yang seperti bocah di depannya ini hanya ada di drama-drama saja.Maksudnya,dia tadak pernah menyangka bahwa di Negara maju seperti Seoul,masih ada juga ternyata yang kesulitan mendapatkan tempat bersekolah yang layak keran kendala uang.

Ia tak pernah melihat ke bawah,karena selama ini ia hanya melihat ke atas saja.Ia hanya perduli dengan dirinya dan kesenangannya saja.

Apa yang dikatakan Hyunchan memang benar,tak ada yang salah dari itu semua.Hanya saja Baekhyun tak bisa dengan mudah menerima pandangan orang yang sok menilai hidupnya.Dia tak ingin diatur oleh orang yang sama sekali tak mengenalnya dengan baik.Ia benci itu.

“Apa kau berniat menarik perhatian ku dengan bertingkah seperti ini?Berpura-pura sok dingin lalu mendadak sok perhatian.Ck..ternyata kau juga sama seperti wanita yang lainnya.Tapi ketahui satu hal..”

“sayangnya kau bukan tipe ku dan aku tak akan tertarik pada wanita seperti mu.”

Baekhyun menghelah nafas ketika kata-kata terakhir ia lontarkan ke Hyunchan terngiang kembali.Ia tersadar sekarang,bahwa kata-kata itu kini terdengar begitu menyakitkan.Rasa bersalah dan menyesal mulai mendatanginya.Ia tahu maksud Hyunchan mungkin baik dan ia justru membalasnya dengan kata-kata menusuk seperti itu.Semua orang tahu bahwa ketika ada seorang namja yang melontarkan ucapan seperti itu kepada seorang yeoja,itu bahkan jauh lebih sakit rasanya ketimbang namja itu mendaratkan tinju di wajah sang yeoja.

“Sepertinya aku sedikit keterlaluan.” Kembali ia menghela nafas lagi.

***

Baekhyun berjalan menyusuri koridor sekolah.Dan seperti biasa seorang gadis langsung  menyambutnya.

“oppa,kenapa belakangan ini kau jarang menemui ku?” sang gadis bergelayut manja di lengan Baekhyun.

“Belakangan ini aku sibuk,kau tahu kan persiapan kelulusan.” Ucap Baekhyun berbohong.

Sebenarnya ia sudah bosan dengan gadis  itu dan ia tinggal menunggu saat yang tepat untuk memutuskannya.Lagi pula sekarang dia sedang berpacaran dengan seorang Noona yang jauh lebih cantik dari yeoja yang dihadapannya ini.

“Hei! Kalian berdua ini,ckck ini masih terlalu pagi untuk pacaran huh.” Tiba-tiba suara dari arah belakang menegur mereka.

Ke dua orang itu langsung mengambil jarak ketika ternyata orang yang menegur mereka adalah guru.

“aishh,dasar anak muda jaman sekarang.” Desis sang guru menatap ke dua muridnya.

“Oppa,aku pergi dulu.” Ucap sang gadis tersenyum pada Baekhyun lalu membungkuk pada gurunya.

“Oh iya tuan Byun,Kuduengar beberapa hari yang lalu kau diare yah?” Tanya Park saem.

Bekhyun mengkerutkan jidatnya tanda bingung,siapa yang menyebarkan gossip seperti itu.

“Mwo? Siapa yang bilang?”

“Shin Hyunchan.” Jawab sang Guru

“Shin Hyunchan?” Baekhyun  memastikan bahwa ia sedang tak salah dengar.

“Di pertemuan kelas tambahan  kemarin dulu dia mengatakan bahwa kau terkena diare makanya tak masuk. Untung dia menginformasikannya.Hampir saja aku menghubungi ayah mu karena tiga hari tak masuk kelas.” Terang sang Guru

Baekhyun sama sekali tak mengerti kenapa Hyunchan sampai membuat alasan palsu pada gurunya soal ketidakhadirannya.Tapi di dalam hati kecilnya ia bersyukur.Ayahnya telah mengubah strategi.Setiap penurunan nilai terjadi maka ia akan menyita barang-barang  Baekhyun satu persatu. Otomatis ketika ia absen di kelas tambahan maka nilainya pasti akan berkurang,karena peraturannya memang seperti itu. Buktinya saja belum apa-apa,credit cardnya sudah di blokir oleh ayahnya dan hanya menyisahkan satu saja.Entah besok-besok apa lagi yang akan ayahnya sita dari dirinya.Untuk memperbagus citra Baekhyun  sebagai calon penerus perusahaan ayahnya yang belakangan ini sedang memburuk,itulah mengapa ayahnya mulai bertindak ekstrim.

