Someday,

Author: Vddid

Title: Someday,

Length: Oneshoot (6.600+ Words)

Rating: PG 15+

Casts:

– YOU

– Kim Joonmyun [Suho EXO-K]

– Baek Suzy [Miss A]

– Oh Saehoon [Sehun EXO-K]

– More…

Disclaimer: Pure my imagination

Sequel of My Pretty Boy

Author’s note: Mianhae, Jeongmal Mianhae (*bow). Saya baru post sequelnya sekarang. 2 bulan readers menunggu sequelnya. Mianhae. Soalnya author pernah sakit berat + blank ga tau mau ngelanjutinnya. Kritik dan saran diterima asal jangan yang terlalu ‘sadis’ dan kasar :D

Tulisan yang berwarna merah itu adalah pikirannya joonmyun.

Sorry, banyak typo -ku rasa 😀

Happy Reading~

Someday,

Kau berlari secepat yang kau bisa menuju rumahmu. Tidak perlu waktu yang lama karena taman itu lumayan dekat dengan rumahmu. Kau berlari sembari menghapus airmatamu yang tak hentinya keluar dari pelupuk matamu. Kau tidak menyangka bahwa kau akan sakit hati seperti ini. Menangisi orang yang kau cintai tapi ternyata sudah memiliki orang lain didalam hatinya.

Ketika kau sampai didepan rumahmu kau berlari dan membuka pintu rumah –yang tadinya tidak kau kunci sebelum kau keluar dari rumahmu – dengan asal dan menutupnya dengan kasar.

Seseorang yang berada diruang tamu, yang sedang asiknya bermain laptop sedikit terlonjak dari sofa karena kaget setengah mati mendengar pintu yang ditutup dengan kasar –bisa dideskripsikan kau menutupnya dengan cara membanting pintu itu dengan kuat, dan suara pintu itu dapat didengar dengan jelas dan sangat tidak enak didengar. Dia heran. Tidak seperti biasanya orang yang ia kenal menutup pintu rumah sekasar itu. Jikalau pintu itu ditutup seperti biasanya, dia pasti menghiraukannya dan lebih memilh berkutat dengan laptopnya dibandingkan melihat siapa yang masuk tanpa mengetuk pintu dulu. Toh, dia hanya tinggal berdua denganmu ditemani seorang pembantu yang biasanya datang jam 5 pagi dan pulang jam 10 malam dari rumahmu. Dan juga pembantu itu pasti tidak akan keluar masuk dari pintu utama rumahmu karena ia terbiasa melewati pintu belakang.

Dia melihatmu berlari –sambil menangis menuju kamarmu. Kau tidak tahu bahwa ada seseorang yang ada diruang tamu. Satu tujuanmu masuk rumahmu saat ini, yaitu kamar. Ya. Karena kau akan meluapkan rasa kecewa, marah –yang notabene entah pada siapa– dan menyesal didalam kamarmu. Kau meluapkan semua isi hatimu.

Kau menutup pintu kamarmu dengan kasar –tidak sekasar tadi– dan langsung berbaring ditempat tidurmu dengan asal, mengambil bantal guling yang sudah jatuh dilantai kamarmu dan menangis dibaliknya. Kau menangis sesegukan. tidak perduli dengan rokmu yang sudah terangkat dan menunjukkan hot pants yang kau pakai untuk melapisi rokmu.

***

Seorang namja melihat seorang yeoja sedang menangis sesenggukan dibalik bantal guling yang dipeluknya. Dia berbaring ditempat tidurnya dengan asal. Rok yang dipakainya dengan jelas terangkat menutup badannya dan memamerkan hot pants yang dipakainya. Ia sebenarnya merasa ‘ngeri’ melihat yeoja yang sedang menangis itu. Karena bisa-bisa ia kehilangan kontrolnya dan meniduri yeoja itu –karena kondisi yeoja itu saat ini yang acak-acakan, tidak sadar akan dirinya yang hampir memamerkan ‘sesuatu’ tetapi tertutup dengan hot pants dan kakinya yang panjang, putih mulus. tetapi ia memberanikan dirinya mendekatinya dan merapikan rok yeoja itu. Sejak kapan yeoja ini menangis tak karuan seperti ini? Tidak seperti biasanya yang terbilang sedikit feminim, ceria dan pendiam, pikirnya.

Perlahan ia mengambil bantal guling yang dipegang yeoja itu dengan hati-hati, duduk di kasur dan menatap yeoja yang sedang menangis itu. Matanya sembab dan eye liner-nya sudah luntur, ditambah bibirnya yang sudah pucat menghiasi wajah yeoja itu saat ini. Sejak kapan yeoja ini menangis seperti ini? Dan kenapa ia bisa seperti ini?, pikirnya lagi.

