A Dream [Marrying Onew]

Title : A Dream – Marrying Onew

Author : ontebiijjang / @Ebrygreenti

Length : Oneshot/ Drabble(?)

Cast(s) : 

Lee Jinki (Onew) – SHINee

Park Hyomin – T-ARA

Park Jiyeon – T-ARA

SHINee

Genre : Romance

Note : FF asli dari mimpi ditambah imajinasi. gambar dari mbah google 😉

Hyomin POV

“Chagi.. ireonna, palli.. kau ingin terlambat, ya!?” omel suara namja yang sepertinya kukenal memanggilku dengan sebutan chagi pula. Entahlah, mataku sangat berat untuk terbuka dan otakku malas berpikir. Aku terlalu nyaman dengan posisi tidur. Terlebih suaranya yang begitu merdu. Kurasakan napas beratnya yang menghembus wajahnya. Ah, membuatku makin malas untuk membuka mata hanya sekedar memastikan siapa namja ini.

Chu..

Dia.. mencium bibirku sekilas. Sontak membuatku membuka mataku karena terkejut. Aku langsung terduduk sempurna. Ternyata aku tertidur di kursi. Aku langsung menoleh kesamping, mendapati namja yang selalu kukagumi itu tersenyum memamerkan gigi kelincinya serta mata sipitnya.

“Onew?” tanyaku heran memandangnya yang sudah rapi mengenakan tuksedo hitam. Onew? Benarkah Onew, sang leader SHINee? SHINee, boy band kontemporer dibawah SM Management yang saat ini sedang naik daun. Nama mereka ada dimana-mana. Bagaimana tidak? Mereka tergolong lima namja yang berbakat.

Mulai dari sang lead vokal, Kim Jonghyun. Suaranya yang merdu dan khas sesuai dengan wajahnya yang tegas. Ia lah yang pertama kali membuatku jatuh cinta saat melihat music video mereka yang pertama – Noona Neomu Yeppeo. Ahh, bahkan sampai sekarang aku masih mencintai suaranya yang merdu itu dan dia begitu terlihat manly.

Lalu sang maknae, Lee Taemin. Namja berparas cantik yang pandai sekali menari. Aku suka melihat caranya menari, mempunyai karakter yang berbeda dari yang lain. Saat menari di berbagai variety show, hampir seluruh gerakannya berciri khas yang sama dan suara nya pun terbilang merdu.

Beralih ke sang Almighty, Kim Kibum atau Key. Dia namja serba bisa. Memasak, menarikan dance girl band, dan masih banyak yang susah kuingat karena terlalu banyak keahliannya. Dialah rapper di SHINee. Lalu sang Kharisma, Choi Minho. Entahlah, dia memang tampan dan lucu. Terkadang bersikap sok kharisma, tapi pada akhirnya malah menampilkan sosoknya yang cute.

Terakhir, sang Sangtae – Lee Jinki atau Onew. Namja di depanku. Aku, begitu MENCINTAINYA!! Entahlah, aku suka semua hal yang ada dirinya. Suaranya yang tak kalah merdu dengan Jjong, tingkahnya yang kadang-kadang aneh. Guyonnya yang sangat tidak lucu. Senyumnya yang paling membuatku jatuh cinta. Masing-masing member SHINee memiliki karakter yang khas, yang takkan pernah kau lupakan. Juga membuatku tak pernah berpaling dari mereka.

Kutatap dengan ragu, ia masih belum menjawab pertanyaanku yang sudah jelas jawabannya. Ia sangat tampan dan memang selalu tampan. Ia masih di posisi berlututnya, mungkin untuk mensejajarkan tingginya dengan aku yang sedang duduk dibangku hitam. Tunggu, kenapa dia bisa ada disini? Aku dimana? Aku menoleh sekelilingku, banyak foto-foto model ditempel di dinding serta kaca rias. Baru aku menyadari bahwa aku sedang berada di ruang ganti dan tata rias. Onew beranjak dari tempatnya lalu mengelus puncak kepalaku singkat membuatku tersipu malu. Apa yang sebenarnya sedang terjadi disini?