“Dia berbohong demi aku?” Batin Baekhyun.

“ lain kali jaga kesehatan mu.Kalau kau merasa belum sehat,tak usah masuk kelas dulu.Arasseo!” sang guru menepuk-nepuk pundak Baekhyun dan ia pun pergi.

Sementara Baekhyun masih sibuk dengan fikiran soal Hyunchan yang berbohong deminya.Rasa bersalah semakin membesar ketika mengingat Hyunchan telah menolongnya dan tidak seharusnya ia berkata seperti itu kemarin.

Baekhyun terus berjalan hingga ia memasuki kelas masih dengan fikiran akan Hyunchan.

Setelah kau menolong seseorang bukannya mendapatkan terima kasih malah mendapatkan makian.Pasti rasanya sangat sakit. Itulah yang dipikirkan Baekhyun soal perasaaan Hyunchan.Tidak seharusnya ia marah bahkan sampai mengeluarkan ucapan tajam seperti kemarin.

Di lihatnya bangku Hyunchan yang masih kosong.Tumben gadis itu belum muncul,biasanya dia sudah ada duduk di situ jika jam begini.

“Hai kenapa wajah mu kusut?Ini masih terlalu pagi untuk bertampang seperti itu.” Canda Chanyeol.

“Tentu saja.Kau tau kan dia sedang jatuh bangrut sekarang dan tak bisa bersenang-senang dengan gadis-gadisnya.” Kyungsoo mengeluarkan gurauannya.

Baekhyun tak merespon candaan kedua temannya dan langsung duduk di bangkunya dengan malas. Fikirannya sedang berpusat pada Hyunchan.Melihat Baekhyun yang seperti itu ke dua temannya pun merasa heran.Tidak biasanya ia menjadi pendiam.

Kyungsoo memberikana kode seolah bertanya pada Chanyeol,ada apa dengan Baekhyun?

“Ya!Neo Gwenchana?” Chanyeol mendekat kearah bangku Baekhyun,menepuk pundak Baekhyun.

“Ne?” kali ini barulah Baekhyun sadar,bahwa sedari tadi dia melamun terus.

“Ya! Ada apa dengan mu? Kau membuat ku takut Baekhyun-ah” Ucap Chanyeol menatap ngeri.

“Apa sesuatu yang lebih buruk terjadi pada mu? Kalau itu semua tentang masalah keuangan mu,kau tak perlu khawatir.Ada Chanyeol yang siap menjadi bank berjalan mu?” Canda Kyungsoo.

“Ya! Kenapa aku?” Protes si Chanyeol.

“Bukan karena itu.Aku hanya kurang tidur saja.” Jawab Baekhyun asal dengan malasnya tak peduli dengan candaan teman-temannya.

“Mwo?” Chanyeol menutup mulutnya,ada sesuatu yang melintas di otaknya ketika Baekhyun berkata seperti itu.

“Kau dan pacar baru mu semalam..”

“Ya! Aisshh..bukan pabbo.Pergilah! jangan menggangguku.”  Baekhyun mendorong badan Chanyeol kembali ketempat duduknya.

Di sembunyikannya kedua wajahnya di kedua lipatan lengannya tepat di atas meja.

“Park Chanyeol,sepertinya kau semakin memperburuk moodnya.aissh..” Ucap Kyungsoo  sementara Chanyeol hanya cengengesan.

Tak lama setelah itu Hyunchan pun muncul dari balik pintu.Seperti biasa ia berjalan terus menuju bangkunya dengan  tatapan lurus ke depan.

Penampilannya kali ini tampak sedikit lusuh.Bagaimana tidak,sepeda pemberian Suho yang entah ia ambil dari mana mendadak rantainya terputus.Hyunchan berusaha menyambungnya tapi tidak bisa.akhirnya sepedanya itu dibawa ke bengkel  sepeda,untunglah bengkelnya tak jauh dari posisi Hyunchan berada.

