Painful Warmth

Author     : YanluSarang_Yanlu

Length      : Drabble

Genre        : Romance, sad

Rating       :  T

Cast            : Kim Kibum (Shinee), Lee Eunhye (OC), and other.

Akhirnya saya kembali ngepost, ini juga dari mimpi lagi. aduh..kenapa ngimpinya galau melulu ya? 😦 ya udah cekidot aja tapi bukan kelanjutan drabble kemarin ya. Kalo mau lihat drabble lain A Little Piece of My Heart Still in You

Embun bekas hujan masih menguap. Indra penciumanku masih merasakan kesegaran bau basah tanah dan daun-daun mint. Membawa aroma terapi tersendiri bersamaan hati yang berbungah saat ini.Sepasang mata yang ku amati dari samping tubuhku memandang teduh jalanan basah yang masih terkena tetesan gerimis. Cukup lama aku menatapnya dan aku tak pernah bosan untuk mengukir senyum.

Tetes hujan membasahi bagian tepi bahu jaketku namun tidak sedikitpun hal itu mengalihkan perhatianku darinya. Lalu kulihat dia menoleh beralih menatapku. Tidak! Lebih tepatnya bahuku. Aku ikut mengalihkan pandanganku lalu ia menepuk bahuku dengan lembut menyingkirkan tetesan hujan yang sedikit membasahi bahuku rupanya. Diam-diam aku tersenyum melihat perlakuan itu namun ia tidak sama sekali menunjukkan ekspresi yang menyiratkan kalau ia benar-benar perhatian padaku meski perlakuan itu merupakan salah satu yang aku sukai darinya.  Ia memang terlihat acuh dan tak peduli keadaan namun di balik itu sikapnya tidak lebih karena ia adalah namjaku. Cukup lama aku kembali menatapnya namun kali ini pandangan matanya terpaku pada suatu objek. Aku mengikuti arah pandangnya dan seketika senyumku memudar. Detak jantungku kembali berdetak tapi lebih kencang dari sebelumnya saat seorang gadis menghampirinya. Gadis itu tersenyum sumringah padanya namun senyuman itu berubah saat ia memandangku, senyum simpul. Senyuman yang berbeda saat ia berikan untuk namja yang berada di sampingku. Namja yang kini telah terikat denganku meski hanya sebatas cincin, yang kini melingkar di jari manisku. Aku membalas senyumannya meski dipaksakan juga. Ku lirik sekilas Kibum, namjaku sedang menatap khawatir melihat keadaan gadis itu cukup basah. Dugaanku benar, Kibum melakukannya. Dia membungkus tubuh gadis itu dengan jaket tebalnya. Aku terhenyak, pancaran mata Kibum terbaca olehku. Aku bisa mengetahui kalau ia masih mempunyai perasaan itu. Gadis itu masih berada jauh di dalam hati kecilnya. Jauh dikhawatirkan dan di rindukan olehnya selama setahun berjalan kami pindah dari Jepang ke Korea. Ku tatap cincin yang sedang ku pakai sembari menangis dalam hati. Hatiku yang baru saja hangat harus kembali merasakan dingin. Dingin akibat sentuhan palsunya. Sentuhan hangat yang menyakitkan.

Tiba-tiba Kibum menyentuh kedua pipiku menengadahkan wajahku yang sudah lama menunduk. Aku masih membisu dan tak mau berkata apa-apa padanya. Dengan terpaksa aku melihat kedua bola matanya. Sorotan mata yang membuatku seperti tersihir olehnya, tak sedikitpun aku bergeming meski ia menatapku dengan pandangan lesu. Pandangan yang membuatku khawatir kalau ia akan berkata sesuatu yang tidak ku inginkan. Sesuatu yang pastinya akan ku telan meski pahit. Dia menggerakan bibirnya perlahan meski asap dingin mengepul dari mulutnya. Aku tuli! Entah kenapa saat ini juga suara kendaraan di depan begitu bising padahal sedari tadi tidak begitu ramai. Aku menggeleng tak paham apa yang sedang ia bicarakan tadi. Ia menghembus nafas berat dan tak berniat memberitahukanku lagi perihal apa yang tadi sempat ia ucapkan namun tak terdengar olehku. Kemudian ia melepaskan tangannya dari pipiku. Gadis yang masih berada di hadapan kami tersenyum kembali namun kini hanya pada Kibum senyuman itu di tunjukkan. Perasaanku nyeri terlebih saat Kibum menunjukkan senyuman tulusnya untuk dia namun senyuman itu tidak pernah aku dapatkan darinya.

Hujan kembali mengguyur kami saat kami sudah tak meneduh, dengan terpaksa kami berteduh kembali. Ku lihat Kibum masih lebih peduli pada gadis itu. Aku berusaha terlihat tegar meski sebenarnya aku ingin sekali berteriak di hadapannya. Memberitahunya supaya ia melupakan dia, gadis itu.

Ketika aku bergumul dengan hati dan pikiran seseorang merangkul leherku. Kedua tangan itu dengan lembut merangkulku seperti mencoba menenangkanku dari kegundahan dan mengurangi rasa sakit ini. Dia, Sehun adalah kakak kandungku yang kini mencoba menenangkanku. Aku tak tahu darimana datangnya tapi aku tak peduli. Aku membutuhkannya sekarang. Aku butuh dia untuk menenangkanku dan menjauhiku dari perasaan sakit ini. Kehangatan yang menyakitkan…

Advertisements

16 responses to “Painful Warmth

    • hehe…udah bikin yang sad romance yang judulnya greatest tapi bukan ki bum sih, hehe mungkin nanti kapan-kapan, author lagi nggarap ff yang lain
      gomawo udah mbaca

    • gomawo udah mbaca,
      hmm..author udah bikin sad romance terus belum pernah ngepost yang happy, jadi kemungkinan nanti dulu, author lagi nggarap yang lain hehe…

  1. astaga, miris banget nasib eunhye. koq kibum tega banget sih >,<
    jgn2 mreka terikat krn perjodohan ya? sedih sih tapi untung msh ad sehun setidaknya yg bisa nenangin eunhye..

  2. Pliss bgt bkin lanjutan lg…aku gak mau digantung gini si eunhye…
    Dasar Key tukang PHP….untung ad sehun..
    Agak aneh klo sehun kakakny eunhye….beda marga soalnya ehehehe…

  3. SAYA TELAT BACA!!! >O<
    salut deh sama authornya bisa nuangin semuanya ke kata2, aku gk bakal bisa tuh -,-
    efef ini sama kerennya sama efef yg kemaren!! ToT
    you make me galau again, authornim T.T tanggung jawab #plakk *dasarreaderkurangajar*

    • wah, begitukah? gomawo ya udah nyempetin mbaca
      hihi, galauan mana yang ngrasain sama yang mbaca?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s