“Menurutmu?” tanya nya dengan senyum lalu membungkuk, kembali menyamakan tingginya denganku. Ia memiringkan kepalanya kekiri, sambil menatapku ia memajukan bibirnya. Aissh, kiyeowo..

“A! Apa hari ini aku kurang tampan, huh? Sehingga kau ragu?” tanya nya sambil mencibir, membuatku menggeleng seraya tersenyum. Tidak! Tampanmu tak pernah berkurang, Onew-ah. Onew kembali menegakkan tubuhnya.

“Kau benar-benar mengantuk, ya? Sampai aku harus menciummu dulu untuk membuatmu bangun.” Ucapnya seraya cemberut. Mendengar kata mencium, membuatku gugup. Oh, iya.. tadi aku terbangun karena di cium, kan? Whoaa.. whoa, ini benar-benar.. sulit kugambarkan dengan kata-kata.

“Eoh.. m-mian..” seruku singkat, terlalu malu.

“Yasudah, cepat ganti bajumu.. kita sudah ditunggu appa di gereja..”

“Baju? Gereja? Untuk apa?” lalu tanpa di perintah siapapun, seseorang datang kehadapanku membawakan gaun putih tak berlengan sepaha dengan bagian bawahnya yang mengembang. Sangat indah. Seperti gaun pengantin, eh? Gaun pengantin? Pandanganku beralih pada Onew, menatap nya heran. Dia kembali menghela napas dengan berat.

“Ya, itu gaunmu Hyomin-ah.. palli, kita sudah ditunggu appa mu sedari tadi..” jelasnya lagi. Maksudnya gaunku? Aku disuruh menjadi pengantin begitu? Kudengar ia mendecak lalu maju selangkah agar lebih dekat denganku. Ia memegang pipiku dengan kedua tangannya. Lalu menciumku lagi, kali ini agak lama membuatku kehabisan napas terlalu bahagia.

“Bukankah kita akan menikah?” tanyanya setelah melepas ciumannya tanpa melepas tangannya di pipiku. MWO!? MICHEOSSO!? A! Ini pasti sebuah kesalahan! Whoa! Bertemu dengannya saja sudah keajaiban namanya. Dia mengenalku pun sudah membuat kupu-kupu diperutku menari bebas. Lalu, dicium?itu sudah seperti anugrah. Lantas kini? Menikah dengannya!? Am i in heaven? Jika ini kesalahan, ini benar-benar kesalahan terindah kalau begitu.

“Ne?” tanyaku meragukannya. Mungkin saja Onew lagi amnesia, dan memang  kebetulan tunangannya bernama Hyomin juga. Jadi, ia salah orang. Aku tak mau begitu sudah terbang tinggi, lalu jatuh kekubangan.

“Kyeorunhae.. kyeong anha?” tanyanya. Benarkah? Denganku? Ahh, anggap saja aku memang sedang lupa. Kekeke~ siapapun nanti yeoja nya yang sebenarnya, mianhae aku merebutnya.

“Hwaksirhae?” tanyaku, sebenarnya aku sudah tak perduli dengan jawabannya. Yang penting, dia inginnya menikah denganku, kan? Dia membangunkanku dari tempat dudukku. Menarikku pelan kedalam pelukannya. Ahh, apalagi ini?! Kembali membuat jantungku serasa melompat-lompat. Mungkin jika seandainya aku memiliki penyakit jantung. Aku sudah terkena serangan jantung sedari pertama kali melihatnya, lalu mati tak sempat merasakan ciumannya dan pelukannya seperti sekarang ini.

