(EXOSHIDAE STORY) Love Step –Choi Sooyoung & Kris Wu- (Part 1)

(EXOSHIDAE STORY) Love Step –Choi Sooyoung & Kris Wu- (Part 1)

Cast:

Choi Sooyoung

Kris Wu

SM FAMILY

Author: Tikais

Genre: Love, friendship, life physicologhy(maybe)

Leght: series

Warning : Not for Silent reader, copycat or Plagiator

IN SNSD DORM, 06.00 KST

“Choi Sooyoung!!!” teriak Taeyeon, leader SNSD. Beginilah keadaan setiap pagi. Leader malang itu harus membangunkan seluruh anak buah(?)nya. Nasibnya bertambah malang akibat Jessica dan Sooyoung yang tidak bangun-bangun. Belum lagi Yoona dan Yuri yang terus berkelahi masalah buku-buku sekolah yang hilang.

“Choi Sooyoung!!” teriak leader malang itu lagi. Gadis tinggi nan cantik yang dipanggil namanya itu keluar dari kamarnya.

“Kau sudah gila? Telingaku hampir saja pecah mendengar suara cemprengmu itu!” teriak Sooyoung tidak kalah kerasnya dengan teriakan Taeyeon tadi.

“Kau bisa sopan sedikit? Aku ini lebih tua darimu! Kau harus memanggilku dengan sebutan eonni! Lagian… ini sudah jam berapa? Kau mau bolos sekolah? Hah?” ucap Taeyeon yang sudah tidak sabaran lagi.

“Ne, ne… aku siap-siap, dasar cerewet!” kesal Sooyoung sambil masuk lagi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke sekolah.

Taeyeon hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan pergi ke dapur untuk membantu Hyoyeon menyiapkan sarapan.

“Hyoyeon-aa, apakah sarapannya sudah siap?” tanya Taeyeon yang sudah berdiri di pintu dapur. “Sudah, SeoHyun membantuku” jawab Hyoyeon. Memang, disebelah Hyoyeon sudah berdiri Seohyun.

“Seo, kau memang anak manis. Beda sekali dengan Sooyoung, dia itu anak pahit! Kepalaku pusing karena hanya mengurusi dirinya” ucap Taeyeon.

Seohyun tersenyum, “Sabar saja eonni, aku yakin Sooyoung eonni pasti bisa mandiri, semua butuh proses, eonni”

“Tapi aku tidak sanggup lagi Seohyun-ah, aku bukan si penyabar sepertimu”

Seohyun kembali tersenyum dan membantu Hyoyeon mengangkat sarapan ke meja makan. Taeyeon hanya bisa mengangkat bahunya dan mengangkat sarapan ke meja makan.

Sooyoung, Yuri, Yoona dan Tiffany sudah standby di meja makan sambil membicarakan hal-hal seru yang mereka alami. Tidak terkecuali Yuri yang pendiam. Yuri tidak diam untuk selamanya. Dia hanya akan menjadi pendiam pada saat ia bersama orang yang tergolong tidak dekat dengannya. kalau sudah bersama teman dekatnya, seperti Suho, Tiffany dan Yoona, dia akan berubah menjadi gadis yang menyenangkan.

“Oh iya, katanya… Kris oppa masuk ke sekolah yang sama dengan kalian, loh…” kata Yoona yang diarahkan kepada Yuri dan Sooyoung.

“Mangsamu bertambah, Soo” ucap Yuri.

“Hahaha… baguslah, aku sudah bosan mengerjai Luhan, giliran Kris yang kukerjai! Hahaha” Sooyoung tersenyum lebar.

“Tidak akan berhasil” ujar Tiffany. “Maksudmu?” tanya Sooyoung. “Kau tau sendiri, kan? Kris itu orangnya seperti apa?” Tiffany menjelaskan perkataannya tadi.

“Kau meragukan kemampuanku?” tanya Sooyoung dengan suara tinggi. Taeyeon, Hyoyeon dan Seohyun yang berada disana sontak mengarahkan pandangan mereka ke Sooyoung.

“Kau diam saja, Sooyoung!” ucap Taeyeon dingin sambil menyipitkan matanya kearah Sooyoung. Sooyoung mencibir ke arah Taeyeon.

IN EXO DORM, 06.00 KST

Kris dan Suho, sang leader dari kedua EXO, EXO-K dan EXO-M, berjalan kearah kamar 2 orang namja yang masih tertidur lelap dari arah berlawanan. Dan pada saat yang sama, mereka berdua sampai di depan kamar 2 namja itu.

Kris menatap Suho sinis. “Ada apa?” tanya Suho yang merasa risih dengan tatapan Kris. Kris diam dan mulai mengetuk pintu kamar 2 namja itu. Chanyeol dan Baekhyun, duo evil EXO.