Kyungsoo memperhatikan yeoja itu.Kemarin seharian mereka bersama di atap menghabiskan waktu yang sebenarnya kebanyakan terisi oleh keheningan.Matanya terpusat pada sebuah noda hitam yang menempel dengan sempurna di pipi kiri yeoja itu.

“Hei kenapa datang terlambat?” Tanya Kyungsoo sekaligus bentuk sapaannya.

Dan seperti biasa Hyunchan tak akan menjawab pertanyaan tidak penting seperti itu.Chanyeol yang melihatnya ,hanya bisa cekikikan.

“Ciee,yang dicuekin~” ledeknya dan langsung disambut dengan pukulan pelan dari Kyungsoo.

Sementara Baekhyun yang  sadar akan keberadaan Hyunchan  mulai mengangkat kepalanya,memandang gadis yang duduk tepat di belakangnya melalui sudut matanya.

Hyunchan tak peduli dengan sekitarnya dan segera mengeluarkan buku bacaannya.

“sepertinya sepeda mu bermasalah,Hyunchan-ssi.” Dan tebakan Kyungsoo itupun sukses membuat seorang Hyunchan menoleh padanya.

“Ini.” Ia mengeluarkan selembar tissue sambil menunjuk tempat dimana noda oli itu menempel.

Baekhyun dan Chanyeol kini harap-harap cemas,apakah Hyunchan akan mengambil tissue itu atau tidak.

Lama Hyunchan menatap tangan Kyungsoo yangmasih menggantung di udara.Chanyeol sudah menebak kalau Hyunchan tak akan mengambilnya dan dia sudah siap menertawai Kyungsoo jika dia gagal.Sementara Baekhyun posisinya kini sudah berbalik ke belakang menatap  tangan Kyungsoo yang menyodorkan tissue ke Hyunchan.Ia sendiri penasaran apa yang akan di lakukan Hyunchan.

Kyungsoo pun hampir menurunkan tangannya,tapi sayangnya ternyata tebakan mereka salah.

Perlahan tangan Hyunchan meraih tissue tersebut lalu mengambilnya dari tangan Kyungsoo.

“Gomawo.” Ucapnya sambil mengelap noda di pipinya.

Kedua orang itu terdiam,melihta reaksi Hyunchan barusan.Hyunchan bukanlah type orang yang bisa menerima bantuan orang lain,masih ingat kan ketika Baekhyun hendak menolongnya ke rumah sakit?

Tapi Kyungsoo,yeoja itu menerima pertolongan Kyungsoo tanpa paksaan sedikit pun.

Baekhyun kembali menghadap bangkunya dan menyembunyikan kepalanya di kedua lengannya,entah apa yang ia fikirkan setelah melihat kejadian tadi.Sedangkan Chanyeol masih terbengong.Sementara Kyungsoo dengan senyum lebarnya ia berkata “cheonmaneyo”.

***

Hujan mengguyur kota Seoul siang ini.Baekhyun berdiri tepat di depan pintu masuk gedung sekolah memandang kosong ke  arah lapangan di hadapannya yang di serbu ribuan titik-titik kecil dari langit.

Ia menyesal tak membawa mobil hari ini.Sekarang satu-satunya cara ialah hanya menunggu hujan sedikit redah.Ingin pulang bersama Kyungsoo dan Chanyeol tapi mereka ada kelas tambahan hari ini.Park saem guru kelas tambahan Baekhyun ada urusan penting hari ini,maka dari itu kelas tambahan beliau di liburkan dulu.Sekolah nampak sunyi dan Baekhyun mulai kesal menunggu hujan yang tak kunjung meredah.akhirnya karena Baekhyun ini orang tidak sabaran,dia pun memutuskan untuk menerobos hujan saja.Toh di depan gerbang sekolah ada halte bus.Dia bisa berlindung disana sambil menunggu taksi lewat.

Kakinya melangkah keluar dari gedung sekolah,tapi ada sesuatu yang aneh.Ia tak merasakan serbuan hujan sama sekali.Di tengoknya ke atas,ternyata sebuah payung putih bening tengah melindunginya dari serangan hujan.Baekhyun menengok kesamping dan didapatinya yeoja yang sedari tadi terus mengusik pikirannya.

Shin Hyunchan.

Baekhyun kaget dengan kehadiran yeoja itu,tapi dia sedikit senang karena dirinya tak harus basah terkena air hujan.