“Wae? Kau yang menyuruh appamu untuk mempercepat pernikahan ini sebelum aku kembali ke Jepang lagi, kan? Kenapa sekarang kau malah bertanya dan seperti tak mengenalku, hah? Kau menyesal memintaku untuk menikahimu hari ini? Aku tahu, aku salah memajukannya hanya dalam beberapa jam setelah kau memintanya. Kau masih ingat, kan? Kau memintaku menikahimu kemarin? Apa ini terlalu cepat?” rajuknya panjang lebar dengan nada sedih. Jeongmal?! Yah, tak apa lah. Begini juga lebih baik.

“Iya, iya.. aku ingat..” jawabku pada akhirnya sebelum dia berubah pikiran.  Entah benar atau tidak, yang penting aku menikah dengan nya. Onew melepas pelukannya, lalu mengacak rambutku yang memang sudah berantakan.

“Oke, kalau begitu aku tunggu kau diluar ya? Jangan lama-lama..” ucapnya kembali mengelus kepalaku singkat. Aku mengangguk senang, Onew pun langsung meninggalkanku bersama penata rias. Ahh, aku tak akan melupakan betapa bahagianya aku saat ini.

€Y

Aku membuka pintu ruangan, melihatnya yang berdiri tak jauh dariku dan membelakangiku dengan tangan yang disilangkannya dibelakang. Ia terus saja membuatku tak pernah berhenti untuk tersenyum melihat tingkahnya. Apakah ini memang benar-benar pernikahanku? Menikah dengan namja yang tak pernah ada celanya dimataku adalah kebahagiaanku yang terbesar selama hidupku. Aku bahkan masih belum percaya hingga saat ini bahwa aku akan menikah dengannya. Dia membalikkan tubuhnya begitu aku melangkahkan kakiku untuk maju selangkah. Dia terlihat sangat terkejut.

“Wae? Apakah aku terlalu cantik?” tanyaku bercanda seraya tersenyum malu. Aku sendiri terkejut melihat bayanganku di cermin tadi. Dia – aku yang berada dicermin, sama sekali tak mirip denganku yang asli. Kurasa memang penata riasnya lah yang sangat profesional.

“Hmm.. bagaimana kalau kita langsung bulan madu saja, otte?” godanya dengan senyum yang selalu menghias di bibirnya. Issh, ia terlalu banyak tebar pesona hari ini. Apa ia memang selalu begitu?

“Ya~, kau mau membuat appaku mengamuk, hah?!”

“Yasudah, ayo cepat.. sebelum nanti ada pria yang berniat menculikmu..” ucapnya dengan wajah yang sok serius. Sangat jauh dari imagenya selama ini. Ia menarik tanganku lalu menuntunku hingga keluar gedung. Setelah ini apa? Kulihat Onew celingukan mencari sesuatu membuatku otomatis ikutan celingukan. Apa yang ia cari?

“Mianhae.. ini akan sedikit seperti yang ada didalam drama-drama korea..” ucapnya asal masih menarikku hingga berhenti tak jauh dari tempat semula. Aku kembali celingukan. Bukankah seharusnya ada yang menjemput kami? Pandanganku terhenti pada sebuah sepeda yang berada didepan kami. Haha, tidak mungkin kan naik sepeda ini?  Akan terlihat lucu, seperti dalam drama saja. Tunggu, jangan bilang… aku langsung mengalihkan pandanganku pada Onew, dan dia hanya kembali tersenyum penuh arti memamerkan gigi kelinci nya yang rapi itu. Tak lama ia mengubah ekspresinya dengan cemberut.

“Mianhae, tadi aku begitu panik mengetahui kau belum juga datang. Terlebih eomma mu bilang kau sendirian berada di gedung ini. Jadi, aku langsung menyambar saja sepeda didepanku. Padahal aku membawa kunci mobil..” rajuknya merogoh sakunya dan mengacungkan kunci mobil. Dasar. Aiih, dia perhatian sekali, membuatku terharu saja.