“Baekhyun! Chanyeol! Bangun!” teriak Suho. Kris hanya menggedor-gedor pintu kamar itu. Tidak ada jawaban dari mereka yang masih tertidur lelap di kamar itu. “YA! BAEKHYUN! CHANYEOL!! Kalau tidak bangun, kupastikan kalian menyesal seumur hidup!” teriak Suho lagi.

Pintu tiba-tiba langsung terbuka dan memperlihatkan 2 namja yang sudah rapi dengan seragam sekolah mereka. Kris menatap Baekhyun dan Chanyeol tajam lalu pergi bergitu saja.

“Hyung, tak bisakah tidak berteriak?” tanya Baekhyun sambil mengelus-elus telinganya dengan penuh kasih sayang. “Aku tak akan berteriak jika kalian segera membukakan pintu dan memperlihatkan keadaan kalian yang sudah rapi begini” jawab Suho.

“Tapi tetap saja, suaramu buat kami mati ditempat” ujar Chanyeol yang juga mengelus-elus telinganya.

“Oh ya? Aku sangat bersyukur bila itu terjadi, aku jadi tak perlu susah payah mengurus kalian lagi. Sudahlah, cepat pergi ke meja makan, sarapan sudah siap” kata Suho sambil membalikkan badannya dan berlalu begitu saja.

“Aish… kenapa kedua leader EXO sifatnya begitu, ya? Sama-sama aneh, sangat pendiam, kadang-kadang berisik” omel Baekhyun sambil keluar kamar diikuti Chanyeol.

“Biarkan saja mereka” ucap Chanyeol santai.

Hening. Tak ada pembicaraan di perjalanan mereka menuju meja makan.

….. “Kau mau tau kenapa hubungan Kris hyung dan Suho hyung tidak pernah akrab?” tanya Chanyeol memecah keheningan. “Mau…. memangnya ada apa?” ujar Baekhyun.

“Hmmm… akan kuceritakan di sekolah” kata Chanyeol sambil berhenti dan duduk di kursi meja makan. Baekhyun juga duduk di kursi sebelah Chanyeol.

Semua member EXO sedang makan bahkan sudah hampir habis. Dan… saatnya untuk pergi ke sekolah. Baekhyun, Chanyeol, Luhan, Kris dan Suho pergi menggunakan mobil yang sama, karena sekolah mereka sama. Baekhyun, Chanyeol dan Luhan sibuk bercanda ria, sedangkan Kris dan Suho diam tanpa dialog sedikitpun.

“Oh iya, Kris… kau masuk ke kelas mana?” tanya Luhan. Kris menatap Luhan malas, “XII-2”. “Sekelas denganku, dong!!” ucap Luhan senang. Kris tersenyum miris. Dia tau, Yuri sekelas dengan Suho di kelas XII-1. Kris menyukai Yuri dan dia tidak suka Yuri dekat dengan Suho. Dia ingin sekali masuk ke kelas XII-1 bersama Yuri dan Suho, tapi setelah di test, ternyata dia hanya mampu masuk ke kelas XII-2.

“Selain aku, disana juga ada Sooyoung. Hati-hati saja kau kena bahan bualannya” ujar Luhan memperingati. Kris dengan acuh tak acuhnya hanya melihatkan ekpresi datarnya tanpa melihat Luhan sedikitpun. Luhan yang kesal hanya bisa menghela napas panjang.

“Kris hyung, kenapa kau terlalu dingin menjadi seorang manusia?” tanya Baekhyun. Kris melihat Baekhyun tajam. “Itu bukan urusanmu”.

“Memang itu bukan urusanku, tapi… aku risih dengan sikapmu yang terus menerus berdiam diri tanpa dialog sedikitpun. Apa kau benar-benar manusia?” lagi-lagi Baekhyun terus mengomel sepanjang perjalanan.

“Kalau kau risih, tak usah dekat-dekat denganku. payah!” Kris menatap lurus kedepan dengan muka coolnya. “Aku bingung… hyung ini sok cool atau benar-benar cool?” Chanyeol yang hobinya hampir sama dengan Baekhyun yaitu mengomel, Chanyeol ikut-ikut mengikuti gaya Kris.

“Chanyeol-ah, pertanyaan itu tidak penting, jadi tak perlu ditanyakan” ucap Suho membuka mulutnya. “Hyung ini cerewet sekali, aku bingung kenapa Yuri bisa betah denganmu. Mending dengan aku, keren, pintar, ganteng, dan pintar mengaji(loh?)” Sombong Chanyeol.

“Sejak kapan kau pintar mengaji?” tanya Suho sambil mengangkat sebelah alis matanya.