Yeoja itu bangun dari posisi tidurnya dan bersandar disandaran tempat tidur sembari berusaha mengapus airmatanya. Sisa-sisa tangisan dan sesegukannya masih terdengar. “Aku ambilkan air minum.” Katanya sembari beranjak dari kasur menuju dapur untuk mengambil segelas air minum.

Yeoja itu adalah kau yang sedang menangisi dirimu sendiri. Betapa malangnya nasibmu. Menangis karena patah hati. Sebenarnya, tidak perlu ditangisi. Semua mahasiswa dikampusmu sudah mengetahuinya, termasuk kamu. Tapi kamu tidak percaya karena belum melihatnya langsung. Jadi, kau menganggap selama ini Joonmyun tidak memiliki pacar dan kau berusaha mendekatinya. Dan ketika kau melihatnya secara langsung, kau seakan shock dan tidak percaya akan kenyataan itu. Kenapa kau tidak menganggap joonmyun tidak mempunyai pacar? Tidak taukah kau jika kondisimu akan seperti ini jika kau dengan tidak sengaja melihatnya secara langsung? Betapa bodohnya dirimu. Dibutakan oleh namja yang bernama Kim Joonmyun itu.

Namja yang tadinya keluar dari kamarmu itu datang dan memberikanmu segelas penuh air putih dan kau meneguknya sampai habis. “Noona-ya, sebenarnya apa yang terjadi?” Dia bertanya dengan nada yang lembut, mencoba menenangkanmu. Dia adalah adikmu. Adik satu-satunya yang bernama sehun. dia tinggal serumah denganmu tanpa orangtua. Orangtuamu bekerja diluar neg’ri sehingga mereka tidak bisa tinggal dengan kalian.

“Joo-Joonmyun,” ketika nama itu kau sebut, tangisanmu pecah untuk yang ke dua kalinya. Sehun memelukmu dan mengusap punggungmu, mencoba menenangkanmu. “Joo-joonmyun ternyata sudah memiliki pacar, sehun-ah.” Katamu terbata-bata. Sehun menghentikan aktivitasnya mengusap punggungmu, dan mulai mengepalkan tangannya sekeras mungkin, menahan amarahnya yang mulai meluap. “noona, aku mohon, lupakan dia. Jangan terlalu berharap padanya, noona-ya.” Sehun melepaskan pelukannya. “Arghh!” sehun mengacak rambutnya frustasi. Sudah berapa kali ia mengingatkan kau untuk melupakan joonmyun tapi kau tidak mau mendengarnya.

***

Ting Tong!

Seseorang memencet bel rumahmu. Pembantumu yang membukakan pintunya. “Annyeong Ahjuma. Aku ingin bertemu dengan noonanya sehun. Aku temannya.” Katanya tanpa basa-basi. Pembantu itu langsung mempersilahkan orang itu masuk dan membiarkannya pergi masuk kedalam. Dia pergi berjalan menuju kamarmu. Ia membuka pintu dan mendapatimu yang sedang duduk mengkhayal dengan mata sembab dan bibir yang pucat. Sama seperti mayat hidup.

“ada masalah apalagi huh?” tanyanya sembari berjalan kearahmu dan duduk disampingmu. “Coba kutebak. Pasti ini masalahnya suho-mu kan? Your Guardian angel? (Suho in korean means Guardian)” katanya dengan nada dingin. Kau menoleh kearahnya dan menatapnya sinis. “Jangan menatapku seperti itu. Cepat ceritakan apa yang terjadi sehingga kau bisa seperti ini.” Katanya dingin. Kau hanya diam, masih merenung apa yang terjadi. Tatapanmu kosong dan orang yang berada disampingmu tanpa kau sadari sudah lama memperhatikanmu.

Kau menceritakan semua yang terjadi sehingga kau bisa seperti sekarang ini. Kau meluapkan semua isi hatimu kepadanya, tidak peduli dengan adikmu yang juga mendengar apa yang kau ceritakan kepada orang yang ada disampingmu.

Sehun yang sedari tadi datang dan mendengar pembicaraanmu dengan temanmu, langsung mengepalkan tangannya sekeras mungkin, geram akan namja yang bernama Kim Joonmyun yang bisa-bisanya menyakiti hati kakaknya, yaitu kau. Ia mengedarkan pandangannya didalam kamarmu, dan mendapati sebuah bingkai foto yang dipajang didinding kamarmu. Isinya bukanlah foto, melainkan tulisan yang bertuliskan nama seorang namja yang dicintaimu, Kim Joonmyun.

Sehun mengambil bingkai foto itu dengan kasar, dan membantingnya dilantai kamarmu sehingga bingkai itu rusak tak berbentuk.