“Eung, tak apa..” seruku seraya mengangguk cepat. Tak apa, naik apapun juga asal bersamanya rasanya tak akan berbeda. Hihi. Ia kembali tersenyum lalu melepas pegangannya dan beralih menaiki sepeda itu. Aku ikut menyusul, duduk menyamping diatas jok di belakangnya. Whoa, benar-benar seperti yang ada di drama-drama. Sebelah tanganku mencengkram jasnya sementara yang lainnya memegangi jok sepeda. Onew belum juga mengendarai sepeda, membuatku memajukan kepalaku berusaha melihat ekspresinya. Tak lama, Onew menoleh kebelakang membuatku terkejut dengan reaksinya yang tiba-tiba. Onew memegang kedua tanganku lalu menariknya melingkari pinggangnya.

“Pegangan yang kuat! Kita harus ngebut! “ perintahnya, aku hanya tersenyum geli. Kupikir dia kenapa. Onew mulai mengayuh sepedanya dengan perlahan pada awalnya.

“Huh! Bilang saja minta dipeluk!” ledekku. Kudengar ia tertawa geli lalu mengangguk.

“Ne…” balas nya disela tawanya. Hingga saat ini pun ia mengayuh sepeda nya dengan pelan. Issh, katanya sudah terlambat, tapi kenapa jalan nya lambat?

“YA! Katanya mau ngebut, kenapa lajunya seperti kura-kura, huh!? “ protesku kesal. Dia yang baru saja berhenti tertawa, kembali tertawa. Kali ini tawanya terdengar sangat lama hingga terbatuk-batuk bahkan sepeda yang kami naiki ini itu bergetar karena tawanya.

“Kau ini… sudah tidak sabar ingin kunikahi ya?” godanya disela tawanya. Membuatku langsung merona mendengarnya.

“YA! Kau! Jangan menggodaku terus!” omelku malu menarik tangan kiriku untuk memukul punggungnya.

“AWW! Sakit, tau!” balasnya.

“Apa gereja nya masih jauh?” tanyaku mengalihkan. Dia harus kembali fokus mengayuh, kalau tidak kami tak akan pernah sampai di gereja karena dia asik menggodaku.

“Masih jauh bagaimana? Kau baru saja meninggalkan gerejanya..” jawabnya yang pasti dengan wajah nya yang sangtae itu. Apa maksudnya? Ini sudah sekitar lima belas menit ia mengayuh dengan pelan. Tak lama setelah ia berbicara, Onew menghentikan sepedanya didepan bangku taman lalu turun. Aku pun ikutan turun dengan bingung. Lalu ia meninggalkan sepedanya dan duduk di bangku taman itu.

“Sudah, kita istirahat dulu saja. Aku lelah..” ucapnya dengan napas yang sedikit tersengal.

“Cih, bagaimana tidak? Kau mengayuh sepedanya dengan pelan!” cibirku. Ia membalas cibiranku dengan senyum yang sangat manis. Membuatku kembali tersipu. Beginikah sosok idolaku yang asli? Memang tak pernah berhenti mengumbar senyum manisnya. Onew menarik tanganku dari tempatnya duduk, menyuruhku duduk disampingnya.

“Apa kau bahagia, Hyomin-ah?” pertanyaan nya membuatku menunduk malu. Apa-apaan dia? Baru kali ini seumur hidupku ada yang menanyakannya. Mengetahui ingin menikah denganmu, rasanya bahagia kurang menggambarkan perasaan yang ada didalam hatiku.

“Aku sangat bahagia, ketika kau memintaku untuk menikahimu kemarin. Aku fikir kau sudah tidak ada perasaan lagi padaku, mengingat belakangan ini kau menghindariku..” lagi, aku tersipu. Ahh, hentikan merayuku! Oh ya? Apa benar yang dikatakannya itu? Ahh, pasti dia salah ucap. Bagaimana mungkin aku bisa menghindarinya. Aku sendiri malah tak ingat jika akan menikah dengannya hari ini. Ya tuhan, terimakasih atas anugrah mu yang terindah ini.