“Sejak… tadi malam” jawab Chanyeol santai. Luhan dan Baekhyun tertawa terbahak-bahak. Suho hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan Kris? Dia tetap diam tak bergeming sedikitpun.

IN KOREAN SENIOR HIGH SCHOOL, 07.00 KST.

“Annyeong Lulu!” sapa Sooyoung ketika Luhan baru saja masuk ke dalam kelas. “Kau mau apa?” tanya Luhan dingin. “Maksudmu?” Sooyoung mengerutkan dahinya.

“Kau mau apa bersikap baik seperti itu kepadaku?” tanya Luhan sinis sambil meletakkan tasnya di bangkunya. “Aku nggak maksud apa-apa, kok! emang gak boleh kalau aku menyapamu? Kita kan teman” Sooyoung mencibir ke arah Luhan.

“Aku baru tau kita itu teman” ucap Luhan sinis. “Aishh… sudahlah! Kudengar, Kris masuk ke kelas ini, ya? Mana dia?” kata Sooyoung.

“Dia masih di ruang kepala sekolah. Untuk apa kau menanyakan dia? Kau menyukainya?” jawab Luhan sambil bertanya balik. “Untuk apa aku menyukai orang sepertinya? Dia itu mengerikan! Lebih baik aku sama monyet daripada sama Kris. Hiii” jawab Sooyoung asal.

“Kau benar-benar ingin bersama monyet? Kebetulan aku punya peliharaan monyet. Kau mau kunikahkan dengannya?” tanya Luhan dengan senyum evil yang ia miliki. “Hah? Kau ini bodoh atau idiot?” Sooyoung kesal melihat tingkah Luhan yang hari ini sedikit berbeda baginya.

“Aku ini namja genius, kau yeoja idiot. Jadi, jangan samakan dirimu denganu karena kita tak akan pernah selevel. Mengerti?”

“Aku yeoja idiot? Kalau aku memang idiot, kenapa aku bisa masuk ke kelas ini? kau yang idiot!”

“Kau memang genius di pelajaran, tapi kau sangat bodoh dalam kehidupan yang nyata. Btw, sepertinya… Kris akan duduk di sebelahmu. Di kealas ini, hanya bangku itu yang kosong. Ckckck, kau sungguh malang”

“Mwo? Kenapa hari ini kau begitu menyebalkan?”

“kenapa? Baru begitu saja kau sudah marah, apalagi aku yang sudah berkali-kali kau jahili. Rasakan saja sendiri”

Luhan keluar dari kelas. Sooyoung hanya memukul-mukul mejanya kesal. Sooyoung tidak mau Kris duduk di sebelahnya. Victoria Song, leader f(x) yang duduk di bangku belakang Sooyoung menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Aku bingun dengan kalian. Padahal kalian berada di naungan agency yang sama, tapi kenapa tidak pernah berbaikan sedikitpun?” Victoria menopang dagunya. Sooyoung membalikkan badannya ke arah Victoria. “Itu bukan urusanmu”

Sooyoung berdiri dari duduknya dan pergi keluar kelas. Yang dilakukannya hanya berjalan tanpa tujuan yang pasti. Saat melewati kelas XII.1, ia melihat Yuri, Suho dan Onew yang sedang bercanda ria. Dia berbalik ke arah kelasnya. Saat ia mau memasuki kelasnya, ia menghentikan langkahnya dan berjalan ke arah kelas XII.3, kelas dimana Baekhyun dan Chanyeol berada didalamnya.

Sooyoung memasuki kelas itu dan langsung duduk si meja Baekhyun. “Sedang membicarakan apa? kelihatannya serius sekali” tanya Sooyoung. Baekhyun dan Chanyeol tampak terkejut dengan kedatangan Sooyoung.

“Kenapa kalian terlalu serius bercerita? Ada masalah apa?” tanya Sooyoung lagi. “Ani… kami hanya berbicara tentang hubungan Suho hyung dan Kris hyung yang tak pernah akrab” jawab Chanyeol. Baekhyun mengangguk-angguk setuju.

Sooyoung tampak penasaran. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Chanyeol. “Jinjja? Boleh aku ikut bergabung? Aku juga ingin tau…”

“Ya! Kenapa kau begitu menyeramkan!! Kau membuatku hampir mati di tempat!” teriak Chanyeol. Sooyoung tertawa dan turun dari meja Baekhyun lalu duduk di bangku kosong yang berada di sebelah Baekhyun.

“Chanyeol-ah… kenapa dari tadi pagi kau hanya menyebutkan kata-kata ‘mati ditempat?’ apa tak ada kata lain yang lebih bagus? Atau.. kau memang ingin mati benaran?” tanya Baekhyun. “Ah.. itu hanya ibarat. Tandanya aku kesal” jawab Chanyeol santai.