“YAK! ADA APA DENGANMU SEHUN? SEENAKNYA SAJA KAU MERUSAK BARANGKU!” kau marah, marah karena sehun yang merusak bingkai foto itu. Sehun menatapmu dengan tatapan kosongnya. “Na-ya, I can’t see u like this. So, Please move on!” katanya. “Apa yang dikatakan sehun itu benar. Kau harus melupakannya. Jangan bergantung padanya lagi.” tambah temanmu yang berada disampingmu. “Suzy, bagaimana dia bisa melupakan si Joonmyun itu? supaya dia juga tidak menderita seperti ini kedepannya.” Kata sehun pada temanmu yang bernama suzy, yang duduk disampingmu. Kau hanya diam, tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena apa yang mereka katakan adalah yang terbaik untukmu. Kau hanya membiarkan mereka berdua berbicara satu sama lain.

“Dia harus meninggalkan semua yang berkaitan dengan joonmyun. Dia harus pergi ke suatu tempat yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan si joonmyun itu. lebih bagus lagi kalau ia tinggal ditempat itu.” saran suzy. Sehun tampak berpikir. Dan kau, menatap suzy dengan tatapan tidak percaya. Pergi ke suatu tempat dimana tidak ada kaitannya sama sekali dengan joonmyun? Bagaimana bisa? pikirmu saat ini. Bagaimana jika kau tidak bisa melihat joonmyun lagi? Bagaimana hidupmu nanti? Bisa diprediksi kau tidak bisa hidup tanpa melihatnya sama sekali. Karena kau sudah sengat mencintainya, sudah menggantungkan diri padanya, dan berharap banyak padanya. “Baiklah. Noona-ya, mungkin kau lebih baik tinggal di New York bersama Appa dan Eomma.  Lanjutkan kuliah disana. Dengan begitu, kau bisa melupakan si joonmyun itu!” kata sehun setelah ia berpikir cukup lama. Tinggal di New York? Bersama orangtuamu? Tanpa joonmyun? Apakah kau bisa?

Sedari tadi kau tidak mengeluarkan sepatah kata, karena kau juga sedang berpikir tentang masa depanmu. Apakah kau akan terus berharap pada joonmyun? Apakah kau harus mulai belajar melupakannya? Mungkin itu tidaklah gampang. Karena kau sendiri sudah menguncinya didalam hatimu. Sangat sulit untuk melupakannya.

“Aku akan menelpon eomma di New York tentang hal ini. Kau setuju noona?” tanya sehun padamu dan kau hanya diam. “Baiklah. Aku anggap noona sudah menyetujuinya.” Lanjut sehun lagi lalu pergi keluar dari kamarmu. Tiba-tiba pembantumu datang membersihkan lantaimu yang banyak serpihan kaca bingkai foto yang tadinya dibanting oleh sehun. Suzy, yang berada disampingmu menatapmu dalam diam.

“Lupakanlah dia. Dengan melupakannya, kau tidak akan seperti ini lagi. Aku tahu itu.”

***

“OPPA~!” teriak seorang yeoja yang sedang berdiri ditengah taman yang begitu luas. Dilihatnya seorang namja yang sangat dikenalinya sedang menatap seorang yeoja dengan penuh minat.

Melihatnya, seperti ada rasa damai dalam hati.

Senyumnya, membuatku ingin melihatnya lagi dan lagi.

Melihatnya menangis, membuat hatiku terasa sangat sakit dan ingin membunuh orang yang menyakitinya.

Dia seperti surga yang sangat ingin kukejar.

Tapi, perasaan apa yang kualami ini terhadapnya?

more? Here

Alternative (WordPress) Link Here

7 responses to “Someday,

  1. URGH!!!! ini ngantung ini….. ._.
    bisa-bisanya Sehun mikir ga bisa ngontrol diri ==”
    kukira disini Suzy jadi pacarnya Sehun, hehe…
    ada di link yang di atas ya? oke lah, gowes ke sono~~~~

  2. astaga, ga nyangka balikan lagi sama suho..
    sempet mikir klo sehun bukan adik kandungnya abis perilakunya kaya orang yg beneran cinta sama noonanya sendiri. ternyata bukan, krn saking sayangnya itu yg berlebihan..haha

  3. hah?!
    ni crita.a suho jg ska dong ama c ‘aku’??
    trs yeoja yg breng suho it syapa??
    msh gntung ya..
    tlg d lnjtin..

  4. wah sehun bahaya juga ya pikirannya -_- masa noonanya….ckck
    aku ngebayangin kalo aku yg jadi you..
    so..mungkin reaksiku akan sama seperti yg diatas…
    tapi si sehun sumpah aneh banget..masa noona sendiri mau digituin…serem *plak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s