“Aku bisa pastikan,sebelum kau meneyebrangi gerbang sekolah pakaian mu pasti sudah basah semua.”

Ucap Hyunchan memandangi Hujan yang makin deras.

Baekhyun masih terdiam,maksudnya ia hanya kaget dengan pertolongan Hyunchan ini.Belum selesai ia menemukan alasan kenapa ia menolong Baekhyun membolos di kelas tambahan waktu itu,dan sekarang ia harus mencari jawaban lagi atas pertolongan Hyunchan kali ini.

“kau ingin ikut atau tidak?Kita akan basah jika seperti ini terus.” Hyunchan heran melihat Baekhyun yang tak bergerak sama sekali.

Akhirnya dua anak manusia itu berjalan menuju gerbang sekolah di selimuti keheningan.Entah mengapa jarak gerbang dan gedung sekolah saat ini terasa begitu jauh.

Baekhyun menatap Hyunchan,ia sadar inilah saatnya untuk memperbaiki semuanya.

“Soal itu..” ternyata tanpa disengaja keduanya mengucapkan kata-kata yang sama.

Mereka berdua berhenti tepat di tengah-tengah lapangan.

“kau duluan.” Ucap Baekhyun mempersilahkan.

“Uhm.Soal waktu itu…aku minta maaf.Tak seharusnya aku berkata seperti itu.Joseonghamnida.” Ucap Hyunchan tanpa memandang ke  arah Baekhyun.

Baekhyun hanya terdiam,ia tahu masih ada lanjutan dari kalimat Hyunchan.

“Aku bukannya sok peduli atau ingin mencari perhatian mu.Aku hanya memposisikan diri ku sebagai teman kelas.Teman kelas mana yang mau melihat teman kelasnya menjadi buruk?” Hyunchan mengulang kalimat yang hampir sama seperti yang di ucapkan Baekhyun pada Hyunchan ketika menolongnya.

Suasana hening,yang terdengar hanyalah deru suara hujan yang terus menerjang atap payung yang mereka tumpangi.

“Aku juga minta maaf soal kejadian waktu itu.Tidak seharusnya aku berkata kasar seperi itu.”

Baekhyun menghela nafas.

“Jadi bagaimana kalu kejadian tempo hari itu kita lupakan saja dan anggap tak pernah terjadi.” Baekhyun tersenyum menatap Hyunchan memamerkan deretan gigi indahnya.

“Uhm.” Hyunchan mengangguk dan hendak melanjutkan perjalanannya lagi.

“Hyunchan-ah.”

Hyunchan berbalik manatp Baekhyun,membuat jarak mereka terlalu dekat.Akhirnya yeoja itupun  berusaha mengambil jarak.

“Gomawo ,untuk  alasan ketidakhadiran ku di kelas tambahan.”

Hyunchan terdiam.

“ayo cepat! hujannya semakin deras.” Ucapnya tak membalas ucapan terima kasih Baekhyun.

Dan tanpa orang sadari seulas senyum yang sangat tipis terpampang di wajah Hyunchan.

Mereka kembali melanjutkan jalannya.Baekhyun menatap Hyunchan dan tanpa sengaja dilihatnya kalau sedari tadi ternyata payung itu lebih banyak mengarah kepada dirinya sehingga sebagian pundak Hyunchan basah terkena percikan air hujan.

“kau akan sakit kalau seperti itu.” Tangannya merangkul pundak Hyunchan membuat mereka berdempetan.

“begini lebih baik.” Ucap Baekhyun langsung mengambil alih payung dan membuat sisinya seimbang.

Sementara Hyubchan ia tak tahu apa yang terjadi pada dirinya.Cuaca sangat dingin disisni tapi kenapa ia merasa wajahnya memanas? Ia bisa mendengar degup jantungnya,seperti degup jantung orang yang habis berlari.

“Kau yakin tak ingin pulang bersama ku?” Baekhyun menawari tumpangan untuk terakhir kalinya  pada Hyunchan sebelum ia memasuki pintu taksi.

Sekarang mereka telah berada di halte bus.

“Anio.Aku baru ingat ada sesuatu yang ketinggalan di kelas.” Ucap Hyunchan berbohong.

“Oh begitu.Baiklah.annyeong.” baekhyn pun masuk ke dalam taksi dan memberikan lambaiannya melalui kaca jendala taksi itu.