“Aish.. sudahlah, sekarang cepat katakan padaku kenapa hubungan kedua orang aneh itu tidak pernah akur!” perintah Sooyoung tak sabaran.

“Ani! Kau itu mulut ember! Nanti kau pasti memberitau semua orang tentang hal ini! aku bisa mati!” teriak Chanyeol. “YA! Tentang hal ini… aku berjanji untuk tidak membongkarkannya pada orang lain. Ayolah…”  rengek Sooyoung.

“Jinjja?” tanya Baekhyun. Sooyoung mengangguk mantap. Ya, ucapan Sooyoung memang sungguh-sungguh kali ini. dia tidak akan membocorkan rahasia ini tapi dia akan menjadikan rahasia ini sebagai bahan menjahili Kris. Licik sekali, bukan?

“Baiklah… kuberitau, Kris dan Suho itu tidak pernah akur karena… sepertinya mereka saling memperebutkan Yuri” ucap Chanyeol.

“Mwo? Memperebutkan Yuri?” sontak Baekhyun dan Sooyoung berteriak. Chanyeol meletakkan jari telunjuknya dibibirnya. “Ssstttt…. jangan keras-keras!” ucap Chanyeol.

Baekhyun dan Sooyoung hanya terkekeh.

“Darimana kau bisa tau?” tanya Baekhyun. “Mudah saja… ada…” omongan  Chanyeol terputus oleh bel masuk. “Aishh. Bel itu sungguh mengganggu! Istirahat nanti kita lanjutkan lagi, ya… di kantin, bangku biasa. Oke?” Sooyoung pergi berlari ke kelasnya dan duduk di bangkunya.

Tak lama, Mr. Kim yang mengajar pelajaran pertama hari ini masuk membawa seorang murid baru. Siapa lagi kalau bukan Kris?. Semua yang ada di kelas berteriak riuh ketika Kris masuk kekelas. Tentu saja, itu adalah Kris EXO! Namja yang amat sangat tampan. Sooyoung hanya mengeluh panjang dan menutup mukanya dengan tangannya.

“Halo semua, hari ini kita kedatangan murid baru. Mungkin kalian semua sudah kenal dengannya. tapi… dia harus tetap memperkenalkan dirinya. Baiklah, silahkan perkenalkan dirimu” ujar Mr.Kim.

Kris tersenyum tipis membuat yeoja-yeoja di dalam kelas itu kembali riuh.

“Annyeong! Wu Yi Fan imnida. Panggil saja aku Kris” ucap Kris sambil tersenyum dan lagi-lagi senyuman itu membuat semua yeoja di kelas yang tentunya terkecuali Sooyoung meleleh.

“Baiklah Kris, kau boleh duduk di samping Choi Sooyoung” ucap Mr. Kim. Sooyoung membelalak kaget. Dia segera berdiri dan mengangkat tangannya.

“Ada apa Sooyoung?” tanya Mr. Kim. “Hmm… bangku di sebelahku sudah diisi orang Mr.Kim” jawab Sooyoung. Semua murid tertawa karena kelakuan Sooyoung.

“Hei, kau ini berteman dengan roh gaib, ya? Jelas-jelas tidak ada siapa-siapa di sebelahmu. Kau sidah gila?” Luhan tertawa terbahak-bahak. Sooyoung mencibir ke arah Luhan.

“Benar kata Luhan, disebelahmu tidak ada siapa-siapa, Sooyoung” ujar Mr. Kim. “Tapi… ah, sudahlah… lupakan” Sooyoung menyerah dan duduk kembali di bangkunya sambil mendengus kesal.

Kris duduk di sebelaj Sooyoung dengan muka dinginnya. Victoria menepuk bahu Kris. Kris melihat ke arah Victoria. “Annyeong Kris oppa!” sapa Victoria. “Annyeong Vic!” sapa Kris balik sambil tersenyum.

“Haish… kau tau? Kau itu begitu menjijikkan” ujar Sooyoung kepada Kris. Kris menoleh kepadanya lalu menghadap kedepan lagi dengan mengabaikan Sooyoung. Sooyoung berusaha sabar.

******

                Saatnya istirahat!. Sooyoung segera berlari ke arah kantin. Ia sudah tak sabar lagi ingin mendengarkan kelanjutan Chanyeol. Benar saja, di bangku yang biasa ia duduki bersama Baekhyun dan Chanyeol sudah terisi oleh dua orang namja gila.

“Annyeong!” sapa Sooyoung sambil duduk di bangku itu. “Annyeong!!” sapa Baekhyun dan Chanyeol balik.