Onew menyandarkan kepala nya di bahuku tiba-tiba. Ku lirik ia memejamkan matanya. Oke, mungkin dia benar-benar lelah. Kubiarkan ia tertidur dibahuku sementara aku mengitari pandanganku pada taman yang indah. Aku berpikir sekali lagi, apakah benar aku akan menikah dengannya? Karena hingga saat ini pun aku masih belum percaya.

“Kau ingin aku menyanyi?” tanyanya dengan mata terpejam. Mungkin ia merasakan aku yang tak bisa diam akibat memikirkan pernikahan ini. Mendengar nya bernyanyi? Ide yang bagus! Walau aku sudah mendengar suaranya beribu-ribu kali, tapi tetap saja.. kali ini aku mendengarkan suaranya secara langsung!

“Before we go to sleep tonight
We’ll say our prayers
I’ll hold you tight
and kiss away the fears you hold inside you”

Onew mulai menyanyikan lagu Forever More. Lagu favoritku. Aku sangat menyukai lagu ini, karena Onew menyanyikannya dengan romantis dan penuh penghayatan. Aku kembali berbunga-bunga mendengar Onew menyanyikannya untukku. Onew-ah, neomu neomu saranghae.

“So many years have passed us by
I cherish the moments by your side
A love like ours will only grow much stronger
I wanna to tell you

That forever more I’ll be the one to love you, to love you
When you need me I’ll be there to make you smile
And forever more I’ll be the one you come to oh honey
I’ll be the one to love you when the morning comes”

Oh Honey… penggalan kata dari lirik itu membuatku meleleh saat Onew menyanyikannya. Saat hanya melihat video nya saja, aku bisa merasakan bahwa lagu itu dinyanyikan untukku. Apalagi kini ia benar-benar menyanyikannya untukku.

“Through all the tears we left behind
The joy we shared, your hand in mine”

Onew tak lagi bersandar padaku, bahkan kini membuka matanya menatapku dalam. Ia merengkuh kedua pipiku.

“I can’t resist ooo touching you not even while you’re sleeping”

Dan setelah ia menyanyikan bait itu, ia kembali menciumku sekilas. Kini ciuman nya seakan candu bagiku.

“And when you wake I promise you
We’ll celebrate our dreams come true
A love like ours will only grown much stronger

I wanna to tell you
That forever more I’ll be the one to love you, to love you
When you need me I’ll be there to make you smile
And forever more I’ll be the one you come to oh baby
I’ll be the one to love you when the morning comes

Let me tell you
There will never be another cold and lonely winter night
‘Cause we’re family
And baby our love will last forever

So I’ll say to you”

Onew kembali menyandarkan kepalanya dibahuku , dan kulihat kembali memejamkan matanya walau ia tetap melanjutkan nyanyiannya.

“That forever more, I’ll be the one to love you darling
When you need me I’ll be there to make you smile
And forever more I’ll be the one you come to oh I will baby
And that forever more
I’ll be the one to love you when the morning comes

I’ll be the one to love you……..forever more”

Setelah mendengar lagunya itu, Onew tak lagi berbicara atau melakukan sesuatu apapun. Kami benar-benar beristirahat dengan lama bahkan sampai membuat pantatku pegal karena kelamaan duduk. Mungkin kami sudah duduk disini sekitar setengah jam lamanya.

“A! Bukankah tadi kita sedang buru-buru?” pekikku teringat. Tadi dia sendiri kan yang bilang kalau semua orang sudah menunggu digereja. Onew yang nampaknya terganggu dengan aktivitasku, hanya kembali membuka matanya lalu mendongakkan wajahnya dari bahuku.

“Tenang saja, acara ucap janji masih setengah jam lagi.” Ucapnya santai kembali menutup matanya.

“MWO!? YA! Kau menipuku, ya!?” omelku marah mengusir kepalanya yang bersandar dibahuku. Dia mengganggu tidurku, memburuku, lalu? Ternyata hanya menipuku. Ia menatapku datar lalu didetik berikutnya memasang tampang memelas padaku.

“Kau tidak kasihan padaku ya?”