Hyunchan menatap taksi yang ditumpangi Baekhyun semakin menjauh hingga hilang dari pandangannya.

Tangannya bergerak ke arah pundaknya yang di rangkul Baekhyun tadi,menyentuhnya.

Sementara dari kejauhan Suho sedang memandanginya.

“Semoga ini tak seperti yang kutakutkan.”

***

Hari sudah hampir gelap namun hujan tak kunjung redah juga.Genangan air sudah mulai terlihat dimana-mana.Langit masih saja tertutup awan gelap dan sepertinya sang mentara tak akan muncul hingga malam tiba.

“Kau sudah siap,Jisun-ah?” Chanyeol memberikan aba-aba.

Sebentar lagi mereka juga akan berlari menembus hujan dengan modal jas seragam sekolah Chanyeol.Mereka sedari tadi menunggu dan hujan tak menunjukkan tanda-tanda inginberhenti.Chanyeol habis selesai dari kelas tambahannya,sedangkan Jisun baru saja selesai dari latihan dancenya,itulah mengapa mereka bisa pulang bersamaan.

“satu..dua..tiga..”

Kedua orang itupun berlari menembus hujan yang masih terlalu deras,membuat pakaian mereka basah.

Begitu tiba didalam mobilnya Chanyeol segera mencari handuk kecil  untuk mengeringkan kepala mereka.

“Ini.” Ujarnya memberikan handuk pada Jisun.

Chanyeol mulai menyalakan pemanas ruangan di mobilnya agar mereka tak kedinginan.Sementara tangannya yang satu masih sibuk menggosok-gosokkan handuk di rambutnya yang basah.

Dilapnya wajahnya dan begitu ia menoleh  pandangannya terhenti menatap Jisun yang tengah mengeringkan rambutnya.

Yeoja di sampingnya entah kenapa terlihat begitu cantik dengan rambut basahnya.Apa ia yang buta atau apa tapi kenapa ia baru sadar detik ini kalau Jisun itu sangat.. cantik.

Jantungnya berdegup kencang.Wajahnya mulai memerah.Perlahan tanpa ia sendiri sadari badannya mendekat ke arah Jisun.Jisun yang kaget dengan reaksi tiba-tiba Chanyeol berhenti dari aktivitasnya dan memundurkan badannya.

“oppa.Wae?”

Chanyeol makin mendekat sementara Jisun menggenggam erat kedua tangannya saking gugupnya.Apakah ini akan menjadi first kissnya? Matanya perlahan menutup.

Chanyeol sudah semakin dekat hingga yeoja itu dapat merasakan hembusan nafasnya.

Tinggal sedikit lagi sebelum akhirnya Chanyeol berhasil menyadarkan dirinya kembali.Ia terdiam sejenak menatap wajah Jisun yang sudah begitu dekat dengan mata sang gadis yang tengah tertutup.

“kau harus memasang seatbeltnya dengan baik.” Ujar Chanyeol kemudian lalu kembali ke posisinya.

Jisun membuka matanya dan suasana aneh pun menyelimuti keduanya.

Perasaan Chanyeol benar-benar tak karuan sekarang.Hampir saja ia mencium Jisun seandainya fikirannya sudah tak terkontrol lagi.Ia harus meyakinkan perasaannya dulu sebelum bertindak lebih jauh.

“Mianhae.” Gumamnya pelan hingga Jisun tak dapat mendengarnya.

***

TBC ..batuk berdahak flu *eh ini apasih* -__-

Annyeong ffnya muncul lagi..Mian kalo part ini lebih ancur dari yang kemarin.Mian jug akalo banyak typonya yah 😀 hohoh

Kali ini bagian partnya Chanyeol-Jisun yang lagi hawwt hawwtnyaa wkkwwkw

Semuanya di komen di komen

Goamawo buat yg udah baca ^_____ ^

Yang telat komennya dari part satu gak usah komen dari sana, langsung komen di part ini aja oKEYY..

SAMPAI JUMPA JUMAT DEPAN !!!

 

85 responses to “THE SECOND LIFE [PART 4]

  1. yeee akhirnya baikan juga baekhyun sma hyuncan
    hmm kayaknya apa yang dikhawatirkan sma suho bakalan terjadi,benih” cinta diantara mereka berdua bkalan tumbuh hihi^^,hayo itu chanyeol hampir aja nyium jisun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s