“Cepat lanjutkan ceritamu!” ucap Baekhyun. Sooyoung mengangguk-angguk setuju. “Baiklah…” ujar Chanyeol.

In XII-2.

“Omona… Kris-ssi!! Aku fansmu!” yeeoja-yeoja di kelas itu berlari mendekati Kris. Kris hanya tersenyum tipis.

“Kris, kau mau ikut denganku ke kantin?” tawar Victoria. “Hmm… boleh” ucap Kris sambil berdiri dan mengikuti Victoria. Yeoja-yeoja ang mengerubungi Kris tadi mengoceh kesal kepada Victoria sedangkan Victoria terkikik senang melihat teman-temannya menderita. Kejam.

“Weis… Kris kita menyukai Victoria, ya?” ujar Luhan meledek. Krsi hanya diam. “YA! Aku hanya mengajaknya ke kantin dan mengelilingi sekolah ini” bentak Victoria .

“Begitu, ya? Selamat bersenang-senang!” ujar Luhan sambil keluar dari kelas dan tampak menuju ke kelas XII-1. Saat Victoria dan Kris melewati kelas XII-1, terlihat Luhan, Suho dan Yuri yang sepertinya juga ingin pergi ke kantin bersama. Kris yang menyukai Yuri menjadi iri dengan Luhan.

“Hei! Itu Kris?” tanya Yuri pada Luhan. Luhan mengangguk. “Oh” hanya itu yang diucapkan Yuri.

Langkah Kris berhenti saat Yuri melewatinya begitu saja tanpa melihatnya. Hati Kris sakit, tapi… wajahnya tetap saja cool seperti biasa. Miris sekali kisah cinta Kris, ya? Ckckc.

“Kau menyukai Yuri, ya?” tanya Victoria. Kris menoleh ke arah Victoria dan tersenyum. Victoria langsung tau jawabannya. Ia tau, Kris tak pernah berbohong dan kalau ia tersenyum, artinya jawabannya ‘iya’. Victoria mengangguk mengerti.

Mereka melanjtkan perjalanan ke kantin. Tak lama, mereka sampai di kantin. Hampir seluruh yeoja dikantin melihat ke arah Kris sambil berteriak riuh. Kris dengan ekspresi datarnya tidak mempedulikan semua itu. Ia hanya memperhatikan Sooyoung, Baekhyun dan Chanyeol yang sedang menceritakan… you know, but Kris don’t know (PLAK). Kris juga melihat Yuri, Suho, Luhan, Onew dan Hyorin from Sistar yang sekelas dengan Yuri sedang tertawa ria. Ia iri melihat kedekatan mereka berlima.

Victoria menyadari apa yang sedang dilihat Kris. Victoria tersenyum “Kau ingin bergabung dengan Yuri and friend?”

“Ne, tapi.. aku takut”

“Apa yang kau takutkan? Mereka itu tidak menyeramkan sepertimu. Mereka itu asyik!”

“Aku… aku…”

“Aish… sudahlah! Kajja, aku bisa kena omelan mereka bila tidak cepat kesana”

“Maksudmu? Kau biasa bergabung bersama mereka?”

“Good job, boy”

Victoria menarik tangan Kris ke arah dimana Yuri and friend duduk. “Annyeong!” ucap Victoria sambil duduk di sebelah Onew.

“Annyeong!” sapa mereka balik. “Kris? Kau tidak duduk?” tanya Onew. “Hmm… tidak ada tempat yang tersisa untukku” jawab Kris gugup. Ia tau, masih ada tempat di sebelah Yuri, tapi ia terlalu takut untuk itu.

“Bukankah disebelah Yuri masih ada? Ayolah… tak usah malu-malu” ujar Luhan. Mau tak mau, Kris duduk disebelah Yuri dengan gugupnya. Tak biasanya dia gugup seperti itu. Yuri menoleh ke arah Kris lalu tersenyum.

Omona! Hati Kris berbunga-bunga melihat senyuman Yuri. Kris membalas senyuman Yuri dengan senyuman tulus. Bukan senyuman yang biasa ia beri kepada orang lain, senyuman ini sungguh-sungguh tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam.  Suho yang melihat fenomena(?) ini hanya bisa mendengus pelan.

“Hmm… coba lihat Sooyoung, Baekhyun dan Chanyeol. Mereka serius sekali” ucap Hyorin. Semua menoleh ke arah Sooyoung, Baekhyun dan Chanyeol. “Bukankah mereka selalu begitu setiap hari?” ujar Onew.

“Hahaha… kau benar, Onew” tawa Suho. Kris melihat Suho bingung. Baru kali ini Kris melihat Suho tertawa dan terlihat gaul.