“Kau, yang tidak kasihan padaku.. mengganggu tidurku dan memburuku hanya untuk menipuku..”

“Mianhae.. aku terlalu gelisah karena rindu padamu.. dan lagi ini kan pernikahan ku yang pertama, jadi aku ingin bersama mu dulu sebentar..” ucapnya. Dan Blussh… kembali membuatku tersipu. Alasan macam apa itu? Pintar sekali ia merayuku.

“YA! Kau pikir ini pernikahanku yang kedua, hah!? Sembarangan saja kalau bercanda!” Rajukku lalu membelakanginya, pura-pura marah lebih tepatnya menahan agar aku tidak menampakkan kegiranganku didepannya karena mendengar ucapannya barusan.

“Hyomin-ah.. mianhae.. ini semua karena dongsaengmu dan member SHINee lainnya melarangku bertemu denganmu dari semalam sampai mengucap janji.. nan jeongmal bogoshippo..”rengeknya dengan nada yang dibuat seperti anak kecil dan menggoyang-goyang bahuku.

“Lalu?!” tanyanku membalikkan badan dan memberinya tatapan membunuh.

“Yaa.. barusan aku menculikmu dari ruang tata rias.” Jelasnya sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.

“MWO!?” hah! Jadi dia membawaku dengan cara ilegal? Pantas saja, aku merasakan hal aneh ketika ia mengajakku menaiki sepeda ini.. refleks, aku menendang sepeda itu didepanku hingga terjatuh membuatnya terkejut dengan aksiku. Biar saja, biar dia percaya kalau aku marah.

“Antarkan aku ke gereja sekarang!” omelku masih menatapnya dengan tatapan membunuh. Ia tampak menurut karena langsung mengambil sepeda yang terjatuh itu.

“Jadi kau benar-benar tidak kasihan padaku ya? Cibirnya pelan dengan aegyonya. Aiihh, membuatku ingin mencubit pipinya itu. Ia memutar balik sepedanya ke arah semula. Tempat dimana ia menculikku. Bukan kearah yang tadi ditujunya. Haha. Walau judul nya diculik, aku tak akan marah Onew-ah.. tidak di hari bahagiaku.

“YA! Ke gereja!” omelku menunjuk arah berlawanan dengan kepala sepedanya melihat ia tidak mengarahkan sepedanya ke arah sebelumnya.

“Ya, gereja nya ada dibalik gedung tadi.. bukan kesana..” jawabnya santai tanpa rasa bersalah.

“Whoaa! Jadi kau benar-benar hanya menipuku, ya! Aku tidak akan berbicara padamu lagi hingga mengucap janji!” omelku pura-pura merajuk lalu duduk di jok belakang, sedangkan Onew masih belum juga menaiki sepeda ini. Dia hanya menatapku dengan tatapan yang tak kumengerti. Entah itu kesal, marah, atau minta dikasihani. Ahh, kenapa wajahnya bisa selucu dan setampan ini. Onew menghela napasnya dengan berat lalu menaiki sepeda ini dan mulai mengayuhnya.

€Y

Dongsaengku – Park Jiyeon langsung berlari menghampiriku ketika kami sampai didepan gereja yang sudah mulai ramai. Auranya saat itu benar-benar kelam. Kulihat ia datang menghampiri kami dengan matanya yang disipitkan serta bibirnya yang mengerucut. Bisa kupastikan saat ini ia sedang marah besar.

“Ya! Odiesso!? Hah!?” omel nya pada Onew bahkan langsung memukul lengan Onew dengan kencang membuatku refleks menghalanginya setelah itu.

“YA! Jangan memukulnya!” omelku kesal. Ia beralih memelototiku.

“Hissh! YA! Kami sudah kelimpungan mencarimu kemana-mana appa do eomma do.. dan ternyata dia juga menghilang dan malah membawamu! Padahal kau hanya kutinggal setengah jam untuk pulang..” omelnya meledak lalu kembali memukul Onew. YA! Jangan dipukul! Kasihan dia, sudah habis kumarahi dipukul juga oleh mu. Tiba-tiba segerombolan member SHINee datang mengerubungi kami.