“Oh iya, Yul… kurasa, Minho menyimpan rasa suka kepadamu” ucap Onew.

“Hahaha… tanpa kau beritau, aku sudah tau” tawa Yuri. “bagaimana kau bisa tau?” tanya Victoria. “Dia menembakku kemarin” jawab Yuri santai. “Mwo? Kau menerimanya?” Luhan sedikit iri dengan keberanian Minho menembak seorang yeoja dingin seperti Yuri.

Suho dan Kris tampak cemburu. Mereka pura-pura tak peduli dengan semua ucapan Yuri, padahal… merekalah yang paling peduli dengan semua ucapan Yuri.

Yuri tersenyum dan menggeleng. “Aku tak menyukainya, aku tak suka namja yang terlalu dingin. Aku lebih suka namja yang berisik seperti Chanyeol dan Baekhyun” jawab Yuri.

Kris merasa Yuri menyindir dirinya. Yuri tak menyukai namja yang dingin, berarti Yuri tak menyukai Kris.

“Tapi… bukan berarti aku tidak menyukai semua namja yang dingin, ya. Aku lebih menyuai namja yang apa adanya dan be mine, jadi diri sendiri. Yah.. begitulah kira-kira” Yuri melanjutkan ucapannya. Yuri tau, ada yang merasa tersindir bila ia hanya mengucapkan kalimat yang pertama ia lontarkan tadi.

Kris tersenyum, ia berfikir… masih ada kesempatan untuknya. Suho yang menyadari senyuman Kris hanya menatap Kris tajam lalu membuang mukanya.

“Oh iya… kalau kau menyukai namja berisik, berarti kau menyukaiku. Ya kan Yul?” tanya Luhan dengan PD-nya. Victoria langsung menjitak kepala Luhan. “YA! Mana ada yeoja yang menyukaimu kalau sifatmu seperti ini. sangat kekanak-kanakan” ujar Victoria.

“Aku kan memang masih anak-anak, eonni…” ucap Luhan sambil mengerucutkan bibirnya. “YA!! Sejak kapan aku jadi eonnimu?” teriak Victoria kesal. Luhan terkekeh lalu meminum minuman yang ia pesan.

Tak lama, bel masuk berbunyi. Semua murid masuk ke kelas masing-masing. Sooyoung duduk di bangkunya dengan wajah berseri-seri. Dia sudah tau cara untuk menjahili Kris. Kris yang melihat ekspresi Sooyoung menatap tajam ke arah Sooyoung.

“Apa? kau mengagumi kecantikan wajahku?” tanya Sooyoung judes. Kris membuang muka dan diam.

“Kenapa kau begitu menyeramkan, Wu Fan?” sindir Sooyoung kesal. Kris menoleh lalu mengangkat bahunya. “I don’t know” ujar Kris dingin.

“Ternyata kau bisa berbicara, ya?” Sindir Sooyoung lagi. “Of course” ujar Kris lagi. kris berusaha menanggapi semua perkataan Sooyoung.

“Kukira, kau tak bisa bicara” Sindir Sooyoung berkali-kali. “Haha, untuk apa aku membuang-buang suaraku hanya untuk berbicara dengan orang sepertimu?” Kris sedikit tertawa.

“hahaha… ternyata, kau tidak seburuk yang kukira. Tapi… tetap saja aku membencimu” ujar Sooyoung. “Baguslah, kebencianku tak bertepuk sebelah tangan. Aku lebih membencimu lebih dari kau membenciku” pembicaraan mereka terhenti sampai disana, karena Mrs. Hwang yang mengajar biologi sudah masuk ke kelas.

“Pagi anak-anak” sapa Mrs. Hwang. “Siang” sapa murid-murid balik sambil tertawa terbahak-bahak. “Aish… apakah ini sudah siang? Ini masih jam 09.59! masih 1 menit lagi menjelang siang” ujar Mrs. Hwang.

Guru ini memang terlihat konyol. Walaupun begitu, murid-murid disini sangat menyukainya.

“Omona!! Apakah itu Kris EXO??” teriak Mrs. Hwang sambil menunjuk Kris. Kris mengangguk dan tersenyum.

“OMO!!!! Aku fans beratmu!! Boleh minta tanda tangan?” lagi-lagi Mrs. Hwang heboh. “Hei, Mrs. Hwang… ini jam pelajaran! Kalau mau minta tanda tangan Kris, nanti saja!” ucap Sooyoung ketus. “Hehehe… mianhae anak-anak, saya terlalu gembira karena bertemu Kris disini” ucap Mrs. Hwang.

Murid-murid hanya menggeleng dan sesekali ada yang tertawa.