“Ya~ hyung.. odiesso?!” Tegur Minho begitu datang.

“Ckck.. tak kusangka kau benar-benar jadi menculiknya, hyung!” timpal Jonghyun seraya menggelengkan kepalanya.

“Issh, kau sudah membuat kami susah..” Gerutu Key.

“Sudah, sudah..”Ucapku melerai ocehan mereka dengan kesal sebelum Taemin sempat mengeluarkan komentar nya juga.

“Ini bukan salahnya.. Aku yang tadi memintanya membawaku pergi jalan-jalan sebentar..” lanjutku dan dapat kulihat, mereka semua termasuk Onew menatapku tak percaya.

“Maldo Andwe!!” Teriak mereka serempak kecuali Onew. Ia masih menatapku takjub seolah aku salah bicara.

“Dia jelas-jelas bilang padaku kalau ingin menculikmu hari ini..”

“Apa yang kau lakukan padanya, sehingga dia mau membelamu, hah?”

“Ini tidak sebentar.. kalian pergi hampir satu jam!”

“Membuat semua orang khawatir saja! Mana pergi dengan pakaian pengantin begitu lagi..”

“Bagaimana kalau sampai ada yang mengenali kalian?!”

“Bagaimana jika ada paparazi yang iseng memotret kalian?!”

“Kau jangan melindunginya.. dia sudah sangat bersalah..”

“Tindakannya benar-benar ceroboh, membawamu pergi!”

“Eonni, kau tak mungkin lupa kan? Pernikahan ini belum bisa di publikasikan..”

“Ya, Hyomin.. ini memang salahku, kan? Aku yang mengajakmu pergi tadi.. jangan membelaku!” protes mereka satu-satu dengan ribut kembali menyalahkan Onew dan Onew pun ikutan mengklaim kalau dia yang bersalah, membuatku pusing. Kenapa masih memikirkan hal ini lagi sih?! Yang penting kan kami sudah sampai digereja sebelum waktunya dan kami juga tidak pergi ketempat yang ramai.

“HAH! Shimjakhae! Tak ada yang perlu dikhawatirkan! Sudah pokoknya ini salahku, tak usah banyak protes! Lebih baik kalian bersiap-siap!” omelku lalu langsung pergi meninggalkan mereka yg kembali berisik menyalahkan Onew dan Onew yang menanggapinya juga.

€Y

Aku tidak bisa tersenyum, saat melangkah masuk menuju altar bersama appa. Terlalu gugup dan tegang. Terlebih karena perasaan bersalah kembali menghantuiku. Benarkah aku adalah calon pengantinnya? Jika tidak, bagaimana nasib calon pengantin yang aslinya? Kulirik appa yang juga sedang tersenyum dengan tegang.

“Appa, apakah benar aku akan menikah dengan Onew?” bisik ku pelan, membuat appa mendelik tajam sekilas lalu kembali menghadap depan.

“Bicara apa kau ini!? Menurutmu apa yang sedang kulakukan, hah!? Kau tak liat, siapa yang menunggumu di altar, HAH!?” omel appa sambil mengeratkan gerahamnya. Oke, berarti Onew tidak salah menikahi orang. Hal itu membuatku perlahan bisa tersenyum hingga Onew menyambutku di altar.

“Apa kau masih marah padaku?” tanya Onew pelan sebelum acara ucap janji dimulai. Aku menggeleng.

“Lalu kenapa kau masih tidak berbicara padaku? Dan kulihat daritadi, kau sama sekali tidak tersenyum melihatku. Kau masih marah, kan?” tuduh sambil mengerucutkan bibirnya.