“Oke, children… hari ini saya akan memberikan penjelasan tentang nama-nama ilmiah di Biologi. Karena jam pelajaran kita hari ini hanya 20 menit dan sekarang hanya tinggal 5 menit lagi, saya rasa… tak akan sempat bila saya berkoak sana-sini sekarang ini. jadi, saya ingin kalian buat kelompok bersama teman sebangkumu. Satu keompok artinya dua orang. Oke? Tugasnya adalah… cari nama-nama ilmiah yang kalian ketahui sebanyak-banyaknya. Tugas ini harus dikumpul minggu depan. Jangan lupa! Bye!” Mrs. Hwang menjelaskan lalu pergi begitu saja.

“Aish… dia terlambat 10 menit, lalu tidak mengajar, tidak minta maaf, meninggalkan tugas, dan pergi begitu saja? Guru macam apa itu?” omel Sooyoung.

“Kita sekelompok, ya Kris? Aish… kenapa nasibku begitu sial? Kenapa aku harus sekelompok dengan orang sepertimu?” lanjt Sooyoung. Begitulah dia, tak bisa diam.

“Jangan mengomel lebih banyak lagi. kapan kita kerjakan tugas ini? dimana?” tanya Kris. Sooyoung menopang dagunya. “Hmm… coba saja aku bisa sekelompok dengan orang yang kusukai”.

Kris menoleh ke arah Sooyoung. “Cintamu bertepuk sebelah tangan, ya?” tanya Kris. “Diam saja! Kau juga bernasib sama denganku, kan? Kau menyukai Yuri tapi Yuri tak suka denganmu. Kasihan sekali” ucap Sooyoung ketus.

Kris yang terkejut langsung menyipitkan matanya. “Darimana kau tau?” tanya Kris.

“Hei, aku ini Choi Sooyoung! Yeoja populer, gaul dan punya banyak koneksi! Wajar dong kalau aku tau” jawab Sooyoung sombong. Kris tersenyum licik. “Cih… kau kira aku tak tau kau suka dengan siapa? Kau kira aku ini hanya si pendiam yang tak up to date?”

“Kalau kau memang tau, siapa?”

“Oh Sehun, bukan?”

Sooyoung membulatkan matanya karena terkejut. Ia tak tau kenapa Kris bisa tau rahasia yang telah ia simpan dengan rapi selama ini. sooyoung mencoba mencari pembicaraan lain.

“AH… Wu Fan, kenapa kau mau menanggapi semua perkataanku hari ini? bukankah kau biasanya hanya diam?” tanya Sooyoung.

“Kau mengubah pembicaraan, Choi Sooyoung. Tentang itu… aku hanya ingin sedikit terbuka dengan orang lain, karena menurut informasi yang kudengar, Kwon Yuri tak menyukai namja pendiam dan dingin sepertiku” jawab Kris.

“Ternyata kau memang benar-benar menyukai Yuri kami, ya? Aku beritau padamu, Yuri sama sekali tak tertarik padamu. Yuri memang menyukai namja berisik. Dia sering curhat padaku, dia menyukai salah satu member EXO, tapi sayangnya namja itu bukan kau. Malang sekali” sooyoung menepuk-nepuk bahu Kris pelan, menandakan agar Kris bisa sabar dan tabah menghadapi semua kenyataan ini.

Hati Kris seperti tersayat pisau yang sangat tajam. Miris. Dia ingin tau siapa namja yang disukai Yuri. Apakah Suho?. “Siapa yang disukai Yuri?” tanya Kris. “Hmm… aku ini bukan teman yang licik. Aku tak akan membocorkan rahasia sahabatku sendiri. Jadi, sorrry” jawab Sooyoung.

Kris tersenyum. Ia tidak menyangka, Sooyoung yang dikenal sebagai pemecah rekor untuk pembongkar rahasia orang terbanyak malah tak mau membocorkan rahasia Yuri. Ckckckc.

“Jadi… kapan kita akan membuat tugas ini?” tanya Kris. “Hmm… bagaimana kalau nanti?. Sepulang sekolah, kutunggu kau di ruang latihan dance. Kalau kau mau, aku bisa mengajak Yuri untuk ikut bersamaku” jawab Sooyoung.

“Hmmm… tak usah bawa Yuri. Aku takut. Baiklah, di ruang latihan dance, sepulang sekolah” Kris setuju tersenyum kepada Sooyoung. Sooyoung balik tersenyum. Entah apa yang membuat dua orang ini bisa cepat akrab. tapi… keakraban ini tak akan bertahan lama. Semua orang tau itu.

******

                “Kris, kenapa kau tampak akrab sekali dengan Sooyoung? Bukankah kalian saling benci?” tanya Luhan saat sepulang sekolah. Mereka sedang menunggu jemputan yang sejak 30 menit setelah pulang ini tak datang-datang.

“Tidak ada. Aku hanya mencoba untuk menjadi namja berisik seperti Chanyeol dan Baekhyun” jawab Kris. “Hahaha… semoga Yuri menyukaimu. Tapi… sainganmu berat, loh” kata Luhan.

“Nugu?” tanya Kris. “Aku. Aku ini bisa disebut namja berisik, loh. Dan aku menyukai Yuri. Jadi, berusahalah kau untuk mendapatkan Yuri sebelum aku yang mendapatkannya duluan” jawab Luhan dengan PD-nya. Kris tersenyum merendahkan.

Tak lama, mobil jemputan datang. Suho, Kris, Luhan, Baekhyun dan Chanyeol segera masuk ke dalam mobil itu. Seperti biasa, Chanyeol, Baekhyun dan Luhan bercanda ria. Sedangkan Kris dan Suho hanya diam.

Sesampainya di dorm, mereka langsung masuk ke kamar masing-masing dan mengganti baju seragam mereka dan melakukan aktivitas masing-masing.

Kris teringat sesuatu. Bukankah hari ini dia harus ke ruang latihan? Sooyoung pasti sudah menunggu lama!. Kris langsung berlari keluar dorm EXO dan pergi ke ruang latihan dance.

Ia membuka pintu ruangan itu. Terlihat Sooyoung yang sudah berdiri dengan bercucuran keringat dan wajah pucat. “Hai Kris, kenapa kau lama sekali?” sapa Sooyoung. Tepat saat ia menghabiskan kata-kata itu, ia ambruk ke lantai ruangan itu. Sooyoung pingsan!. Kris langsung berlari ke arah Sooyoung.

“Sooyoung-ah… kau baik-baik saja? Sooyoung-ah!! bangun!! Sooyoung-ah!!” Kris panik, ia berusaha membangunkan Sooyoung, tapi tidak berhasil. Kris menggendong tubuh Sooyoung yang sudah tebaring lemah dan berlari keluar gedung lalu pergi menuju mobilnya. Ia segera membawa mobilnya ke rumah sakit terdekat.

Sesampainya di rumah sakit, Kris langsung berlari sambil membawa Sooyoung. Banyak yang memperhatikan mereka berdua. Tapi Kris tak peduli tentang itu. Ia tak peduli kalau besok ada berita tentang ia dan Sooyoung. Yang lebih penting saat ini adalah Sooyoung!.

Sooyoung sudah masuk kedalam UGD. Kris menunggu diluar. Banyak yang heboh karena Kris. Banyak juga yang menanyakan keadaan Sooyoung pada Kris. Tapi Kris hanya tersenyum, tak bergeming sedikitpun.

Tak lama, dokter yang memeriksa Sooyoung keluar. “Dengan Kris? Ikut aku sekarang” perintah dokter itu. Kris yang sudah khawatir dari tadi langsung berjalan cepat mengikuti doter itu. Sampai akhrinya merea masuk ke dalam ruangan dokter tadi. Kris duduk di kursi yang sudah disediakan disana.

“Bagaimana keadaan Sooyoung?” tanya Kris tergesa-gesa. “Dugaan sementara adalah… Choi Sooyoung hanya mengalami kecapekan biasa. Dia harus lebih banyak beristirahat. Tapi… kami menemukan sebuah virus di dalam tubuhnya. Kami takut… itu adalah virus yang menyebabkan Sooyoung mengidap penyakit kanker darah atau leukimia” jawab dokter dengan wajah sedih.

Kris membelalak. “Mwo?”

TBC

Annyeong… kembali dengan ff baru.

Semoga kalian suka ya…

Jangan lupa READ, COMMENT, LIKE!

Bye…

56 responses to “(EXOSHIDAE STORY) Love Step –Choi Sooyoung & Kris Wu- (Part 1)

  1. ada banyak koreksi nih thor, hehe…btw yg mengenai kata “be mine” itu bukan menjadi diri sendiri, tp menjadi miliku. seharusnya kalau mau bilang “menjadi diri sendiri” itu ” be their self “. Mian kalau menyinggung, cma aku ngerasa risih aja bacanya…hehe ^^V
    selain itu bagus kok ceritanya ^^ fresh ^^

  2. kok yuri banyak yang suka? terus kok yang lainnya gajadi artis ya? cuma kris doang–‘ keren kok min seru ceritanya.. lanjutt sekarang mau baca part 2 nya *ketagihan* suka sama pairing sookris, kalo bisa tambah kyuyoung min.. tinggalkan jejak ampe part akhir.. lol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s