“Anhi! Aku hanya gugup! Takut kalau ternyata kau salah menunjuk orang untuk menikah denganmu!” tegasku. Mungkin karena ucapanku terlalu tinggi suaranya, kurasakan orang-orang dibelakangku mulai berbisik-bisik. Mendengar pernyataanku Onew tersenyum dengan hangat lalu menggenggam tanganku erat.

“Shimjakhae.. nan neol saranghae.. Shimjimiya..” Ucapnya dengan tangan yang beralih kepunggungku mengelus nya menginginkan aku kembali tenang. Tak lama kami pun mulai mengucap janji. Ahh, semua terasa begitu cepat. Dari saat ia menciumku pertama kali di ruang tata rias, hingga kini saat ia kembali akan menciumku sebagai tanda resminya pernikahan ini. Aku benar-benar sangat bersyukur. Onew langsung mendekat begitu disuruh untuk menciumku. Onew melingkarkan kedua tangannya di pinggangku, menarikku perlahan kedalam pelukannya. Ia memajukan kepalanya hingga hampir tak ada jarak diantara kami. Begitu pun bisa kurasakan hembusan napasnya yang menerpaku hangat. Ia akan menciumku lagi.

Author POV

“EONNIIIII.. Ppalli ireonnaaaaaa!!!” teriakan Jiyeon dari luar kamar Hyomin mampu membuat Hyomin bangun terduduk karena terkejut. Awalnya sempat mendelik tajam. Kesal karena dibangunkan ditengah mimpinya yang indah, namun sesaat kemudian senyum lebar menghiasi bibirnya.

“Hihii.. aku dicium Onew berapa kali, yaa? Ahh, sayang sekali Jiyeon membangunkanku disaat yang tidak tepat!” senyumnya lalu kesal di akhirnya. Hyomin langsung turun dari tempat tidurnya, membuka pintu kamarnya lalu disambut dengan jitakan Jiyeon yang berniat menggedor pintunya.

“YA!! Mwohaesso, hah!? Kemari kau!” omel Hyomin lalu memiting leher Jiyeon dan membawa nya masuk.

“M-mian, eonni.. tapi kita harus buru-buru.. konser SHINee nya sebentar lagi dimulai..” pasrah Jiyeon. Hyomin melepaskan pitingannya.

“Ya.. kau tahu? Aku tadi mimpi dinikahi Onew.. fufufu. Jika saja kau tidak membangunkanku, Onew pasti sudah menciumku untuk yang ke beberapa kali..” pamer Hyomin lalu berlari menuju lemari nya.

“Jinjja?? Eiiyy, seolma..” bantah Jiyeon karena iri. Jiyeon terus membuntuti Hyomin agar dapat mendengar lanjutan cerita Hyomin akan mimpinya itu. Kadang timbul iri, kesal, senyum-senyum gak jelas karena penggambaran Onew yang menciumnya, tapi juga senang karenaa ia juga berada dalam mimpi indah eonni nya bersama para member SHINee. Hyomin bercerita hingga telah rapi dan siap berangkat menuju konser. sepanjang perjalanan Hyomin tak dapat berhenti tersenyum mengingat adegan-adegannya bersama Onew. benar-benar mimpi yang sangat indah

END

Annyeong readers!! kembali bersama Ontebiijjang.. ini pertama kali nya aku bikin One Shot, apa drabble? hhehe.. cerita ini asli dari mimpi aku, ditambah imajinasinya dikit.. hahah.. FF ini sebagai selingan selagi menunggu Oppa Vs Sunbae dan I Hate You buat readers yang selalu setia ngebaca kedua FF itu.. maaf bgt aku belum bisa ngasih lanjutannya.. ide nya sii uda kebayang, cuma belum sempet nulisny.. maaf bgt yaaa.. mohon sbr menunggu.. oh ya, mohon maaf di FF ini penggambaran ttg SHINee kurang ngena.. haha.. abis gak gtu bisa ^^

Gomawo Chinguu.. 😉

32 responses to “A Dream [Marrying Onew]

  1. that was such a sweet and romantic different story after all ..
    i love the way you described and wrote it, epic! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s